Anda di halaman 1dari 5

Bab V Perkembangan Kelompok Sosial dalam Masyarakat Multikultural -> Amiks Documents Hal.....

29

BAB V
PERKEMBANGAN KELOMPOK SOSIAL DALAM MASYARAKAT MULTIKULTURAL


A. KELOMPOK SOSIAL
1. Pengertian :
Giddens (1994) -> kelompok sosial : sejumlah orang yang berinteraksi satu sama lain
secara teratur
Johnson (1986) -> kelompok sosial : dua atau lebih orang yang saling berinteraksi
dengan cara-cara yang terpola dan dikenali sebagai sebuah kelompok oleh mereka
sendiri dan oleh orang lain
Stark (1987) -> kelompok sosial : sebuah kelompok yang mencakup dua atau lebih orang
yang memelihara pola-pola hubungan yang stabil/tetap selama rentang waktu tertentu
Stewart (1985) -> kelompok sosial : kesatuan orang yang memiliki kepentingan bersama
dan memiliki beberapa landasan interaksi
Horton & Hunt (1984) -> kelompok sosial : sejumlah orang yang sama-sama memiliki
kesadaran tentang keanggotaan bersama dan interaksi antar mereka
Merton (1965) -> kelompok sosial : sejumlah orang yang saling berinteraksi sesuai
dengan pola yang telah mapan
Kelompok sosial : persekutuan hidup yang terdiri atas orang-orang dalam masyarakat
dan terbentuk atas dorongan-dorongan tertentu

2. Syarat terbentuknya kelompok sosial:
Soerjono Soekanto, memberikan persyaratan agar kumpulan manusia disebut kelompok
sosial yaitu :
1) Adanya kesadaran setiap anggota kelompok bahwa dia merupakan bagian dari kelompok
bersangkutan
2) Ada hubungan timbal balik antar anggota
3) Ada faktor pengikat yang dimiliki bersama
4) Berstruktur, berkaidah, dan mempunyai pola perilaku
5) Bersistem dan berproses

3. Bentuk-Bentuk Kelompok Sosial
a. Dilihat dari besar kecilnya anggota kelompok:
1) Dyad -> terdiri dari 2 orang, contoh : sepasang suami istri
2) Triad -> terdiri atas 3 orang
3) Kelompok Sosial Kecil
4) Kelompok Sosial Besar
b. Dilihat dari proses terbentuknya:
1) Kelompok semu/khayalak ramai: sementara, dan memiliki kepentingan sesaat
Contoh: massa, crowd, public, audience
2) Kelompok nyata/organisasi sosial
Contoh: keluarga luas/klan/marga, assosiasi
c. Dilhat dari erat/tidaknya ikatan kelompok:
Menurut Ferdinant Tonies:
1) Kelompok Gemeinschaft/paguyuban
2) Kelompok Gesselschaft/patembayan
d. Dilihat dari makna kelompok bagi anggotanya (Cooley, 1864 1929)
1) Kelompok primer -> kelompok sosial kecil yang anggotanya saling berhubungan
secara personal dalam jangka waktu yang lama
2) Kelompok sosial sekunder -> kelompok sosial yang besar dan impersonal dimana
para anggotanya mengejar satu tujuan tertentu atau kegiatan tertentu
e. Dilihat dari sikap anggota terhadap kelompoknya dan kelompok lain
1) In-group
2) Out-group
f. Dilihat dari peran kelompok
1) Kelompok keanggotaan (membership group)
2) Kelompok acuan (reference group)
g. Dilihat dari strukturnya
1) Kelompok formal/organisasi/assosiasi -> kelompok yang memiliki aturan-aturan yang
tegas dan sengaja dibuat oleh anggota kelompok untuk mengatur hubungan di antara
mereka
2) Kelompok informal -> kelompok yang tidak memiliki struktur dan organisasi yang pasti

Bab V Perkembangan Kelompok Sosial dalam Masyarakat Multikultural -> Amiks Documents Hal..... 30

