Anda di halaman 1dari 16

[AUTHOR NAME] 1

Disusun Oleh :
1. Rivaldi Ferdiansyah (09324)
2. Risma Dwi Irfanto (09329)
3. Dara Pangestika Dwi Anggraeni ( 09514 )
4. Riskha Febriani Hapsari ( 09520 )
5. Fatikhah Della P S ( 09526 )
6. Yuni Kurniasari ( 09532 )
7. Trie Wardhani ( 09538 )
8. Dinda Mentari Putri ( 09588 )
9. Sherlis Oktaviani ( 09595 )
10. Ainun Hanin ( 09604 )
11. Tatasurya Trisista ( 09615 )
FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2013
Kesehatan Mulut Berhubungan
dengan Kualitas Hidup pada Anak-
Anak dan Masalahnya
[AUTHOR NAME] 2

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmad
dan karuniaNyalah akhirnya kami dapat menyelesaikan makalah sosiologi yang berjudul
Kesehatan mulut berhubungan dengan kualitas hidup pada anak-anak dan masalahnya ini
tepat waktu.
Adapun tujuan kami membuat makalah ini yaitu agar kita mengetahui tingkatan rasa
sakit pada remaja serta penanganannya, dengan memberikan quisioner pada remaja yang
mempunyai perbedaan status. Kami berharap melalui makalah ini dapat membantu kita dalam
memahami sejauh mana rasa sakit yang dialami remaja dengan beragam kondisi sakit.
Akhir kata Tak Ada Gading yang Tak Retak, kritik dan saran dari teman-teman demi
kesempurnaan makalah ini sangat kami harapkan.
Terima kasih.

Yogyakarta, November 2013

Penyusun









[AUTHOR NAME] 3

DAFTAR ISI
Halaman Judul .............................. 1
Kata Pengantar ............................. 2
Daftar Isi ................... 3
Bab I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang............................ 4
1.2Tujuan Makalah................................... 5
1.3RumusanMasalah................................ 5
Bab II Pembahasan
1.1 Tujuan OHRQoL ....................... 6
1.2 Dampak Kesehatan Mulut Terhadap Kualitas Hidup Seseorang......................... 7
1.3 Dampak Kesehatan Mulut Terhadap Kesehatan Sosial pada Anak..................... 7
1.4 Peran Orang Tua dalam Menjaga Kesehatan Mulut pada Anak.......................... 8
1.5 Contoh Masalah Kesehatan Mulut yang Terjadi pada Anak................................. 9
1.6 Pentingnya Mengukur Kualitas Hidup........................... 11
1.7 Indikator Kualitas Hidup yang Berhubungan dengan Kesehatan Mulut............... 14
1.8 Penggunaan Metode Kuantitatif................. 16
Bab III Penutup
3.1 Kesimpulan..............










[AUTHOR NAME] 4

BAB I
PENDAHULUAN

I. Latar Belakang

Jumlah populasi dan umur harapan hidup anak-anak semakin meningkat akibat perbaikan
dari pelayanan kesehatan masyarakat dan intervensi kedokteran.Dengan semakin
meningkatnya umur harapan hidup, maka sangat penting untukmemperbaiki kualitas hidup
anak-anak tersebut. World Health Organization (WHO) telah mengembangkan sebuah
instrumen untuk mengukur kualitas hidup seseorang diantaranya adalah Terminologi kualitas
hidup yang berhubungan dengan kesehatan mulut atau Oral Health Related Quality of
Life (OHRQoL). OHRQoL sendiri adalah persepsi dari individu itu sendiri tentang kesehatan
gigi dan mulut serta dampaknya terhadap pengalaman nyeri, fungsi sistem stomatognathic,
serta bagaimana kesehatan gigi dan mulut tersebut mempengaruhi aspek psikososial
berdasarkan konteks budaya dan sistem nilai yang dianutnya.

