Anda di halaman 1dari 26

PREEKLAMPSIA BERAT DENGAN

IMPENDING ECLAMPSIA
ASTRIE HANANDA F.
090100299
DEFINISI
Preeklampsia:
Timbulnya hipertensi disertai proteinuria dan/atau edema akibat dari
kehamilan setelah umur kehamilan 20 minggu atau segera setelah
persalinan, bahkan setelah 24 jam post partum.

Preeklampsia berat:
preeklampsia berat itu sendiri adalah suatu komplikasi kehamilan yang
ditandai dengan timbulnya tekanan darah tinggi 160/100 mmHg atau
lebih disertai proteinuria dan/atau edema pada kehamilan 20 minggu
atau lebih
EPIDEMIOLOGI FAKTOR RISIKO
Preeklampsia dapat
ditemui pada sekitar 5-
10% kehamilan.

Frekuensi lebih tinggi
pada kehamilan pertama
pada wanita berusia di
atas 35 tahun.

Frekuensi preeklampsia
pada primigravida lebih
tinggi bila dibandingkan
dengan multigravida,
terutama pada
primigravida muda
Usia
Paritas
Faktor keturunan/genetik
Diet/gizi
Hiperplasentosis
Diabetes mellitus
Mola hidatidosa
Riwayat penyakit ginjal,
lupus, atau rheumatoid
arthritis
Etiologi
Imunologik
Trofoblas
Hormonal
Genetik
Gizi
Prostasiklin
dan
Tromboksan
KLASIFIKASI
PEB tanpa
Impending
PEB dengan
Impending
GEJALA KLINIS
TD > 160/110
mmHg
Proteinuria >
5gr/24 jam
Oliguria <
500cc/24 jam
Peningkatan
kadar enzim
hati
Nyeri kepala/
gangguan
penglihatan
Nyeri
epigastrium
Edema paru
Pertumbuhan
janin intrauterin
terhambat
Sindrom
HELLP
Koma
DIAGNOSIS
Anamnesis
Pemeriksaan
Fisik
Pemeriksaan
Penunjang

KOMPLIKASI
Solusio
Plasenta
Hemolisis
Perdarahan
Otak
Kelainan
Mata
Sindroma
HELLP
Kelainan
Ginjal
Prematur
FOLLOW UP PASIEN





LAPORAN PERSALINAN

Ibu dibaringkan di meja operasi dengan infus dan kateter terpasang baik.
Dilakukan anestesi epidural, lalu dilakukan tindakan aseptic dan antiseptic pada dinding
abdomen, lalu ditutup doek steril kec. lapangan operasi.
Dilakukan insisi pfanensteil mulai dari kutis, subkutis hingga fascia.
Dengan menyisipkan pinset anatomis dibawahnya fascia digunting ke kiri dan kanan, otot
dikuakkan tumpul.
Peritoneum dijepit, digunting ke atas dan ke bawah.
Dipasang hackblas, tampak uterus gravidarum sesuai usia kehamilan dan cairan asites
intraabdomen.
Plica vesicouterina digunting ke kanan dan kiri, uterus diinsisi konkaf hingga
subendometrium lalu endometrium ditembus tumpul dan dilebarkan sesuai arah sayatan.
Dengan meluksir kepala, lahir bayi laki-laki, BB 2000 gr, PB 43 cm, AS: 7/8, anus (+).
Tali pusat diklem di dua tempat dan digunting diantaranya.
Plasenta dilahirkan dengan PTT, kesan lengkap.
Uterus dijepit dengan oval klem, cavum uteri dibersihkan, lalu uterus dijahit continuous
interlocking, overhecting dan reperitonealisasi.
Dilakukan sterilisasi poomeroy pada tuba kiri dan kanan.
Dinding abdomen dijahit lapis demi lapis.
Luka operasi ditutup dengan sufratul, kasa dan hypafix. KU ibu post op baik.

