Anda di halaman 1dari 123

Page| 1

LAPORAN PRAKTI KUM KI MI A ORGANI K


PERCOBAAN I
PERBEDAAN SENYAWA ORGANI K DAN SENYAWA ANORGANI K
OLEH :
NAMA : I MADE SATRI A BI NAWA ALI T
NI M : F1F1 12135
KELAS : C
KELOMPOK : I V
ASI STEN : MUHAJ RI ANTI
J URUSAN FARMASI
FAKULTAS MATEMATI KA DAN I LMU PENGETAHUAN ALAM
UNI VERSI TAS HALUOLEO
KENDARI
2013
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 2
PERBEDAAN SENYAWA
ORGANI K DAN SENYAWA ANORGANI K
A. Tuj uan
Adapun tujuan dari percobaan perbedaan senyawa organik dan anorganik
ini yaitu :
1. Mempelajari tes-tes yang digunakan untuk mengidentifikasi unsur penyusun
senyawa tersebut.
2. Mengamati beberapa perbedaan sifat dasar antara senyawa organik dan
anorganik.
B. Dasar teori
Zat organik adalah zat yang banyak mengandung unsur karbon. Contohnya
antara lain Benzen, Chloroform, Detergen, Methoxychlor, dan Pentachlorophenol.
Zat organik dibagi menjadi 2, yaitu zat organik aromatis yaitu senyawa organik yang
beraroma, secara kimia senyawa ini mempunyai ikatan rantai yang melingkar,
misalnya benzene, toluene, dan zat organik non-aromatis yaitu senyawa organik
yang tidak beraroma, dan secara kimia tidak mempunyai ikatan rantai yang
melingka, misalnya etana, etanol, formalin. Zat organik dapat digunakan sebagai
bahan makanan, zat aditif, dan bahan peledak. Kekeruhan air disebabkan oleh zat
padat yang tersuspensi, baik yang bersifat anorganik berasal dari lapukan batuan
dan logam, maupun yang organik yang berasal dari hewan maupun tumbuhan
(Hidayati, 2010).
Parameter kualitas yang melebihi baku mutu kiranya adalah zat organik,
kekeruhan dan senyawa aktif permukaan (surfaktan). Senyawa organik dibangun
terutama oleh karbon dan hidrogen, dan dapat mengandung unsur-unsur lain
seperti nitrogen, oksigen, fosfor, halogen dan belerang. Senyawa kimia organik ini
berasal dari kesalahpahaman bahwa semua senyawa organik pasti berasal dari
organisme hidup, namun telah di buktikan bahwa ada beberapa perkecualian
Faktor-faktor pengganggu dalam penetapan kadar zat organik, diantaranya ion
sulfida dan nitrit, untuk menghilangkan harus dipanaskan dengan H2SO4 encer
sampai H
2
S dan nitrit hilang, garam ferro dapat dihilangkan dengan penambahan
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 3
beberapa tetes KMnO
4
sebelum dianalisa sampai larutan tepat merah muda, dan
bila disimpan lebih dari satu hari, lebih baik diasamkan ( Notodarmojo , 2004).
Senyawa organik hanya mewakili satu jenis senyawa kimia, yaitu
yangmengandung satu atomkarbon atau lebih. Kimia organik barangkali lebih baik
didefinisikan sebagai kimia senyawa yang mengandung karbon. Identifikasi gugus
fungsi dari masing-masing sampel khususnya senyawa organik dengan perbedaan
suhu kalsinasi dan variasi lama waktu kalsinasi memperlihatkan intensitas yang
rendah serta bentuk puncak yang semakin melebar. Dengan bertambah suhu dan
lama waktu kalsinasi maka intensitas dari komposit semakin meningkat. Metoda sol
gel merupakan suatu metode yang digunakan untuk pembentukan senyawa-
senyawa anorganik melalui suatu reaksi kimia pada temperatur yang relatif rendah.
Selain itu, metoda sol gel merupakan metoda yang mudah dan telah banyak
digunakan dalamsintesis senyawa organik mapun senyawa anorganik (Yulita,2012)
Atom karbon dapat dibedakan dengan atom lain yaitu pada kemampuan
atom karbon untuk berpasangan dengan atom karbon lain membentuk ikatan
kovalen karbon-karbon. Fenomena tunggal inilah yang memberikan dasar-dasar
kimia organik. Rangkaian atom-atom karbon beraneka ragam: linear, bercabang,
siklik yang dikelilingi oleh atomhidrogen, oksigen, dan nitrogen. Tidak banyak unsur
lain yang memiliki empat elektron di kulit terluar yang bersifat seperti atomkarbon.
Hanya silikon yang mirip dengan atom karbon, artinya dapat membentuk ikatan
kovalen dengan unsur-unsur lain. Seperti SiO
2
yang melimpah. Senyawa ini sangat
stabil, tetapi silikon bukan unsur penyusun jasat hidup. Guaiakol 1 merupakan suatu
senyawa organik yang terdiri dari inti aromatik (benzena) dan di dalamnya terikat
gugus hidroksil (OH) dan gugus metoksil (OCH
3
), yang letaknya saling bertetangga
(Suwarso, 2002).
Dalamkehidupan sehari-hari kita banyak menjumpai senyawa, baik senyawa
organik maupun anorganik. Senyawa organik sangat banyak jenisnya, sehingga
perlu adanya penggolongan senyawa organik. Tingginya kandungan zat organik
dalamlimbah cair industri tapioka membuat limbah cairnya sangat mudah diuraikan.
Sehingga meskipun tanpa diberi perlakuan akan terjadi penguraian limbah oleh
mikroba yang ada di dalam limbah maupun di alam tersebut hingga menghasilkan
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 4
senyawa-senyawa organik sederhana yang menimbulkan bau seperti metana (CH
4
)
dan karbondioksida (CO
2
) (Wiyarno, 2010).
C. Alat dan Bahan
1. Alat
Adapun alat alat yang digunakan dalampercobaan ini, yaitu :
a. Cawan porselin
b. Gelas kimia
c. Kawat ose
d. Lampu bunsen
e. Hot plate
2. Bahan
Adapun bahan- bahan yang digunakan dalampercobaan ini, yaitu :
a. Akuades
b. Etanol
c. Kloroform
d. Larutan AgNO3
e. Larutan KI
f. Larutan NaCl
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 5
D. Prosedur Kerj a
1) Tes unsur-unsur dengan pembakaran senyawa organik
a. Deteksi unsur-unsur dengan pembakaran senyawa organik
- Dimasukkan ke dalamcawan porselin
- dibakar
- dipipet air 2 ml
- dimasukkan ke dalamgelas kimia
- diletakkan air yang di dalam gelas kimia ke
dalammortar (cawan porselin)
- diamati
Hasil Pengamatan
b. Tes Beilstein
- dimasukan ke dalamtabung reaksi
- dibakar kawat dengan menggunakan lampu
bunsen
- ddiclupkan ke dalamtabung reaksi
- diamati hasil yang terjadi
Hasil Pengamatan
2. Perbedaan senyawa organik dan anorganik
Perbedaan dalamionisasi
- Dimasukan dalam tabung reaksi
- Ditambah 3 tetes AgNO
3
- Diamati hasil yang terjadi
Hasil Pengamatan
Etanol 2 ml
Kloroform2ml KI 2ml
Kloroform 2ml KI 2 ml
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 6
E. Hasil Pengamatan
No. PERLAKUAN HASIL
1. - Etanol dimasukkancawan+panaskan
- Air +panaskan
Menguap
Tidakmenguap(hangat)
2. - Kloroform+kawat panas
- KI +kawat panas
Menggelembung
Tidakmenggelembung
3. - NaCl +AgNO
3
- Kloroform+AgNO
3
Endapanputih
Terbentuk2lapisan
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 7
F. PEMBAHASAN
Kimia organik adalah percabangan studi ilmiah dari ilmu kimia
mengenai struktur, sifat, komposisi, reaksi dan sintesis senyawa organik.
Senyawa organik dibangun terutama oleh karbon dan hidrogen, dan dapat
mengandung unsur-unsur lain seperti nitrogen, oksigen, fosfor, halogen dan
belerang. Senyawa kimia organik ini berasal dari kesalahpahaman bahwa
semua senyawa organik pasti berasal dari organisme hidup, namun telah di
buktikan bahwa ada beberapa perkecualian. Bahkan sebenarnya, kehidupan
juga sangat bergantung pada kimia anorganik; sebagai contoh, banyak enzim
yang mendasarkan kerjanya pada logamtransisi seperti besi dan tembaga, juga
gigi dan tulang yang komposisinya merupakan campuran dari senyawa organik.
Karbon adalah suatu unsur utama penyusun jasat hidup ini sehingga
atom karbon menjadi tulang punggung pembentuk senyawa yang beraneka
ragam. Mengapa karbon dapat membentuk senyawa-senyawa yang begitu
banyak, dimana hal ini tidak ditunjukkan oleh unsur lain. Karbon memiliki
empat elektron di kulit terluarnya. Masing-masing elektron dapat disumbangkan
kepada unsur-unsur lain sehingga terpenuhi susunan elektroniknya, dan dengan
elektron-elektron pasangan membentuk ikatan kovalen. Nitrogen, oksigen dan
hidrogen adalah unsur-unsur yang dapat berikatan dengan karbon. Satu atom
karbon dapat menyumbangkan paling banyak empat elektron untuk
dipasangkan dengan empat elektron dari unsur lain. Sebagai contoh dalam
molekul metana.
Pada percobaan ini yang diuji yang pertama yaitu membandingkan
senyawa organik dan anorganik dari pemanasan. Sampel senyawa organik yang
digunakan yaitu etanol dan senyawa anorganiknya yaitu akuades. Dari
perlakuan diperoleh hasil bahwa etanol yang memiliki titik didih yang lebih
rendah lebih cepat mendidih dan menguap dibandingkan dengan akuades.
Pada uji yang kedua dilakukan uji Beilstein yaitu tes yang digunakan untuk
mendeteksi adanya unsur C dan H dalamsuatu senyawa organik. Prinsip dasar
dari tes ini adalah mencelupkan kawat ose yang kemudian akan bakar lalu
dicelupkan kedalam larutan senyawa yang akan diuji. Dengan membakar
kawat ose tersebut lalu dicelup kedalamlarutan kloroform, maka warna kawat
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 8
akan berwarna jingga dan terbentuk gelembung. Pada KI pada saat dicelupkan
kawat yang telah dibakar, warna kawat berubah warna jingga, tetapi tidak juga
terbentuk gelembung hanya saja KI tersebut berasap. Dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa KI merupakan senyawa anorganik sedangkan CHCl
3
merupakan senyawa organik.
Uji terakhir perbedaan antara senyawa organik dan anorganik yaitu
dengan cara ionisasi. NaCl yang direaksikan dengan AgNO maka larutan akan
keruh dan terdapat endapan putih, hal ini disebabkan karena adanya
perbedaan energi ionisasi. NaCl yang memiliki ikatan ion mudah melepaskan
dan membentuk ionion positif sehingga lebih reaktif karena energi ionisasi yang
dimilikinya kecil bila dibandingkan dengan Ag yang energi ionisasinya besar dan
membentuk ionpositif. Sedangkan CHCl yang direaksikan dengan AgNO larutan
terdiri daridua lapisan,yang menunjukkan tidak terjadinya reaksi antara dua
senyawa tersebut. Hal ini disebabkan karena kloroformmemiliki energi ionisasi
yang sangat kuat sebab kloroform mempunyai ikatan kovalen yang menyebabkan ia
tidakdapat bereaksi dengan AgNO sehingga sukar untuk membentuk ion positif,
sama dengan Ag yang sukar membentuk ion positif, sehingga keduanya sukar
larut.Dari hasil tersebut dapat menunjukkan bahwa senyawa organik (CHCl)
akan lebih sukar untuk membentuk ion positif dibandingkan dengan senyawa
anorganik (NaCl) yang lebih mudah membentuk ion positif
Pada bidang farmasi kita perlu mengetahui perbedaan antara senyawa
organik dan anorganik karena untuk membuat suatu sediaan obat dibutuhkan
senyawa untuk membuat obat tersebut. J adi dengan mempelajari perbedaan
senyawa organik dan anorganik kita dapat mengetahui sifat-sifat obat yang
bereaksi dalamtubuh.
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 9
G. KESI MPULAN
Berdasarkan percobaan yang dilakukan diperoleh kesimpulan
bahwa :
1. Beberapa uji yang dapat dilakukan untuk mengidentifikasi unsur
penyusun suatu senyawa antara lain uji dengan pembakaran senyawa
organik, tes beilstein, dan ionisasi
2. Perbedaan senyawa organik dan anorganik dapat dilihat dari sifat fisika
dan kimia seperti keadaan saat pemanasan senyawa organik akan lebih
mudahmendidih dan menguap dibandingkan senyawa anorganik serta
perbedaan ionisasi (dissosiasi), dan kelarutan.
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 10
DAFTAR PUSTAKA
Hidayati M, dan Yusrin. 2010. Pengaruh Lama Waktu Simpan Pada Suhu Ruang (27-
29oc) Terhadap Kadar Zat Organik Pada Air MinumIsi Ulang. J urnal Unimus.
Notodarmojo, Suprihanto dan Anne Deniva.2004. Penurunan Zat Organik Dan
Kekeruhan Menggunakan Teknologi Membran Ultrafiltrasi Dengan Sistem
Aliran Dead-End. J urnal sains dan teknologi, Vol. 36A, No. 1
Suwarso, Wahyudi Priyono. 2002. Semi-Sintesis Vanili Dari Guaiakol Via Reaksi
Reimertiemann Yang Dikatalisis Dengan Katalis Transferfase/Ptc. J urnal
SAINS, VOL. 6, NO. 2
Wiyarno, Yoso dan Sri Widyastuti. 2010. Isolasi Dan Identifikasi komponen
Senyawa Penyusun Bau pada Limbah Pabrik Tapioka. J urnal Ilmiah Teknik
Lingkungan, Vol. 1, No. 2.
Yulita, Rina. 2012. Optimasi Proses Kalsinasi Pada Sintesis Komposit Tio2/Kitosan .
J urnal Kimia Unand, Vol.1, No.1.
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 11
LAPORAN PRAKTI KUM KI MI A ORGANI K
PERCOBAAN I I
SI FAT-SI FAT KELARUTAN SENYAWA ORGANI K
OLEH :
NAMA : I MADE SATRI A BI NAWA ALI T
NI M : F1F1 12135
KELAS : C
KELOMPOK : I V
ASI STEN : MUHAMMAD ADHA TAJ UDDI N
J URUSAN FARMASI
FAKULTAS MATEMATI KA DAN I LMU PENGETAHUAN ALAM
UNI VERSI TAS HALUOLEO
KENDARI
2013
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 12
PERCOBAAN I I
SI FAT-SI FAT KELARUTAN SENYAWA ORGANI K
B. TUJ UAN
Tujuan dari percobaan sifat-sifat kelarutan senyawa organik ini yaitu :
1. Mempelajari sifat-sifat kelarutan senyawa organik.
2. Membandingkan tingkat kelarutan suatu senyawa terhadap beberapa pelarut.
B. LANDASAN TEORI
Zat organik adalah zat yang banyak mengandung unsur karbon.
Contohnya antara lain Benzen, Chloroform, Detergen, Methoxychlor, dan
Pentachlorophenol. Zat organik dibagi menjadi 2, yaitu zat organik aromatis yaitu
senyawa organik yang beraroma, secara kimia senyawa ini mempunyai ikatan
rantai yang melingkar, misalnya benzene, toluene, dan zat organik non-aromatis
yaitu senyawa organik yang tidak beraroma, dan secara kimia tidak mempunyai
ikatan rantai yang melingka, misalnya etana, etanol, formalin. Zat organik dapat
digunakan sebagai bahan makanan, zat aditif, dan bahan peledak. Kekeruhan air
disebabkan oleh zat padat yang tersuspensi, baik yang bersifat anorganik berasal
dari lapukan batuan dan logam, maupun yang organik yang berasal dari hewan
maupun tumbuhan (Hidayati, 2010).
Senyawa organik terlibat dalam tiap segi kehidupan, dan banyak
manfaatnya dalam kehidupan manusia sehari-hari. Ada diantaranya yang
berwujud bahan makanan,bahan sandang, obat-obatan, kosmetik, dan berbagai
jenis plastik. Bahkan dalamtubuhpun banyak terdapat sejumlah senyawa organik
dengan fungsi yang beragam pula Parameter kualitas yang melebihi baku mutu
kiranya adalah zat organik, kekeruhan dan senyawa aktif permukaan (surfaktan).
Senyawa organik dibangun terutama oleh karbon dan hidrogen, dan dapat
mengandung unsur-unsur lain seperti nitrogen, oksigen, fosfor, halogen dan
belerang. Senyawa kimia organik ini berasal dari kesalahpahaman bahwa semua
senyawa organik pasti berasal dari organisme hidup, namun telah di buktikan
bahwa ada beberapa perkecualian Faktor-faktor pengganggu dalam penetapan
kadar zat organik, diantaranya ion sulfida dan nitrit, untuk menghilangkan harus
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 13
dipanaskan dengan H
2
SO
4
encer sampai H
2
S dan nitrit hilang, garamferro dapat
dihilangkan dengan penambahan beberapa tetes KMnO
4
sebelum dianalisa
sampai larutan tepat merah muda, dan bila disimpan lebih dari satu hari, lebih
baik diasamkan ( Notodarmojo , 2004).
Senyawa organik hanya mewakili satu jenis senyawa kimia, yaitu yang
mengandung satu atom karbon atau lebih. Kimia organik barangkali lebih baik
didefinisikan sebagai kimia senyawa yang mengandung karbon. Identifikasi
gugus fungsi dari masing-masing sampel khususnya senyawa organik dengan
perbedaan suhu kalsinasi dan variasi lama waktu kalsinasi memperlihatkan
intensitas yang rendah serta bentuk puncak yang semakin melebar. Dengan
bertambah suhu dan lama waktu kalsinasi maka intensitas dari komposit semakin
meningkat. Metoda sol gel merupakan suatu metode yang digunakan untuk
pembentukan senyawa-senyawa anorganik melalui suatu reaksi kimia pada
temperatur yang relatif rendah. Selain itu, metoda sol gel merupakan metoda
yang mudah dan telah banyak digunakan dalamsintesis senyawa organik mapun
senyawa anorganik (Yulita,2012)
Atom karbon dapat dibedakan dengan atom lain yaitu pada kemampuan
atom karbon untuk berpasangan dengan atom karbon lain membentuk ikatan
kovalen karbon-karbon. Fenomena tunggal inilah yang memberikan dasar-dasar
kimia organik. Rangkaian atom-atomkarbon beraneka ragam: linear, bercabang,
siklik yang dikelilingi oleh atom hidrogen, oksigen, dan nitrogen. Tidak banyak
unsur lain yang memiliki empat elektron di kulit terluar yang bersifat seperti atom
karbon. Hanya silikon yang mirip dengan atomkarbon, artinya dapat membentuk
ikatan kovalen dengan unsur-unsur lain. Pemutusan homolisis, yaitu pemutusan
ikatan dimana masing-masing atommembawa elektron dalamjumlah yang sama
(simetris), sehingga membentuk radikal. Radikal bebas bersifat sementara dan
sangat reaktif, sehingga cepat bergabung membentuk molekul kembali.
