Anda di halaman 1dari 41

Praktikum Kesuburan Tanah - 2013 1

PANDUAN PRAKTIKUM
KESUBURAN, PEMUPUKAN DAN KESEHATAN
TANAH
(PNT3115)



Oleh : Nasih Widya Yuwono



Laboratorium Kesuburan dan Kimia Tanah
Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian
Univeritas Gadjah Mada
Yogyakarta
2013


Praktikum Kesuburan Tanah - 2013 2

PENGANTAR

Praktikum Kesuburan Tanah merupakan bagian tidak terpisahkan
dari kuliah Kesuburan, Pemupukan dan Kesehatan Tanah (PNT3115, SKS
2/1). Praktikum ini diselenggarakan dengan menekankan kemandirian
praktikan (student active learning). Diharapkan praktikan lebih aktif
melakukan dialog dengan contoh pupuk, leaflet, tanah, tanaman dan segala
informasi yang terkait dengan konsep dan aplikasi kesuburan tanah.
Diharapkan dengan cara demikian, dapat meningkatkan kemampuan pada
aspek kognisi, afeksi dan psikomotorik khususnya yang terkait dengan
kesuburan tanah.
Penggunaan komputer, multimedia dan fasilitas internet dalam
mengerjakan tugas sangat dianjurkan, agar praktikan memiliki nilai tambah
dalam pemanfaatan teknologi informasi baik dalam pencarian maupun
penyajian data.Petunjuk praktikum ini dibuat sebagai acuan bagi para
mahasiswa dalam melaksanakan praktikum. Tugas yang lebih rinci akan
diberikan oleh para asisten.
Semoga petunjuk praktikum yang singkat ini memberi manfaat
.



Praktikum Kesuburan Tanah - 2013 3

KETENTUAN

Praktikan wajib mengikuti Asistensi Praktikum, Praktikum Laboratorium,
Praktikum Lapangan dan Responsi.
Praktikum dimulai pukul 13.30 WIB (Siang) 15.30 WIB (Sore), toleransi
keterlambatan 10 menit.
Praktikan yang datang terlambat (lebih dari 10 menit) tanpa alasan yang
kuat tidak diperkenankan mengikuti praktikum.
Apabila berhalangan hadir, praktikan diwajibkan untuk mengajukan
surat izin maksimal 1 hari sebelumnya atau surat keterangan dari orang
tua/dokter jika sakit.
Inhal dilaksanakan pada minggu yang sama, inhal diberikan maksimal 1
kali.
Praktikan wajib membawa kartu praktikum dan berpakaian rapi (kemeja
atau kaos berkerah) dan bersepatu.
Praktikan WAJIB membuat LAPORAN PRAKTIKUM dengan ketentuan-
ketentuan yang akan ditetapkan kemudian
Responsi diadakan setelah semua acara praktikum selesai. Praktikan
yang belum menyelesaikan laporan atau tugas khusus tidak
diperkenankan mengikuti responsi.
Kerusakan alat pada saat pelaksanaan praktikum karena kesalahan salah
satu praktikan harus dganti oleh praktikan/kelompok/golongan yang
bersangkutan, Sebelum Responsi.
Setiap praktikan wajib menjaga kebersihan ruang praktikum.
Segala sesuatu yang belum diatur dalam tata tertib ini akan ditetapkan
kemudian sebagai kebijakan pengelola praktikum / koordinator
praktikum.
Praktikan yang mendapatkan nilai TL harus sudah menyelesaikan urusan
dalam waktu 1 bulan, jika tidak maka dinyatakan GAGAL.

Praktikum Kesuburan Tanah - 2013 4

LAPORAN PRAKTIKUM

1. Dibuat oleh kelompok.
2. Laporan akhir diserahkan dalam bentuk softcopy serta sudah diunggah
pada web yang disediakan yaitu http://soilugm.wordpress.com
3. Sistematika laporan per acara:
Judul
Penulis
Abstrak
Tinjauan pustaka
Metodologi
Data dan perhitungan
Pembahasan
Kesimpulan
Pustaka
Lampiran



JADWAL PRAKTIKUM

Golongan Hari Waktu
A1/B1 SENIN 13.30-17.00
A3/B3 RABU 13.30-17.00
A5/B5 JUMAT 13.30-17.00

Golongan A = paruh semester awal
Golongan B = paruh semester akhir
Tempat: Lab. Kimia & Kesuburan Tanah Bulaksumur (Gedung A2-B)
dan Lab. Tanah, Kuningan.







Praktikum Kesuburan Tanah - 2013 5

DAFTAR ASISTEN

1. Katon Sasongko Damarmoyo (Koordinator)
2. Danny Utama Putra
3. Faidzin Fitrah Al-Qadar
4. Ari Setiadi
5. Muchamad Nur Fanani
6. Ricky Cristo A.
7. Riza Wahyu Suryanto
8. Taufik Yogya U.
9. Dian Kusuma N.
10. Eristyana Yunindio S.
11. Maratus Shalikhah
12. Meris Mudrikah
13. Nadia Ayu Pitaloka
14. Nindi Arista Prihantini
15. Nurfiana Ramawati
16. Vita Moenicasari


