Anda di halaman 1dari 61

KONSEP DASAR ANALISA STANDAR BELANJA

KONSEP DASAR ANALISA STANDAR BELANJA & STANDAR BIAYA
KONSEP DASAR ANALISA STANDAR BELANJA & STANDAR BIAYA

&

KONSEP DASAR ANALISA STANDAR BELANJA & STANDAR BIAYA

STANDAR BIAYA

KONSEP DASAR ANALISA STANDAR BELANJA & STANDAR BIAYA

ASB

ANALISA STANDAR BELANJA

PENGANGGARAN BERBASIS KINERJA APBN Dalam penganggaran berbasis kinerja diperlukan indikator kinerja, STANDAR BIAYA, dan evaluasi kinerja
PENGANGGARAN BERBASIS KINERJA
PENGANGGARAN BERBASIS KINERJA
APBN Dalam penganggaran berbasis kinerja diperlukan indikator kinerja, STANDAR BIAYA, dan evaluasi kinerja dari setiap program

APBN

Dalam penganggaran berbasis kinerja

diperlukan indikator

kinerja, STANDAR BIAYA, dan evaluasi kinerja dari setiap program

dan jenis kegiatan”

APBN Dalam penganggaran berbasis kinerja diperlukan indikator kinerja, STANDAR BIAYA, dan evaluasi kinerja dari setiap program

(mengacu pada Pasal 7 ayat (2) PP No.21/2004)

APBN Dalam penganggaran berbasis kinerja diperlukan indikator kinerja, STANDAR BIAYA, dan evaluasi kinerja dari setiap program
APBD
APBD
Penyusunan anggaran berdasarkan prestasi kerja dilakukan berdasarkan capaian kinerja, indikator kinerja, ANALISIS
Penyusunan anggaran berdasarkan prestasi kerja dilakukan
berdasarkan capaian kinerja, indikator kinerja, ANALISIS
STANDAR BELANJA, standar satuan harga, dan standar pelayanan minimal. (mengacu pada Pasal 39 ayat (2) PP
STANDAR BELANJA, standar satuan harga, dan standar
pelayanan minimal.
(mengacu pada Pasal 39 ayat (2) PP No.58/2005)
PENGANGGARAN BERBASIS KINERJA APBN Dalam penganggaran berbasis kinerja diperlukan indikator kinerja, STANDAR BIAYA, dan evaluasi kinerja

ANGGARAN BERDASARKAN PRESTASI KINERJA

ANGGARAN BERDASARKAN PRESTASI KINERJA Penyusunan anggaran berdasarkan prestasi kinerja dilakukan berdasarkan capaian kinerja indikator kinerja analisis
ANGGARAN BERDASARKAN PRESTASI KINERJA Penyusunan anggaran berdasarkan prestasi kinerja dilakukan berdasarkan capaian kinerja indikator kinerja analisis

Penyusunan anggaran

berdasarkan prestasi

kinerja dilakukan berdasarkan

capaian kinerja indikator kinerja analisis standar belanja standar satuan harga standar pelayanan minimal
capaian kinerja
indikator kinerja
analisis standar belanja
standar satuan harga
standar pelayanan minimal

Pengertian

  • CAPAIAN KINERJA adalah ukuran prestasi kerja yang akan dicapai dari keadaan semula dengan mempertimbangkan

faktor kualitas, kuantitas, efisiensi dan efektifitas pelaksanaan dari setiap program dan kegiatan.

  • INDIKATOR KINERJA adalah ukuran keberhasilan yang dicapai pada setiap program dan kegiatan satuan kerja perangkat daerah.

  • ANALISIS STANDAR BELANJA adalah penilaian kewajaran atas beban kerja dan biaya yang digunakan untuk

melaksanakan suatu kegiatan. Penyusunan RKA-SKPD

dengan pendekatan analisis standar belanja dilakukan secara

bertahap disesuaikan dengan kebutuhan.

  • STANDAR SATUAN HARGA adalah harga satuan setiap unit barang/jasa yang berlaku disuatu daerah.

  • STANDAR PELAYANAN MINIMAL adalah tolok ukur kinerja dalam menentukan capaian jenis dan mutu pelayanan dasar

yang merupakan urusan wajib daerah.

Pengertian

Analisis Standar Belanja (ASB)

  • Penjelasan PP 58/2005 Pasal 39 ayat (2)

    • Yang dimaksud dengan analisis standar belanja adalah penilaian kewajaran atas beban kerja dan biaya yang digunakan untuk melaksanakan suatu kegiatan.

  • ASB merupakan salah satu komponen yang harus dikembangkan sebagai dasar pengukuran kinerja keuangan dalam penyusunan APBD dengan pendekatan kinerja.

  • ASB adalah standar untuk menganalisis anggaran belanja yang digunakan dalam suatu program atau kegiatan untuk menghasilkan

tingkat pelayanan tertentu dan kewajaran biaya di unit kerja dalam satu

tahun anggaran

ANGGARAN BERBASIS KINERJA

Program/

Kegiatan

ANGGARAN BERBASIS KINERJA Program/ Kegiatan Kemampuan Anggaran Outcome indikator kinerja capaian kinerja Kuantitas? Output analisis standar

Kemampuan Anggaran

Outcome

indikator kinerja capaian kinerja
indikator kinerja
capaian kinerja
ANGGARAN BERBASIS KINERJA Program/ Kegiatan Kemampuan Anggaran Outcome indikator kinerja capaian kinerja Kuantitas? Output analisis standar
ANGGARAN BERBASIS KINERJA Program/ Kegiatan Kemampuan Anggaran Outcome indikator kinerja capaian kinerja Kuantitas? Output analisis standar
Kuantitas? Output analisis standar belanja
Kuantitas?
Output
analisis standar belanja
standar satuan harga
standar satuan harga
ANGGARAN BERBASIS KINERJA Program/ Kegiatan Kemampuan Anggaran Outcome indikator kinerja capaian kinerja Kuantitas? Output analisis standar
Kualitas?
Kualitas?
Input
Input

LATAR BELAKANG

  • Tuntutan terhadap kinerja pengelolaan keuangan daerah yang semakin ekonomis. efisien. efektif. akuntabel. dan

 

transparan.