(Suwarso, 2002).
Dalam kehidupan sehari-hari kita banyak menjumpai senyawa, baik
senyawa organik maupun anorganik. Senyawa organik sangat banyak jenisnya,
sehingga perlu adanya penggolongan senyawa organik. Tingginya kandungan zat
organik dalam limbah cair industri tapioka membuat limbah cairnya sangat
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 14
mudah diuraikan. Sehingga meskipun tanpa diberi perlakuan akan terjadi
penguraian limbah oleh mikroba yang ada di dalam limbah maupun di alam
tersebut hingga menghasilkan senyawa-senyawa organik sederhana yang
menimbulkan bau seperti metana (CH
4
) dan karbondioksida (CO
2
) (Wiyarno,
2010).
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 15
E. ALAT DAN BAHAN
1. Alat
Adapun alat alat yang digunakan dalampercobaan ini, yaitu :
- Tabung Reaksi
- Pipet Tetes
2. Bahan
Adapun bahan- bahan yang digunakan dalampercobaan ini, yaitu :
- Solar
- Bensin
- Minyak Tanah
- Minyak Goreng
- n-heksan
- Etil Asetat
- Metanol
- Eter
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 16
3. Prosedur Kerj a
- Kelarutan dalamSolar
1. Diambil sebanyak 1 pipet tetes
2. Dimasukkan dalamtabung reaksi
3. Ditambahkan tetes demi tetes solar
4. Dikocok
5. Diamati kelarutannya
6. Diulangi prosedur untuk
penambahan bensin, minyak
tanah, minyak goreng, n-heksan,
etil asetat, metanol, dan eter
Semua larut, kecuali methanol
- Kelarutan dalamBensin
1. Diambil sebanyak 1 pipet tetes
2. Dimasukkan dalam tabung
reaksi
3. Ditambahkan tetes demi tetes
solar
4. Dikocok
5. Diamati kelarutannya
6. Diulangi prosedur untuk
penambahan bensin, minyak
tanah, minyak goreng, n-
heksan, etil asetat, metanol, dan
eter
Semua larut
Solar
Bensin
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 17
- Kelarutan dalamMinyak Tanah
1. Diambil sebanyak 1 pipet tetes
2. Dimasukkan dalam tabung
reaksi
3. Ditambahkan tetes demi tetes
solar
4. Dikocok
5. Diamati kelarutannya
6. Diulangi prosedur untuk
penambahan bensin, minyak
tanah, minyak goreng, n-
heksan, etil asetat, metanol, dan
eter
Semua larut, kecuali metanol
- Kelarutan dalamMinyak Goreng
1. Diambil sebanyak 1 pipet tetes
2. Dimasukkan dalam tabung
reaksi
3. Ditambahkan tetes demi tetes
solar
4. Dikocok
5. Diamati kelarutannya
6. Diulangi prosedur untuk
penambahan bensin, minyak
tanah, minyak goreng, n-
heksan, etil asetat, metanol, dan
eter
Semua larut, kecuali methanol
Minyak Tanah
Minyak Goreng
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 18
- Kelarutan dalamN-heksan
1. Diambil sebanyak 1 pipet tetes
2. Dimasukkan dalam tabung
reaksi
3. Ditambahkan tetes demi tetes
solar
4. Dikocok
5. Diamati kelarutannya
6. Diulangi prosedur untuk
penambahan bensin, minyak
tanah, minyak goreng, n-
heksan, etil asetat, metanol, dan
eter
Semua larut
- Kelarutan dalamEtil Asetat
1. Diambil sebanyak 1 pipet tetes
2. Dimasukkan dalam tabung
reaksi
3. Ditambahkan tetes demi tetes
solar
4. Dikocok
5. Diamati kelarutannya
6. Diulangi prosedur untuk
penambahan bensin, minyak
tanah, minyak goreng, n-
heksan, etil asetat, metanol, dan
eter
Semua larut
n-heksan
n-heksan
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 19
- Kelarutan dalamMetanol
1. Diambil sebanyak 1 pipet tetes
2. Dimasukkan dalam tabung
reaksi
3. Ditambahkan tetes demi tetes
solar
4. Dikocok
5. Diamati kelarutannya
6. Diulangi prosedur untuk
penambahan bensin, minyak
tanah, minyak goreng, n-
heksan, etil asetat, metanol, dan
eter
Semua larut.
kecuali pada solar, minyak tanah, minyak goreng
- Kelarutan dalamEter
1. Diambil sebanyak 1 pipet tetes
2. Dimasukkan dalam tabung
reaksi
3. Ditambahkan tetes demi tetes
solar
4. Dikocok
5. Diamati kelarutannya
6. Diulangi prosedur untuk
penambahan bensin, minyak
tanah, minyak goreng, n-
heksan, etil asetat, metanol, dan
eter
Semua larut
Metanol
Eter
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 20
E. Hasil Pengamatan
- Tabel hasil pengamatan
No. Senyawa Solar Bensin Minyak
Tanah
Minyak
Goreng
n-
heksan
Etil
Asetat
Metanol Eter
1. Solar
p p p p p p x p
2. Bensin
p p p p p p p p
3. Minyak.T
p p p p p p x p
4. Minyak.G
p p p p p p x p
5. n-heksan
p p p p p p p p
6. Etil Asetat
p p p p p p p p
7. Metanol
X p x x p p p p
8. Eter p p p p p p p p
Ket. v=Larut
x =Tidak larut
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 21
F. PEMBAHASAN
Kimia organik adalah percabangan studi ilmiah dari ilmu kimia
mengenai struktur, sifat, komposisi, reaksi dan sintesis senyawa organik.
Senyawa organik dibangun terutama oleh karbon dan hidrogen, dan dapat
mengandung unsur-unsur lain seperti nitrogen, oksigen, fosfor, halogen dan
belerang. Senyawa kimia organik ini berasal dari kesalahpahaman bahwa
semua senyawa organik pasti berasal dari organisme hidup, namun telah di
buktikan bahwa ada beberapa perkecualian. Bahkan sebenarnya, kehidupan
juga sangat bergantung pada kimia anorganik; sebagai contoh, banyak enzim
yang mendasarkan kerjanya pada logamtransisi seperti besi dan tembaga, juga
gigi dan tulang yang komposisinya merupakan campuran dari senyawa organik.
Karbon adalah suatu unsur utama penyusun jasat hidup ini sehingga
atom karbon menjadi tulang punggung pembentuk senyawa yang beraneka
ragam. Mengapa karbon dapat membentuk senyawa-senyawa yang begitu
banyak, dimana hal ini tidak ditunjukkan oleh unsur lain. Karbon memiliki
empat elektron di kulit terluarnya. Masing-masing elektron dapat disumbangkan
kepada unsur-unsur lain sehingga terpenuhi susunan elektroniknya, dan dengan
elektron-elektron pasangan membentuk ikatan kovalen. Nitrogen, oksigen dan
hidrogen adalah unsur-unsur yang dapat berikatan dengan karbon. Satu atom
karbon dapat menyumbangkan paling banyak empat elektron untuk
dipasangkan dengan empat elektron dari unsur lain. Sebagai contoh dalam
molekul metana.
Kelarutan senyawa organik yaitu kemampuan suatu zat untuk dapat
bercampur secara merata dengan suatu pelarut tertentu. Secara artian luas,
dapat dikatakan larutan apabila zat terlarut dan perlarutnya berada dalamfase
yang sama, sehingga sifat-sifatnya sama diseluruh cairan. Campuran ini disebut
juga campuran homogen. Sedangkan campuran heterogen yaitu campuran
suatu pelarut tertentu dicampur kemudian membentuk dua lapis lapisan.
Pada percobaan ini yang diuji yang yatu kelarutan minyak tanah dan
minyak goreng, hanya pada metanol yang tidak larut, minyak tanah yang
bersifat nonpolar tidak dapat larut dalam air. Senyawa-senyawa hidrokarbon
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 22
rantai rendah secara umum juga mempunyai sifat polar, sehingga dapat larut
dalam air. Pada kelarutan metanol, solar, minyak tanah dan minyak goreng
yang tidak larut, karena sudah diketahui metanol merupakan turunan dari
alkohol. Dalam prinsip like dissolves like dijelaskan bahwa kelarutan dapat
dipengaruhi oleh kesamaan struktur yang membentuk molekulnya. Molekul air,
dibentuk oleh atomH dan O dan alkohol juga dibentuk oleh atomH dan O oleh
sebuah ikatan sigma. Adanya gugus OH ini membuat alkohol memiki polaritas
yang hampir sama dengan polaritas air. Namun kepolaritasan yang dimiliki oleh
senyawa-senyawa turunan alkohol tidak akan sebanding dengan polaritas air,
hal ini dipengaruhi oleh kehadiran gugus alkil pada molekulnya. seperti yang
diketahui gugus alkil merupakan gugus non polar, semakin panjang alkil yang
dimiliki oleh suatu senyawa maka semakin besar sifat non polarnya.
Pada bidang farmasi, senyawa organik dapat digunakan untuk membuat
sediaan seperti emulsi, suspensi dan lain-lain. Menjadi bahan baku dalam
pembuatan obat tersebut.
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 23
G. KESI MPULAN
Berdasarkan percobaan yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa :
1. Senyawa organik dapat larut dalam pelarut polar dan non polar. Kelarutan
senyawa organik tergantung pada kemampuan senyawa organik untuk
membentuk ikatan hidrogen dengan atom-atomelektronegatif sehingga dapat
larut dalamsenyawa polar.
2. Tingkat kelarutan senyawa organik yaitu glukosa lebih besar dibandingkan
dengan metanol, etanol, klorofm, asamasetat. Lebih besar juga dibandingkan
n-heksan, parafin, minyak goreng dan lebih besar dibandingkan butanol.
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 24
DAFTAR PUSTAKA
Hidayati M, dan Yusrin. 2010. Pengaruh Lama Waktu Simpan Pada Suhu Ruang (27-
29oc) Terhadap Kadar Zat Organik Pada Air MinumIsi Ulang. J urnal Unimus.
Notodarmojo, Suprihanto dan Anne Deniva.2004. Penurunan Zat Organik Dan
Kekeruhan Menggunakan Teknologi Membran Ultrafiltrasi Dengan Sistem
Aliran Dead-End. J urnal sains dan teknologi, Vol. 36A, No. 1
Suwarso, Wahyudi Priyono. 2002. Semi-Sintesis Vanili Dari Guaiakol Via Reaksi
Reimertiemann Yang Dikatalisis Dengan Katalis Transferfase/Ptc. J urnal
SAINS, VOL. 6, NO. 2
Wiyarno, Yoso dan Sri Widyastuti. 2010. Isolasi Dan Identifikasi komponen
Senyawa Penyusun Bau pada Limbah Pabrik Tapioka. J urnal Ilmiah Teknik
Lingkungan, Vol. 1, No. 2.
Yulita, Rina. 2012. Optimasi Proses Kalsinasi Pada Sintesis Komposit Tio2/Kitosan .
J urnal Kimia Unand, Vol.1, No.1.
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 25
LAPORAN PRAKTI KUM KI MI A ORGANI K
PERCOBAAN
PEMI SAHAN DAN PEMURNI AN ZAT PADAT
(REKRI STALI SASI , SUBLI MASI DAN TI TI K LELEH)
OLEH :
NAMA : I MADE SATRI A BI NAWA ALI T
NI M : F1F1 12135
KELAS : C
KELOMPOK : I V
ASI STEN : ADI SUWANDI
J URUSAN FARMASI
FAKULTAS MATEMATI KA DAN I LMU PENGETAHUAN ALAM
UNI VERSI TAS HALUOLEO
KENDARI
2013
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 26
PEMI SAHAN DAN PEMURNI AN ZAT PADAT
(REKRI STALI SASI , SUBLI MASI DAN TI TI K LELEH)
A. Tuj uan Percobaan
1. Melakukan rekristalisasi dengan baik
2. Memilih pelarut yang sesuai untuk reksristalisasi
3. Menjernihkan dan menghilangkan warna larutan
4. Memisahkan dan memurnikan campuran dengan rekristalisasi
B. Landasan Teori
Kristalisasi dari larutan dikategorikan sebagai salah satu proses
pemisahan yang efisien. Secara umum, tujuan dari proses kristalisasi adalah
menghasilkan produk kristal dengan kualitas seperti yang diharapkan. Kualitas
kristal yang dihasilkan dapat ditentukan dari parameter-parameter produk yaitu
distribusi ukuran kristal), kemurnian kristal dan bentuk kristal. Salah satu syarat
terjadinya kiristalisasi adalah terjadinya kondisi supersaturasi. Kondisi
supersaturasi adalah kondisi dimana konsentrasi larutan berada di atas harga
kelarutannya. Kondisi supersaturasi ini dapat dicapai,dengan cara penguapan,
pendingin atau gabungan keduanya. Terdapat dua phenomena penting pada
proses kristalisasi yaitu pembentukan inti kristal dan pertumbuhan kristal
(Setyopratomo, 2003).
Rekristalisasi merupakan salah satu cara pemurnian zat padat yang
jamak digunakan, dimana zat-zat tersebut atau zat-zat padat tersebut dilarutkan
dalam suatu pelarut kemudian dikristalkan kembali. Cara ini bergantung pada
kelarutan zat dalampelarut tertentu di kala suhu diperbesar. Karena konsentrasi
total impuriti biasanya lebih kecil dari konsentrasi zat yang dimurnikan, bila
dingin, maka konsentrasi impuriti yang rendah tetapi dalam larutan sementara
produk yang berkonsentrasi tinggi akan mengendap (Arsyad, 2001).
Zat padat umumnya mempunyai titik lebur yang tajam (rentangan
suhunya kecil), sedangkan zat padat amorf akan melunak dan kemudian melebur
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 27
dalamrentangan suhu yang besar. Partikel zat padat amorf sulit dipelajari karena
tidak teratur. Oleh sebab itu, pembahasan zat padat hanya membicarakan kristal.
Suatu zat mempunyai bentuk kristal tertentu. Dua zat yang mempunyai struktur
kristal yang sama disebut isomorfik (sama bentuk), contohnya NaF dengan MgO,
K
2
SO
4
dengan K
2
SeO
4
, dan Cr
2
O
3
dengan Fe
2
O
3
. Zat isomorfik tidak selalu dapat
mengkristal bersama secara homogen. Artinya satu partikel tidak dapat
menggantikan kedudukan partikel lain. Suatu zat yang mempunyai dua kristal
atau lebih disebut polimorfik (banyak bentuk) (Syukri, 1999).
Rekristalisasi merupakan metode yang sangat penting untuk pemurnian
komponen larutan organic. Ada tujuh metode dalam rekristalisasi yaitu: memilih
pelarut, melarutkan zat terlarut, menghilangkan warna larutan, memindahkan zat
padat, mengkristalkan larutan, mengumpul dan mencuci kristal, mengeringkan
produknya (hasil) (Williamson, 1999).
Sublimasi merupakan prinsip pengering-bekuan (freeze drying) adalah
menghilangkan air dan pelarut lain dari produk beku tanpa melewati fase cair.
Tingkat kebekuan produk yang dapat dicapai, lama pengeringan dan jenis produk
yang dikering-bekukan serta faktor personil yang mengoperasikan alat dalam
proses sublimasi tersebut. Pembekuan secara perlahan-lahan lebih baik
dibandingkan dengan pembekuan secara cepat sebab dengan pembekuan secara
perlahan-lahan akan terbentuk kristal es yang besar sehingga kondisi ini akan
memperlancar proses sublimasi dari setiap lapisan es dalam produk. Tahap
pengeringan pertama dimulai pada saat produk sudah berada dalamkondisi beku
sempurna dan keadaan beku ini harus tetap dipertahankan selama proses
pengeringan (Misyetti, 2006).
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 28
C. Alat dan Bahan
1. Alat
Alat-alat yang digunakan dalampercobaan ini adalah :
- Elektrothermal
- Gelas kimia
- Erlenmeyer
- Labu takar
2. Bahan
Bahan-bahan yang digunakan dalampercobaan ini adalah :
- Air
- Kapur barus
- tissue
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 29
D. Prosedur Kerj a
-
- Dihaluskan
- Dimasukkan dalamgelas kimia
- Disumbat dengan tissue
- Dipanaskan hingga menguap
- Diamati pembentukan kristalnya
Kristal berbentuk jarumdan pipih
E. Data Pengamatan
Perlakuan Pengamatan/Reaksi
Sublimasi
Kapur barus
Dipanaskan
Menguap, membentuk kristal berbentuk
jarumdan pipih.
Kapur barus
Kapur barusdalamgelaskimia
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 30
F. Pembahasan
Teknik kristalisasi adalah suatu proses melarutkan zat padat tidak murni
dalam pelarut panas, yang kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan
larutan tersebut untuk membiarkan zat tersebut mengkristal. Hal yang sangat
menentukan keberhasilan suatu proses rekristalisasi adalah pemilihan pelarut yang
tepat. Pelarut yang tepat adalah pelarut yang suka melarutkan senyawa pada suhu
kamar, tetapi dapat melarutkan dengan baik pada titik didihnya.
Pada penggunaan teknik rekristalisasi biasanya dilatarbelakangi karena
senyawa organik padat yang diisolasi dari reaksi organik jarang berbentuk murni.
Senyawa tersebut biasanya terkontaminasi dengan sedikit senyawa lain (impuritis)
yang dihasilkan selama reaksi berlangsung. Pemurnian padatan dengan kristalisasi
didasarkan pada perbedaan dalam kelarutannya dalam pelarut tertentu atau
campuran pelarut. Bila suatu kristal sangat larut dalamsatu pelarut dan sangat tak
larut dengan pelarut lain maka akan memberikan hasil rekristalisasi yang
memuaskan.
Sublimasi adalah salah satu pemisahan zat-zat yang mudah menyublim.
perubahan wujud zat padat ke gas atau dari gas ke padat. Bila partikel penyusun
suatu zat diberikan kenaikan suhu maka partikel tersebut akan menyublimmenjadi
gas, sebaliknya jika suhu gas tersebut diturunkan maka gas akan segera berubah
wujudnya menjadi panas. Gas yang dihasilkan ditampung lalu didinginkan kembali.
Syarat pemisahan campuran pada sublimasi adalah partikel yang bercampur harus
memiliki perbedaan titik didih yang besar sehingga kita dapat menghasilkan uap
dengan tingkat kemurnian yang tinggi. Begitupun syarat sampel untuk sublimasi
adalah dengan sifat kimia mudah menguap agar mudah proses sublimasinya. Pada
percobaan sublimasi, Pemurnian naftalen dengan menggunakan proses sublimasi
dikarenakan karena sifat naftalen yang mudah menyublimdan merupakan padatan
kristal yang tak bewarna.
