Anda di halaman 1dari 4

Proses Studi UKL-UPL

Diagram alir proses dalam studi penyusunan dokumen UKL-UPL untuk proyek
Pembangunan Infrastrukutr Drainase dapat dilihat pada gambar di bawah ini :


Gambar E.2. Diagram Alir Proses Studi Penyusunan UKL-UPL

Identifikasi
Komponen Kegiatan Proyek
Identifikasi
Komponen Lingkungan
Perumusan
UKL & UPL
Identifikasi
Dampak Potensial
Identifikasi Interaksi
Kegiatan Lain Dalam
Lokasi Proyek Dengan
Kegiatan Proyek

Penentuan
Isu Pokok

Penentuan
Batas Wilayah Studi

Evaluasi Dampak
Penting
1. Mengidentifikasi Komponen Kegiatan Proyek
Untuk dapat mengidentifikasi dampak, maka perlu dikaji terlebih dahulu setiap kegiatan
dalam proyek baik pada saat Pra Konstruksi, Kontruksi maupun Operasi dan
Pemeliharaan. Pengumpulan informasi yang bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut :
Mempelajari informasi yang diberikan oleh pemrakarsa dalam hal ini Dinas Kimpraswil
Kabupaten Badung dan Kota Denpasar.
Mempelajari pustaka-pustaka dari berbagai sumber.
Mengadakan pertemuan dengan staf ahli
Informasi yang harus dikumpulkan untuk identifikasi dampak bisa diperoleh dari laporan
Pra Studi Kelayakan Teknik kegiatan proyek yang mencakup hal-hal sebagai berikut :
Perencanaan proyek
Luas area yang dibutuhkan
Jadwal pelaksanaan
Penanggung jawab proyek
Peta lokasi proyek
Data lain yang dianggap perlu
2. Mengidentifikasi Komponen Lingkungan Yang Berpotensi Terkena Dampak
Dampak potensial yang akan diidentifikasi berasal dari benturan antara komponen kegitan
dengan komponen lingkungan. Untuk itu diperlukan juga identifikasi komponen lingkungan
yang diacuhkan dalam lokasi proyek. Komponen lingkungan yang diacuhkan ini sering
disebut sebagai rona lingkungan. Untuk memperoleh rona lingkungan diperlukan
pengumpulan data yang menggambarkan kondisi awal lingkungan.
3. Identifikasi Dampak Potensial
Untuk dapat mengidentifikasi dampak, maka perhatian perlu diarahkan pada kegiatan
proyek sebagai sumber dampak. Untuk itu perlu dilakukan pengumpulan informasi dengan
cara :
Mempelajari informasi yang diberikan oleh pemrakarsa
Mempelajari pustaka-pustaka dari berbagai sumber.
Mengajukan permintaan tambahan informasi secara tertulis
Menyusun daftar isian untuk dikirim ke pemrakarsa
Mengadakan pembahasan dengan staf ahli penyusun studi.

4. Mengidentifikasi Interaksi Antara Rencana Kegiatan Yang Diusulkan Dengan
Kegiatan Di Sekitarnya.
Dalam studi UKL-UPL ini diidentifikasi pula semua kegiatan atau aktivitas yang ada
maupun berpotensi terjadi pada lingkungan di sekitar lokasi proyek. Selanjutnya dikaji
hubungan atau interaksinya dengan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan sehingga
bisa diidentifikasi semua dampak yang mungkin terjadi. Pengumpulan data yang bisa
dilakukan dalam lingkup kegiatan ini dengan observasi lapangan, wawancara lansung dan
diskusi dengan semua pihak yang terlibat.
5. Penentuan Isu-isu Pokok
Semua dampak potensial yang telah diidentifikasi akan dianalisa dan disortir untuk
menentukan dampak hipotesis. Selanjutnya dampak hipotesis dijadikan isu pokok dengan
memperhatikan tingkat kepentingan dan tingkat besarnya dampak.
6. Penentuan batas wilayah studi.
Penentuan batas wilayah studi akan dilakukan dengan memperhatikan batas tapak proyek,
batas ekologis, batas sosial, maupun batas administrasi yang akan terkena dampak positif
maupun negatif dari kegiatan pembangunan drainase dan jalan dengan
mempertimbangkan berbagai kendala teknis dan kejelasan batas waktu sesuai dengan
tahapan kegiatan studi. Penentuan batas wilayah studi ini sangat penting dilakukan untuk
mencapai hasil yang maksimal dalam proses identifikasi permasalahan dan analisisnya.
7. Mengevaluasi Dampak
Evaluasi dampak merupakan upaya untuk memahami sifat dan tingkat pentingnya dampak
dan mengkaji keterkaitan antara dampak primer, sekunder dan tersier, serta mengkaji
alternatif kegiatan yang memberikan kesetimbangan optimal antara kepentingan kegiatan
(proyek) dengan lingkungan.
Hasil dari evaluasi dampak secara menyeluruh akan digunakan sebagai dasar untuk
mengidentifikasi dan merumuskan arah pengelolaan dampak besar dan penting bagi
lingkungan hidup yang telah ditimbulkan.
8. Perumusan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pengelolaan
Lingkungan (UPL).
Perumusan upaya pengelolaan lingkungan didasarkan dari hasil evaluasi akhir yang
sifatnya holistik (menyeluruh) sehingga akan terlihat dampak kegiatan pada komponen
lingkungan yang sifatnya dampak primer, sekunder maupun tersier. Perumusan upaya
pemantauan lingkungan mempertimbangkan 3 (tiga) pendekatan upaya pengelolaan
lingkungan yang dapat dilakukan, yaitu : pendekatan teknologi, pendekatan sosial ekonomi
dan institusi.
Perumusan UPL harus berkesinambungan dengan dokumen UKL dan hanya dilakukan
pada komponen yang mengalami perubahan mendasar dan sumber dampaknya.
Disamping itu upaya pemantauan yang dirumuskan harus layak secara ekonomi.

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
A. Mobilisasi Tim Konsultan
B. Koordinasi dan Pengumpulan Data Pelaksanaan Proyek
C. Pengumpulan Data Primer dan Sekunder
D. Observasi Lokasi Pekerjaan
A. Identifikasi Komponen Kegiatan Proyek
B. Identifikasi Komponen Lingkungan
C. Identifikasi Dampak Potensial
D.
Mengidentifikasi Interasksi Antara Rencana Kegiatan dengan Kegiatan
disekitarnya
E. Penentuan Isu - isu Pokok
F. Penentuan Batas Wilayah
G. Evaluasi Dampak
H. Perumusan UKL & UPL
II III No.
E. Soft Copy
D. Dokumen UKL & UPL
1. PEKERJAAN PERSIAPAN DAN KOORDINASI
2. Penyusunan UKL & UPL
C. LAPORAN AKHIR
Kegiatan
I. RINCIAN PEKERJAAN
I Ket
Bulan Ke
III. KEGIATAN PEMBAHASAN
A. Rapat Pembahasan Laporan
II. KELUARAN
B. KONSEP LAPORAN AKHIR
A. LAPORAN PENDAHULUAN