  • Adanya ketidakadilan dan ketidakwajaran anggaran belanja antar kegiatan sejenis. antar program dan antar SKPD. yg disebabkan oleh:

  • Tidak jelasnya definisi suatu kegiatan;

  • Perbedaan output kegiatan;

  • Perbedaan lama waktu pelaksanaan;

  • Perbedaan kebutuhan sumberdaya;

  • Beragamnya perlakuan objek/rincian objek/item belanja;

  • Terjadinya pemborosan anggaran;

     
 

8

BEBARAPA PERMASALAHAN

DALAM PENGANGARAN

  • 1. Banyaknya Program & Kegiatan dalam Permendagri No 13 / 2006

  • 2. TIDAK JELASNYA DEFINISI KEGIATAN AKIBATKAN BERAGAMNYA PEMAHAMAN DARI SKPD TERHADAP SUATU KEGIATAN

    • Ketidaktepatan dalam menggunakan rekening belanja

    • Perbedaaan memahami definisi kegiatan yang mirip :

    • Keragaman dalam penggunaan Rekening Belanja

  • 2. TIDAK STANDAR / BERAGAMNYA CARA PENGHITUNGAN RINCIAN

  • ANGGARAN BELANJA

    • 3. BANYAKNYA REKENING BELANJA TAMBAHAN PER KEGIATAN

    • 4. OUTPUT KEGIATAN YANG TIDAK TERUKUR DAN SANGAT BERAGAM

    BANYAKNYA PROGRAM DAN KEGIATAN PADA SETIAP SKPD PROGRAM DAN KEGIATAN PADA SETIAP SKPD 01 PROGRAM PELAYANAN
    BANYAKNYA PROGRAM DAN KEGIATAN PADA SETIAP SKPD PROGRAM DAN KEGIATAN PADA SETIAP SKPD 01 PROGRAM PELAYANAN

    BANYAKNYA PROGRAM DAN KEGIATAN PADA SETIAP SKPD

    BANYAKNYA PROGRAM DAN KEGIATAN PADA SETIAP SKPD PROGRAM DAN KEGIATAN PADA SETIAP SKPD 01 PROGRAM PELAYANAN
         

    PROGRAM DAN KEGIATAN PADA SETIAP SKPD

    01

     

    PROGRAM PELAYANAN ADMINISTRASI PERKANTORAN

    01

    01

    Penyediaan jasa surat menyurat

    01

    02

    Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik

    01

    03

    Penyediaan jasa peralatan dan perlengkapan kantor

    01

    04

    Penyediaan jasa jaminan pemeliharaan kesehatan PNS

    01

    05

    Penyediaan jasa jaminan barang milik daerah

    01

    06

    Penyediaan jasa pemeliharaan dan perizinan kendaraan dinas/operasional

    01

    07

    Penyediaan jasa administrasi keuangan

    01

    08

    Penyediaan jasa kebersihan kantor

    01

    09

    Penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja

    01

    10

    Penyediaan alat tulis kantor

    01

    11

    Penyediaan barang cetakan dan penggandaan

             
     

    01

    12

    Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor

     

    01

    13

    Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor

     

    01

    14

    Penyediaan peralatan rumah tangga

    01

    15

    Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan

    01

    16

    Penyediaan bahan logistik kantor

    01

    17

    Penyediaan makanan dan minuman

    01

    18

    Rapat-rapat kordinasi dan konsultasi ke luar daerah

    01

    19

    Dst………………… ..

     
       

    Program peningkatan sarana

    02

    dan prasarana aparatur

    • 02 01

     

    Pembangunan rumah jabatan

    • 02 02

     

    Pembangunan rumah dinas

    • 02 03

     

    Pembangunan gedung kantor

     
    • 02 04

    Pengadaan mobil jabatan

    • 02 05

     

    Pengadaan kendaraan dinas/operasional

    • 02 06

     

    Pengadaan perlengkapan rumah jabtan/dinas

    • 02 07

     

    Pengadaan perlengkapan gedung kantor

    • 02 08

     

    Pengadaan peralatan rumah jabatan/dinas

    • 02 09

     

    Pengadaan peralatan gedung kantor

    • 02 10

     

    Pengadaan mebeleur

    • 02 11

     

    Pengadaan ……………….

    • 02 19

     

    dst………….

    • 02 20

     

    Pemeliharaan rutin/berkala rumah jabatan

    • 02 21

     

    Pemeliharaan rutin/berkala rumah dinas

    • 02 22

     

    Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor

    • 02 23

     

    Pemeliharaan rutin/berkala mobil jabatan

       

    Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan

    • 02 24

    dinas/operasional

       

    Pemeliharaan rutin/berkala perlengkapan

    • 02 25

    rumah jabatan/dinas

       

    Pemeliharaan rutin/berkala perlengkapan

    • 02 26

    gedung kantor

       

    Pemeliharaan rutin/berkala peralatan

    • 02 27

    rumah jabatan/dinas

       

    Pemeliharaan rutin/berkala peralatan

    • 02 28

    gedung kantor

     
    • 02 29

    Pemeliharaan rutin/berkala mebeleur

     
    • 02 30

    Pemeliharaan rutin/berkala ……………….

     
    • 02 39

    dst………….

     
    • 02 40

    Rehabilitasi sedang/berat rumah jabatan

     
    • 02 41

    Rehabilitasi sedang/berat rumah dinas

       

    Rehabilitasi sedang/berat rumah gedung

    • 02 42

    kantor

     
    • 02 43

    Rehabilitasi sedang/berat mobil jabatan

       

    Rehabilitasi sedang/berat kendaraan

    • 02 44

    dinas/operasional

     
    • 02 45

    dst………….

    <a href=KEGIATAN BERDASARKAN PERMENDAGRI NO. 13/2006  Total Kegiatan = 1.602 nama kegiatan; = 215 kegiatan Dsb …… ..  Total Program = 215 nama program = 23 program Dsb …… ..  Halaman = 46 halaman 12 " id="pdf-obj-11-2" src="pdf-obj-11-2.jpg">
    • Total Kegiatan

    =

    1.602 nama kegiatan;

    =

    215 kegiatan Dsb …… ..

    • Total Program

    =

    215 nama program

    =

    23

    program Dsb …… ..

    • Halaman

    =

    46 halaman

     
     Total Kegiatan = 1.602 nama kegiatan; = 215 kegiatan Dsb …… ..  Total Program
     

    12

    Ketidaktepatan dalam menggunakan rekening belanja

    No

    Kegiatan

    Rekening Belanja

     

    kode

    Uraian

    • 1 penyediaan jasa surat menyurat (

    • 5.2.2.03.05 Belanja Surat Kabar / Majalah

    x.xx x.xx.xx 01.01 )

    • 5.2.3.12.09 Belanja Modal Pengadaan Kelengkapan Komputer (flash disc, mouse, keyboard, hard disc, dll)

    • 2 penyediaan jasa peralatan dan

    • 5.2.3.10.01 Belanja Modal Pengadaan Mesin Tik

     

    perlengkapan kantor ( x.xx x.xx.xx

    • 5.2.3.11.04 Belanja Modal Pengadaan Filling Kabinet

    • 01.03 )

     

    5.2.2.02.10

    Belanja Suku Cadang Peralatan Kantor

    • 3 penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik (x.xx x.xx.xx 01.02

    • 5.2.2.03.05 Belanja Surat Kabar / Majalah

    • 4 penyediaan jasa jaminan barang milik daerah

    • 5.2.1.02.01 Honorarium Tenaga Ahli / Instruktur / Narasumber/Moderator/Notulen/Fasilitator/Peserta Non PNS

