Anda di halaman 1dari 39

BAB IV: MENGEMBANGKAN SEMANGAT WIRAUSAHA

A. Faktor-faktor yang Memengaruhi Semangat Wirausaha



- Semangat wirausaha adalah jiwa wirausaha yang merupakan kekuatan dalam menjalankan
wirausaha agar sukses sesuai visi yang diharapkan.
- Seorang wirausaha dalam menjalankan usahanya harus mempunyai semangat yang inggi
agar usahanya dapat sukses.
- Faktor-faktor yang memengaruhi semangat seorang wirausaha yaitu:
1. Selalu berpikir positif
2. Selalu berinovasi tanpa henti
3. Selalu termotivasi untuk meraih keberhasilan
4. Memiliki pribadi yang kuat (mental)
5. Selalu ulet dan bekerja keras tanpa henti
6. Selalu menuntut perubahan ke arah yang lebih baik

B. Pengertian Inovasi, Kreativitas, dan Motivasi

INOVASI
Istilah Inovasi diperkenalkan oleh Schumpeter pada 1934, yaitu mengkreasikan dan
mengimplementasikan sesuatu menjadi satu kombinasi.
Inovasi adalah suatu proses mengubah peluang menjadi gagasan dan ide-ide yang dapat
dijual.

Dalam proses penerapan kemampuan, menurut Kuratko, ada 4 jenis inovasi, yaitu:
Invensi (penemuan baru)
Ektensi (pengembangan dari yang sudah ada sebelumnya)
Duplikasi (penggandaan, memperbanyak produk yang sudah ada dan terkenal)
Sintesis (penggabungan atau mengombinasikan konsep dan formula yang sudah ada menjadi
suatu formula
yang baru)

Faktor-faktor yang mendukung untuk tercapainya keberhasilan penerapan kemampuan
inovatif menurut
James Brian Quinn, di antaranya:
Iklim inovasi dan visi
Orientasi pasar
Organisasi yang tetap datar dan kecil
Proses belajar interaktif

Ada beberapa hal yang menjadi sumber penerapan kemampuan berinovatif (Howell dan
Heggins, 1990), yaitu:
Kejadian yang tidak diharapkan
Ketidakharmonisan
Proses sesuai dengan kebutuhan
Perubahan pada industri dan pasar
Perubahan demografi
Perubahan persepsi
Konsep pengetahuan dasar

Inovasi sebagai suatu proses digambarkan sebagai proses yang siklus dan berlangsung terus
menerus. Proses
inovasi adalah sebagai berikut:
1. Inisiasi, yaitu kegiatan yang mencakup keputusan dalam organisasi untuk mengadopsi
inovasi.
2. Pengembangan, kegiatan yang sesuai dengan pengembangan produk dan perencanaan
proses, meliputi
mengeluarkan ide dan memecahkan masalah
3. Implementasi, meliputi penerapan desain inovasi yang dibuat sebelumnya.

Cara-cara mengembangkan kemampuan untuk berpikir inovatif, yaitu:
Milikilah cita-cita
1. Perkayalah sumber ide, banyak membaca dan berdaya ingin tahu yang tinggi
2.Biasakan diri menerima perbedaan dan perubahan pada saat berdiskusi dalam mencari
peluang usaha
3. Tumbuhkan sikap empati, berusaha untuk memahami dan memerhatikan apa yang
dipikirkan dan dirasakan orang lain

KREATIVITAS
Ciri-ciri orang yang berpikir kreatif, di antaranya:
Mandiri
Terbuka
Melihat dengan tidak biasa
Rasa ingin tahu
Menerima perbedaan
Objektif dalam berpikir dan bertindak
Percaya diri
Berani mengambil risiko
Tekun

Langkah untuk membantu menerapkan kemampuan kreativitas seorang wirausaha, dapat
dilakukan dengan
cara berikut:
Rileks, yaitu santai.
Melatih otak.
Menentukan keinginan
Melakukan sesuatu dengan baik
Memfokuskan pada memecahkan permasalahan

Hal-hal yang dapat menunjang kreativitas dapat dilakukan dengan cara:
Komunikasi terbuka
Kenikmatan dalam mencoba ide-ide baru
Kenikmatan bekerja
Menerima adanya kebutuhan akan perubahan
Mengutamakan laporan-laporan pengawasan dan perketat pada peraturan

MOTIVASI
Motivasi adalah kemauan untuk berbuat sesuatu, sedangkan motif adalah kebutuhan,
keinginan, dorongan atau impuls.
Motivasi seseorang bergantung pada kekuatan motifnya.

Teori motivasi yang sangat terkenal adalah Teori Hirarki Kebutuhan yang dikemukakan
Abraham Maslow, teorinya tentang motivasi didasarkan pada dua asumsi, yaitu:
a. Kebutuhan seseorang bergantung dari apa yang dimilikinya
b. Kebutuhan merupakan hirarki dilihat dari pentingnya

Menurut Abraham Maslow, ada lima kategori tingkatan kebutuhan manusia, yaitu:
1. Physiological needs
2. Safety (security)
3. Social (affiliation)
4. Esteem (recognicition)
5. Self (actualization)

Motivasi yang dapat diberikan bisa dengan cara:
a. Memberikan pujian jika berprestasi
b. Memberikan reward (bonus, hadiah)
c. Memberikan perhatian khusus terhadap karyawan yang loyal

Faktor motivator yang dikemukakan dalam Teori Hyigiene adalah sebagai berikut:
1. Prestasi
2. Penghargaan atas pekerjaan
3. Tantangan pekerjaan
4. Bertambah tanggung jawab
5. Ada kemungkinan meningkat lebih maju

C. Sikap Bekerja yang Efektif dan Efisien

Perencanaan sikap dan perilaku bekerja efektif dan efisien sebagai berikut:
1.Masa inkubasi, artinya jika sudah ada usaha yang cocok, biarkan mengendap dulu
2.Analisis sumber perencanaan, yaitu menganalisis untuk mengetahui kekuatan, kelemahan,
peluang dan ancamannya
3.Sasaran jelas, realistis serta dibuat semenarik mungkin

Dua macam kegiatan dalam merencanakan proses kerja efektif dan efisien yaitu:
Kegiatan-kegiatan wirausaha mencakup keahlian menggunakan waktu, tenaga kerja, dan
peralatan kerja
Kegiatan -kegiatan wirausaha mencakup aspek-aspek bisnis yang dianggap rutin, seperti
menyiapkan laporan keuangan, mengelola arus produksi, dan memasarkan produk dan jasa

Jenis-jenis wirausahawan yang memiliki keterampilan khusus sebagai berikut:
Wirausahawan Manager, yaitu seorang wirausaha yang memiliki keahlian untuk memajukan
usaha dengan pengetahuan bisnis modern, serta memperhitungkan secara efektif dan efisien
Wirausahawan Uang, yaitu seorang wirausaha yang memiliki keahlian dalam bidang
menyalurkan dan mengumpulkan dana bergerak dalam pasar uang
Wirausahawan Social Engineer, yaitu seorang wirausaha yang mempunyai keahlian dalam
bidang karya sosial dan moral
Wirausahawan Vak, yaitu seorang wirausaha yang memiliki keahlian di bidang produksi
tertentu

Dan juga wirausahawan harus memandang waku sebagai berikut:
Waktu adalah organisasi keseluruhan dari aktivitas usaha untuk mencapai suatu tujuan
Waktu adalah kekuasaan yang dimiliki sekarang dan akan menentukan kejadian-kejadian di
masa yang datang
Waku adalah ukuran untuk menentukan berapa lama harus bekerja hingga menghasilkan
sesuatu
Waktu adalah nilai uang untuk dapat menghasilkan sesuatu yang dapat dinilai dengan uang.


Faktor-faktor penyebab munculnya semangat wirausaha
Faktor-faktor penyebab munculnya semangat wirausaha
1. Keinginan meniru figur seseorang yang sukses.
Meniru orang sukses bukan hanya sekedar mencari tahu resep sukses mereka, tetapi juga
meniru semangat dan kerja keras mereka. Orang sukses adalah orang yang memiliki
kepribadian positif, maka pelajari karakter positif mereka, yang membawa mereka pada
kesuksesan
2. Rasa suka terhadap tantangan.
Tantangan dalam hidup bukan merupakan hal yang harus dihindari, tetapi justru harus
dihadapi dengan cerdas dan selalu berfikir positif. Karena melalui tantangan-tantangan
tersebut kita ditempa untuk menjadi lebih tangguh
3. Keinginan untuk tetap bertahan hidup.
Hal ini merupakan naluri alamiah manusia, yaitu keinginan untuk mempertahankan
hidupnya atau menyelamatkan hidupnya. Karena keinginan untuk bertahan hiduplah maka
kita harus selalu mengasah kemampuan berfikir untuk mengembangkan hal-hal baru
4. Keinginan untuk memperbaiki taraf hidup yang lebih baik lagi, dari yang dijalan
Manusia merupakan sosok yang memiliki kecerdasaan dan perasaan. Maka selain bertahan
hidup, secara naluri manusia juga berkeinginan dan berusaha untuk membuat hidup lebih
nyaman dan lebih baik
5. Kegagalan yang dialami dalam meniti karir pekerjaan
Kegagalan merupakan kesuksesan yang tertunda. Kita harus belajar dari kegagagalan kita
sehingga muncul semagat baru untuk lebih berhasil
6. Adanya cita-cita untuk menjadi pengusaha.
Setiap manusia yang hidup pasti mempunyai cita-cita yang ingin digapai. Cita-cita tersebut
merupakan harapan seseorang di masa yang akan datang, untuk mewujudkan cita-cita
menjadi pengusaha, maka kita harus terus belajar dan berani berusaha