4. Bentuk-Bentuk Kelompok Sosial Menurut Beberapa Ahli
Bentuk-bentuk kelompok sosial menurut beberapa ahli :
a. Menurut Charles Horton Cooley (1909)
1) Kelompok sosial primer -> kelompok sosial yang anggota-anggotanya berhubungan
secara akrab, bersifat informal, personal, dan total. Umumnya jumlah anggotanya
sedikit sehingga bisa dikatakan sebagai kelompok sosial kecil
Contoh : keluarga, klik (kelompok teman sebaya), dan geng.
2) Kelompok sosial sekunder -> kelompok sosial yang anggota-anggotanya berhubungan
secara formal, impersonal, segmental (terpisah-pisah), dan berdasarkan asas manfaat.
Jumlah anggotanya umumnya banyak sehingga disebut juga kelompok sosial
besar
Contoh : organisasi pemerintahan, sekolah, yayasan, koperasi,dll.
b. Menurut W. G. Summer (1940)
1) Kelompok dalam/kelompok kita (In groups) -> kelompok dimana kita menjadi
anggotanya. Interaksinya umumnya bersifat kerja sama, simpati, dan kedekatan.
2) Kelompok luar/kelompok mereka (out groups) -> kelompok mereka/kelompok sosial
lain di luar kelompok kita. Interaksinya umumnya bersifat pertentangan/antagonisme/
antipati.
c. Menurut Robert Biersted (1948)
Dasar penglompokkan : ada tidaknya organisasi, hubungan antar anggota kelompok,
dan kesadaran jenis. Macam-macam kelompok sosial menurut Robert Biersted :
1) Assosiasi -> terdapat kesadaran jenis, persamaan kepentingan, terjadi kontak dan
komunikasi, ada ikatan organisasi formal, diarahkan pada suatu tujuan yang jelas,
keanggotaan bersifat sukarela bukan berdasarkan status. 3 kegiatan yang mendasari
pembentukan assosiasi :
Minat pribadi anggota-anggotanya -> misal : assosiai sepak bola, bulu tangkis,
fotografi, dll
Pemenuhan pelayanan sosial -> misal : PMR, SAR, dompet dhuafa, dll.
Sebagai sarana kegiatan politik -> misal : partai politik
2) Kelompok sosial -> memiliki kesadaran jenis dan terjadi hubungan sosial, namun tidak
terikat organisasi formal
3) Kelompok kemasyarakatan -> hanya memiliki kesadaran jenis, namun tidak ada
hubungan sosial maupun ikatan organisasi formal.
4) Kelompok statistik -> tidak memiliki kesadaran jenis, tidak ada hubungan sosial, dan
ikatan organisasi formal. Umumnya dibentuk oleh ilmuwan dalam proses penelitian,
misal : kelompok orang berusia 12 17 tahun.
d. Menurut Robert K. Merton (1965)
1) Reference group (kelompok acuan) -> kelompok sosial yang menjadi acuan/referensi
bagai seseorang untuk membentuk pribadi dan perilakunya.
2) Membership group -> semua kelompok sosial yang melibatkan anda sebagai
anggotanya
e. Menurut Ferdinant Toonies (1967)
1) Paguyuban/Gemeinschaft -> hubungan bersifat intim (sangat dekat, akrab, dan
mesra), privat, dan eksklusif, memiliki kemauan bersama, dan sikap saling pengertian.
Paguyuban dibedakan :
Karena ikatan darah/kekerabatan -> misal keluarga, klan/marga
Karena ikatan tempat tinggal/teritori -> misal : rukun tetangga
Karena ikatan pikiran/ideologi -> misal : kelompok penganut ideologi komunis,
sosialis, dll
2) Patembayan/Gesselschaft -> ditandai dengan sifat hubungan yang tidak intim diantara
para anggotanya, setiap anggota hanya terikat secara lahiriah dan tidak ada hubungan
batin, serta hubungan bersifat jangka pendek/sementara.
Perbedaan antara paguyuban dan patembayan :



Bab V Perkembangan Kelompok Sosial dalam Masyarakat Multikultural -> Amiks Documents Hal..... 31

f. Menurut Emile Durkheim (1968)
1) Kelompok solidaritas mekanis -> terdapat pada masyarakat primitif dimana
kebersamaan atas dasar kesamaan-kesamaan yang dimiliki anggota masyarakat,
misal nilai-nilai sosial dan agama
2) Kelompok solidaritas organis -> terdapat pada masyarakat yang sudah maju dimana
telah terjadi spesialisasi peran dan terdapat hubungan ketergantungan antara yang
satu dengan yang lain.