    • 5 penyediaan alat tulis kantor ( x.xx x.xx.xx 01.10 )

    • 5.2.2.01.04 Belanja Perangko, Materai dan Benda Pos Lainnya

    • 6 penyediaan peralatan dan

    • 5.2.2.01.04 Belanja Perangko, Materai dan Benda Pos Lainnya

     

    perlengkapan kantor ( x.xx x.xx.xx

    • 5.2.2.01.05 Belanja Peralatan Kebersihan dan Bahan Pembersih

    • 01.13 )

     
    • 5.2.2.01.13 Belanja Pengisian Tabung Oksigen

    • 5.2.3.13.01 Belanja Modal Pengadaan Meja Kerja

    • 5.2.3.13.02 Belanja Modal Pengadaan Meja Rapat

    • 5.2.3.13.04 Belanja Modal Pengadaan Kursi Kerja

    • 5.2.3.13.05 Belanja Modal Pengadaan Kursi Rapat

    TIDAK STANDAR / BERAGAMNYA CARA PENGHITUNGAN RINCIAN ANGGARAN BELANJA

    Contoh : Belanja Bahan bakar Minyak / Gas dan Pelumas ( 5.2.2.05.03 )

    Uraian

    Volume

    Satuan

    Harga Satuan

    Jumlah

    Kepala ( 1 orang )

     
    • 12 Liter

    bulan

    350

     

    4,500

    18,900,000

    Kabag TU / Kabid ( 6 orang )

     
    • 12 Liter

    bulan

       
    • 1200 4,500

    64,800,000

    Kasubag / Kasubid ( 16 orang )

     
    • 12 Liter

    bulan

       
    • 2400 4,500

    129,600,000

    Pelaksana Gol III ( 20 orang )

     
    • 12 Liter

    bulan

       
    • 1000 4,500

    54,000,000

    Pelaksana Gol II ( 38 orang )

     
    • 12 Liter

    bulan

       
    • 1330 4,500

    71,820,000

    Operasional ( 2 unit )

     
    • 12 Liter

    bulan

    165

     

    4,500

    8,910,000

       

    Harga

     

    Uraian

     

    Volume

     

    Satuan

    Satuan

    Harga Satuan

    pembelian bensin

    1

    tahun

    27,750

    liter

    4,500

    124,875,000

     

    Pembelian bensin

    700

    liter

     

    4,500

     

    3,150,000

     

    Oli mobil Top1

     

    liter

    • 40 31,000

     

    1,240,000

    Oli motor Top1

     

    liter

    • 50 25,000

     

    1,250,000

    BANYAKNYA REKENING BELANJA TAMBAHAN PER

    KEGIATAN

    Contoh : Kegiatan penyediaan barang cetakan dan penggandaan ( x.xx x.xx.xx 01.11 )

    5.2.1.01.02

    Honorarium Tim Pengadaan Barang dan Jasa

    5.2.1.01.03

    Honorarium Tim Pemeriksa Barang dan Jasa

    5.2.1.02.03

    Honorarium Tim Kerja Non PNS

    5.2.2.01.01

    Belanja Alat Tulis Kantor

    5.2.2.01.02

    Belanja Dokumen / Administrasi Tender

    5.2.2.03.04

    Belanja Jasa Pengumuman Lelang / Pemenang Lelang

    5.2.2.11.02

    Belanja Makanan dan Minuman Rapat

    5.2.2.15.01

    Belanja Perjalanan Dinas Dalam Daerah

    6.2.2.06.01

    Belanja Cetak

    6.2.2.06.02

    Belanja Penggandaan

    Perlu standarisasi penggunaan kode rekening dlm setiap kegiatan

    Manfaat Standar Analisa Belanja (ASB)

    • Mudah dalam menentukan kewajaran biaya untuk melaksanakan suatu kegiatan.

    • Meminimalisir terjadinya pengeluaran yang kurang jelas yang menyebabkan inefisiensi

    anggaran.

    • Penentuan anggaran berdasarkan pada tolok ukur kinerja yang lebih jelas.

    • Penentuan besaran alokasi setiap kegiatan menjadi objektif.

    • Penyusunan anggaran menjadi lebih cepat.

    POSISI ASB DALAM PENGANGGARAN

    • Digunakan pada saat proses penyusunan PPAS

    • Digunakan SKPD pada saat proses penyusunan RKA-SKPD

    • Digunakan TAPD pada saat Evaluasi RKA-SKPD

    • Digunakan DPRD pada saat Evaluasi RAPBD

    PRINSIP DASAR PENYUSUNAN ASB  Penyederhanaan (Modelling);  Mudah diaplikasikan;  Tidak Mudah Basi;  Mudah
    PRINSIP DASAR
    PENYUSUNAN ASB
    Penyederhanaan (Modelling);
    Mudah diaplikasikan;
    Tidak Mudah Basi;
    Mudah diup-date;
    Berlaku umum untuk spesifikasi output dan
    kebutuhan sumber daya yang sama.

    STANDARISASI DALAM BELANJA

    • Standarisasi Volume

      • Jumlah Peralatan/Kantor, Jumlah Cleaning Service / SKPD

    • Standarisasi Total Belanja

      • Belanja ATK Rp 20 Juta / SKPD

      • Belanja Pemeliharaan Kendaraan

        • Rp 2 juta/th

    Roda 2

    • Rp 18 juta/th

    Roda 4

    • Standarisasi per Satuan Belanja

      • Belanja Pemeliharaan Kendaraan Roda 4

    • Services Rutin

    Rp.

    3

    juta / th

    • Suku Cadang

    Rp.

    4

    juta /

    th

    • BBM

    Rp. 10

    juta / th

    • Perpanjangan STNK

    Rp.

    1

    juta / th

    METODE PENYUSUNAN ASB

    Analisis Statistik:

    • Mencari nilai Min-Max;

    • Menghitung Biaya Rata-rata;

    • Menghitung prosentase alokasi jenis belanja

    (Catatan : metode-metode diatas mengandalkan data yang ada time siries atau cross section, dengan

    syarat data tersebut cukup akurat)

    Metode Survey Data existing FGD = Focussed Group Disscussion

    20

    PERILAKU BIAYA

    Pola perubahan biaya dalam kaitannya dengan perubahan kegiatan (activity drivers) dalam kurun waktu tertentu (relevant range).

    Biaya variabel:

    • Totalnya berubah secara proporsional dengan perubahan tingkat kegiatan.

    • Biaya per unit tidak berubah untuk berbagai tingkat kegiatan.

    Biaya tetap:

    • Totalnya tetap tidak bergantung pada perubahan tingkat kegiatan dalam kisar tertentu.

    • Biaya per unit semakin turun dengan meningkatnya tingkat kegiatan.

    Biaya campuran:

    Biaya bertingkat:

    • Mengandung komponen biaya tetap dan biaya variabel.

