Anda di halaman 1dari 31

A L Z H E I M E R

A. PENDAHULUAN
Penyakit Alzheimer (AD) pertama kali dikarakterisasi oleh Alois
Alzheimer pada tahun 1907. Penyakit Alzheimer adalah suatu demensia
progresif yang mempengaruhi fungsi kognitif, yang ditandai oleh kematian
luas neuronneuron otak, terutama di daerah otak yang dise!ut nukleus !asalis.
Pasien akhirnya kehilangan semua kemampuan kognitif, analitik, fungsi fisik,
dan akhirnya penyakit ini dapat fatal. Perkem!angan dan ke"epatan penurunan
kemampuan kognitif !er#ariasi dari tiap orang. $atarata, penderita Alzheimer
hidup % hingga 10 tahun setelah diagnosa tetapi masih !isa !ertahan hidup
sampai &0 tahun.
'ekanisme patofisiologi tepatnya !elum (elas diketahui, dan
pengo!atannya pun !elum ada. 'eskipun o!at dapat mengurangi ge(ala untuk
sementara, penyakit !iasanya fatal. Penyakit ini (uga ikut mempengaruhi
keluarga sama seperti penderita. Penderita !iasanya kehilangan identitasnya,
tidak hanya memori tapi (uga semua hal yang !erhu!ungan dengan fungsi
pengamatan, analisis, fisik, dan se"ara perlahan akan kehilangan memori
terhadap )aktu, tanggal, tahun, tidak mampu melakukan halhal yang
sederhana termasuk akti#itas seharihari yang !iasa dilakukannya.
*emampuan !er!ahasa hilang, dimulai dengan kehilangan ingatan pada nama
dan kata, sampai akhirnya kehilangan kemampuan !er!i"ara. *emampuan
untuk menghitung (uga hilang. Penderita se"ara perlahan men(adi asing di
lingkungannya, mereka tidak dapat mengenali lagi keluarga, teman, dan
tetangganya. Personalitas, memori, dan kemampuan fungsional hilang,
akhirnya mereka !ertindak seperti anak ke"il yang mem!utuhkan pertolongan
untuk melakukan akti#itasnya seperti makan, mandi, dll. *e!utuhan untuk
dilindungi dan di!antu akan meningkat terus dengan !er(alannya )aktu
sampai akhirnya se"ara total !ergantung pada perhatian dari keluarga dan
orang lain untuk semua ke!utuhan dasarnya.
1
B. PREVALENSI DAN EPIDEMIOLOGI
+ekitar 1% (uta orang di dunia diperkirakan menderita penyakit
Alzheimer, ,0- di antaranya !erada di negara !erkem!ang. .umlah kasus
penyakit Alzheimer di Asia, dan se!agian /ndia dan Afrika le!ih rendah dari
yang ter(adi di negaranegara !arat. Pre#alensi meningkat dengan peningkatan
usia. Penyakit Alzheimer mun"ul le!ih (arang pada usia 00,0 tahun,
meningkat pada usia ,01, tahun, dan sering ter(adi pada usia di atas %0 tahun.
Pada !ulan 2o#em!er &000, National Institute on Ageing (2/A) menyatakan
hampir ,0- penduduk Amerika di atas usia %, tahun menderita penyakit
Alzheimer.
$iset di /ndia dan Afrika menun(ukkan resiko penyakit Alzheimer le!ih
tinggi di daerah ur!an daripada di daerah rural. Penyakit Alzheimer dua kali
le!ih sering ter(adi pada )anita di!anding pria. 3rang yang !erpendidikan
tinggi memiliki resiko le!ih rendah terkena penyakit Alzheimer di!andingkan
dengan orang yang !erpendidikan rendah.
Alzheimer adalah penyakit urutan keempat yang paling !anyak
menye!a!kan kematian pada penduduk lansia 4+A. Alzheimer tidak
meye!a!kan kematian se"ara langsung, tapi se"ara tidak langsung diantaranya
dengan menurunkan keke!alan tu!uh pasien sehingga mengalami sepsis dan
pneumonia (uga !isa menye!a!kan tersedak, sesak nafas, defisiensi nutrisi,
dan trauma. +ekitar 100 ri!u penderita penyakit Alzheimer meninggal setiap
tahun. *arena ke!anyakan penderita Alzheimer tidak mendapat pengo!atan
pada tahap a)al penyakit, maka sangat sulit untuk memprediksikan )aktu
!ertahan hidup se(ak onset penyakit, tetapi diperkirakan sekitar 5&0 tahun.
Penelitian ter!aru pada penduduk *anada menun(ukkan !ah)a ratarata
penderita dapat !ertahan hidup setelah didiagnosis adalah 5,5 tahun. Penyakit
Alzheimer (arang ter(adi pada usia muda ke"uali pada penderita Do)n
+yndrome.
&
C. PENGGOLONGAN PENYAKIT
6erdasarkan hereditas, penyakit Alzheimer dapat diklasifikasikan men(adi
dua, yaitu 7
1. Familial Autosomal Dominant adalah Alzheimer yang mun"ul karena
keturunan. .umlahnya ,10 - dari penderita Alzheimer. Alzheimer yang
!ersifat keturunan diasosiasikan dengan onset yang "epat, progresi yang
le!ih "epat, se(arah gangguan ke(i)aan dalam keluarga dan kesulitan
dalam !er!i"ara.
&. Sporadic Alzheimers Disease adalah penyakit Alzheimer yang mun"ul
karena usia tua. .umlahnya 909, - dari penderita Alzheimer.
6erdasarkan )aktu mun"ulnya penyakit, Alzheimer (uga dapat
diklasifikasikan men(adi dua, yaitu 7
1. Penyakit Alzheimer onset dini, yang ter(adi pada orang dengan usia di
!a)ah 1, tahun, dise!ut (uga dementia pre-senile. .enis ini sekitar ,10 -
dari kasus yang ter(adi, dan ter(adi pada usia antara 501, tahun.
&. Penyakit Alzheimer onset lam!at (8ate 3nset Alzheimer9s Disease,
83AD), yang merupakan (enis paling umum dari penyakit ini, !iasanya
ter(adi pada orang usia di atas 1, tahun, dise!ut (uga senile dementia
Alzheimers Type, SDAT.
C. ETIOLOGI
Penye!a! pasti dari penyakit Alzheimer !elum diketahui, namun
diper"aya !ah)a interaksi antara faktor genetik, lingkungan, dan gaya hidup
adalah penye!a! potensial penyakit ini. :enetik !erperan signifikan dalam
dementia pada tipe Alzheimer. Ada 5 gen yang !ersifat kausatif (gen kausatif)
yang telah diidentifikasi pada penderita Alzheimer. ;ampir semua kasus
Alzheimer early onset ditandai dengan adanya mutasi pada kromosom 1, 10, atau
&1. *romosom 10 memproduksi protein yang dise!ut presenilin 1, sedangkan
kromosom 1 memproduksi protein dengan struktur yang sama, yang dise!ut
presenilin &. *edua protein ini dikode untuk protein mem!ran yang mungkin
terli!at dalam pemrosesan prekursor protein amiloid (PPA). Diduga, namun
!elum ter!ukti, !ah)a presenilin adalah <sekretase sendiri atau mungkin
5
mempengaruhi akti#itas <sekretase. PPA dikode dalam kromosom &1. ;anya
sedikit kasus Alzheimer early onset yang dikaitkan dengan mutasi pada gen PPA,
yang menghasilkan o#er produksi protein =amiloid (=AP).
Faktor Re!ko
>aktor resiko adalah faktor yang !erhu!ungan dengan perkem!angan
keparahan penyakit, !ukan !erarti merupakan penye!a! yang pasti.
1. >aktor usia
$esiko Alzheimer makin tinggi se"ara eksponensial seiring pertam!ahan
umur. ?etapi ini tidak !erarti !ah)a seseorang dengan umur terse!ut atau
!erada di sekitar umur terse!ut pasti menderita Alzheimer.