Praktikum Kesuburan Tanah - 2013 6

ACARA PRAKTIKUM

1. Koleksi Pupuk
2. Koleksi Pupuk Hijau
3. Sifat Pupuk
4. Cara Pemupukan
5. Pembuatan Kompos
6. Uji Mutu Kompos
7. Kesuburan Tanah Aktual
8. Pengaruh Pemupukan
9. Omission Trial
10. Aplikasi Pupuk Organik
11. Manajemen Kesuburan Tanah
12. Pencuplikan Tanah
13. Uji Cepat Tanah Sawah
14. Uji Cepat Tanah Kering
15. Uji Cepat Pupuk
16. Pembuatan Lubang Biopori
17. Pembuatan kompos seresah
daun
18. Pembuatan kompos pupuk
kandang
19. MOL limbah sayuran
20. Pembuatan teh kompos
21. Kolom fertigasi
22. Vertical Cropping
23. Solum Tanah






Praktikum Kesuburan Tanah - 2013 1

1#. Koleksi Pupuk

Pendahuluan
Pupuk merupakan salah satu sarana produksi pertanian yang sangat
menentukan kualitas dan kuantitas hasil panen. Kelangkaan pupuk sering
menjadi kendala utama dalam upaya mempertahankan atau meningkatkan
produktivitas lahan. Sejumlah petani atau pengusaha kreatif mampu
memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menghadirkan pupuk
alternatif. Mereka memanfaatkan bahan alam atau bahan organik
jumlahnya cukup melimpah di sekitar kita, yang selama ini hanya dianggap
sebagai limbah. Pupuk hijau sudah sejak lama dimanfaatkan para petani
untuk menjaga kesuburan tanah, khususnya pada tanah sawah.
Masukan organik dan bahan alam merupakan pendukung utama
keberhasilan program pertanian organik dan pertanian berkelanjutan.
Upaya tersebut harus ditempuh untuk menghadapi kenyataan bahwa
sebagian besar lahan di Indonesia memiliki kandungan bahan organik yang
rendah (< 1%) dan adanya penurunan produktivitas tanah terutama di lahan
pertanian intensif.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memanfaatkan suatu bahan
untuk digunakan sebagai bahan pupuk, antara lain: ketersediaan bahan
dalam jangka panjang, kandungan hara, tingkat perombakan, bebas dari
senyawa meracun atau mikrobia pathogen dan kemudahan pengolahan.

Tujuan:
Mengenal dan membuat koleksi pupuk.

Cara Kerja: ( kelompok )
1. Setiap kelompok membuat koleksi: 1 (satu) macam pupuk disertai data
atau leaflet yang memuat sifat dan cara aplikasinya.
2. Pupuk yang dikumpulkan apa adanya, diusahakan dari produk yang siap
dipasarkan. Jumlah pupuk yang dikumpulkan 1.000 g (padat) atau 1.000
mL (cair). Usahakan mencari pupuk yang belum dikoleksi oleh Lab.
3. Mengapa ada berbagai jenis pupuk yang dipasarkan ?

Praktikum Kesuburan Tanah - 2013 2

2#. Koleksi Pupuk Hijau

Pendahuluan
Pupuk merupakan salah satu sarana produksi pertanian yang sangat
menentukan kualitas dan kuantitas hasil panen. Kelangkaan pupuk sering
menjadi kendala utama dalam upaya mempertahankan atau meningkatkan
produktivitas lahan. Sejumlah petani atau pengusaha kreatif mampu
memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menghadirkan pupuk
alternatif. Mereka memanfaatkan bahan alam atau bahan organik
jumlahnya cukup melimpah di sekitar kita, yang selama ini hanya dianggap
sebagai limbah. Pupuk hijau sudah sejak lama dimanfaatkan para petani
untuk menjaga kesuburan tanah, khususnya pada tanah sawah.
Masukan organik dan bahan alam merupakan pendukung utama
keberhasilan program pertanian organik dan pertanian berkelanjutan.
Upaya tersebut harus ditempuh untuk menghadapi kenyataan bahwa
sebagian besar lahan di Indonesia memiliki kandungan bahan organik yang
rendah (< 1%) dan adanya penurunan produktivitas tanah terutama di lahan
pertanian intensif.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memanfaatkan suatu bahan
untuk digunakan sebagai bahan pupuk, antara lain: ketersediaan bahan
dalam jangka panjang, kandungan hara, tingkat perombakan, bebas dari
senyawa meracun atau mikrobia pathogen dan kemudahan pengolahan.

Tujuan:
Mengenal dan membuat koleksi pupuk hijau.

Cara Kerja: ( kelompok )
1. Setiap kelompok membuat koleksi: 1 (satu) macam pupuk hijau disertai
data.
2. Bahan diusahakan mewakili seluruh organ tumbuhan terutama organ
penciri, dikering terlebih dahulu kemudian dikemas dalam wadah plastik
volume 500 L, produk pupuk dikumpulkan apa adanya (tidak
dihaluskan).

Praktikum Kesuburan Tanah - 2013 3

3. Data berupa: lokasi dan tanggal pengambilan, gambar/foto, syarat
tumbuh, morfologi, kandungan hara, kelimpahan bahan, cara
pengolahan bahan, manfaat dan keterangan lain.

Soal :
Apa yang disebut pupuk hijau? Bagaimana sifat-sifatnya?


Praktikum Kesuburan Tanah - 2013 4

3#. Sifat Pupuk

Tujuan:
Mengenal berbagai jenis pupuk dan mencirikan sifat-sifat pupuk
berdasarkan koleksi yang sudah ada.

Bahan:
1. Pupuk tunggal : pupuk N (urea, ZA), pupuk P (SP-36), pupuk K (KCl).
2. Pupuk majemuk: pupuk NP, NK, PK, NPK, NPK + hara mikro.
3. Pupuk alternatif dan pembenah tanah: batuan fosfat, kompos, pupuk
kandang, pupuk hayati, zeolit.