Reaksi dari naftalen berlangsung dengan sangat cepat. Hal ini disebabkan
zat padat dalam proses sublimasi mengalami proses perubahan langsung menjadi
gas tanpa melalui fase cair, kemudian terkondensasi menjadi padatan atau
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 31
kristalkembali. Sehingga dalam proses sublimasi, naftalen tidak berubah menjadi
senyawa lain, hanya beubah bentuk (fase) dari padat ke gas.
Dalam percobaan sublimasi tidak dilakukan pengujian titk leleh. Untuk
memestikan kristal naftalen yang didapat yaitu dari bentuk Kristal yang seperti
jarum(monoklin) dan bentuk Kristal yang didapatkan lebih tipis dan jernih dari pada
sebelumsublmasi.
Percobaan yang dilakukan dalam praktikum kimia organik kali ini adalah
mengenai pemisahan dan pemurnian zat padat. Pemisahan seperti ini dilakukan
berdasarkan perbedaan titik leleh dari dua komponen senyawa yang dipisahkan
serta melalui rekristalisasi dan sublimasi. Sebagaimana tujuan dari percobaan yaitu
memilih pelarut yang sesuai untuk rekristalisasi, menjernihkan dan menghilangkan
warna larutan, memisahkan dan memurnikan campuran dengan rekristalisasi.
Naftalena atau kapur barus digunakan dalam proses sublimasi. Naftalen
yang masih dalam bentuk kristal dipanaskan hingga mlewati perubahan fasanya.
Naftalen merupakan senyawa yang sangat mudah menyublim. Naftalen mudah
diisolasi karena senyawa ini menyublim dari larutan sebagai serpihan kristal tidak
berwarna dengan titik leleh 80
0
C. Saat dilakukan pemanasan secara sistem
terisolasi, naftalen menyublim dengan menyisakan kristal yang menempel didasar
glass wool berupa jarumdan pipih.
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 32
G. Kesimpulan
1. Rekristalisasi adalah suatu teknik pemisahan zat padat dari pencemarannya
yang dilakukan dengan cara mengkristalkan kembali zat tersebut setelah
dilarutkan dalampelarut yang sesuai.
2. Prinsip dasar dari rekristalisasi adalah pelarut hanya dapat melarutkan zat
yang akan dimurnikan dan tidak melarutkan zat pencemarnya.
3. Metanol pelarut yang cocok bagi asambenzoat.
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 33
DAFTAR PUSTAKA
Arsyad, M., Natsir. 2001. KamusKimiaArti danPenjelasanIstilah. Gramedia.
J akarta.
Misyetti. 2006. Kajian Instabilitas Kit Kering Radiofarmaka Bertanda Tc Ditinjau
Dari Aspek Kimia Dan Fisika J urnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia
Pusat Teknologi Nuklir Bahan dan Radiometri BATAN. Vol VI I .
Setyopratomo, Puguh. 2003.Studi Eksperimental Pemurnian Garamnacl Dengan
Cara Rekristalisasi. J urnal Teknik Kimia. Vol.11, No.2.
Syukri. 1999. KimiaDasar 3. ITBPress. Bandung.
Williamson. 1999. Macroscale and Microscale Organic Experiments. Houghton Mifflin
Company, USA.
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 34
TUGAS SETELAH PRAKTIKUM
SOAL
1. Sebutkan minimal 5 tahap yang harus dilakukan dengan pengerjaan
rekristalisasi?
2. Sifat-sifat apakah yang harus dipunyai oleh pelarut agar dapat digunakan untuk
rekristalisasi suatu senyawa organik tertentu!
3. Apakah keuntungan pemurnian dengan cara sublimasi?
4. Bagaimanakah proses terjadinya sublimasi?
J AWAB
1. Tahapan pengerjaan rekristalisasi
a. Pemilihan senyawa yang sesuai
b. Pemilihan pelarut yang sesuai dengan padatan
c. Pemanasan
d. Penghilangan warna
e. Penyaringan
f. Pendinginan
g. Pencucian kristal
h. Penimbangan
2. Sifat-sifat pelarut untuk rekristalisasi
a. Tidak bereaksi dengan zat padat yang akan direkristalisasi.
b. Zat padat harus mempunyai kelarutan terbatas (sebahagian) atau relatif
tidak larut dalampelarut, pada suhu kamar dan suhu rekristalisasi.
c. Titik didih pelarut tidak melebihi titik leleh zat padat yang akan
direkristalisasi.
3. Keuntungan pemurnian dengan cara sublimasi yaitu kita tidak akan khawatir
bahwa senyawa yang kita sublimasi akan terkontaminasi dengan zat lain, karena
pada proses sublimasi fase zat langsung menjadi uap yang langsung
dikondensasi menjadi padat tanpa melalui fase cair.
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 35
4. Sublimasi dapat terjadi apabila senyawa yang digunakan menguap dimana
proses sublimasi sendiri adalah perubahan zat dari fase padat langsung menjadi
uap dan uap yang dihasilkan langsung dikondensasi menjadi padat tanpa
melalui fasa cair.
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 36
LAPORAN PRAKTI KUM KI MI A ORGANI K
PERCOBAAN
PEMI SAHAN DAN PEMURNI AN ZAT CAI R
DESTI LASI DAN TI TI K DI DI H
OLEH :
NAMA : I MADE SATRI A BI NAWA ALI T
NI M : F1F1 12135
KELAS : C
KELOMPOK : I V
ASI STEN : RI FA ATUL MAHMUDAH
J URUSAN FARMASI
FAKULTAS MATEMATI KA DAN I LMU PENGETAHUAN ALAM
UNI VERSI TAS HALUOLEO
KENDARI
2013
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 37
PEMI SAHAN DAN PEMURNI AN ZAT CAI R
DESTI LASI DAN TI TI K DI DI H
A. Tuj uan Percobaan
Adapun tujuan dari percobaan ini, yaitu :
1. Memahami prinsip destilasi.
2. Melakukan destilasi untuk pemisahan dan pemurnian.
3. Membedakan senyawa-senyawa tersebut berdasarkan sifat reaksi kimianya,
B. LANDASAN TEORI
Destilasi adalah suatu metode pemisahan bahan kimia berdasarkan
perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap volatilitas bahan dengan
menggunakan panas sebagai pemisahan dalam destilasi, campuran zat dididihkan
sehingga menguap dan uap ini kemudian didinginkan kembali ke dalam bentuk
cairan. Zat yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap lebih dahulu.
Destilasi merupakan suatu perubahan cairan menjadi uap dan uap tersebut di
dinginkan kembali menjadi cairan. Unit operasi distilasi merupakan metode yang
digunakan untuk memisahkan komponen-komponen yang terdapat dalam suatu
larutan atau campuran dan tergantung pada distribusi komponen-komponen
tersebut antara fasa uap dan fasa air. Destilasi sederhana atau destilasi biasa
adalah teknik pemisahan kimia untuk memisahkan dua atau lebih komponen yang
memiliki perbedaan titik didih yang jauh. Suatu campuran dapat dipisahkan dengan
destilasi biasa ini untuk memperoleh senyawa murni (Walangare, 2013).
Pada prinsipnya, destilasi adalah penguapan atau pengembunan kembali uap
yang diperoleh, pada tekanan dan temperatur tertentu. Destilasi digunakan untuk
memisahkan dua atau lebih komponen zat cair yang memiliki titik didih berbeda.
Sistem destilasi ini secara otomatis akan bekerja sesuai dengan setting program
(Nurhasanah, 2010)
Metode ini termasuk sebagai unit operasi kimia jenis pemindahan massa.
Penerapan proses ini didasarakan pada teori, bahwa pada suatu larutan, masing-
masing komponen akan menguap pada titik didihnya. Model ideal pada destilasi
didasarkan pada HukumRoult, yaitu : PA = PA . XA. Metode destilasi yang umum
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 38
digunakan dalam produksi adalah destilasi air dan destilasi uap-air. Karena metode
tersebut merupakan metode yang sederhana dan membutuhkan biaya yang lebih
rendah jika dibandingkan dengan destilasi uap. Namun belum ada penelitian
tentang pengaruh kedua metode destilasi tersebut terhadap hasil yang diberikan
(Yuliarto, 2012).
Distilasi adalah seni memisahkan dan pemurnian dengan menggunakan
perbedaan titik didih. Destilasi memiliki sejarah yang panjang dan asal distilasi
dapat ditemukan di zaman kuno untuk mendapatkan ekstrak tumbuhan yang
diperkirakan dapat merupakan sumber kehidupan. Teknik distilasi ditingkatkan
ketika kondenser (pendingin) diperkenalkan. Gin dan whisky, dengan konsentrasi
alkohol yang tinggi, didapatkan dengan teknik yang disempurnakan ini. Isolasi
senyawa sitronelal dari minyak sereh dilakukan dengan cara destilasi fraksinasi
pengurangan tekanan. Hasil destilasi ditampung ke dalam beberapa fraksi dengan
mengamati perubahan suhu. Setelah itu, dilanjutkan dengan pengukuran indeks
bias dan massa jenis destilat (Mutaqin, 2013).
Pemanasan pada suhu yang sama, zat cair dengan titik didih lebih rendah
akan menguap lebih dahulu karena energi yang diperlukan untuk berubah fasa lebih
sedikit, sehingga zat tersebut terdistilasi pertama kali, dilanjutkan dengan
komponen yang titik didihnya lebih tinggi. Uap yang terbentuk akan mengalir
melalui pipa distilasi, kemudian dikondensasi agar suhunya agar didapat zat murni
dengan fasa cair. Destilasi sederhana ialah, proses distilasi yang tidak melibatkan
kolomfraksinasi, atau pemisahan zat murni dari zat zat volatile dengan perbedaan
titik didih paling sedikit 75
0
C. Proses Distilasi merupakan salah satu cara untuk
memisahkan komponen dalam larutan yang berbentuk cair atau gas dengan
mendasarkan pada perbedaan titik didih komponen yang ada di dalamnya. Dasar
dari pemisahan dengan distilasi adalah jika suatu campuran komponen diuapkan
maka komposisi pada fase uap akan berbeda dengan fase cairnya. Untuk komponen
yang memiliki titik didih lebih rendah maka akan didapatkan komposisi yang
cenderung lebih besar pada fase uapnya, uap ini diembunkan dan dididihkan
kembali secara bertingkattingkat maka akan diperoleh komposisi yang semakin
murni pada salah satu komponen. Pada beberapa campuran komponen, untuk
komposisi, suhu dan tekanan tertentu tidak memenuhi kecenderungan tersebut,
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 39
artinya jika campuran tersebut dididihkan maka komposisi fase uapnya akan
memiliki komposisi yang sama dengan fase cairnya, keadaan ini disebut kondisi
azeotrop, sehingga campuran pada kondisi ini tidak dapat dipisahkan dengan cara
distilasi biasa (Abbassato, 2007).
F. ALAT DAN BAHAN
Alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah seperangkat alat
destilasi.
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 40
E. Hasil Pengamatan
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 41
F. PEMBAHASAN
Destilasi adalah suatu metode pemisahan bahan kimia berdasarkan
perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap volatilitas bahan dengan
menggunakan panas sebagai pemisahan dalam destilasi, campuran zat dididihkan
sehingga menguap dan uap ini kemudian didinginkan kembali ke dalam bentuk
cairan. Zat yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap lebih dahulu.
Pada prinsipnya, destilasi adalah penguapan atau pengembunan kembali uap
yang diperoleh, pada tekanan dan temperatur tertentu. Destilasi digunakan untuk
memisahkan dua atau lebih komponen zat cair yang memiliki titik didih berbeda.
J enis-jenis destilasi yaitu ;(1) Destilasi sederhana, dasar pemisahannya adalah
perbedaan titik didih yang jauh atau dengan salah satu komponen bersifat volatil.
J ika campuran dipanaskan maka komponen yang titik didihnya lebih rendah akan
menguap lebih dahulu. Selain perbedaan titik didih, juga perbedaan kevolatilan,
yaitu kecenderungan sebuah substensi untuk menjadi gas. Destilasi ini digunakan
pada tekanan atmosfer satu. Aplikasi destilasi sederhana digunakan untuk
memisahkan campuran air dan alkohol, (2). Destilasi Fraksionisasi adalah
memisahkan komponen-komponen cair, dua atau lebih dari suatu larutan
berdasrakan perbedaan titik didihnya namun perbedaan titik didih antar zatnya
hampir sama. Sewaktu campuran dipanaskan, kedua zat cair akan menguap. Akan
teteapi dengan titik didih lebih tinggi akan terkondensasi sewaktu melewati kolom
atas. Uap etanol akan didinginkan akan diperoleh etanol murni. Metode ini
menghasilkan tingkat kemurnian yang lebih tinggi, (3). Destilasi uap digunakan
pada campuran senyawa-senyawa yang memiliki titik didih mencapai 200 C atau
lebih. Sifat yang fundamental dan destilasi uap adalah dapat mendistilasi campuran
senyawa di bawah titik didih dan masing-masing senyawa campurannya. Selain itu
destilasi uap dapat digunakan untuk campuran yang tidak larut dalamair di semua
temperatur tetapi dapat didestilasi dengan air. Aplikasi dari destilasi uap adalah
untuk mengekstrak beberapa produk alam seperti minyak eucalyptus dari pohon
eucalyptus, minyak sitrus dari lemon, dan untuk ekstraki minyak parfum dari
tumbuhan, (4) Destilasi vakum biasanya digunakan jika senyawa yang ingin
didestilasi tidak stabil, dengan pengertian dapat terdekomposisi sebelum atau
mendekati titik didihnya atau campuran yang meiliki titik didih di atas 150 C.
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 42
Metode destilasi ini tidak dapat digunakan pada pelarut denga titik didih yang
rendah jika kondensornya menggunakan air dingin karena komponen yang
menguap tidak dapat dikondensasi oleh air. Untuk mengurangi tekanan digunakan
pompa vakumatau aspirator. Aspirator berfungsi sebagai penurun tekanan pada
destilasi ini.
Faktor-faktor penting yang mempengaruhi ketajaman pemisahan dalam
proses destilasi adalah perbedaan komposisi yang mungkin ada diantaranya cairan
uap pada keadaan keseimbangan, efektivitas kontak dari uap dan cairan biasa
dinyatakan dalamplat teoritis, perbandingan kondensat yang kembali kearah kolom
fraksinasi atau refluks ratio, dan kecepatan uap yang naik ke kolomatau kecepatan
aliran destilat.
H. KESI MPULAN
Berdasarkan percobaan yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa :
3. Pada prinsipnya, destilasi adalah penguapan atau pengembunan kembali uap
yang diperoleh, pada tekanan dan temperatur tertentu. Destilasi digunakan
untuk memisahkan dua atau lebih komponen zat cair yang memiliki titik didih
berbeda.
4. Distilasi adalah seni memisahkan dan pemurnian dengan menggunakan
perbedaan titik didih.
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 43
DAFTAR PUSTAKA
Abassato. 2007. Efisiensi kolomsieve tray pada destilasi yang mengandung tiga
komponen (Aceton-Alkohol-Air). J urnal seminar Nasiomal Teknoin.
Nurhasanah, Siti. 2010. Pemisahan Euganol dari Minyak Cengkeh dengan Cara
Destilasi Fraksinasi. J urnal kimia. Vol.1, No.1
Yuliarto, Fuki Tri.. 2012 Pengaruh Ukuran Bahan Dan Metode Destilasi (Destilasi Air
Dan Destilasi Uap-Air) Terhadap Kualitas Minyak Atsiri Kulit Kayu Manis.
Teknosains Pangan. Vol. 1, No. 1.
Walangare. 2013. .Rancang Bangun Alat Konversi Air Laut Menjadi Air Minum
Dengan Proses Destilasi Sederhana Menggunakan Pemanas Elektrik. J urnal
Teknik Elektro dan Komputer.
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 44
LAPORAN PRAKTI KUM KI MI A ORGANI K
PERCOBAAN
PENENTUAN KADAR AI R DENGAN MENGGUNAKAN METODE
DEAN STARK
OLEH :
NAMA : I MADE SATRI A BI NAWA ALI T
NI M : F1F1 12135
KELAS : C
KELOMPOK : I V
ASI STEN : AGUNG WI BAWA MAHATVA YODHA, S.si
J URUSAN FARMASI
FAKULTAS MATEMATI KA DAN I LMU PENGETAHUAN ALAM
UNI VERSI TAS HALUOLEO
KENDARI
2013
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 45
PEMI SAHAN DAN PEMURNI AN ZAT CAI R
DESTI LASI DAN TI TI K DI DI H
B. Tuj uan Percobaan
Adapun tujuan dari percobaan ini, yaitu :
1. Memahami prinsip destilasi.
2. Melakukan destilasi untuk pemisahan dan pemurnian.
3. Membedakan senyawa-senyawa tersebut berdasarkan sifat reaksi kimianya,
B. LANDASAN TEORI
Destilasi adalah suatu metode pemisahan bahan kimia berdasarkan
perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap volatilitas bahan dengan
menggunakan panas sebagai pemisahan dalam destilasi, campuran zat dididihkan
sehingga menguap dan uap ini kemudian didinginkan kembali ke dalam bentuk
cairan. Zat yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap lebih dahulu.
Destilasi merupakan suatu perubahan cairan menjadi uap dan uap tersebut di
dinginkan kembali menjadi cairan. Unit operasi distilasi merupakan metode yang
digunakan untuk memisahkan komponen-komponen yang terdapat dalam suatu
larutan atau campuran dan tergantung pada distribusi komponen-komponen
tersebut antara fasa uap dan fasa air. Destilasi sederhana atau destilasi biasa
adalah teknik pemisahan kimia untuk memisahkan dua atau lebih komponen yang
memiliki perbedaan titik didih yang jauh. Suatu campuran dapat dipisahkan dengan
destilasi biasa ini untuk memperoleh senyawa murni (Walangare, 2013).
Pada prinsipnya, destilasi adalah penguapan atau pengembunan kembali uap
yang diperoleh, pada tekanan dan temperatur tertentu. Destilasi digunakan untuk
memisahkan dua atau lebih komponen zat cair yang memiliki titik didih berbeda.
Sistem destilasi ini secara otomatis akan bekerja sesuai dengan setting program
(Nurhasanah, 2010)
Metode ini termasuk sebagai unit operasi kimia jenis pemindahan massa.
Penerapan proses ini didasarakan pada teori, bahwa pada suatu larutan, masing-
masing komponen akan menguap pada titik didihnya. Model ideal pada destilasi
didasarkan pada HukumRoult, yaitu : PA = PA . XA. Metode destilasi yang umum
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 46
digunakan dalam produksi adalah destilasi air dan destilasi uap-air. Karena metode
tersebut merupakan metode yang sederhana dan membutuhkan biaya yang lebih
rendah jika dibandingkan dengan destilasi uap. Namun belum ada penelitian
tentang pengaruh kedua metode destilasi tersebut terhadap hasil yang diberikan
(Yuliarto, 2012).
