Anda di halaman 1dari 1

Marchantia

Awal tahap sporofit di mulai dari pembentukan zigot


hasil fertilisasi dengan kromosom diploid, zigot mulai
membelah kurang lebih 48 jam setengah fertilisasi.
Pembelahan 1 :epibasal dan hipobasal
Pembelahan 2 : 4 sel (tahap kuadran)
Pembelahan berikutnya : 8 sel, 4 sel di bagian
luar dan 4 sel lagi di bagian dalam.
Pada bagian luar menjadi kapsula kemudian
terjadi pembelahan perikrinal dan
menhasilkan ampitesium (sel-sel tepi) dan
endotesisum, pada ampitesium menjadi diding
kapsula (1 lapis).endotesium menjadi
arkespora kemudian membelah menjadi
jaringan sporogen padat menghasilkan dua sel
induk. Yang pertama menjadi sel-sel induk
elater menghasilkan sel elater dan sel induk
spra tadi mengalami pembelahan meiosis
menghasilkan 4 meiospora.
Dan 4 sel yang berada di dalam yang ada di awal tadi
menjadi kaki dan seta

Riccia

Ukuran sel-selnya membesar membentuk embrio
yang tetap menempati bagian perut arkegonium.
Sel-selnya tetangga di sekitar bagian perut
tersebut membelah berulang kali sehingga
melingkupi embrio, struktur pelindung embrio ini
disebut dengan kaliptra. Sporofit riccia yang telah
dewasa memiliki struktur yang paling sederhana
dibandingkan dengan jenis lumut yang lain. Tidak
memiliki seta dan kaki, tapi hanya berupa kantung
spora berbentuk bola yang tertanam di dalam
talus. Bagian luar dilapisi dengan sel-sel kaliptra,
dan tidak ditemukan sel-sel penyusun sporofit
yang bersifat diploid. Makanan untuk sporofit
untuk sporofit (air, mineral, zat makanan) mutlak
tergantung pada talus gametofit. Pelepasan spora
terjadi pada musim kering, lapisan kaliptra layu
dan pecah sehingga spora keluar terbawa angin
dan tumbuh jika keadaan cukup air.
Perkecambahan spora memerlukan cahaya yang
cukup, suhu rendah, dan cukup air.