Cara Kerja : (kelompok)
1. Amati pupuk dan brosur yang tersedia, kemudian
dicatat/digambar/difoto :
Sifat fisik: bentuk, ukuran butir, warna, higroskopisitas, kadar
lengas dan BV.
Sifat kimia: senyawa kimia, kadar hara, sifat fisiologis/
kemasaman.
Kemasan, produsen, tanggal pembuatan, tanggal kadaluwarsa.
Aplikasi : cara dan takaran penggunaan.
Keterangan lain yang dianggap perlu.
2. Apa yang disebut pupuk ? Bagaimana sifat-sifatnya?
3. Kumpulkan beberapa SNI pupuk yang terkait. Apa manfaat SNI pupuk ?
4. Cari di internet beberapa produk pupuk, sifat dan cara aplikasinya.

##

Praktikum Kesuburan Tanah - 2013 5

4#. Cara Pemupukan

Tujuan:
Mengenal berbagai cara pemupukan tanaman dan membuat dokumentasi
dalam bentuk digital.

Cara kerja: (kelompok)
Kerjakan langkah berikut atau amati orang yang sedang memupuk

Broadcasting
Tentukan kebutuhan pupuk (200 kg Urea/ha), untuk lahan seluas 10 m
2
.
Lakukan pemupukan secara merata ke seluruh lahan dengan cara
disebar.
Ring placement
Tentukan kebutuhan pupuk untuk 1 tanaman (100 kg SP-36/hektar).
Buat parit sedalam 10-15 cm mengelilingi tanaman selebar tajuk
terluar.
Taburkan pupuk secara merata, timbun parit dengan tanah.
Spot placement
Tentukan kebutuhan pupuk untuk 1 tanaman (100 kg KCl/ hektar).
Buat lubang dalam baris tanaman sedalam 10 cm dengan tugal.
Masukkan pupuk dalam lubang dan tutup kembali dengan tanah.
Foliar Application
Siapkan larutan pupuk sesuai takaran (misalnya Urea 0,5%).
Masukkan ke dalam tabung penyemprot.
Lakukan pemupukan pada permukaan daun.
Fertigation
Siapkan larutan pupuk sesuai takaran (misalnya 1 sendok dalam 10 L air)
Siramkan ke dalam media pertanaman.





Praktikum Kesuburan Tanah - 2013 6

Tugas:
1. Setiap kelompok membuat dokumentasi digital dengan software bebas
beberapa cara pemupukan. Lebih baik berupa animasi.
2. Buatlah dokumentasi cara pemupukan yang dilakukan oleh petani.
3. Cari di internet berbagai cara pemupukan.
4. Apa arti pemupukan? Mengapa ada berbagai cara pemupukan? Apa
manfaat setiap cara tersebut?

##

Praktikum Kesuburan Tanah - 2013 7

5#. Pembuatan Kompos

Pendahuluan
Kompos merupakan hasil perombakan bahan organik oleh mikrobia
dengan hasil akhir berupa bahan yang memiliki nisbah C/N yang rendah (<
20). Bahan yang ideal untuk dikomposkan sebaiknya memiliki nisbah C/N
akhir sekitar 30, hal ini dapat dicapai dengan mencampur berbagai bahan
yang tersedia. Bahan organik yang memiliki nisbah C/N jauh lebih tinggi di
atas 30 (bahan berkayu/berserat) akan terombak dalam waktu yang lama,
sebaliknya jika nisbah tersebut terlalu rendah (bahan lunak/berair) akan
terjadi kehilangan N karena menguap selama proses perombakan
berlangsung.
Kompos yang dihasilkan dengan fermentasi memanfaatkan teknologi
mikrobia efektif sudah dikenal secara umum dengan nama bokashi. Dengan
cara ini proses pembuatan kompos dapat berlangsung lebih singkat
dibandingkan dengan cara konvensional.
Penggunaan kompos sebagai bahan pembenah tanah atau sebagai
sumber hara memberikan keuntungan antara lain: memperbaiki
kemampuan tanah untuk menahan lengas dan hara, meningkatkan
kandungan hara makro dan mikro, memperbaiki sifat fisika, kimia dan
biologi tanah, serta meningkatkan produktivitas tanah.
Takaran penggunaan kompos segar di lahan secara umum adalah 2 kg
per meter persegi. Begitu sampai di lahan, kompos harus segera dicampur
merata dengan tanah. Ingat, kompos yang telah dibuat dimaksudkan juga
untuk menyumbang mikrobia efektif ke dalam tanah. Kompos yang tidak
segera digunakan dapat disimpan selama beberapa bulan. Kompos terlebih
dahulu dikeringanginkan, kemudian dimasukkan dalam karung plastik yang
kedap air dan berwarna gelap. Karung tersebut disimpan di tempat yang
kering, terlindung dari hujan dan cahaya matahari langsung.
Syarat lokasi pembuatan kompos: (1). dalam bangunan yang memiliki
lantai rata, keras dan bebas dari genangan air, serta adanya atap yang
melindungi dari terik matahari dan air hujan, (2). dekat dengan sumber

Praktikum Kesuburan Tanah - 2013 8

bahan organik: jerami, pupuk kandang, sampah, dedak dll., (3). dekat
dengan sumber air, (4). pengangkutan mudah.
Alat yang digunakan dalam pembuatan kompos: garuk atau cangkul,
pemotong rumput atau sabit, gembor atau penyemprot, ember, cetakan
kayu, karung plastik, ayakan.

