Anda di halaman 1dari 7

Interaksi Sosial hal...

20

BAB III
INTERAKSI SOSIAL



A. TINDAKAN SOSIAL
1. Pengertian
Max Weber, tindakan sosial : tindakan yang mempunyai makna tindakan yang dilakukan
seseorang dengan memperhitungkan keberadaan orang lain atau tindakan individu yang
dapat mempengaruhi individu-individu lain dalam masyarakat.
Tindakan sosial adalah perbuatan atau perilaku manusia untuk mencapai tujuan subjekif
dirinya.
Tindakan sosial -> perbuatan yang dilakukan individu/kelompok di dalam interaksi dan situasi
sosial tertentu
2. Macam-Macam Tindakan Sosial
Menurut Max Weber tindakan sosial dibedakan menjadi :
a. Tindakan Sosial Rasional/Tindakan Sosial Instrumental
Dasar : Rasio/akal/pikiran dilakukan dengan pertimbangan dan pilihan yang masuk akal
sesuai antara cara yang digunakan dan tujuan yang ingin dicapai
Contoh :
1) Ani memilih jurusan IPS karena ingin melanjutkan kuliah di Fakultas hukum
2) Ayah memilih membeli rumah daripada mobil karena rumah adalah kebutuhan pokok
untuk keluarga bernaung dan berlindung
b. Tindakan Sosial Berorientasi Nilai
Memperhitungkan manfaat, kurang memperhatikan tujuan
Menyangkut kriteria baik dan benar menurut pandangan masyarakat (nilai sosial)
Contoh : makan dan minum menggunakan tangan kanan
c. Tindakan Sosial Tradisional
Dilakukan tanpa perhitungan secara matang, melainkan lebih karena kebiasaan yang
berlaku selama ini dalam masyarakat
Cenderung dilakukan tanpa suatu rencana terlebih dahulu, baik tujuan maupun caranya,
karena pada dasarnya mengulang dari yang sudah dilakukan.
Contoh :
1) Upacara pembakaran mayat di Bali (ngaben)
2) Selamatan pindah rumah
3) Tradisi bersih desa, dll
d. Tindakan Sosial Afektif
Tindakan sosial yang sebagian besar tindakannya dikuasai oleh perasaan (afektif)
ataupun emosi, tanpa melakukan pertimbangan yang matang.
Contoh :
1) ungkapan kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya dengan memeluk atau
mencium.
2) seorang wanita menangis begitu mendengar cerita sedih
3) Zulfa bersorak kegirangan karena mendapat juara kelas



B. INTERAKSI SOSIAL
1. Pengertian
Interaksi sosial berasal dari istilah dalam bahasa Inggris social interaction yang berarti saling
bertindak. Interaksi sosial merupakan hubungan sosial yang dinamis, bersifat timbal balik
antarindividu, antarkelompok, dan antara individu dengan kelompok.
Menurut Bonner, Interaksi sosial merupakan suatu hubungan antara dua orang atau lebih
individu, dimana kelakuan individu mengubah atau mempengaruhi individu lain atau
sebaliknya
Sedangkan menurut S.S. Sargent, interaksi sosial : tingkah laku sosial individu dipandang
sebagai akibat adanya struktur dan fungsi kelompok.
Interaksi sosial hubungan timbal balik antara dua orang atau lebih, dan masing-masing
orang yang terlibat di dalamnya memainkan peran secara aktif.