    • Besarnya bertingkat sejalan dengan meningkatkan kisaran kegiatan.

    PERILAKU BIAYA

    Biaya

    total

    Biaya Variabel Total

    PERILAKU BIAYA Biaya total Biaya Variabel Total Tingkat Kegiatan Biaya per unit Biaya Variabel per Unit

    Tingkat Kegiatan

    Biaya

    per

    unit

    Biaya Variabel per Unit

    PERILAKU BIAYA Biaya total Biaya Variabel Total Tingkat Kegiatan Biaya per unit Biaya Variabel per Unit

    Tingkat Kegiatan

    Biaya

    total

    Biaya Tetap Total

    PERILAKU BIAYA Biaya total Biaya Variabel Total Tingkat Kegiatan Biaya per unit Biaya Variabel per Unit

    Tingkat Kegiatan

    Biaya

    per

    unit

    Biaya Tetap per Unit

    PERILAKU BIAYA Biaya total Biaya Variabel Total Tingkat Kegiatan Biaya per unit Biaya Variabel per Unit

    Tingkat Kegiatan

    Biaya Campuran Secara Grafis

    Hubungan Fungsional:

    Y = 1.800.000 + 1.000X

    Biaya Sewa 5.000.000 4.500.000 4.000.000 Grafik Biaya Total 3.500.000 3.000.000 2.500.000 Grafik Biaya Tetap 2.000.000 1.500.000
    Biaya Sewa
    5.000.000
    4.500.000
    4.000.000
    Grafik Biaya Total
    3.500.000
    3.000.000
    2.500.000
    Grafik Biaya Tetap
    2.000.000
    1.500.000
    Grafik Biaya Variabel
    1.000.000
    500.000
    0
    500
    1.000
    1.500
    2.000
    2.500
    3.000

    Biaya Variabel: 1.000X

    Biaya Tetap: Rp 1.800.000

    Kilometer Terpakai

    Biaya Campuran Secara Grafis

    Biaya Pengantaran

    6.500 800 650 850 600 750 700 500 550 400 450 0 4.500 5.000 5.500 6.000
    6.500
    800
    650
    850
    600
    750
    700
    500 550
    400 450
    0
    4.500
    5.000
    5.500
    6.000
    7.000
    7.500

    Cacah Order per Bulan

    Hubungan

    Korelatif/Statistis

    Pemisahan Biaya Campuran

    • Karena hubungan biaya dengan kegiatan dalam biaya campuran umumnya bersifat korelatif bukan fungsional, perlu metoda estimasi untuk memisahkan komponen secara tepat

    • Metode pemisahan :

      • 1. Tinggi-rendah (high-low method)

      • 2. Pengepasan grafis (graphical fitting method)

      • 3. Regresi (regression method)

      • 4. Survey kondisi existing

    Metode Tinggi-Rendah

     

    Banyaknya

    Biaya

    Order

    Pengantaran

    Tingkat kegiatan tertinggi

    800

    Rp 6.900.000

    Tingkat kegiatan terendah

    400

    4.500.000

    400

    Rp 2.400.000

    Biaya variabel per unit =

    Metode Tinggi-Rendah Banyaknya Biaya Order Pengantaran Tingkat kegiatan tertinggi 800 Rp 6.900.000 Tingkat kegiatan terendah 400

    Perubahan biaya

    =

    Perubahan kegiatan

    Dengan mengambil output pada tingkat terendah:

    Rp 2.400.000

    = Rp 6.000
    400

    Komponen biaya tetap = Biaya total - Komponen biaya variabel total = Rp 4.500.000 - (400 X Rp 6.000) = Rp 5.400.000 Rp 2.400.000 = Rp 2.100.000

    Metode Pengepasan Grafis

    • Metoda ini mengandalkan kemampuan visual

    • Prinsipnya sama dengan metoda tinggi-rendah tetapi semua titik dipertimbangkan untuk menemukan garis estimasi

    • Memerlukan kertas grafis (milimeter)

    • Metoda ini jarang digunakan karena tidak praktis dan objektif. Ketelitian bergantung pada kemampuan dan pengalaman seseorang

    Metode Regresi

    • Mirip dengan pengepasan grafis tetapi dilakukan secara ilmiah yaitu dengan mencari angka terkecil penjumlahan kuadrat penyimpangan (galat) dari garis estimasi

    • Meregresi: menghubungkan satu atau beberapa variabel independen dengan variabel dependen untuk menentukan apakah satu variabel independen atau lebih menjelaskan variasi variabel dependen

    • Biaya overhead diperlakukan sebagai variabel dependen, tingkat kegiatan diperlakukan sebagai variabel independen

    TAHAPAN Penyusunan ASB

     Mencakup beberapa langkah yaitu:  Penentuan Pengertian/definisi yang lebih OPERASIONAL  Penetuan Rekening-rekening Belanja yang
    Mencakup beberapa langkah yaitu:
    Penentuan Pengertian/definisi yang lebih OPERASIONAL
    Penetuan Rekening-rekening Belanja yang Terkait
    Pencarian Pengendali Belanja (cost driver) dari tiap-tiap jenis
    kegiatan. ( jumlah pegawai, luas , jml/jenis kendaraan,
    jumlah peserta, Tipe organisasi – koordinator?)
    Penentuan Dasar Perhitungan Biaya Kegiatan
    Pencarian Standarisasi Belanja ( Via survey, rata2 )
    Membuat Contoh Perhitungan Belanja dengan
    menggunakan ASB

    KOMPONEN PERHITUNGAN ASB

    • Pengertian Kegiatan

    • Pengendali Belanja (cost driver)

    • Dasar Perhitungan Belanja

    • Standarisasi Belanja

    • Rekening Belanja Terkait

    • Contoh Perhitungan Belanja

    DEFINISI OPERASIONAL KOMPONEN-KOMPONEN ASB • Pengertian : – merupakan paparan yang menjelaskan pengertian yang benar dan

    DEFINISI OPERASIONAL KOMPONEN-KOMPONEN ASB

     

    Pengertian :

    merupakan paparan yang menjelaskan pengertian yang benar dan definisi dari suatu kegiatan .

    mempermudah pengguna untuk mengetahui indikator

     

    kinerja dan jenis belanja apa yang seharusnya digunakan

    untuk suatu jenis kegiatan tertentu.

    Pengendali Belanja (cost driver) :

    merupakan faktor-faktor yang memicu biaya/belanja dari suatu kegiatan yang dilakukan.

         
       

    Pengendali belanja berbeda-beda antara satu SAB dengan

       

    SAB lainnya tergantung pada jenis kegiatan yang

     

    dilaksanakan. dapat berupa jumlah peserta, jumlah hari, jumlah jpl, jumlah lembaga, jenis even, tingkat pelatihan, luas bangunan, durasi, dan lain-lain.