&. >aktor genetik
*erentanan genetik terhadap Alzheimer, diduga terutama dipengaruhi oleh
genotif apolipoprotein @ (apo @). :en yang !ertanggung (a)a! untuk
produksi apo @ terletak pada kromosom 19 yang sering dikaitkan dengan
kasus Alzheimer late onset. ?erdapat 5 alel utama dari apo @ yaitu apo @&,
apo @5, dan apo @0. 'anusia me)arisi satu kopi gen apo @ dari masing
masing orang tuanya. Apo @5 adalah tipe yang paling umum yaitu 0090-
populasi, sedang apo @& dan @0 frekuensinya le!ih (arang. Apo @0 adalah
faktor resiko !agi perkem!angan Alzheimer. 2amun dera(at resiko
tergantung faktor (umlah kopi dari alel @0, umur, etnis, dan gender.
+ekitar 00- penderita Alzheimer late onset memiliki paling sedikit 1 kopi
alel @0. /ndi#idu yang homozigot dengan apo @0 resikonya le!ih !esar dan
90- orang yang me)arisi & kopi apo @0 akan terkena Alzheimer sampai
usia %0 tahun. +elain itu, onsetnya (uga ter(adi pada usia yang relatif le!ih
muda di!anding penderita yang tidak punya atau hanya punya 1 kopi alel
@0. Pada orang kulit putih, pe)arisan 1 kopi apo @0 resikonya le!ih !esar
di!anding "ampuran AfrikaAmerika. $esiko (uga tergantung pada gender,
dimana pe)arisan alel @0 pada )anita meningkatkan resiko di!anding
pria. Pe)arisan apo @& melindungi dari Alzheimer.
'eskipun pe)arisan alel @0 meningkatkan resiko Alzheimer, hal terse!ut
!ukanlah yang paling esensial dalam diagnosa Alzheimer, karena
0
Alzheimer (uga ter(adi pada orang yang tidak punya alel @0 dan tidak
semua orang yang mempunyai & kopi alel @0 menderita Alzheimer.
Penelitian di /ndia dan 2igeria melaporkan !ah)a apolipoprotein @0
diketahui memiliki efek pada meta!olisme kolesterol, sehingga diduga diet
tinggi lemak men(adi faktor yang !erinteraksi dengan Apo@0 untuk
meningkatkan resiko Alzheimer.
Pada a)al tahun &005, para peneliti di +)iss mengidentifikasi gen lain,
yaitu ABP01, yang ketika !ermutasi (uga !isa meningkatkan resiko
penyakit Alzheimer onset lam!at. :en ini memegang peranan penting
untuk mem!a)a kolesterol dari otak, mutasi pada gen ini !erhu!ungan
dengan pem!entukan plak amiloid di otak. +eseorang dengan mutasi
pada gen Apo@0 dan ABP01 memiliki resiko dua kali le!ih !anyak dari
seseorang yang hanya memiliki mutasi pada gen Apo@0 sa(a.
'utasi pada gen tau pada kromosom 17 (uga dikaitkan dengan
a!normalitas pada protein tau dan perkem!angan demensia frontotemporal
yang (arang.
5. Do)n +yndrome
.umlah PPA !erle!ih pada penderita sindroma Do)n. ;al ini ter(adi
karena PPA diproduksi !erle!ih atau ter(adi kesalahan transkripsi satu
su!unit a!normal, misalnya ter!entuk !eta amiloid.
0. @strogen
6anyak penelitian menun(ukkan penderita Alzheimer le!ih sedikit ter(adi
pada )anita post menopause yang mendapat terapi @$?. 2amun ada (uga
penelitian yang menun(ukkan !ah)a penggunaan hormon estrogen pada
)anita menopause akan menggandakan resiko terkena Alzheimer dan
dementia #askular setelah periode )aktu , tahun. 3leh karena itu, peranan
estrogen dalam etiologi dan pen"egahan Alzheimer masih dielusidasi.
,. :aya hidup dan sosiokultural
*onsumsi alkohol, diet kaya lemak dan kolesterol, trauma kepala yang
parah atau !erulang, dan tingkat pendidikan yang rendah merupakan faktor
resiko Alzheimer. Akti#itas fisik dapat menurunkan resiko Alzheimer.
,
1. 3!at anti inflamasi
+tudi epidemiologik menun(ukkan !ah)a penderita yang mengkonsumsi
o!at anti inflamasi (2+A/Ds) mempunyai resiko yang le!ih rendah
terkena Alzheimer.
7. >aktor resiko lain
'eliputi stroke, penyakit kardio#askular, hipotensi, hipertensi. *ondisi ini
mempengaruhi aliran darah ke otak. Depresi dan stres (uga faktor resiko
Alzheimer.
.
D. DIAGNOSIS KLINIK
Diagnosis penyakit Alzheimer hanya mungkin dilakukan dengan autopsi otak
setelah penderita meninggal dunia. ?etapi, telah !anyak peneliti yang
mengem!angkan "ara yang le!ih akurat menggunakan tes diagnostik dan teknik
lain, dari mulai tes psikologi sampai dengan teknik imaging.
1. M!"! Me"ta# Stat$ E%a&!"at!o"
''+@ dapat mengukur orientasi nyata seseorang, kemampuan registrasi,
perhatian dan kemampuan !erhitung, mengingat, !ahasa, dan kemampuan
#isuokonstruksi (melihat dan mem!uat kopi design). 2ilai tertinggi adalah 50.
seseorang dengan nilai kurang dari &0 memerlukan e#aluasi le!ih (auh untuk
kemungkinan terkena Alzheimer atau dementia yang lain, depresi, delirium atau
s"hizoprenia. +eseorang dengan nilai kurang dari &0 se"ara umum memiliki salah
satu dari gangguan terse!ut.
?he 'ini'ental +tatus @Cam (from >olstein, '>, >olstein, + and '";ugh, P$7
'inimental state7 a pra"ti"al method for grading the "ogniti#e state of patients
for the "linin"ian, . Psy"hiatr $es 1&71%9, 197,.)
/ndikasi
Penilaian kemampuan kognitif
Dokumentasi penurunan kemampuan kognitif
1
Pertanyaan (?otal 50 poin)
Kate'or! Po!" Perta"(aa"
1. 3rientasi
10 ?ahun, 'usim, tanggal, hari, dan !ulan
2egara !agian, negara, kota
$umah sakit atau klinik, lantai
&. $egistrasi 5 2ama tiga o!(ek7 Apel, 'e(a, uang
o +etiap !enda diu"apkan perlahan
dan dengan (eda )aktu
o Pasien mengulangi setiap !enda
yang diu"apkan)
4langi proses hingga ketiga o!(ek dapat
diingat
Aatat )aktu yang di!utuhkan untuk
mengingat ketiga !enda
5. Perhatian dan
hitungan
, @(a D3$8D dari arah !elakang7 D8$3D
o Poin di!erikan pada setiap huruf
yang salah meletakkan
o Aontoh7 D83$D dihitung se!agai
& poin sa(a
0. 'enye!utkan
kem!ali (re"all)
5
4langi proses no.& dengan ketiga o!(ek yang telah
diingat.
,. 6ahasa 9 Pasien mem!eri nama & !enda
o Aontoh7 Pensil dan .am ( masing
masing 1 poin)
4langi kalimat7 E2o ifs ands or !utsE
'engikuti tiga petun(uk !erikut7
7
o Am!il kertas dengan tangan kanan
o 8ipat men(adi dua
o +impan di lantai
'em!a"a dan mengikuti petun(uk7
o ?utup matamu
o ?ulis se!uah kalimat
o 'engkopi design
). Te&$a" La*orator!$&
?es la!oratorium yang dilakukan diantaranya adalah perhitungan total darah
(Aomplete 6lood Aount, A6A) untuk mengetahui adanya anemia. ?es glukosa
darah perlu dilakukan karena penyakit Alzheimer dapat mengganggu meta!olisme
glukosa. ?es fungsi tiroid (uga dilakukan untuk mengetahui adanya
hipotiroidisme. ?usukan lum!ar perlu dilakukan untuk mengukur (umlah !eta
amiloid yang larut (s6PP) dalam "airan sere!rospinal, yang akan menurun
nilainya pada keadaan Alzheimer. 2ilai s6PP normal adalah F0,0 4G8.