Materi IV : Mengembangkan Semangat Wirausaha (1)
MENGEMBANGKAN SEMANGAT WIRAUSAHA (1)
Oleh : M. Ichsan Amir Mujahid
A. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SEMANGAT KERJA WIRAUSAHA
Semangat kerja wirausaha sangat dipengaruhi oleh
beberapa faktor, di antaranya:
1. Peluang usaha atau bisnisnya
2. Minat dalam usaha atau bisnisnya
3. Modalnya, apakah sudah tersedia
4. Relasinya, apakah dari keluarga, teman yang sudah menekuni usaha yang sama.
Faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi semangat kerja wirausaha antara lain
faktor dukungan keluarga, famili, teman, pengalaman usaha, keadaan ekonomi,
keadaan lapangan kerja, dan sumber daya yang tersedia. Selanjutnya, masih ada
faktor lain yang dapat mempengaruhi semangat kerja wirausaha, yaitu pertimbangan
antara pengalaman dengan spirit, energi, dan rasa optimis dalam keberhasilan
usaha atau bisnisnya.
Di dalam mengembangkan semangat kerja wirausaha, Murphy and Peck (1980:8)
mengembangkan delapan anak tangga untuk mencapai puncak karir dalam
berwirausaha. Delapan anak tangga tersebut digunakan untuk mengembangkan
semangat kerjanya dan profesinya dengan syarat:
1. Mau bekerja keras (capacity for hard work)
2. Bekerja sama dengan orang lain (getting thing done with and thought people)
3. Penampilan yang baik (good appearance)
4. Mempunyai keyakinan (self confidence)
5. Pandai membuat keputusan (making sound decision)
6. Mau menambah pengetahuan (college education)
7. Ambisi untuk maju (ambition drive)
8. pandai berkomunikasi (ability communicate)
Adapun letak keberhasilan di dalam mengembangkan semangat kerja wirausaha
ditentukan oleh:
1. Kemampuan merumuskan tujuan usaha
2. Pemahaman tentang hakikat dan makna berwirausaha
3. Sikap dan kemauan serta tindakan-tindakannya
4. Keberanian untuk mengambil inisiatif dan inovatif
5. Kecakapan dalam mengelola usaha
6. Kratifitas dan percaya diri
7. Pengalaman dan pendidikannya
B. INOVASI, KREATIVITAS, DAN MOTIVASI
1. Pengertian Inovasi
Inovasi berasal dari bahas inggris yaitu innovation, yang artinya segala hal yang
baru atau pembaruan. Inovator adalah orang atau sesuatu yang mendatangkan hal-
hal yang baru. Wirausaha yang sukses dalam usahanya, selalu menggunakan
inovasi dalam pembuatan produknya atau pelayanannya yang unik, aneh, khusus
dan baru, sehingga tidak memandang usaha yang lain sebagai pesaing.
Inovasi bukanlah suatu temuan yang luar biasa, tetapi suatu temuan yang
menyebabkan berdayagunanya sumber ekonomi ke arah yang lebih produktif.
Adanya inovasi dari wirausaha akan mendorong semangat kerja di dalam usahanya
atau bisnisnya. Adapun faktor-faktor yang mendorong inovasi, yaitu adanya peluang
usaha, pengalaman, dan kreativitasnya.
Pada umumnya faktor-faktor inovasi yang dapat mempengaruhi semangat kerja
wirausaha di sini adalah:
a. Kesempatan untuk memperoleh keuntungan
b. Minat dan keinginan wirausaha sendiri untuk berwirausaha
c. Kesempatan untuk menjadi BOS
d. Kebebasan di dalam manajemen usaha.
Di dalam prosesnya, penerapan kemampuan di dalam berinovatif, menurut Kuratko
(1955) ada empat jenis inovatif, yaitu:
a. Invensi (penemuan)
b. Ekstensi (pengembangan)
c. Duplikasi (penggandaan)
d. Sintesis.
2. Pengertian Kreativitas
Goman (1991) menjelaskan bahwa inovasi itu merupakan penerapan secara praktis
mengenai gagasan-gagasan yang kreatif. Inovasi tercipta karena adanya kreativitas
yang tinggi.Conny Setiawan (1984), menjelaskan bahwa kreativitas itu adalah
sebagai kemampuan untuk menciptakan suatu produk baru. Dengan perkataan lain,
kreativitas itu adalah sebagai berikut:
a. Kreativitas adalah kemampuan untuk mebuat kombinasi-kombinasi baru atau
melihat hubungan-hubungan baru antara unsur, data, dan variabel yang sudah ada
sebelumnya
b. Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru,
baik berupa gagasan maupun karya yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada
sebelumnya..
Semangat etos kerja yang tinggi seorang wirausaha, terletak pada kreativitas dan
rasa percaya diri sendiri untuk maju dalam berwirausaha. Menurut De Bono,
pemikiran kreativitas itu merupakan motivator yang sangat besar, karena membuat
orang sangat tertarik akan pekerjaannya. Dengan mengembangkan kreativitas,
seorang wirausaha akan mampu meningkatkan:
a. Keterampilannya
b. Semangat kerjanya
c. Mutu produk
d. Efisien kerjanya
e. Inisiatif kerjanya
f. Keuntungan usahanya.
3. Pengertian Motivasi
Di dalam semangat kerjanya, wirausaha dipengaruhi oleh adanya motivasi dengan
berbagai cara.. disinilah letaknya peran penting dari motivasi. Motivasi itu
sebenarnya apa? Motivasi adalah kemauan untuk berbuat sesuatu, sedangkan motif
adalah kebutuhan, keinginan, dan dorongan untuk maju. Daya dorong untuk lebih
maju dalam berwirausaha dan berkembang di dalam diri wirausaha disebut motivasi.
Jadi motivasi itu adalah sesuatu perangsang dan pendorong bagi wirausaha agar
dapat mengembangkan semangat kerjanya.
Dengan kata lain, motivasi merupakan pendorong semangat kerja dan segala daya
dengan hasil guna yang baik, serta meningkatkan rasa kepuasan di dalam bekerja.
Adapun yang dimaksud dengan prinsip motivasi adalah prinsip memberi dorongan
untuk membangkitkan minat berkomunikasi dengan seseorang, kelompok, dan
masyarakat pada umumnya. Dengan adanya teknik komunikasi dan prinsip motivasi,
diharapkan dapat mengembangkan semangat kerja wirausaha.
C. PRINSIP-PRINSIP BEKERJA EFEKTIF DAN EFISIEN
1. Pengertian Efektif dan Efisien
Efektif adalah suatu pekerjaan yang dapat diselesaikan tepat waktu, sesuai dengan
rencana yang telah ditetapkan. Dengan kata lain, efektif adalah sampai tingkat
apakah tujuan itu sudah dicapai dalam arti kualitas dan kuantitas.
Efisien adalah perbandingan yang terbaik antara input dan output, antara daya
usaha dan hasil usaha, atau antara pengeluaran dan pendapatan. Dengan kata lain,
efisien adalah segala sesuatu yang dikerjakan dengan berdaya guna atau segala
sesuatunya dapat siselesaikan dengan tepat, cepat, hemat, dan selamat.
a. Tepat; artinya kena sasaran sesuai dengan yang diinginkannya atau semua yang
dicita-citakan tercapai
b. Cepat; artinya tidak menghabiskan waktu yang tidak perlu. Pekerjaannya selesai
dengan tepat sebelum waktu yang ditetapkan
c. Hemat; artinya dengan biaya yang sekecil-kecilnya tanpa adanya pemborosan
dalam bidang pekerjaan apa pun
d. Selamat; artinya segala sesuatu sampai pada tujuan pekerjaan yang dimaksud,
tanpa mengalami hambatan-hambatan, kelemahan-kelemahan, atau kemacetan-
kemacetan.
Orang-orang yang berhasil dalam bisnis adalah yang mau bekerja keras, tahan
menderita, dan mau berjuang untuk memperbaiki nasibnya. Adapun perencanaan
perilaku bekerja efektif dan efisien yaitu sebagai berikut:
a. Masa inkubasi
b. Analisis sumber perencanaan
c. Sasaran jelas, realistis, dan menggairahkan
2. Pentingnya bekerja efektif dan efisien melalui latihan
Dengan adanya latihan, karyawan akan berkembang lebih cepat dan bekerja lebih
efektif dan efisien. Dengan adanya latihan, berarti perusahaan yang bersangkutan
akan memperoleh karyawan yang ahli dan terampil dalam melaksanakan
pekerjaannya. Dengan adanya latihan, berarti akan menjamin tersedianya tenaga
kerja yang mempunyai keahlian khusus, mempunyai keterampilan dan dapat
mempergunakan pikirannya secara efektif dan efisien.
Dibawah ini dikemukakan beberapa pendapat para ahli tentang kepentingan dan
manfaat latihan.
a. D. Yoder :
1) Untuk stabilitas pegawai
2) Untuk memperbaiki cara bekerja.
b. D. Latenier : Pegawai lebih berkembang, lebih cekatan, dan lebih baik.
c. J. Tiffen :
1) Pegawai akan melaksanakan tugas lebih baik
2) Cara bekerja lebih baik.
d. F.W. Taylor :
1) Memilih karyawan terbaik
2) Melaksanakan pekerjaan lebih baik.
Latihan dapat dilaksanakan dengan cara sebagai berikut:
a. Apprentice training
Cara ini dapat dilaksanakan dengan cara mengerjakan semua tuga dengan sebaik-
baiknya.
b. On job training
Cara ini dapat dilaksanakan dengan menetapkan pegawai baru untuk memangku
suatu jabatan.
Pembinaan efektivitas dan efisiensi kerja kerja ke arah pengaturan secara maksimal,
yaitu dengan memberikan latihan kerja yang baik, serta dalam rangka tugasnya
untuk perkembangan technical skill dan managerial skill.
Untuk pengendalian usaha efektif dan efisien, diperlukan berbagai tindakan dari para
wirausahawan, yaitu dengan menentukan standar kerja, menilai prestasi kerja, dan
mengendalikannya.
3. Merencanakan proses bekerja efektif dan efisien
Pada umumnya terdapat dua macam kegiatan dalam merencanakan proses kerja
efektif dan efisien, yakni sebagai berikut.
a. Kegiatan-kegiatan wirausahawan mencakup keahlian menggunakan waktu, tenaga
kerja, dan peralatan kerja.
b. Kegiatan-kegiatan wirausahawan mencakup aspek-aspek bisnis yang dianggap
rutin. Hal ini meliputi menyiapkan laporan keuangan, monitor, merevisi anggaran,
mengelola arus produksi, serta memasarkan produk dan jasa.
Adapun proses kerja efektif dan efisien berkaitan dengan bidang-bidang berikut ini :
a. Keahlian dan Keterampilan
1) Bidang-bidang keahlian yang dimiliki para wirausahawan
a) Keahlian dalam bidang Teknologi
b) Perkembangan perekonomian
2) Jenis-jenis keterampilan yang harus dimiliki oleh para wirausahawan
a) Tata buku atau akuntansi;
b) Mengetik;
c) Steno;
d) Bahasa Asing;
e) Pengetahuan asuransi;
f) Pengetahuan pajak;
g) Pengetahuan hukum;
h) Pengetahuan perbankan;
i) Teknik dan organisasi bisnis;
j) Impor dan ekspor dalam bisnis.
3) Jenis-jenis wirausahawan yang mempunyai keahlian khusus
a) wirausahawan sebagai Manajer
b) wirausahawan sebagai uang
c) wirausahawan sebagai social engineer
d) wirausahawan sebagai vak
b. Menggunakan waktu
Kemampuan menggunakan waktu dengan tepat, efektif, efisien, dan
menguntungkan, merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh
wirausawan. Agar para wirausahawan dapat menggunakan waktu dengan efektif
dan efisien, ada beberapa pertanyaan yang harus djawabnya.
1) Sudahkan mengadakan pembagian waktu menurut semestinya?
2) Apakah pengeluaran-pengeluaran yang dilakukan tepat objek dan tepat waktu?
3) Digunakan untuk apa waktu-waktu yang akan datang?
4) Apakah telah menggunakan waktu yang ada?
5) Apakah telah membuang waktu dengan sia-sia?
6) Berapa lama waktu digunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat?
7) Bagaimana harus membagi waktu agar bermanfaat?
c. Peranan tenaga
1) Tenaga kerja
Peranan tenaga kerja yang efektif dan efisien, akan semakin besar bagi perusahaan
yang menggunakan mesin-mesin, terutama dalam hal ketertiban, keahlian,
keterampilan, dan kecakapan.
2) Pembangkit tenaga (power)
Kekurangan tenaga listri dalam perusahaan, mengakibatkan pemakaian mesin-
mesin dan produksi menjadi terbatas. Untuk mendapatkan pembangkit tenaga listrik
dalam jumlah yang cukup besar, dapat digunakan dua macam cara:
a) Menggunakan jasa listrik perusahaan listrik negara (PLN)
b) Mengusahakan sumber pembangkit listrik sendiri.
d. Alat-alat produksi
Para wirausahawan harus dapat menggunakan dan memelihara alat-alat produksi
dengan efektif dan efisien. Semua lat produksi yang dimiliki harus dapat berdaya
guna secara wajar.

