Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN HASIL SGD

Plat Aktif Orthodontic


BLOK 18 LBM 5

Disusun Oleh :
Kelompok SGD 4
1. DyfliaIrfania (112100126)
2. Febia Astiawati S (112100132)
3. Karina Wyne S (112100142)
4. LitaParamita (112100146)
5. MentariNurul A (112100150)
6. Risky Hanugrahani P (112100162)
7. Rr. Sarah Ladytama (112100165)
8. SusantiArisonya (112100169)
9. .ThubaFitriana (112100171)


FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG
SEMARANG
2014
KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrohim
Alhamdulillahirobbilalamin, segala puji bagi Allah SWT Rob yang telah
memberikan rahmat dan hidayah kepada kita semua. Patutlah kami bersyukur
kepada Allah SWT sehingga kami dapat menyelesaikan laporan LBM 5 dalam
Blok Management of Oromaxillofacial Diseases and Disorder. Laporan LBM 2 ini
membahas tentang etiologi dan patogenesis kista dentigerous, manajemen
perawatan kista dentigerous yang meliputi indikasi dan teknik enukleasi serta
kelainan-kelainan yang ditimbulkan. Selain itu kami juga membahas
penatalaksanaan kista dentigerous setelah dilakukan bedah enukleasi. Kami
menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan laporan ini. Oleh
karena itu, saran-saran dari tutor akan kami terima dengan terbuka. Semoga apa yang
kami curahkan dalam laporan ini dapat memberi pengetahuan/informasi untuk
mengabdi kepada masyarakat kelak ketika menjadi dokter gigi nantinya. Amin ya
rabbal alamin.
Jazakumullahi khoiru jaza
Semarang, 30
Maret 2014
Penyusun


Hanifah Hasna
Huda

SKENARIO
Unit Belajar 5 : Plat Aktif Orthodontic
Judul : Mandibular Retruded saat Tumbuh Kembang

Seorang ibu datang ke RSIGM Sultan Agung dengan anaknya 9 tahun
mengeluhkan gigi atas anaknya yang maju. Ibu menjelaskan bahwa anaknya tersebut
sering pilek dan memiliki kebiasaan bernafas lewat mulut yang kemudian
dikonfirmasi oleh dokter gigi melalui pemeriksaan mirror test/fog test dan Masslers
Water Holding Test.
Pemeriksaan ekstraoral memperlihatkan wajah yang adenoid dan bibir atas
yang pendek. Pemeriksaan intraoral memperlihatkan hubungan molar kelas II,
palatum yang dalam, overjet lebih dari 8mm, palatalbite. Pemeriksaan sefalometri
menunjukkan nilai SNA 79
o
dan SNB 72
o
. Dokter menjelaskan bahwa kelainan
dentofasial ini merupakan indikasi perawatan myofunctional, baik lepasan ataupun
fixed.





UNKNOWNING WORDS

1. Wajah adenoid
Wajah adenoid merupakan bentuk wajah panjang dan sempit sehingga
terlihat wajah yang kecil dan lonjong ditandai dengan penyempitan lengkong
rahang, bibir bawah kering, hipertrofi, gigi atas protrusif, dan bibir terbuka.

2. Massler water holding test
Merupakan salah satu pemeriksaan untuk mengetahui ada tidaknya
kebiasaan buruk bernafas melalui mulut pada pasien dengan cara
menginstruksikan pasien untuk menahan air untuk tidak ditelan atau
dimuntahkan didalam mulut selama tiga menit. Pada pasien yang bernafas
melalui mulut akan mengalami kesulitan dengan ciri pasien yang tampak
gelisah dan tidak nyaman.

3. Perawatan myofungsional
Perawatan yang menggunakan suatu prinsip kerja dengan cara
menyalurkan / menuntun kekuatan alami otot. Mengembalikan fungsi oklusi
dengan bantuan fungsi otot-otot dalam rongga mulut itu sendiri.