+. St$,! - Imaging .
+tudi '$/ ('agneti" $esonan"e /maging) menun(ukkan !ah)a Alzheimer dapat
menye!a!kan !e!erapa peru!ahan pada struktur otak, diantaranya adalah
hippo"ampus yang akan menyusut pada tahap a)al Alzheimer. P@? (positron
@mission ?omography) dan +P@A? (+ingle Proton @mission ?omography) dapat
mem#isualisasi kegiatan otak selama operasi kognitif seperti mengingat,
memanggil, !er!i"ara, mem!a"a dan !ela(ar. ?eknikteknik ini dapat
mengidentifikasi seseorang dengan resiko tinggi se!elum simptom tim!ul.
Dalaupun sampai saat ini !elum ada pen"egahan atau pengo!atan untuk
Alzheimer, tetapi skrining a)al dan diagnosis dapat mem!antu keluarga untuk
mem!uat ren"ana pera)atan yang terorganisir.
4ntuk mengurangi kesalahan dalam diagnosa, maka ditetapkan !e!erapa
kriteria yang dise!ut dengan kriteria 2/2AD+AD$DA yaitu7
1. +e(arah penurunan kognitif progresif se(ak onset tim!ul. 8e!ih (auh lagi,
)a)an"ara dengan pasien dan pera)atnya.
%
&. Penurunan fungsi dalam paling sedikit & atau le!ih area kognitif.
5. ?idak ada gangguan kesadaran. ;al ini dapat dikonfirmasi dengan
menggunakan skala dera(at demensia seperti Mini Mental Status !am
(''+@) atau "lessed Dementia Scale.
0. 4sia antara 0090 tahun (!iasanya di atas 1, tahun).
,. ?idak ada penye!a! ge(ala lain yang dapat di(elaskan. +yarat7
a. ?est la!oratorium harus normal meliputi hematologi, kimia, 6
1&
dan folat, tes fungsi tiroid, dan HD$8 (untuk memastikan penyakit
sifilis)
!. @lektrokardiogram dan elektroensefalogram normal
". 8atihan fisik normal termasuk latihan neurological
d. :am!ar saraf7 A?G'$/ s"an7 a!normalitas yang umum tetapi yang
tidak termasuk diagnosa untuk Alzheimer seperti sampah umum
"ere!ral, pele!aran sul"i, pele!aran #entrikel, dan lesi material putih di
sekeliling dasar #entrikel di otak.
Diagnosa lain !isa dengan menggunakan skala seperti #lo$al Deterioritation
Scale (:D+), seperti !erikut7
Ta/a0 Ko",!! Ketera"'a"
1 2ormal
?idak ada peru!ahan su!(ektif atau o!(ektif dalam
fungsi intelektual
& Forget%ullness
*eluhan kelupaan sesuatu atau lupa nama kenalan,
tetapi tidak sampai mengganggu peker(aan dan
fungsi sosial. +e"ara umum merupakan kondisi
penuaan normal
5 arly con%usion
Penurunan kognitif yang mempengaruhi peker(aan
dan fungsi sosial. Anomia, kesulitan mengingat
kata yang tepat dalam per"akapan, dan kesulitan
mengingat yang sampai menarik perhatian
keluarga. *ehilangan memori dapat menye!a!kan
ke"emasan pada pasien
0 &ate con%usion
'early AD(
Pasien tidak dapat menangani keuangan dan
peker(aan rumah seharihari. *esulitan mengingat
ke(adian yang !aru sa(a !erlangsung. 'ulai mundur
9
dari tugas yang sulit dan ho!i. Pasien mungkin
mengingkari masalah memori ini.
,
arly dementia
'moderate AD(
Pasien tidak dapat !ertahan lama tanpa !antuan.
+ering disorientasi )aktu (tanggal, tahun, musim).
*esulitan memilih !a(u. *erusakan parah dalam
mengingat ke(adian yang !aru !erlangsung, dapat
melupakan !e!erapa detail kehidupan masa lalu
(seperti sekolah). >ungsi dapat !erfluktuasi dari
hari ke hari. Pasien se"ara umum memungkiri
masalah ini. Dapat men(adi sangat "uriga atau
sedih. *ehilangan kemampuan untuk hidup aman.
1
Middle
dementia
'moderately
se)ere AD(
Pasien mem!utuhkan pertolongan untuk melakukan
akti#itas seharihari (mandi, !erpakaian, ke toilet),
kesulitan menginterpretasikan sekelilingnya, lupa
nama anggota keluarga dan pengasuhnya, lupa
hampir semua detail kehidupan masa lalunya, sulit
menghitung mundur dari angka 10, agitasi,
paranoid, dan delusi (!erkhayal)
7 &ate dementia
*ehilangan kemampuan !er!i"ara (hanya dapat
men(erit dan !ersungutsungut), (alan(alan dan
makan sendiri, !uang air ke"il dan !esar
sem!arangan, tidak sadar sampai koma.
?u(uh poin terse!ut sangat umum digunakan dan telah di#alidasi dengan
mengkorelasikan dengan pengukuran psikometrik dan peru!ahan dalam A?GP@?
s"an dan !erguna untuk memonitor peru!ahan menyeluruh pada pasien
Alzheimer. Penentuan tipe gen pada penderita tidak signifikan dalam
memper!aiki akurasi diagnosa di!anding dengan diagnosa klinik !erdasarkan
kriteria yang ada, sehingga tidak direkomendasikan se!agai alat skrining.
+e(alan dengan perkem!angan penyakit Alzheimer, gangguan kognisi ti!ati!a
dapat ter(adi. @#aluasi diagnosa dengan delirium harus dipertim!angkan karena
ge(alanya sama. Delirium adalah gangguan kesadaran yang disertai oleh
peru!ahan kognisi dan dapat tim!ul !ersamaan dengan demensia sehingga dapat
menga"aukan gam!aran klinik pasien. :e(alage(ala yang ter(adi pada delirium
sama dengan demensia. +atusatunya gam!aran yang dapat menolong
10
mem!edakan delirium dari demensia Alzheimer adalah penurunan kesadaran akan
lingkungan, ke(adian yang !erfluktuasi, dan ke!eradaan onset yang perlahan.
Delirium delirium !erkem!ang dalam )aktu yang sangat singkat yaitu dari (am
sampai hari, dan meli!atkan peru!ahan akut dalam tingkat kesadaran di samping
penurunan kognisi. Delirium !iasanya tidak permanen, tetapi ge(ala !iasanya !isa
!ertahan sampai !e!erapa hari !ahkan minggu. >aktor penye!a!nya antara lain
gangguan meta!olik (ketidakseim!angan elektrolit dan fluktuasi glukosa), infeksi,
dan alkohol.
E. TINGKATAN PENYAKIT ALZHEIMER
Penyakit Alzheimer dapat di!agi men(adi tiga tingkatan perkem!angan, yaitu
se!agai !erikut 7
1. Ta/a0 A1a#
Penderita pada tahap ini masih !isa mengam!il keputusan tentang penanganan
yang harus dilakukan di masa depan. :e(ala yang ter(adi meliputi 7
8upa 6i"ara
*esulitan !er!i"ara
+ulit !ela(ar sesuatu yang
!aru
+ulit mengikuti suatu
per"akapan
+ulit !erkonsentrasi
Pasif dan pendiamGpemalu
Depresi, gelisah
Peru!ahan Imood9
'udah tersesat
Pro!lem koordinasi gerak
A. B.
A. Aoronal #ie) of the parts of the !rain affe"ted in the earliest stage of AD. B.
'edial #ie) sho)ing early damage to the hippo"ampus and portion of the frontal
lo!e in !lue.