Interaksi Sosial hal... 21

2. Syarat Terjadinya Interaksi Sosial
a. Kontak Sosial
Kontak berasal dari kata con atau cum yang berarti bersama-sama dan tango yang berarti
menyentuh
Kontak sosial dapat dibedakan sebagai berikut.
1) Berdasarkan bentuk (wujud)
Berdasarkan bentuknya kontak dapat dibedakan menjadi berikut ini.
a) Kontak antara individu dengan individu
Contoh: Kontak antara guru dengan guru, orang tua dengan anaknya, siswa dengan
siswa lain, penjual dengan pembeli.
b) Kontak antara individu dengan kelompok
Contoh: Guru dengan murid-muridnya di kelas, penceramah dengan peserta seminar.
c) Kontak antara kelompok dengan kelompok
Contoh: Pertandingan sepak bola antara dua tim kesebelasan, pertandingan bola voli
antara dua tim bola voli.
2) Berdasarkan cara
Berdasarkan caranya kontak dibedakan menjadi dua, yaitu berikut ini.
a) Kontak langsung (primer)
Kontak langsung yaitu hubungan timbal balik yang terjadi secara langsung, contoh:
berbicara, berjabat tangan, tersenyum, dan bahasa isyarat.
b) Kontak tidak langsung (sekunder)
Kontak tidak langsung (sekunder) yaitu hubungan timbal balik yang yang memerlukan
perantara (media). Perantara/media yang digunakan dalam kontak sekunder bisa
berupa benda misalnya, telepon, TV, radio, HP, surat, dan telegram (Kontak
Sekunder Langsung) atau bisa juga menggunakan manusia, misalnya seorang
pemuda meminang seorang gadis melalui orang lain (Kontak Sekunder Tidak
Langsung).
3) Berdasarkan sifatnya
Berdasarkan sifatnya kontak sosial ada dua macam, yaitu berikut ini.
a) Kontak positif yaitu kontak sosial yang mengarah kepada suatu kerja sama,
misalnya kontak antara pedagang dengan pembeli.
b) Kontak negatif yaitu kontak sosial yang mengarah kepada suatu pertentangan,
misalnya kontak senjata antara dua negara yang sedang berperang.
b. Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan (ide atau gagasan) dari satu pihak
kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi di antara keduanya.
1) Komunikasi dibedakan menjadi dua, yaitu :
a) Komunikasi verbal, yaitu komunikasi dengan menggunakan kata-kata (verbal) yang
dapat dimengerti oleh kedua belah pihak.
Contoh: berbicara langsung dan melalui telepon, menulis surat, email, dll
b) Komunikasi nonverbal (isyarat), yaitu komunikasi dengan menggunakan gerak-
gerik badan, bahasa isyarat, atau menunjukkan sikap tertentu.
Contoh: menggelengkan kepala, mengangkat bahu, dan melambaikan tangan.
2) Syarat-syarat komunikasi
Komunikasi dapat berlangsung apabila memenuhi syarat sebagai berikut.
a) Ada pengirim (sender) yaitu pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak lain.
b) Penerima atau komunikasi (receiver) yaitu pihak yang menerima pesan dari pihak
lain.
c) Pesan (message) adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh setiap pihak
kepada pihak lain.
d) Umpan balik (feed back) adalah tanggapan dari penerima pesan atau isi pesan yang
disampaikannya.
3. Ciri-Ciri Interaksi Sosial
1) interaksi sosial melibatkan lebih dari satu orang,
2) adanya kontak sosial sebagai tahap pertama terjadinya interaksi
3) terjadinya komunikasi di antara orang-orang yang terlibat, (komunikasi timbal balik/aksi-reaksi)
4) mempunyai maksud dan tujuan jelas, walaupun mungkin tujuan itu tidak sejalan antara kedua
belah pihak, serta
5) dipengaruhi oleh faktor waktu yang akan menentukan aksi atau reaksi yang berlangsung.
6) Berpedoman pada norma
7) Menghasilkan berbagai bentuk interaksi tertentu



Interaksi Sosial hal... 22

4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Interaksi Sosial
a. Imitasi
Imitasi adalah proses belajar dengan cara meniru atau mengikuti perilaku orang lain.
Contoh: banyak anak SMA mengikuti mode rambut artis dicat dan panjang bagi laki-laki.
Syarat terjadinya proses imitasi ialah sebagai berikut.
1) Sesuatu yang ditiru harus mendapatkan perhatian orang lain. Misalnya, model potongan
rambut seorang artis yang menarik perhatian banyak orang, maka akan ditiru oleh banyak
orang pula.
2) Harus ada sikap menjunjung tinggi atau mengagumi hal-hal yang ditiru. Misalnya,
sekelompok orang yang mengagumi RATU. Karena kekaguman tersebut mereka akan
meniru segala atribut yang dipakai RATU.
3) Taraf pengertian yang cukup mengenai hal-hal yang ditiru. Misalnya, sekelompok anak
muda akan meniru lagu-lagu tertentu yang popular apabila dia memahami lagu-lagu
tersebut.
b. Sugesti
Sugesti adalah pemberian pengaruh pandangan seseorang kepada orang lain dengan cara
tertentu, sehingga orang tersebut mengikuti pandangan/pengaruh tersebut tanpa berpikir
panjang.
Sugesti dapat berupa berbagai bentuk sikap atau tindakan seperti perilaku, pendapat, saran,
dan pertanyaan.