Distilasi adalah seni memisahkan dan pemurnian dengan menggunakan
perbedaan titik didih. Destilasi memiliki sejarah yang panjang dan asal distilasi
dapat ditemukan di zaman kuno untuk mendapatkan ekstrak tumbuhan yang
diperkirakan dapat merupakan sumber kehidupan. Teknik distilasi ditingkatkan
ketika kondenser (pendingin) diperkenalkan. Gin dan whisky, dengan konsentrasi
alkohol yang tinggi, didapatkan dengan teknik yang disempurnakan ini. Isolasi
senyawa sitronelal dari minyak sereh dilakukan dengan cara destilasi fraksinasi
pengurangan tekanan. Hasil destilasi ditampung ke dalam beberapa fraksi dengan
mengamati perubahan suhu. Setelah itu, dilanjutkan dengan pengukuran indeks
bias dan massa jenis destilat (Mutaqin, 2013).
Pemanasan pada suhu yang sama, zat cair dengan titik didih lebih rendah
akan menguap lebih dahulu karena energi yang diperlukan untuk berubah fasa lebih
sedikit, sehingga zat tersebut terdistilasi pertama kali, dilanjutkan dengan
komponen yang titik didihnya lebih tinggi. Uap yang terbentuk akan mengalir
melalui pipa distilasi, kemudian dikondensasi agar suhunya agar didapat zat murni
dengan fasa cair. Destilasi sederhana ialah, proses distilasi yang tidak melibatkan
kolomfraksinasi, atau pemisahan zat murni dari zat zat volatile dengan perbedaan
titik didih paling sedikit 75
0
C. Proses Distilasi merupakan salah satu cara untuk
memisahkan komponen dalam larutan yang berbentuk cair atau gas dengan
mendasarkan pada perbedaan titik didih komponen yang ada di dalamnya. Dasar
dari pemisahan dengan distilasi adalah jika suatu campuran komponen diuapkan
maka komposisi pada fase uap akan berbeda dengan fase cairnya. Untuk komponen
yang memiliki titik didih lebih rendah maka akan didapatkan komposisi yang
cenderung lebih besar pada fase uapnya, uap ini diembunkan dan dididihkan
kembali secara bertingkattingkat maka akan diperoleh komposisi yang semakin
murni pada salah satu komponen. Pada beberapa campuran komponen, untuk
komposisi, suhu dan tekanan tertentu tidak memenuhi kecenderungan tersebut,
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 47
artinya jika campuran tersebut dididihkan maka komposisi fase uapnya akan
memiliki komposisi yang sama dengan fase cairnya, keadaan ini disebut kondisi
azeotrop, sehingga campuran pada kondisi ini tidak dapat dipisahkan dengan cara
distilasi biasa (Abbassato, 2007).
G. ALAT DAN BAHAN
1. Alat
Alat yang digunakan dalampercobaan ini adalah :
- Labu bulat
- Pemanas
- Gelas ukur Seperangkat alat dean stark
- Pisau
- Batang pengaduk
- Blender
- Elektromantel
2. Bahan
- Toluena
- Sampel/buah tomat
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 48
H. PROSEDUR KERJ A
1. Rangkaian Alat Dean Stark
- Dirangkai
- Digambar
2. Perlakuan pada Sampel
- Dihaluskan
- Ditimbang 50 gram
- Dimasukkan dalam labu alas bulat pada
rangkaian alat dean stark
- Ditambah 30 mL toluena
- Dipanaskan sampai menghasilkan cairan (air
dan toluena) pada alat dean stark
- Diukur volume air yang dihasilkan
- Dihitung kadar air tomat
Alat dean stark
Tomat
Tomat halus
50 gr tomat +30 mL toluena dalamrangkaian dean stark
Kadar air tomat =15,2 %
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 49
I . HASI L PENGAMATAN
1. Gambar alat dean stark
Keterangan:
1. Aliran air keluar : berfungsi untuk tempat keluarnya air
2. Kondensor : berfungsi sebagai pendingin uap
3. Aliran air masuk : berfungsi untuk tempat masuknya air
4. Dean stark : berfungsi penguhubung sampel, kondensor, dan
destilat
5. Ciler : berfungsi mendinginkan air
6. Labu alas bulat : berfungsi sebagai tempat penyimpanan sampel
7. Hotplate : berfungsi untuk mendidihkan sampel sehingga
sampel dapat menguap
8. Gelas ukur : berfungsi untuk mengukur volume destilat
9. Statif dan klem : berfungsi untuk menopang alat
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 50
2. Perhitungan
Massa tomat : 250 gram
V toluena : 350 mL
V air : 38 mL
Massa jenis air : 1 gr/mL
Massa air : 38 mL x 1 gr/mL
: 38 gr
% kadar air : % 100 x
tomat massa
air massa
: % 100
250
38
x
gram
gram
=15,2 %
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 51
F. PEMBAHASAN
Destilasi adalah suatu metode pemisahan bahan kimia berdasarkan
perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap volatilitas bahan dengan
menggunakan panas sebagai pemisahan dalam destilasi, campuran zat
dididihkan sehingga menguap dan uap ini kemudian didinginkan kembali ke
dalam bentuk cairan. Zat yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap
lebih dahulu.
Alat Dean Stark merupakan alat yang digunakan untuk menampung
destilat yang terdiri dari dua lapisan yang tidak bercampur satu sama lain. Alat
ini biasa digunakan pada destilasi yang menghasilkan air, jika sampel yang
akan dihitung kadar airnya dapat bercampur pada suhu tinggi dan tidak
bercampur pada suhu rendah. Kandungan air dalam suatu bahan sering
menyebabkan masalah, diantaranya adalah sampel mudah berjamur, dalam
reaksi kimia yang tidak melibatkan air, adanya air akan mempengaruhi hasil
reaksi, dalam ekstrasi menggunakan pelarut absolut, air akan menurunkan
efesiensi. Untuk menghindari masalah tersebut, kandungan air perlu diketahui.
Penentuan kadar air biasanya dilakukan dengan metode dean stark. Metode
Dean Stark dilakukan dengan cara memanaskan sampel dengan pelarut
senyawa organik yang mana senyawa organik yang digunakan adalah teluena.
Metode dean stark, menggunakan pelarut organik teluena sebab titik
didih teluena tidak begitu jauh dengan titik didih air, perbedaan massa jenis
yang cukup signifikaan dengan air, serta merupakan senyawa aromatik yang
sederhana. Ketika teluena dicampurkan dengan tomat yang merupakaan
sampel pada percobaaan ini, teluena terabsorbsi ke dalam tomat, sehingga
ketika pemanasan air yang terkandung dalam tomat akan menguap bersama
dengan pelarut, yaitu teluena.
Mekanisme kerja dari percobaan ini dimulai dengan pemanasan
sampel yang telah dicampurkan dengan pelarut yang bertujuan untuk
menguapkan pelarut bersama-sama dengan air. Teluena sebagai pelarut
merupakan senyawa non polar, sedangkan air adalah senyawa polar, tetapi
pada keadaan panas keduanya dapat tercampur. Hal ini disebabkan karena
ketika dipanaskan, teluena menjadi tidak stabil dan terjadi reaksi adisi yaitu
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 52
pemutusan ikatan rangkap dan membentuk ikatan hidrogen dengan air. Tentu
dalamhal ini teluena mengalami peningkataan kepolaran dan dapat bercampur
dengan air. Pemanasan yang menghasilkan uap kemudian dilewatkan pada
kondensor dan terjadi peristiwa kondensasi. Peristiwa kondensasi atau
pendinginan ini menyebabkan terjadinya pengembunan uap menjadi cair yang
kemudian ditampung pada alat dean stark. Pada alat dean stark terjadi
pemisahan antara air dan pelarut (teluena). Perbedaan kepolaran menyebabkan
keduanya berpisah pada saat keadaan dingin sehingga tidaak bercampur.
Cairan yang membentuk dua lapisan pada alat dean stark diketahui
bahwa di bagian bawah adalah air dan di bagian atas adalah teluena. Hal
demikian terjadi karena adanya perbedaan massa jenis dua komponen
tersebut, dimana air massa jenisnya lebih besar daripada massa jenis benzena.
Penampung cairan pada alat dean stark memiliki skala volume
sehingga volume air yang dihasilkan langsung dapat diketahui. Dari
pengamatan yang dilakukan, diperoleh volume air sebanyak 2,5 ml dan volume
toluena sebesar 30 mL. Dengan diketahui massa jenis air sebesar 1 gr/mL maka
diperoleh massa air sebesar 2,5 gram. Kadar air dalam tomat untuk 250 gram
dapat diketahui sebesar 5%.
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 53
G. Kesimpulan
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa
proses penentuan kadar air pada sampel dilakukan dengan cara pemanasan
sampel, dimana uapnya mengalir ke kondensor dan mengalami kondensasi
membentuk cairan. Cairan yang dihasilkan membentuk dua lapisan air di bawah
dan benzena di atas, dan diperoleh kadar air dalam250 gramtomat sebesar 5%.
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 54
DAFTAR PUSTAKA
Atkins, 1999, Kimia Fisika I, Erlangga, J akarta.
Fessenden, R.J dan Fessenden J .S.,1986, Dasar-dasar Kimia Organik, J ilid I,
Erlangga, J akarta.
Anonim, 2009, Penuntun PraktikumKimia organik I, Unhalu, Kendari.
Sumantri, 2005, Sintesis 5-etilkarbinal-2,2-dimetil-1,3-benzodioksol sebagai
Insektisida,J urnal kimia Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Vol
16 (1): 6-11
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 55
TUGAS SETELAH PRAKTI KUM
1. Gambarkan alat dean stark dan mekanisme kerjanya dengan benar !
2. Sebutkan kegunaan dari alat dean stark !
3. Sebutkan senyawa yang dapat digunakan sebagai pelarut dalam
menentukan kadar air menggunakan metode dean stark !
J AWAB
1. Gambar :
Mekanismenya :
Sampel dimasukkan kedalam labu alas bulat, yang kemudian ditambahkan
dengan zat pembawa air (pelarut). Campuarn tersebut dipanaskan hingga
menguap. Penguapan zat tersebut terbawa ke alat kondensasi dan
mengalami proses pengembunan menjadi cairan. Cairan yang merupakan
campuran air san pelarut akan terpisah berdasarkan sifat kepolaran dan
berat jenisnya.
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 56
2. Kegunaan dean stark adalah untuk menentukan kadar air dalam suatu
sampel atau bahan dan untuk mengeringkan sampel atau bahan jika akan
digunakan agar komponen airnya hilang.
3. Pelarut yang digunakan dalam metode dean stark adalah benzena dan
toluena.
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 57
LAPORAN PRAKTI KUM KI MI A ORGANI K
PERCOBAAN
STRUKTUR MOLEKUL DAN REAKSI -REAKSI KI MI A ORGANI K
DENGAN MENGGUNAKAN MODEL MOLEKUL
OLEH :
NAMA : I MADE SATRI A BI NAWA ALI T
NI M : F1F1 12135
KELAS : C
KELOMPOK : I V
ASI STEN : AGUNG WI BAWA MAHATVA YODHA, S.si
J URUSAN FARMASI
FAKULTAS MATEMATI KA DAN I LMU PENGETAHUAN ALAM
UNI VERSI TAS HALUOLEO
KENDARI
2013
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 58
STRUKTUR MOLEKUL DAN REAKSI -REAKSI KI MI A ORGANI K
DENGAN MENGGUNAKAN MODEL MOLEKUL
C. Tuj uan Percobaan
Adapun tujuan dari percobaan ini, yaitu :
1. Memberikan pengalaman bekerja dengan menggunakan model molekul.
2. Memberikan pengalaman mengenai visualisasi senyawa-senyawa organik
dalamtiga dimensi.
3. Mengilustrasikan reaksi-reaksi kimia.
B. LANDASAN TEORI
Stereokimia adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang susunan atom
1 gugus dari suatu molekul yang terjadi karena reaksi kimia (stereokimia
dinamik) ikatan dalamsenyawa C. AtomC adalah tetravalen dan pada senyawa
jenuh keempat ikatan tersebut kira-kira identik. Penataan (konformasi) senyawa
rantai terbuka dapat digunakan beberapa cara yakni proyeksi newman, fischer,
sawhorse, dan wedge line (Respati, 1986).
Atom karbon dapat dibedakan dengan atom lain yaitu pada kemampuan
atom karbon untuk berpasangan dengan atom karbon lain membentuk ikatan
kovalen karbon-karbon. Fenomena tunggal inilah yang memberikan dasar-dasar
kimia organik. Rangkaian atom-atomkarbon beraneka ragam: linear, bercabang,
siklik yang dikelilingi oleh atom hidrogen, oksigen, dan nitrogen. Tidak banyak
unsur lain yang memiliki empat elektron di kulit terluar yang bersifat seperti atom
karbon. Hanya silikon yang mirip dengan atomkarbon, artinya dapat membentuk
ikatan kovalen dengan unsur-unsur lain. Pemutusan homolisis, yaitu pemutusan
ikatan dimana masing-masing atommembawa elektron dalamjumlah yang sama
(simetris), sehingga membentuk radikal. Radikal bebas bersifat sementara dan
sangat reaktif, sehingga cepat bergabung membentuk molekul kembali.
(Suwarso, 2002).
Zat organik adalah zat yang banyak mengandung unsur karbon.
Contohnya antara lain Benzen, Chloroform, Detergen, Methoxychlor, dan
Pentachlorophenol. Zat organik dibagi menjadi 2, yaitu zat organik aromatis yaitu
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 59
senyawa organik yang beraroma, secara kimia senyawa ini mempunyai ikatan
rantai yang melingkar, misalnya benzene, toluene, dan zat organik non-aromatis
yaitu senyawa organik yang tidak beraroma, dan secara kimia tidak mempunyai
ikatan rantai yang melingka, misalnya etana, etanol, formalin. Zat organik dapat
digunakan sebagai bahan makanan, zat aditif, dan bahan peledak. Kekeruhan air
disebabkan oleh zat padat yang tersuspensi, baik yang bersifat anorganik berasal
dari lapukan batuan dan logam, maupun yang organik yang berasal dari hewan
maupun tumbuhan (Hidayati, 2010).
Senyawa organik terlibat dalam tiap segi kehidupan, dan banyak
manfaatnya dalam kehidupan manusia sehari-hari. Ada diantaranya yang
berwujud bahan makanan,bahan sandang, obat-obatan, kosmetik, dan berbagai
jenis plastik. Bahkan dalamtubuhpun banyak terdapat sejumlah senyawa organik
dengan fungsi yang beragam pula Parameter kualitas yang melebihi baku mutu
kiranya adalah zat organik, kekeruhan dan senyawa aktif permukaan (surfaktan).
Senyawa organik dibangun terutama oleh karbon dan hidrogen, dan dapat
mengandung unsur-unsur lain seperti nitrogen, oksigen, fosfor, halogen dan
belerang. Senyawa kimia organik ini berasal dari kesalahpahaman bahwa semua
senyawa organik pasti berasal dari organisme hidup, namun telah di buktikan
bahwa ada beberapa perkecualian Faktor-faktor pengganggu dalam penetapan
kadar zat organik, diantaranya ion sulfida dan nitrit, untuk menghilangkan harus
dipanaskan dengan H
2
SO
4
encer sampai H
2
S dan nitrit hilang, garamferro dapat
dihilangkan dengan penambahan beberapa tetes KMnO
4
sebelum dianalisa
sampai larutan tepat merah muda, dan bila disimpan lebih dari satu hari, lebih
baik diasamkan ( Notodarmojo , 2004).
Senyawa organik hanya mewakili satu jenis senyawa kimia, yaitu yang
mengandung satu atom karbon atau lebih. Kimia organik barangkali lebih baik
didefinisikan sebagai kimia senyawa yang mengandung karbon. Identifikasi
gugus fungsi dari masing-masing sampel khususnya senyawa organik dengan
perbedaan suhu kalsinasi dan variasi lama waktu kalsinasi memperlihatkan
intensitas yang rendah serta bentuk puncak yang semakin melebar. Dengan
bertambah suhu dan lama waktu kalsinasi maka intensitas dari komposit semakin
meningkat. Metoda sol gel merupakan suatu metode yang digunakan untuk
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 60
pembentukan senyawa-senyawa anorganik melalui suatu reaksi kimia pada
temperatur yang relatif rendah. Selain itu, metoda sol gel merupakan metoda
yang mudah dan telah banyak digunakan dalamsintesis senyawa organik mapun
senyawa anorganik (Yulita,2012)
D. ALAT DAN BAHAN
Alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah molimod.
E. Hasil Pengamatan
No NamaSenyawa Gambar
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 61
1.
sp
3
sp
2
sp
dsp
3
d
2
sp
3
2. 2-metilheksana
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 62
2-butanol
2-butena
1-propanol
Metileileter
3.
Benzena
Naftalena
4.
3atomCsp
3
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 63
4atomCsp
3
5atomCsp
3
6atomCsp
3
7atomCsp
3
8atomCsp
3
5.
Proyeksi titikpadat
Proyeksi fisher
Proyeksi newman
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 64
Proyeksi sawhorse
6.
Bentukkursi
Bentuksetengahperahu
Bentukperahu
7.
Isomer 2-butena
Cis2-butena
Trans2-butena
Isomer 1,2-diklorosikloheksana
Equatorial-equatorial
Equatorial-aksial
Aksial-aksial
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 65
Aksial-equatorial
8.
Brominasi E-3-metil-2-pentena
Propanol +Cl
2
.
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 66
F. PEMBAHASAN
Ikatan dalamsenyawa organik dapat dijelaskan dengan bantuan notasi
titik elektron. Rumus titik elektron berguna untuk mendeduksi struktur molekul
organik, tetapi lebih baik lagi menggunakan penggambaran yang lebih
sederhana, yaitu rumus struktur atau grafis, dengan satu baris menunjukkan
sepasang elektron yang digunakan bersama. Kemampuan atom karbon
berikatan dengan lebih dari dua atom karbon lain memungkinkan adanya dua
atau lebih senyawa yang memiliki rumus molekul yang sama tetapi strukturnya
berbeda. Beberapa senyawa yang berhubungan dengan cara ini disebut
berisomer satu sama lain. Stereokimia mempelajari susunan atom1 gugus dari
suatu molekul yang terjadi karena reaksi kimia (stereokimia dinamik) ikatan
dalamsenyawa C. AtomC adalah tetravalen dan pada senyawa jenuh keempat
ikatan tersebut kira-kira identik. Penataan (konformasi) senyawa rantai terbuka
dapat digunakan beberapa cara yakni proyeksi newman, fischer, saw horse,
dan wedge line.
Kimia organik sebagai kimia karbon, variasi struktur molekul organik
sangat tergantung pada kondisi atom karbon. Kondisi yang dimaksud salah
satunya adalah orbital hibrid atom karbon.dalam kimia organik sering
ditemukan senyawa yang memiliki rumus molekul sama tetapi struktur berbeda.
