Anda di halaman 1dari 3

Bab IV -> Masyarakat Multikultural -> Amiks Documents hal.....

23

BAB IV
MASYARAKAT MULTIKULTURAL



A. KONSEP DAN PENGERTIAN MASYARAKAT MULTIKULTURAL
Masyarakat multikultural masyarakat : persekutuan hidup manusia yang
menempati wilayah tertentu
multikultural multi : banyak
kultural : kebudayaan
Jadi secara etimologis masyarakat multikultural adalah masyarakat yang memiliki struktur atau tipe
budaya lebih dari satu
Masyarakat multikultural dikenal dengan istilah lain masyarakat majemuk = masyarakat pluralistik

Konsep masyarakat multikultural menurut beberapa ahli :
1. J. S. Furnivall
Masyarakat multikultural : masyarakat yang terdiri atas dua atau lebih komunitas (kelompok) yang
secara kultural dan ekonomi terpisah-pisah serta memiliki struktur kelembagaan yang berbeda-beda
satu sama lainnya.
Berdasarkn konfigurasi (susunannya) dan komunitas etnisnya masyarakat majemuk dibedakan :
a. Masyarakat majemuk dengan komposisi seimbang
Terdiri atas sejumlah komunitas atau etnis yang mempunyai kekuatan kompetitif yang kurang lebih
seimbang.
Diperlukan koalisi antar etnis agar masyarakat menjadi stabil
b. Masyarakat majemuk dengan mayoritas dominan
Terdiri atas sejumlah komunitas etnis dengan kekuatan kompetitif tidak seimbang.
Kelompok etnis mayoritas mendominasi kompetisi politik dan ekonomi
c. Masyarakat majemuk dengan minoritas dominan
Kelompok etnis minoritas memiliki keunggulan kompetitif yang luas sehingga mendominasi
kehidupan politik dan ekonomi masyarakat
d. Masyarakat majemuk dengan fragmentasi
Terdiri atas sejumlah kelompok etnis tetapi semuanya dalam jumlah yang kecil sehingga tidak ada
satu kelompok pun yang mempunyai posisi politik atau ekonomi yang dominan
Biasanya sangat stabil meski masih menyimpan potensi konflik karena rendahnya kemampuan
coalition building (membangun koalisi).
2. Nasikun
Masyarakat majemuk : masyarakat yang menganut berbagai sistem nilai yang dianut oleh berbagai
kesatuan sosial yang menjadi bagian-bagiannya adalah sedemikan rupa sehingga anggota
masyarakat kurang memiliki loyalitas terhadap masyarakat sebagai keseluruhan, kurang memiliki
homogenitas kebudayaan, dan bahkan kurang memiliki dasar-dasar untuk saling memahami satu
sama lain.
3. Pierre L. Van Den Berghe
Ciriciri masyarakat multilultural :
a. Terjadi segmentasi ke dalam bentuk-bentuk kelompok subkebudayaan yang berbeda satu dengan
yang lain
b. Memiliki struktur sosial yang terbagi-bagi ke dalam lembaga-lembaga yang bersifat
nonkomplementer
c. Kurang mengembangkan konsensus diantara para anggota-anggotanya terhadap nilai-nilai yang
bersifat dasar
d. Secara relatif seringkali mengalami konflik diantara kelompok yang satu dengan kelompok yang
lain
e. Secara relatif, integrasi sosial tumbuh di atas paksaan (coercion) dan saling ketergantungan dalam
bidang ekonomi
f. Adanya dominasi politik suatu kelompok terhadap kelompok lain
4. Clliford Geertz
Menyebut masyarakat multikultural dengan masyarakat pluralistik dengan ditandai adanya ikatan-
ikatan primordial yang diartikan dengan budaya pencitraan atau penandaan yang diberikan (given).
Setiap individu atau kelompok memiliki karakter yang berbeda dengan individu atau kelompok lain.
5 pencitraan yang diciptakan oleh masyarakat namun dianggap sebagai pemberian Tuhan :
a. Ras
b. Bahasa


Bab IV -> Masyarakat Multikultural -> Amiks Documents hal..... 24

c. Daerah/wilayah geografis
Merupakan landasan bagi struktur ekonomi dan politik yang dianggap sebagai unit-unit dasar
dalam kehidupan kelompok etnis dan bangsa.
d. Agama
e. Budaya
Meliputi baasa, agama, dan organisasi sosial


B. MASYARAKAT INDONESIA YANG MULTIKULTURAL
1. Secara Horisontal (Differensiasi)
a. Perbedaan Fisik (Ras)
b. Perbedaan suku bangsa
c. Perbedaan agama
d. Perbedaan jenis kelamin
2. Secara Vertikal (Stratifikasi)


