Anda di halaman 1dari 24

Pengertian getaran dan gelombang

GETARAN DAN GELOMBANG


Gejala getaran banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Getaran bandul jam
dinding, senar gitar yang dipetik, dan pita suara yang bergetar hingga menimbulkan
bunyi, merupakan beberapa contoh benda yang melakukan getaran. Apakah yang
dimaksud dengan getaran? Apakah ciri-ciri suatu benda mengalami getaran?

Pada bab ini akan dipelajari pengertian getaran dan ciri-ciri suatu getaran, pengertian
gelombang, jenis gelombang, dan besaran yang berkaitan. Setelah mempelajari bab ini,
kamu diharapkan mampu memahami konsep getaran dan prinsip dasar teori gelombang
untuk selanjutnya mempelajari fenomena bunyi yang erat dalam kehidupan sehari-hari.
A. Pengertian Getaran
Pernahkah kamu melihat jam dinding yang memakai bandul? Jarum jam tersebut
bergerak akibat adanya gerak bolak-balik bandul. Gerakan bandul itu disebut getaran.
Marilah kita selidiki apa sebenarnya getaran itu.
Jadi, getaran adalah gerak bolak-balik melalui titik setimbang. Satu getaran didefinisikan
sebagai satu kali bergetar penuh, yaitu dari titik awal kembali ke titik tersebut. Satu kali
getaran adalah ketika benda bergerak dari titik A-B-C-B-A atau dari titik B-C-B-A-B.
Bandul tidak pernah melewati lebih dari titik A atau titik C karena titik tersebut
merupakan simpangan terjauh.
Simpangan terjauh itu disebut amplitudo. Di titik A atau titik C benda akan berhenti
sesaat sebelum kembali bergerak. Contoh amplitudo adalah jarak BA atau jarak BC.
Jarak dari titik setimbang pada suatu saat disebut simpangan.

B. Ciri-Ciri Suatu Getaran
Getaran merupakan jenis gerak yang mudah kamu jumpai dalam kehidupan sehari-hari,
baik gerak alamiah maupun buatan manusia. Semua getaran memiliki ciri-ciri tertentu.
Apa ciri-ciri getaran itu?

Waktu yang dibutuhkan untuk menempuh satu kali getaran disebut periode getar yang
dilambangkan dengan (T). Banyaknya getaran dalam satu sekon disebut frekuensi (f).
Suatu getaran akan bergerak dengan frekuensi alamiah sendiri. Hubungan frekuensi dan
periode secara matematis ditulis sebagai berikut:

dengan: T = periode (s)
f = banyaknya getaran per sekon (Hz)

Satuan periode adalah sekon dan satuan frekuensi adalah getaran per sekon atau disebut
juga dengan hertz (Hz), untuk menghormati seorang fisikawan Jerman yang berjasa di
bidang gelombang, Hendrich Rudolf Hertz. Jadi, satu hertz sama dengan satu getaran per
sekon.
C. Pengertian Gelombang
Pernahkah kamu pergi ke pantai? Tentu sangat menyenangkan, bukan? Demikian
indahnya ciptaan Tuhan. Di pantai kamu bisa melihat ombak. Ombak tersebut terlihat
bergelombang dari tengah menuju pantai dan semakin lama semakin kecil, lalu akhirnya
menerpa pesisir pantai. Jadi, apa sebenarnya ombak itu?

Ketika kamu mengikuti upacara pengibaran bendera di sekolahmu, kamu melihat bendera
berkibar diterpa angin. Pernahkah kamu memerhatikan bagaimana gerak bendera
tersebut? Peristiwa ombak laut ataupun berkibarnya bendera merupakan contoh dari
gelombang. Jadi, apa sebenarnya gelombang itu?

Pada saat kamu menggerakkan tali ke atas dan ke bawah, dikatakan bahwa kamu
memberikan usikan pada tali. Jika usikan itu dilakukan terus menerus, akan terjadi
getaran. Setelah memberi usikan atau getaran, kamu akan melihat ada sesuatu yang
merambat pada tali. Sesuatu itu disebut gelombang. Jadi, gelombang adalah getaran yang
merambat atau usikan yang merambat.

D. Gelombang Mekanik Memerlukan Medium untuk Merambat
Gelombang merupakan salah satu konsep Fisika yang sangat penting untuk dipelajari
karena banyak sekali gejala alam yang menggunakan prinsip gelombang. Sebagai
makhluk yang paling pandai, manusia memiliki kewajiban untuk selalu mempelajari
gejala alam ciptaan Tuhan untuk mengambil manfaat bagi kehidupan manusia. Kamu
dapat berkomunikasi dengan orang lain sebagian besar dengan memanfaatkan gelombang
suara atau gelombang bunyi. Kamu dapat mendengarkan radio atau menonton televisi
karena adanya gelombang radio.