Penggunaan model molekul dpat menolong dalam memvisualisasikan berbagi
senyawa organic, sehingga struktur tiga dimensi dari tiap molekul dapat
dipahami lebih real. Reaksi kimia pada dasarnya merupakan pemutusan ikatan
pereaksi dan pembentukan kembali ikatan baru. Visualisasi persamaan reaksi
sederhana, ikatan dan struktur molekul akan lebih jelas dengan menggunakan
model molekul (molimod) seperti yang dilakukan pada praktikum kali ini. Pada
percobaan ini, kita menggambarkan orbital hibrid sp3 yang menciptakan suatu
molekul dengan sudut ikatan sekitar 109,5 yang dapat diamati dari
perangkaian molimod yang membentuk molekul metana yang tetrahedral. J enis
ikatan yang terjadi adalah ikatan kovalen yaitu antara atomC dan H yang sudut
ikatannya 109,5. Ikatan kovalen ini dapat terjadi dimana atom karbon yang
memiliki empat elektron valensi yang berarti memiliki empat tangan ikatan.
Sebenarnya dari teori orbital atom, atom C hanya memiliki dua orbital kosong
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 67
untuk berikatan yaitu pada orbital 2p. Akan tetapi atomC ini dapat mengalami
hibridisasi empat orbital atomnya yaitu satu orbital 2s dan 3 orbital 2p yang
dikenal dengan hibridisasi sp3. Hibridisasi ini terjadi ketika satu elektron pada
orbital 2s dipromosi ke orbital 2p yang kosong. Selanjutnya mengambarkan
orbital hibrid sp2 dapat diamati dengan kita merangkai molimod yang
membentuk molekul etena (C2H4) yang memiliki ikatan rangkap atau
dinamakan segitiga planar. Sudut ikatan pada molekul hibrid sp2 ini adalah
120. Orbital hibrid sp2 ini terbentuk dari satu orbital 2s dan dua orbital 2p,
sedangkan satu orbital 2p tidak terhibridisasi. Orbital hibrid sp2 ini membentuk
ikatan rangkap yang terdiri atas satu ikatan sigma dan satu ikatan phi, dimana
ikatan phi yang tingkat energinya lebih tinggi dari ikatan sigmanya Orbital
hibrida sp yang berbentuk linier diamati pada perangkaian molimod yang
membentuk CO
2
. Tidak adanya elektron bebas pada molekul membuat bentuk
molekul yang lurus atau linier dengan sudut ikatan 180, karena semua
elektron pada atom karbon dipakai untuk berikatan sehingga tidak ada
pengaruh dari pasangan elektron bebas. Hibridisasi yang terjadi antara subkulit
s, p, dan d dapat membentuk orbital hibrid dsp3 dan d2sp3.
Pada percobaan yang dilakukan disusun molekul yang memiliki orbital
hibrid dsp3 yaitu kita melihat pada struktur PCl5 yang memiliki geometri
molekul segitiga bipiramida dengan besar sudut ikatan 90dan 120 dan dsp3
yaitu struktur pada SF6 yang memiliki geometri molekul oktahedral dengan
sudut ikatan 90. Pengamatan selanjutnya yaitu pada perangkaian 2-
metilheksana, 2-butanol, 2-butana,1 propanol, metiletileter. Pertama kita
merangkai 2- metilheksana menunjukkan ikatan yang stabil karena sifatnya
yang tidak kaku dan dapat berotasi mencari bentuk yang paling stabil.
Kemudian yang kedua menunjukan stabil kerena dapat berotasi dan tidak kaku,
Kestabilan ini juga terlihat pada perangkaian, 1-propanol dan metiletil eter.
Berbeda dengan senyawa-senyawa tersebut, senyawa alkena yaitu 2- butena
tidak dapt berotasi secara baik dan bersifat kaku akibat adanya ikatan phi pada
ikatan rangkap dua yang terjadi antara atomkarbon.
Selanjutnya menggambarkan senyawa aromatic yaitu benzene, dimana
benzena merupakan suatu senyawa siklik yang terdiri dari enam atom karbon
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 68
dengan 3 ikatan rangkap dua, yang dapat diamati pada perangkaiannya
menggunakan molimod. Pada penyusunannya kita dapat ketahui kekakuan dari
ikatan yang terjadi akibat adanya ikatan phi pada orbital 2p dari atom karbon
yang berikatan rangkap 2. Ikatan rangkap pada senyawa ini mudah mengalami
delokalisasi (resonansi) elektron yaitu ikatan rangkap tersebut terus pindah ke
ikatan disebelahnya. Benzena merupakan suatu senyawa monosiklik yang
bersifat aromatik. Kearomatisan senyawa organik monosiklik ini diatur oleh
hukumHuckel yang menyatakan bahwa suatu senyawa akan memiliki sifat-sifat
aromatik bila mempunyai electron phi (pZ) sebanyak 2n + 2, serta mempunyai
struktur planar (orbital 2p sejajar). Pada proyeksi fisher dimana gugus yang
paling mudah teroksidasi adalah gugus yang terletak diatas, proyeksi ini
menunjukan penataan ruang dan gugus-gugus disekitar atom padaa etanol,
pada proyeksi nowman dapat dilihat dalamtiga bentuk eclips. Pada penyusunan
molekul etanol dengan molimod dalamberbagai bentuk proyeksi tersebut pada
dasarnya adalah sama dimana yang membedakan adalah cara kita
menggambarkannya. Cara pandang pada proyeksi titik dan taji padat adalah
dilihat dari arah samping pada penggambarannya dalam bentuk dua dimensi,
dimana gugus OH pada etanol digambarkan di bagian atas atau di bawah
bidang. Pada proyeksi fisher, kita menempatkan gugus yang paling mudah
teroksidasi di bagian atas yaitu gugus OH yang merupakan kondisi dengan
tingkat energi yang sesuai dan stabil.
Proyeksi Newman digambarkan dengan sudut pandang dari arah
depan dimana atomkarbon yang terletak dibelakang atomkarbon depan tidak
terlihat. Ikatan pada bagian belakang hanya tampak sebagian yang dapat diatur
dalamtiga bentuk konformasi yaitu eklips (0), gauche (60), dan anti (180).
Gauche dan anti sbenarnya termasuk dalam konformasi stagger yaitu gugus
yang bersesuaian diletakkan terbalik. Bentuk konformasi yang paling stabil
adalah bentuk anti yang interaksi gugusnya semakin kecil. Sedangkan proyeksi
sawhorse mirip dengan proyeksi titik dan taji padat, dimana penggambarannya
terlihat seperti bentuk kursi yang dapat menunjukkan keadaan stabil dari
struktur molekulnya.
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 69
Pada penyusunan molekul sikloheksana dengan molimod dalam tiga
bentuk proyeksi newman yaitu bentuk kursi, setengah perahu, dan perahu,
menunjukan kondisi kestabilan yang berbeda. Konformasi bentuk kursi adalah
kondisi yang paling stabil akibat letak gugus yang berseberangan sehingga
interaksinya kecil dan tidak terjadinya ikatan Van der Wools.
Stereoisomer merupakan cara menggambarkan penyusunan atom
dalam ruang yang berbeda dari suatu senyawa dengan struktur yang sama,
misalnya isomer cistrans yang diperlihatkan pada perangkaian 2-butena dan
1,2-diklorosikloheksana. Pada perangkaian 2-butena, dalam isomer cis, ke dua
gugus metil berada di atas bidang dan sejajar, sedangkan dalamisomer trans,
satu gugus metil ada di atas dan gugus metil lainnya berada di bawah atau
saling berseberangan.
Kondisi yang paling stabil adalah molekul pada posisi trans yang
dikarenakan interaksi gugusnya kecil . Keisomeran juga terdapat pada senyawa
siklik seperti pada senyawa 1,2- diklorosikloheksana. Isomer yang terjadi pada
senyawa ini adalah isomer cis-trans, dimana dalam keadaan cis gugus Cl
terletak pada posisi equatorial-aksial dan aksialequatorial. Sedang pada isomer
trans, dua gugus Cl terletak pada posisi aksial-aksial dan equatorial-equatorial.
Molekul dari senyawa ini paling stabil dalamposisi trans.
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 70
I . KESI MPULAN
Berdasarkan percobaan yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa :
1. Model molekul (molimod) digunakan untuk mempermudah dalam memahami
struktur tiga dimensi suatu molekul, baik isomer maupun struktur dari molekul
itu sendiri dengan penggambaran yang nyata.
2. Visualisasi senyawa-senyawa organik dengan menggunakan molimod dapat
memudahkan kita mengetahui posisi stabil yang dapat dibentuk oleh suatu
senyawa.
3. Reaksi-reaksi kimia seperti pemutusan ikatan rangkap dan pembentukan
kembali ikatan yang baru dapat teramati melalui perangkaian molimod.
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 71
DAFTAR PUSTAKA
Hidayati M, dan Yusrin. 2010. Pengaruh Lama Waktu Simpan Pada Suhu Ruang (27-
29oc) Terhadap Kadar Zat Organik Pada Air MinumIsi Ulang. J urnal Unimus.
Notodarmojo, Suprihanto dan Anne Deniva.2004. Penurunan Zat Organik Dan
Kekeruhan Menggunakan Teknologi Membran Ultrafiltrasi Dengan Sistem
Aliran Dead-End. J urnal sains dan teknologi, Vol. 36A, No. 1
Suwarso, Wahyudi Priyono. 2002. Semi-Sintesis Vanili Dari Guaiakol Via Reaksi
Reimertiemann Yang Dikatalisis Dengan Katalis Transferfase/Ptc. J urnal
SAINS, VOL. 6, NO. 2
Wiyarno, Yoso dan Sri Widyastuti. 2010. Isolasi Dan Identifikasi komponen
Senyawa Penyusun Bau pada Limbah Pabrik Tapioka. J urnal Ilmiah Teknik
Lingkungan, Vol. 1, No. 2.
Yulita, Rina. 2012. Optimasi Proses Kalsinasi Pada Sintesis Komposit Tio2/Kitosan .
J urnal Kimia Unand, Vol.1, No.1.
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 72
MAKALAH KIMIA ORGANIK
SENYAWA HIDROKARBON
OLEH :
NAMA : I MADE SATRIA BINAWA ALIT
NIM : F1F112135
KELAS : C
J URUSAN FARMASI
FAKULTASMATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSI TASHALU OLEO
KENDARI
2013
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 73
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Salah satu rumpun senyawa yang melimpah di alam adalah senyawa
karbon. Senyawa ini tersusun atas atom karbon dan atom-atom lain yang terikat
pada atom karbon, seperti hidrogen, oksigen, nitrogen, dan atom karbon itu
sendiri. Salah satu senyawa karbon paling sederhana adalah hidrokarbon.
Hidrokarbon banyak digunakan sebagai komponen utama minyak bumi
dan gas alam. Senyawa hidrokarbon adalah senyawa yang terdiri atas hidrogen
dan karbon. Pembakaran sempurna senyawa hidrokarbon akan menghasilkan uap
air (H
2
O) dan karbon dioksida (CO
2
) dan pembakaran tidak sempurna senyawa
hidrokarbon akan menghasilkan uap air (H
2
O), karbon dioksida (CO
2
), dan karbon
monoksida (CO). Sumber utama senyawa karbon adalah minyak bumi dan batu
bara. Adanya uap air dapat dideteksi dengan menggunakan kertas kobalt biru yang
akan menjadi berwarna merah muda dengan adanya air.
Senyawa karbon yang pertama kali disintesis adalah urea (dikenal
sebagai senyawa organik) oleh Friederick Wohler dengan memanaskan amonium
sianat menjadi urea di laboratorium.
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 74
B. RumusanMasalah
1. Apa pengertian hidrokarbon ?
2. Bagaimana karakteristik hidrokarbon ?
3. Bagaimana identifikasi dan klasifikasi hidrokarbon ?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian hidrokarbon.
2. Untuk mengetahui karakteristik hidrokarbon.
3. Untuk mengetahui identifikasi dan klasifikasi hidrokarbon .
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 75
BAB II
PEMBAHASAN
A. PengertianHidrokarbon
Senyawa hidrokarbon merupakan senyawa karbon yang paling
sederhana. Dari namanya, senyawa hidrokarbon adalah senyawa karbon yang
hanya tersusun dari atom hidrogen dan atom karbon. Dalam kehidupan sehari-hari
banyak kita temui senyawa hidrokarbon, misalnya minyak tanah, bensin, gas
alam, plastik dan lain-lain. Sampai saat ini telah dikenal lebih dari 2 juta senyawa
hidrokarbon. Untuk mempermudah mempelajari senyawa hidrokarbon yang
begitu banyak, para ahli mengolongkan hidrokarbon berdasarkan susunan
atomatom karbon dalam molekulnya.
Senyawa hidrokarbon adalah senyawa yang terdiri atas hidrogen dan
karbon. Pembakaran sempurna senyawa hidrokarbon akan menghasilkan uap air
(H
2
O) dan karbon dioksida (CO
2
) dan pembakaran tidak sempurna senyawa
hidrokarbon akan menghasilkan uap air (H
2
O), karbon dioksida (CO
2
), dan karbon
monoksida (CO). Sumber utama senyawa karbon adalah minyak bumi dan batu
bara.
Adanya uap air dapat dideteksi dengan menggunakan kertas kobalt biru
yang akan menjadi berwarna merah muda dengan adanya air. Sedangkan adanya
gas karbon dioksida dapat dideteksi dengan menggunakan air barit (Ca(OH)
2
atau
Ba(OH)
2
) melalui reaksi:
CO
2
(g) + Ca(OH)
2
(aq)
CaCO
3
(s) + H
2
O (l)
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 76
Senyawa karbon yang pertama kali disintesis adalah urea dikenal sebagai
senyawa organik dengan memanaskan amonium sianat menjadi urea di
laboratorium. Perbedaan karbon organik dan karbon anorganik, di dalam
strukturnya tidak terdapat rantai atom karbon, struktur molekulnya dari yang
sederhana sampai yang besar dan kompleks struktur molekulnya sederhana
mempunyai isomer, tidak mempunyai isomer mempunyai ikatan kovalen,
mempunyai ikatan ion titik didih/ leleh rendah titik didih/leleh tinggi, umumnya
tidak mudah larut dalam air, mudah larut dalam air, kurang stabil terhadap
pemanasan, lebih stabil terhadap pemanasan, reaksi umumnya berlangsung lambat
reaksi, berlangsung lebih cepat
B. KekhasanAtomKarbon
Atom karbon memiliki empat elektron valensi dengan rumus Lewis yang
ditunjukkan di samping. Keempat elektron valensi tersebut dapat membentuk
empat ikatan kovalen melalui penggunaan bersama pasangan elektron dengan
atom-atom lain. Atom karbon dapat berikatan kovalen tunggal dengan empat atom
hidrogen membentuk molekul metana (CH
4
).
Selain dapat berikatan dengan atom-atom lain, atom karbon dapat juga
berikatan kovalen dengan atom karbon lain, baik ikatan kovalen tunggal maupun
rangkap dua dan tiga, seperti pada etana dan etuna. Kecenderungan atom karbon
dapat berikatan dengan atom karbon lain memungkinkan terbentuknya senyawa
karbon dengan berbagai struktur (membentuk rantai panjang atau siklik).
Hal inilah yang menjadi ciri khasatom karbon. Jika satu atom hidrogen
pada metana (CH
4
) diganti oleh gugus CH
3
maka akan terbentuk etana (CH
3

Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 77
CH
3
). Jika atom hidrogen pada etana diganti oleh gugus CH
3
maka akan
terbentuk propana (CH
3
CH
2
CH
3
) dan seterusnya hingga terbentuk senyawa
karbon berantai atau siklik.
B. PenggolonganSenyawaHidrokarbon
1. Berdasarkan jumlah atom karbon yang diikat oleh atom karbon lainnya
a. Atom C primer, adalah atom C yang diikat oleh 1 atom C yang lain.
b. Atom C sekunder, adalah atom C yang diikat oleh 2 atom C yang lain.
c. Atom C tersier, adalah atom C yang diikat oleh 3 atom C yang lain.
d. Atom C kuartener, adalah atom C yang diikat oleh 4 atom C yang lain.
keterangan:
nomor (1) : atom C primer
nomor (2) : atom C sekunder
nomor (3) : atom C tersier
nomor (4) : atom C kuartener
2. Berdasarkan kerangkanya
a. Senyawa hidrokarbon rantai terbuka (alifatik), adalah senyawa hidrokarbon
yang memiliki rantai karbon terbuka, baik lurus, bercabang, berikatan tunggal
atau berikatan rangkap 2 atau rangkap 3.
b. Senyawa hidrokarbon rantai tertutup (asiklik), adalah senyawa hidrokarbon
yang memiliki rantai tertutup. Dibagi menjadi dua golongan, yaitu: Senyawa
hidrokarbon asiklik, yaitu senyawa hidrokarbon dengan rantai tertutup yang
mengandung ikatan jenuh atau tidak jenuh. Senyawa hidrokarbon aromatik,
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 78
yaitu senyawa hidrokarbon dengan rantai tertutup yang membentuk cincin
benzena atau terdapat ikatan rangkap dan tunggal yang bergantian.
3. Berdasarkan kejenuhan ikatannya
a. Hidrokarbon jenuh, adalah senyawa hidrokarbon yang atom C nya mempunyai
ikatan tunggal/tidak mempunyai ikatan rangkap. Contoh golongan alkana.
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 79
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
a. Kesimpulan
1. Senyawa hidrokarbon adalah senyawa karbon yang hanya tersusun dari
atom hidrogen dan atom karbon.
2. Karakteristik senyawa karbon dapat dilihat berdasarkan jumlah atom
karbon yang diikat oleh atom karbon lainnya, berdasarkan kerangkanya,
dan berdasarkan kejenuhan ikatannya.
b. Saran
Semoga makalah ini dapat bermanfaat baagi pembaca. Dan dapat
dijadikan referensi yang baik untuk selanjutnya.
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 80
MAKALAH KI MI A ORGANI K I I
GUGUS FUNGSI
OLEH :
NAMA : I MADE SATRI A BI NAWA ALI T
NI M : F1F1 12135
KELAS : C
KELOMPOK : I V
ASI STEN : AGUNG WI BAWA MAHATVA YODHA, S.si
J URUSAN FARMASI
FAKULTAS MATEMATI KA DAN I LMU PENGETAHUAN ALAM
UNI VERSI TAS HALUOLEO
KENDARI
2013
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 81
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum, Wr. Wb.
Puji syukur kehadirat Allah SWT karena dengan rahmat dan karunia-Nya
sehingga makalah berjudul Gugus-gugus Fungsi dalam Kimia Organik ini telah
dapat diselesaikan. Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu kewajiban
sebagai praktikan pada praktikumKimia Organik Farmasi.