DISKUSI KASUS
Pada pasien ini tidak ditemukan adanya faktor risiko untuk terjadinya
preeklampsia berat seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Gejala yang
muncul pada pasien adalah bengkak seluruh tubuh, pandangan kabur, nyeri ulu
hati serta nyeri kepala yang muncul secara tiba-tiba. Berdasarkan sumber
dikatakan bahwa gejala-gejala tersebut merupakan keluhan utama pada
preeklampsia berat dengan impending eclampsia. Berdasarkan hasil
pemeriksaan fisik yang ditemukan adalah tekanan darah pasien saat masuk
150/80 mmHg dengan hasil pemeriksaan urin ditemukan proteinuria 3+.
Terdapat lebih dari satu kriteria untuk preeklampsia berat sehingga diagnosis
dapat ditegakkan. Serta terdapatnya gejala subjektif untuk impending eclampsia.
Berdasarkan teori, penatalaksanaan yang diberikan pada pasien adalah
pemberian terapi anti konvulsan berupa magnesium sulfat, anti hipertensi
dengan obat pilihan untuk ibu hamil yaitu nifedipin dan terminasi kehamilan
dalam waktu 12 jam. Pada pasien ini, terapi yang diberikan sudah sesuai
dengan alur tatalaksana dari preeklampsia berat dengan impending eclampsia.
Rencana terminasi kehamilan pada pasien ini adalah tindakan sectio cesarea
cito.

FOLLOW UP PASIEN
NO TANGGAL STATUS
PRESENS
DIAGNOSA TERAPI RENCANA
1.
5 April 2014 Compos mentis
S ; nyeri kepala
(+), pandangan
kabur (+)
O ; TD : 140/80
mmHg, HR :
88x/i, RR : 20x/i,
T : 36,6 C
AKI std. Injury +
PEB dengan
Impending
eklampsi + GMG
+ KDR (38-39
minggu) + PK +
AH + B. In partu
- O
2
nasal
canule 2-4 l/i
- IVFD NaCl
20 gtt/i
- Nifedipine 4
x 10 mg
- Kateter
terpasang
- Inj.
Ceftriaxone 2
gr

Jawaban
konsul
Interna:
Substitusi
Albumin:
(3,2-1,6) x 50
x 0,8: 64
3 fls albumin
(1 fls/hari)

- Substitusi
Albumin

NO TANGGAL STATUS PRESENS DIAGNOSA TERAPI RENCANA
2.
6 April 2014 Compos mentis
S ; nyeri luka
operasi (+)
O ; TD : 130/90
mmHg, HR :
96x/i, RR : 23x/i,
T : 36,7 C
Post SC a/i
Impending
eklampsi + AKI
std. Injury + NH0
- IVFD RL +
MgSO4 40%
30 cc 14 gtt/i
- IVFD
Oksitosin 10 IU
10 gtt/i
- Inj.
Ceftriaxone 1
gr/12 jam
- Inj. Ketorolac
30 mg/ 8 jam
- Inj. Ranitidin
50 mg/8 jam
- Inj.
Furosemide 20
mg/12 jam
- Inj.
Dexamethason
e 10-10-5-5/
12 jam
- Inf. Albumin
1 fls/hari

- Terapi lanjut
- Mobilisasi
bertahap

NO TANGGAL STATUS
PRESENS
DIAGNOSA TERAPI RENCANA
3.
7 April 2014 8
April 2014
Compos mentis
S: nyeri luka
operasi (+)
O:
TD: 159/93
mmHg; HR: 74
x/i; RR: 18 x/i;
T: afebris
Post SC a/i
Impending
Eclampsia + AKI
std injury + NH1
- IVFD RL 20
gtt/i
- Inj.
Ceftriaxone
1 gr/12 jam
- Inj.
Ketorolac 30
mg/8 jam
- Inj.
Ranitidin 50
mg/8 jam
- Inj.
Furosemide
20 mg/12
jam
- Inj.
Dexamethas
one 5-5
mg/12 jam
- Inf. Albumin
1 fls/hari