     

    Contoh cost driver

    Rincian Pengukuran SAB Pendidikan dan Pelatihan Profesi

    • Cost Driver: Jumlah Jam Pelatihan, Jumlah Peserta, Kategori Even

    Indeks 1,5 indeks 1

    : untuk tingkat nasional dengan kejuaraan, : untuk tingkat nasional tanpa kejuaraan, indeks

    0,75 : untuk tingkat daerah

    Dasar Perhitungan Biaya

    Merupakan formula / rumus yang digunakan dalam menghitung besarnya belanja total dari suatu kegiatan.

    Contoh :

    Dasar Perhitungan Biaya Kegiatan Penyediaan Jasa Jaminan Barang Milik Daerah =

    Jumlah & Jenis barang milik daerah yang

    diasuransikan

    Standard biaya

    • x premi asuransi /tahun

     

    Standarisasi Belanja :

     

    Merupakan standard harga atau standar biaya dari komponen-

    komponen belanja yang digunakan untuk menghitung jumlah belanja pada suatu kegiatan Dalam satu kegiatan bisa terdapat lebih dari satu standar belanja Contoh Standarisasi Belanja pada Kegiatan Penyediaan Jasa Jaminan Barang Milik Daerah

    • 1. Standard Premi asuransi kendaraan (total lost) = 4 % x harga pasaran kendaraan tahun berjalan

    • 2. Standar premi asuransi kebakaran gedung = 0,5 % x harga perolehan gedung

    Rekening Belanja Terkait :

    merupakan rincian rekening-rekening belanja yang terkait dengan

    kegiatan yang bersangkutan

    KORIDOR REKENING BELANJA KEGIATAN

    • Merupakan Panduan yang berisi tentang

      • PENGERTIAN serta

      • REKENING-REKENING BELANJA YANG TERKAIT

    dari Kegiatan-KEGIATAN yang ada pada setiap SKPD

    Contoh : Koridor rekening

    belanja

         

    RINCIAN OBJEK BELANJA

    NO

    NAMA KEGIATAN

    PENGERTIAN

         

    KODE

    URAIAN

             

    I

    program pelayanan administrasi perkantoran ( x.xx x.xx.xx 01 )

       

    1

    penyediaan jasa surat menyurat ( x.xx x.xx.xx

    Kegiatan yang terkait dengan pembuatan dan

    BELANJA PEGAWAI

    01.01 ) Ket : digabung ke

    pendistribusian/ pengiriman surat

    5.2.1.01.01

    Honorarium Panitia Pelaksana Kegiatan*

    penyediaan ATK

       

    BELANJA BARANG DAN JASA

    5.2.2.01.04

    Belanja Perangko, Materai dan Benda Pos Lainnya

    5.2.2.03.07

    Belanja paket/pengiriman

             
    RINCIAN OBJEK BELANJA
         

    RINCIAN OBJEK BELANJA

    NO

    NAMA KEGIATAN

    PENGERTIAN

           

    KODE

    URAIAN

             

    I

    program pelayanan administrasi perkantoran ( x.xx x.xx.xx 01 )

       
             

    2

    penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik (x.xx x.xx.xx

    Kegiatan yang terkait dengan pemanfaatan jasa komunikasi, air & listrik

     

    BELANJA PEGAWAI

    01.02 )

     

    5.2.1.01.01

    Honorarium Panitia Pelaksana Kegiatan*

         

    BELANJA BARANG DAN JASA

    5.2.2.03.01

    Belanja Telepon

    5.2.2.03.02

    Belanja Air

       

    5.2.2.03.03

    Belanja Listrik

     
         

    5.2.2.03.06

    Belanja Faksimili / Internet

     

    5.2.2.03.18

    Belanja Langganan PJU Kabupaten Tangerang

    5.2.2.03.19

    Belanja Langganan Satelit

     
     

    Nama Kegiatan

    :

    Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor

    Kode Kegiatan

    :

    x.xx x.xx.01.08

     

    Pengertian

    :

    Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor adalah kegiatan yang terkait pemanfaatan jasa petugas cleaning service dan penyediaan alat-alat kebersihan untuk menjaga kebersihan kantor

    Pemicu Biaya (Cost Driver )

    :

    Luas areal yang dijaga kebersihannya ( meter 2 )

    Dasar Perhitungan Biaya

    :

    Jumlah tenaga kebersihan per gedung SKPD

    • Standar Honorarium untuk
      tenaga kebersihan

     

    Luas Gedung

    • Standard biaya peralatan kebersihan kantor

    Standarisasi Belanja

    :

    - Standar jumlah tenaga kebersihan 1 orang tenaga kebersihanper 100m2

    gedung kantor

     

    ( Rata-rata luas gedung per SKPD adalah 200 m2 sd 300 m2

    Maka Rata-rata tenaga kebersihan adalah 3 orang /SKPD)

    • - Standar Honorarium tenaga kebersihan = Rp. 400.000 per gedung SKPD / bulan

    • - Standard Belanja peralatan kebersihan kantor :

    Rp 20.000 / meter2luas gedung kantor/tahun ,

    Rekening Belanja Terkait

    :

    Kode Rekening

    Uraian Rekening

    ( rekening utama )

       

    5.2.2.03.13

    Belanja jasa cleaning service

    5.2.2.01.05

    Belanja peralatan kebersihan dan bahan pembersih

    Nama Kegiatan

    :

     

    Kode Kegiatan

    :

    Pengertian

    :

    Pemicu Biaya (Cost Driver )

    :

    Dasar Perhitungan Biaya

    :

    Standarisasi Belanja

    :

    • - premi asuransi kebakaran gedung 0,5 % x harga gedung

    Rekening Belanja Terkait

    :

     

    Kode Rekening

     

    5.2.2.04.02

    Penyediaan Jasa Jaminan Barang Milik Daerah x.xx x.xx.01.05

    Penyediaan Jasa Jaminan Barang Milik Daerah adalah kegiatan yang terkait pemanfaatan jasa

    jaminan berupa asuransi atas barang milik daerah.