Instrumen dalam Oral health-related quality of life (OHRQoL) secara luas telah digunakan
dalam pembelajaran mengenai kesehatan mulut. Namun, pada umumnya, OHRQoL
memberikan penilaian terhadap populasi orang dewasa, dikarenakan sulitnya
mengembangkan langkah-langkah tersebut terhadap anak-anak sebagai penilaian mereka.
Dalam penelitian ini anak-anak dimasukkan sebagai subjek penelitiankarena masa ini sangat
penting untuk persiapan menyongsong masa depan. Tindakan pencegahan perlu dilakukan
secara dini untuk mencapai kualitas hidup anak-anak yang optimal.Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui dampak kesehatan mulut terhadap kualitas hidup anak-anak dan
pentingnya kesehatan mulut tersebutuntuk kelompok usia tertentu.
Penggunaan indikator OHRQoL pada anak-anak ini penting, karena mereka didasarkan pada
persepsi diri dan dampak kesehatan mulut, yang sangat penting untuk perencanaan tindakan
untuk promosi kesehatan yang mempertimbangkan aspek biologis dan psikososial. Hal ini
juga menyarankan perlunya penelitian menggunakan metode quail-kuantitatif sebagai
pendekatan alternatif untuk penggunaan indikator OHRQoLpada anak-anak.
Hasil penelitian ini dapat memberikan informasi dan landasan bagi pengembangan kebijakan
bidang kesehatan gigi dan mulut.
[AUTHOR NAME] 5

II. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari latar belakang di atas adalah :
1. Apa saja tujuan dari OHRQoL ?
2. Apa sajakah dampak dari kesehatan mulut anak ?
3. Bagaimana dampak kesehatan mulut terhadap kesehatan sosial si anak ?
4. Bagaimana peran orang tua dalam menjaga kesehatan mulut anak ?
5. Bagaimana contoh kesehatan mulut yang terjadi pada anak ?
6. Bagaimana pentingnya mengukur kualitas hidup ?
7. Apa sajakah indikator kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan mulut ?
8. Bagaimana cara penggunaan metode kuantitatif ?


III. Tujuan Makalah
Adapun tujuan makalah dari rumusan masalah di atas adalah :
1. Untuk mengetahui tujuan dari OHRQoL.
2. Untuk mengetahui dampak dari kesehatan mulut pada anak.
3. Untuk mengetahui dampak kesehatan mulut terhadapa kesehatan sosial si anak.
4. Untuk mengetahui peran orang tua dalam menjaga kesehatan mulut anak.
5. Untuk mengetahui contoh kesehatan mulut yang terjadi pada anak
6. Untuk mengetahui pentingnya mengukur kualitas hidup.
7. Untuk mengetahui indikator kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan
mulut.
8. Untuk mengetahui cara penggunaan metode kuantitatif.







[AUTHOR NAME] 6

BAB II
PEMBAHASAN

1.1 Tujuan OHRQoL
OHIP (Oral Health Impact Profile) merupakan indicator sosiodental yang menggunakan
indeks yang telah diberi bobot, untuk mengukur dampak sosial dari kelainan rongga gigi dan
mulut.

Tujuan dari Oral Helath Impact Profile (OHIP) adalah untuk memberikan ukuran dampak
gangguan kesehatan mulut terhadap kehidupan sosial danmenggambarkan kaitan gangguan
kesehatan mulut terhadap kehidupan sosial secara teoritis. OHIP (Oral Health Impact Profile)
adalah salah satu bagian dari Oral Health-Related Quality of Life (OHRQoL). Oral Health-
Related Quality of Life adalah sebuah konsep multidimensional yang mengukur atau
menangkap persepsi masyarakat tentang hal-hal penting dalam keseharian hidup
mereka.Masalah kesehatan mulut dapat menyebabkan rasa sakit dan penderitaan tidak
perlu,menyebabkan berkurangnya kesejahteraan individu, secara signifikan mengurangi
kualitashidup dan meningkatkan beban masyarakat. Indeks OHIP ini memuat tujuh skala
penting antara lain:
a. Keterbatasan fungsional (misalnya: pengurangan kemampuan mengunyah).
b. Nyeri fisik (nyeri pulpitis).
c. Ketidak nyamanan psikososial (misalnya: kebingungan).
d. Ketidakmampuan fisik (misalnya : penolakan makanan).
e. Ketidak mampuan psikis (pengurangan konsentrasi).
f. Ketidak mampuan sosial ( menolak interaksi sosial ).
g. Handicap (ketidakmampuan untuk bekerja).Responden bisa memilih frekuensi dari
kondisi






