Anda di halaman 1dari 19

Farmakologi Pada

Wanita Hamil dan


Menyusui
dr. Lusiana
Pemberian obat selama kehamilan:
Tidak boleh bersifat teratogen.
Teratogen: agen yang berefek terhadap
perkembangan embrio dan fetus sehingga
menyebabkan perubahan permanen terhadap
anatomi dan fungsi organ.
Hari 18-55 setelah konsepsi fetus akan
mengalami organogenesisobat dapat
mnyebabkan abnormalitas stuktur anatomi
Obat yang bersifat teratogen
ACE inhibitor
Alkohol
Androgen
Busulfan
Carbamazepin
Cyclofosfamide
Danazol
Dietilstilbestrol (DES)
Metotrexate
Phenitoin
Radioaktif iodine
Tetrasiklin
Asam valproid
Lithium

Vitamin dan miktonutrien
Asam folat
Penting diberikan pada trimester I.
Mencegah kerusakan perkembangan neural tube,
dan kelainan kongenital lain seperti kelainan
jantung, bibir sumbing, kelainan ekstrimitas dan
stenosis pilori.
Dosis yang direkomendasikan 0,4-1,0mg/hari.
Dapat diberikan bersama vitamin dan mineral
lain.

Makanan yang banyak mengandung asam folat:
brokoli, sayuran hijau, jagung, kacang-kacangan.
Fungsi obat berkurang jika diberikan bersama
obat anti kemoterapi dan anti epilepsi.
Anti konvulsi (kejang)
Anti konvulsan bersifat teratogen.
Efek teratogen berhubungan dengan konsentrasi
tinggi obat dalam serum dan politerapi.
Malformasi: kelainan jantung kongenital, oro
facial cleft, neural tube defect, microcefali,
hipoplasia digital.
Phenitoincraniofacial cleft, abnormalitas
ekstrimitas, defisiensi mental
Masih bisa digunakan pada ibu hamil dengan
dosis rendah.

Carbamazepincraniofacial cleft, hipoplasia
kuku dan jari, janin tumbuh lambat.
Efek teratogen belum jelas. Teratogen karena
akumulasi dosis yang berlebihan.
Anti hipertensi
Metildopa
Kontrol dipertensi selama hamil dapat
meningkatkan luaran fetus dibandingkan tanpa
terapi.
Eso pada fetus belum dilaporkan baik setelah
persalinan ataupun setelah follow up .
ACE inhibitor (captopril).
Efek teratogen: agenesis renal, oligohidramnion,
hipotensi neonatal, paten ductus arteriosus,
hipoplasia paru, IUFD.

Ca channel blockers (nifedipin)
Belum dilaporkan efek teratogen pada fetus.
ESO: takikardi, flushing, pusing.
Hati-hati penggunaan peny jantung
coronermortalitas serangan jantung
Lanjutan
Terapi kombinasi dengan MgSO4 dapat
menyebabkan paralisis muskuler.
MgSO4 bekerja mirip dg ca channel blocker
menghambat influx Ca ekstraseluler melewati
membran sel. MgSO4 akan menstimulasi Ca
dependent ATPase, shg terjadi penarikan Ca
intra sel. Ca intra sel berfungsi untuk kontraksi
otot.
Kortikosteroid
Digunakan secara kontinyu pada asma, artritis
rematoid dan penyakit inflamasi yang lain.
Kemampuan prednisolone melewati barier
plasenta buruk. Konsentrasi pada darah fetus
jauh lebih rendah dibandingkan pada ibu.
Prednisolon aman untuk kehamilan.
Dexametason dan betametasone digunakan
untuk meningkatkan maturitas paru janin.
Belum dilaporkan efek samping pada ibu dan
janin.
Hormon
Struktur primordial akan berkembang menjadi
genitalia eksterna pada UK 9 minggu.
UK 9-14 mgg testis mensekresi androgen
menjadi fetus, dg fenotip laki-laki.
Ovarium tidak mensekresi androgen, akan
berkembang menjadi fetus .
UK 7-12 mgg sangat responsif terhadap dan
dapat menyebabkan maskulinisasi atau
ambiguitas genitalia.
Paparan androgen dapat menyebabkan orientasi
maskulin, cenderung menjadi homoseksual.
Androgenic progestin banyak terdapat pada alat
kontrasepsi
Paparan antenatal terhadap MPA atau depo obat
kontrasepsi IM dapat menyebabkan
maskulinisasi pada bayi (1%).
Paparan estrogen tidak berefek pada
perkembangan fetus.
Antibiotik yang aman selama hamil
Penisilin G
Penisilin V
Ampicillin
Amoxicillin/ as.klavulnat
Eritromisin
floxacillin
Cefalosporin
Isoniazid
Ethambutol

AB yang keamanannya belum jelas
Ciprofloxasin
Vancomysin
Trimetroprim
Rifampicin

Antibiotik yg harus dihindari
Cloramfenicolgray baby sindrom
Tetrasiklingangguan warna gigi, hipoplasia enamel,
displasia tulang.
Aminoglikosideototoxic
Sulfonamideneonatal joundice dan anemia hemolitik.
Metronidazolefek teratogen masih belum jelas.
Ciprofloxacingangguan pertumbuhan tulang pendek.
Obat selama masa menyusui
Obat dapat masuk ke ASI melalui difusi pasif.

Obat-obat yang harus dihindari saat laktasi:
Ciprofloxasinarhtropathy
Cloramfenicolpenekanan sumsum tulang
Iodine radioaktifdestruksi tiroid
Amiodaronefek destruksi tiroid.
Androgen androgenisasi bayi
Danazol efek antiandrogrn.
Ergotamine muntah, diare, kejang.
Laxantif diare.

Anda mungkin juga menyukai