Sugesti dapat terjadi antara:
1) Seseorang terhadap orang lain. Contoh, nasihat yang diberikan seorang ayah kepada
anaknya agar belajar lebih giat.
2) Seseorang terhadap sekelompok orang. Contoh, wali kelas memberikan nasihat kepada
semua siswa satu kelas.
3) Sekelompok orang terhadap kelompok lainnya. Contoh, sekelompok penjual yang
mengiklankan produknya kepada masyarakat, serta.
4) Sekelompok orang terhadap individu. Contoh, seorang pemain bulutangkis tunggal
mendapat tepuk tangan dan dukungan dari penonton.

Sugesti dapat terjadi karena beberapa alasan berikut ini.
1) Hambatan Berpikir.
Seseorang yang sedang mengalami kelelahan pikiran atau sedang menanggung beban
emosional tertentu akan mudah sekali tersugesti (dipengaruhi).
2) Terpecahnya Pikiran Seseorang Seseorang yang kurang konsentrasi akan mudah
mengalami sugesti.
3) Otoritas.
Seseorang yang mempunyai kekuasaan akan mudah memberikan sugesti (pengaruh)
kepada orang lain. Misalnya, seorang pemimpin yang kharismatik, anjurannya pasti
dipatuhi rakyatnya.
4) Mayoritas.
Orang cenderung akan mengikuti apa yang dilakukan oleh orang banyak (arus umum).
5) Percaya terhadap Sugesti dari Orang Lain
Seseorang akan melakukan apapun yang dikatakan atau dianjurkan kepadanya dari
orang lain yang dianggap baik dan benar. Misalnya, seorang pasien datang ke dokter
untuk periksa. Apabila dalam diri pasien telah tertanam rasa percaya kepada dokter
tersebut, maka dia akan menuruti segala anjurannya.

5. Bentuk-Bentuk/Pola-Pola Interaksi Sosial
a. Interaksi Sosial Assosiatif
Interaksi sosial yang mengarah pada bentuk penyatuan atau kerja sama.
Bentuk-bentuk interaksi sosial assosiatif :
1) Kerja sama (Kooperasi)
Kerja sama : suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok untuk
mencapai tujuan bersama.
Bentuk-bentuk kerja sama meliputi antara lain:
a) bargaining yaitu pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang dan jasa antara
dua organisasi atau lebih;
b) cooptasi yaitu penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan dari suatu
organisasi untuk menghindari terjadinya kecurangan dalam stabilitas organisasi yang
bersangkutan;
c) coalition yaitu gabungan antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan
yang sama;
Interaksi Sosial hal... 23

d) Joint venture, bentuk kerjasama yang dilakukan oleh dua organisasi (perusahaan)
dalam melaksanakan suatu pekerjaan (proyek).
e) Kerukunan yang mencakup gotong-royong dan tolong-menolong. Untuk masyarakat
Jawa gotong royong disebut gugur gunung, di Sunda disebut sambat sinambat, di
Batak disebut raron, di Manado disebut mapulus, dan di Bali disebut arud kelod ketog
semprong

Faktor-faktor yang memperkuat kerja sama :
a) tantangan alam yang ganas;
b) pekerjaan yang membutuhkan tenaga massal;
c) upacara keagamaan yang sakral;
d) musuh yang datang dari luar.
e) Mencari keuntungan
f) Semata-mata menolong
g) Adanya kesamaan orientasi
2) Akomodasi (Accomodation)
Pengertian akomodasi :
keseimbangan interaksi sosial dalam kaitannya dengan norma dan nilai yang ada di
masyarakat.
cara menyelesaikan pertentangan antara dua pihak tanpa menghancurkan salah satu
pihak.
suatu proses penyesuaian diri dari orang perorang atau kelompok-kelompok manusia
yang semula saling bertentangan sebagai upaya untuk mengatasi ketegangan-
ketegangan.

Tujuan Akomodasi :
1) untuk mengurangi pertentangan antara orang perorangan atau kelompok-kelompok
manusia sebagai akibat perbedaan paham.
2) untuk mencegah pecahnya pertentangan secara temporer,
3) untuk mewujudkan kerjasama antarkelompok yang terpisah secara psikologis dan
kultural, seperti dijumpai pada masyarakat yang mengenal sistem kasta, serta
4) untuk mengadakan peleburan kelompok-kelompok yang terpisah secara sosial.