D. MENERAPKAN PERILAKU BELAJAR EFEKTIF DAN EFISIEN

1. Prinsip dan ciri perilaku belajar
Prinsip-prinsip umum perilaku belajar efektif dan efisien menurut Silverman (1970):
a. Proses perilaku belajar sangat efektif dan efisien bila diperkuat dengan respon yang
benar
b. Terdapat banyak macam perilaku belajar yang kesemuanya memerlukan proses
belajar dan latihan berbeda
c. Proses perilaku belajar akan efektif dan efisien bila dimengerti, dan kurang berhasil
jika dilakukan dengan menghafal
d. Persepsi belajar ditentukan oleh seberapa baik dan seberapa banyak dapat diserap
e. Pelajar, belajar apa yang dikerjakan
f. Orang dapat belajar lebih efektif dan efisien, bila mereka mengetahui batas-batas
kemampuannya
g. Frekuensi respon yang diperkuat, ditentukan oleh seberapa baik respon itu dapat
dipelajari
h. Kondisi motivasional dapat mempengaruhi efektivitas dan efisiensi, serta pemberian
hadiah dapat memajukan peranan penting dalam menampilkan perilaku belajar
i. Praktek dalam berbagai bidang usaha atau bisnis akan mendorong terciptanya
penerapan proses perilaku belajar secara efektif dan efisien
2. Komponen prilaku belajar
Agar dapat efektif membelajarkan diri, sehingga dapat berkembang secara dinamis,
kreatif, efektif, dan efisien maka harus ditanamkan pemikiran beberapa komponen
perilaku belajar, sebagai berikut:
a. Pengajaran unit
Agar dapat efektif membelajarkan diri, sehingga dapat berkembang secara dinamis,
kreatif, efektif, dan efisien maka harus ditanamkan pemikiran beberapa komponen
perilaku belajar, sebagai berikut:
1) Belajar membuat perencanaan usaha atau bisnis;
2) Belajar mengembangkan diri pribadi secara efektif dan efisien;
3) Belajar memecahkan suatu permasalahan dalam berwirausaha;
4) Belajar bekerja atau magang di berbagai usaha atau bisnis;
5) Belajar secara ilmiah dalam berwirausaha;
6) Belajar mengembangkan sikap mental berwirausaha;
7) Belajar bekerja sama dengan wirausahawan;
8) Belajar mengenal dunia kerja serta perkembangan lingkungannya
b. Pengertian perilaku hasil belajar
Pengertian perilaku hasil belajar secara efektif dan efisien, hendaknya dicapai
melalui:
1) Keterampilan berwirausaha;
2) Nilai moral berwirausaha;
3) kepekaan terhadap lingkungan perilaku belajar;
4) SIKAP mental berwirausaha;
5) Apresiasi dalam berwirausaha.
c. Bersikap dinamis
Bersikap dinamis sangat penting untuk penerapan perilaku belajar yang tadinya
pasif dan statis menjadi terbuka. Begitu pula dinamis terhadap inovasi, kreasi, dan
melatih kepekaan hidup melalui berwirausaha.
d. Aktivitas belajar
Agar lebih aktif belajar efektif dan efisien maka aktivitas belajar hendaknya meliputi
mendengarkan, menulis, menilai, berhitung, berbicara, menyimpulkan,
mengorganisir, menganalisis, dan menarik kesimpulan belajar berwirausaha.
e. Pembicaraan sistem bimbingan belajar
Sistem bimbingan belajar wirausaha secara klasikal mengandung kelemahan, yaitu
kurangnya perhatian dan pelayanan terhadap perbedaan individu, serta
perkembangan pribadi yang dinamis, kreatif, inovatif, efektif, dan efisien. Agar
mereka aktif dalam melaksanakan perilaku belajar efektif dan efisien, harus
ditanamkan dan dikembangkan kondisi, serta adanya kesempatan untuk
memberikan bimbingan belajar secara individual.
E. MENERAPKAN SIKAP BEKERJA EFEKTIF DAN EFISIEN
1. Penerapan kesempatan bekerja
Diperlukan berbagai kebijaksanaan yang menyeluruh, seperti pendidikan
keterampilan, pendidikan kegiatan kerja, pembangunan industri, pembangunan
prasaran, pemilihan teknologi, dan lain sebagainya. Agar dapat mencapai tujuan
sikap bekerja efektif dan efisien para wirausahawan diharapkan:
a. Aktif dan kreatif daripada berpikir kritis. Di sini harus menciptakan sikap bekerja
efektif dan efisien, serta mengembangkan daya cipta yang positif
b. Mengubah kebiasan mencari kerja dengan menciptakan pekerjaan, yaitu selalu
sibuk dan menerapkan perilaku bekerja efektif dan efisien, dalam setiap kesempatan
yang ada.
2. Kepercayaan dan keberanian bekerja
Menerapkan perilaku bekerja efektif dan efisien, perlu dikembangkan dalam
berbagai bidang atau vak tertentu menjurus pada efektivitas usaha atau bisnis.
Menanamkan perilaku bekerja efektif dan efisien perlu diterapkan dan ditingkatkan
dengan jalan:
a. Pembinaan dan pengembangan bekerja;
b. bimbingan penyuluhan dan pengawasan bekerja;
c. Memotivasi pekerja agar mau bekerja lebih aktif, kreatif dan inovatif.
Menerapkan sikap bekerja efektif dan efisien, harus dijalankan dengan terarah dan
baik, yaitu:
a. Bekerja merupakan kebiasaan dan pengalaman dan vak bakat sendiri;
b. Bekerja harus luwes dan menyenangkan dalam pergaulan.
3. Ciri-ciri sikap bekerja baik
Ketidakefektifan dan ketidakefisienan bekerja, justru terdapat pada wirausahawan
yang sering tidak berada dalam kelompok kerjanya. Ketidakefektifan dan
ketidakefisienan bekerja, sangat dipengaruhi oleh berbagai aspek ketenagakerjaan.
Ketenagakerjaan tergantung dalam kategori berikut ini:
a. Dilligence (kerajinan, kerja keras);
b. Dedication (pengabdian);
c. Integrity (keutuhan, watak);
d. Responsiblenness (rasa tanggung jawab);
e. Carefullness (kehati-hatian);
f. Versatility (keserbabisaan);
g. Innovativeness (daya pembaruan);
h. Cooperativeness (semangat kerjasama);
i. Eageerness to Learn besides Skills fullness (Hasrat besar untuk belajar dan
kemahiran).
4. Motivasi dalam bekerja
Pandangan secara konvensional, bekerja itu sebagai sarana untuk mendapatkan
kebutuhan. Akan tetapi, dalam pandangan yang maju, bekerja bukanlah sekedar
sarana, melainkan ada dimensi-dimensi lain yang perlu dipikirkan. Salah satu
dimensi itu adalah menggangap bahwa bekerja itu justru sebagai suatu kebutuhan.
Untuk memperdalam tentang motivasi, hendaknya wirausaha memahami hal-hal
yang berhubungan dengan kebutuhan hidup. Menurut Abraham H. Maslow (1954),
kebutuhan-kebutuhan yang berhubungan dengan masalah motivasi, yaitu:
a. Kebutuhan fisiologi misalnya, makan, minum, istirahat, tidur, dan sebagainya..
b. Kebutuhan akan rasa aman misalnya, bebas dari ancaman fisik dan psikis.
c. Kebutuhan akan penghargaan misalnya, penghargaan akan kemampuan,
kompetensi, dan percaya diri.
d. Kebutuhan untuk aktualisasi diri misalnya, mengembangkan potensi-potensinya
semaksimal mungkin.
F. PENGARUH SEMANGAT KERJA KEHIDUPAN DI SEKOLAH DAN DI
LINGKUNGAN
1. Semangat kerja wirausaha
Wirausaha adalah orang-orang yang terampil memanfaatkan peluang- peluang
usaha. Adapun yang menjadi pengaruh dasar dalam semangat kerja kehidupan
wirausaha sehari-hari terletak pada:
a. Kreativitas, motivasi, dan rasa percaya diri;
b. Sikap disiplin dan kemauan untuk memajukan usahanya;
c. Keberanian berinisiatif dan berinovatif dalam usahanya;
d. Sikap bekerja efektif dan efisien dalam usahanya;
e. Minat dan kemauan dalam berwirausaha.
2. Persyaratan semangat kerja
Agar para siswa mempunyai semangat kerja seperti wirausaha dan berhasil di
dalam perjuangan usahanya, maka persyaratan yang harus dipenuhi adalah sebagai
berikut:
a. Memiliki kepribadian unggul:
b. Mengenal diri sendiri:
c. Mengetahui dan memperhatikan:
d. Memiliki kekayaan pribadi:
e. Kemauan untuk belajar:
f. Mempunyai keahlian khusus:
3. Tujuan semangat kerja
Semangat kerja wirausahawan cukup besar pengaruhnya di dalam kehidupan para
siswa keseharian di sekolah dan lingkungannya. Secara lebih rinci, tujuan pribadi
para siswa tersebut, yaitu ingin:
a. Meningkatkan prestise pribadinya;
b. Menciptakan kesan bonafit;
c. Memperoleh suatu kemajuan;
d. Meningkatkan kegiatan belajarnya secara efektif dan efisien;
e. Mempertahankan kontinuitas belajarnya;
f. Menemukan hal-hal yang baru di dalam belajar kewirausahaan;
g. Meningkatkan semangat belajar dan kerjanya.
Berdasarkan hasil analisis dan penghayatan mengenai semangat kerja wirausaha,
faktor-faktor yang menunjang keberhasilan dan dapat mempengaruhi para siswa di
sekolah dan lingkungannya, yaitu sebagai berikut:
a. Semangat kerjanya penuh keyakinan;
b. Semangat kerjanya penuh ketekunan dan tekad yang terarah;
c. Semangat kerjanya memakai pola pikir dengan gagasan atau ide-ide yang positif;
d. Semangat kerjanya didasarkan pada:
1) Kemampuan sendiri;
2) Bakat dan minat yang dimilikinya;
3) Pengalaman sendiri;
4) Kesungguhan dalam berusaha;
e. Semangat kerjanya penuh kegairahan dan ketabahan;
f. Semangat kerjanya tidak terpengaruh oleh pekerjaan lainnya.