[AUTHOR NAME] 7

1.2 Dampak Kesehatan Mulut Terhadap Kualitas Hidup Seseorang
Masalah kesehatan mulut telah semakin diakui sebagai faktor penting yang menyebabkan
dampak negatif pada kegiatan sehari-hari dan kualitas hidup seseorang karena kesehatan
mulut tersebut mempengaruhi tentang bagaimana orang tumbuh, menikmati hidup, berbicara,
mengunyah, merasakan makanan, dan bersosialisasi .
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ,penyakit mulut dapat menyebabkan rasa
sakit, penderitaan, hambatan psikologis dan deprivasi sosial, yang sangat merugikan baik
individu maupun masyarakat. Sebagai contoh, Feitosa et al. menemukan bahwa karies gigi,
masalah utama kesehatan mulut masyarakat yang mempengaruhi kondisi anak-anak,
menyebabkan gangguan dalam mengunyah, penurunan nafsu makan, berat badan, masalah
tidur, perubahan perilaku dan mengakibatkan kinerja saat di sekolah rendah.
Selain itu, kurangnya kesadaran mengenai kesehatan mulut pada anak-anak dapat
mengganggu kesejahteraan keluarga karena orangtua yang merasa bersalah terhadap masalah
yang terjadi pada anak-anak mereka karena tidak sedari dulu merawat gigi mereka,akibatnya
saat anak mereka mengeluhkan rasa sakit pada gigi mereka mengakibatkan pekerjaan mereka
menjadi terbengkalai dan memperbesar pengeluaran terkait dengan perawatan gigi untuk
anak-anak mereka.
Di Brazil, menunjukkan bahwa anak-anak sekolah yang mengalami retak gigi di anterior gigi
mereka tidak diobati berdampak pada kesehatan sosial sehari-hari mereka.Anak-anak yang
mengalami peretakan pada gigi mereka lebih sering mengeluhkan tentang susahnya mereka
dalam makan dan menikmati makanan , membersihkan gigi , tersenyum, tertawa dan
menunjukkan gigi tanpa malu , menjaga keadaan emosional agar tidak marah, dan kesulitan
saat berbicara dengan orang atau kontak langsung dengan orang dibandingkan anak-anak
yang tidak memiliki cedera traumatis pada giginya. Lesi jaringan lunak, , malocclusion dan
fluorosis gigi juga merupakan contoh dari masalah kesehatan mulut yang umum lainnya.

1.3 Dampak Kesehatan Mulut Terhadap Kesehatan Sosial pada Anak
Gangguan kesehatan mulut yang biasa diderita anak-anak adalah karies. Karies anak satu
dengan yang lainnya mungkin berbeda. Ada penderita yang mengalami karies disertai dengan
rasa nyeri dan mungkin ada anak yang tidak disertai rasa nyeri. Rasa nyeri yang diderita anak
mungkin akan menggangu kegiatan sehari hari, seperti makan, belajar, bermain, dan
[AUTHOR NAME] 8

berinteraksi dengan temannya. Anak-anak penderita karies yang tidak mengalami rasa nyeri
tidak akan terganggu kehidupan sehari-harinya. Namun anak-anak yang mengalami rasa
nyeri akan terganggu aktifitasnya dan akan cenderung diam, tidak aktif, tidak mau
bermain/bersosialisasi dengan temannya dan bila tidak segera ditangani akan mengganggu
kesehatan psikologisnya dalam jangka panjang karena kurangnya sosialisasi dengan teman
sebayanya.
Sakit gigi dan atau kehilangan gigi akan menimbulkan dampak sosial berupa menurunya
produktivitas kerja, kecerdasan, intake gizi yang tergganggu, dan terganggunya emosi.
Sakit gigi akan menimbulkan gangguan emosi dan mengganggu produktifitas dalam bekerja,
dengan sakit gigi dibutuhkan minimal satu minggu untuk istirahat, minum obat hingga gigi
tersebut sembuh sementara dari rasa nyeri. Orang yang kesakitan karena gigi yang infeksi
akan kehilangan energi dan konsentrasi untuk bekerja, pekerjaan apapun yang dia geluti.
Anak-anak sekolah, mahasiswa akan kehilangan waktu belajar yang efektif jika menderita
sakit gigi dan atau infeksi pada mulut seperti stomatitis ( sariawan)
Dengan kehilangan gigi dan atau sakit gigi maka pola makan akan tergganggu. Kehilangan
gigi yang banyak tanpa diganti dengan prothesa ( gigi palsu ) akan berdampak pada proses
pengunyahan yang tidak maksimal sehingga penyerapan sari-sari makananpun tidak optimal,
sehingga kesehatan secara umum secara otomatis terganggu.
Dampak sosial sakit gigi seperti halnya sakit pada bagian tubuh yang lain secara signifikan
akan menurunkan derajat kualitas hidup, kualitas berkarya, serta berdampak pada aspek
kesejahteraan masyarakat pada umunya.