    Jumlah & Jenis barang milik daerah yang diasuransikan

    x
    x

    Jumlah & Jenis barang milik daerah yang diasuransikan

    Standard biaya premi

    asuransi / th

    Standard Biaya Premi asuransi Jenis barang milik daerah

    • - Standard Premi asuransi kendaraan (total lost) 4 % x harga pasaran kendaraan tahun berjalan (Jasindo)

    Uraian Rekening

    Belanja premi asuransi barang milik daerah

           

    Contoh Perhitungan Belanja

    : Kegiatan Penyediaan Jasa Jaminan Barang Milik Daerah

    Keterangan

    : SKPD memiliki asset berupa kendaraan sejumlah 11 unit dan 1 buah gedung kantor, maka dapat menganggarakan untuk membayarkan premi asuransi dengan perincian sebagai berikut

     
    • - Kendaraan

    • a. Kijang Innova, dengan harga sebesar Rp. 150.000.000, maka akan membayarkan premi 4 % sebesar Rp. 6.000.000 / unit per tahunnya

    • b. Kijang LGX, dengan nilai perolehan sebesar Rp. 90.000.000 akan membayarkan premi 4 % sebesar Rp. 3.600.000 / unit per tahunnya

    • c. Suzuki Carry, dengan nilai perolehan sebesar Rp. 50.000.000

    akan membayarkan premi 4 % sebesar Rp. 2.000.000 / unit per

    tahunnya

    • - Gedung ( seharga Rp. 2.000.000.000)

    premi asuransi kebakaran yang dbayarkan adalah sebesar 0.5% x Rp. 2.000.000.000 = Rp. 10.000.000 / gedung per tahun

    CONTOH ASB Versi UGM: KEGIATAN WORKSHOP ATAU LOKAKARYA

    • Deskripsi:

      • Standar analisis belanja workshop atau lokakarya merupakan kegiatan yang diselenggarakan dengan tujuan untuk membekali para peserta dengan kemampuan yang diharapkan sekaligus juga menghasilkan sesuatu karya yang berkaitan dengan tujuan kegiatan tersebut. Kegiatan ini bisa dilaksanakan dengan menginapkan peserta atau tidak.

    • Pengendali belanja (cost driver):

      • Jumlah Peserta Workshop atau Lokakarya, Jumlah Hari Lokakarya, serta Bobot Menginap atau tidak.

    • Satuan pengendali belanja tetap (fixed cost):

      • = Rp. 4.124.300,00 per kegiatan

    • Satuan pengendali belanja variabel (variable cost):

      • = Rp. 56.700,00 per peserta per hari disesuiakan dengan menginap atau tidak.

    • Rumus Penghitungan Belanja Total:

      • Belanja Tetap + Belanja Variabel

      • = Rp. 4.124.300,00 + (Rp. 56.700,00 x Jumlah Peserta x Jumlah Hari Pelaksanaan x Bobot Menginap atau Tidak).

  • Keterangan Bobot menginap:

  • SB

    STANDAR BIAYA

    1. Pasal 3 ayat (1) UU No 17 Th 2003 ttg Keuangan Negara Keuangan Negara dikelola
    • 1. Pasal 3 ayat (1) UU No 17 Th 2003 ttg Keuangan Negara Keuangan Negara dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang- undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggungjawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan

    • 1. Pasal 7 ayat (2) PP No 21 Th 2004 ttn RKA-KL Dalam menyusun anggaran berbasis kinerja diperlukan indikator kinerja, standar biaya, dan evaluasi kinerja dari setiap program dan jenis kegiatan

    • 1. Pasal 7 ayat (4) PP No 21 Th 2004 ttn RKA-KL Menteri Keuangan menetapkan standar biaya baik yang bersifat umum maupun yang bersifat khusus bagi Pemerintah Pusat setelah berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait

    • 4. Pasal 3 PMK no 96/PMK.02/2006 ttg Standar Biaya Th 2007 Standar Biaya digunakan sebagai pedoman bagi K/L dalam menyusun RKA-KL Tahun anggaran 2007

    ANGGARAN BERDASARKAN PRESTASI KINERJA

    ANGGARAN BERDASARKAN PRESTASI KINERJA Dalam penganggaran berbais kinerja diperlukan indikator kinerja Standar biaya Evaluasi kinerja ditetapkan
    ANGGARAN BERDASARKAN PRESTASI KINERJA Dalam penganggaran berbais kinerja diperlukan indikator kinerja Standar biaya Evaluasi kinerja ditetapkan

    Dalam penganggaran berbais kinerja diperlukan

    indikator kinerja Standar biaya Evaluasi kinerja
    indikator kinerja
    Standar biaya
    Evaluasi kinerja

    ditetapkan

    oleh

    Menkeu

    LANDASAN LEGAL FORMAL SB

    (Pasal 7 PP No.21/2004)
    (Pasal 7 PP No.21/2004)
    1. SANTUAN KERJA SEBAGAI PENGELOLA ANGGARAN SEBAGAI PENANGGUJAWAB PENCAPAIAN KINERJA ■ ■ 2. KEGIATAN SEBAGAI SYARAT
    1. SANTUAN KERJA SEBAGAI PENGELOLA ANGGARAN SEBAGAI PENANGGUJAWAB PENCAPAIAN KINERJA ■ ■ 2. KEGIATAN SEBAGAI SYARAT
    • 1. SANTUAN KERJA SEBAGAI PENGELOLA ANGGARAN SEBAGAI PENANGGUJAWAB PENCAPAIAN KINERJA

    • 2. KEGIATAN SEBAGAI SYARAT UTAMA DAPAT DIBENTUKNYA SATKER UNSUR DINAMIS YANG MENGARAHKAN UNTUK MENCAPAI KINERJA

    • 3. KELUARAN/OUTPUT SEBAGAI SYARAT UTAMA DAPAT DITETAPKANNYA KEGAITAN SEBAGAI UKURAN KEBERHASILAN SUATU SATKER

    4. STANDAR BIAYA
    4. STANDAR BIAYA

    SEBAGAI UPAYA EFISIENSI DALAM PEMANFAATAN ANGGARAN UNTUKMEMBIAYAN KEGIATAN DALAM MENCAPAI KELUARAN

    • 5. JENIS BELANJA SEBAGAI BIAYA MASUKAN/INPUT

    MAKSUD DAN TUJUAN:

    Maksud.

    Tersedianya standar biaya yang akuntabel sebagai dasar penyusunan RKAKL sesuai peraturan perundang-undangan.

    Tujuan.

    1. Sebagai acuan dalam menggunakan satuan biaya

    2. Memudahkan kementerian negara / lembaga

    menggunakan satuan biaya input dan / atau satuan

    biaya output/kegiatan dalam penyusunan RKAKL

    PENGERTIAN STANDAR BIAYA (1):

    (1) Standar biaya adalah satuan biaya setinggi-tingginya dari suatu barang atau jasa baik secara mandiri

    maupun gabungan yang diperlukan untuk memperoleh

    keluaran tertentu dalam rangka penyusunan anggaran berbasis kinerja

    (2) Standar biaya terdiri dari standar biaya input dan

    standar biaya output/standar biaya kegiatan, keduanya dapat bersifat umum atau khusus

    (3) Standar biaya input disusun berdasarkan hasil survei, bekerjasama dengan BPS dan kementerian negara / lembaga yang dilakukan secara ekonomis, efektif, efisien, transparan, dan bertanggungjawab dengan memperhatikan rasa keadilan serta kepatutan.