11
&. ?ahap 'enengah
?er(adi penurunan kemampuan fisik dan mental le!ih lan(ut. :e(ala meliputi 7
+emakin sering lupa (tidak
mengenali saudara dan teman)
6ingung, gelisah
?idak sadar ruang dan )aktu
+uka !epergian tanpa tu(uan
dan tersesat
'engulangngulang perkataan
dan tindakan
Aemas, depresi, !ingung
Peru!ahan kepri!adian, pasif,
marahmarah, "epat men(adi "uriga
I'ood9 !eru!ahu!ah
+ulit !erkonsentrasi
+uka mengkhayal
'enyerang
?idur terpenggalpenggal
*esulitan !ahasa
'asalah dalam penglihatan
B.
A. Aoronal #ie) of the !rain sho)ing mildmoderate AD. 2ote the !rain atrophy
indi"ated !y the larger open spa"es around the #entri"les.B. 'edial #ie) of the !rain
sho)ing mildmoderate AD indi"ated in !lue. 2ote the spread of damage for)ard into
the frontal lo!e and spreading !a"k)ards further into the temporal lo!e.
5. ?ahap akhir
Pada tahap ini di!utuhkan penga)asan selama &0 (am atau sehari penuh.
:e(ala meliputi 7
?idak mampu mengingat, ?idak !isa menerima
1&
!erkomunikasi dan men(aga
diri
?inggal di tempat tidur
+usah makanGmenelan
*ehilangan kontrol fungsi
tu!uh
?idak !isa mengontrol !uang
air
informasi
?idak sadar ruang dan )aktu
PendiamGpemalu
6erkomunikasi se"ara
non#er!al (kontak mata,
menangis dan mngeluh)
8e!ih !anyak tidur
*ehilangan !erat !adan
A. B.
A. Aoronal #ie) of the !rain sho)ing se#ere AD. 2ote the shrinkage of !rain
tissue and the enlargement of the #entri"les.B. 'edial #ie) of the !rain sho)ing
se#ere AD indi"ated in !lue. 2ote the in"reased damage in the hippo"ampus (dark
!lue) and the spread of the disease throughout the frontal, temporal, o""ipital and
parietal lo!es.
F. GE2ALA
:e(ala yang ter(adi pada penyakit Alzheimer yaitu !ingung, gangguan
memori (angka pendek, masalah dengan perhatian dan orientasi tempat, peru!ahan
kepri!adian, sulit !er!ahasa, mood yang !eru!ahu!ah, kesulitan melakukan
akti#itas yang telah men(adi ke!iasaan, kemampuan menerka melemah, memiliki
masalah dengan pemikiran yang a!strak, dan hilangnya inisiatif. 4ntuk tu(uan
terapi dan penilaian, sangat menolong untuk mem!agi ge(ala penyakit alzheimer
dalam & kategori dasar, yaitu ge(ala kognitif dan non kognitif.
15
G. PATOFISIOLOGI
a. Peru!ahan struktural
+e"ara neuropatologi, Alzheimer merusak neuron dalam struktur korteC
dan lim!i" di otak, khususnya pada !asal otak depan, amigdala, hippo"ampus,
dan korteks sere!ral yang !ertanggung (a)a! dalam kontrol memori, proses
!ela(ar (learning), ke)arasan (reasoning), tingkah laku (!eha#iour), dan
emosional. +e"ara anatomi, terlihat 0 gangguan utama yaitu atropi kortikal,
degenerasi kolinergik dan neuron lain, mun"ulnya keka"auan neurofi!rilasi
(2>?s), dan akumulasi plak neuritis. 2>?s dan plak neuritis dianggap se!agai
lesi penanda Alzheimer, tanpa keduanya Alzheimer tidak ter(adi. ?api kedua
hal terse!ut (uga dapat ter(adi pada penyakit lain dan !ahkan pada proses
penuaan yang normal.
2>?s adalah pasangan filament heliks yang !erkumpul dalam !ungkusan
padat. +e"ara mikroskop terlihat se!agai kilauan ke"il yang mengisi !adan sel
saraf. Pasangan filament heliks di!entuk dari protein tau yang merupakan
struktur penyokong mikrotu!ulus, transport sel, dan sistem skelet. .ika
Ge3a#a Ko'"!t!4
Ge3a#a P!k!atr!k No" Ko'"!t!4
,a" Ga"''$a" T!"'ka/ Lak$
*ehilangan memori7 ingatan
!erkurang, agnosia, lupa
menempatkan !enda!enda
Disfasia7 anomia, circumlocution,
aphasia
Disfraksia
Disorientasi7 gangguan persepsi
)aktu, arah. ?idak mengakui
keluarga, diriGsendiri dan teman
:angguan menghitung
:angguan memutuskan dan
meme"ahkan masalah
Depresi
:e(ala psikotik7 halusinasi,
delirium, ke"urigaan
:angguan tingkah laku non
psikotik7 penyerangan se"ara
fisik dan katakata,
hiperakti#itas, tidak dapat
!eker(asama, mengem!ara,
permusuhan,
ke!iasaanGakti#itas yang
!erulang
10
posforilasi filament tau a!normal pada sisi spesifiknya, mereka tidak dapat
!erikatan se"ara efektif dengan mikrotu!ulus, menye!a!kan kollaps
mikrotu!ul, sehingga sel tidak dapat !erfungsi dan akhirnya mati. 3#er
akti#itas kinase seperti mi"rotu!ule affinityregulating kinase ('A$*) atau
penurunan akti#itas fosfat se"ara teoritis mengaki!atkan (men"egah
peme"ahan) fosforilasi a!normal protein tau. 2>?s (uga ditemukan pada
penyakit dementia lain dan merupakan pemi"u umum kematian sel.
Plak neuritis (amiloidGplak senile) adalah lesi ekstrasel yang ditemukan di
otak dan #as"ular sere!ral (amiloid angiopati). Plak ini !erisi =AP dan se!uah
massa anyaman dari neuritis yang pe"ah (akson dan dendrit). 6e!erapa neurit
yang pe"ah ini !erisi filament neutrofil yang mengaki!atkan fosforilasi
a!normal protein tau yang disintesis di 2>?s. & (enis sel glial, astrosit dan
mikroglia (uga ditemukan pada plak. +el glial mensekresi mediator inflamasi
dan !ertindak se!agai sel s"a#enger yang penting dalam proses inflamasi pada
Alzheimer. /nti dari plak neuritis ter!entuk dari agregasi 5905 asam amino
dari protein yang dise!ut =AP. Amiloidosis adalah penyakit yang ditandai
2eurofi!rilari tangle yang ter!entuk di dalam sel
Aourtesy of the AlzheimerEs Disease @du"ation and $eferral
Aenter, a ser#i"e of the 2ational /nstitute on Aging.
1,
dengan deposisi protein amiloid dalam !e!erapa organ target . =AP yang
terakumulasi di otak dan pem!uluh darah otak pada Alzheimer !er!eda
dengan penyakit lain yang (uga meangakumulasi protein amiloid. Protein =AP
terpisah dari protein APA (protein transmem!ran) oleh protease melalui
!er!agai "ara. Pada (alur sekretori normal, APA dipisah melalui daerah =AP,
pertama dengan menggunakan enzim J sekkretase, kemudian dengan enzim <
sekretase, menghasilkan produk yang terlarut dan tidak merugikan (P5).
Dalam (alur patologik, (alur endosomal meme"ah di kedua sisi =AP, pertama
dengan =sekretase dan kemudian dengan <sekretase mem!entuk =AP
(App!APP) yang dilepaskan ke ruang ekstra sel. *e!anyakan =AP terdiri dari
00 asam amino tetapi penelitian !aru!aru ini menemukan =AP yang terdiri
dari 0& asam amino. Asam amino ini merusak saraf pusat, meskipun
mekanisme !elum (elas. +elain itu (uga menye!a!kan disregulasi kalsium dan
kerusakan mitokondria yang !isa sa(a menstimulasi mediator inflamasi. ;al
ini mem!uktikan !ah)a deposisi =AP ter(adi pada tahap a)al proses penyakit,
!ukan merupakan produk akhir dari kematian neuronal dan sepertinya
menginisiasi pem!entukan plak dan perusakan sel saraf.