Diharapkan makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua
tentang Materi Kimia Organik II terutama mengenai gugus fungsi. Penulis
menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan
saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu penulis harapkan demi
kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, penulis sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah
berperan serta dalampenyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah
SWT senantiasa meridhoi segala usaha kita. Amin.
Wassalamualaikum, Wr. Wb.
Kendari, 11 Desember, 2013
Penulis
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 82
DAFTAR I SI
Halaman
KATA PENGANTAR...........................................................................................................80
DAFTAR ISI ......................................................................................................................82
BABI PENDAHULUAN......................................................................................................83
A. LATAR BELAKANG..................................................................................................83
B. RUMUSAN MASALAH.............................................................................................83
C. TUJ UAN...................................................................................................................83
BABII TINJ AUAN PUSTAKA............................................................................................84
BABIII PEMBAHASAN.....................................................................................................87
A. PENGERTIAN GUGUS FUNGSI ..............................................................................87
B. MACAM-MACAMGUGUS FUNGSI..........................................................................87
BABIV PENUTUP...........................................................................................................118
A. KESIMPULAN........................................................................................................118
B. SARAN...................................................................................................................119
DAFTAR PUSTAKA................................................................Error! Bookmarknot defined.
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 83
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Semua senyawa organik di kelompokkan ke dalam beberapa golongan,
didasarkan pada gambaran karakteristik yang disebut dengan gugus fungsional.
Gugus fungsional adalah suatu atom atau kelompok atom dalam molekul yang
berfungsi sebagai sisi aktif reaktivitas kimiawi. Atom karbon akan bergabung
dengan atom-atom yang lain seperti N, H, O, S serta atom-atom halogen untuk
membentuk gugus fungsional.
Suatu reaksi merupakan proses dimana suatu senyawa diubah ke dalam
suatu senyawa baru. Dengan demikian gugus fungsional sangat penting dalam
reaksi-reaksi kimia. Gugus-gugus fungsional sangat baik untuk diketahui karena
gugus-gugus fungsional akan berpengaruh pada sifat fisika-kimia molekul
organik, yang didalamnya juga merupakan berbagai macammolekul obat.
Gugus fungsional berdasarkan struktur elemen kuncinya, terdiri dari
alkana, alkena, alkuna, aromatis, halo-alkana, alkohol, tiol (merkptan), sulfide,
eter, amina, aldehid, keton, asam karboksilat, ester, anhidrida, amida, nitril, da
sebagainya. R merupakan gugus hidrokarbon seperti metal atau etil, dan
terkadang fenil atau H, jika R berada dalam gugus yang sama dalam satu
struktur tunggal, maka R dapat dikatakan sama atau berbeda.
B. RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah dari makalah ini adalah sebagai berikut.
1. Apa yang dimaksud dengan gugus fungsi ?
2. Apa macam-macamgugus fungsi dan sifatnya masing-masing ?
C. TUJ UAN
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut.
1. Untuk mengetahui pengertian gugus fungsi.
2. Untuk mengetahui macam-macamdan sifat gugus fungsi dalamkimia
organik.
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 84
BAB I I
TI NJ AUAN PUSTAKA
Semua senyawa organik di kelompokkan ke dalam beberapa golongan,
didasarkan pada gambaran karakteristik yang disebut dengan gugus fungsional.
Gugus fungsional adalah suatu atom atau kelompok atom dalam molekul yang
berfungsi sebagai sisi aktif reaktivitas kimiawi. Atom karbon akan bergabung
dengan atom-atomyang lain seperti N, H, O, S serta atom-atomhalogen untuk
membentuk gugus fungsional. Suatu reaksi merupakan proses dimana suatu
senyawa diubah ke dalamsuatu senyawa baru. Gugus-gugus fungsional sangat
baik untuk diketahui karena gugus-gugus fungsional akan berpengaruh pada
sifat fisika-kimia molekul organik, yang didalamnya juga merupakan berbagai
macammolekul obat (Sarker, 2007).
Fenol merupakan senyawa yang dapat menimbulkan bau tidak sedap,
bersifat racun dan korosif terhadap kulit (iritasi), menyebabkan gangguan
kesehatan manusia dan kematian pada organisme yang terdapat pada air
dengan nilai konsentrasi tertentu. Fenol terdiri dari rantai dasar benzene
aromatik dengan satu atau lebih kelompok hidroksil. Tingkat toksisitas fenol
beragam tergantung dari jumlah atom atau molekul yang melekat pada rantai
benzene-nya. Untuk fenol terklorinasi, semakin banyak atom klorin yang diikat
rantai benzena maka semakin toksik rantai tersebut. Klorofenol lebih bersifat
toksik pada biota air, seperti akumulasi dan lebih persisten dibanding dengan
fenol sederhana. Fenol sederhana seperti phenol, cresol dan xylenol mudah larut
dalamair dan lebih mudah didegradasi (Dewilda., dkk, 2012).
TiO
2
merupakan senyawa semikonduktor yang stabil dan bertindak
sebagai katalis untuk degradasi senyawa organik dengan konsentrasi rendah,
karena melibatkan spesies radikal aktif. Berdasarkan hal di atas, sangat menarik
merekayasa struktural dan porositas TiO
2
dan turunannya yang efektif dan
efisien sebagai pendegradasi polutan femol atau organik dilingkungan perairan.
Efek toksik fenol terhadap manusia dengan menyerang organ: ginjal, hati,
limpa, pangkreas, paru-paru dan otak (Sutrisno., dkk, 2006).
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 85
Alkohol merupakan zat psikotropika dengan penggunaan yang paling
luas. larut air. Senyawa ini sering juga disebut etil alkohol atau alkohol saja.
Alkohol dibuat dari hasil fermentasi, berupa cairan jernih tak berwarna dan
rasanya pahit. Molekul alkohol sangat kecil dan dapat denganmudah larut dalam
lipid dan air. Oleh karena sifat ini, alkohol memasuki aliran darah dengan mudah
dan juga dapat melewati sawar darah otak (blood brain barrier) dengan bebas.
Efek akut konsumsi alkohol berhubungan dengan penekanan terhadap Sistem
Saraf Pusat (SSP). Setelah memasuki sirkulasi, alkohol segera berefek pada
susunan saraf, terutama menekan kerja otak. Intensitas penekanan ini
bergantung pada jumlah alkohol dalam darah. Sedangkan konsumsi kronis
alkohol berkaitan erat dengan gangguan multi organ yang terjadi melalui
berbagai mekanisme (Halim., dkk, 2006).
Alkohol merupakan suatu zat kimia yang banyak digunakan untuk
keperluan misalnya di dalam obat, parfum, larutan-larutan untuk keperluan di
laboratorium, industri kimia dan sebagainya. Dalam melakukan pencampuran
dalam suatu larutan pada saat ini tidak sedikit masih dilakukan secara manual,
yaitu dengan menggunakan hitungan takaran melalui perhitungan-perhitungan
kimia tertentu, hal ini tentu akan menghambat pemberian kadar alkohol dan
keakuratannya (Syahrul., dkk, 2013).
Asam karboksilat adalah asam organik yang diidentikkan dengan gugus
karboksil. Asam karboksilat merupakan asam Bronsted-Lowry (donor proton).
Garam dan anion asam karboksilat dinamakan karboksilat. Asam karboksilat
merupakan senyawa polar, dan membentuk ikatan hidrogen satu sama lain.
Pada fasa gas, Asam karboksilat dalam bentuk dimer. Dalam larutan Asam
karboksilat merupakan asam lemah yang sebagian molekulnya terdisosiasi
menjadi H+ dan RCOO-. Contoh : pada temperatur kamar, hanya 0,02% dari
molekul asamasetat yang terdisosiasi dalamair. Asamkarboksilat alifatik rantai
pendek (atom karbon <18) dibuat dengan karbonilasi alkohol dengan karbon
monoksida. Untuk rantai panjang dibuat dengan hidrolisis trigliserida yang biasa
terdapat pada minyak hewan dan tumbuhan (fesenden., dkk, 1986).
Senyawa azo sangat berberfariasi hingga diketahui sedikitnya terdapat
300 jenis. Disebutkan pula bahwa zat warna azo termasuk dalam kelompok
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 86
bahan organik yang sukar terdegredasi secara biologis karena adanya ikatan azo
dan pada beberapa senyawa tertentu mengandung gugus sulfat pada cincin
aromatiknya. Rendahnya tingkat degradabilitas senyawa azo secara biologi
disebabkan oleh sifat penguraian bakteri aerob, yang secara alamiah terdapat di
lingkungan, sangat spesifik, yaitu hanya dapat mendegradasi satu senyawa azo
tertentu dan kurang efesien untuk mengolah camouran warna yang umumnya
dijumpai pada air limbah industri. Sementara itu, kebanyakan bakteri yang aktif
pada kondisi anaerob akan mereduksi senyawa azo menjadi aromatik amina
yang bersifat toksik dan karsinogenik (Arianto A dan Nurhasanah Iis, 2011).
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 87
BAB I I I
PEMBAHASAN
A. PENGERTI AN GUGUS FUNGSI
Senyawa hidrokarbon memiliki sifat tertentu akibat adanya atom selain
atom karbon dan hidrogen di dalamnya. Atom-atom tersebut dinamakan gugus
fungsional senyawa hidrokarbon. Senyawa hidrokarbon memiliki sifat tertentu
akibat adanya atom selain atom karbon dan hidrogen di dalamnya. Atom-atom
tersebut dinamakan gugus fungsional senya a hidrokarbon.
Gugus fungsi adalah kelompok gugus khusus pada atomdalammolekul,
yang berperan dalammemberi karakteristik reaksi kimia pada molekul tersebut.
Senyawa yang bergugus fungsional sama memiliki reaksi kimia yang sama atau
mirip. Gugus fungsi dalam kimia organik berada pada jumlah yang banyak,
tetapi pada makalah ini hanya dijelaskan bebrapa jenis dari gugus fungsi yang
ada.
B. MACAM-MACAM GUGUS FUNGSI
a. Asil Halida
Asil halida adalah turunan asam karboksilat yang paling reaktif.
Reaktivitas turunan asam karboksilat ditentukan oleh kebasaan gugus perginya.
Basa yang lemah bersifat lebih elektronegatif, selain itu kecil kemungkinannya
menyumbangkan elektronnya pada karbon karbonil lewat efek resonansi. Ion
halida adalah basa sangat lemah karena asam konjugasinya adalah asam kuat.
Oleh karena itu, asil halida lebih reaktif dibandingkan turunan asam karboksilat
lainnya.
Asil halida dapat diubah menjadi turunan asam karboksilat lainnya lewat
reaksi substitusi nukleofilik asil. Asil halida bereaksi dengan ion karboksilat
membentuk anhidrida, dengan alkohol membentuk ester, dengan air membentuk
asam karboksilat, dan dengan amina membentuk amida. Hal ini bisa terjadi
karena nukleofilik yang datang lebih basa dibanding ion halida.
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 88
Gugus RCO- adalah sebuah asil halida. Asol klorida adalah asil halida yang
sering digunakan. Asil halida dibuat dengan halogenasi sebuah asamkarboksilat,
sehingga dinamakan asam halida. Gugus RCO- adalah sebuah asil halida. Asol
klorida adalah asil halida yang sering digunakan. Asil halida dibuat dengan
halogenasi sebuah asamkarboksilat, maka dari itu dinamakan asamhalida.
Kegunaan Asil Halida
Sebuah molekul dapat memiliki lebih dari satu gugus asil halida.
Contohnya, adipoil diklorida, atau adipoil klorida. Adipoil klorida memiliki dua asil
klorida. Adipoil klorida digunakan dalam polimerisasi pada senyawa di-amino
organik untuk membentuk poliamida seperti nilon atau polimerisasi dengan
senyawa organik tertentu untuk membentuk poliester.
Dalam kimia, istilah asil halida atau asam halida adalah suatu senyawa
yang diturunkan dari sebuah asam karboksilat dengan menggantikan gugus
hidroksil dengan gugus halida. J ika asam tersebut adalah asam karboksilat,
senyawa tersebut mengandung gugus fungsional -COX, yang terdiri dari gugus
karbonil terikat pada atom halogen seperti pada klorin. Rumus umum untuk
sebuah asil halida dapat dituliskan dengan RCOX, di mana R dapat sebuah gugus
alkil, COadalah gugus karbonil, dan X menunjukkan atomhalogen.
b. Alkohol
Alkohol sering dipakai untuk menyebut etanol, yang juga disebut grain
alcohol; dan kadang untuk minuman yang mengandung alkohol. Hal ini
disebabkan karena memang etanol yang digunakan sebagai bahan dasar pada
minuman tersebut, bukan metanol, atau grup alkohol lainnya. Begitu juga
dengan alkohol yang digunakan dalam dunia famasi. Alkohol yang dimaksudkan
adalah etanol. Sebenarnya alkohol dalam ilmu kimia memiliki pengertian yang
lebih luas lagi.
Dalam kimia, alkohol (atau alkanol) adalah istilah yang umum untuk
senyawa organik apa pun yang memiliki gugus hidroksil (-OH) yang terikat pada
atom karbon, yang ia sendiri terikat pada atom hidrogen dan/atau atom karbon
lain.
J enis-j enis Alkohol
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 89
Berdasarkan jenisnya, alkohol ditentukan oleh posisi atau letak gugus OH
pada rantai karbon utama karbon. Ada tiga jenis alkohol antara lain alkohol
primer, alkohol sekunder dan alkohol tersier. Alkohol primer yaitu alkohol yang
gugus OH nya terletak pada C primer yang terikat langsung pada satu atom
karbon yang lain contohnya : CH3CH2CH2OH (C3H7O). Alkohol sekunder yaitu
alkohol yang gugus -OH nya terletak pada atom C sekunder yang terikat pada
dua atom C yang lain. Alkohol tersier adalah alkohol yang gugus OH nya
terletak pada atomC tersier yang terikat langsung pada tiga atomC yang lain.
Tata Nama
Alkohol diklasifikasikan menjadi primer, sekunder, dan tersier,
berdasarkan jumlah atom karbon terhubung ke atom karbon yang menanggung
gugus hidroksil. Para alkohol primer memiliki rumus umum RCH2OH; yang
sekunder RR'CHOH, dan tersier yang RR'R "COH, dimana R,, R 'dan R" berdiri
untuk kelompok alkil. Etanol dan alkohol n-propil adalah alkohol primer, alkohol
isopropil adalah satu sekunder. Awalan second-(atau s-) dan tert-(atau t-),
konvensional dalam huruf miring, dapat digunakan sebelum nama gugus alkil
untuk membedakan alkohol sekunder dan tersier, masing-masing, dari yang
utama. Sebagai contoh, isopropil alkohol kadang-kadang disebut sec-propil
alkohol, dan alkohol tersier (CH3) 3COH, atau 2-metilpropan-2-ol dalam tata
nama IUPAC umumnya dikenal sebagai tert-butil alkohol atau tert-butanol.
Alkohol memiliki nama sendiri yang lebih umumdigunakan
Chemical Formula IUPACName CommonName
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 90
Monohydricalcohols
CH
3
OH Methanol Woodalcohol
C
2
H
5
OH Ethanol Grainalcohol
C
3
H
7
OH Isopropyl alcohol Rubbingalcohol
C
5
H
11
OH Pentanol Amyl alcohol
C
16
H
33
OH Hexadecan-1-ol Cetyl alcohol
Polyhydricalcohols
C
2
H
4
(OH)
2
Ethane-1,2-diol Ethyleneglycol
C
3
H
5
(OH)
3
Propane-1,2,3-triol Glycerin
C
4
H
6
(OH)
4
Butane-1,2,3,4-tetraol Erythritol
C
5
H
7
(OH)
5
Pentane-1,2,3,4,5-pentol Xylitol
C
6
H
8
(OH)
6
Hexane-1,2,3,4,5,6-hexol Mannitol, Sorbitol
C
7
H
9
(OH)
7
Heptane-1,2,3,4,5,6,7-heptol Volemitol
Unsaturatedaliphaticalcohols
C
3
H
5
OH Prop-2-ene-1-ol Allyl alcohol
C
10
H
17
OH 3,7-Dimethylocta-2,6-dien-1-ol Geraniol
C
3
H
3
OH Prop-2-in-1-ol Propargyl alcohol
Alicyclicalcohols
C
6
H
6
(OH)
6
Cyclohexane-1,2,3,4,5,6-geksol Inositol
C
10
H
19
OH 2- (2-propyl)-5-methyl-cyclohexane-1-ol Menthol
c. Alkana
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 91
Hidrokarbon jenuh yang paling sederhana merupakan suatu deret
senyawa yang memenuhi rumus umum C
n
H
2n+2
yang dinamakan alkana atau
parafin. Suku perfama sampai dengan 10 senyawa alkana dapat anda peroleh
dengan mensubstitusikan harga n dan tertulis dalamtabel berikut.
Suku pertama sampai dengan 10 senyawa alkana
Suku
ke
n rumus molekul nama
titik didih
(C/1 atm)
massa 1 mol
dalamg
1 1 CH
4
metana -161 16
2 2 C
2
H
6
etana -89 30
3 3 C
3
H
8
propana -44 44
4 4 C
4
H
10
butana -0.5 58
5 5 C
5
H
12
pentana 36 72
6 6 C
6
H
14
heksana 68 86
7 7 C
7
H
16
heptana 98 100
8 8 C
8
H
18
oktana 125 114
9 9 C
9
H
20
nonana 151 128
10 10 C
10
H
22
dekana 174 142
Alkana-alkana penting sebagai bahan bakar dan sebagai bahan mentah
untuk mensintesis senyawa-senyawa karbon lainnya. Alkana banyak terdapat
dalam minyak bumi, dan dapat dipisahkan menjadi bagian-bagiannya dengan
distilasi bertingkat. Suku pertama sampai dengan keempat senyawa alkana
berwujud gas pada temperatur kamar.
d. Alkena
Alkena mempunyai gugus fungsi yang berupa ikatan-ikatan rangkap
(double bound). Untuk mengkarakterisasi senyawa yang tidak diketahui sebagai
suatu alkena, kita harus menunjukkan bahwa ia mengalami reaksi khas ikatan
karbon-karbon ganda. Alkena adalah hidrokarbon alifatik tak jenuh yang memiliki
satu ikatan rangkap (C = C). Senyawa yang mempunyai dua ikatan rangkap
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 92
disebut alkadiena, yang mempunyai tiga ikatan rangkap disebut alkatriena, dan
seterusnya.
Alkena mempunyai dua keisomeran sebagai berikut.
1) Keisomeran Struktur
Keisomeran struktur, yaitu keisomeran yang terjadi jika rumus molekul sama,
tetapi rumus struktur berbeda. Keisomeran pada alkena mulai ditemukan
pada C
4
H
8
terus ke suku yang lebih tinggi.