Indikator mutu kompos:
1. Struktur remah dan lunak, tidak menggumpal atau melumpur.
2. Warna coklat kehitaman, terlalu hitam disebabkan suasana terlalu
basah (anaerob), terlalu cerah disebabkan suasana terlalu kering
(aerob).
3. Kadar air sekitar 30%, jika diperas dengan tangan tak ada air yang
menetes.
4. Aroma menyerupai humus tanah yakni agak harum (tidak berbau
busuk).
5. Reaksi pH sekitar 6-7, terlalu rendah berarti kurang aerasi.
6. Kadar bahan organik 30-60%, nisbah C/N sekitar 15.

Tujuan:
Mengenal pembuatan kompos dan mengamati perombakan kompos
dari berbagai sampah organik.

Cara pembuatan: (kelompok)
Buat kompos dengan bahan utama seresah (daun-daunan, jerami,
dan juga pupuk kandang). Potong menjadi ukuran kecil-kecil, sekitar
< 2 cm. Perlakuan : (1). kontrol, (2). ditambah aktivator dan (3)
ditambah tanah.
Aduk sampai merata. Atus kadar air sehingga tercapai sekitar 30 %.
Masukkan ke dalam plastik bening, tutup rapat. Beri label.
Setiap minggu, amati kenampakan yang terjadi.
Pada minggu ke 4. Ambil contoh untuk pengujian pH dan DHL.



Praktikum Kesuburan Tanah - 2013 9

Soal:
1. Apa yang disebut kompos ?
2. Apa tujuan pengomposan ?

Praktikum Kesuburan Tanah - 2013 10

6#. Uji Mutu Kompos

Pendahuluan
Pengusaha kompos perlu menguji mutu kompos yang akan dijualnya.
Kompos yang belum matang jika digunakan dapat menghambat atau
mematikan tanaman. Petani harus menentukan kematangan kompos
sebelum digunakan sebagai media tumbuh atau dicampurkan dengan tanah.
Cara yang mudah untuk mengetahui apakah proses pengomposan telah
selesai atau belum adalah dengan cara menaruh kompos pada pot dan
menabur beberapa benih bayam cabut. Jika 75 % benih berkecambah dan
tumbuh maka kompos tersebut siap untuk digunakan. Dalam kompos yang
mentah, biji tidak akan berkecambah atau jika berkecambah akan segera
mati, karena adanya fitotoksin yang bersifat meracun dalam kompos
tersebut.

Tujuan:
Mengetahui mutu kematangan kompos dengan metode perkecambahan
dan pertumbuhan vegetatif.

Cara kerja:
1. Pot kontrol diisi pasir, pot uji diisi pasir & kompos dengan nisbah 1:
1.
2. Tanam 20 biji bayam cabut pada permukaan media, tambah air
dengan botol semprot, jaga lengas selama percobaan agar media
tersebut tetap lembab. Pot dimasukkan dalam kotak kaca/plastik
bertutup.
3. Hitung biji yang tumbuh pada hari ke-7, dan amati pertumbuhan
tanaman pada hari ke-21.
4. Ukur pH dan DHL (daya hantar listrik) kompos pada nisbah kompos :
air = 1:10.




Praktikum Kesuburan Tanah - 2013 11

Interpretasi:
Jika perkecambahan atau pertumbuhan tanaman dalam media pasir-
kompos secara nyata dibawah kontrol maka kompos tersebut belum
matang.

Soal :
Apakah pH dan DHL kompos dapat dijadikan sebagai indikator mutu
kompos?

##

Praktikum Kesuburan Tanah - 2013 12

7#. Kesuburan Tanah Aktual

Tujuan:
Mengetahui kesuburan aktual tanah dari berbagai jenis tanah

Cara kerja: (kelompok)
1. Pot plastik volume 10 L, yang berlubang di bagian bawahnya diisi
dengan tanah dari lapis olah yang sudah digemburkan.
2. Sertakan kartu kelompok yang berisi daftar nama dan NIM anggota,
lokasi dan tanggal pengambilan, sistem penggunaan lahan.
3. Pot dari berbagai kelompok tersebut secara serempak ditanami dengan
jagung dan diberi air secukupnya setiap hari.
4. Amati kenampakan visual (morfologi dan warna) tanaman pada setiap
pot tersebut, kemudian diukur dan dicatat tinggi tanaman.
5. Tanaman dalam pot dapat dipanen pada saat vegetatif maksimum atau
buah sudah masak.
6. Timbang bobot tanaman.

Soal :
Mengapa pertumbuhan tanaman berbeda ? Jelaskan berdasarkan sifat yang
dimiliki masing-masing jenis tanah.

##

Praktikum Kesuburan Tanah - 2013 13

8#. Pengaruh Pemupukan

Tujuan:
1. Mengetahui pengaruh pupuk terhadap kesuburan tanah.

Cara kerja: (kelompok)
1. Ambil tanah lapis olah di lahan pertanian, gemburkan dan masukkan
tanah ke dalam pot plastik 6 L yang berlubang di bagian bawahnya.
2. Tanami setiap pot dengan 3 benih jagung. Setelah tumbuh, pilih 1
tanaman yang terbaik untuk dipelihara. Tambahkan air secukupnya
(dijaga sekitar kapasitas lapangan) setiap hari agar tanaman tumbuh
dengan baik.
3. Perlakuan : (a) tanpa pupuk, (b) + NPK 0,5 sendok teh, (c) + pupuk
organik 100 g, (d) + NPK 0,5 sendok teh + pupuk organik 100 g. Pupuk
NPK diberikan 1 MST (minggu setelah tanam). Pupuk organik dicampur
merata dengan tanah pada saat persiapan.
4. Pengamatan setiap minggu meliputi: tinggi tanaman, kenampakan visual
(morfologi dan warna).
5. Pada akhir percobaan potong tanaman tepat pada pangkal batangnya.
Timbang bobot segar dan bobot kering brangkasan (shoot). Bobot kering
diperoleh setelah jaringan tanaman tersebut dioven pada temperatur 60
o
C selama > 48 jam.