6eta Amiloid pada sel
yang sehat
6eta amiloid dipotong
oleh alfa dan gama
sekretase
Plak !eta amiloid
ter!entuk di luar sel
Dari PPA ke !eta amiloid.
Pi"tures "ourtesy of the AlzheimerEs Disease @du"ation and $eferral Aenter, a
ser#i"e of the 2ational /nstitute on Aging.
!. 'ediator inflamasi
11
'ediator inflamasi dan komponen sistem imun lain ditemukan pada area
di sekitar pem!entukan plak. ;al ini menim!ulkan dugaan !ah)a sistem imun
memegang peranan penting dalam patogenesis Alzheimer. 'eski mungkin
!ukan yang menginisiasi penyakit, respon imun yang tim!ul untuk mela)an
kerusakan otak akan memfasilitasi destruksi neuron. *e(adian yang
mendorong keterli!atan sistem imun adalah ke!eradaan protein fase akut
seperti J1antikromotripsin (AA?) dan J&makroglo!ulin di dalam serum dan
plak amiloid pada Alzheimer. +el glial (astrosit dan mikroglial), sitokin
(interleukin 1 dan 1), dan komponen komplemen dari (alur klasik (uga
meningkat dalam daerah yang ada plaknya. 'ediator inflamasi ini
meningkatkan toksisitas dan agregasi =AP. Produk kronik agen sitotoksik dan
radikal !e!as yang diakti#asi oleh mikroglia (uga dapat memper"epat
degenerasi neuron.
". +istem kolinergik
6er!agai (alur neuronal dirusak pada Alzheimer. *erusakan ter(adi di
!e!erapa sel saraf yang terletak di dalamG dile)ati oleh plak. *erusakan sel
menye!a!kan penurunan !er!agai neurotransmitter. 'ayoritas kerusakan
paling parah ter(adi di (alur kolinergik, khususnya di sistem neuron yang
terletak di dasar otak depan pada !asal nu"leus 'ynert, yakni !agian otak
yang diper"aya terli!at dalam integrasi !erpikir. Akson neuron kolinergik ini
terarah ke korteks depan dan hippo"ampus, yaitu area yang !erhu!ungan erat
dengan memori dan kognisi.
>akta adanya kehilangan saraf kolinergik !esar!esaran ini, menim!ulkan
hipotesis kolinergik yang menyatakan !ah)a kehilangan sel kolinergik adalah
sum!er kerusakan memori dan kognisi pada Alzheimer, sehingga diduga
!ah)a peningkatan fungsi kolinergik akan memper!aiki simptom kehilangan
memori.
d. A!normalitas neurotransmitter lain
+istem neuron serotonergik dari nu"leus $aphe dan sel noradrenergik dari
lo"us "eruleus (uga hilang pada Alzheimer. +ementara itu akti#itas
monoamine oksidase 6 (uga meningkat. 'A3 6 ditemukan se!agian !esar di
17
otak dan platelet, dan !ertanggung (a)a! untuk meta!olisme dopamine.
A!normalitas lain mun"ul pada (alur glutamate dalam struktur korteks dan
lim!i". :lutamate adalah neurotransmitter eksitatorik utama pada korteks dan
hippo"ampus. 6anyak (alur neuronal yang penting untuk proses !ela(ar dan
memori menggunakan glutamate se!agai meurotransmiter, meliputi neuron
pyramidal (lapisan neuron dengan akson pan(ang yang mem!a)a informasi
keluar dari korteks), hippo"ampus, dan korteks entorhinal. :lutamate dan
neurotransmitter asam amino eksitatori lain diimplikasikan se!agai
neurotoksin potensial pada Alzheimer. .ika glutamate di!iarkan dalam sinaps
pada )aktu yang lama, dapat men(adi ra"un dan merusak sel saraf. @fek
toksin ini diduga dimediasi melalui peningkatan kalsium intrasel dan
akumulasi radikal !e!as. *ehadiran =AP akan mem!uat sel le!ih rentan pada
glutamate. Disregulasi glutamate diduga se!agai satu dari mediator primer
kerusakan neuronal setelah strokeG"edera otak akut. 'eskipun terli!at dalam
kerusakan sel, peranan asam amino eksitatori dalam Alzheimer !elum (elas.
G. MANIFESTASI KLINIK
Ba'!a" (a"'
D!0e"'ar$/!
Pera"5F$"'! Per$*a/a"
+istem
8im!ik
Daya ingat, emosi kontrol
ke!utuhan dasar
*esulitan menemukan o!(ek
dan tempat !erada
'udah tersinggung, depresi
Auriga !arangnya hilang
;ipo"ampus
?empat proses ingatan
#er!al dan #isual
8upa (angka pendek
8upa ingatan masa lalu
;idup hanya pada saat itu sa(a
*ehilangan kosakata
?idak !isa mem!edakan )a(ah
seseorang !enda atau tempat
8o!us
?emporal
*ontrol pela(aran !aru dan
memori (angka pendek
8o!us
Parietal
K+eLuen"e a"ti#itiesM
Pemahaman informasi
ruang
Penggunaan kata tidak tepat
+ulit mengerti perkataan orang
lain
1%
6i"ara terus menerus
?idak mampu mengekspresikan
ide dalam tulisan yang (elas
'udah tersesat
+ulit memakai pakaian
+ulit !er(alan dengan seim!ang
8o!us
>rontal
/nisiasi akti#itas dan
peren"anaan
'engatur ke!iasaan sosial
?idak punya
kepedulianGketertarikan
'enghentikan ho!i
Aepat !osan
*emunduran dalam
!ersosialisasi
'engulangngulang akti#itas
8o!us
3""ipital
*ontrol penglihatan,
mengkom!inasikan )arna,
!entuk, sudut, dan gerakan
*esulitan persepsi pandangan,
tidak mampu melihat gerakan
H. TERAPI ALZHEIMER
?erapi Alzheimer tidak ada yang !ersifat kuratif tetapi memiliki sasaran terapi
se!agai !erikut 7
a. memelihara fungsi pasien selama mungkin
!. menangani gangguan psikiatrik dan tingkah laku yang ter(adi se!agai
aki!at penyakit.
Pr!"!0 Far&akotera0!
1. @#aluasi pasien harus "ermat untuk mengu(i penye!a! demensia dan
memperhatikan kelainan lain yang ter(adi se!elum mempertim!angkan terapi
o!at
&. @tiologi Alzheimer, farmakoterapi !aik o!at maupun permasalahan
patofisiologi, !elum !egitu (elas diketahui
19
5. ?erapi nono!at dan dukungan sosial untuk pasien dan keluarga adalah
pengo!atan primer untuk Alzheimer.
0. @dukasi pengurus dan keluarga mengenai penyakit dan keter!atasan
pengo!atan perlu dilakukan. Penyerahan yang tepat kepada keluarga dan
dukungan legal harus di"iptakan.
,. >armakoterapi !erorientasi terhadap mengatasi ge(ala dan men"egah
penurunan ke!urukan fungsi kognisi.
1. Penilaian a)al yang "ermat, menggunakan skala rating, harus dilakukan
se!elum inisiasi terapi o!at untuk ge(ala seharihari dan kognisi.
7. ?itrasi dosis perlahan dengan monitoring dengan hatihati dapat
meminimalisasi efek samping o!at.
%. Penilaian ke!iasaan dengan "ermat dan peren"anaan dengan hatihati dari
faktor lingkungan harus dilakukan se!elum inisiasi terapi o!at untuk ge(ala
ke!iasaan seharihari.