1.4 Peran Orang Tua dalam Menjaga Kesehatan Mulut pada Anak
Peranan orang tua sangat berpengaruh dalam mencegah gigi berlubang pada balita, sehingga
orang tua sebaiknya membiasakan anak dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut untuk
menghindari gigi berlubang. Berikut merupakan peranan orang tua dalam menjaga kesehatan
mulut pada anak mereka :

[AUTHOR NAME] 9

a. Hindari balita tidur denan botol berisi susu
Sebelum anak tidur biasanya orang tua memberikan anaknya botol susu yang diisi
dengan minuman manis padahal hal ini justru membuat kesehatan giginya terganggu.
Hindari memberikan susu atau minuman manis seperti air teh manis atau lainnya.
Apabila masih kesulitan untuk menjauhkan botol berisi susu pada saat balita akan
tidur maka sebaiknya berikan air putih yang akan membilas sisa susu yang menempel
pada gigi anak anda.
b. Jangan terlalu dominan memberikan cemilan manis pada anak
Penelitian menentukan bahwa frekuensi pemberian camilan yang banyak mengandung
gula akan meningkatkan resiko gigi berlubang. Sehingga sebaiknya anda memberikan
jadwal dalam pemberian cemilan manis pada anak.
c. Membiasakan anak untuk membersihkan gigi secara teratur
Biasakan untuk menyikat gigi anak, minimal dua kali sehari sejak pertama kali
giginya tumbuh, gunakan handuk yang halus untuk membersihkan gigi bayi yang baru
tumbuh. Dan memeriksakan kesehatan gigi anak ke klinik dokter untuk menjaga
kesehatan gigi dan mulutnya.
d. Kurangi frekuensi menyusui ketika gigi susu sudah tumbuh
Orang tua dapat mengurangi frekuensi menyusui ketika gigi susu sedang tumbuh. ASI
yang dikonsumsi terlalu sering pada bayi akan menimbulkan beberapa masalah
termasuk gangguan nafsu makan, gigi berlubang dan juga kondisi psikis.

1.5 Contoh Masalah Kesehatan Mulut yang Terjadi pada Anak
Penyakit mulut pada anak :
1. Gingivostomatis herpetik akut.
Penyakit ini biasanya dijumpai pada anak-anak umur sekitar 3 tahun. Bila terserang
penyakit ini, si anak akan menjadi rewel dan tidak mau makan. Penyebabnya virus
herpes simplex.
2. Luka pada sudut mulut ( keilitis angularis)
Adanya luka-luka kecil pada sudut kiri dan kanan dapat terjadi pada anak-anak yang
kurang gizi. Penyakit ini merupakan manifestasi dari keadaan kurang gizi, dan luka
yang terjadi sering mengalami infeksi sekunder oleh sebangsa jamur yang diberinama
Candida Alibicans atau bakteri Stapylococus Aureus. Penyembuhan secara tuntas
baru terjadi apabila keadaan si penderita diperbaiki.
[AUTHOR NAME] 10

