Anda di halaman 1dari 4

Bab III -> Mobilitas Sosial -> Amiks Documents Hal...

16

BAB III
MOBILITAS SOSIAL



A. PENGERTIAN
Mobilitas sosial pada dasarnya adalah perubahan susunan status orang-orang dalam
masyarakat baik secara vertikal maupun secara horizontal. Mobilitas sosial menggambarkan gerakan
perubahan kedudukan dan peran dari orang-orang yang ada dalam masyarakat dari waktu ke waktu.
Secara epistomologis kata mobilitas sosial berasal dari kata mobilis (bahasa Latin) yang berarti
bergerak dan social (bahasa Inggris) yang berarti masyarakat. Jadi mobilitas sosial berarti gerakan
masyarakat.
Definisi mobilitas sosial menurut beberapa ahli :
1. Soerjono Sukanto 1987, mobilitas sosial adalah suatu gerak dalam struktur sosial, yaitu pola-pola
tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial.
2. Horton dan Hunt mengartikan mobilitas sosial sebagai gerak perpindahan dari satu kelas sosial ke
kelas sosial lainnya.
3. William kornblum : mobilitas sosial adalah perpindahan individu-individu, keluarga-keluarga, dan
kelompok sosialnya dari satu lapisan ke lapisan sosial lainnya.
4. Michael S. Bassis, mobilitas sosial : perpindahan ke atas atau ke bawah lingkungan sosial ekonomi
yang mengubah status sosial seseorang dalam masyarakat
5. H. Edward Ranssford, mobilitas sosial : perpindahan ke atas atau ke bawah dalam lingkungan
sosial secara hierarki
6. Kimball Young dan Raymon W. Mack, mobilitas sosial : suatu mobilitas dalam struktur sosial, yaitu
pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial

Dari definisi-definisi di atas, dapat diambil 3 hal pokok menyangkut mobilitas sosial yaitu :
1. Perubahan kelas sosial, baik ke atas maupun ke bawah
2. Dialami oleh manusia baik sebagai individu maupun kelompok
3. Terjadi dampak sosial atas kelas sosial baru yang diperoleh

B. JENIS-JENIS MOBILITAS SOSIAL
1. Berdasarkan Tipe
a. Mobilitas Sosial Vertikal
Yaitu perpindahan individu atau obyek dari suatu kedudukan sosial ke kedudukan sosial lainnya
yang tidak sederajad.
Mobilitas sosial vertikal dibedakan menjadi 2 yaitu :
1) Mobilitas sosial vertikal naik = social climbing mobility = upward mobility
Mobilitas sosial vertikal naik terjadi apabila seseorang mengalami peningkatan kedudukan
menuju tingkatan yang lebih tinggi.
2) Mobilitas sosial vertikal turun = social sinking
3) Mobilitas sosial vertikal naik terjadi apabila seseorang mengalami penurunan kedudukan
menuju tingkatan yang lebih rendah.

Gb. 3.1 Bagan mobilitas sosial vertikal

b. Mobilitas Sosial Horisontal
Yaitu perpindahan individu atau obyek dari suatu kedudukan sosial ke kedudukan sosial lainnya
yang sederajad.
c. Mobilitas Sosial Lateral = Mobilitas Geografis
Yaitu perpindahan individu atau obyek dari suatu tempat ke tempat lain yang berpengaruh pada
kedudukan sosialnya
Bab III -> Mobilitas Sosial -> Amiks Documents Hal... 17


Gb. 3.2 Bagan mobilitas lateral/mobilitas geografis

d. Mobilitas Sosial Struktural
Meliputi kesatuan yang luas dan kompleks yang disebabkan oleh hal-hal yang positif maupun
negatif.
2. Berdasarkan Ruang Lingkupnya
a. Mobilitas Sosial Intragenerasi
Mobilitas sosial intragenerasi adalah perpindahan kedudukan sosial seseorang atau anggota
masyarakat yang terjadi dalam satu generasi yang sama. Mobilitas intragenerasi terbagi
menjadi dua bentuk umum, yaitu mobilitas intragenerasi naik dan intragenerasi turun.
b. Mobilitas Sosial Antar generasi
Mobilitas sosial intergenerasi adalah perpindahan kedudukan sosial yang terjadi di antara
beberapa generasi dalam satu garis keturunan. Mobilitas ini dibedakan menjadi dua, yaitu
mobilitas sosial intergenerasi naik dan mobilitas sosial intergenerasi turun.