>armakoterapi untuk ge(ala seharihari harus di!atasi pada masingmasing pasien,
dan dosis pengo!atan menurun dan !erhenti pada pasien dengan ge(ala yang
sta!il.
Tera0! No" Far&ako#o'!
?erapi nonfarmakologi merupakan kun"i utama dalam menangani Alzheimer,
diantaranya7
6uatlah permintaan dan perintah pada pasien Alzheimer sesederhana mungkin,
dan hindari tugas yang rumit yang dapat menye!a!kan frustasi
;indari konfrontasi dan penolakan yang !ias menye!a!kan frustasi
?etap tenang, dan selalu mendukung (ika pasien men(adi sangat
mem!ingungkan
.agalah kondisi lingkungan tempat tinggal tetap konsisten dan hindari
peru!ahan yang tidak perlu
+ediakan alat !antu untuk mengingatkan, men(eklaskan, dan menun(uk arah
pada pasien Alzheimer
+adarilah penurunan kapasitas dan tingkatkan harapan untuk performans pasien
yang le!ih !aik
&0
.ika ter(adi penurunan fungsi yang ti!ati!a dan ge(ala yang darurat, segera
!a)a ke tenaga profesional
Tera0! Far&ako#o'!
A >armakoterapi terhadap ge(ala kognitif
1. I"/!*!tor ko#!"eterae
/nhi!itor kolinesterase sekarang ini adalah golongan o!at yang
diindikasikan untuk menangani penyakit Alzheimer dan panduan
penanganan merekomendasikan golongan ini se!agai %irst line agents
untuk penyakit Alzheimer ringan sampai sedang.
.ika turunnya skor ''+@ le!ih dari & sampai 0 poin sesudah penangan
selama satu tahun, terapi dilan(utkan dengan mengu!ah ke inhi!itor
kolinesterase yang lain. .ika tidak, penanganan se!aiknya dilan(utkan
dengan o!at a)al selama (alannya penyakit.
a. Donepezil
'ekanisme ker(a7 menginakti#asi kolinesterase sehingga dapat
mengham!at proses hidrolisis asetilkolin. ;asilnya, meningkatnya
konsentrasi asetilkolin di otak.
@fek samping7 yang umum dise!a!kan oleh aktifitas kolinergik, yaitu
mual, muntah, diare, nyeri lam!ung, didpepsia, nyeri kepala, hilang
nafsu makan, pusing. 3!ato!at kolinomimetik dapat menye!a!akan
o!struksi saluran air seni, serangan ke(ang. @fek samping dapat
dikurangi dengan penggunaan !ersama dengan makanan. Pada a)al
pemakaian, dapat meningkatkan agitasi pada pasien tertentu, tetapi
akan hilang setelah !e!erapa minggu.
3!at ini dilaporkan mengaki!atkan le!ih sedikit efek samping perifer
(mual, muntah, diare) daripada inhi!itor kolinesterase nonspesifik
seperti ta"rine.
Dosis7 Dosis a)al , mg sekali tiap hari di pagi hari, dengan
peningkatan sampai 10 mg sekali tiap hari sesudah empat sampai enam
minggu (ika ditolerir. Donepezil ditolerir dengan !aik oleh ke!anyakan
pasien.
&1
Perhatian7 *ondisi tukak peptik, si"k sinus syndrome, perdarahan
gastro intestinal, kehamilan dan menyusui, aritmia (antung !erat.
/nteraksi o!at7 simetidin, teofilin, )arfarin dan digoCin (!elum pasti)
!. $i#astigmine
mekanisme ker(a7 sama dengan donepezile, memiliki akti#itas rendah
pada situssitusnya di perifer sehingga efek samping perifer sedikit.
Dosis7 Dosis a)al adalah 1,, mg dua kali sehari, meningkat dalam
selang )aktu & minggu sampai dosis maksimum 1 mg dua kali sehari.
@fek samping7 mual, muntah, diare, sakit kepala, pusing, dan luka
a!domen, fatigue, "emas, dan agitasi.?oleransi dan a!sorpsi meningkat
ketika o!at ini di!erikan !ersama dengan makanan. se"ara umum
ditolerir dengan !aik.
/nteraksi 3!at7 3!ato!at kolinomimetik, antikolinesterase,
aminoglikosida, dan prokainamid
Perhatian7 Aritmia (antung !erat, penyakit pernafasan, o!struksi
saluran air seni, serangan ke(ang, kehamilan dan menyusui, si"k sinus
syndrome, kondisi tukak gastro duodenal.
". :alantamine
:alantamine adalah inhi!itor kolinesterase yang (uga memiliki
akti#itas seperti agonis reseptor nikotinik. +e!uah studi melaporkan
!ah)a peningkatan atau sta!ilisasi dapat diharapkan sekitar sem!ilan
!ulan le!ih lama di!andingkan pasien yang tidak ditangani.
Dosis7 Dosis a)al 0 mg dua kali sehari dengan makanan, peningkatan
se"ara gradual pada inter#al 0 minggu sampai maksimum 11 mg dua
kali sehari.
@fek samping7 meliputi mual, muntah, diare, sakit kepala, pusing.
?idak mengaki!atkan gangguan tidur seperti yang ter(adi dengan
inhi!itor kolin esterase yang lain. @fek samping dapat dikurangi
dengan penggunaan !ersama dengan makanan.
*ontra indikasi7 pasien gangguan hati dan gin(al
&&
d. ?a"rine
'erupakan agen antikolinesterase yang re#ersi!el dan aktif se"ara
sentral, !eker(a se"ara longterm (pan(ang). ?a"rine !eker(a dengan
"ara meningkatkan konsentrasi asetilkolin pada sistem saraf pusat.
'ekanisme ker(a7 !elum sepenuhnya dapat di(elaskan. ?a"rine (uga
dapat mem!lok saluran 2a ("hannal 2a) pada akson di sistem saraf
pusat, kemudian menstimulasi pelepasan asetilkolin.
?a"rine (uga mempunyai efek langsung pada reseptor nikotinik dan
muskarinik yang dapat meningkatkan akti#itas kolinergik pada sinap di
korteks.
Do! ,a" 0e&*er!a"
?a"rine di!erikan se"ara oral. 4ntuk mengoptimalkan a!sor!sinya
pada saluran pen"ernaan, ?a"rine se!aiknya di!erikan diantara makan
atau paling sedikit 1 (am se!elum makan. Pem!erian !ersama makanan
dapat menurunkan !ioa#aila!ilitasnya se"ara oral sekitar 5000-.
Dosis ?a"rine se!aiknya disesuaikan dengan respon dan toleransi
masingmasing indi#idu.
Dosis a)al untuk de)asa 10 mg 0 kali sehari, dapat di!erikan ekurang
kurangnya 0 minggu dengan monitoring konsentrasi serum
aminotransferase setiap minggu !erikutnya dimulai setelah 0 minggu
?a"rine di!erikan. Dosis pemeliharaan dapat di!erikan 0 minggu
kemudian, dapat ditingkatkan sampai &0 mg 0 kali sehari (ika tidak ada
penurunan atau kelainan fungsi hati. Pem!erian ?a"rine tergantung
pada kondisi dan toleransi indi#idu, dapat di!erikan sampai 00110 mg
dalam sehari.
Per!"'ata" ,a" 0er/at!a"
?a"rine dapat menmpengaruhi sistem enzim sitokrom P
0,0
(mikrosomal) hati. Pemantauan se"ara hatihati dilakukan pada pasien
dengan gangguan fungsi hati, khususnya (ika ter(adi peru!ahan
konsentrasi aminotrasferase dalam serum dengan pem!erian ?a"rin
atau peningkatan dosisnya.
&5
*onsentrasi serum aminotrasferase (khususnya A8?N+:?PO) harus
dimonitor setiap minggu, sekurangkurangnya minggu ke0 sampai ke
11 dan selan(utnya setiap 5 !ulan.
