Anda di halaman 1dari 2

4)Jelaskan hubungan host dan mekanisme terjadinya infeksi!

Infeksi yaitu invasi dan pembiakan mikroorganisme di jaringan tubuh secara klinis tidak
tampak atau antibodi.Infeksi menembus permukaan kulit atau berasal dari dalam tubuh.Sebagian
besar infeksi melalui jalan eksternal dengan menembus barier kulit yang dapat menyebabkan lesi
kulit saat organisme menginfeksi tubuh lainnya dan menimbulkan bercak-bercak kulit.Infeksi
disebabkan oleh berbagai macam organisme,seperti fungi,virus,bakteri,protozoa dan virus
metazoa.Hubungan manusia dengan mikroorganisme saling ketergantungan simbiosis.Manusia
sebagai tuan rumah,host atau hospes.Beberapa contoh ialah penderita infeksi akut dimana
banyak kuman pada satu bagian tubuh.Kuman tersebut hanya akan hilang jika penderita
sembuh.Ia merupakan sebagai sumber kuman yang relaif singkat.Terdapat juga penderita yang
mengalami proses infeksi lama yang dikenal sebagai penderita infeksi kronis.Kuman seperti itu
terus menerus ada di dalam tubuh.Akhirnya ada juga pembawa kuman pada masa
penyembuhan.Kuman seperti itu menetap pada bagian tubuh tertentu sampai tahap akut berakhir
hilang.Contohnya infeksi selaput lendir yaitu kuman yang menetap pada saluran cerna selama
beberapa minggu sampai beberapa bulan setelah tahap akut berakhir,kemudian hilang.
Mekanisme terjadi infeksi terbahagi kepada 3 tahap utama yaitu Tahap 1 dimana mikroba
patogen bergerak menuju tempat yang menguntungkan yaitu penjamu atau penderita melalui
mekanisme penyebaran.Semua mekanisme penyebran mikroba patogen menyebar dengan dua
cara yaitu penularan langsung yang melalui droplet nuclei dari keluarga penderita
lain.Kemungkinan lain adalah melalui darah yaitu semasa transfusi darah.Cara kedua pula ialah
dengan penularan tidak langsung seperti Food-Borne yaitu penularan mikroba melalui makanan
dan minuman yang disajikan untuk penderita.Mikroba patogen ikut menyertai sehingga
menimbulkan gejala dan keluhan gastrointestinal.Vector-Bone juga merupakan penularan
mikroba patogen perantara vektor seperti lalat.Luka terbuka,jaringan nekrotis,luka bakar dan
gangren adalah kasus yang renten dihinggapi lalat.Tahap 2 pula mikroba patogen melakukan
invasi ke jaringan atau organ penderita dengan cara mencari akses untuk masing-masing
penyakit seperti ada kerusakan atau lesi kulit serta mukosa dari rongga hidung dan mulut.Tahap
3 berlaku setelah mikroba mendapat akses masuk,mikroba patogen segera melakukan invasi dan
mencari jaringan yang sesuai.Selanjutnya melakukan multiplikasi atau berkembang baik disertai
dengan tindakan destruktif terhadap jaringan,walaupun ada upaya perlawanan pada
pejamu.Sehingga terjadi reaksi infeksi yang mengakibatkan perubahan morfologis dan gangguan
fisiologis.