Soal :
Apakah tanah tersebut responsif terhadap pemberian pupuk ?

##


Praktikum Kesuburan Tanah - 2013 14

9#. Omission Trial

Tujuan:
1. Mengetahui pengaruh pupuk terhadap kesuburan tanah.

Cara kerja: (kelompok)
1. Ambil tanah lapis olah di lahan pertanian, gemburkan dan masukkan
tanah ke dalam pot plastik 6 L yang berlubang di bagian bawahnya.
2. Tanami setiap pot dengan 3 benih jagung. Setelah tumbuh, pilih 1
tanaman yang terbaik untuk dipelihara. Tambahkan air secukupnya
(dijaga sekitar kapasitas lapangan) setiap hari agar tanaman tumbuh
dengan baik.
3. Perlakuan : (a) tanpa pupuk, (b) + NPK, (c) + NP, (d) + NK, + PK. Pupuk
NPK diberikan 1 MST (minggu setelah tanam). Takaran setara N = 200 kg
N/ha, P = 100 kg P2O5/hektar , K = 200 kg K2O/ha.
4. Pengamatan setiap minggu meliputi: tinggi tanaman, kenampakan visual
(morfologi dan warna).
5. Pada akhir percobaan potong tanaman tepat pada pangkal batangnya.
Timbang bobot segar dan bobot kering brangkasan (shoot). Bobot kering
diperoleh setelah jaringan tanaman tersebut dioven pada temperatur 70
oC selama > 48 jam.

Soal :
Apakah tanah tersebut kekurangan unsur hara N, P atau K ? Bagaimana
urutan kekahatan ke-3 unsur tersebutu ?

##

Praktikum Kesuburan Tanah - 2013 15

10#. Aplikasi Pupuk Organik
Tujuan:
Mengetahui pengaruh aplikasi pupuk organik terhadap pertumbuhan
tanaman.

Cara kerja:
1. Kolom beton dengan diameter 90 cm dan tinggi 50 cm diisi dengan tanah
pasir pantai.
2. Perlakuan kolom:
(1). Asli,
(2). ditambah Urea, ZA, SP-36 dan KCl masing-masing dengan
takaran 200 100 100 100 kg/ha,
(3). Ditambah pupuk organik dengan takaran 20 ton/ha.
3. Kolom tersebut ditanami benih jagung dan diberi air secukupnya setiap
hari.
4. Amati kenampakan visual (morfologi dan warna) tanaman jagung pada
setiap pot, kemudian diukur dan dicatat tinggi tanaman selama
percobaan.
5. Percobaan juga dilakukan terhadap tanaman yang lain: padi sawah,
kedelai atau sayuran.

Soal :
Apa pengaruh penggunaan pupuk organik terhadap kesuburan tanah?

##

Praktikum Kesuburan Tanah - 2013 16

11#. Manajemen Kesuburan Tanah

Tujuan:
Mengetahui cara memelihara kesuburan tanah yang dilakukan oleh
petani

Cara kerja: (kelompok)
1. Melakukan observasi (pengamatan langsung) di lahan petani
2. Melakukan wawancara dengan petani.
3. Mengisi lembar pengamatan dan Penelusuran data terkait (terlampir)
4. Dokumentasi
5. Buatlah makalah & slide untuk presentasi.

Soal :
Apa yang dikerjakan petani untuk memelihara kesuburan tanahnya?

##


Praktikum Kesuburan Tanah - 2013 17

12#. Pencuplikan Tanah

Tujuan:
Mengetahui cara mengambil cuplikan tanah untuk uji kesuburan tanah

Cara kerja: (kelompok)
1. Menentukan lahan yang akan diamati kesuburannya.
2. Cuplikan tanah lapis olah (0-20 cm), secara komposit (gabungan) dari
sub cuplikan sejumlah 16-20 titik, diambil secara zig-zag memotong
lahan.
3. Tanah disatukan, kemudian diambil sekitar 2 kg dimasukkan dalam
kantong plastik, dibawa di laboratorium untuk keperluan analisis.
4. Dokumentasi digital.

Soal :
Apakah cuplikan tersebut dapat mewakili seluruh lahan petani ?

##

Praktikum Kesuburan Tanah - 2013 18

13#. Uji Cepat Tanah Sawah

Pendahuluan
Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) adalah suatu alat untuk analisis
kadar hara tanah secara langsung di lapangan dengan relatif cepat, mudah,
murah dan cukup akurat. PUTS ini dirancang untuk mengukur kadar N, P, K
dan pH tanah. Satu Unit Perangkat Uji Tanah Sawah terdiri dari: (1) satu
paket bahan kimia dan alat untuk ekstraksi kadar N, P, K dan pH, (2) bagan
warna untuk penetapan kadar pH, N, P, dan K, (3) Buku Petunjuk
Penggunaan serta Rekomendasi Pupuk untuk padi sawah, (4) Bagan Warna
Daun (BWD). Rekomendasi pemupukan pada berbagai kelas status hara
tanah yang diberikan mengacu pada hasil kalibrasi uji tanah.
Prinsip kerja PUTS ini adalah mengukur kadar hara N, P, dan K tanah
dalam bentuk tersedia, yaitu hara yang larut dan atau terikat lemah dalam
kompleks jerapan koloid tanah. Kadar atau status hara N, P, dan K dalam
tanah ditentukan dengan cara mengekstrak dan mengukur hara tersedia di
dalam tanah.