2) Keisomeran Geometri
Keisomeran geometri, yaitu keisomeran yang terjadi karena perbedaan
orientasi gugus-gugus di sekitar C ikatan rangkap. Syarat terjadinya isomer
geometri adalah apabila masing-masing atomkarbon yang berikatan rangkap
mengikat 2 atomatau 2 gugus yang berbeda, sehingga jika atomatau gugus
yang diikat tersebut bertukar tempat, maka strukturnya akan menjadi
berbeda.
e. Alkuna
Alkuna adalah hidrokarbon yang mengandung satu ikatan rangkap tiga di
antara dua atom karbon. Catat bahwa akhir nama masing-masing adalah -una.
Akhiran ini menunjukkan adanya rangkap tiga di dalam molekul. Rumus umum
untuk alkuna ini adalah C
n
H
2n-2
. Alkuna juga merupakan contoh dari deret
homolog.
Ciri-ciri alkuna
Hidrokarbon tak jenuh mempunyai ikatan rangkap tiga
Sifat-sifatnya menyerupai alkena, tetapi lebih reaktif
Pembuatan : CaC2 +H2O C2H2 +Ca(OH)2
Sifat-sifat :
1. Suatu senyawaan endoterm, maka mudah meledak
2. Suatu gas, tak berwarna, baunya khas
Penggunaan etuna :
Pada pengelasan : dibakar dengan O2 memberi suhu yang tinggi (
3000
o
C), dipakai untuk mengelas besi dan baja
- Untuk penerangan
- Untuk sintesis senyawa lain
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 93
Sifat Fisika Alkuna
Sifat fisis alkuna, yakni titik didih mirip dengan alkana dan alkena.
Semakin tinggi suhu alkena, titik didih semakin besar. Pada suhu kamar, tiga
suhu pertama berwujud gas, suhu berikutnya berwujud cair sedangkan pada
suhu yang tinggi berwujud padat.
Sifat Kimia Alkuna
Adanya ikatan rangkap tiga yang dimiliki alkuna memungkinkan
terjadinya reaksi adisi, polimerisasi, substitusi dan pembakaran
1. Reaksi adisi pada alkuna
Reaksi alkuna dengan halogen (halogenisasi)
Reaksi alkuna dengan hidrogen halida
Reaksi alkuna dengan hidrogen
2. Polimerisasi alkuna
3. Substitusi alkuna Substitusi (pengantian) pada alkuna dilakukan dengan
menggantikan satu atom H yang terikat pada C=C di ujung rantai dengan
atomlain.
4. Pembakaran alkuna Pembakaran alkuna (reaksi alkuna dengan oksigen) akan
menghasilkan CO
2
dan H
2
O.
2CH=CH +5 O
2
4CO
2
+2H
2
f. Amida
Amida merupakan salah satu turunan asamkarboksilat. Turunan-turunan
asam karboksilat memiliki stabillitas dan reaktifitas yang berbeda tergantung
pada gugus terbalik, yang berarti bahwa senyawa yang lebih stabil umumnya
kurang reaktif dan sebaliknya. Karena amida adalah jenis yang paling stabil,
secara logis harus mengikuti bahwa amida tidak dapat dengan mudah berubah
menjadi jenis molekul lain.
Sifar-sifat Fisika
Kepolaran molekul senyawa turunan asam karboksilat yang disebabkan
oleh adanya gugus karbonil (-C-), sangat berpengaruh terhadap sifat-sifat
fisiknya (titik didih,titik lebur dan kelarutan) diketahui bahwa titik didih halida
asam, anhidrida asam karboksilat dan ester hampir sama hampir sama dengan
titik didih aldehid dan keton yang berat molekulnya sebanding. Perlu diingat
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 94
bahwa aldehid dan keton adalah senyawa yang juga mengandung gugus
karbonil. Khusus untuk senyawa amida, ternyata harga titik didihnya cukup
tinggi. Hal ini disebabkan oleh adanya ikatan hidrogen antar molekulnya.
Semua turunan asam karboksilat dapat larut dalam pelarut organik,
sedangkan dalam air kelarutannya tergantung pada jumlah atom karbon yang
terdapat dalam molekulnya. Sebagai contoh, untuk kelompok senyawa ester
yang mengandung 3-5 atom C dapat larut dalam air, tetapi untuk kelompok
senyawa amida yang larut dalamair adalah yang memiliki 5-6 atomC.
Sifat-sifat Kimia
Dalam mempelajari sifat-sifat kimia masing-masing kelompok turunan
asam karboksilat, terlebih dahulu harus dipahami. Ciri-ciri umum reaksinya
seperti yang di uraikan di bawah ini :
a. Keberadaan gugus karbonil dalam turunan asam karboksilat sangat
menentukan kereaktifan dalam reaksinya, walaupun gugus karbonil tersebut
tidak mengalami perubahan.
b. Gugus asil ( R-C=O ) menyebabakan turunan asam karboksilat mudah
mengalami substitusi nukleofilik. Dalam substitusi ini, atom/gugus yang
berkaitan dengan gugus asil digantikan oleh gugus lain yang bersifat basa.
Pola umumreaksi substitusi nukleofilik tersebut dituliskan dengan persamaan
reaksi
c. Reaksi substitusi nukleofilik pada turunan asam karboksilat berlangsung lebih
cepat dari pada reaksi substitusi nukleofilik pada rantai karbon jenuh (gugus
alkil), sehingga dengan demikian
g. Amina
Amina adalah turunan organik dari amonia. Amina dapat dikelompokkan
sebagai amina primer, sekunder, atau tersier, menurut banyaknya substituen
alkil atau aril yang terikat pada nitrogen. Klasifikasi halida dan alkohol
berdasarkan banyaknya gugus yang terikat pada karbon yang memiliki halida
atau gugus hidroksil itu.
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 95
Ikatan dalam suatu amina beranalogi langsung dengan ikatan dalam
amonia, suatu atomnitrogen sp
3
yang terikat pada tiga atom atau gugus lain (H
atau R) dan dengan sepasang elektronmenyendiri dalamorbital sp
3
yang tersisa.
Dalam garam amina atau garam amonium kuartener,pasangan elektron
menyendiri membentuk ikatan sigma keempat. Kation beranalogi dengan ion
amonium.
Karena tidak mempunyai ikatan NH, amina tersier dalam bentuk cairan
murni tidak dapatmembentuk ikatan hidrogen. Titik didih amina tersier lebih
rendah daripada amina primer atausekunder yang bobot molekulnya sepadan,
dan titik didihnya lebih dekat ke titik didih alkana yangbobot molekulnya
bersamaan. Amina berbobot molekul rendah larut dalam air karena membentuk
ikatan hidrogen dengan air.Amina tersier maupun amina sekunder dan primer
dapat membentuk ikatan hidrogen karena memilikipasangan elektron menyendiri
yang dapat digunakan untuk membentuk ikatan hidrogen dengan air.
Sifat amina yang merupakan basa yang lebih kuat makan mempunyai
asam konjugat yang jauhlebih lemah karena pKa lebih rendah. Sifat-sifat
struktural yang sama yang mempengaruhi kuat asamrelatif dari asamkarboksilat
dan fenol juga mempengaruhi kuat basa relatif dari amina.
h. Asam karboksilat
Asam karboksilat (RCOOH) mengandung gugus karbonil dan gugus
hidroksil. Walaupun gugus karboksilat merupakan gabungan gugus karbonil dan
gugus hidroksil, tetapi sifat-sifat gugus tersebut tidak muncul dalam asam
karboksilat karena menjadi satu kesatuan dengan ciri tersendiri. Ester adalah
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 96
turunan dari asam karboksilat dengan mengganti gugus hidroksil oleh gugus
alkoksi dari alkohol.
Sifat-sifat
Dua asamkarboksilat paling sederhana adalah asammetanoat dan asam
etanoat, masing-masing memiliki titik didih 101 C dan 118 C. Tingginya titik
didih ini disebabkan oleh adanya tarik menarik antar molekul asam membentuk
suatu dimer.
Ditinjau dari gugus fungsionalnya, asam karboksilat umumnya bersifat
polar, tetapi kepolaran berkurang dengan bertambahnya rantai karbon. Makin
panjang rantai atomkarbon, makin berkurang kepolarannya, akibatnya kelarutan
di dalam air juga berkurang.Sebagaimana alkohol, empat deret pertama asam
karboksilat (format, etanoat, propanoat, dan butanoat) dapat larut baik di dalam
air. Asam pentanoat dan heksanoat sedikit larut, sedangkan asam karboksilat
yang rantai karbonnya lebih panjang tidak larut.
i. Eter
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 97
Eter adalah nama senyawa kimia yang memiliki gugus eter (atomoksigen
yang diikat 2 substituen (alkil/aril)). Senyawa eter biasanya dipakai sebagai
pelarut dan obat bius. Molekul eter tidak dapat membentuk ikatan hidrogen
sehingga titik didihnya rendah. Eter sedikit polar (lebih polar dari alkena). Eter
dapat dikatakan sebagai basa lewis dan dapat membentuk polieter.
Eter memiliki ikatan C-O-C yang bersudut ikat sekitar 110 dan jarak C-O
sekitar 140 pm. Sawar rotasi ikatan C-O sangatlah rendah. Menurut teori ikatan
valensi, hibridisasi oksigen pada senyawa eter adalah sp
3
.
Oksigen lebih elektronegatif daripada karbon, sehingga hidrogen yang
berada pada posisi alfa relatif terhadap eter bersifat lebih asam daripada
hidrogen senyawa hidrokarbon.
Sifat-sifat fisika
Molekul-molekul eter tidak dapat berikatan hidrogen dengan sesamanya,
sehingga mengakibatkan senyawa eter memiliki titik didih yang relatif rendah
dibandingkan dengan alkohol.
Eter bersifat sedikit polar karena sudut ikat C-O-C eter adalah 110
derajat, sehingga dipol C-Otidak dapat meniadakan satu sama lainnya. Eter lebih
polar daripada alkena, namun tidak sepolar alkohol, ester, ataupun amida. walau
demikian, keberadaan dua pasangan elektron menyendiri pada atom oksigen
eter, memungkinkan eter berikatan hidrogen dengan molekul air.Eter dapat
dipisahkan secara sempurna melalui destilasi.
Eter siklik seperti tetrahidrofuran dan 1,4-dioksana sangat larut dalamair
karena atom oksigennya lebih terpapar ikatan hidrogen dibandingkan dengan
eter-eter alifatik lainnya.
Walaupun eter tahan terhadap hidrolisis, ia dapat dibelah oleh asam-asam
mineral seperi asambromat dan asamiodat. Asamklorida hanya membelah eter
dengan sangat lambat. Metil eter umumnya akan menghasilkan metil halida:
ROCH
3
+HBr CH
3
Br +ROH
Beberapa jenis eter dapat terbelah dengan cepat menggunakan boron
tribomida (dalam beberapa kasus aluminium klorida juga dapat digunakan) dan
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 98
menghasilkan alkil bromida. Berganting pada substituennya, beberapa eter dapat
dibelah menggunakan berbagai jenis reagen seperti basa kuat.
j . Ester
Ester adalah suatu senyawa organik yang terbentuk melalui penggantian
satu (atau lebih) atom hidrogen pada gugus hidroksil dengan suatu gugus
organik (biasa dilambangkan dengan R'). Asamoksigen adalah suatu asamyang
molekulnya memiliki gugus -OH yang hidrogennya (H) dapat menjadi ion H
+
.
Gugus fungsional ester (RCOOR). Ester adalah senyawa yang dapat
dianggap turunan dari asam karboksilat dengan mengganti ion hidrogen pada
gugus hidroksil oleh radikal hidrokarbon. Beberapa contoh ester ditunjukkan
berikut ini.
Gugus OH dari gugus karboksil diganti oleh gugus OR. Dalamester, R
dan R dapat sama atau berbeda.
Sifat dan Kegunaan Ester
Ester dapat dihidrolisis dengan menggunakan asam atau basa. Hidrolisis
ester disebut juga reaksi penyabunan. Hidrolisis ester tiada lain adalah
mengubah ester menjadi alkohol dan garam yang berasal dari turunannya.
Misalnya, hidrolisis etil asetat. Proses hidrolisis berlangsung sempurna jika
dididihkan dengan pelarut basa, seperti NaOH. Reaksi penyabunan bukan
merupakan reaksi kesetimbangan sebagaimana pada esterifikasi sebab pada
akhir reaksi, ion alkoksida mengikat proton dari asam karboksilat dan terbentuk
alkohol yang tidak membentuk kesetimbangan.
C
2
H
5
COOC
2
H
5
+H
2
O
H2SO4
C
2
H
5
COOH +C
2
H
5
OH
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 99
C
2
H
5
COOC
2
H
5
+NaOH C
2
H
5
COONa +C
2
H
5
OH
Ester adalah nama dari gugus fungsi -COO- yang terdapat pada golongan
senyawa alkil alkanoat. Rumus umum ester adalah RCOOR atau C
n
H
2n
O
2
. Ester
adalah turunan dari asam karboksilat atau asam alkanoat, RCOOH. Sebab itu
kedua golongan senyawa ini memiliki rumus molekul yang sama, sehingga
keduanya adalah pasangan isomer fungsi, yaitu isomer yang memiliki rumus
molekul sama, C
n
H
2n
O
2
namun rumus strukturnya berbeda karena adanya
perbedaan gugus fungsi.
Ester dapat dibuat melalui reaksi esterifikasi, yaitu reaksi pembentukan
ester dari asam alkanoat dan alkanol. Reaksi ini merupakan reaksi
kesetimbangan, jadi memerlukan katalis untuk mempercepat tercapainya
keadaan setimbang. Katalis yang digunakan adalam asam sulfat. Contoh, asam
asetat (asam etanoat) dengan alkohol (etanol) membentuk etil etanoat atau etil
asetat.
Sifat Fisik
Lebih polar dari eter tapi kurang polar dibandingkan alkohol
Semakin panjang rantainya, ester semakin tidak larut dalamair
Dalamikatan hidrogen, ester berperan sebagai akseptor hidrogen, tapi tidak
dapat berperan sebagai donor hidrogen
Lebih volatil dibandingkan asam karboksilat dengan berat molekuler yang
sama
Sifat Kimia
Dapat mengalami hidrolisis
Dapat mengalami reaksi penyabunan
k. Haloalkana
Haloalkana adalah senyawa karbon yang mengandung halogen. X adalah
atomhalogen (F, Cl, Br, I). Dengan kata lain, haloalkana adalah senyawa karbon
turunan alkana yang atomH-nya diganti oleh atomhalogen.Haloalkana memiliki
rumus umum:
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 100
C
n
H
2n+1
X
Sifat-sifat
Senyawa klorometana dan kloroetana berwujud gas pada suhu kamar dan
tekanan normal. Haloalkana yang lebih tinggi berupa cairan mudah menguap.
Titik didih isomer haloalkana berubah sesuai urutan berikut: primer > sekunder
>tersier, seperti ditunjukkan pada tabel berikut.
Ikatan C-F memiliki nilai entalpi disosiasi yang paling besar, diikuti C-Cl, C-
Br, dan C-I. Hal ini menunjukkan haloalkana yang mengandung C-F bersifat
sangat stabildan sulit bereaksi. Ikatan C-Cl tidak begitu kuat namun tetap masih
stabil dan cukup inert. Ikatan C-Br dan C-I semakin kurang stabil sehingga lebih
mudah bereaksi.Disamping itu, haloalkana juga memiliki ikatan karbon dan
halogen yang agak polar sehingga di dalam reaksinya cenderung tertarik ke
pereaksi polar/ionic seperti -OH.
l. I mina
Imina adalah gugus fungsi turunan amina. Sebuah kelas senyawa yang
merupakan produk dari reaksi kondensasi aldehida atau keton dengan amonia
atau amina, mereka memiliki radikal NH terikat pada atomkarbon dengan ikatan
ganda, R_HC_NH, contoh adalah benzaldimine. Pada reaksi Mannich, amonia
atau amina primer atau sekunder digunakan untuk aktivasi formaldehida.
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 101
m.Keton
Keton (RCOR') tergolong senyawa karbonil karena memiliki gugus
fungsional C=O, dan atom karbon pada gugus karbonil dihubungkan dengan
dua residu alkil (R), dan atau aril (Ar).
Sifat-sifat
Keton dengan jumlah atom C rendah (C
1
C
5
) berwujud cair pada suhu
kamar.Oleh karena keton memiliki gugus karbonil yang polar maka senyawa
keton larut dalam pelarut air maupun alkohol. Kelarutan senyawa keton
berkurang dengan bertambahnya rantai alkil.Adanya kepolaran menimbulkan
antaraksi antarmolekul keton sehingga senyawa keton umumnya memiliki titik
didih relatif tinggi dibandingkan dengan senyawa non polar yang massa
molekulnya relatif sama.
n. Peroksida
Peroksida adalah larutan berair dari hidrogen peroksida (HOOH or H2O2),
senyawa yang dijual sebagai disinfektan atau pemutih ringan. Dalam kimia
organik peroksida adalah suatu gugus fungsional dari sebuah molekul organik
yang mengandung ikatan tunggal oksigen-oksigen (R-O-O-R'). J ika salah satu
dari R atau R' merupakan atom hidrogen, maka senyawa itu disebut
hidroperoksida (R-O-O-H). Radikal bebas HOO disebut juga radikal
hidroperoksida, yang dianggap terlibat dalam reaksi pembakaran hidrokarbon di
udara.
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 102
Ion perokida mengandung dua elektron lebih banyak daripada molekul
oksigen. Menurut teori orbital molekul, kedua elektron ini memenuhi dua orbital
p* (orbital antiikatan). Hal ini mengakibatkan lemahnya kekuatan ikatan O-O
dalamion peroksida dan peningkatan panjang ikatannya: Li2O2 memiliki panjang
ikatan 130 pm dan BaO2 147 pm. Selain itu, hal ini juga menyebabkan ion
peroksida bersifat diamagnetik.
o. Benzen
Benzena, juga dikenal dengan rumus kimia C
6
H
6
, PhH, dan benzol, adalah
senyawa kimia organik yang merupakan cairan tak berwarna dan mudah
terbakar serta mempunyai bau yang manis. Benzena terdiri dari 6 atom karbon
yang membentuk cincin, dengan 1 atom hidrogen berikatan pada setiap 1 atom
karbon. Benzena merupakan salah satu jenis hidrokarbon aromatik siklik dengan
ikatan pi yang tetap. Benzena adalah salah satu komponen dalamminyak bumi,
dan merupakan salah satu bahan petrokimia yang paling dasar serta pelarut
yang penting dalamdunia industri.
Sifat Fisik
Zat cair tidak berwarna
Memiliki bau yang khas
Mudah menguap
Tidak larut dalampelarut polar seperti air air, tetapi larut dalampelarut yang
kurang polar atau nonpolar, seperti eter dan tetraklorometana
Titik Leleh : 5,5
o
C Titik didih : 80,
o
C Densitas : 0,88
Sifat Kimia
Bersifat kasinogenik (racun)
Merupakan senyawa nonpolar
Tidak begitu reaktif, tapi mudah terbakar dengan menghasilkan banyak
gejala
Lebih mudah mengalami reaksi substitusi dari pada adisi
p. Fosfina
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 103
Fosfina adalah nama umum dari fosforus hidrida (PH
3
), juga disebut
dengan nama fosfana (phosphane), dan kadang-kadang fosfamina. Fosfina
merupakan gas tak berwarna dan dapat terbakar dengan titik didih 88 C.