A4. Mengembangkan semangat wirausaha

Standar kompetensi : A. Mengaktulisasikan sikap dan perilaku wirausaha
Kompetensi dasar : A4. Mengembangkan semangat wirausaha


A.Faktor- factor yang mempengaruhi semangat kerja wirausaha
1. factor factornya
semangat kerja wirausaha sangat dipengaruhi oleh beberapa factor , diantaranya :
a. peluang usaha atau bisnisnya ,
b. minat dalam usaha atau bisnisnya .
c. modalnya, apakah sudah tersedia atau belum
d. realisasinya ,apakah dari keluarga ,teman yang sudah menekuni usaha yang sama atau
usaha yang akan dikembangkan ada relevansinya dengan usaha tersebut .

factor factor lainnya yang dapat mempengaruhi semangat kerja wirausaha antara lain factor
dukungan keluarga, family, teman, pengalaman usaha , keadaan ekonomi , keadaan lapangan
kerja, dan sumber daya yang tersedia

B. Pengertian Inovasi, kreativitas, dan motivasi
1. Inovasi
Adalah penerapan secara praktis gagasan yang kreatif. Inovasi sudah dikenal sebagai salah
salah satu fungsi penting dalam proses kewirausahaan. Inovasi merupakan salah satu proses
mengubah peluang menjadi gagasan dan ide-ide yang dapat dijual. Seorang wirausaha
dikenal mempunyai kemampuan menggabungkan imanjinasi dan pikiran kreatif secara
sistematis dan logis adalah seorang wirausaha yang berinovasi tinggi. Kombinasi itu menjadi
bekal penting bagi keberhasilan berwirausaha. Adanya inovasi merupakan salah satu hal yang
sangat penting di dalam proses produksi dan pelayanan. Oleh karena itu, jika seorang
wirausahawan ingin sukses di dalam usahanya, ia harus membuat produk-produknya dengan
inovasi baru.
Ada beberapa hal yang harus dijadikan dasar untuk meningkatkan kemampuan inovasi
produk dan pelayanannya, yaitu :
1. Berorientasi kepada tindakan untuk berinovasi
2. Buatlah produk secara inovatif dengan proses sederhana, mudah dipahami dan
dikerjakan.
3. Mulailah membuat produk dengan inovasi yang terkecil
4. Menentukan tujuan dalam berinovasi
5. Menjalankan uji coba dan merevisinya
6. Mulailah belajar berinovasi dari pengalaman
7. Mengikuti jadwal yang sudah ditentukan di dalam berinovasi
8. Menghargai karyawan yang memiliki gagasan inovatif
9. Mempunyai keyakinan dan kerja-kerja dengan inovasi dan resiko

1. Kreativitas
Sifat keorisinilan seorang wirausaha menuntut adanya kreativitas dalam pelaksanaan
tugasnya. Kreativitas menghadirkan suatu gagasan baru bagi Anda. Inovasi adalah penerapan
secara praktis gagasan yang kreatif. (Carol Kinsey Goman, 1991:2). Kreativitas diartikan
sebagai kemampuan untuk menciptakan suatu produk baru. Produk baru tidak perlu
seluruhnya baru, tetapi dapat merupakan bagian-bagian produk saja. Kreativitas juga
merupakan kemampuan seseorang untuk melahirkan sesutau yang baru, baik berupa gagasan
maupun karya nyata, yang relative berbedad dengan apa yang ada sebelumnya.
Berdasarkan analisis factor, Guilforrd menemukan bahwa ada lima sifat yang menjadi
ciri kemampuan berpikir kreatif, yaitu kelancaran, keluwesan, keaslian, penguraian, dan
perumusan kembali.
Kelancaran adalah kemampuan untuk menghasilkan banyak gagasan. Keluwesan adalah
kemampuan untuk mengemukakan bermacam-macam pemecahan atau pendekatan terhadap
masalah. Orisininalitas adalah kemampuan untuk mencetuskan gagasan dengan cara-cara yng
asli, tidak klise. Elborasi adalah menguraikan sesuatu secara terinci. Redefinisi adalah
meninjau suatu persoalan berdasarkan prespektif yang berbeda dengan apa yang diketahui
oleh banyak orang.
Hubungan Kreativitas dengan intelegensi
Kreativitas dan intelegensi memiliki perbedaan. Orang syang kreatif belum tentu
intelegensinya tinggi, dan sebaliknya. Para peneliti membuat empat variasi tentang hubungan
kreativitas dengan intelegensi, yaitu :
1. Kreativitas rendah, intelegensi rendah c. Kreativitas rendah, intelegensi tinggi
2. Kreativitas tinggi, intelegensi tinggi d. Kreatvitas tinggi, intelegensi rendah
Bagi kalangan wirausaha, tingkat kreativitas ini akan sangat menunjang kemajuan bisnisnya.
Hal ini dapat dilihat pada masyarakat Jepang. Orang Jepang sangat terkenal dengan keuletan
mereka sehingga mereka mengalami kemajuan luar biasa setelah PD II. Apa rahasia orang
Jepang tersebut? Apabila kreativitas diartikan sebagai kemampuan menciptakan kombinasi-
kombinasi baru dari hal-hal yang sudah ada sehingga menghasilkan sesuatu yang baru, maka
orang Jepang adalah ahlinya. Juga kemampuan member makna terhadap sesuatu yang berarti
sehingga menjadi lebih berarti. Mereka adalah tipe pekerja keras. Keuntungan dan uang lebih
penting, tetepi tidak lebih penting dari usaha kerja keras. Perilaku positif orang Jepang sangat
menunjang keberhasilan bisinis mereka.
Ciri-ciri wirausaha yang kreatif
1. Pintar tetapi tidak harus brilian
2. Berkemampuan dalam menjalankan ide-ide yang berbeda dalam waktu yang singkat
3. Memiliki pandangan yang positif terhadap diri sendiri
4. Peka terhadap lingkungan dan perasaan orang-orang sekitarnya
5. Termotivasi oleh masalah-masalah yang menantang
6. Dapat memendam keputusan sampai cukup fakta-faktanya terkumpul
7. Menghargai kebebasan dan tidak hanya memerlukan persetujuan teman-temannya
8. Fleksibel
9. Lebih mementingakan arti dan implikasi sebuah problem daripada detailnya.

1. Motivasi
Motivasi dimaksudkan untuk menimbulkan semangat kerja atau suasana sedemikian rupa
sehingga karyawan melaksanakan pekerjaan dengan penuh gairah. Bagi tiap karyawan
motivasi ini tidak sama karena adanya perbedaan tujuan dan kebutuhan masing-masing
karyawan untuk bekerja. Keberkatkan hasilan seorang pemimpin membangkitkan gairah
kerja tergantung kemampuannya untuk memahami kebutuhan, emosi, dan gagasan karyawan.
Motivasi yang diberikan mungkin berupa insentif yang dapat dinilai dengan uang atau yang
tidak dapat dinilai dengan utaang, di antaranya berupa:
1.Gaji/upah yang layak 6. Kondisi lingkungan yang baik
2.Pekerjaan yang menarik 7. Tata tertib dan disiplin yang bijaksana
3.Kesempatan naik pangkat 8. Setia kawan antar karyawan
4.Diserahi tanggung jawab 9. Jaminan pekerjaan yang tetap
5.Penghargaan atas pekerjaan yang diselesaikan
Jika perusahaan maju, karyawan ikut maju dan jika perusahaan ambruk, otomatis karyawan
akan ikut kena getahnya. Kegairahan kerja akan muncul jika pimpinan mau menghargai
prestasi karyawan, penuh pengertian, simpatik, jujur, dan tidak mementingkan diri sendiri.
Dalam hal ini pendekatan dari hati ke hati akan sangat menolong.
Tujuan motivasi
1.
A. Untuk mengubah perilaku pegawai sesuai dengan keinginan
B. Meningkatkan gairah kerja
C. Meningkatkan disiplin kerja
D. Menjaga kestabilan
E. Untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai
F. Untuk menongkatkan prestasi pegawai
G. Mempertinggi moral pegawai
H. Mempertinggi rasa tanggung jawab pada tugas
I. Meningkatkan produktivitas dan efisiensi
J. Memperdalam kecintaan pegawai pada pekerjaannya
K. Untuk memperbesar partisipasi pegawai
Alat-alat motivasi
1. Material insentif, yaitu imbalan prestasi berupa upah, barang, dan sejenisnya
2. Nonmaterial insentif, imbalan prestasi yang tidak berbentuk materi, melainkan
penempatan yang tepat, latihan yang sistematis, promosi yang objektif, pekerjaan
yang terjamin, piagam penghargaan, bintang jasa, dan pengakuan yang wajar.
Jenis-jenis motivasi
1. Motivasi positif, suatu dorongan yang bersifat positif, artinya jika pegawai yang
menghasikan prestasi di atas standar, ia diberi insentif berupa hadiah.
2. Motivasi negatif, adalh mendorong bawahan dengan ancaman hukuman, artinya jika
prestasi kurang dari standar akan dikenakan hukuman, sedangkan jika prestasinya di
atas standar tidak diberi hadiah.
1. Pengertian Produktivitas, Efektivitas, dan Efisiensi
1. Produktivitas
Ada yang menyatakan bahwa produktivitas ialah kuantitas atau volume dari produk atau jasa
yang dihasilkan. Akan tetapi, banyak pandangan menyatakan bahwa produktivitas bukan
hanya kuantitas, tetapi juga kualitas produk yang dihasilkan, yang harus juga dipakai sebagai
pertimbangan mengukur tingkat produktivitas. Dalam menentukan produktivitas tidak hanya
dilihat dari faktor kuantitas saja, tetapi juga faktor kualitasnya. Jika seseorang menghasilkan
20 unit produk bulan yang lalu, dan sekarang menghasilkan 22 unit, maka dikatakan
produktivitasnya naik, dengan kualitas yang lebih baik, maka dikatakan produktivitasnya juga
meningkat.
Ada tiga ukuran produktvitas yang harus dipertimbangkan dalam mengelola
organisasi, yaitu:
1. Untuk tujuan strategi, apakah organisasi sudah benar, sesuai dengan apa yang telah
digariskan.
2. Efektifitas, sampai tingkat manakah tujuan itu sudah dcapai dalam arti kuantitas dan
kualitas.
3. Efisiensi, bagaimana perbandingan output dibagi input, dimana pengukuran output
termasuk di dalamnya kuantitas dan kualitas.
Ada tiga kekuatan internal yang berpengaruh pada produktivitas, yaitu :
1. Managerial Processes, menyangkut perihal merencanakan organisasi, mengintegrasi,
dan mengawasi segala kegiatan. Jika organisasi strukturnya tidak benar, pekerjaan
aemrawut, pengawasan lemah, maka tingkat produktivitasnya akan menurun.
2. Managerial Leadership, berhubungan dengan tujuan perusahaan, penyediaan kondisi
kerja, ruangan, ventilasi, peralatan, yang dapat mendorong pekerja bekerja lebih giat
dan semangat.
3. Motivation, yaitu faktor-faktor yang dapat memotivasi karyawan untuk bekerja lebih
produktif, meningkatkan prestasi, mengurangi kesalahan, dan meningkatkan efisiensi.
Kemudian ada tiga kekuatan eksternal yang juga mempengaruhi yaitu :
1. Government Regulation, yaitu peraturan-peratuaran yang dibuat oleh pemerintah. Hal
ini dapat menurunkan, maupun meningkatkan produktivitas.
2. Union, organisasi karyawan, serikat pekerja. Hal ini juga dapat menurunkan, maupun
meningkatkan produktivitas. Dalam hal ini harus dijaga bagaimana dapat terjalin
hubungan harmonis antara manajemen dengan karyawan melalui serikat pekerja.
3. Innovation, menyangkut penemuan baru dalam bidang teknologi yang menyebabkan
alat produksi lama menjadi kuno, tidak efisien, ketinggalan mode. Siapa yang lebih
cepat menerapkan teknologi baru, biasanya akan mendahului para pesaingnya dan
dapat memenangkan persaingan yang terjadi di pasar.



C. Prinsip prinsip bekerja efektif dan efesien

Efektif adalah suatu pekerjaan yang dapat diselesaikan tepat waktu , sesuai dengan
rencana yang telah ditetapkan .dengan perkataan lain , efektif adalah sampai tingkat apakah
tujuan itu sudah dicapai dalam arti kualitas dan kuantitas .
Efisien adalah perbandingan yang tebaik antara input dan output , antara daya usaha
dan hasil usaha ,atau antara pengeluaran dan pendapatan .dengan perkataan lain , efesien
adalah segala seseuatu yang dikerjakan dengan berdaya guna atau segala sesuatunya dapat
diselesaikan dengan tepat ,cepat ,hemat dan selamat .
Para wirausaha selalu mengutamakan prestasi dahulu , baru kemudian prestise ,bukan
sebaliknya .menanamankan kerja secara efektif dan efesien ,dapat menggerakan motivasi
untuk bekerja sungguh sungguh .