5. Pola-Pola Relasi Antar Kelompok Sosial
a. Kolonialisme -> pengambilalihan dan penguasaan sebuah wilayah oleh kekuasaan asing
dan mengisinya dengan dominasi sosial dan ekonomi atas masyarakat asli setempat
b. Genosida (genocyde) -> pembunuhan secara sistematis untuk menghancurkan
kelompok ras, etnis, atau agama tertentu.
Genosida umumnya terjadi karena adanya sikap rasisme dan etnosentrisme yang brutal
Rasisme : keyakinan bahwa kategori ras tertentu lebih superior atau lebih inferior
daripada yang lain
Etnosentrisme : kecenderungan untuk menilai unsur-unsur kebudayaan lain dengan
menggunakan ukuran-ukuran kebudayaan sendiri.
c. Perbudakan -> sistem perhambaan yang terlembagaan dimana sang tuan memiliki
kontrol penuh atas para budak
d. Segregasi -> pemisahan kelompok ras atau etnis secara paksa
e. Resistensi -> salah satu strategi yang dilakukan oleh kelompok minoritas untuk
menghindarkan diri dari konfrontasi atau kontak yang tidak mengenakkan dengan
kelompok dominan dengan jalan melakukan segregasi sendiri
f. Diskriminasi -> perlakuan tidak adil (meniadakan kesamaan kesempatan dan hak) yang
dilakukan secara sengaja terhadap orang/kelompok lain.
g. Amalgamasi -> hasil akhir yang diperoleh jika kelompok mayoritas dan kelompok
minoritas disatukan untuk membentuk kelompok baru
h. Asimilasi
i. Pluralisme
j. Multikulturalisme -> kebijakan publik yang mendorong semua kelompok budaya dalam
masyarakat untuk bersedia menerima dan memperlakukan kelompok lain secara
sederajat tanpa memperdulikan budaya, etnis, gender, bahasa, ataupun agama


B. KELOMPOK SOSIAL DALAM MASYARAKAT INDONESIA YANG MULTIKULTURAL
1. Keanekaragaman Sosial Berdasarkan Bahasa
Secara umum bahasa-bahasa yang digunakan oleh suku-suku bangsa di Indonesia termasuk
kedalam rumpun bahasa Austronesia. Di Indonesia terdapat kurang lebih 250 bahasa yang
digunakan oleh suku-suku yang ada.
2. Keanekaragaman Berdasarkan Perbedaan Agama
Ada 6 agama yang diakui secara sah keberadaannya di Indonesia yaitu Islam, Kristen,
Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Disamping itu juga masih terdapat agama-agama
lokal dan aliran kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
3. Keanekaragaman Berdasarkan Perbedaan Gender
4. Kelompok sosial berdasarkan ras
3 ras yang ada di Indonesia:
a. Ras Papua Melanesoid
b. Ras Melayu Mongoloid
c. Ras Vedoid (hidup terisolir, contoh suku Kubu dan suku Sakai)
5. Kelompok Sosial Berdasarkan Suku Bangsa
Menurut M. A. Japan di Indonesia terdapat kurang lebih 366 suku bangsa.
Di bawah ini adalah tabel suku-suku bangsa yang ada di Indonesia :

Bab V Perkembangan Kelompok Sosial dalam Masyarakat Multikultural -> Amiks Documents Hal..... 32




C. KONSEKUENSI MASYARAKAT MULTIKULTURAL
1. Interseksi -> persilangan/pertemuan keanggotaan suatu kelompok sosial dari berbagai seksi
baik suku, agama, jenis kelamin, kelas sosial, dan lain-lain dalam masyarakat majemuk.
Akibat interseksi terhadap kemajemukan masyarakat :
a. Meningkatkan solidaritas
b. Menimbulkan potensi konflik -> jika perbedaan-perbedaan yang mereka miliki lebih
menonjol dan tajam
Saluran-saluran interseksi :
a. Hubungan ekonomi, melalui perdagangan dan perindustrian
b. Hubungan sosial, melalui perkawinan dan pendidikan
c. Hubungan politik
2. Konsolidasi -> suatu proses penguatan atau peneguhan keanggotaan individu atau
beberapa kelompok ang berbeda dalam suatu kelompok sosial melalui tumpang tindih
keanggotaan
3. Mutual akulturasi -> terjadi ketika kelompok masyarakat dengan tipe kebudayaan tertentu
memiliki sikap terbuka dengan kebudayaan lain
4. Primordialisme
Berasal dari bahasa Latin primus (pertama) dan ordiri (ikatan atau tenunan)
Primordialisme bermakna :
Suatu pandangan atau paham yang memegang teguh hal-hal yang dibawa sejak kecil,
baik mengenai tradisi, adat istiadat, kepercayaan, maupun segala sesuatu yang ada di
dalam lingkungan pertamanya sehingga membentuk sikap tertentu.
Perasaan kesukaan yang berlebihan (Kamus Besar Bahasa Indonesia)
Suatu paham atau ide dari anggota masyarakat yang mempunyai kecenderungan untuk
berkelompok sehingga terbentuklah suku-suku bangsa.