Bentuk-Bentuk Akomodasi :
a) Koersi (coercion), yaitu bentuk akomodasi yangterjadi karena adanya pelaksanaan
dari pihak lain yang lebih kuat. Contoh: sistem pemerintahan komunis.
b) Kompromi (compromise), yaitu bentuk akomodasi di mana pihak yang mengalami
perselisihan mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu penyelesaian. Contoh:
gencatan senjata dua pihak yang berperang.
c) Arbitrasi (arbitration), yaitu bentuk akomodasi yang melibatkan pihak ketiga dalam
menyelesaikan suatu konflik. Dalam hal itu pihak ketiga bersifat netral. Contoh:
penyelesaian antara dua negara yang sedang perang oleh PBB sebagai pihak ketiga.
d) Toleransi yaitu sikap saling menghargai dan menghormati pendirian masing-masing.
e) Mediasi yaitu bentuk akomodasi yang hampir sama dengan arbitrasi, namun pihak
ketiga tidak mempunyai wewenang memutuskan masalah, hanya sebatas sebagai
penasihat.
f) Konversi (conversion) yaitu konflik apabila salah satu pihak bersedia mengalah dan
mau menerima pendirian pihak lain.
g) Konsiliasi yaitu penyelesaian konflik dengan jalan mempertemukan pihak-pihak
yang bertikai di meja perundingan.
h) Ajudikasi yaitu penyelesaian konflik di meja pengadilan.
i) Stalemate yaitu bentuk akomodasi di mana pihak yang berselisih mempunyai
kekuatan seimbang. Keduanya sadar bahwa tidak mungkin maju atau mundur,
sehingga pertentangan antara keduanya akan berhenti pada suatu titik.
j) Segregasi yaitu upaya untuk saling menghindar di antara pihak-pihak yang bertikai
untuk mengurangi ketegangan.
k) Ceasefire (Gencatan Senjata) yaitu menunda perselisihan dalam jangka waktu
tertentu sambil mengupayakan terselenggaranya penyelesaian konflik.
l) Dispasement yaitu mengakhiri konflik dengan mengalihkan pada objek masing-
masing.



Interaksi Sosial hal... 24

3. Asimilasi (Assimilation)
Pengertian :
proses sosial yang timbul apabila ada kelompok masyarakat dengan latar belakang
kebudayaan yang berbeda, saling bergaul secara intensif dalam jangka waktu yang lama.
Menurut Soerjono Soekanto, asimilasi merupakan proses sosial yang ditandai dengan
adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat antara orang-
perorangan atau kelompok-kelompok manusia yang meliputi usaha-usaha untuk
mempertinggi kesatuan tindakan, sikap, dan proses mental dengan memperhatikan tujuan
dan kepentingan bersama.
Syarat terjadinya asimilasi :
a) terdapat sejumlah kelompok yang memiliki kebudayaan yang berbeda;
b) terjadi pergaulan antara individu atau kelompok secara intensif dalam ukuran waktu yang
lama;
c) kebudayaan masing-masing kelompok saling berubah dan menyesuaikan diri.
Faktor-faktor yang mendorong dan mempermudah proses asimilasi adalah sebagai
berikut:
a) toleransi, keterbukaan, saling menghargai, dan menerima unsur-unsur kebudayaan;
b) kesempatan yang sama dalam bidang ekonomi;
c) sikap menghargai orang asing dengan kebudayaannya;
d) sikap terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat;
e) perkawinan campuran dari kelompok yang berbeda kebudayaan (amalgasi);
f) persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan universal.
Faktor-faktor yang menghambat terjadinya asimilasi, antara lain:
a) kelompok terisolasi atau terasing;
b) kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan baru yang dihadapi;
c) prasangka negatif terhadap pengaruh budaya baru;
d) perasaan primordial bahwa kebudayaan sendiri lebih baik dari pada kebudayaan lain;
e) perbedaan yang sangat mencolok seperti ciri-ciri ras, teknologi, dan ekonomi;
f) golongan minoritas mengalami gangguan oleh penguasaan;
g) perasaan grup yang kuat.
4. Akulturasi
Akulturasi adalah proses sosial yang timbul karena penerimaan dan pengolahan unsur-unsur
kebudayaan asing tanpa menghilangkan unsur-unsur kebudayaan asli.
Unsur-unsur yang mudah diterima dalam akulturasi, antara lain:
a) kebudayaan material;
b) teknologi baru yang manfaatnya cepat dirasakan dan mudah dioperasikan, misalnya
kebudayaan pertanian (alat-alat, pupuk, dan benih);
c) kebudayaan yang mudah disesuaikan dengan kondisi setempat (kesenian, olahraga);
d) kebudayaan yang pengaruhnya kecil, misalnya model pakaian.
Unsur-unsur kebudayaan yang sukar di terima antara lain:
a) kebudayaan yang mendasari pola pikir masyarakat, misalnya unsur keagamaan;
b) kebudayaan yang mendasari proses sosialisasi yang sangat meluas dalam kehidupan
masyarakat, misalnya makanan pokok, sopan-santun, dan mata pencaharian.
Individu/orang yang mudah menerima budaya asing, yaitu:
a) golongan muda yang belum memiliki identitas dan kepribadian yang mantap;
b) golongan masyarakat yang hidupnya belum memiliki status yang penting;
c) kelompok masyarakat yang hidupnya tertekan, misalnya pengangguran dan penduduk
terpencil.
5. Dekulturasi
Dekulturasi adalah hilangnya kebudayaan suatu kelompok akibat interaksi antarkelompok
sosial.
6. Dominansi
Dominasi adalah interaksi sosial dalam bentuk suatu kelompok menguasai kelompok lain.
Misalnya, kelompok orang kulit putih yang menguasai orang kulit hitam di Afrika Selatan
pada masa politik apartheid. Di Indonesia, pada zaman penjajahan Belanda pun terjadi
dominasi orang kulit putih (khususnya Belanda) terhadap bangsa pribumi.
7. Paternalisme
Paternalisme adalah penguasaan kelompok pendatang terhadap kelompok pribumi.
Misalnya, di Ambon dan Kalimantan. Di Ambon, kaum pendatang dari Sulawesi menguasai
perekonomian di sana. Demikian juga, suku Dayak di Kalimantan sebagai penduduk asli
merasa dikuasai oleh pendatang dari Madura.