(A) (B)
Gb. 3.3 Skema mobilitas antar generasi (A) naik dan (B) turun


C. FAKTOR-FAKTOR PENDORONG MOBILITAS SOSIAL

a. Faktor Perubahan Situasi Politik
Situasi politik pada dasarnya adalah kondisi stabilitas pemerintahan termasuk bagaimana
dukungan rakyat pada umumnya terhadap struktur pemerintahan yang baru dalam masyarakat
tersebut. Melalui dorongandorongan politik seorang individu ingin menduduki posisi-posisi tertentu
dalam rangka mengembangkan organisasi politik mereka, biasanya aktivitas ini didukung oleh
orang-orang yang mempunyai kesamaan kepentingan politik. Dalam struktur pemerintahan
biasanya didukung oleh orang-orang parpol yang duduk di dewan perwakilan rakyat misalnya
kedudukan sebagai gubernur, bupati atau walikota, camat, lurah, dan lain-lain. Inilah contoh faktor-
faktor yang mendorong terjadinya mobilitas sosial secara vertikal dari sisi politik.
b. Faktor Perubahan Sosial Budaya
Dalam masyarakat senantiasa terjadi perubahan baik dalam struktur sosial, interaksi sosial,
maupun dalam sistem tata nilai. Perubahanperubahan ini dapat memberikan dorongan kepada
individu dalam masyarakat untuk melakukan penyesuaian terhadap tuntutan perubahan, sehingga
mengakibatkan keinginan yang kuat bagi seorang individu untuk melakukan social climbing.
Kemajuan teknologi misalnya, dapat membuka kemungkinan timbulnya mobilitas ke atas dan
perubahan ideologi dapat menimbulkan stratifikasi baru.
c. Faktor Perubahan Ekonomi
Situasi ekonomi dalam masyarakat dapat memberikan dorongan bagi individu ataupun
kelompok individu untuk meningkatkan kedudukan mereka masing-masing. Kondisi ekonomi yang
membaik dapat memberikan dorongan untuk melakukan ekspansi dalam berbagai macam usaha.
Kondisi ekonomi yang buruk juga dapat memengaruhi orang untuk melakukan berbagai macam
tindakan antisipatif dalam mencegah kejadian-kejadian yang tidak mereka inginkan.
d. Pertambahan penduduk


Bab III -> Mobilitas Sosial -> Amiks Documents Hal... 18

D. FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT MOBILITAS SOSIAL
1. Adanya perbedaan ideologi
2. Adanya perbedaan kepentingan
3. Adanya perbedaan suku dan asal daerah
4. Adanya diskriminasi jenis kelamin
5. Adanya perbedaan ras
6. Adanya perbedaan tujuan politik
7. Pengaruh sosialisasi yang sangat kuat
8. Kemiskinan


E. SALURAN MOBILITAS SOSIAL VERTIKAL
Menurut Pitirim A. Sorokin, mobilitas sosial vertikal memiliki saluran-saluran dalam masyarakat.
Proses mobilitas sosial vertikal ini disebut social circulation. Berikut ini saluran-saluran terpenting dari
mobilitas sosial.
a. Angkatan Bersenjata
Peranan angkatan bersenjata sangat penting dalam masyarakat dengan sistem militerisme.
Jasa seorang prajurit akan dihargai tinggi oleh masyarakat, tanpa memerhatikan status atau
kedudukannya semula. Sering melalui karier dalam kemiliteran, seorang prajurit dapat memperoleh
kekuasaan dan wewenang yang lebih besar.

Gb. 3.4 Angkatan bersenjata (TNI dan POLRI) sebagai saluran mobilitas sosial
b. Lembaga-Lembaga Keagamaan
Setiap ajaran agama menganggap bahwa manusia mempunyai kedudukan yang sederajat.
Untuk mencapai tujuan tersebut, pemukapemuka agama bekerja keras untuk menaikkan
kedudukan orang-orang dari lapisan rendah dalam masyarakat. Selain itu, pemuka agama akan
semakin dihormati oleh masyarakat, apabila ia mampu membimbing umatnya dengan baik.
c. Lembaga-Lembaga Pendidikan
Sekolah merupakan saluran konkret dari gerak sosial vertikal. Bahkan, sekolah dapat
dianggap sebagai social elevator yang mengantarkan seseorang untuk bergerak dari kedudukan
rendah menuju kedudukan yang lebih tinggi.