?a"rine dapat menginduksi peningkatan amimotransferase. *erusakan
gin(al tidak mempengaaruhi !ersihan ("learan"e) ?a"rine dan
meta!olitnya, tetapi harus diperhatikan penggunaannya karena
dimungkinkan !isa ter(adi gangguan "airan dan elektrolit yang dapat
menye!a!kan efek pada saluran pen"ernaan (muntah, diare, dll.).
/nteraksi o!at7 teofilin dan prokainamid.
&. Hitamin @
Hitamin @ adalah antioksidan yang telah dipela(ari pada penderita Alzheimer
!erdasarkan teori patofisiologi yang meli!atkan radikal !e!as. Pada se!uah studi,
#itamin @ 1000 /4 dua kali sehari menun(ukkan sekurangkurangnya sama
efektifnya seperti +elegiline. 6erdasarkan penemuan ini dan efek sampingnya
yang rendah serta harga yang murah, #itamin @ dapat digunakan se!agai
tam!ahan !ersama inhi!itor kolinesterase selama penanganan.
Hitamin @ !iasanya digunakan se"ara oral tetapi (ika ada gangguan para saluran
pen"ernaan atau ter(adi mala!sor!si, #itamin @ dapat di!erikan se"ara parenteral
se!agai komponen in(eksi multi#itamin
@fek #itamin @ pada pasien atau kom!inasinya dengan agen lain se"ara pasti
!elum diketahui, dan !e!erapa ahli mengatakan !ah)a manfaat klinik pada
penderita Alzheimer se"ara pasti !elum meyakinkan. +tudi le!ih lan(ut terhadap
#itamin @ diperlukan untuk mendefinisikan le!ih (elas dan tepat pada pengo!atan
Alzheimer. >ungsi #itamin @ se"ara !iologi pada manusia !elum diketahui,
meskipun demikian #itamin @ diper"aya se!agai antioksidan yang dapat
memperlam!at onset dan peru!ahan pada neuron sistem saraf pusat.
5. +elegiline
Pada salah satu studi, penggunaan 10 mg +elegiline tiap hari mem!erikan sedikit
penurunan skor "rie% *sychiatric +ating Scale. Pasien yang mengalami dementia
le!ih parah terutama yang memiliki ge(ala tingkah laku, mungkin le!ih
menguntungkan (ika menggunakan o!at ini di!andingkan penderita yang le!ih
ringan. +elegiline merupakan inhi!itor se"ara relatif dan stereoselektif 'A36
&0
yang !iasa digunakan untuk sindrom Parkinson. Penggunaannya untuk sindrom
Parkinson dan penyakit Alzheimer. +elegiline digunakan untuk meringankan
dementia ringan sampai !erat pada Alzheimer. +elegiline digunakan se"ara oral,
!iasanya di!agi dalam & kali dosis perhari. +tudi menun(ukkan !ah)a +elegiline
atau #itamin @ le!ih efektif di!andingkan kom!inasinya dalam pengo!atan
Alzheimer. +tudi le!ih lan(ut terhadap +elegiline diperlukan untuk mendefinisikan
le!ih (elas dan tepat pada pengo!atan Alzheimer.
0. @strogen
@strogen diduga terli!at dalam menstimulasi pertum!uhan neuronal dan
men"egah kerusakan oksidatif yang akan menguntungkan sel yang terekspos =AP.
Dalam hippo"ampus, korteks sere!ral, dan !asal otak depan, reseptor estrogen
terlokalisasi !ersama dengan reseptor faktor pertum!uhan saraf pada u(ung saraf
kolinergik. *ehadiran reseptor estrogen meningkatkan (umlah reseptor faktor
pertum!uhan saraf. *emampuan estrogen !erinteraksi dengan faktor pertum!uhan
saraf dapat men(elaskan kemampuan estrogen dalam menstimulasi pertum!uhan
sinaptik, stimulasi akson dan dendrit untuk mem!entuk "a!ang !aru. +uplemen
estrogen (uga men"egah penurunan up take kolin dan konsentrasi kolin asetil
transferase pada tikus setelah o#ariektomi. ;al ini mem!uktikan !ah)a estrogen
penting untuk memelihara neurotransmitter kolinergik normal. @strogen (uga
meningkatkan (umlah reseptor 2metilDAspartat (2'DA) dalam daerah otak
yang terli!at dalam perekaman memori !aru, (uga men"egah kerusakan sel,
karena !ertindak se!agai anti oksidan. Progesterone (uga efektif dalam
pen"egahan kerusakan sel, tapi kurang efektif di!anding estrogen. @strogen dapat
men"egah pem!entukan plak neuritis dengan memfasilitasi degradasi APP le!ih
"enderung oleh J sekretase daripada = sekretase, sehingga menghasilkan produk
terlarut yang tidak merugikan. 'eskipun demikian, ada data yang (ustru sangat
!erla)anan dengan hal di atas, dimana resiko Alzheimer pada )anita yang sedang
mendapat terapi estrogen (@$?) (ustru meningkat. 2amun !e!erapa studi
epidemiologi" (uga menun(ukkan penurunan resiko Alzheimer pada )anita yang
mengkonsumsi estrogen, meski studi yang le!ih terkontrol !elum ada. 3leh
karena itu, peranan estrogen dalam etiologi dan pen"egahan Alzheimer masih
dielusidasi.
&,
,. Anti inflamasi
+e!uah penelitian penye!a! Alzheimer menun(ukkan le!ih sedikit
ter(adinya Alzheimer (ika seseorang menerima A/2+ se"ara teratur. +elama 1,
tahun teramati !ah)a penggunaan A/2+ diasosiasikan dengan sedikitnya ke(adian
Alzheimer. Pasien dengan penggunaan A/2+ selama le!ih dari & tahun memiliki
nilai risiko terkena Alzheimer 0,0 di!andingkan orang yang mengkonsumsi A/2+
kurang dari & tahun (nilai risiko 0,1,). A/2+ memiliki efek samping seperti
gastritis dan kemungkinan pendarahan :/. *arena ketiadaan Kmulti"enterM,
per"o!aan penga)asan untuk mendukung potensial efikasi dan efek samping,
A/2+ tidak direkomendasikan untuk penggunaan umum pada pengo!atan maupun
pen"egahan Alzheimer saat ini. Per"o!aan klinis dengan inhi!itor A3P& pada
Alzheimer sedang dilakukan saat ini.
1. :inko !ilo!a
@g! 711, ekstrak dari ginkgo !ilo!a, diklaim dapat meningkatkan memori.
'eskipun ia dianggap antioksidan dan mempengaruhi inflamasi dan
neuromodulasi, mekanisme senya)asenya)a dalam @g! 711 !elum terelusidasi.
6. >armakoterapi terhadap ge(ala nonkognitif
Penggunaan farmakoterapeutik ini !ertu(uan untuk menangani ge(ala psikotik,
tingkah laku yang tidak sesuai, dan depresi. Panduan umum pango!atan yaitu
kurangi dosis, pemantauan yang ketat, menaikkan dosis dengan perlahanlahan,
pengo!atan psikotropik dengan efek antikolinegik se!aiknya dihindari karena
dapat memper!uruk kognisi. @fek samping lainnya yaitu sedasi, sikap tu!uh yang
tidak sta!il.
a. Antipsikotik
Antipsikotik telah digunakan untuk menangani tingkah laku yang
mengganggu dan psikosis pada penderita penyakit Alzheimer. Symptoms
responding termasuk penyerangan, agitasi dan hipereksita!ilitas,
halusinasi, delusi, "uriga, permusuhan, dan sikap yang tidak !eker(a sama.
Symptoms not responding meliputi penyendiri, apatis, cogniti)e de%icit,
keluyuran.