Tujuan:
Mengenal penggunaan perangkat uji tanah sawah secara cepat untuk
menentukan kebutuhan pupuk N, P dan K.

Cara kerja:
1. Lakukan pengujian sesuai petunjuk dalam buku PUTS terhadap
cuplikan tanah yang telah disediakan.

##


Praktikum Kesuburan Tanah - 2013 19

14#. Uji Cepat Tanah Kering

Pendahuluan
Perangkat Uji Tanah Kering (PUTK) adalah suatu alat untuk analisis
kadar hara tanah secara langsung di lapangan dengan relatif cepat, mudah,
murah dan cukup akurat. PUTK ini dirancang untuk mengukur kadar Bahan
organik, P, K dan pH tanah. Satu Unit Perangkat Uji Tanah Sawah terdiri
dari: (1) satu paket bahan kimia dan alat untuk ekstraksi kadar Bahan
organik, P, K dan pH, (2) bagan warna untuk penetapan kadar Bahan
organik, P, K dan pH tanah, (3) Buku Petunjuk Penggunaan serta
Rekomendasi Pupuk untuk Jagung, (4) Bagan Warna Daun (BWD).
Rekomendasi pemupukan pada berbagai kelas status hara tanah yang
diberikan mengacu pada hasil kalibrasi uji tanah.
Prinsip kerja PUTK ini adalah mengukur kadar bahan organik, P, dan K
tanah dalam bentuk tersedia, yaitu hara yang larut dan atau terikat lemah
dalam kompleks jerapan koloid tanah. Kadar atau status bahan organik, P,
dan K dalam tanah ditentukan dengan cara mengekstrak dan mengukur hara
tersedia di dalam tanah.

Tujuan:
Mengenal penggunaan perangkat uji tanah kering secara cepat untuk
menentukan kebutuhan bahan organik, pupuk P dan K.

Cara kerja:
1. Lakukan pengujian sesuai petunjuk dalam buku PUTK terhadap cuplikan
tanah yang telah disediakan.

##

Praktikum Kesuburan Tanah - 2013 20

15#. Uji Cepat Pupuk

Pendahuluan
Perangkat Uji Pupuk (PUP) adalah alat penetapan kadar hara pupuk
secara cepat di lapangan. Alat ini merupakan penyederhanaan secara
kualitatif dari analisis pupuk di laboratorium. Oleh karena itu hasil
yang diperoleh tidak tepat seperti di laboratorium, namun merupakan
estimasi pengukuran kuantitatif dalam selang nilai tertentu. Alat ini
bermanfaat untuk membantu pelaku pasar dan petani untuk mengetahui
kualitas pupuk secara cepat di lapangan. Alat ini dapat digunakan
pula oleh pengawas pupuk untuk memonitor kualitas pupuk yang
beredar di pasaran, agar segera dapat mengambil langkah-langkah
yang diperlukan. PUP diperlukan, karena dengan dihapusnya subsidi
pupuk dan liberalisasi perdagangan pupuk, banyak diproduksi pupuk
yang tidak memenuhi syarat mutu dan kadar hara pupuk tidak sesuai
dengan label pada kemasan.
Versi pertama PUP yang diperkenalkan pada tahun 2007 ini
dimaksudkan untuk menguji pupuk dalam bentuk padatan. Prinsip
kerja PUP adalah mengukur kadar hara nitrogen (N), fosfor (P) dan
kalium (K) dalam pupuk secara semi kuantitatif dengan metode
kolorimetri (pewarnaan) dan pembentukan endapan.

Tujuan:
Mengenal penggunaan perangkat uji pupuk secara cepat untuk
menentukan kandungan hara P, N dan K pada pupuk.

Cara kerja:
1. Lakukan pengujian sesuai petunjuk dalam buku PUP terhadap
cuplikan pupuk yang telah disediakan.

##

Praktikum Kesuburan Tanah - 2013 21


16#. Pembuatan Lubang Biopori
Pendahuluan
Biopori merupakan ruangan atau pori-pori dalam tanah yang dibentuk
secara alami dengan adanya aktivitas makhluk hidup di dalam tanah
seperti, akar tanaman, cacing, rayap dan mikroorganisme lainnya. Lubang
Resapan Biopori (LRB) merupakan lubang yang digali vertikal ke dalam
tanah berbentuk silindris, dengan kedalaman tertentu (tidak melebihi muka
air tanah). Manfaat Biopori antara lain :
Mengurangi genangan sehingga menambah cadangan air tanah
(konservasi air).
Menyuburkan sifat fisik, kimia dan biologi tanah dengan mengurangi
volume sampah organik.

Tujuan:
Mengerti fungsi dan manfaat biopori dalam proses peningkatan
kualitas kesuburan tanah serta dapat mengaplikasikannya.

Cara kerja:
1. Buat lubang silindris secara vertikal ke dalam tanah dengan
diameter 10 cm. Kedalaman kurang lebih 100 cm atau tidak
sampai melampaui muka air tanah bila air tanahnya dangkal.
2. Jarak antar lubang antara 50 - 100 cm.
3. Mulut lubang dapat diperkuat dengan cetakan dari semen/batako.
4. Dinding lubang dapat diperkuat dengan paralon 20-100 cm dibuat
lubang-lubang kecil di samping, dan dilengkapi tutup di atasnya.
5. Isi lubang dengan sampah organik yang berasal dari sampah dapur,
sisa tanaman, dedaunan, atau pangkasan rumput.
6. Sampah organik perlu selalu ditambahkan ke dalam lubang yang
isinya sudah berkurang dan menyusut akibat proses pelapukan.
7. Kompos yang terbentuk dalam lubang dapat diambil pada setiap
akhir musim kemarau bersamaan dengan pemeliharaan lubang
resapan.