Interaksi Sosial hal... 25

8. Diskriminasi
Diskriminasi adalah pembedaan perlakuan terhadap orang-orang atau golongan tertentu.
9. Integrasi dan Pluralisme
Integrasi sosial : mengakui perbedaan ras di antara kelompok-kelompok masyarakat yang
berasal dari ras (suku bangsa) berbeda dan dapat hidup bersama secara rukun dan damai.
Pluralisme adalah hubungan antarkelompok sosial yang mengakui persamaan hak politik dan
hak perdata semua warga masyarakat.


b. Interaksi sosial yang bersifat disosiatif
Cenderung menciptakan perpecahan dan merenggangkan solidaritas diantara anggota
kelompok. Bentuk-bentuk interaksi disosiatif antara lain:
1. Persaingan (Competition)
Persaingan adalah proses sosial yang melibatkan individu atau kelompok yang saling
berlomba dan berbuat sesuatu untuk mencapai kemenangan tertentu.
Hal-hal yang menyebabkan tumbuhnya persaingan, antara lain:
perbedaan pendapat mengenai sesuatu yang paling prinsip;
perselisihan paham yang mengusik harga diri seseorang;
persamaan kepentingan dalam hal yang sama;
perbedaan sistem nilai dan norma dari kelompok masyarakat;
perbedaan kepentingan politik.
Persaingan dapat berakibat, sebagai berikut:
tumbuhnya solidaritas antaranggota kelompok atau kelompok;
timbulnya perubahan sikap baik positif maupun negatif;
kehilangan harta benda atau jiwa manusia jika terjadi benturan fisik;
terjadi negosiasi di antara pihak-pihak yang bertikai di dalam keadaan status quo.
Fungsi persaingan
Persaingan memiliki beberapa fungi antara lain:
dapat menyalurkan keinginan individu atau kelompok yang sama-sama menuntut untuk
dapat dipenuhi tuntutannya, padahal tidak semua keinginan dapat dipenuhi secara
serentak;
dapat menyalurkan kepentingan dan nilai-nilai dalam masyarakat, terutama nilai dan
kepentingan yang dapat menimbulkan persaingan;
dapat menyeleksi individu yang pantas memperoleh kedudukan serta peranan sesuai
dengan kemampuannya.
2. Kontravensi (Contravention)
Kontravensi adalah proses sosial yang berada di antara persaingan dan pertentangan
ditandai oleh ketidakpastian, keraguan, penolakan, dan penyangkalan yang tidak
diungkapkan secara terbuka.
Menurut Leopold von Wise dan Howard Becker, bentuk kontravensi adalah:
a) Kontravensi umum meliputi perbuatan-perbuatan seperti penolakan, keengganan,
perlawanan, perbuatan menghalang-halangi, protes, mengganggu pihak lain, dan
perbuatan kekerasan.
b) Kontravensi sederhana meliputi memaki, mencela, menyangkal pernyataan orang lain,
dan memfitnah.
c) Kontravensi intensif meliputi penghasutan, dan menyebarkan desas-desus sehingga
mengecewakan pihak lain.
d) Kontravensi rahasia meliputi pengkhianatan, pengingkaran janji, dan menyebarluaskan
rahasia pihak lain.
e) Kontravensi taktis berupa intimidasi, ancaman, provokasi, mengejutkan lawan, atau taktik
yang dijalankan partai-partai politik untuk memenangkan pemilu.
Tipe-Tipe Kontravensi :
a) Kontravensi Generasi dalam Masyarakat
Terjadi karena adanya perubahan-perubahan sosial yang cepat.
Contoh : perubahan pola interaksi antara orang tua dan anak karena perubahan
teknologi sehingga anak dewasa lebih dini
b) Kontravensi Seksual
Terjadi karena adanya perubahan pola hubungan laki-laki dan perempuan yang menjadi
lebih sejajar, namun kadang masih kerap menimbulkan kebimbangan
c) Kontravensi Parlemen
Terjadi antara golongan mayoritas dan minoritas dalam masyarakat terkait hubungan
dalam legislatif, keagamaan, dan pendidikan