Berdasarkan medium perambatnya, gelombang dapat dibedakan menjadi dua bagian,
yaitu gelombang mekanik dan gelombang elektromagnetik. Gelombang mekanik adalah
gelombang yang dalam perambatannya memerlukan medium, misalnya gelombang tali,
gelombang air, dan gelombang bunyi. Gelombang elektromagnetik adalah gelombang
yang dapat merambat tanpa medium, misalnya gelombang radio, gelombang cahaya, dan
gelombang radar. Dari kedua jenis gelombang tersebut, yang akan kamu pelajari adalah
gelombang mekanik. Apakah yang dirambatkan oleh gelombang tersebut?

Pada saat kamu menggetarkan tali, gelombang akan merambat pada tali ke arah
temanmu, tetapi karet gelang yang diikatkan pada tali tidak ikut merambat bersama
gelombang. Jika demikian, bagian-bagian tali tidak ikut merambat bersama gelombang.
Jadi apakah yang dirambatkan oleh gelombang? Jika kamu meminta temanmu untuk
menggetarkan salah satu ujung tali, kamu akan merasakan sesuatu pada temanmu akibat
merambatnya gelombang tersebut. Tentu kamu masih ingat pelajaran pada bab terdahulu
bahwa sesuatu yang memiliki kemampuan untuk melakukan usaha disebut energi. Jadi,
yang dirambatkan oleh gelombang adalah energi. Berdasarkan arah perambatannya,
gelombang mekanik dibedakan menjadi dua jenis, yaitu gelombang transversal
dan gelombang longitudinal.
1. Gelombang Transversal
Pada saat kamu menggetarkan slinki ke arah samping, ternyata arah rambat
gelombangnya ke depan, tegak lurus arah rambatnya. Gelombang seperti ini disebut
gelombang transversal. Jadi, gelombang transversal adalah gelombang yang arah
getarnya tegak lurus terhadap arah rambatannya. Contoh lain dari gelombang transversal
adalah gelombang pada permukaan air, dan semua gelombang elektromagnetik, seperti
gelombang cahaya, gelombang radio, ataupun gelombang radar.

Sumber getaran untuk gelombang air berada pada tempat batu jatuh sehingga gelombang
menyebar ke segala arah. Dari gambar tersebut tampak bahwa semakin jauh dari sumber,
gelombang semakin kecil. Hal tersebut disebabkan energi yang dirambatkan semakin
berkurang.
2. Gelombang Longitudinal
Gelombang transversal merupakan gelombang yang arah getarnya tegak lurus dengan
arah rambatan. Bagaimanakah arah getar pada gelombang longitudinal?

