Anda di halaman 1dari 1

Indikasi tonsilektomi

Tonsilektomi didefinisikan sebagai operasi pengangkatan seluruh


tonsil palatina.2,3 Tonsiloadenoidektomi adalah pengangkatan
tonsil palatina dan jaringan limfoid di nasofaring yang dikenal
sebagai adenoid atau tonsil faringeal
Indikasi yang umum pada saat ini adalah : (1) serangan
tonsilitis berulang, atau tonsilitis kronis, (2) sumbatan jalan
napas atas karena pembesaran tonsil, (3) abses peritonsil, dan
(4) kecurigaan akan adanya keganasan.

Kriteria tonsilitis kronis yang memerlukan tindakan ton-
silektomi, umumnya diambil berdasarkan frekuensi serangan
tonsilitis akut dalam setahun yaitu tonsilitis akut berulang 3 kali
atau lebih dalam setahun atau sakit tenggorokan 4- 6 kali seta-
hun tanpa memperhatikan jumlah serangan tonsilitis akut

Salah satu kuman patogen yang cukup berbahaya yang dapat
dijumpai pada tonsilitis kronik adalah streptokokus beta hemo-
litikus tipe A. Kuman ini menghasilkan streptolisin 0 yang
dapat merangsang terbentuknya anti streptolisin titer 0 (ASTO).
Bila kadarnya dalam darah cukup tinggi (lebih dari 400 u/ml),
dapat menunjukkan adanya infeksi fokal di tonsil

Ada beberapa keadaan yang merupakan kontraindikasi
melakukan pembedahan tonsil karena bila dikerjakan dapat
terjadi komplikasi pada penderita, bahkan mengancam kemati-
an. Keadaan tersebut adalah kelainan hematologik, kelainan
alergi-imunologik dan infeksi akut
Kontraindikasi pada kelainan hematologik adalah anemi,
gangguan' pada sistem hemostasis dan lekemi. Pada kelainan
alergi-imunologik seperti penyakit alergi pada saluran perna-
pasan, sebaiknya tidak dilakukan tonsilektomi bila pengobatan
kurang dari 6 bulan kecuali bila terdapat gejala sumbatan karena
pembesaran tonsil
Kontraindikasi pada kelainan hematologik adalah anemi,
gangguan' pada sistem hemostasis dan lekemi. Pada kelainan
alergi-imunologik seperti penyakit alergi pada saluran perna-
pasan, sebaiknya tidak dilakukan tonsilektomi bila pengobatan
kurang dari 6 bulan kecuali bila terdapat gejala sumbatan karena
pembesaran tonsil

faringitis
Faringitis adalah suatu peradangan pada tenggorokan (faring)
yang biasanya disebabkan oleh infeksi
akut.
Biasanya disebabkan oleh bakteri streptokokus grup A. Namun
bakteri lain seperti n. gonorrhoeae, c.
diphtheria, h. influenza juga dapat menyebabkan faringitis.
Apabila disebabkan oleh infeksi virus biasanya oleh rhinovirus,
adenovirus, parainfluenza virus dan
coxsackie virus.
Faringitis Virus Faringitis Bakteri
Biasanya tidak ditemukan nanah di tenggorokan
Sering ditemukan nanah di tenggorokan
Demam ringan atau tanpa demam
Demam ringan sampai sedang
Jumlah sel darah putih normal atau agak
meningkat
Jumlah sel darah putih meningkat ringan sampai
sedang
Kelenjar getah bening normal atau sedikit
membesar
Pembengkakan ringan sampai sedang pada
kelenjar getah bening
Tes apus tenggorokan memberikan hasil negatif
Tes apus tenggorokan memberikan hasil positif
untuk strep throat
Pada biakan di laboratorium tidak tumbuh bakteri
Bakteri tumbuh pada biakan di laboratorium

Tonsillitis akut. Lebih disebabkan oleh kuman grup A streptokokus
beta hemolitikus, pneumokokus, streptokokus viridian, dan
streptokokus piogenes. Infiltrasi bakteri pada lapisan epitel
jaringan tonsil akan menimbulkan reaksi radang berupa keluarnya
leukosit polimorfonuklear sehingga terbentuk detritus.
Tonsillitis kronik. Bakteri penyebab tonsillitis kronis sama halnya
dengan tonsillitis akut, namun kadang-kadang bakteri berubah
menjadi bakteri golongan gram negatif. Faktor predisposisi
tonsillitis kronis antara lain rangsangan kronis rokok, makanan
tertentu, higiene mulut yang buruk, pengaruh cuaca, kelelahan
fisik, dan pengobatan tonsillitis akut yang tidak adekuat. (rin)

Adenotonsilitis kronis adalah infeksi yang menetap atau berulang
dari tonsil dan adenoid. Definisi adenotonsilitis kronis yang
berulang terdapat pada pasien dengan infeksi 6x atau lebih per
tahun. Ciri khas dari adenotonsilitis kronis adalah kegagalan dari
terapi dengan antibiotik
1. Etiologi
Penyebab yang tersering pada adenotonsilitis kronis
adalah bakteri Streptococcus hemoliticus grupA,
selain karena bakteri tonsilitisdapat disebabkan oleh
virus. Kadang-kadang tonsillitis dapat disebabkan oleh
bakteri seperti spirochaeta, dan Treponema Vincent


1. Indikasi Absolutx6 (AAO)

a. Pembengkakan tonsil yang menyebabkan obstruksi saluran
napas, disfagia berat, gangguan tidur dan komplikasi
kardiopulmoner
b. Abses peritonsil yang tidak membaik dengan pengobatan
medis dan drainase
c. Tonsilitis yang menimbulkan kejang demam
d. Tonsilitis yang membutuhkan biopsi untuk menentukan patologi
anatomi

2. Indikasi Relatifx6 (AAO)

a. Terjadi 3 episode atau lebih infeksi tonsil per tahun dengan
terapi antibiotik adekuat
b. Halitosis akibat tonsilitis kronik yang tidak membaik dengan
pemberian terapi medis
c. Tonsilitis kronik atau berulang pada karier streptokokus yang
tidak membaik dengan pemberian antibiotik -laktamase resisten

Anda mungkin juga menyukai