Terapi lanjut
Konsul
Interna divisi
Nefrologi
dan
Hipertensi:
Tirah baring
Diet ginjal
1500 kkal,
40 gr
protein,
rendah
garam
Captopril 2 x
25 mg
Amlodipin 1
x 5 mg


NO TANGGAL STATUS
PRESENS
DIAGNOSA TERAPI RENCANA
4.
9 April 2014
11 April 2014
Compos
mentis
S: nyeri luka
operasi (+)
O:
TD: 140/70
mmHg; HR:
86 x/i; RR: 22
x/i; T: afebris
Post SC a/i
Impending
Eclampsia +
AKI std Injury
+ NH3-5
Diet Ginjal
1500 kkal
40 gr
protein,
rendah
garam
Cefadroxil
2 x 500 mg
Paracetam
ol 3 x 500
mg
B comp 2 x
1
Captopril 2
x 25 mg
Amlodipin
1 x 5 mg

- cek
albumin
post
substitusi
albumin 3
fls

NO TANGGAL STATUS
PRESENS
DIAGNOSA TERAPI RENCANA
5.
12 April 2014
15 April
2014
Sopor
S: Penurunan
kesadaran
O:
TD: 100/50
mmHg; HR:
100 x/i; RR:
24 x/i; T: 36,5
C
Post SC a/i
Impending
Eclampsi + DD
PSMBA ec
stres ulcer +
AKI std failure
+ sepsis ec ? +
Anemia ec
perdarahan +
NH6 - 9
Inj.
Ceftriaxone
1gr/12 jam
Inj.
Ciprofloxaci
n drips 400
mg/24 jam
Inj.
Transamin
500 mg/8
jam
Inj. Ozid 40
mg/12 jam
Konsul
divisi
Nefrologi
dan
Hipertensi:
Tirah
baring
O2 4-6 l/i
NGT dan
kateter
terpasang
Transfusi
PRC 350
cc/24 jam
sampai
target Hb
tercapai

NO TANGGAL STATUS PRESENS DIAGNOSA TERAPI RENCANA
6.
16 April 2014 S : -
O :
TD : 150/80
mmHg
HR : 85x/i
RR : 13x/i
T : 36,6 C
PSMBA ec stress
ulcer + AKI std
failure + post SC
a/i PEB + NH10
Bed rest head
up 30
0

Diet SV 1500
kkal, 40 gr
protein
Inj. Dobutamin
250 mg + NaCl
50 cc: 3,7
cc/jam/IV
Inj.
Meropenem 1
gr/8 jam/IV
Inj. Transamine
500 mg/8 jam
Inj. Ozid 40
mg/12 jam
Amikacin 1
gr/48 jam
IVFD Albumin
1 fls/hari
IVFD NaCl
0,9% 10 gtt/I
-

NO TANGGAL STATUS
PRESENS
DIAGNOSA TERAPI
7.
17 April 2014
19 April
S : -
O :
TD : 150/70
mmHg
HR : 97x/i
RR : 20x/i
T : 36,8 C
PSMBA ec
stress ulcer +
AKI std failure +
post SC a/i PEB
+ NH11 13
Bed rest
dengan head
up 30
derajat
02 nasal
kanul 2l/i
Diet SV 1800
kkal, 30 gr
protein +
diet ekstra
putih telur
10
butir/hari.
IVFD RL 10
gtt/i
Dobutamin
250/50cc
NInj
meropenem
1 gr/8 jam
acl 0,9%
Inj.
Transamin
500 mg/8
jam
Inj. Ozid 40
mg/12 jam
Inj. Amikasin
1 gr/48 jam
Nebul
ventolin 1
fl/6 jam
PCT 3x500
mg
B comp 3x1
Ambroxol
tab 3x1
Metoclopram
id 3x10 mg