Pada saat kamu mendorong slinki searah dengan panjangnya, gelombang akan merambat
ke arah temanmu berbentuk rapatan dan renggangan. Jika kamu perhatikan, arah rambat
dan arah getarnya ternyata searah. Gelombang seperti itu disebut gelombang longitudinal.
Jadi, gelombang longitudinal adalah gelombang yang arah getarnya sejajar dengan arah
rambatannya.
Gelombang bunyi dan gelombang pada gas yang ditempatkan di dalam tabung tertutup
merupakan contoh gelombang longitudinal. Pernahkah kamu memompa ban sepeda atau
menggunakan alat suntik mainan? Pada saat kamu menggunakan pompa, kamu
mendorong atau menekan alat tersebut. Partikel-partikel gas dalam pompa membentuk
pola rapatan dan renggangan sehingga mendorong udara keluar.
E. Panjang Gelombang
Kamu sudah mengetahui bahwa pola gelombang transversal berbentuk bukit dan lembah
gelombang, sedangkan pola gelombang longitudinal berbentuk rapatan dan renggangan.
Panjang satu bukit dan satu lembah atau satu rapatan dan satu renggangan didefinisikan
sebagai panjang satu gelombang. Pada pembahasan tentang getaran kamu sudah
mengetahui tentang periode getaran.
Besaran tersebut identik dengan periode gelombang. Periode gelombang adalah waktu
yang dibutuhkan untuk menempuh satu panjang gelombang. Jadi, satu gelombang dapat
didefinisikan sebagai yang ditempuh panjang satu periode. Panjang gelombang
dilambangkan dengan lamda. Satuan panjang gelombang dalam SI adalah meter (m).
Marilah kita pelajari panjang gelombang transversal dan panjang gelombang longitudinal.
1. Panjang Gelombang Transversal
Jika kamu menggerakkan slinki tegak lurus dengan arah panjangnya, terbentuklah bukit
dan lembah gelombang. Pola tersebut adalah pola gelombang transversal. Bukit
gelombang adalah lengkungan a-b-c sedangkan lembah gelombang adalah lengkungan c-
d-e. Titik b disebut puncak gelombang dan titik d disebut dasar gelombang. Kedua titik
ini disebut juga perut gelombang.
Adapun titik a, c, atau e disebut simpul gelombang. Satu panjang gelombang transversal
terdiri atas satu bukit dan satu lembah gelombang. Jadi, satu gelombang adalah
lengkungan a-b-c-d-e atau b-c-d-e-f. Satu gelombang sama dengan jarak dari a ke e atau
jarak b ke f. Amplitudo gelombang adalah jarak b-b atau jarak d-d. Kamu dapat
menyebutkan panjang gelombang yang lain, yaitu jarak f-j atau jarak i-m.
2. Panjang Gelombang Longitudinal
Jika kamu menggerakkan slinki searah dengan panjangnya dengan cara mendorong dan
menariknya, akan terbentuk pola-pola gelombang. Satu panjang gelombang adalah jarak
antara satu rapatan dan satu renggangan atau jarak dari ujung renggangan sampai ke
ujung renggangan berikutnya.
F. Cepat Rambat Gelombang
Gelombang yang merambat dari ujung satu ke ujung yang lain memiliki kecepatan
tertentu, dengan menempuh jarak tertentu dalam waktu tertentu pula. Dengan demikian,
secara matematis, hal itu dituliskan sebagai berikut.
G. Pemantulan Gelombang
Pada saat kamu berteriak di lereng sebuah bukit, kamu akan mendengar suaramu kembali
setelah beberapa saat. Hal ini membuktikan bahwa bunyi dapat dipantulkan. Bunyi
merupakan salah satu contoh gelombang mekanik.
Berdasarkan uraian sebelumnya dan dari hasil diskusimu, dapat disimpulkan bahwa salah
satu sifat gelombang adalah dapat dipantulkan. Dalam kehidupan sehari-hari, kamu
sering melihat pemantulan gelombang air kolam oleh dinding kolam, ataupun gelombang
ombak laut oleh pinggir pantai. Dapat diterimanya gelombang radio dari stasiun
pemancar yang sedemikian jauh juga menunjukkan bahwa gelombang radio dapat
dipantulkan atmosfer bumi.
Sebuah gelombang merambat pada tali, jika ujung tali diikat pada suatu penopang,
gelombang yang mencapai ujung tetap tersebut memberikan gaya ke atas pada penopang.
Penopang memberikan gaya yang sama tetapi berlawanan arah ke bawah pada tali. Gaya
ke bawah pada tali inilah yang membangkitkan gelombang pantulan yang terbalik. Ujung
yang bebas tidak ditahan oleh sebuh penopang. Gelombang cenderung melampaui batas.
Ujung yang melampaui batas memberikan tarikan ke atas pada tali dan inilah yang
membangkitan gelombang pantulan yang tidak terbalik.
Ringkasan Materi Getaran dan Gelombang
Getaran adalah gerakan yang berulang-ulang atau gerakan bolakbalik melewati suatu titik
kesetimbangan
Sistem getaran yang dibahas adalah sistem pegas-massa, dan bandul sederhana
Besaran yang penting pada getaran adalah frekuensi, perioda, simpangan, amplitudo,
kecepatan, percepatan dan energi
Bila energi getaran dirambatkan maka diperoleh gelombang
Berdasarkan arah getar relatif terhadap arah rambatnya, dikenal gelombang transversal
dan gelombang longitudinal
Pada umumnya gelombang yang dirambatkan membutuhkan medium perantara, kecuali
gelombang elektromagnetik yang dapat merambat di ruang hampa
Kecepatan rambat gelombang tergantung pada jenis gelombang yang dirambatkan dan
karakteristik medium perantaranya.
Periode / rumus Getaran

Dengan ketentuan:
= Periode (sekon)
= Waktu (sekon)
= Jumlah getaran
Frekuensi Getaran

Dengan ketentuan:
= Frekuensi (Hz)
= Jumlah getaran
= Waktu (sekon)
Rumus F(Frekuensi),n(Banyak Getaran),t(Waktu) F=1/T n=F/t t=T/n Keterangan:
F=Frekuensi(Hz) n=Banyak Getataran t=Waktu(Sekon) T=Periode(Sekon)
Periode Getaran

Dengan ketentuan:
= periode getaran (sekon)
= frekuensi(Hz)
Hubungan antara Periode dan Frekuensi Getaran
Besar periode berbanding terbalik dengan frekuensi.


Dengan ketentuan:
= periode (sekon)
= frekuensi (Hz)
Rumus Gelombang
Gelombang berjalan
Persamaan gelombang:

Keterangan:
a: amplitudo (m)
f: frekuensi (Hz)
: panjang gelombang (m)









Soal dan Pembahasan : Getaran dan Gelomban issay.!
1. Sebuah gelombang pada permukaan air dihasilkan dari suatu getaran yang frekuensinya
30 Hz. Jika jarak antara puncak dan lembah gelombang yang berturutan adalah 50 cm,
hitunglah cepat rambat gelombang tersebut!
Penyelesaian :
Diketahui : f = 30 Hz , = 50 cm = 100 cm = 1 m
Ditanya : v = ..?
Jawab : v = .f = 1.30 = 30 m/s

2. Sebuah pemancar radio bekerja pada gelombang 1,5 m. Jika cepat rambat gelombang
radio 3.108 m/s, pada frekuensi berapakah stasion radio tersebut bekerja!
Penyelesaian :
Diketahui : = 1,5 m, v = 3.108 m/s
Ditanya : f = ..?
Jawab : f = = = 2. 108 Hz = 200 MHz