C. LATAR BELAKANG KEMAJEMUKAN BANGSA INDONESIA
1. Latar Belakang Historis
Daerah asal : dataran tinggi Yunan (Cina)
Yang menyebabkan terjadinya beranekaragam suku bangsa dan budaya :
a. Perbedaan jalur perjalanan
b. Proses adaptasi di beberapa tempat persinggahan yang berbeda
c. Perbedaan pengalaman
d. Perbedaan pengetahuan
2. Kondisi geografis
Mempengaruhi corak kebudayaan, misalnya pekerjaan
3. Keterbukaan terhadap budaya luar


D. AKIBAT KEANEKARAGAMAN DAN PERUBAHAN KEBUDAYAAN
1. KONFLIK
a. Pengertian Konflik
b. Pandangan tentang konflik
1) Pandangan pendekatan konflik
Konflik merupakan gejala yang melekat pada setiap masyarakat
Setiap masyarakat senantiasa mengandung konflik-konflik dalam dirinya karena setiap unsur
yang ada di dalamnya akan memberikan sumbangan terhadap terjadinya disintegrasi
2) Pandangan fungsionalisme struktural
Integrasi sosial tidak pernah dapat tercapai secara sempurna namun secara fundamental
sistem sosial selalu cenderung bergerak ke arah keseimbangan yang bersifat dinamis atas
konsesus para anggota masyarakat mengenai nilai-nilai sosial yang bersifat umum.
c. Macam-macam konflik berdasarkan tingkatannya
1) Konflik tingkat ideologi (gagasan)
Berupa perbedaan kepentingan atau pandangan tentang hal-hal yang bersifat dasar.
2) Konflik tingkat politik
Terjadi dalam bentuk pertentangan di dalam pembagian status sosial, kekuasaan, dan
sumber-sumber ekonomi.
d. Macam-macam konflik berdasarkan jenisnya
1) Konflik Rasial
2) Konflik Antar Suku Bangsa
3) Konflik Antar Agama

2. INTEGRASI
Pengertian integrasi menurut Maurice dan Duverger adalah dibangunnya interdepedensi
(kesalingtergantungan) yang lebih rapat antara bagian-bagian dari organisme hidup atau antar
anggota-anggota di dalam masyarakat.
Menurut William Lidle, integrasi masyarakat akan kokoh bila :
a. Ada kesepakatan tentang batas-batas teritorial suatu negara sebagai suatu kehidupan politik
b. Ada kesepakatan mengenai struktur pemerintahan dan aturan-aturan dari proses-proses politik
dan sosial yang berlaku bagi seluruh masyarakat di negara tersebut



Bab IV -> Masyarakat Multikultural -> Amiks Documents hal..... 25

Faktor-faktor yang mendukung integrasi sosial di Indonesia:
a. Penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan
b. Adanya semangat persatuan sebagai satu bangsa, satu bahasa, dan satu tanah air Indonesia
c. Adanya kepribadian dan pandangan hidup kebangsaan yang sama yaitu Pancasila
d. Adanya semangat gotong royong yang kuat serta rasa solidaritas dan toleransi yang tinggi
e. Adanya rasa senasib sepenanggungan akibat penjajahan yang diderita cukup laman oleh seluruh
suku bangsa di Indonesia

3. DISINTEGRASI
Disintegrasi = disorganisasi :
suatu keadaan ketika tidak ada keserasian pada bagian-bagian dari suatu kesatuan
suatu proses memudarnya norma-norma dan nilai-nilai dalam masyarakat akibat perubahan
yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan
Gejala-gejala awal disintegrasi/disorganisasi sosial :
a. Tidak adanya persamaan pandangan mengenai tujuan yang semula disepakati bersama
b. Norma-norma masyarakat tidak dapat berfungsi dengan baik sebagai alat pengendalian sosial
c. Terjadi pertentangan antara norma-norma yang ada di dalam masyarakat
d. Sanksi yang diberikan kepada mereka yang melanggar norma tidak dilaksanakan secara
konsisten
e. Tindakan-tindakan warga masyarakat tidak sesuai lagi dengan norma-norma masyarakat
f. Terjadi proses sosial yang bersifat dissosiatif

4. REINTEGRASI
Reintegrasi = reorganisasi : suatu proses pembentukan norma-norma dan nilai-nilai baru agar serasi
dengan lembaga-lembaga kemasyarakatan yang telah mengalami perubahan.

Anda mungkin juga menyukai