2. Pentingnya bekerja efektif dan efisien melalui latihan
Pentingnya menanamkan kerja efektif dan efesien melalui latihan , yaitu sebagai berikut :

1) Untuk meningkatkan kemampuan bekerja secara efektif dan efesien ;
2) Untuk mengurangi pengawasan dalam bekerja;
3) Untuk mengembangkan ilmu pengetahuan ;
4) Untuk menegembangkan rasa kesetiakawanan;
5) Untuk mengembangkan sikap para pegawai yang positif
6) Untuk mengembangkan dan memupuk kemampuan berprakarsa
7) Untuk mengembangkan segala daya kreativitas
8) Untuk mencapai efektivitas dan efisiensi

D. Menerapkan perilaku belajar efektif dan efesien

1. Prinsip dan ciri perilaku belajar
Pada dasarnya penerapan proses belajar sulit di generalisasikan karena sifat untuk masing
masing individu calon wirausahawan berbeda .namun siverman (1970) telah membuat prinsip
prinsip umum yang sangat berguna .

2. Komponen perilaku belajar
Agar dapat efektif membelajarkan diri , sehingga dapat berkembang secara dinamis , kreatif
dan efektif dan efesien maka harus ditanamkan pemikiran beberapa komponen perilaku
belajar , sebagai berikut :
a. Pengajaran unit
Dari pengajaran unit, akan diperoleh perilaku belajar efektif d an efesien diantaranya :
1) Belajar membuat perencanaan usaha atau bisnis ;
2) Belajar mengembangkan diri pribadi secara efektif dan efesien
3) Belajar bekerja sama dengan wirausahawan
4) Belajar secara ilmiah dalam berwirausaha

b. Pengertian perilaku hasil belajar
Pengertian perilaku belajar secara efektif dan efesien , hendaknya dapat dicapai dari hal hal
berikut ini :
1) Keterampilan berwirausaha
2) Nilai moral berwirausaha
3) Sikap mental berwirausaha
4) Apresiasi dalam berwirausaha
5) Kepekaan terhadap lingkungan perilaku belajar

c. Bersikap dinamis
Bersikap dinamis sangat penting untuk penerapan perilaku belajar yang tadinya pasif dan
statis menjadi terbuka . begitu pula dinamis terhadap inovasi ,kreasi, dan melatih kepekaan
hidup melalui berwirausaha .

d. Aktivitas belajar
Agar lebih aktif belajar efektif dan efesien maka aktivitas belajar hendaknya meliputi
mendengarkan , menulis menilai , berhitung , berbicara , menyimpulkan , mengorganisir ,
menganalisis , dan menarik kesimpulan belajar berwirausaha .

e. Pembicaraan system bimbingan belajar
Sistem bimbingan belajar wirausahawan secara klasikal mengandung kelemahan , yaitu
kurangnya perhatian dan pelayanan terhadap perbedaan individu , serta perkembangan
pribadi yang dinamis ,kreatif, inovatif , efektif dan efesien . Agar mereka aktif dalam
melaksanakan perilaku belajar efektif dan efesien , harus ditanamkan kondisi serta adanya
kesempatan untuk memberikan bimbingan belajar secara individual .


E. Menerapkan sikap bekerja efektif dan efesien
1. Penerapan kesempatan bekerja
Penerapan kesempatan bekerja merupakan kebutuhan yang tetap mendesak . oleh
karenanya , diperlukan berbagai kebijaksanaan yang menyeluruh, seprti pendidikan
keterampilan, pendidikan, kegiatan kerja , pembangunan industry , pembangunan prasarana ,
pemilihan teknologi, dan lain sebagainya.disamping itu, usaha usaha untuk memperluas
kesempatan bekerja , perlu di tuangkan dalam program program kerja khusus secara efektif
dan efesien .
Agar mencapai tujuan sikap bekerja efektif dan efesien para wirausahawan
diharapkan :
a. Aktif dan kreatif daripada berpikir kritis. Disini harus menciptakan sikap bekerja efektif dan
efesien mengembangkan daya cipta yang positif .
b. Mengubah kebiasaan mencari kerja dengan menciptakan pekerjaan , yaitu selalu sibuk dan
menerapkan perilaku bekerja efektif dan efesien , dalam setiap kesempatan yang ada .

2. Kepercayaan dan keberanian bekerja
Untuk menerapkan pekerjaan tersebut , para wirausahawan harus memiliki kepercayaan ,
kesempatan , keberanian, dan keyakinan terhadap diri sendiri , diantaranya :
a. Percaya dan yakin pada kecerdasan sendiri ;
b. Percaya dan yakin akan bisa bekerja secara kreatif , aktif , dan inovatif ;
c. Percaya dan yakin pada kemampuan dala menyelesaikan pekerjaan dengan baik
d. Percaya dan yakin pada kecakapan yang diperoleh dari hasil pendidikan , kurusus ,latihan,
dan pengalaman bekerja ;

Kepribadian yang harus dimiliki untuk menjalankan sikap bekerja yang produktif yaitu :
a. Kebernaian melenyapkan kebodohan ;
b. Kebernaian melenyapkan kemiskinan ;
c. Kebernaian melenyapkan kemalasan
d. Melenyapkan ketidak mampuan dalam bekerja ;
F. Pengaruh semangat kerja kehidupan disekolah dan di lingkungan
1. Semangat kerja wirausaha
Wirausaha adalah orang orang yang terampil memanfaatkan peluang peluang usaha .
adapun yang menjadi pengaruh dasar dalam semangat kerja kehidupan wirausaha sehari
hari terletak pada :
a. Kreativitas, motivasi, dan rasa percaya diri
b. Minat dan kemauan dalam berwirausaha
c. Sikap bekerja efektif dan efisien dalam usahanya


2. Persayaratan semangat kerja
Agar para siswa di sekolah mempunyai semangat kerja seperti wirausaha dan berhasil
didalam perjuangan usahanya , maka persayaratan sebagai berikut :
a. Memiliki kepribadian unggul
b. Mengenal diri sendiri
c. Mengetahui dan memperhatikan
d. Memiliki kekayaan pribadi
e. Kemauan untuk belajar
f. Mempunyai keahlian khusus

3. Tujuan semangat kerja
Semangat kerja wirausaha cukup besar pengaruhnya di dalam kehidupan para siswa
keseharian di sekolah dan di lingkunganya . secara lebih rinci , tujuan para siswa tersebut ,
yaitu ingin :
a. meningkatkan prestise pribadinya
b. menciptakan kesan bonafit
c. memperoleh suatu kemajuan
d. mempertahankan kontinuitas belajarnya
e. meningkatkan semangat belajar dan kerjanya
f. menemukan hal hal yang baru didalam belajar kewirausahaan
g. meningkatkan kegiatan belajarnya secara efektif dan efesien


1
BAB IV.
MENGEMBANGKAN SEMANGAT WIRAUSAHA
Standar Kompetensi
: Mengaktualisasikan Sikap dan Perilaku Wirausaha
Kompetensi dasar
: 1.4 Mengembangkan semangat berwirausaha
Tujuan pembelajaran
:
Setelah siswa mempelajari modul ini diharapkan
:
1.
Menjelask
an pengertian semangat berwirausaha
2.
Mengidentifikasi pentingnya semangat berwirausaha
3.
Memahami pengertian kreatifitas, inovasi dan motivasi
4.
Menyebutkan factor
-
faktor yang mempengaruhi semangat wirausaha
5.
Mengidentifikasi penyebab turunnya semangat kerja
A.
Pe
ngertian semangat berwirausaha

Menurut para ahli
Alex S. Niti Semito
Semangat kerja adalah melakukan pekerjaan secara lebih giat sehingga dengan
demikian pekerjaan akan dapat diharapkan lebih cepat dan lebih baik
.
Alexander Leighten
Semangat kerja adalah
sekelompok orang untuk bekerja sama
dengan giat dan
konsekuen dalam mengejar tujuan bersama
.
Bedjo Siswanto
Semangat kerja adalah suatu kondisi rohaniah atau perilaku individu tenaga kerja dan
kelompok
-
kelompok yang menimbulkan kesenangan yang mendalam p
ada diri tenaga
kerja untuk bekerja dengan giat dan konsekuen dalam mencapai tujuan yang telah
ditentukan oleh perusahaan.

Kesimpulannya
Semangat kerja adalah suatu sikap kejiwaan yang dimiliki oleh wirausaha untuk bekerja
lebih giat dengan mencurahkan se
gala kemampuan yang dimiliki sehingga dapat
menjalankan dan mencapai tujuan usaha secara optimal.

Semangat kerja erat kaitannya dengan kegairahan kerja.
Kegairahan kerja adalah kesenangan yang mendalam terhadap
pekerjaan sehingga
wirausaha yang bekerja den
gan dilandasi semangat dan kegairahan kerja tidak cepat lelah
dalam bekerja.
B.
Pentingnya semangat wirausaha

Semangat kerja sangat penting bagi para wirausaha, karena dengan dilandasi oleh
se
ma
ngat kerja dalam menjalankan usahanya akan di
peroleh beberapa k
ebaikan yaitu :
1.
Pekerjaan lebih cepat diselesaikan
2.
Kerusakan dapat dikurangi
3.
Absen dan perpindahan karyawan dapat diperkecil
4.
Tercapai efisiensi kerja
5.
Tercapai produktivitas kerja yang tinggi
6.
Lebih cepat mencapai kemajuan usaha

Semangat merupakan factor ya
ng sangat penting bagi keberhasilan seseorang dalam
kegiatan berwirausaha. Ciri orang yang bersemangat yang menonjol adalah
:
a.
Tidak mengenal lelah
a.
Pantang menyerah
b.
Rela berkorban
c.
Mencurahkan perhatian penuh
d.
Bersedia mengeluarkan potensi yang dimiliki
2
C.
Fakt
or yang mempengaruhi semangat wirausaha
Ada 2 faktor yang mempengaruhi semangat wirausaha yaitu:
1.
Faktor Internal
:
D
orongan dalam dirinya dan bersumber dari keb
u
tuhan
:
kebutuhan bertahan hidup,
kebutuhan bersosialisasi ,kebutuhan spiritual ,
harga diri da
n aktualisasi
2.
Faktor
e
ksternal
:
D
orongan dari orang lain seperti teman, istri/suami/keluarga, tetangga,masyarakat
dan Negara.
Banyak orang yang tertarik kewirausahaan karena adanya imbalan yang menarik.
Imbalan dikategorikan ada 3 yaitu :
1.
Laba
M
otivas
i yang paling kuat karena salah satu cara untuk mempertahankan nilai
perusahaan.
2.
Kebebasan
Orang ing
in bebas dari pengawasan dan aturan
birokrasi / organisasi.
3.
Kepuasan menjalani hidup
Untuk merefleksikan pemenuhan kerja pribadi
D.
Faktor

fa
k
tor yang mengh
ambat dalam dunia bisnis yaitu :
1.
Kurang pengalaman usaha
2.
Tidak tepat atau tidak cocok dalam memilih jenis usaha
3.
Tidak adanya perencanaan usaha yang tepat
4.
Modal yang tidak memadai
5.
Tidak punya mitra usaha pada bidang yang digelutinya
6.
Tidak ada dukungan dari
pemerintah
7.
Tidak punya keahlian dalam berwirausaha
8.
Tidak punya semangat dan tidak percaya pada kemampuan diri sendiri.
Untuk mengatasi fa
k
tor