4. Palatal bite
Palatal bite merupakan suatu kelainan dental dengan gambaran gigi
bawah yang melakukan oklusi pada palatal (gigi menyentuh palatal). Sebagai
contoh karena gigi anterior rahang atas protrusif sehingga gigi anterior rahang
bawah mencari gigi lawannya dan menjadi supraoklusi sehingga kontak ke
palatal.




DISCUSSION
Penyebab Anak Memiliki Kebiasaan Lewat Mulut Dan Pilek
Pilek bisa disebabkan karena suhu udara yang mendingin, bisa juga
dikarenakan adanya sumbatan yang mengganggu jalur pernapasan atas, bisa
juga karena alergi. Penyakit seperti sinusitis paranasal juga menyebabkan
hidung berat dan napas susah dan menyebabkan pilek.
Sementara penyebab bernapas lewat mulut bisa dari pilek secara terus
menerus sehingga menyulitkan bernapas melalui hidung karena lebih nyaman
melalui mulut. Ada pula struktur anatomis seperti bibir atas lebih pendek
jadiberpotensi bernapas lewat mulut, selain itufaktor anatomis seperti struktur
saluran nafas yang abnormal sehingga menyebabkan bernapas melalui hidung
menjadi sukar.
Hubungan Bernapas Lewat Mulut dengan Gigi Atas Lebih Maju
Pada pasien bernapas lewat mulut terjadi ketidak seimbangan antara
otot-otot diwajah, otot lidah , bibir, pipi yang menyebabkan mulut terbuka dan
lidah kedepan bawah yang mengakibatkan mandibula lebar ke lateral dan
maksila menyempit.Maksila yang menyempit menyebabkan gigi menjadi
protrusif ditambah karena tidak adanya tahanan dari otot bibir.
CaraMenghilangkan Kebiasaan Buruk Bernafas Melalui Mulut

Prinsip penatalaksanaan kebiasaan buruk adalah dengan menghilangkan
etiologi atau penyebabnya terlebih dahulu sembari memberikan piranti untuk
membantu memperbaiki efek dari kebiasaannya.
Apabila disebabkan oleh karena pembesaran adenoid bisa dilakukan
adenotektomi, sementara pada malforlmasi kongenital bisa dilakukan bedah
atau ortodontik. Terapi myofungsionalbiasanya dianjurkan pada masa
pertumbuhan karena akan memaksimalkan tekanan dari otot. Memacu otot
menjadi seimbang. Ada pula terapi menjepit pensil dengan bibir dan plaster
surgicalsehingga membiasaan bernapas lewat hidung.
Untuk perawatan bibir yang incompetence bibir atas dibiasakan
turunkebawah. Oral screen dan vestibular screen bisa menjadi pilihan untuk
menutup rapat mulut sehingga pasien dipaksa untuk bernafas melalui
hidungnya.

Intepretasi Pemeriksaan Overjet Lebih 8 Mm, SNA Dan SNB, Dan
Hubungan Dengan Diagnosa

SNA dan SNB digunakan untuk mengetahui relasi RA dab RB terhadap
kranium. Melihat kelainan skeletal.SNA yang normal menunjukkan 82 derajat
dengan Standar Deviasi 2, apabila lebih dari angka normal dinyatakan maksila
protuded, dinyatakan retruded apabila kurang dari angka normal. SNB normal
80 dengan SD 2, karena di skenario 72 sehingga retruded mandibula. Overjet
normal 2 mm, kalau lebih dari 2 mm artinya protrusif.
Untuk overjet dihitung jarak horizontal dari RA ke RB dengan nilai normal
2mm.

Macam - Macam kelainan dentofasial

- Kelainan besar gigi, dipengaruhi ras
- Kelainan bentuk gigi,dipengaruhi ras
- Posisi gigi, rotasi, tonjol gigi yang lebih tinggi atau rendah
- Dapat mempengaruhi bentuk lengkung gigi, aktivitas TMJ, dan fungsi
otot-otot sekitar mulut.