3. Gelombang berjalan mempunyai persmaan y = 0,2 sin (100 t 2 x), dimana y dan x
dalam meter dan t dalam sekon. Tentukan amplitudo, periode, frekuensi, panjang
gelombang, dan cepat rambat gelombang tersebut !
Penyelesaian :
Diketahui : y = 0,2 sin (100 t 2 x)
Ditanya : A = ?, T = ?, f = ..?, = ..?, v = ..?
Jawab : Kita dapat menjawab soal tersebut dengan cara membandingkan persamaan
gelombang dalam soal dengan persamaan umum gelombang berjalan yaitu sbb :
y = 0,2 sin (100 t 2 x) ( 1 )
.( 2 )
Dari persamaan (1) dan (2), maka dpat diambil kesimpulan bahwa :
Amplitudonya adalah : A = 0,2 m
Periode dapat ditentukan sbb: 100 = , sehingga T = s
Dari T = s, maka dapat dicari frekuensinya , yaitu f = Hz
Panjang gelombang ditentukan sbb: 2 x = , sehingga 1 m
Dari hasil f dan , maka cepat rambat gelombangnya adalah : v = .f = 50.1 = 50 m/s
Cepat rambat gelombang dapat juga ditetnukan dengan : m/s

4. Seutas tali yang panjangnya 5 m, massanya 4 gram ditegangkan dengan gaya 2 N dan
salah satu ujungnya digetarkan dengan frekuensi 50 Hz. Hitunglah:
cepat rambat gelombang pada tali tersebut !
panjang gelombang pada tali tersebut !
Penyelesaian :
Diketahui : l = 5 m, m = 4 gr = 4.10-3kg, F = 2 N, f = 50 Hz
Ditanya : a. v = ..?
b. = ..?
Jawab : a. = m/s
b. m
5. Seutas tali yang ditegangkan dengan gaya 5 N dan salah satu ujungnya digetarkan
dengan frekuensi 40 Hz terbentuk gelombang dengan panjang gelombang 50 cm. Jika
panjang tali 4 m, hitunglah:
cepat rambat gelombang pada tali tersebut !
massa tali tersebut !
Penyelesaian :
Diketahui : l = 4 m, F = 5 N, f = 40 Hz, = 50 cm = 0,5 m
Ditanya : a. v = ..?
b. m = ..?
Jawab : a. v = .f = 0,5.40 = 20 m/s
b. ---- m = 0,05 kg

6. Perhatikan grafik simpangan gelombang terhadap waktu pada gambar di atas! Jika jarak
AB=250 cm, tentukan cepat rambat gelombang tersebut!




Pembahasan :
Pada gambar di atas terdapat 1 gelombang (satu gelombang terdiri atas satu bukit dan
satu lembah) dengan panjang 250 cm (jarak AB). Untuk menentukan cepat
rambat gelombang (v) harus ditentukan terlebih dahulu panjang gelombang (?), serta
frekuensi (f) atau periode gelombangnya (T).
Panjang satu gelombang (?) adalah jarak yang ditempuh gelombang tiap satu
periode.

Frekuensi gelombang adalah banyaknya gelombang yang terjadi tiap satuan waktu
(satu detik). Perhatikan gambar, untuk membentuk satu gelombang ditempuh dalam
waktu 2 sekon. Sehingga frekuensi gelombangnya adalah :

Periode gelombang adalah waktu yang diperlukan untuk terjadinya satu gelombang.
Pada gambar, untuk membentuk satu gelombang diperlukan waktu 2 sekon, sehingga
periode gelombang :

Untuk menentukan cepat rambat gelombang dapat menggunakan rumus :

atau

7. Getaran gempa merambat dengan kecepatan 75 km/s dengan frekuensi 30 Hz. Tentukan
panjang gelombang getaran gempa tersebut!
Pembahasan :

8. Sebuah slinki yang diberi usikan membentuk gelombang longitudinal dengan laju 1
m/sekon.
Jika dalam waktu 6 sekon terbentuk tiga rapatan dan tiga regangan, tentukan :

a. Periode b. Panjang gelombang c. Frekuensi
Pembahasan :
Pada gambar terlihat ada 3 buah gelombang (1 gelombang = 1 rapatan dan 1 regangan)
dengan
v = 1 m/s.
a. Periode

b. Panjang gelombang

c. Frekuensi























Pengertian Gelombang Bunyi

Gelombang bunyi adalah gelombang longitudinal sehingga mempunyai sifat-sifat dapat
dipantulkan (reflection), dapat dibiaskan (refraction), dapat dilenturkan (difraction), dan dapat
dibiaskan (interferention). Komponen bunyi berupa sumber bunyi, pengantar, frekuensi,
kekuatan bunyi, dan timbre.

Bunyi dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Pemanfaatannya antara lain dengan
pemanfaatan ultrasonik (pemanfatan dalam dunia kesehatan). Bunyi dapat dimanfaatkan dengan
adanya cepat rambat bunyi, pemantulan bunyi dan resonansi. Pemanfaatan dalam kehidupan
sehari-hari diantaranya untuk menghitung kedalaman laut, melakukan survei geofisika, dan
mendeteksi retak-retak pada struktur logam.