fa
k
tor yang menghambat dalam bisnis maka diperlukan sikap
pantang menyerah yaitu sikap yang tidak mengenal lel
ah dalam bekerja untuk mencapai
kesuksesan walaupun banyak rintangan yang akan dihadapi.
E.
Kreatifitas, Inovasi dan Motifasi
Dalam menghadapi era globalisasi harus ada kreatifitas,inovasi dan motivasi dalam
menjalankan tugas. Apalagi dalam dunia bisnis tid
ak dapat mengabaikan pesaing
asing,tehnologi,bahan,material dan cara

cara baru dalam organisasi dan pemasaran.
Contoh persaingan yang dialami perusahaan Indonesia di era globalisasi yaitu :
1.
Dalam bisnis eceran
Dengan masuknya para pengecer global sepert
i Metro, Makro, Carefour, Indogrosir
bukan hanya Matahari dan Hero saja yang mengalami persaingan global tetapi to
ko

to
ko
kecil yang mengalami persaingan tersebut.
2.
Dalam bisnis rumah makan siap saji
Rumah makan lo
k
al seperti ayam gor
e
ng Ny. Suharti dan M
bok Berek harus
berhadapan dengan pemain global yang mengembangkan waralaba di Indonesia seperti
Mc. Donald, Kentucky Fried Chiken ( KFC ), Wendy dll
Kesempatan bisnis muncul bagi mereka yang mampu menghasilkan produk yang
diinginkan oleh konsumen. Bila s
ebuah perusahaan dapat membuat bar
a
ng dan jasa yang
menarik disertai dengan pelayanan yang bagus maka biasanya akan dapat diterima oleh
konsumen.
3
Menurut Mick
a
el Porter dalam bukunya Competitive Advantage ada 5 kekuatan yang
menentukan dasar dan tehnik ko
mpetisi dalam sebuah bisnis / industri yaitu :
1.
Kekuatan menawar pembeli
2.
Ancaman penggantian barang / jasa
3.
Kekuatan menawar penjual
4.
Persaingan yang diantara para pesaing
5.
Ancaman pesaing baru.
Dalam menghadapi persaingan yang ada dan agar produk dapat diter
ima konsumen maka
seor
a
ng wirausahawan diharuskan mempunyai strategi yang jitu. Strategi tersebut antra
lain :
1.
Inovasi
Adalah melakukan perubahan

perubahan untuk menghasilkan barang/jasa yang
baru.
Ada beberapa hal yang dijadikan dasar untuk men
ingkat
kan
kemampuan inovatif
produk dan pelayanan yaitu :
a.
Berorientasi kepada tindakan untuk berinovatif
b.
Buat produk dengan penuh inovatif dengan proses secara sederhana dan dapat
dipahami serta dikerjakan
c.
Mulailah membuat produk yang inovatif yang terkecil
d.
Menentu
kan tujuan dalam berinovatif
e.
Menjalankan uji coba dan merevisinya
f.
Mulai belajar berinovasi dari pengalaman
g.
Mengikuti jadwal yang sudah ditentukan
h.
Menghargai karyawan yang memiliki gagasan inovatif
i.
Mempunyai keyakinan dan kerja dengan penuh inovatif dan re
siko
Ada beberapa cara melakukan inovasi produk, tehnologi atau
pelayanan yaitu :
a)
Mengembangkan produk yang sudah ada di perusahaan
b)
Menemukan produk yang benar

benar baru
c)
Mengembangkan produk yang sudah ada tetapi belum diproduksi perusahaan
Contoh has
il inovasi seperti :

Perkembangan berbagai computer dan notebook

Perkembangan berbagai telepon genggam

Perkembangan berbagai kemasan produk

Perkembangan berbagai alat rumah tangga
2.
Kreativitas
Adalah pengembangan ide sehingga dapat tercipta sesuatu yang le
bih baik dan lebih
berguna.
Ciri

cir
i kreatif menurut :
a.
S.C Utami Munandar
~
Memiliki dorongan ingin tahu yang besar.
~
Sering mengajukan pertanyaan yang baik
~
Sering banyak gagasan dan usul terhadap suatu masalah
~
Bebas dalam menyatakan suatu pendapat.
b.
Guilf
ort, berpikir kreatif ada 4 ciri yaitu :
1.
Kelancaran/fluency
Yaitu kemampuan untuk menghasilkan banyak gagasan
2.
Keluwesan/fleksibelitas
Yaitu kemampuan untuk mengemukakan bermacam

macam
pemecahan/pendekatan terhadap masalah
3.
Keaslian/originalty
Yaitu kemamp
uan untuk mencetuskan gagasan dengan cara

cara asli
4.
Penguraian/elaboration
4
Yaitu kemampuan untuk menguraikan sesuatu secara lebih rinci
3.
Motivasi
Motivasi berasal dari kata motip yaitu suatu rasa yang bi
sa
menggera
k
kan seseorang
untuk melakukan suatu hal
. Apabila dilakukan,motip akan menjadi suatu motivasi yaitu
dorongan dari motip seseorang untuk melakukan hal

hal yang diinginkan.


A. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SEMANGAT KERJA
WIRAUSAHA
1. Faktor-faktornya
semangat kerja wirausaha sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya :
a. peluang usaha atau bisnsinya.
b. minat dalam usaha atau bisnisnya.
c. modalnya, apakah sudah tersedia atau belum.
d. relasinya, apakah dari keluarga, teman yang sudah menekuni usaha yang sama aatau usaha
yang akan dikembangkan ada relevansinya dalam usaha tersebut.
Namun ada faktor lain yang mempengaruhi semangat kerja wirausaha antara lain faktor
dukungan keluarga, famili, teman, pengalaman usaha, keadaan ekonomi, keadaan lapangan
kerja, dan sumber daya yang tersedia. selanjutnya ada faktor lain yang mempengaruhi
semangat kerja wirausaha, yaitu pertimbangan antara pengalaman dan spirit, energi, dan rasa
optimis dalam keberhasilan usaha atau bisnisnya.
Menjadi wirausaha berarti memiliki kemampuan menemukan dan mengevaluasi peluang-
peluang usaha, mengumpulkan sumber daya yang diperlukan dan bertindak untuk
memperoleh keuntungan.semangat wirausaha tergantung pada faktor-faktor kesediaan untuk
bertanggung jawab atas pekerjaannya. Wirausaha yang sukses, salah satu kuncinya adalah
harus mempunyai kepribadian yang menarik dan semangat etos kerja yang tinggi. bakat
seorang wirausaha akan berkembang dan bertambah berkat adanya pengetahuan dan
pengalaman yang diperolehnya dari hasil interaksi dengan lingkungan.
Menurut Murfhy and Peck (1980) ada delapan anak tangga untuk mencapai karir di dalam
wirausaha untuk mengembangkan semangat kerjanya dan profesinya dengan syarat :
a. Mau Bekerja keras. (capacity for hard work).
b. Bekerja sama dengan orang lain. (getting thing done with and thought people).
c. Penampilan yang baik. (good appearance).
d. Mempunyai Keyakinan (Self Confidence).
e. Pandai Membuat Keputusan (Making sound decision).
f. Mau menambah pengetahuan. (college education).
g. Ambisi untuk Maju. (ambition drive).
h. pandai berkomunikasi (ability communicate).
Tujuan Mengembangkan semangat wirausaha adalah untuk menghadapi persaingan bisnis
global. semakin banyak yang terdidik maka semakin banyak orang beminat dalam
berwirausaha. jika ingin menjadi wirausaha yang sukses dan mempunyai semangat kerja yang
tinggi, maka manfaatnya sebagai berikut :
a. menambah daya tampung tenaga kerja, sehingga mengurangi pengangguran.
b. memberi contoh bagaimana harus bekerja keras.
c. berusaha memberi bantuan kepada orang lain dan pembangunan nasional.
d. merupakan generator pembangunan lingkungan, bidang produksi, distribusi, kesejahteraan,
dsb.
e. menjadi contoh bagi masyarakat karena wirausaha itu orang terpuji, berani, dan hidupnya
tidak merugikan orang lain.
f. hidupnya efisien, efektif, tidak berfoya, dan tidak boros.
secara lebih terperinci, mengembangkan semangat kerja wirausaha dapat
diidentifikasikan sebagai berikut :
a. mempunyai keyakinan dalam berwirausaha.
b. mempunyai sikap mental yang positif.
c. mempunyai keyakinan penuh dan percaya pada dirinya sendiri.
d. mempunyai keunggulan di dalam berwirausaha.
e. bekerjanya penuh kreatif, inovatif dan prestatif.
f. bertingkah laku baik dan bertanggung jawab.
g. dapat mengelola waktu dan bertanggung jawab.
Adapun teknik keberhasilan di dalam mengembangkan semangat kerja wirausaha
ditentukan oleh :
a. kemampuan merumuskan tujuan usaha.
b. pemahaman tentang hakikat dan makna berwirausaha.
c. sikap dan kemauan serta tindakan-tindakannya.
d. keberanian untuk mengambil inisiatif dan inovatif.
e. kecakapan di dalam mengelola usahanya.
f. krativitas dan percaya diri.
g. pengalaman dan pendidikannya.
Jika ingin memulai mengembangkan semangat kerja wirausaha, sebaiknya dimulai dari usaha
kecil-kecilan terlebih dahulu. karena sesuatu yang besar itu diawali dari hal-hal yang kecil.

2. Gunanya Faktor-faktor yang mempengaruhi semangat kerja wirausaha.
Faktor-faktor yang mempengaruhi semangat kerja wirausaha berikut ini, berguna di dalam
mengembangkan usahanya, yaitu :
a. memilih sasaran-sasaran positif didalam berwirausaha.
b. bergaul dengan orang-orang yang berpikir dan bertindak secara wirausaha.
c. percaya pada diri sendiri dan bakat-bakat dalam usaha.
d. jauhilah pikiran dan ide-ide yg negatif.
e. menggunakan pikiran secara produktif.
f. menghilangkan beban mental dengan mengambil tindakan positif.
seperti kita ketahui faktor yang mempengaruhi semangat kerja wirausaha yaitu naluri
bekerjanya, mengantisifasi unruk masa depan usahanya, menjaga keharmonisan dan bekerja
sama dalam kehidupan usaha atau bisnis. disini kepemimpinan wirausaha merupakan faktor
kunci untuk meningkatkan semangat kerja. faktor kepemimpinan wirausaha yang unggul
akan memperhatikan orientasi pada sasaran usaha, hubungan kerja dan efektivitasnya.

Mengembangkan Semangat Wirausaha
A. Pengertian semangat berwirausaha
Menurut para ahli :
a. Alex S. Niti Semito
Semangat kerja adalah melakukan pekerjaan secara lebih giat sehingga dengan demikian
pekerjaan akan dapat diharapkan lebih cepat dan lebih baik.
b. Alexander Leighten
Semangat kerja adalah sekelompok orang untuk bekerja sama dengan giat dan konsekuen
dalam mengejar tujuan bersama.
c. Bedjo Siswanto
Semangat kerja adalah suatu kondisi rohaniah atau perilaku individu tenaga kerja dan
kelompok-kelompok yang menimbulkan kesenangan yang mendalam pada diri tenaga kerja
untuk bekerja dengan giat dan konsekuen dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan oleh
perusahaan.
Kesimpulannya : Semangat kerja adalah suatu sikap kejiwaan yang dimiliki oleh
wirausaha untuk bekerja lebih giat dengan mencurahkan segala kemampuan yang dimiliki
sehingga dapat menjalankan dan mencapai tujuan usaha secara optimal. Semangat kerja erat
kaitannya dengan kegairahan kerja. Kegairahan kerja adalah kesenangan yang mendalam
terhadap pekerjaan sehingga wirausaha yang bekerja dengan dilandasi semangat dan
kegairahan kerja tidak cepat lelah dalam bekerja.

