Anda di halaman 1dari 2

8 Tip Pilih-Pilih Baju Bayi

Kamis, 28 Juni 2012



1. Pilih ukuran yang pas dengan tubuh bayi. Tidak sempit, tidak juga kedodoran. Baju
yang sempit akan menghambat pengeluaran udara panas/keringat. Padahal, bayi
masih mempunyai lipatan-lipatan kulit, terutama bayi gemuk, yang sering kali tidak
terseka sehingga keringat malah menumpuk yang akhirnya menimbulkan iritasi kulit.
2. Sesuaikan baju dengan cuaca. Saat musim kemarau, carilah baju-baju berbahan katun
tipis yang mudah menyerap keringat atau modelnya tak terlalu tertutup. Di musim
hujan, pilih kaus berlengan panjang dan celana panjang dari bahan katun. Jika di
wilayah tempat tinggal sering terjadi hujan atau berudara dingin, bayi membutuhkan
pakaian yang lebih tebal. Sebaliknya bayi yang tinggal di daerah dataran rendah,
membutuhkan pakaian lebih tipis dan mampu menyerap keringat dengan baik, supaya
bayi tidak kegerahan yang berisiko menimbulkan biang keringat.
3. Hindari pemakaian bahan sintetis semacam poliester 100%, spandeks, atau sutra
karena tidak menyerap keringat. Keringat yang berlebihan dapat menyebabkan rasa
tidak nyaman, ruam di kulit dan biang keringat.
4. Pilih model baju yang simpel dan sesuai dengan tubuhnya yang masih kecil sehingga
baju tersebut tidak menghalangi gerakannya. Utamakan fungsi daripada model.
5. Perhatikan tinggi tubuh bayi yang sudah bisa merangkak. Hindari memilihkan baju
atau celana yang kelewat panjang karena dapat membahayakan saat merangkak.
6. Perhatikan posisi label baju. Posisi label yang baik adalah yang letaknya jauh dari
kulit bayi (menempel pada baju bagian luar), sehingga label tersebut tidak akan
bergesek dengan kulit saat bayi bergerak. Bayi pun akan terhindar dari rasa tak
nyaman dan iritasi kulit. Kalaupun letaknya di bagian dalam, Anda bisa
mengguntingnya sebelum baju dipakai bayi.
7. Perhatikan bagian baju yang dapat mengganggu, semisal: Kerah yang terlalu sempit
dan terlalu tebal akan membuat bayi merasa tidak nyaman. Hindari karet elastis
karena bisa membuat kulit bayi terjepit, memerah, teriritasi. Sebagai gantinya,
gunakan benang karet yang daya rekatnya lebih lembut. Sedapat mungkin hindari
penggunaan kancing besar dan menonjol (kancing metal) seperti yang sering
digunakan pada celana atau overall berbahan jin. Bahaya dari kancing metal adalah
tidak higienis ketika sudah berkarat dan karatnya diisap bayi.
8. Warna baju tidak boleh luntur. Bayi pada umumnya sangat aktif bergerak ke sana ke
mari sehingga sering berkeringat. Jika pewarna baju luntur dan menempel di tubuh si
bayi, bahannya dapat memicu alergi. Cucilah terlebih dahulu baju yang baru dibeli
agar bahannya menjadi lembut dan terbebas dari kotoran.