&1
Dosis $isperidone telah dipela(ari pada per"o!aan klinis dan digunakan
dalam penanganan ge(ala psikotik atau gangguan tingkah laku yang
!erhu!ungan dengan dementia. Dosis a)al yang direkomendasikan adalah
0,&, mg tiap hari, meningkat 0,&, Q , mg meningkat sampai 1 mg tiap
hari. .ika respon !elum "ukup, peningkatan le!ih (auh sampai & mg dapat
di"o!a (ika ditolerir.
3lanzapine menun(ukkan !ermanfaat dalam per"o!aan terkontrol.
6agaimana pun (uga, o!at ini memiliki efek kolinergik, meningkatkan
perhatian tentang penggunaannya untuk pengo!atan penyakit Alzheimer.
Ruetiapine has $een e)aluated only in open la$el studies. 3!at ini dapat
men(adi alternatif untuk pasien yang tidak dapat merespon atau tidak dapat
mentolerir risperidone atau olanzapine.
!. Antidepresan
Depresi dan dementia memiliki !anyak ge(ala pada umumnya, dan
diagnosa depresi dapat men(adi sulit, terutama pada penderita penyakit
Alzheimer. :e(ala depresi se!aiknya didokumentasikan !e!erapa minggu
se!elum memulai terapi antidepresan. .ika penanganan nonspesifik gagal,
usaha dengan antidepresan dapat diperlukan. >armakoterapi se!aiknya
dimulai dengan agen yang memiliki efek samping ringan.
Selecti)e serotonin reupta,e inhi$itors (++$/) seperti "italopram,
fluoCetine, paroCetine, atau sertraline adalah antidepresan yang le!ih
disukai. Pengo!atan first line lainnya yang dapat diterima meliputi
serotoninGnorepinefrin reuptake inhi!itor seperti #enlafaCine atau turunan
triazolopiridin nefazodone atau trazodone. ?razodone adalah
triazolopiridin yang menim!ulkan efek sedatif le!ih dan dilaporkan
menurunkan insomnia, agitasi, dan disforia. 6agaimanapun (uga o!at ini
"enderung untuk menye!a!kan orthostasis dan sedasi !erle!ihan pada
dosis antidepresan.
c. Miscellaneous Therapies
&7
Aitalopram (se!uah ++$/) sekurangkurangnya sama efektif seperti
antipsikotik fluphenazine dan le!ih efektif daripada plase!o untuk psikosis
dan gangguan tingkah laku pada dementia.
Aar!amazepine menun(ukkan kema(uan signifikan pada ge(ala psikiatrik
mele!ihi pla"e!o pada suatu penelitian dan ditolerir dengan !aik.
3Cazepam dan !enzodiazepine lainnya telah digunakan untuk mengani
ansietas, agitasi dan agresi, tetapi se"ara umum menun(ukkan efek yang
le!ih rendah di!andingkan antipsikotik.
6uspirone telah menun(ukkan manfaat dalam menangani agitasi dan agresi
dengan efek samping minimal.
+elegiline dapat menurunkan ansietas, depresi, dan agitasi.
6ukti menun(ukkan !ah)a (ika antipsikotik gagal mengatasi tingkah laku
nonkognitif, "italopram atau "ar!amazepine dapat men(adi alternati#e
second line.
ALGORITMA PENANGANAN PENYAKIT ALZHEIMER
A. Pe"a"'a"a" Ko'"!t!4
&%
Pasien yang didiagnosa menderita AD menurut kriteria 2/2AD+AD$A
Deteksi depresi
@#aluasi untuk farmakoterapi
''+@ 10&17
Donepezil
:alantamine
$i#astigmine
S
Hitamin @
''+@ sta!il
(penurunan T0 poin selama 1 tahun)
8an(utkan regimen di atas
''+@ le!ih !uruk
(penurunan U0 poin selama 1 tahun)
"ari alternatif inh kolinesterase lain S #it @
B. Ge3a#a 0!k!atr!k ,a" *e/a6!ora#
EVALUASI HASIL TERAPI
@#aluasi terhadap hasil terapi pada pasien Alzheimer dimulai dengan
penilaian a)al dan definisi (elas tentang tu(uan terapi. +tatus kognisi, status fisik,
performans fungsi, KmoodM, proses !erpikir, dan ke!iasaan seluruhnya perlu
die#aluasi se!elum inisiasi terapi o!at. *linisian harus me)a)an"ara !aik pasien
maupun pengurus untuk menilai respon terapi o!at. *arena pengurus sering
mengalami kesulitan dalam mem!erikan informasi yang (u(ur mengenai kondisi
seseorang yang mereka sayang dengan kehadirannya, maka sering (uga diperlukan
)a)an"ara dengan keluarga pengurus se"ara terpisah. Dalam menge#aluasi
respon terhadap agen kognisi, klinisian perlu menanyakan kemampuan pasien
dalam performa tugas dan fungsi seharihari dan KmoodM dan ke!iasaan, seperti
menanyakan memori dan orientasi pasien. Penilaian o!yektif, seperti nilai ''+@
dan >un"tional A"ti#ities Ruestionare, harus (uga dikuantifikasi peru!ahan pada
ge(ala dan fungsi seharihari pasien.
&9
Penilaian psikiatrik
;u!ungkan medi"al "omor!idities dan terapi o!at
untuk melihat efek samping
Pengaruh lingkungan dan psikososial
depresi
++$/, nofazodone, atau #eniafaCine
Alternati#e lain
Alternati#e lain atau desipramin,
nortriptyline, atau mirtazapine
psikosis
3lanzapine atau risperidon
Alternati#e lain
Luetiapin
e
haloperidol
"lozapin
Agitasi lain
3lanzapine,
risperidone,
"italopram, atau
"ar!amazepine
Alternati#e lain
Alternati#e lain atau trazodone, #alproate,
!uspirone, atau seligiline.
Pertim!angkan kom!inasi o!at
*arena target dari kelainan psikiatri dapat direspon !er!eda pada pasien
demensia, daftar mendetail ge(ala yang dio!ati harus didokumentasi dalam
ren"ana farmakoterapi yang ditam!ahkan dalam penga)asan. ?ermasuk marah
terhadap pasangan karena yakin pasangannya adalah penipu, mengan"am (ika
digantikan !a(u, dan lainlain, (uga dokumentasikan ge(ala samarsamar seperti
agresif dan delusinasi. 4ntuk mem!uat penilaian akurat dari depresi, ge(ala yang
!anyak seperti tidur, nafsu makan, dan akti#itas hingga tingkat ketertarikan (uga
perlu dinilai se!agai tam!ahan men(aga KmoodM pasien.
Pasien harus dio!ser#asi dengan hatihati untuk menghindarkan efek
samping terapi. ?ergantung agen terapeutik yang terus dikem!angkan, pasien
harus (uga dinilai efek samping seperti diare, stress :/, pusing, sedasi, efek
ekstrapiramidal, atau ke!iasaan yang mem!uruk. @fek samping yang spesifik
harus dimonitor dan metode dan )aktu monitoring perlu didokumentasi. Penilaian
periodik efekti#itas pengo!atan, efek samping, komplikasi, ke!utuhan dosis, atau
peru!ahan pengo!atan harus dilakukan paling sedikit se!ulan sekali. ?etapi,
pasien mem!utuhkan )aktu yang "ukup untuk menerima satu (enis terapi untuk
melihat efeknya tanpa inter#ensi yang lain. *arena efek dari pengo!atan agen
peningkat kognisi tidak !esar, periode pengo!atan selama !e!erapa !ulan hingga
setahun di!utuhkan se!elum dinyatakan apakah pengo!atan !erefek atau tidak.
@fek kognisi o!at sering di"atat sta!il selama terapi atau mem!uruk ketika o!at
tidak diteruskan. +e"ara umum, agen kognisi harus dilan(utkan (ika pasien tidak
menun(ukkan peru!ahan pada status klinis. ?etapi, (iga diragukan, pengo!atan
dapat di!erhentikan perlahan, dan pasien dimonitor selama 01 minggu untuk
melihat apakah terapi perlu dilan(utkan atau tidak.
50
51

Anda mungkin juga menyukai