Praktikum Kesuburan Tanah - 2013 22


17#. Pembuatan kompos seresah daun

Tujuan :
Mengerti cara pembuatan kompos dari bahan seresah daun.

Cara Kerja :
1. Siapkan kantong plastik di kebun.
2. Secara bertahap sampah dimasukkan ke dalam kantong, dengan
ketebalan 10 cm.
3. Kemudian siramkan secara merata larutan inokulum 2 % (1 sendok
makan dalam 1 L air).
4. Masukkan kembali selapis sampah dan siramkan kembali larutan
inokulum, demikian sehingga kantong penuh (1 m).
5. Tutup kantong plastik.
6. Setelah satu bulan periksa isi kantong, kompos yang sudah jadi
ditandai dengan struktur yang remah.
7. Seresah daun yang belum terombak, dimasukkan kembali ke
dalam kantong.
8. Kompos yang sudah jadi dapat digunakan langsung, atau disimpan
pada kantong yang lain.

##

Praktikum Kesuburan Tanah - 2013 23

18#. Pembuatan kompos kotoran kandang

Tujuan :
Mengerti cara pembuatan kompos dari kotoran ternak.

Cara Kerja :
1. Siapkan cetakan dari bilah kayu dengan ukuran panjang 1 m,
lebar 1 m, tebal 20 cm.
2. Letakkan cetakan pada tepat yang datar, diberi alas
plastik/terpal.
3. Masukkan bahan-bahan yang akan dikomposkan pada cetakan
tersebut sampai merata, bahan yang terlalu kasar/besar perlu
dirajang terlebih dahulu.
4. Kemudian siramkan secara merata larutan inokulum 2 % (1 sendok
makan dalam 1 L air).
5. Angkat cetakan ke atas tumpukan yang sudah dibuat. Masukkan
bahan lainnya ke dalam cetakan tersebut, siramkan larutan
inokulum.
6. Pekerjaan ini dihentikan setelah tinggi gundukan sekitar 1 m.
7. Tutup gundukan dengan plastik/terpal.
8. Setelah satu bulan gundukan dibongkar, kompos yang sudah jadi
ditandai dengan struktur yang remah.
9. Bahan yang belum terombak, dimasukkan kembali ke dalam
cetakan.
10. Kompos yang sudah jadi dapat digunakan langsung, atau disimpan
pada kantong yang kedap.

##

Praktikum Kesuburan Tanah - 2013 24

19#. MOL Limbah Sayuran

Tujuan :
Memahami pentingnya mikroorganisme perombakan bahan organik.
Mengerti cara sederhana pembuatan starter mikroba (Mikro
Organisme Lokal).

Bahan dan alat :
- Air kelapa : 0,2 liter
- Air cucian beras : 0,5 liter
- Bonggol pisang / buah : 0,1 kg
- Gula pasir : 0,1 ons
- Botol
- Penutup botol
- ember

Cara pembuatan
1. Cuci bersih botol
2. Air cucian beras , air kelapa, dan gula dimasukkan kedalam ember,
diaduk.
3. Lalu, nasi/ikan/buah/bonggol pisang yang sudah dipotong kecil-kecil
dimasukkan dan diaduk rata.
4. Kemudian, botol ditutup.
5. Setelah 14 hari, MOL sudah bisa digunakan.

Catatan : Tanda keberhasilan MOL adalah dengan aroma nya yang
alkoholis, seperti wangi cairan tape.

Cara Penggunaan :
1. Pengomposan: digunakan dengan mengencerkan cairan MOL dengan
air. Perbandingan antara cairan MOL dengan air adalah 1 : 5 dan
cairan siap di siramkan pada bahan organik yang akan dikomposkan.

Praktikum Kesuburan Tanah - 2013 25

2. Penyemprotan pada tanaman : digunakan dengan mengencerkan
cairan MOL dengan air. Perbandingan antara cairan MOL dengan air
adalah 1 : 10, semprotkan saat pagi atau sore hari (hindari sengatan
cahaya matahari siang hari), untuk tanaman padi pada umur: 10
hari, 20 hari, 30 hari dan 40 hari setelah tanam.

##




Praktikum Kesuburan Tanah - 2013 26

20#. Pembuatan teh kompos

Tujuan :
Mengerti cara sederhana pembuatan pupuk cari dengan cara ektraksi
kompos.

Cara Penggunaan :
1. Masukkan 10 kg kompos halus dalam drum 200 L.
2. Tambahkan air 100 L.
3. Tambahkan inokulan 1 sendok makan.
4. Lakukan pengadukan pagi dan sore, selama 2 minggu.
5. Cairan siap digunakan sebagai pupuk cair.

##


Praktikum Kesuburan Tanah - 2013 27

21#. Kolom Fertigasi (Fertilizer + Irrigation)

Tujuan :
Mengerti dan dapat mengaplikasikan proses pemupukan dengan
irigasi.