Bab V Perkembangan Kelompok Sosial dalam Masyarakat Multikultural -> Amiks Documents Hal..... 33

Beberapa hal yang menyebabkan munculnya primordialisme :
a. Adanya sesuatu yang dianggap istimewa pada rasnya, suku bangsanya, atau daerah
kelahirannya
b. Sikap ingin mempertahankan keutuhan kelompok atau komunitasnya dari ancaman luar
c. Adanya nilai-nilai yang dijunjung tinggi karena berkaitan dengan keyakinan
5. Stereotip etnis -> gambaran subyektif yang berkaitan dengan ras, suku bangsa,
kepercayaan, pekerjaan, dan kebangsaan
6. Politik Aliran (Sektarian)
Pertama kali diperkenalkan oleh Clifford Geertz yang meneliti masyarakat Jawa dan
membaginya menjadi 3 golongan yaitu golongan santri, golongan priyayi, dan golongan
abangan. Berdasarkan penelitian Geertz tersebut kemudian Herbert Feith membagi
masyarakat Indonesia menjadi 5 golongan aliran politik yaitu yang dipengaruhi oleh
campuran Hindu, tradisionalisme Jawa, ideologi komunisme, nasionalisme radikal, dan
sosialisme. Berkembangnya politik aliran di Indonesia diwujudkan dengan banyaknya partai
politik yang ada.
7. Pluralisme dan Nasionalisme
Pluralisme : keadaan dimana berbagai kelompok yang berbeda ras, etnik, atau agama
saling memelihara identitas budaya dan jaringan sosial mereka, namun mereka bersama-
sama berpartisipasi dalam sistem ekonomi dan politik


D. ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH YANG DITIMBULKAN OLEH KEANEKARAGAMAN
DAN PERUBAHAN BUDAYA
1. Asimilasi -> merupakan proses dimana seseorang meninggalkan tradisi budaya mereka
sendiri untuk menjadi bagian dari budaya yang berbeda
2. Self segregration (pemisahan diri) -> merupakan kebalikan dari asimilasi, terjadi ketika
suatu suku/etnis mengasingkan diri dari kebudayaan mayoritas
3. Integrasi -> merupakan suatu keadaan ketika kelompok-kelompok etnis yang semula
berbeda-beda mulai beradaptasi dan bersikap konformitas terhadap kebudayaan mayotitas
yang ada dalam masyarakat
4. Pluralisme

Beberapa sikap kritis yang harus dikembangkan dalam masyarakat yang beranekaragam :
Mengembangkan sikap saling menghargai (toleransi) terhadap nilai-nilai dan norma-norma
sosial yang berbeda
Meninggalkan sikap primordialisme yang menjurus pada sikap etnosentrisme dan
ekstrimisme
Menegakkan supremasi hukum
Mengembangkan rasa nasionalisme
Menyelesaikan konflik dengan cara yang akomodatif
Mengembangkan kesadaran sosial


E. LANGKAH-LANGKAH PENANGANAN SOSIAL BUDAYA MENUJU INTEGRASI
1. Mengembangkan Konsensus
Konsensus -> kesepakatan bersama antara anggota-anggota sejumlah kelompok atau
masyarakat tertentu
2. Mengembangkan Peran Struktur Masyarakat
Struktur masyarakat yang harus dikembangkan dalam masyarakat multikultural adalah
struktur yang bersifat saling menyilang (cross cutting affiliation). Struktur ini akan
menyebabkan konflik antar golongan menjadi tidak terlalu tajam karena adanya loyalitas
ganda (cross cutting loyalities).
3. Upaya Pemerintah Menciptakan Integrasi
Beberapa upaya pemerintah dalam rangka menciptakan integrasi :
a. Melakukan pemindahan penduduk secara terprogram melalui transmigrasi
b. Membuka daerah-daerah yang terisolir melalui pembangunan sarana transportasi dan
komunikasi di darat, laut, dan udara
c. Menerapkan otonomi daerah
d. Pemerataan pendidikan dalam berbagai tingkatan
e. Pemerataan pembangunan industri
f. Mendirikan sarana kesehatan masyarakat sampai ke pelosok