Bunyi juga merupakan salah satu bentuk energi. Energi bunyi didapat dari perubahan beberapa
energi seperti listrik dan kimia. Di dalam pengubahannya tentu saja menggunakan alat. Misalnya
membuat bel untuk mengubah energi listrik menjadi energi suara. Bel dapat dibuat dengan
menggunakan beberapa komponen dan langkah-langkah yang sistematis.


RINGKASAN GELOMBANG BUNYI
Gelombang bunyi adalah gelombang yang dapat didengar dan di udara dirambatkan sebagai
gelombang longitudinal
Di ruang hampa gelombang bunyi tidak dapat didengar Keras lemahnya bunyi ditentukan oleh
intensitas bunyi atau Taraf Intensitasnya.
Makin jauh pendengar dari sumber bunyi, makin lemah pula bunyi yang didengar Efek
Doppler adalah gejala berubahnya frekuensi yang didengar seseorang karena sumber bunyi
bergerak relatif terhadap pendengar.

RUMUSAN GELOMBANG BUNYI

dimana:
I = intensitas bunyi (watt/m
2
)
P = daya sumber bunyi (watt)
A = luas (m
2
)
TI = Taraf intensitas bunyi (desi Bell)
Io = intensitas ambang pendengaran (watt/m
2
)

Cepat Rambat Bunyi di Berbagai Medium


dimana:
E = modulus elastisitas zat
B = modulus Bulk
P = tekanan gas
= massa jenis masing-masing zat
= konstanta laplace

Efek Doppler Gelombang Bunyi




Perjanjian Tanda






Sumber-Sumber Bunyi







Rumus Terkait



Mengukur Jarak Dua Tempat dengan Bunyi Pantul



Pelayangan Bunyi


PENGERTIAN OPTIK
Optik adalah cabang fisika yang menggambarkan perilaku dan sifat
cahaya dan interaksi cahaya dengan materi. Optik dijelaskan dan ditandai dengan fenomena
optik. Kata berasal dari optik Latin, yang berarti tampilan.
Bidang optik biasanya menggambarkan sifat cahaya tampak, sinar inframerah dan ultraviolet,
tetapi sebagai cahaya adalah gelombang elektromagnetik, fenomena yang sama juga terjadi
dalam bentuk sinar-X, gelombang mikro, gelombang radio, dan lainnya gejala radiasi
elektromagnetikdan mirip maupun pada balok muatan partikel (balok dibebankan). Optik secara
umum dapat dianggap sebagai bagian darikeelektromagnetan. Beberapa gejala optis bergantung
pada sifat kuantum cahaya yang terkait dengan beberapa bidang optik kuantum hinggamekanika.
Dalam prakteknya, sebagian besar fenomena optik dapat dihitung dengan menggunakan sifat
daricahaya elektromagnetik, seperti yang dijelaskan oleh persamaan Maxwell.
Bidang optik memiliki identitas, masyarakat, dan konferensi. Aspek lapangan sering disebut ilmu
optik atau fisika optik. Ilmu optik terapan sering disebut rekayasa optik. Aplikasi dari rekayasa
optik yang terkait khusus dengan sistem iluminasi (iluminasi) disebut rekayasa pencahayaan.
Setiap disiplin cenderung sedikit berbeda dalam aplikasi, keterampilan teknis, fokus, dan afiliasi
profesionalnya. Inovasi lebih baru dalam rekayasa optik sering dikategorikan sebagai fotonika
atau Optoelektronik. Batas-batas antara bidang ini dan "optik" yang tidak jelas, dan istilah yang
digunakan berbeda di berbagai belahan dunia dan dalam berbagai bidang industri.
Karena aplikasi yang luas dari ilmu "cahaya" untuk aplikasi dunia nyata, ilmu optik dan rekayasa
optik cenderung sangat interdisipliner. Ilmu optik merupakan bagian dari berbagai disiplin terkait
termasuk elektro, fisika, psikologi, kedokteran (khususnya optalmologidan optometri), dan lain-
lain. Selain itu, perilaku optik yang paling lengkap, seperti dijelaskan dalam fisika, tidak selalu
rumit untuk kebanyakan masalah, jadi model sederhana dapat digunakan. Model sederhana ini
cukup untuk menjelaskan sebagian besar perilaku fenomena optik dan mengabaikan relevan dan
/ atau tidak terdeteksi pada suatu sistem.
Dalam ruang bebas dengan kecepatan gelombang bepergian c = 3 10 ^ 8 meter / detik. Ketika
memasuki medium tertentu (dielectric atau nonconducting) gelombang dengan kecepatan v, yang
merupakan karakteristik dari bahan dan kurang dari cahaya besarnyakecepatan sendiri (c).
Perbandingan kecepatan cahaya dalam ruang hampa dengan kecepatan cahaya dalam medium
adalah indeks bias bahan n sebagai berikut: n = c / v
MACAM ALAT OPTIK
Alat optik adalah alat yang berupa benda bening yang digunakan untuk menghasilkan bayangan
melalui pemantulan atau pembiasan cahaya. Ada banyak macam alat optik, di antaranya seperti
mata, karmera, lup, mikroskop, dan teleskop. Mata adalah alat optik yang digunakan untuk
melihat yang dimiliki oleh manusia dan hewan. Mata adalah Satu-satunya alat optik yang
canggih dan bukan buatan manusia. Sifat bayangan pada mata adalah nyata, terbalik, dan dapat
diperkecil. Mata memiliki bagian-bagian yang sifat dan fungsinya berbeda-beda. Berikut
ini adalah bagian-bagian mata.
1. Kornea
a. Bersifat tembus pandang (bening).
b. Selalu dibasahi air mata yang dihasilkan oleh kelenjar air mata.
c. Berfungsi untuk melindungi lensa mata.
2. Iris (selaput pelangi)
a. Iris disebut dengan selaput pelangi mengapa??? karena tiap manusia dari ras yang
berbeda memiliki warna iris yang berbeda pula. Ada orang yang memiliki iris
berwarna hitam, cokelat, biru, dan hijau.
b. Berfungsi untuk memberi warna mata.
3. Pupil
a. Pupil adalah celah lingkaran yang terdapat di tengah-tengah iris.
b. Pupil berfungsi sebagai shutter, pa ya shutter itu..???, shutter itu yakni tempat jalan
masuk cahaya ke dalam rongga mata.
c. Pupil dapat melebar dan dapat juga menyempit. Melebar dan menyempitnya
pupil tergantung pada intensitas cahaya yang masuk ke mata.
d. Pupil menyempit ketika cahaya terang dan membesar ketika cahaya redup.
4. Lensa mata
a. Lensa mata merupakan lensa cembung. Bedanya, kalau lensa mata bersifat lentu
sehingga dapat berubah menebal atau menipis. Kemampuan menebal dan menipisnya
lensa mata disebut dengan daya akomodasi.
b. Lensa mata dapat menebal atau menipis karena adanya otot akomodasi
mata.
c. Lensa mata berfungsi untuk memfokuskan bayangan supaya jatuh di retina
(bintik kuning).
5. Retina
a. Retina mata fungsinya sebagai tempat jatuhnya bayangan hasil proyeksi lensa
mata.
b. Retina terdiri atas bintik kuning yang peka terhadap cahaya karena
mengandung
jutaan sel saraf dan bintik buta yang tidak peka terhadap cahaya.