B. Pentingnya semangat wirausaha
Semangat kerja sangat penting bagi para wirausaha, karena dengan dilandasi oleh
semangat kerja dalam menjalankan usahanya akan diperoleh beberapa kebaikan yaitu :
1. Pekerjaan lebih cepat diselesaikan
2. Kerusakan dapat dikurangi
3. Absen dan perpindahan karyawan dapat diperkecil
4. Tercapai efisiensi kerja
5. Tercapai produktivitas kerja yang tinggi
6. Lebih cepat mencapai kemajuan usaha
Semangat merupakan factor yang sangat penting bagi keberhasilan seseorang dalam kegiatan
berwirausaha. Ciri orang yang bersemangat yang menonjol adalah :
a. Tidak mengenal lelah
b. Pantang menyerah
c. Rela berkorban
d. Mencurahkan perhatian penuh
e. Bersedia mengeluarkan potensi yang dimiliki2

C. Faktor yang mempengaruhi semangat wirausaha
Ada 2 faktor yang mempengaruhi semangat wirausaha yaitu:
1. Faktor Internal :
Dorongan dalam dirinya dan bersumber dari kebutuhan: kebutuhan bertahan hidup,
kebutuhan bersosialisasi ,kebutuhan spiritual ,harga diri dan aktualisasi
2. Faktor eksternal :
Dorongan dari orang lain seperti teman, istri/suami/keluarga, tetangga,masyarakat dan
Negara.
Banyak orang yang tertarik kewirausahaan karena adanya imbalan yang menarik. Imbalan
dikategorikan ada 3 yaitu :
1. Laba
Motivasi yang paling kuat karena salah satu cara untuk mempertahankan nilai
perusahaan.
2. Kebebasan
Orang ingin bebas dari pengawasan dan aturan birokrasi / organisasi.
3. Kepuasan menjalani hidup
Untuk merefleksikan pemenuhan kerja pribadi

D. Faktor faktor yang menghambat dalam dunia bisnis yaitu :
1. Kurang pengalaman usaha
2. Tidak tepat atau tidak cocok dalam memilih jenis usaha
3. Tidak adanya perencanaan usaha yang tepat
4. Modal yang tidak memadai
5. Tidak punya mitra usaha pada bidang yang digelutinya
6. Tidak ada dukungan dari pemerintah
7. Tidak punya keahlian dalam berwirausaha
8. Tidak punya semangat dan tidak percaya pada kemampuan diri sendiri.
Untuk mengatasi faktor faktor yang menghambat dalam bisnis maka diperlukan sikap
pantang menyerah yaitu sikap yang tidak mengenal lelah dalam bekerja untuk mencapai
kesuksesan walaupun banyak rintangan yang akan dihadapi.

E. Kreatifitas, Inovasi dan Motifasi
Dalam menghadapi era globalisasi harus ada kreatifitas,inovasi dan motivasi dalam
menjalankan tugas. Apalagi dalam dunia bisnis tidak dapat mengabaikan pesaing
asing,tehnologi,bahan,material dan cara cara baru dalam organisasi dan pemasaran. Contoh
persaingan yang dialami perusahaan Indonesia di era globalisasi yaitu :
1. Dalam bisnis eceran
Dengan masuknya para pengecer global seperti Metro, Makro, Carefour, Indogrosir bukan
hanya Matahari dan Hero saja yang mengalami persaingan global tetapi toko toko kecil
yang mengalami persaingan tersebut.
2. Dalam bisnis rumah makan siap saji
Rumah makan lokal seperti ayam goreng Ny. Suharti dan Mbok Berek harus
berhadapan dengan pemain global yang mengembangkan waralaba di Indonesia seperti Mc.
Donald, Kentucky Fried Chiken ( KFC ), Wendy dll
Kesempatan bisnis muncul bagi mereka yang mampu menghasilkan produk yang
diinginkan oleh konsumen. Bila sebuah perusahaan dapat membuat barang dan jasa yang
menarik disertai dengan pelayanan yang bagus maka biasanya akan dapat diterima oleh
konsumen.
Menurut Mickael Porter dalam bukunya Competitive Advantage ada 5 kekuatan yang
menentukan dasar dan tehnik kompetisi dalam sebuah bisnis / industri yaitu :
1. Kekuatan menawar pembeli
2. Ancaman penggantian barang / jasa
3. Kekuatan menawar penjual
4. Persaingan yang diantara para pesaing
5. Ancaman pesaing baru.
Dalam menghadapi persaingan yang ada dan agar produk dapat diterima konsumen maka
seorang wirausahawan diharuskan mempunyai strategi yang jitu. Strategi tersebut antra lain :
1. Inovasi
Adalah melakukan perubahan perubahan untuk menghasilkan barang/jasa yang baru.Ada
beberapa hal yang dijadikan dasar untuk meningkatkan kemampuan inovatif produk dan
pelayanan yaitu :
a. Berorientasi kepada tindakan untuk berinovatif
b. Buat produk dengan penuh inovatif dengan proses secara sederhana dan dapat dipahami
serta dikerjakan
c. Mulailah membuat produk yang inovatif yang terkecil
d. Menentukan tujuan dalam berinovatif
e. Menjalankan uji coba dan merevisinya
f. Mulai belajar berinovasi dari pengalaman
g. Mengikuti jadwal yang sudah ditentukan
h. Menghargai karyawan yang memiliki gagasan inovatif
i. Mempunyai keyakinan dan kerja dengan penuh inovatif dan resiko
Ada beberapa cara melakukan inovasi produk, tehnologi atau pelayanan yaitu :
a) Mengembangkan produk yang sudah ada di perusahaan
b) Menemukan produk yang benar benar baru
c) Mengembangkan produk yang sudah ada tetapi belum diproduksi perusahaan
Contoh hasil inovasi seperti :
a. Perkembangan berbagai computer dan notebook
b. Perkembangan berbagai telepon genggam
c. Perkembangan berbagai kemasan produk
d. Perkembangan berbagai alat rumah tangga

2. Kreativitas
Adalah pengembangan ide sehingga dapat tercipta sesuatu yang lebih baik dan lebih
berguna. Ciri ciri kreatif menurut :
a. S.C Utami Munandar
~ Memiliki dorongan ingin tahu yang besar.
~ Sering mengajukan pertanyaan yang baik
~ Sering banyak gagasan dan usul terhadap suatu masalah
~ Bebas dalam menyatakan suatu pendapat.
b. Guilfort, berpikir kreatif ada 4 ciri yaitu :
1. Kelancaran/fluency
Yaitu kemampuan untuk menghasilkan banyak gagasan
2. Keluwesan/fleksibelitas
Yaitu kemampuan untuk mengemukakan bermacam macam pemecahan /pendekatan pada
suatu masalah
3. Keaslian/originalty
Yaitu kemampuan untuk mencetuskan gagasan dengan cara cara asli
4. Penguraian/elaboration4
Yaitu kemampuan untuk menguraikan sesuatu secara lebih rinci

3. Motivasi
Motivasi berasal dari kata motip yaitu suatu rasa yang bisa menggerakkan seseorang
untuk melakukan suatu hal. Apabila dilakukan,motip akan menjadi suatu motivasi yaitu
dorongan dari motip seseorang untuk melakukan hal hal yang diinginkan
F. Efektif dan Efisien
1. Pengertian Efektif dan Efisien
Efektif adalah suatu pekerjaan yang dapat diselesaikan tepat waktu, sesuai dengan
rencana yang telah ditetapkan. Dengan kata lain, efektif adalah sampai tingkat apakah tujuan
itu sudah dicapai dalam arti kualitas dan kuantitas.
Efisien adalah perbandingan yang terbaik antara input dan output, antara daya usaha dan
hasil usaha, atau antara pengeluaran dan pendapatan. Dengan kata lain, efisien adalah segala
sesuatu yang dikerjakan dengan berdaya guna atau segala sesuatunya dapat siselesaikan
dengan tepat, cepat, hemat, dan selamat.
a.Tepat; artinya kena sasaran sesuai dengan yang diinginkannya atau semua yang dicita-
citakan tercapai
b.Cepat; artinya tidak menghabiskan waktu yang tidak perlu. Pekerjaannya selesai dengan
tepat sebelum waktu yang ditetapkan
c. Hemat; artinya dengan biaya yang sekecil-kecilnya tanpa adanya pemborosan dalam
bidang pekerjaan apa pun
d. Selamat; artinya segala sesuatu sampai pada tujuan pekerjaan yang dimaksud, tanpa
mengalami hambatan-hambatan, kelemahan-kelemahan, atau kemacetan-kemacetan.
Orang-orang yang berhasil dalam bisnis adalah yang mau bekerja keras, tahan menderita,
dan mau berjuang untuk memperbaiki nasibnya. Adapun perencanaan perilaku bekerja efektif
dan efisien yaitu sebagai berikut:
a. Masa inkubasi
b. Analisis sumber perencanaan
c. Sasaran jelas, realistis, dan menggairahkan

2. Pentingnya bekerja efektif dan efisien melalui latihan
Dengan adanya latihan, karyawan akan berkembang lebih cepat dan bekerja lebih efektif
dan efisien. Dengan adanya latihan, berarti perusahaan yang bersangkutan akan memperoleh
karyawan yang ahli dan terampil dalam melaksanakan pekerjaannya. Dengan adanya latihan,
berarti akan menjamin tersedianya tenaga kerja yang mempunyai keahlian khusus,
mempunyai keterampilan dan dapat mempergunakan pikirannya secara efektif dan efisien.
Dibawah ini dikemukakan beberapa pendapat para ahli tentang kepentingan dan manfaat
latihan.
a. D. Yoder :
1) Untuk stabilitas pegawai
2) Untuk memperbaiki cara bekerja.
b. D. Latenier : Pegawai lebih berkembang, lebih cekatan, dan lebih baik.
c. J. Tiffen :
1) Pegawai akan melaksanakan tugas lebih baik
2) Cara bekerja lebih baik.
d. F.W. Taylor :
1) Memilih karyawan terbaik
2) Melaksanakan pekerjaan lebih baik.
Latihan dapat dilaksanakan dengan cara sebagai berikut:
a. Apprentice training
Cara ini dapat dilaksanakan dengan cara mengerjakan semua tuga dengan sebaik-baiknya.
b. On job training
Cara ini dapat dilaksanakan dengan menetapkan pegawai baru untuk memangku suatu
jabatan. Pembinaan efektivitas dan efisiensi kerja kerja ke arah pengaturan secara maksimal,
yaitu dengan memberikan latihan kerja yang baik, serta dalam rangka tugasnya untuk
perkembangan technical skill dan managerial skill. Untuk pengendalian usaha efektif dan
efisien, diperlukan berbagai tindakan dari parawirausahawan, yaitu dengan menentukan
standar kerja, menilai prestasi kerja, dan mengendalikannya.