Macam macam Komponen alat myofungsional lepasan
- Plat dasar
- Komponen retentif
- Komponen aktif
- Komponen pasif
- Penjangkar

Otot yang berpengaruh pada kasus ini
- m. buccinator
- m. maseter
- m. pterigoideus lateral

Waktu Yang Tepat Dilakukan Perawatan Skenario

- Perawatan saat itu juga, perawatan orto bisa setelah penyebab-
penyebabnya diselesaikan.
- Perawatan myofungsional Sebelum melewati puncak pertumbuhan
- Puncak pertumbuhan bisa dilihat melalui indeks karpal

Akibat Bernapas Lewat Mulut

- Palatum sempit, karena ada tekanan dari dalam ke luar dan sebaliknya.
Sedangkan mandibula tetap karena ditahan oleh lidah
- Malposisi, karena RA menyempit akhirnya gigi kekurangan tempat
sehingga malposisi
- maloklusi gigi seperti openbite
- Retrusif maksila maupun mandibula
- Penyakit-penyakit RM seperti karies, mulut yang kering dapat
menyebabkan rentan karies
-
LEARNING OBJECTIVES

Perawatan Myofungsional, Indikasi Kontraindikasi, Komponen-
Komponen Alat Myofungsional Dan Fungsinya

- Alat yg memanfaatkan tekanan alami dari otot otot yang akan
disalurkan ke gigi dan tulang alveolar.
- Indikasi:
o Pasien masa tumbuh kembang aktif
o Diskrepansi skeletal dari ringan hingga sedang
o Tidak ada kehilangn ggigi
o Tidak ada gigi rotas / inklinasi parah
o Diastema dan crowding minimal\pasien koooeratif
- Kontraindikasi
o Pasien prepubertas dan pos dewasa
o Malposisi diastem dan crowding parah\pasien tidak kooperatif dan
alergi
- Fix
o Herbst
Merupaka jenis tipe cepat
Omponen utama: terdiri dari tube dan
Dirancang untuk MO klas II
Indikasi (untuk stimulasi pertumbuhan kondilus
mandinbula dengan mandubula yg retro, pasien obstruksi
jalan napas hidung, yang tidak memungkinkan memakai
pesawat lepas, pasien tidak kooperatif)
- Lepasan
o Twin block: pesawat fungsional sederhana dengan kontak oklusi
bite blok didesain untuk memajukan mandibula. Terdapat 2
macam: upper blok dan lower blok.
Indikasi: maloklosi klas II div 1 dgn . overjet ringan hingga
berat, deep over bite. Pasien pada kasus dstoklusi pada
sejmen buka. Pasien harus pad masa pertumbuhan aktif dan
gigi bercampur pd anak2.
Kontra indikasi: klas II maksila prognasi, pada kasusu gigi
berjejal
o Aktivator
Pesawat fungsional yg bersifat fidiologis, karena tidak
menggunakan kekuatan mekanis tetpai pakai kekuatan
fungsional dr otot2 disekita mulut ke tulang, gigi geligi dan
alveolus, dan rangan dan persedian rahang.
Indikasi: MO angle klas II div 1, MO angle Klas I
o Plat ekspansi
Alat lepasan yg digunakan pada kasusu gigi depan yang
berjejal ringan
Sifat removable
Aktif dan stabilitas tinggi
o Bionator
Indikasi: MO klas II dengan tinggi muka bagian bawah
sangat pendek, MO klas II div 1 pda periode gigi
bercampur.
Kontra indikasi: ada deep bite disababkan oeh infraoklusi
gigi molar dam P, dan kasusu gigi berjejal
o Pesawat frankle
o Oral screen
Agar bernapas melalui hidung
Alat angdipasang pada bagian vestibulum yang menutup
jalan udara melalui mulutdan secara lansung berkontraksi
dengan bibir.
Komponen pasif
- Klasifikasi berdasarkan jaringan
o Tooth borne active appliance
Memiliki komponen aktif dengan bantuan dari spring,
screw