6. Sel saraf
a. Sel saraf berfungsi menangkap sinyal visual dan mengirimkannya ke saraf
pusat penglihatan di otak.
b. Ada dua macam sel saraf pada mata, yaitu sel batang dan selkerucut.
Dalam mekanisme pembentukan bayangan pada mata, dikenal adanya titik dekat dan titik jauh
mata.
1. Titik dekat {Punctum Proximum/PP)
Titik dekat adalah jarak terdekat yang masih dapat dilihat jelas oleh mata dengan
berakomodasi maksimum. Untuk mata normal (emetrop), nilai titik dekat mata/ PP = 25 cm.

2. Titik jauh (Punctum Remotum/PR)
Titik jauh adalah jarak terjauh yang dapat dilihat jelas oleh mata tanpa berakomodasi. Untuk
mata normal (emetrop), nilai titik jauh mata/PR = (tak terhingga).

Dalam perkembangannya, banyak manusia yang mengalami gangguan penglihatan.
Gangguan penglihatan itu sering disebut juga sebagai cacat mata. Beberapa macam contoh dari
cacat mata adalah:
1. Miopi (rabun jauh/mata dekat)
Penderita miopi memiliki mata yang tidak dapat melihat benda jauh dengan jelas karena daya
akomodasinya terlalu lemah. Pada penderita miopi, bayangan benda jatuh di depan retina.
Cacat mata miopi dapat dibantu dengan cara menggunakan kacamata lensa positif (cembung).

2. Hipermetropi (rabun dekat/mata jauh)
Penderita hipermetropi memiliki mata yang tidak dapat melihat benda-benda pada jarak
dekat. Karena daya akomodasi yang lemah, bayangan benda jatuh di belakang retina. Cacat
mata hipermetropi dapat dibantu dengan menggunakan kacamata lensa negatif (cekung).

3. Presbiopi (mata tua)
Presbiopi adalah cacat mata yang timbul akibat daya akomodasi mata berkurang mengapa
demikian..??? karena faktor pertambahan usia sehingga letak titik dekat dan titik jauh mata
bergeser. Penderita presbiopi dapat dibantu dengan menggunakan kacamata berlensa
rangkap (lensa positif dan negatif sekaligus).

4. Astigmatisma
Astigmatisma adalah cacat mata yang disebabkan karena kornea mata tidak berbentuk sferis
(irisan bola), melainkan melengkung pada satu bidang dari bidang yang lain (berbentuk
silinder). Penderita astigmatisma dapat dibantu dengan menggunakan kacamata berlensa
silindris.