    Contoh : Standar Biaya INPUT
    Contoh : Standar Biaya INPUT
    Contoh : Standar Biaya INPUT
    Pengertian Standar Biaya (2): Depkeu (4) STANDAR BIAYA OUTPUT, atau standar biaya kegiatan disusun berdasarkan usulan

    Pengertian Standar Biaya (2): Depkeu

    (4) STANDAR BIAYA OUTPUT, atau standar biaya kegiatan disusun berdasarkan usulan kementerian negara / lembaga bekerjasama

    dengan BPS. Besarannya merupakan penjumlahan biaya dari

    seluruh input terkait. Kombinasi dan volume input ditetapkan secara ekonomis, efektif, efisien, transparan, dan bertanggungjawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan.

    ini yg disebut ASB

    (5) STANDAR BIAYA YANG BERSIFAT UMUM disebut Standar Biaya

    Umum, penggunaannya bersifat lintas kementerian negara /

    lembaga dan / atau lintas wilayah;

    (6) STANDAR BIAYA YANG BERSIFAT KHUSUS disebut Standar Biaya Khusus, penggunaannya untuk kegiatan yang khusus dilaksanakan oleh kementerian negara / lembaga tertentu

    dan / atau di wilayah tertentu;

     STANDAR BIAYA YANG DAPAT DIPAKAI UNTUK PENGANGGARAN KEGIATAN/SATKER/ WILAYAH/LOKASI SECARA UMUM  UMUMNYA BERUPA STANDAR
     STANDAR BIAYA YANG DAPAT DIPAKAI UNTUK PENGANGGARAN KEGIATAN/SATKER/ WILAYAH/LOKASI SECARA UMUM  UMUMNYA BERUPA STANDAR
    STANDAR BIAYA YANG
    DAPAT DIPAKAI UNTUK
    PENGANGGARAN
    KEGIATAN/SATKER/
    WILAYAH/LOKASI
    SECARA UMUM
    UMUMNYA BERUPA
    STANDAR BIAYA INPUT
    / BIAYA MASUKAN
     STANDAR BIAYA YANG DAPAT DIPAKAI UNTUK PENGANGGARAN KEGIATAN/SATKER/ WILAYAH/LOKASI SECARA UMUM  UMUMNYA BERUPA STANDAR
     STANDAR BIAYA YANG DAPAT DIPAKAI UNTUK PENGANGGARAN KEGIATAN/SATKER/ WILAYAH/LOKASI SECARA UMUM  UMUMNYA BERUPA STANDAR
    • STANDAR BIAYA YANG DIPAKAI UNTUK PENGANGGARAN

    KEGIATAN/SATKER/

    WILAYAH/LOKASI

    TERTENTU

    • UMUMNYA BERUPA STANDAR BIAYA OUTPUT / BIAYA KELUARAN

    KOMPONEN

    KOMPONEN STANDAR BIAYA Pengelola Keu HONORARIUM UANG LEMBUR Pengadaan B&J Tim Teknis Keg. S.B. UMUM S.B.

    STANDAR BIAYA

    KOMPONEN STANDAR BIAYA Pengelola Keu HONORARIUM UANG LEMBUR Pengadaan B&J Tim Teknis Keg. S.B. UMUM S.B.
    • Pengelola Keu

    HONORARIUM
    HONORARIUM

    UANG LEMBUR

    KOMPONEN STANDAR BIAYA Pengelola Keu HONORARIUM UANG LEMBUR Pengadaan B&J Tim Teknis Keg. S.B. UMUM S.B.
    • Pengadaan B&J

    KOMPONEN STANDAR BIAYA Pengelola Keu HONORARIUM UANG LEMBUR Pengadaan B&J Tim Teknis Keg. S.B. UMUM S.B.
    • Tim Teknis Keg.

    S.B. UMUM S.B.
    S.B.
    UMUM
    S.B.
    KHUSUS
    KHUSUS
    KOMPONEN STANDAR BIAYA Pengelola Keu HONORARIUM UANG LEMBUR Pengadaan B&J Tim Teknis Keg. S.B. UMUM S.B.
    • Tim Fungsional

    KOMPONEN STANDAR BIAYA Pengelola Keu HONORARIUM UANG LEMBUR Pengadaan B&J Tim Teknis Keg. S.B. UMUM S.B.
    • Dalam Negeri

    • Luar Negeri

    KOMPONEN STANDAR BIAYA Pengelola Keu HONORARIUM UANG LEMBUR Pengadaan B&J Tim Teknis Keg. S.B. UMUM S.B.
    KOMPONEN STANDAR BIAYA Pengelola Keu HONORARIUM UANG LEMBUR Pengadaan B&J Tim Teknis Keg. S.B. UMUM S.B.
       

    STANDAR

    BIAYA

     
     
    STANDAR BIAYA
    PERJALANAN
    PERJALANAN

    KEGIATAN UMUM

    KOMPONEN STANDAR BIAYA Pengelola Keu HONORARIUM UANG LEMBUR Pengadaan B&J Tim Teknis Keg. S.B. UMUM S.B.
    • ATK

    BARANG & JASA
    BARANG & JASA
    KOMPONEN STANDAR BIAYA Pengelola Keu HONORARIUM UANG LEMBUR Pengadaan B&J Tim Teknis Keg. S.B. UMUM S.B.
    • Bahan M

    KOMPONEN STANDAR BIAYA Pengelola Keu HONORARIUM UANG LEMBUR Pengadaan B&J Tim Teknis Keg. S.B. UMUM S.B.
    • Barang lainnya

    • BARANG & JASA

    KOMPONEN STANDAR BIAYA Pengelola Keu HONORARIUM UANG LEMBUR Pengadaan B&J Tim Teknis Keg. S.B. UMUM S.B.
    • Perawatan Aset

    KOMPONEN STANDAR BIAYA Pengelola Keu HONORARIUM UANG LEMBUR Pengadaan B&J Tim Teknis Keg. S.B. UMUM S.B.
    • KEG. KHUSUS

    • Sewa

    KOMPONEN STANDAR BIAYA Pengelola Keu HONORARIUM UANG LEMBUR Pengadaan B&J Tim Teknis Keg. S.B. UMUM S.B.
    • Jasa lainnya

    Persyaratan SBK (1)

    • Dilaksanakan secara rutin setiap tahun (bukan temporer);

    • Mempunyai keluaran (output) yang jelas dan terukur;

    • Merupakan penjabaran dari Tugas dan Fungsi Kementerian Negara/Lembaga;

    • Kegiatan yang dimaksud dapat berada di tataran kegiatan, sub kegiatan sebagaimana dalam referensi RKAKL maupun detil kegiatary sepanjang masih berada di bawah program Kementerian Negara/Lembaga dalam rangka pencapaian kinerja Kementerian Negara / Lembaga;

    • Bersifat khusus/spesifik dan hanya dilaksanakan oleh Kementerian Negara/Lembaga tertentu dan atau di wilayah tertentu.

    Persyaratan SBK (2)

    • Kegiatan-kegiatan yang tidak dapat diusulkan menjadi SBK adalah:

      • Kegiatan-kegiatan kesekretariatan yang sifatnya umum dalam rangka operasional perkantoran pada Kementerian Negara/Lembaga seperti: pembayaran gaji, operasional dan pemeliharaan kantor ;

      • Kegiatan-kegiatan yang bersifat insidentil seperti: pengadaan barang antara lain komputer dan kendaraan, pembangunan gedung kantor.