Cara Penggunaan :
1. Siapkan kolom paralon panjang 1 m.
2. Bagian bawah ditutup rapat, diberi 2 buah lubang kecil, masing-
masing dengan sumbu kompor sepanjang 1 m (sebagai kapiler).
3. Letakkan paralon dekat dengan bibit atau batang pohon,
masukkan sumbu kompor pada perakaran, ikat paralon pada
tiang penyangga atau batang pohon.
4. Masukkan kompos halus 1 kg, isikan air sampai penuh, tutup
paralon agar air tidak menguap.
5. Setiap minggu sekali air dapat ditambahkan.

##

Praktikum Kesuburan Tanah - 2013 28

22#. Vertical Cropping

Tujuan :
Mengerti dan dapat mengaplikasikan teknik vertical cropping sebagai
tanggapan keterbatasan lahan.
Dapat mengatur media yang sesuai untuk tumbuh tanaman pada
teknik vertical cropping.

Cara Penggunaan :
1. Siapkan pipa paralon, 1-2 m, buat lubang di kanan-kiri dengan cara
dipotong dan dipanasi, jarak antar lubang 20-30 cm.
2. Tutup bagian bawah pipa, kemudian ke dalam pipa isikan dengan
media tanam (campuran kompos dan pasir halus).
3. Letakkan pipa pada tempat terbuka sehingga cukup mendapatkan
cahaya matahari, pipa tersebut dapat dirangkai atau diikatkan pada
tiang penyangga.
4. Tanam bibit sayuran pada lubang yang sudah disiapkan,
5. Berikan penyiraman dari lubang atas pipa secara berkala, pasang
tutup atas pipa. Air untuk menyiram dapat diperkaya dengan pupuk
1 %.

##

Praktikum Kesuburan Tanah - 2013 29

23#. Solum Tanah
Tujuan :
Mengerti pentingnya solum dalam pertumbuhan dan perkembangan
tanaman
Dapat melakukan penggolahan solum tanah yang sesuai untuk
tanaman.

Cara Penggunaan :
1. Untuk tanah yang halus, periksa partikel mineral > 2 mm, pisahkan
dari massa tanah dengan cara pengayakan, kerikil atau kerakal
dapat diambil langsung, letakkan partikel kasar tersebut di pinggir
lahan.
2. Untuk tanah yang kasar, buat lubang 50 cm x 50 cm x 50 cm. Saring
partikel mineral < 2 mm, campur dengan kompos / pupuk organik
atau lempung. Masukkan kembali campuran tersebut ke dalam
lubang.

##

Praktikum Kesuburan Tanah - 2013 30


LEMBAR PENGAMATAN
Umum
Hari : Tanggal : Waktu : -
WIB
Dusun : Desa :
Kecamatan : Kabupaten :
Sketsa lokasi :








Altitude (ketinggian tempat) : m dpl.
Kelerengan : 0-2, 2-8, 8-15, 15-25, 25-40, >40 %
Fisiografi : dataran, perbukitan, pegunungan.
Topografi : datar, berombak, bergelombang
Erosi : ringan, sedang, besar.
Landuse : sawah, tegalan, perkebunan, hutan, pekarangan.
Irigasi : teknis, teknis, sederhana, tadah hujan
Cuaca : terang, berawan, hujan
Jeluk mempan: 0-20, 20-50, 50-100, >100 cm
Jenis tanah :

Petak yang diamati
Panjang : m, lebar : m
Jarak lahan dari jalan aspal : m
Akses ke jalan besar : buruk, sedang, bagus


Praktikum Kesuburan Tanah - 2013 31

Pematang
Lebar : cm. Tinggi: cm. Panjang : m x m.
Tanaman di pematang:
, tinggi: cm, jarak tanam: cm , fungsi:
, tinggi: cm, jarak tanam: cm , fungsi:

Keadaan tanah permukaan (top soil)
Tekstur (rabaan) : kasar, sedang, halus.
Warna tanah : merah, coklat, hitam, kelabu, putih
Struktur : butir tunggal, remah, gumpal,
Kelengasan : kering, lembab, basah, tergenang

Lahan ada tanaman
Varietas : Jarak tanam :
Umur sekarang : Umur panen :
Pengolahan tanah : traktor 2 roda, traktor 4 roda, sapi, kerbau, manusia
Pupuk hijau : ton/ha, jenis:
Pupuk kandang : ton/ha, jenis: kondisi: segar, dikomposkan
Urea : kg/ha, diberikan : hst, hst, hst
ZA : kg/ha, diberikan : hst, hst, hst
SP-36 : kg/ha, diberikan : hst,
KCl : kg/ha, diberikan : hst,
KNO3 : kg/ha, diberikan : hst,
ZK : kg/ha, diberikan : hst

Pupuk cair : , dosis: L/ha

Kenampakan tanaman:

Praktikum Kesuburan Tanah - 2013 32

Tidak ada tanaman
Ditanam tgl. : Dipanen tgl. :
Tinggi sisa jerami : Jarak rumpun:
Terdapat :
gundukan jerami, mulsa jerami, jerami dibenamkan
bekas jerami yang dibakar menyebar, bekas jerami yang dibakar mengumpul
gundukan pupuk kandang, pupuk kandang disebar
ditumbuhi gulma jenis:

Jerami dimanfaatkan untuk:

Pola tanam
monokultur :
tumpangsari :
rotasi :

Produktivitas
MT I, bulan : , hasil: ton/ha gabah
kering/basah/....
MT II, bulan : , hasil: ton/ha gabah
kering/basah/....
MT III, bulan : , hasil: ton/ha gabah
kering/basah/....




Yogyakarta,
Pengamat (Nama, NIM)
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Praktikum Kesuburan Tanah - 2013 33

CATATAN :

Praktikum Kesuburan Tanah - 2013 34

CATATAN :

Anda mungkin juga menyukai