Kamera adalah alat optik yang memiliki mekanisme mirip dengan mekanisme kerja mata.
Kamera memiliki bagian-bagian sebagai berikut.
1. Film
2. Lensa kamera (lensa cembung)
3. Diafragma
4. Pengatur fokus
5. Pengatur kecepatan pembukaan dan penutupan layar.
Sifat bayangan kamera adalah nyata, terbalik, dan diperkecil.
Lup adalah alat optik yang terdiri dari sebuah lensa cembung (lensa positif). Lup
berfungsi untuk dapat memperbesar benda-benda kecil yang masih dapat dilihat dengan
mata telanjang. Sifat bayangan yang dihasilkan lup adalah maya, tegak, dan diperbesar.
Mikroskop adalah alat optik yang terdiri atas dua lensa cembung (lensa positif), yakni
sebagai lensa objektif dan lensa okuler. Mikroskop ini berfungsi untuk melihat benda-
benda renik yang tak dapat dilihat langsung dengan mata telanjang, seperti bakteri,
mikroba, virus, serta sel-sel tumbuhan, hewan, dan manusia. Bagian-bagian mikroskop
terdiri atas:
1. Lensa objektif, yakni lensa yang dekat dengan objek yang diamati.
2. Lensa okuler, yakni lensa yang dekat dengan mata pengamat.
Teropong adalah alat optik yang berfungsi untuk melihat benda-benda yang sangat jauh sehingga
tampak lebih dekat dan jelas. Ada dua jenis teropong sebagai berikut.
1. Teropong bias, yakni teropong yang menggunakan lensa objektif untuk membiaskan cahaya.
Contohnya seperti teropong bintang, teropong Bumi, teropong panggung, dan teropong
prisma (binokular).
2. Teropong pantul, yakni teropong yang menggunakan cermin cekung besar sebagai objektif
untuk memantulkan cahaya. Contohny seperti teropong pantul astronomi.


RUMUSAN ALAT OPTIK
Lup (Kaca Pembesar)
Pembesaran bayangan saat mata tidak berakomodasi

Dengan ketentuan:
= Pembesaran
= Titik dekat (cm)
= Fokus lup (cm)
Mikroskop

Proses pembentukan bayangan pada mikroskop
Pembesaran mikroskop adalah hasil kali pembesaran lensa objektif dan pembesaran lensa okuler,
sehingga dirumuskan:

Karena lensa okuler mikroskop berfungsi seperti lup, pembesaran mikroskop dirumuskan
sebagai berikut:
Pembesaran Mikroskop pada saat mata berakomodasi maksimum

Agar mata berakomodasi maksimum, jarak lensa objektif dan lensa okuler dirumuskan:

Dengan ketentuan:
= Pembesaran mikroskop
= Pembesaran oleh lensa objektif
= Pembesaran oleh lensa okuler (seperti perbesaran pada lup)
= Titik dekat mata
= Jarak fokus lensa okuler
= jarak bayangan oleh lensa objektif
= jarak benda di depan lensa objektif
= jarak lensa objektif dan lensa okuler
Pembesaran Mikroskop pada saat mata tidak berakomodasi

Agar mata berakomodasi maksimum, jarak lensa objektif dan lensa okuler dirumuskan:

Dengan ketentuan:
= Pembesaran mikroskop
= Pembesaran oleh lensa objektif
= Titik dekat mata
= Jarak fokus lensa okuler
= jarak bayangan oleh lensa objektif
= jarak benda di depan lensa objektif
= jarak lensa objektif dan lensa okuler.
Teropong Bintang
Pembesaran Teropong Bintang pada saat mata tidak berakomodasi

Agar mata berakomodasi maksimum, jarak lensa objektif dan lensa okuler dirumuskan:

Dengan ketentuan:
= Jarak lensa objektif dan lensa okuler
= Pembesaran teropong bintang
= Jarak fokus lensa objektif
= Jarak fokus lensa okuler
Pembesaran Teropong Bintang pada saat mata berakomodasi maksimum

Agar mata berakomodasi maksimum, jarak lensa objektif dan lensa okuler dirumuskan:

Dengan ketentuan:

Dengan ketentuan:
= Pembesaran teropong bumi
= Jarak fokus lensa objektif
= Jarak fokus lensa okuler
Jarak lensa objektif dan lensa okuler

Dengan ketentuan:
= Jarak lensa objektif dan lensa okuler
= Jarak fokus lensa objektif
= Jarak fokus lensa pembalik
= Jarak fokus lensa okuler

Pengertian Gelombang Bunyi

Gelombang bunyi adalah gelombang longitudinal sehingga mempunyai sifat-sifat dapat
dipantulkan (reflection), dapat dibiaskan (refraction), dapat dilenturkan (difraction), dan
dapat dibiaskan (interferention). Komponen bunyi berupa sumber bunyi, pengantar,
frekuensi, kekuatan bunyi, dan timbre.

Bunyi dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Pemanfaatannya antara lain
dengan pemanfaatan ultrasonik (pemanfatan dalam dunia kesehatan). Bunyi dapat
dimanfaatkan dengan adanya cepat rambat bunyi, pemantulan bunyi dan resonansi.
Pemanfaatan dalam kehidupan sehari-hari diantaranya untuk menghitung kedalaman laut,
melakukan survei geofisika, dan mendeteksi retak-retak pada struktur logam.