Gaya instrisik (gaya yang dihalkan dari dalam rongga
mulut, seperti otot otot mulut, lidah, gerakan gigi) yg
memanfaatkan perub. Post-ante
Menggerakan gigi geligi ke arah transversal dan ante-post
Contoh:
Modifikasi aktivator dan bionator
Ekspansi aktivator
ortopedi korektor
Sagital appliance
o Tooth borne pasif Appliance
Bergantung pada jar. Lunak dan aktivitas ottot
Gaya ekstrinsik (gaya yang terbentuk ketika menggigit
benda dari luar seperti pensil, dll). tergantung regangan jar
lunak dan aktivitas otot2 masstikasi
Contoh: aktivator, bionator, herbst
o Tissue borne pasif
Contoh: frankle
Mencegah tekana dr lidah, pipi dan bibir agar
tidakmengenai ggigi geligi dan alveolaris
- Klasifikai menurut otot;
o Myotonik
Bergantung pada masa otot
o Myodinamik
Berhgantung aktivitas otot
- Berdasakan kelas/grup
o Grup 1
Trandmisi gaya otot langsung pada gigi, tujuannya
mrngkoreksi MO.
Contoh Oral screen
o Grup 2
Tujuan mereposisi mandibula
Contoh: aktivator dan bionator
o Grup 3
Mereposisi mandibula tetapi kerjanya di vestibulum
Contoh : vestibular screen
- Terapi kombinasi:
o Aktivator headgear: sbg alat fungsional. Tujuan dr aktivator
menghambat maksila berlebih dan merangsang mandibula. Untuk
MO klas II div 1, pasien riwayat mouth breathing, thumb sucking.
Headgear mendorong mandibula ke depan dan menghambat
maksila untuk tumbuh
- Pemakaian alat myofungsional yang efektif 12 sampai 18 tahun selama 6
bulan 1 tahun
1. Etiologi kelainan dentofasial dan patofiologinya?
- Palatum tinggi: berasal dr thumb suckig, tekangan dr jari yang menyalur
ke palatum, berlangsung kronis, sehingga palatum kronis
- Adenoid face: krn bernapas lewat mulit krn adanya obtruksi lewat hidung,
jk obtruksi telah dihialng dan tetap bernapas lewat multu berarti krn bad
habit. Penympitan lengkung rahang, postur mulut membukan, lubang
hidung mengecil. Terlihat seperti orang bodoh. Karena bentuk kepala
memanjang dan RA terletak lebih rendah dar normalnya. 4 fakto yg
mempengaruhi keparahan Durasi, frekuensi, intensitas, umur
- Hubngan antara bibir atas dan bawah tidak seimbang. Dikarenakan oto
bucinator abnormal, mengakibatka lengkung rahang atas konstriksi dan
sempit, yang menimbulkan gigitan terbakuk post, dan otot mentalis
hiperaktif
- Kelainan dentofasial digai 3
o Dental
o Skeletal
o
- Penyebab:
o Genetik: diturunkan dr ortu.
o Lingkungan: faktor ras, nutrisi (berhungan dengan tulang,
kekurangan mineral seperti Ca jd pembentukan tulag terhambat)
dan kebiasaan buruk.
- Kelainan fasial
o Krn perkembangan embrio
Kehamilan hari ke 17, ada pembentukan benih dan struktur.
Jika ada kelainan pada masa ini, bibir lebig tipis dan
kebawah, mikrognatia
Hari 18- 23: menyebabkan neuraltooth formation
anancephali, berpengaruh ke RM
Hari 19 28: fase origin, migrasi, dan interaksi populasi
sel. Salah satu bisa menyebabkan teacher collin syndrom
Hari 28 38: Kelainan bibir sumbing
Hari 42- 55 : kelainan cleft palate
Hari 50 lahir: kelainan diferensiasi sel sinostosis
syndrom
- Menghisap bibir bawah
o Gigi insisivus lebih ke labio versi
o MO klas II div 1, karena bibir atas hipotonik
- Bernapas lewat mulut
o Openbite anterior, karena tertekan lidah