3. Guam ( Thrush)
Penyakit ini merupakan bercak-bercak putih pada lidah, langit-langit dan bagian
dalam pipi. Guam dibsebabkan oleh jamur Candida Albicans, dan sering terjadi pada
bayi dimana reaksi imunitasnya belum aktif. Selain itu, guam bisa terjadi pada anak-
anak atau orang dewasa yang menderita penyakit berat, atau penderita yang mendapat
pengobatan dengan antibiota dalam jangka waktu yang lama sehingga ekologi mulut
terganggu dengan berkembang biaknya jamur secara cepat. Penyakit ini dapat diobati
dengan mengoleskan larutan Gentian-violet 1 persen atau dengan larutan /tablet
isap/krem yang mengandung antibiotika yang efektif terhadap jamur.
4. Coxsackle Virus
Penyakit yang satu ini biasanya lebih suka menyerang anak-anak. Selain pada mulut,
titik-titik merah yang disebabkan virus ini bisa menyerang pada tangan dan kaki,
terkadang bisa diiringi demam dan mengigil. Penyakit ini biasa juga disebut sindrom
tangan, kaki, dan mulut. Mengingat virus ini menular maka anak harus diisolasi dari
teman-teman bermainnya. Berikan anak makanan tinggi protein dan istirahat cukup
agar daya tahan tubuh meningkat.
5. Sariawan
Penyakit sariawan yang sering terjadi pada orang dewasa atau bayi disebabkan oleh
jamur candida. Tetapi sistem kekebalan yang lemah, antibiotik, diabetes atau obat
tertentu seperti kortikosteroid inhalasi dapat memberikan kandida kesempatan untuk
tumbuh liar. Menyeka patch akan menyebabkan rasa sakit. Sebaiknya segera temui
dokter untuk mendapatkan diagnosis.
6. Bottle karies adalah suatu keadaan yang terdapat pada anak anak berusia +12 bulan -
36 bulan . yang mempunyai kebiasaan mengedot botol yang berisi susu atau cairan
lain yang mengandung karbohidrat menjelang tidur sampai anak tertidur.
Pemberian susu dalam botol biasanya diberikan pada malam hari dan orang tua tidak
mengetahui bagaimana cara menghentikan kebiasaan minum susu pada anak mereka .
sedangkan pada malam tidak ada proses perbersihan sehingga sangat memudahkan
terjadinya karies .



[AUTHOR NAME] 11

1.6 Pentingnya Mengukur Kualitas Hidup
Sebagianbesar penelitian yang mengevaluasi perubahan status kesehatan mulutdarisubyek
individu dan populasi telah didasarkanpadaindikator klinis penyakit,relatif adasedikitstudi
evaluasi pada kesehatan dan kesejahteraan dari subyekpersepsi. Selama 30 tahun terakhir,
penggunaan socio-dental indicators dalam epidemiologi lisan telah banyak dianjurkan, karena
langkah-langkah tunggaldari penyakit klinistidak mendokumentasikan dampak dari gangguan
mulut. Indikatorini dibangun dan diuji dalam epidemiologistudi pada populasi yang berbeda
untuk membangun hubungan yang lebihkonkritantara pengukurankesehatan mulut subyektif
dan obyektif, yang akan membantu untuk memperkirakan kebutuhanpopulasi nyata.
Beberapa metode telah dikembangkan untuk meminimalkankompleksitas dan aspek sosial
danbudaya relatif darikualitashidup,serta untuk memberikan kemampuanindeksuntuk
menangkap data di luar proses penyakit biologis dan patologis.Secara umum, kualitas hidup
terkait kesehatan dapat ditentukanoleh dua pendekatan:
1. Yang pertama mencakup interpretatif dan metode kualitatif yang jelas.
2. Yang kedua,merupakan pendekatan yang paling umum,biasanya didasarkankuesioner
yang menekankan persepsi subjekpada kesehatan fisik dan psikologis dan
kapasitasfungsional.
Hasil yang diperoleh dengan menggunakan alat alat ini biasanya dilaporkan sebagai sistem
nilai, yang menunjukkan tingkat keparahan ukuran hasil atau penyakit mulut. Informasi pada
kualitas hidup memungkinkan evaluasi perasaan danpersepsi di tingkatin dividu,
meningkatkan kemungkinan komunikasi efektif antara profesional dan pasien, pemahaman
yang lebih baik mengenai dampak kesehatan mulut pada kehidupan subjek dan keluarga, dan
hasil pengukuran klinis layanan yang diberikan.
Dalam kesehatan masyarakat, pengukuran kualitas hidup adalah alat yang berguna
untuk merencanakan kebijakan kesejahteraan karena ada kemungkinan untuk menentukan
kebutuhan penduduk, prioritas perawatan, dan evaluasi strategi pengobatan yang bias
diadopsi, sehingga membantu dalam keputusan proses pembuatan. Mengenai penelitian,
pengukuran ini merupakan alat bantu untuk menilai hasil pengobatan atau tindakandan
mengembangkan pedoman berbasis bukti klini spraktek.
Quality of life (QOL) atau kualitas hidup merupakan pertimbangan dalam urusan kedokteran, QOL
mengacu kepada kemampuan pasien menikmati aktivitas kehidupan kesehariannya.Kualitas hidup
[AUTHOR NAME] 12