Interaksi Sosial hal... 26

3. Pertikaian
Pertikaian adalah proses sosial yang terjadi apabila individu atau kelompok berusaha
memenuhi kebutuhanatau tujuannya dengan jalan menentang pihak lain dengan cara
ancaman atau kekerasan. Pertikaian merupakan proses sosial sebagai kelanjutan dari
kontravensi.
4. Permusuhan (konflik)
Menurut Soerjono Soekanto, konflik adalah suatu proses sosial dimana orang perorangan
atau kelompok manusia berusaha untuk memenuhi tujuan dengan jalan menantang pihak
lawan yang disertai dengan ancaman atau kekerasan.
Menurut Robert Lawang, konflik adalah perjuangan untuk memperoleh nilai, status,
kekuasaan, dimana tujuan dari mereka yang berkonflik tidak hanya memperoleh
keuntungan tetapi juga untuk menundukkan saingannya.
Faktor-faktor penyebab terjadinya konflik, sebagai berikut:
adanya perbedaan individu yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan;
berprasangka buruk kepada pihak lain;
adanya perbedaan kebudayaan
adanya perbedaan kepentingan antara individu dan kelompok, misalnya di bidang politik,
ekonomi, dan sosial;
adanya perubahan nilai-nilai sosial yang cepat
Macam-macam konflik:
a) Konflik individu
b) Konflik antara kelas sosial
Misalnya konflik antara pengusaha dengan buruh. Buruh menuntut kenaikan upah dengan
jam kerja sedikit, sedangkan pengusaha sebaliknya.
c) Konflik rasial
d) Konflik politik
e) Konflik internasional
Misalnya konflik antara Israel dengan Libanon.


C. KETERATURAN SOSIAL
Keteraturan sosial adalah suatu keadaan di mana hubungan-hubungan sosial yang berlangsung di
antara anggota masyarakat berlangsung selaras, serasi, dan harmonis sesuai dengan norma dan
nilai yang berlaku dalam masyarakat.
Unsur-unsur keteraturan sosial:
1. Tertib sosial, bila terjadi keselarasan antara tindakan anggota masyarakat dengan nilai dan
norma yang berlaku di dalam masyarakat tersebut.
Tanda-tanda kehidupan masyarakat yang tertib :
a. Individu/kelompok bertindak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku
b. Adanya pranata-pranata sosial yang saling mendukung
c. Adanya sistem norma dan nilai sosial yang diakui dan dijunjung tinggi oleh anggota
masyarakat
d. Adanya kerjasama yang harmonis dan menyenangkan
2. Order adalah suatu sistem norma dan nilai yang diakui dan dipatuhi oleh masyarakat.
3. Keajegan adalah suatu keadaan yang memperlihatkan kondisi keteraturan sosial yang tetap dan
berlangsung secara terus-menerus.
4. Pola adalah bentuk umum suatu interaksi sosial.




Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia....
Allah SWT tahu betapa keras engkau sudah berusaha.
Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih....
Allah SWT sudah menghitung air matamu...
Ketika kau fikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa berjalan begitu saja...
Allah SWT sedang menunggu bersamamu.
Ketika kau berfikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi...
Allah SWT sudah punya jawabannya.
Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan...
Allah SWT dapat menenangkanmu.