    MENGHIMPUN DATA HASIL DEPARTEMEN KEUANGAN PEMBAHASAN STANDAR BIAYA KE DALAM DAFTAR STANDAR BIAYA YG AKAN DITETAPKAN
    MENGHIMPUN DATA HASIL
    DEPARTEMEN
    KEUANGAN
    PEMBAHASAN STANDAR BIAYA
    KE DALAM DAFTAR STANDAR
    BIAYA YG AKAN DITETAPKAN
    DENGAN PERMENKEU
    Membahas kebutuhan
    biaya input untuk
    membiayai
    kegiatan/sub kegiatan
    INDEKS
    STANDAR
    guna menghasilkan
    BIAYA
    KEMENTERIAN
    / LEMBAGA
    output yang telah
    ditetapkan
    UMUM DAN
    KHUSUS
    MENGUSULKAN
    RINCIAN BIAYA
    INPUT UNTUK
    BADAN PUSAT
    STATISTIK
    MENCAPAI
    OUTPUT SETIAP
    KEGIATAN/SUB
    MENYEDIAKAN DATA
    HARGA DAN TINGKAT
    KEMAHALAN DAERAH
    KEGIATAN
    Standar Biaya Masukan Contoh standar biaya masukan (input) Satu rim kertas ukuran A4 70 gram Rp.

    Standar Biaya Masukan

    Contoh standar biaya masukan (input) Satu rim kertas ukuran A4 70 gram

    Rp.

    25.000,-

    Satu unit PC Pentium 4 Multimedia

    Rp.

    10.000.000,-

    Honorarium Narasumber

    Rp.

    450.000,-

    Biaya Perjalanan Dinas Gol IV

    Rp.

    400.000,-

    Standar Biaya Keluaran

    Contoh ilustrasi standar biaya keluaran (output) Biaya lokakarya tipe A per peserta Rp. 250.000,- Biaya buku
    Contoh ilustrasi standar biaya keluaran (output)
    Biaya
    lokakarya tipe A per peserta
    Rp.
    250.000,-
    Biaya buku panduan Paket A per buku
    Rp.
    100.000,-
    Penambahan ruang kelas per m2
    Rp.
    750.000,-

    UANG HARIAN dan TARIF TAXI PERJALANAN DINAS DALAM NEGERI

    NANGGROE ACEH DARUSSALAM 90.000 300.000

    NANGGROE ACEH DARUSSALAM

    90.000

    300.000

    SUMATERA UTARA

    65.000

    300.000

    R I A U

    55.000

    300.000

    KEPULAUAN RIAU

    65.000

    300.000

    J A M B I

    55.000

    300.000

    SUMATERA BARAT

    100.000

    300.000

    SUMATERA SELATAN

    85.000

    300.000

    LAMPUNG

    95.000

    300.000

    BENGKULU

    65.000

    300.000

    BANGKA BELITUNG

    55.000

    300.000

    B A N T E N

    220.000

    300.000

       

    D.K.I. JAKARTA

    140.000

    450.000

     
         
     

    JAWA BARAT

    45.000

    350.000

    JAWA TENGAH

    40.000

    300.000

    D.I. YOGYAKARTA

    50.000

    350.000

    JAWA TIMUR

    85.000

    350.000

    B A L I

    85.000

    400.000

    NUSA TENGGARA BARAT

    30.000

    350.000

    NUSA TENGGARA TIMUR

    110.000

    350.000

    KALIMANTAN BARAT

    80.000

    300.000

    KALIMANTAN TENGAH

    65.000

    300.000

    KALIMANTAN SELATAN

    90.000

    300.000

    KALIMANTAN TIMUR

    275.000

    350.000

    SULAWESI UTARA

    80.000

    300.000

    GORONTALO

    220.000

    300.000

    SULAWESI BARAT

    65.000

    300.000

    SULAWESI SELATAN

    95.000

    350.000

    SULAWESI TENGAH

    35.000

    300.000

    SULAWESI TENGGARA

    90.000

    300.000

    MALUKU

    165.000

    300.000

    MALUKU UTARA

    110.000

    300.000

    PAPUA

    220.000

    450 000

    IRIAN JAYA BARAT

    110.000

    400.000

    Contoh ilustrasi Standar Biaya Keluaran &

    Penganggaran Kegiatan

    • Nama Kegiatan

    • Sub kegiatan

    : Peningkatan Kualitas Guru MI & MTs

    : Lokakarya Peningkatan Kualitas Guru MTs

    • -------------------------------------------------------------------------------------------------------

    • Output

    • Spesifikasi Kegiatan

    • Standar Biaya Keluaran

    : Jumlah guru peserta lokakarya

    Lokakarya Tipe A, 30 orang, 30 hari / peserta : Rp. 10.000.000.-

    :

    • -------------------------------------------------------------------------------------------------------

    • Jumlah output

    • Jumlah Anggaran

    : 30 orang guru

    : 30 x Rp. 10.000.000,- = Rp.300.000.000,-

    • -------------------------------------------------------------------------------------------------------

    • Outcome

    : (1) Proses belajar mengajar di MTs lebih lancar dengan

    sistem dan materi ajar yang lebih berkualitas (2) Jumlah muurid yang lulus ujian lebih banyak dan lebih lulusan lebih berkualitas

    Standar Biaya Umum (SBU)

    • 1. Honor penanggung jawab pengelola keuangan

    • 2. Honor pejabat/panitia pengadaan barang dan jasa

    • 3. Honor panitia pemeriksa/penerima barang/jasa paket

    • 4. Honor pengelola PNBP

    • 5. Honor pelaksana kegiatan penelitian

    • 6. Honor narasumber dalam rangka seminar/sosialisasi

    • 7. Honor Penyuluh non PNS

    • 8. Honor Pengemudi, pramubakti, dan Satpam

    • 9. Honor Tim Pelaksana Kegiatan

    • 31. Diklat pimpinan/struktural

    • 32. Latihan prajabatan

    • 33. Pengadaan bahan makanan

    34.Pemeliharaan gedung

    • 35. Pemeliharaan gedung untuk perwakilan RI

    • 36. Pemeliharaan kendaraan

    • 37. Lain-lain pemeliharaan

    • 38. Perjalanan dinas dalam negeri

    • 39. Perjalanan dinas luar negeri

    Standar Biaya Khusus

    • 1. Badan Pemeriksa Keuangan

    • 2. Komisi Yudisial

    • 3. Departemen Luar Negeri

    • 4. Kejaksaan Agung

    • 5. Departemen Dalam Negeri

    • 6. Departemen Agama
      7. Badan Pusat Statistik

    • 8. Departemen Keuangan

    • 9. Departemen Sosial

      • 10. Badan Pengawas Obat dan Makanan

      • 11. DST