yang sering diidentikkan dengan kesejahteraan, akhir-akhirini makin banyak didengungkan. Salah
satu sebabnya adalah munculnyakesadaran, bahwa pembangunan tidak cukup diukur kesuksesannya
denganmembangun input yang banyak, tetapi justru yang lebih penting adalah output.Dan kualitas
hidup merupakan salah satu tolak ukurnya.Kualitashidupmerupakan
konseppentingdalambidangpembangunaninternasional, karenamemungkinkanpembangunanyang
akandianalisispadaukuranyang lebih luasdibandingkanstandarhidup.
Selain itu, mengukur kualitas hidup itu penting karena indikator kualitas hidup adalah pendapatan,
perumahan, lingkungan, stabilitas sosial, kesehatan, pendidikan, dan kesempatan kerja yang sangat
mempengaruhi kehidupan kita dan pen gukuran terhadap kualitas hidup seseorang itu dapat me
mpermudah kita sebagai tenaga kesehatan untuk mengetahui kemampuan pasien dalam menikmati
aktivitas kehidupan kesehariannya, yang dilihat dari berbagai indikator seperti sosial ekonomi,
pendidikan, gizi, angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), angka harapan hidup,
ketenagakerjaan, seni dan rekreasi.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Quality of Life
1. Pendidikan
Pendidikan merupakan salah satu faktor dalam menentukan kualitas hidup manusia.
Pembangunan pendidikan di Indonesia telah menunjukkan keberhasilan yang cukup
besar. Wajib Belajar 6 tahun, yang didukung pembangunan infrastruktur sekolah dan
diteruskan dengan Wajib Belajar 9 tahun adalah program sektor pendidikan yang
diakui cukup sukses. Hal ini terlihat dari meningkatnya partisipasi sekolah dasar dari
41 persen pada tahun 1968 menjadi 94 persen pada tahun 1996, sedangkan partisipasi
sekolah tingkat SMP meningkat dari 62 persen tahun 1993 menjadi 80 persen tahun.
2. Gizi
Masalah gizi merupakan masalah yang multi dimensi, dipengaruhi oleh berbagai
faktor penyebab. Penyebab langsung gizi kurang adalah makan tidak seimbang, baik
jumlah dan mutu asupan gizinya, di samping itu asupan zat gizi tidak dapat
dimanfaatkan oleh tubuh secara optimal karena adanya gangguan penyerapan akibat
adanya penyakit infeksi.

Berdasarkan analisis HL Bloomm (1978) menunjukan bahwa status kesehatan
termasuk status gizi dipengaruhi oleh faktor lingkungan, perilaku , pelayanan
kesehatan dan faktor keturunan. Faktor lingkungan antara lain lingkungan fisik,
boilogis dan sosial memegang peranan yang terbesar dalam menentukan status
[AUTHOR NAME] 13

kesehatan dan gizi, selanjutnya faktor yang cukup berpengaruh adalah faktor perilaku
yang berkaitan dengan pengetahuan dan pendidikan yang menentukan perilaku
seseorang atau kelompok untuk berperilaku sehat atau tidak sehat. Faktor pelayanan
kesehatan memegang peranan yang lebih kecil dalam menentukan status kesehatan
dan gizi dibandingkan dengan kedua faktor tersebut, sedangkan faktor keturunan
mempunyai pengaruh yang lebih kecil dibandingkan faktor lingkungan, perilaku da
pelyanan kesahatan. Dengan demikian disarankan dalam meningkatkan status
kesehatan dan gizi disamping peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan dan
gizi harus disertai dengan upaya perbaikan lingkungan dan perilaku masyarakat yang
berdampak positf pada status kesehatan dan gizi.