3. Merencanakan proses bekerja efektif dan efisien
Pada umumnya terdapat dua macam kegiatan dalam merencanakan proses kerja efektif
dan efisien, yakni sebagai berikut.
a. Kegiatan-kegiatan wirausahawan mencakup keahlian menggunakan waktu, tenaga
kerja, dan peralatan kerja.
b. Kegiatan-kegiatan wirausahawan mencakup aspek-aspek bisnis yang dianggap rutin.
Hal ini meliputi menyiapkan laporan keuangan, monitor, merevisi anggaran, mengelola arus
produksi, serta memasarkan produk dan jasa.
Adapun proses kerja efektif dan efisien berkaitan dengan bidang-bidang berikut ini :
a. Keahlian dan Keterampilan
1) Bidang-bidang keahlian yang dimiliki para wirausahawan
- Keahlian dalam bidang Teknologi
- Perkembangan perekonomian
2) Jenis-jenis keterampilan yang harus dimiliki oleh para wirausahawan
- Tata buku atau akuntansi
- Mengetik
- Steno
- Bahasa Asing
- Pengetahuan asuransi
- Pengetahuan pajak
- Pengetahuan hukum
- Pengetahuan perbankan
- Teknik dan organisasi bisnis
- Impor dan ekspor dalam bisnis.
3) Jenis-jenis wirausahawan yang mempunyai keahlian khusus :
- wirausahawan sebagai Manajer
- wirausahawan sebagai uang
- wirausahawan sebagai social engineer
- wirausahawan sebagai vak
b. Menggunakan waktu
Kemampuan menggunakan waktu dengan tepat, efektif, efisien, dan menguntungkan,
merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh wirausawan. Agar
parawirausahawan dapat menggunakan waktu dengan efektif dan efisien, ada beberapa
pertanyaan yang harus djawabnya.
1) Sudahkan mengadakan pembagian waktu menurut semestinya?
2) Apakah pengeluaran-pengeluaran yang dilakukan tepat objek dan tepat waktu?
3) Digunakan untuk apa waktu-waktu yang akan datang?
4) Apakah telah menggunakan waktu yang ada?
5) Apakah telah membuang waktu dengan sia-sia?
6) Berapa lama waktu digunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat?
7) Bagaimana harus membagi waktu agar bermanfaat?
c. Peranan tenaga
1) Tenaga kerja
Peranan tenaga kerja yang efektif dan efisien, akan semakin besar bagi perusahaan yang
menggunakan mesin-mesin, terutama dalam hal ketertiban, keahlian, keterampilan, dan
kecakapan.
2) Pembangkit tenaga (power)
Kekurangan tenaga listri dalam perusahaan, mengakibatkan pemakaian mesin-mesin dan
produksi menjadi terbatas. Untuk mendapatkan pembangkit tenaga listrik dalam jumlah yang
cukup besar, dapat digunakan dua macam cara:
a) Menggunakan jasa listrik perusahaan listrik negara (PLN)
b) Mengusahakan sumber pembangkit listrik sendiri.
d. Alat-alat produksi
Para wirausahawan harus dapat menggunakan dan memelihara alat-alat produksi dengan
efektif dan efisien. Semua lat produksi yang dimiliki harus dapat berdaya guna secara wajar.


MENGEMBANGKAN SEMANGAT WIRAUSAHA



A. Pengertian semangat berwirausaha

Menurut para ahli
Alex S. Niti Semito
Semangat kerja adalah melakukan pekerjaan secara lebih giat sehingga dengan demikian
pekerjaan akan dapat diharapkan lebih cepat dan lebih baik.

Alexander Leighten
Semangat kerja adalah sekelompok orang untuk bekerja sama dengan giat dan konsekuen
dalam mengejar tujuan bersama.

Bedjo Siswanto
Semangat kerja adalah suatu kondisi rohaniah atau perilaku individu tenaga kerja dan
kelompok-kelompok yang menimbulkan kesenangan yang mendalam pada diri tenaga kerja
untuk bekerja dengan giat dan konsekuen dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan
oleh perusahaan.

Kesimpulannya
Semangat kerja adalah suatu sikap kejiwaan yang dimiliki oleh wirausaha untuk bekerja
lebih giat dengan mencurahkan segala kemampuan yang dimiliki sehingga dapat
menjalankan dan mencapai tujuan usaha secara optimal.
Semangat kerja erat kaitannya dengan kegairahan kerja.
Kegairahan kerja adalah kesenangan yang mendalam terhadap pekerjaan sehingga
wirausaha yang bekerja dengan dilandasi semangat dan kegairahan kerja tidak cepat lelah
dalam bekerja.

B. Pentingnya semangat wirausaha

Semangat kerja sangat penting bagi para wirausaha, karena dengan dilandasi oleh semangat
kerja dalam menjalankan usahanya akan diperoleh beberapa kebaikan yaitu :
1. Pekerjaan lebih cepat diselesaikan
2. Kerusakan dapat dikurangi
3. Absen dan perpindahan karyawan dapat diperkecil
4. Tercapai efisiensi kerja
5. Tercapai produktivitas kerja yang tinggi
6. Lebih cepat mencapai kemajuan usaha

Semangat merupakan factor yang sangat penting bagi keberhasilan seseorang dalam
kegiatan berwirausaha. Ciri orang yang bersemangat yang menonjol adalah :
a. Tidak mengenal lelah
a. Pantang menyerah
b. Rela berkorban
c. Mencurahkan perhatian penuh
d. Bersedia mengeluarkan potensi yang dimiliki

C. Faktor yang mempengaruhi semangat wirausaha

Ada 2 faktor yang mempengaruhi semangat wirausaha yaitu:
1. Faktor Internal :
Dorongan dalam dirinya dan bersumber dari kebutuhan: kebutuhan bertahan hidup,
kebutuhan bersosialisasi ,kebutuhan spiritual ,harga diri dan aktualisasi
2. Faktor eksternal :
Dorongan dari orang lain seperti teman, istri/suami/keluarga, tetangga,masyarakat dan
Negara.

Banyak orang yang tertarik kewirausahaan karena adanya imbalan yang menarik. Imbalan
dikategorikan ada 3 yaitu :
1. Laba
Motivasi yang paling kuat karena salah satu cara untuk mempertahankan nilai perusahaan.
2. Kebebasan
Orang ingin bebas dari pengawasan dan aturan birokrasi / organisasi.
3. Kepuasan menjalani hidup
Untuk merefleksikan pemenuhan kerja pribadi

D. Faktor faktor yang menghambat dalam dunia bisnis yaitu :

1. Kurang pengalaman usaha
2. Tidak tepat atau tidak cocok dalam memilih jenis usaha
3. Tidak adanya perencanaan usaha yang tepat
4. Modal yang tidak memadai
5. Tidak punya mitra usaha pada bidang yang digelutinya
6. Tidak ada dukungan dari pemerintah
7. Tidak punya keahlian dalam berwirausaha
8. Tidak punya semangat dan tidak percaya pada kemampuan diri sendiri.

Untuk mengatasi faktor faktor yang menghambat dalam bisnis maka diperlukan sikap
pantang menyerah yaitu sikap yang tidak mengenal lelah dalam bekerja untuk mencapai
kesuksesan walaupun banyak rintangan yang akan dihadapi.

E. Kreatifitas, Inovasi dan Motifasi

Dalam menghadapi era globalisasi harus ada kreatifitas,inovasi dan motivasi dalam
menjalankan tugas. Apalagi dalam dunia bisnis tidak dapat mengabaikan pesaing
asing,tehnologi,bahan,material dan cara cara baru dalam organisasi dan pemasaran.

Contoh persaingan yang dialami perusahaan Indonesia di era globalisasi yaitu :
1. Dalam bisnis eceran
Dengan masuknya para pengecer global seperti Metro, Makro, Carefour, Indogrosir bukan
hanya Matahari dan Hero saja yang mengalami persaingan global tetapi toko toko kecil
yang mengalami persaingan tersebut.
2. Dalam bisnis rumah makan siap saji
Rumah makan lokal seperti ayam goreng Ny. Suharti dan Mbok Berek harus berhadapan
dengan pemain global yang mengembangkan waralaba di Indonesia seperti Mc. Donald,
Kentucky Fried Chiken ( KFC ), Wendy dll

Kesempatan bisnis muncul bagi mereka yang mampu menghasilkan produk yang
diinginkan oleh konsumen. Bila sebuah perusahaan dapat membuat barang dan jasa yang
menarik disertai dengan pelayanan yang bagus maka biasanya akan dapat diterima oleh
konsumen.

Menurut Mickael Porter dalam bukunya Competitive Advantage ada 5 kekuatan yang
menentukan dasar dan tehnik kompetisi dalam sebuah bisnis / industri yaitu :
1. Kekuatan menawar pembeli
2. Ancaman penggantian barang / jasa
3. Kekuatan menawar penjual
4. Persaingan yang diantara para pesaing
5. Ancaman pesaing baru.

Dalam menghadapi persaingan yang ada dan agar produk dapat diterima konsumen maka
seorang wirausahawan diharuskan mempunyai strategi yang jitu. Strategi tersebut antra
lain :
1. Inovasi
Adalah melakukan perubahan perubahan untuk menghasilkan barang/jasa yang baru.
Ada beberapa hal yang dijadikan dasar untuk meningkatkan kemampuan inovatif produk
dan pelayanan yaitu :
a. Berorientasi kepada tindakan untuk berinovatif
b. Buat produk dengan penuh inovatif dengan proses secara sederhana dan dapat dipahami
serta dikerjakan
c. Mulailah membuat produk yang inovatif yang terkecil
d. Menentukan tujuan dalam berinovatif
e. Menjalankan uji coba dan merevisinya
f. Mulai belajar berinovasi dari pengalaman
g. Mengikuti jadwal yang sudah ditentukan
h. Menghargai karyawan yang memiliki gagasan inovatif
i. Mempunyai keyakinan dan kerja dengan penuh inovatif dan resiko

Ada beberapa cara melakukan inovasi produk, tehnologi atau pelayanan yaitu :
a) Mengembangkan produk yang sudah ada di perusahaan
b) Menemukan produk yang benar benar baru
c) Mengembangkan produk yang sudah ada tetapi belum diproduksi perusahaan

Contoh hasil inovasi seperti :
Perkembangan berbagai computer dan notebook
Perkembangan berbagai telepon genggam
Perkembangan berbagai kemasan produk
Perkembangan berbagai alat rumah tangga

2. Kreativitas
Adalah pengembangan ide sehingga dapat tercipta sesuatu yang lebih baik dan lebih
berguna.
Ciri ciri kreatif menurut :
a. S.C Utami Munandar
~ Memiliki dorongan ingin tahu yang besar.
~ Sering mengajukan pertanyaan yang baik
~ Sering banyak gagasan dan usul terhadap suatu masalah
~ Bebas dalam menyatakan suatu pendapat.

b. Guilfort, berpikir kreatif ada 4 ciri yaitu :
1. Kelancaran/fluency
Yaitu kemampuan untuk menghasilkan banyak gagasan
2. Keluwesan/fleksibelitas
Yaitu kemampuan untuk mengemukakan bermacam macam pemecahan/pendekatan
terhadap masalah
3. Keaslian/originalty
Yaitu kemampuan untuk mencetuskan gagasan dengan cara cara asli
4. Penguraian/elaboration
Yaitu kemampuan untuk menguraikan sesuatu secara lebih rinci

3. Motivasi
Motivasi berasal dari kata motip yaitu suatu rasa yang bisa menggerakkan seseorang untuk
melakukan suatu hal. Apabila dilakukan,motip akan menjadi suatu motivasi yaitu dorongan
dari motip seseorang untuk melakukan hal hal yang diinginkan.