Gb. 3.5 Lembaga pendidikan sebagai salah satu saluran mobilitas sosial

d. Organisasi Politik
Suatu organisasi politik seperti partai politik dapat memberikan peluang besar bagi anggota-
anggotanya untuk naik dalam tangga kedudukan yang lebih tinggi, terutama pada saat
berlangsungnya pemilihan umum. Agar seseorang terpilih dalam pemilu, ia harus membuktikan
kemampuannya terlebih dahulu. Dalam hal ini, organisasi politik menjadi salah satu saluran
pembuktian kemampuan diri.

Bab III -> Mobilitas Sosial -> Amiks Documents Hal... 19

e. Organisasi Ekonomi
Organisasi ekonomi memegang peranan penting sebagai saluran gerak sosial vertikal. Pada
umumnya, seseorang dengan penghasilan tinggi akan menduduki lapisan sosial yang tinggi pula.
Bahkan, faktor ekonomi sering menjadi simbol status bagi kedudukan seseorang dalam
masyarakat.
f. Organisasi Keahlian
Yang dimaksud dengan organisasi keahlian antara lain himpunan sarjana ilmu pengetahuan
sosial, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), persatuan para pelukis, dan lain-lain. Organisasi-organisasi ini
dapat menjadi wadah bagi individu-individu yang tergabung di dalamnya untuk mendapatkan nama,
sehingga dianggap menduduki lapisan atas dalam masyarakat


F. DAMPAK MOBILITAS SOSIAL
1. Terjadinya Peningkatkan Integritas dan Tata Kerja
Melalui mobilitas sosial sering kali menimbulkan gairah kerja yang baru sehingga dapat
meningkatkan kesejahteraan pekerja. Roling jabatan yang ada di bawahnya yang dapat
memberi angin baru dalam dunia kerja juga dapat menimbulkan peningkatan integritas dan tata
kerja. Mobilitas sosial berarti menimbulkan perubahan status baik meningkat, menurun, atau
bergeser secara sejajar. Perubahan status ini memungkinkan terjadinya penyesuaian-
penyesuaian dari kedua belah pihak yaitu yang mendatangi maupun yang didatangi dalam
lingkungan sosial tertentu.
2. Timbulnya Disorganisasi Sosial
Salah satu pengaruh yang negatif dari mobilitas sosial adalah mobilitas sosial justru
merusak keharmonisan yang telah ada. Mobilitas sosial akan menimbulkan disintegrasi sosial
manakala kebijakan-kebijakan yang baru tidak disepakati oleh kalangan masyarakat luas yang
terkait sehingga menimbulkan gejolak protes dan rasa tidak puas terhadap perubahan itu.
Kondisi ini dinamakan disintegrasi sosial. Apabila hal ini berlangsung secara terus-menerus
dapat mengakibatkan suasana masyarakat menjadi lebih buruk dan menimbulkan perpecahan.
Kondisi inilah yang dinamakan disorganisasi sosial.
3. Timbulnya Konflik
Mobilitas sosial merupakan pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok
sosial. Kelompok sosial dalam suatu masyarakat memungkinkan terjadi konflik, seperti konflik
antarkelas sosial, kelompok sosial, dan kemungkinan terjadinya penyesuaian. Konflik adalah
suatu proses sosial yang terjadi karena orang perorangan atau kelompok manusia berusaha
memenuhi tujuan hidup dengan jalan menentang pihak lawan disertai ancaman/kekerasan.
Penyebab terjadinya pertentangan, antara lain perbedaan pendirian atau perasaan,
kebudayaan, kepentingan, dan sosial.
a. Konflik antar individu
b. Konflik antar kelas sosial
c. Konflik antar kelompok sosial
d. Konflik antar generasi
4. Mendorong seseorang untuk maju
5. Menyebabkan kerenggangan hubungan dalam kelompok primer
6. Menimbulkan stress, trauma, kecemasan, dan ketakutan






Dari air kita belajar ketenangan
Dari batu kita belajar ketegaran
Dari tanah kita belajar kehidupan
Dari kupu-kupu kita belajar merubah diri
Dari padi kita belajar rendah hati