Gambar 2.2 Bagan Bloomm
3. Angka Kematian Bayi (AKB)
Kematian bayi adalah kematian yang terjadi antara saat setelah bayi lahir sampai bayi
belum berusia tepat satu tahun. Banyak faktor yang dikaitkan dengan kematian bayi.
Secara garis besar, dari sisi penyebabnya, kematian bayi ada dua macam yaitu
endogen dan eksogen. Kematian bayi endogen atau yang umum disebut dengan
kematian neonatal; adalah kematian bayi yang terjadi pada bulan pertama setelah
[AUTHOR NAME] 14

dilahirkan, dan umumnya disebabkan oleh faktor-faktor yang dibawa anak sejak lahir,
yang diperoleh dari orang tuanya pada saat konsepsi atau didapat selama kehamilan.
4. Angka Harapan Hidup
Keberhasilan program kesehatan dan program pembangunan sosial ekonomi pada
umumnya dapat dilihat dari peningkatan usia harapan hidup penduduk dari suatu
negara. Meningkatnya perawatan kesehatan melalui Puskesmas, meningkatnya daya
beli masyarakat akan meningkatkan akses terhadap pelayanan kesehatan, mampu
memenuhi kebutuhan gizi dan kalori, mampu mempunyai pendidikan yang lebih baik
sehingga memperoleh pekerjaan dengan penghasilan yang memadai, yang pada
gilirannya akan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan memperpanjang usia
harapan hidupnya
5. Kesenian dan Rekreasi
Pembangunan sebagai usaha utuk meningkatkan mutu dan taraf hidup masyarakat
tidak hanya terbatas pada sektor ekonomi saja tetapi meliputi seluruh aspek kehidupan
termasuk didalamnya kebutuhan akan seni dan rekreasi.
Seni telah memberi pengaruh yang cukup besar dalam kehidupan manusia. Seiring
berjalannya waktu, seni telah mengalami banyak perubahan dan saat ini mulai
berkembang dengan baik. Arti seni itu sendiri merupakan sebuah hasil akhir sebuah
karya yang diciptakan oleh manusia. Manusia tidak hanya dapat menggagas,
melainkan juga dapat mengekspresikan gagasannya.

1.7 Indikator Kualitas Hidup yang Berhubungan dengan Kesehatan Mulut
Alat- alat yang ideal harus dapat mencakup aspek sosial dan psikologis melalui persepsi atau
tanggapan dalam diri. Dampak kesehatan mulut terhadap kualitas hidup dengan penilaian
yang konsisten. Sebagian besar metode untuk mengukur sendiri kesehatan mulut yang
dirasakan dikembangkan di negara-negara Inggris , dan ukuran hasil kesehatan tersebut
dapat dipengaruhi oleh konseptual perbedaan budaya . Dengan demikian , penerapan alat -
alat untuk mengukur kesehatan dalam lingkungan sosial yang berbeda membutuhkan proses
awal penilaian akhir lintas budaya.
Di antara alat - alat yang digunakan dalam Kedokteran Gigi , the Oral Health Impact Profile
(OHIP) dianggap sebagai alat yang konsisten untuk mengidentifikasi dimensi OHRQoL dan
secara luas digunakan dalam studi cross- sectional dan longitudinal. OHIP kuesioner terdiri
[AUTHOR NAME] 15

