Anda di halaman 1dari 2

TRANSFORMASI TEKNIK: TEKNIK STRUKTUR 1775-1939

Dengan di temukannya besi maka muncullah material buatan untuk bangunan. Di awali pada
konstruksi rel kereta api, besi yang dulunya merupakan material yang di hindari untuk pembangunan
rumah tinggal , dan hanya di gunakan untuk membuat arcade, ruang pameran, stasiun kereta api
atau gedung yang di buat untuk tujuan sementara, lalu seratus tahun kemudian besi baru di gunakan
sebagai bahan bangunan.
Tenaga uap rotary dan rangka besi muncul pada waktu sama melalui upaya dari tiga orang
yaitu James Watt, Abraham Darby ,dan John Wilkinson. Pada tahun 1779 Wilkinson dibantu Darby
dan T.F Pritchard membangun jembatan pertama kali menggunakan besi cor.
Pada tahun 1829 gudang dengan menggunakan frame besi di dirikan di St Katharine Dock di
London , yang di rancang oleh arsitek Philip Hardwick dan menggunakan sistem fireproof (tahan api).
Tulangan batu besi tempa pertama kali di temukan di Paris dan di aplikasikan pada jembatan
pada tahun 1803 yaitu Pont des Arts.
Dalam buku yang ditulis Durand berisi tentang sebuah sistem dimana bentuk klasik yang
dipahami sebagai elemen modular, bisa diatur sesuka hati untuk akomodasi dari program
pembangunan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Durand dikodifikasi teknik dan metode
desain dimana klasisisme rasional bisa dibawa untuk mengakomodasi tidak hanya tuntutan Sosial
baru tetapi juga teknik baru.
Pada tahun 1801 teknik konstruksi suspensi besi menjalani evolusi independen, dimulai
dengan penemuan James Finlay tentang jembatan gantung dek datar kaku. Sekitar tahun 1810
Samuel Brown dan Telford mengembangkan aplikasi teknik suspense rantai yang terinspirasi dari
James Finlay. Kemudian pada tahun 1816 penggunaan rantai di ganti oleh kabel baja tegangan tinggi.
Pada tahun 1846 memanfaatkan temuan Hodgkinson dan fairbairin dalam pengembangan tentang
grider pelat menjadi kotak plat besi. Pada tahun 1842 material besi tempa dan besi cor yang biasa
digunakan untuk rel kereta api berkembang menjadi bahan bangunan yang umum digunakan karena
merupakan satu-satunya elemen tahan api yang tersedia untuk ruang gudang bertingkat yang
diperlukan oleh produksi industry.
Di abad pertengahan, cor kolom besi dan rel besi tempa digabungkan dengan kaca modular,
telah menjadi teknik standart untuk prefabrikasi cepat dan pendirian pusat-pusat perkotaan
distribusi, aula, pertukaran dan arcade. Pada abad pertengahan ini negara-negara industri mulai
mengekspor struktur besi cor prefabrikasi di seluruh dunia, besi yang disediakan untuk kolom
internal dan fasad. Galeri dOrleans , Paris 1829 milik Fontaine merupakan arcade pertama yang
memiliki kubah yang terbuat dari kaca.
Pada tahun 1851 Crystal Palace di bangun di London, dengan menggunakan konsep rumah
kaca oleh Joseph Paxton, saat itu pada tahun 1848 ditemukan metode plate kaca cor, yang
memungkinkan untuk menggunakan lembaran kaca yang besar murah tapi kuat.
Gustave Eiffel bekerja dengan insinyur JB Krants membangun gedung pameran yang paling
signifikan yang didirikan setelah tahun 1851, gedung itu digunakan untuk Pameran Dunia Paris tahun
1867. Eiffel membuktikan teori Thomas tentang menentukan perilaku elastis material di bawah
tekanan. Pada akhir abad ke-18, Eifel membuat inovasi yaitu Menara Eifel dengan struktur besi
dengan tinggi 300 meter, yang menjadi simbol kota Paris.
Teknologi besi dikembangkan melalui eksploitasi kekayaan mineral bumi, sehingga teknologi
beton atau setidaknya perkembangan semen hidrolik, tampaknya telah muncul dari lalu lintas di
laut.. Di perancis sekitar tahun 1800an perpaduan antara semen hidrolik dengan tanah liat
menghasilkan kondisi optimum untuk penemuan beton bertulang, di temukan oleh Francois Coignet,
ditahun 1861 dia mengembangkan teknik untuk memperkuat beton dengan menggunakan logam.
Masa yang paling intensif perkembangan beton bertulang antara tahun 1870 sampai 1900
dengan dicetuskan pertama kali oleh Francois Hennebique menggunakan beton pada tahun 1879
lalu ia melakukan program ekstensif penelitian swasta sebelum mematenkan sistem unik yang
komprehensif yang ia temukan pada tahun 1892.
Pada tahun 1890 Cottancin mematenkan system ciment arme yang ia temukan , yang
tergantung pada penguatan gabungan dari beton dan batu bata. Bata menjadi terikat ke dalam
beton dengan tulangan kawat.
Pada tahun 1902 Ransome menjadi pelopor frame beton monolitik di Amerika Serikat.
Sementara di Paris, Perret mulai merancang dan membangun struktur beton pertama mereka. Pada
tahun 1912 Henri Sauvage diemengeksplorasi potensi plastik. Saat itu kerangka beton bertulang
telah menjadi teknik normatif.
Di Bridge Aare di Aerburg (1911) Maillart berhasil mengartikulasikan platform jembatan yang
pendukungnya berbentuk melengkung, sementara kekakuan platform nya melalui kerangka ke
pangkal dari lengkungan.
Pada tahun 1939 Freyssinet mematenkan hasil ekperimennya yaitu dorongan buatan dalam
penguatan sebelum pengecoran. Sistem ini sangat ekonomis untuk bentang besar mengurangi
kedalaman balok sekitar setengah untuk bagian beton yang sama.