Bunyi juga merupakan salah satu bentuk energi. Energi bunyi didapat dari perubahan
beberapa energi seperti listrik dan kimia. Di dalam pengubahannya tentu saja
menggunakan alat. Misalnya membuat bel untuk mengubah energi listrik menjadi energi
suara. Bel dapat dibuat dengan menggunakan beberapa komponen dan langkah-langkah
yang sistematis.


RINGKASAN GELOMBANG BUNYI
Gelombang bunyi adalah gelombang yang dapat didengar dan di udara dirambatkan
sebagai gelombang longitudinal
Di ruang hampa gelombang bunyi tidak dapat didengar Keras lemahnya bunyi
ditentukan oleh intensitas bunyi atau Taraf Intensitasnya.
Makin jauh pendengar dari sumber bunyi, makin lemah pula bunyi yang didengar Efek
Doppler adalah gejala berubahnya frekuensi yang didengar seseorang karena sumber
bunyi bergerak relatif terhadap pendengar.


RUMUSAN GELOMBAG BUNYI


dimana:
I = intensitas bunyi (watt/m
2
)
P = daya sumber bunyi (watt)
A = luas (m
2
)
TI = Taraf intensitas bunyi (desi Bell)
Io = intensitas ambang pendengaran (watt/m
2
)

Cepat Rambat Bunyi di Berbagai Medium


dimana:
E = modulus elastisitas zat
B = modulus Bulk
P = tekanan gas
= massa jenis masing-masing zat
= konstanta laplace

Efek Doppler Gelombang Bunyi




Perjanjian Tanda


Sumber-Sumber Bunyi





Rumus Terkait



Mengukur Jarak Dua Tempat dengan Bunyi Pantul



Pelayangan Bunyi









SOAL BUNYI.
1. Perhatikan pernyataan berikut!
1. Untuk mengatur kedalaman laut
2. Untuk mempertinggi frekuensi bunyi
3. Untuk mengukur jarak antara dua tempat
4. Memperbesar amplitude bunyi
Manfaat bunyi pantul dapat di tunjukkan pada pernyataan nomor?
A. 1 dan 2 B. 1 dan 3 C. 3 dan 4 D. 2 dan 3
Jawab : B
2. Rini dapat mendengarkan suara Rudi ketika Rudi berbicara di depan di depan
corong kertas pada alat tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa bunyi..
A. Merambat tidak melalui hampa udara
B. Merambat melalui benang
C. Hanya merambat di udara bukan bukan pada benang
D. Merambat di udara lebih baik dari pada di benang
Jawab : B
3. Bunyi yang frekuensinya teratur di sebut....
A. Desah B. Dentum C. Nada D. Gaung
Jawab : C
4. Mobil yang berpapasan bunyi klaksonnya terdengar lebih tinggi sebab....
A. Frekuensi bunyi klakson bertambah
B. Frekuensi bunyi yang diterima bertambah
C. Cepat rambat gelombang bunyi makin besar
D. Frekuensi & amplitudo makin besar
Jawab : C
5. Gema sangat banyak gunanya dalam kehidupan, diantaranya untuk....
A. Membantu pemancar radio
B. Menahan
C.Mengukur dalamnya laut
D. Merendam suara yang mengganggu
Jawab : C
6. Dua syarat agar bunyi dapat terdengar manusia adalah..
A. Ada zat antara & frekuensinya 20Hz-20kHz
B. Ada zat antara & frekuensinya lebih dari 20kHz
C. Ada sumber bunyi & frekuensinya lebih dari 20kHz
D. Ada sumber bunyi & frekuensinya kurang dari 20kHz
Jawab : A
7. Dalam kehidupan sehari-hari ditemukan kejadian pemantulan gelombang seperti
berikut di bawah ini, kecuali....
A. Nada yang berubah pada alat musik
B. Gema yang terjai dalam gua
C. Gaung dalam ruang bioskop
D. Gelombang panjang yang di terima antena
Jawab : D
8. Pada bagian dalam dari kotak speaker/aktiv speaker biasanya di lapisi dengan
glass wool/busa hal ini di maksudkan agar.....
A. Suara menjadi lebih keras
B. Tidak terjadi getaran
C. Tidak timbul resonasi
D. Tidak terjadi gaung
Jawab : C
9. Bunyi mesin pesawat apollo di bulan tidak dapat di dengar oleh para astronot
karena di bulan...
A. Suhunya terlalu tinggi
B. Gaya gravitasi besar
C. Tekanan sangat rendah
D. Hampa udara
Jawab : D
10. Bunyi tidak dapat di dengar jika antara sumber bunyi dengan pendengar terdapat
ruang hampa karena bunyi ..
A. Merambat membutuhkan ruangan
B. Merupakan gelombang tranversal
C. Merupakan gelombang elektromagnet
D. Merambat melakukan medium
Jawab : D
11. Jika seorang astronot memukul genderangdi bulan, ia tidak dapat mendengar
suara tersebut. Karena...
A. Gravitasi di bulan sangat kecil
B. Dibulan tidak ada udara sebagai perantara bunyi
C. Angkasa luar terlalu luas, tidak ada pemantul bunyi
D. Suhu sangat dingin,n gelombang bunyi membeku
Jawab : B