dari 49 item dibagi menjadi tujuh dimensi : batasan fungsional , sakit fisik , ketidaknyamanan
psikologis , cacat fisik , cacat mental , cacat sosial , dan kerugian sosial . Sebagai kuesioner
dikembangkan untuk populasi dewasa , Broder et al, mengembangkan sebuah versi yang
disesuaikan dari OHIP untuk anak-anak ( Child Oral Healty impact Profil ) ( COHIP ) .
Kuesioner ini ditujukan untuk orang tua dan anak-anak dan memiliki pertanyaan yang
mengevaluasi aspek-aspek positif dan negatif dari OHRQoL , yang dianggap sebagai
terobosan dalam menilai kualitas hidup anak-anak .
Kuesioner lain yang populer adalah Dampak Oral Terhadap Kinerja Harian ( OIDP ) , yang
dikembangkan di Thailand dan termasuk dimensi fisik , psikologis , dan sosial . Alat - alat ini
terdiri dari delapan item untuk mengevaluasi dampak kesehatan mulut pada kemampuan
subjek untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
ECOHIS dikembangkan khusus untuk anak-anak karena persepsi orang dewasa dan anak-
anak tentang dampak kesehatan mulut pada kualitas hidup berbeda . Anak-anak dan remaja
memiliki pandangan aneh dari diri mereka sendiri dan dunia karena fase mereka
perkembangan fisik dan emosional. Namun, ketika mengukur anak OHRQoL , mungkin perlu
untuk mendapatkan informasi dari orang tua . Seorang anak mungkin tidak dapat mengisi
kuisioner OHRQoL dan memberikan informasi yang lengkap , sehingga orang tua disertakan
sebagai responden . Bahkan ketika jawaban anak yang tersedia, ibu memiliki pengaruh
penting terhadap keputusan kesehatan anaknya . Oleh karena itu, dianjurkan bahwa OHRQoL
kuesioner termasuk pasangan ibu-anak. Tergantung pada jenis informasi yang dicari dalam
kuesioner , laporan orang tua cenderung lebih atau kurang akurat dibandingkan dengan
laporan anak-anak . Orangtua tampaknya dapat lebih baik menilai bidang yang terkait dengan
fungsi dan gejala fisik daripada mereka yang berhubungan dengan fungsi emosional dan
sosial. Pemilihan instrumen harus mempertimbangkan validitas dan reliabilitas dan tujuan
khusus penelitian . Aspek penting lainnya adalah bentuk instrumen , wawancara , atau
kuesioner , karena dapat mempengaruhi sifat psikometri dari indikator yang digunakan untuk
mengumpulkan hasil OHRQoL . Penggunaan kuesioner dalam survei memiliki beberapa
keuntungan seperti biaya rendah , waktu yang dibutuhkan lebih sedikit untuk mengumpulkan
data , kemampuan untuk mempertahankan anonimitas peserta dan menjangkau khalayak yang
besar . Namun, kuesioner mungkin memiliki tingkat respon yang lebih rendah daripada
wawancara , dan biasanya dapat terjadi jika pasien dengan kemampuan bahasa
dikompromikan dan komunikasi visual yang dikecualikan.
[AUTHOR NAME] 16

1.8 Penggunaan Metode Kuantitatif
Metode lain adalah penggunaan wawancara kualitatif untuk menyelidiki persepsi dan opini
pasien . Menurut Gill dan Feinstein ( 45 ) , penggabungan nilai-nilai dan preferensi pasien
membuat kualitas hidup yang berbeda dari semua tindakan lain dari kesehatan . Meskipun
studi kualitatif dapat menjadi langkah awal untuk mengetahui pandangan subjek tentang apa
yang penting , penggunaan metode ini bisa sulit terutama ketika diperlukan untuk menilai
dampak dari penyakit mulut terhadap kualitas hidup populasi besar dalam survei
epidemiologi . Selain itu , wawancara kualitatif juga dapat memberikan informasi yang
mungkin penting atau mungkin tidak penting bagi sejumlah besar orang ( 46 ) . Masalah
OHRQoL memerlukan intervensi yang tidak hanya mengurangi dampak penyakit langsung
tetapi juga meningkatkan kehidupan secara keseluruhan . Sebagian besar indikator dalam
literatur yang mendokumentasikan fungsional dan dampak psikososial kesehatan mulut.
Namun, sampai saat ini tidak ada penelitian yang menilai penggunaan metode kuantitatif -
kualitatif untuk mengevaluasi COHRQoL , khususnya dalam studi berbasis populasi , di
mana penggunaan metode kualitatif dapat menghemat waktu dan biaya tinggi.