Fosfina murni tidak berbau. Fosfina merupakan zat yang beracun.
q. Sulfida
Sulfida merupakan tioter. Sturkturnya analog dengan eter, dengan
belerang sebagai pengganti oksigen. Penamaannya sama dengan eter. Dalam
susunan berkala belerang terletak tepat dibawah oksigen. Bayak senyawa
organik yang mengandung oksigen mempunyai analog belerang. Analog belerang
dari suatu alkohol disebut alkanatiol (tiol) atau dengan nama lama merkaptan.
Gugus SH disebut gugus tiol atau gugus sulhidril.
Hidrogen sulfida , H
2
S, adalah gas yang tidak berwarna, beracun,
mudah terbakar dan berbau seperti telur busuk. Gas ini dapat timbul dari
aktivitas biologis ketika bakteri mengurai bahan organik dalam keadaan
tanpa oksigen (aktivitas anaerobik), seperti di rawa, dan saluran
pembuangan kotoran. Gas ini juga muncul pada gas yang timbul dari
aktivitas gunung berapi dan gas alam. Hidrogen sulfida juga dikena dengan
nama sulfana, sulfur hidrida , gas asam (sour gas) , sulfurated hydrogen,
asam hidrosulfurik , dan gas limbah (sewer gas). IUPAC menerima
penamaan "hidrogen sulfida" dan "sulfana"; kata terakhir digunakan lebih
eksklusif ketika menamakan campuran yang lebih kompleks.
1. Kimiawi
Hidrogen sulfida merupakan hidrida kovalen yang secara kimiawi
terkait dengan air (H
2
O) karena oksigen dan sulfur berada dalam golongan
yang sama di tabel periodik . Hidrogen sulfida merupakan asam lemah ,
terpisah dalam larutan aqueous (mengandung air) menjadi kation hidrogen
H +dan anion hidrosulfid HS-:
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 104
H
2
S ? HS
-
+H
+
K a =1.310
-7
mol/L; p K
a
=6.89.
Ion sulfid, S
2-
, dikenal dalam bentuk padatan tetapi tidak di dalam
larutan aqueous (oksida). Konstanta disosiasi kedua dari hidrogen sulfida
sering dinyatakan sekitar 10
-13
, tetapi sekarang disadari bahwa angka ini
merupakan error yang disebabkan oleh oksidasi sulfur dalamlarutan alkalin.
Estimasi terakhir terbaik untuk pK
a2
adalah 192. Gas Hydrogen Sulfide
(H
2
S) sangat beracun dan mematikan, pekerjapekerja pada pemboran
minyak dan gas bumi mempunyai resiko besar atas keluarnya gas H
2
S.
Pengetahuan Umum tentang (H
2
S) Hidrogen Sulfida (H
2
S) Adalah gas yang
sangat beracun dan dapat melumpuhkan sistem pernapasan serta dapat
dapat mematikan dalam beberapa menit. Dalam jumlah sedikitpun gas H
2
S
sangat berbahaya untuk kesehatan. Hidrogen Sulfida terbentuk dari proses
penguraian bahan-bahan organis oleh bakteri.Maka dari itu H
2
S terdapat
dalam minyak dan gas bumi, selokan, air yang tergenang. Misalnya rawa-
rawa dan juga terbentuk pada proses-proses industri maupun proses biologi
lain
2. Kateristik H
2
S
a. Sangat beracun dan mematikan
b. Tidak Berwarna
c. Lebih Berat Dari udara sehingga cendrung berkumpul dan diampada
daerah yang rendah
d. Dapat terbakar dengan nyala api berwarna biru dan hasil
pembakarannya gas sulfur Dioksida (SO
2
)yang juga merupakan gas
beracun
e. Sangat Korosif mengakibatkan berkarat pada logamtertentu
f. Pada konsentrasi yang rendah berbau seperti telur busuk dan dapat
melumpuhkan indera penciuman manusia
Rumus Kimia SeleniumDisulfida : SeS
2
r. Tiol
Dalam kimia organik, tiol adalah sebuah senyawa yang mengandung
gugus fungsi yang terdiri dari atom sulfur dan atom hidrogen (-SH). Sebagai
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 105
analog sulfur dari gugus alkohol (-OH), gugus ini dirujuk baik sebagai gugus tiol
ataupun gugus sulfhidril. Secara tradisional, tiol sering dirujuk sebagai
merkaptan. Istilah merkaptan berasal dari Bahasa Latin mercuriumcaptans, yang
berarti 'menggenggamraksa', karena gugus -SH mengikat kuat unsur raksa.
Sifat Fisika
Bau
Banyak senyawa tiol adalah cairan dengan bau yang mirip dengan
bau bawang putih. Bau tiol sering kali sangat kuat dan menyengat,
terutama yang bermassa molekul ringan. Tiol akan berikatan kuat dengan
protein kulit.
Titik didih dan kelarutan
Oleh karena perbedaan elektronegativitas yang rendah antara
hidrogen dengan sulfur, ikatan S-H secara praktis bersifat kovalen
nonpolar. Sehingga ikatan S-H tiol memiliki momen dipol yang lebih rendah
dibandingkan dengan ikatan O-H alkohol. Tiol tidak menampakkan efek
ikatan hidrogen, baik terhadap molekul air, maupun terhadap dirinya
sendiri. Oleh karena itu, tiol memiliki titik didih yang rendah dan kurang
larut dalamair dan pelarut polar lainnya dibandingkan dengan alkohol.
Sifat Kimia
Sintesis
Metode pembuatan tiol mirip dengan pembuatan alkohol dan eter.
Reaksinya biasanya lebih cepat dan berendemen lebih tinggi karena anion
sulfur merupakan nukleofil yang lebih baik daripada atom oksigen/Tiol
terbentuk ketika halogenoalkana dipanaskan dengan larutan natrium
hidrosulfida.
Reaksi
Gugus tiol merupakan analog sulfur gugus hidroksil (-OH) yang
ditemukan pada alkohol. Oleh karena sulfur dan oksigen berada dalam
golongan tabel periodik yang sama, ia memiliki sifat-sifat ikatan kimia yang
mirip.
Keasaman
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 106
Atom sulfur tiol lebih nukleofilik daripada atom oksigen pada
alkohol. Gugus tiol bersifat sedikit asam dengan pK
a
sekitar 10 sampai 11.
Dengan keberadaan basa, anion tiolat akan terbentuk, dan merupakan
nukleofil yang sangat kuat.
s. Toluen
Toluena adalah suatu senyawa tidak berwarna, cairan berbau aromatik
yang khas dimana tidak setajambenzena. Asal kata toluena diambil dari sebuah
resin alami, kata tolu, merupakan sebuah nama dari sebuah kota kecil di
Colombia, Amerika Selatan. Toluena ditemukan antara produk degradasi dengan
cara pemanasan resin tersebut. Toluena dikenal juga sebagai metilbenzena
ataupun fenilmetana yaitu cairan bening tak berwarna yang tak larut dalam air
dengan aroma seperti pengencer cat dan berbau harumseperti benzena.
Sifat Fisika
Massa Molar : 92,14 gr/mol
Temperatur leleh normal : 178,15 0K
Titik didih normal : 383,15 0K
Densitas
Padat pada 93,15 0K : 11,18 L/mol
Cair pada 298,15 0K : 9,38 L/mol
Tekanan kritis : 4,108 Mpa
Temperatur kritis : 591,8oK
Volume kritis : 0,316 L/mol
Faktor kompresibilitas kritis : 0,264
Viskositas : 0,548 mPa.s (cPa)
Panas pembentukan : 50,17 kJ /mol
Panas penguapan : 33,59 kJ /mol
Panas pembakaran : -3734 kJ /mol
Sifat Kimia
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 107
Reaksi hidrogenasi, dengan katalis nikel, platinum atau paladium dapat
menjenuhkan cincin aromatik sebagian maupun keseluruhan, menghasilkan
benzena, metana dan bifenil.
Reaksi oksidasi, dengan katalis kobalt, mangan atau bromida pada fase cair
menghasilkan asambenzoat.
Reaksi substitusi oleh metil, pada temperatur tinggi dan reaksi radikal bebas.
Klorinasi pada 100oC atau dengan ultraviolet membentuk benzil klorida,
benzal klorida dan benzotriklorida.
Reaksi substitusi oleh logam alkali menghasilkan normal-propil benzena, 3-
fenil pentana, dan 3-etil-3-fenil pentana.
t. Siano
Gugus siano (C N) merupakan gugus pendeaktivasi cincin yang
mendeaktifkan cincin yang mengikatnya, dan bagian cincin yang lebih aktif
terhadap serangan elektrofil adalah cincin di sebelahnya. Gugus siano juga
merupakan gugus pengarah meta, sehingga posisi 5 yang berhubungan dengan
posisi 1 sebagai meta-like (atau berhubungan 1,3) menjadi posisi substitusi
yang paling disukai.
u. I sosinat
C
2
H
3
NO (Isosianat), nama IUPAC-nya yaitu Isosianat metana. Isosianat
adalah golongan fungsional atom-atom N=C=O (1 nitrogen, 1 karbon, 1
oksigen), untuk golongan fungsional sianat diatur sebagai OC= N. senyawa
organik yang berisi satu kelompok isosianat boleh juga disebut sebagai satu
isosianat. Satu isosianat mungkin punya kelompok isosianat lebih dari satu. Satu
isosianat yang mempunyai dua isosianat dikenal sebagai diisocyanate.
Diisocyanates dihasilkan untuk reaksi dengan poliol-poliol di dalam produksi
poliuretan-poliuretan.
Struktur molekul isosianat
Isosianat adalah perekat yang memiliki kekuatan yang lebih tinggi
daripada perekat lainnya. Isosianat bereaksi bukan hanya dengan aquarous
tetapi juga dengan kayu yang menghasilkan ikatan kimia yang kuat sekali
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 108
(chemical bonding). Isosianat juga memiliki gugus kimia yang sangat reaktif,
yaitu R-N=C=O. Keunikan perekat isosianat adalah dapat digunakan pada
variasi suhu yang luas, tahan air, panas, cepat kering, PH netral dan kedap
terhadap solvent (pelarut organik). Perekat ini juga memiliki daya guna yang
luas untuk merekatkan berbagai macammaterial alam.
Isosianat-isosianat dengan tiga atau lebih kelompok isosianat bereaksi
dengan suatu poliol, polimer yang hasilnya adalah crosslinked. dengan poliol
polimer yang dihasilkan adalah crosslinked. J umlah dari crosslinking
mempengaruhi J umlah silang mempengaruhi kekakuan dari polimer.
Bertentangan dengan polimer linear, polimer crosslinked Berlawanan dengan
polimer linier, polimer crosslinked tidak mengalir ketika dipanaskan. Semua
lem struktural bersifat crosslink karena crosslinked ini mengeliminasi
(deformasi cross section beban konstan). Di mana ada satu kelebihan Dalam
sistem reaksi terdapat kelebihan dari isosianat crosslink bisa reaksi-
reaksi terjadi. Reaksi-reaksi ini membentuk pertalian-pertalian dari Reaksi-
reaksi ini bentuk keterkaitan.
Metil isosianat (MIC) adalah senyawa kimia yang berasal dari kelompok
isosianat. Metil isosianat, H
3
C-N=C=O juga digunakan sebagai salah satu
bahan gas air mata. MIC bersifat reaktif dan dapat meledak bila dicampur
dengan udara. Nilai ambangnya mencapai 0,02 ppm.
Metil Isosianat
Metil isosianat memang sangat beracun. Tapi senyawa antara ini
sangat penting dan mutlak digunakan di industri dalam mata rantai
pembuatan poliuretan, yaitu polimer yang umumditemui sehari-hari, misalnya
busa sofa, aditif bahan pelapis (insulator), aditif cat, bahan bemper mobil dan
sebagainya. Senyawa isosianat yang penting (metil isosianat dan toluene
diisosianat) pada masa lalu diproduksi dari reaksi gas fosgen (titik didih 7.60
o
C) dengan amin (metil amin atau toluene diamin). Fosgen adalah senyawa
antara yang dihasilkan dari reaksi gas karbon monoksida dengan gas klor
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 109
dikatalisis oleh karbon aktif pada suhu tinggi. Sudah bisa kita bayangkan
betapa berbahayanya gas fosgen ini karena bahan bakunya saja sudah sangat
beracun (bahkan pernah digunakan sebagai senjata kimia pada Perang Dunia.
v. Gugus Fosfat
Fosfat adalah suatu anion yang terbentuk akibat penguraian asam
organik yang disebut asamfosfat (H3PO4) Senyawa organik yang mengandung
gugus, fosfat mempunyai ion fosfat yang terikat secara kovalen melalui salah
satu atom oksigennya ke kerangka karbon. Salah satu fungsi gugus fosfat
adalah dalamtransfer energi di antara molekul organik.
Dalam kimia, ortofosfat (bahasa Inggris: orthophosphate, inorganic
phosphate, Pi) atau sering disebut gugus fosfat adalah sebuah ion poliatomik
atau radikal terdiri dari satu atom fosforus dan empat oksigen. Dama bentuk
ionik, dia membawa sebuah -3 muatan formal, dan dinotasikan PO
4
3-
.
Fosfat adalah unsur dalam suatu batuan beku (apatit) atau sedimen
dengan kandungan fosfor ekonomis. Biasanya, kandungan fosfor dinyatakan
sebagai bone phosphate of lime (BPL) atau triphosphate of lime (TPL), atau
berdasarkan kandungan P2O5. Fosfat apatit termasuk fosfat primer karena
gugusan oksida fosfatnya terdapat dalammineral apatit (Ca10(PO4)6.F2) yang
terbentuk selama proses pembekuan magma. Kadang kadang, endapan fosfat
berasosiasi dengan batuan beku alkali kompleks, terutama karbonit kompleks
dan sienit.
Fosfat komersil dari mineral apatit adalah kalsiumfluo-fosfat dan kloro-
fosfat dan sebagian kecil wavellite, (fosfat aluminium hidros). Sumber lain
dalam jumlah sedikit berasal dari jenis slag, guano, crandallite
[CaAl3(PO4)2(OH)5.H2O], dan millisite (Na,K).CaAl6(PO4)4(OH)9.3H2O. Sifat
yang dimiliki adalah warna putih atau putih kehijauan, hijau, berat jenis 2,81-
3,23, dan kekerasan 5 H. Fosfat adalah sumber utama unsur kalium dan
nitrogen yang tidak larut dalam air, tetapi dapat diolah untuk memperoleh
produk fosfat dengan menambahkan asam.
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 110
Fosfat dipasarkan dengan berbagai kandungan P2O5, antara 4-42 %.
Sementara itu, tingkat uji pupuk fosfat ditentukan oleh jumlah kandungan N
(nitrogen), P (fosfat atau P2O5), dan K (potas cair atau K2O). Fosfat sebagai
pupuk alam tidak cocok untuk tanaman pangan, karena tidak larut dalam air
sehingga sulit diserap oleh akar tanaman pangan. Fosfat untuk pupuk
tanaman pangan perlu diolah menjadi pupuk buatan
Contohnya :
Glyceraldehyde 3-phosphat
w. Nitrat
Nitrat ( NO
3
) merupakan bentuk anorganik dari derivat senyawa
Nitrogen. Senyawa nitrat ini biasanya digunakan oleh tanaman hijau untuk
proses fotosintesis. Sedangkan kaitan hal tersebut dengan pencemaran
terhadap badan air, nitrat pada konsentrasi tinggi bersama sama dengan
phosphor akan menyebabkan algae blooming sehingga menyebabkan air
menjadi berwarna hijau ( green-colored water ) dan penyebab eutrofikasi.
Nitrat ( NO
3
) sebagai derivat nitrogen, berasal dari proses oksidasi yang
panjang. Untuk nitrat berasal dari oksidasi N-ammonia ( NH
3
). Senyawa NH
3
ini merupakan senyawa yang paling banyak ditemukan di air buangan. Untuk
membentuk nitrat ( NO
3
), senyawa NH
3
ini dioksidasi secara biologis, jika
ada oksigen. Proses oksidasi untuk pembentukan nitrat ini dibantu oleh
bakteri nitrifikasi yaitu Nitrosomonas dan Nitrobakter.
1. Sifat Fisik dan Struktur Kimia
Nitrat dibentuk dari asam nitrit yang berasal dari ammonia melalui
proses oksidasi katalitik. Nitrit juga merupakan hasil metabolisme dari siklus
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 111
nitrogen. Bentuk pertengahan dari nitrifikasi dan denitrifikasi. Nitrat dan nitrit
adalah komponen yang mengandung nitrogen berikatan dengan atom
oksigen, nitrat mengikat tiga atom oksigen sedangkan nitrit mengikat dua
atom oksigen. Di alam, nitrat sudah diubah menjadi bentuk nitrit atau
bentuk lainnya.
Struktur kimia dari nitrat
Berat molekul: 62.05
2. Tata nama Senyawa Anorganik
Tata Nama Senyawa Anorganik yang dipelajari pada pokok bahasan ini
adalah:
1. Tata nama senyawa Biner
2. Tata nama senyawa Ion
3. Tata nama senyawa Terner
3. Tatanama senyawa biner
a. Logam+Non Logam
1. Penaman senyawa biner mengikuti urutan berikut :
Bi Si As C P N H S I Br Cl O F
2. Tuliskan nama unsur logam tanpa modifikasi apa pun, kemudian
diikuti nama unsur non logamdengan akhiran "ida".
Contoh : NaCl =Natriumklorida
3. Unsur - unsur logamdengan bilangan oksidasi lebih dari satu jenis,
maka bilangan oksidasinya ditulis dengan angka romawi.
Contoh : CrO=Kromium(II) oksida
b. Non Logam+Non Logam
1. Satu J enis Senyawa
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 112
Cara penulisan rumus dan senyawanya yaitu dengan menuliskan
terlebih dahulu unsur dengan bilangan oksidasi positif baru kemudian
diikuti unsur dengan bilangan oksidasi negatif +ida.
Contoh : HCl =Hidrogen klorida
H
2
S =Hidrogen sulfida
2. Lebih dari Satu J enis Senyawa
Cara penulisan rumus dan senyawanya yaitu dengan menuliskan
terlebih dahulu unsur dengan bilangan oksidasi positif diikuti unsur
dengan awalan mono / di / tri...../ deka dan akhiran "ida".
Contoh : CO
2
=Karbon dioksida
NO
2
=Nitrogen dioksida
x. Senyawa Azo
Zat warna azo adalah senyawa yang paling banyak terdapat dalam
limbah tekstil, yaitu sekitar 60 % - 70 % . Senyawa azo memiliki struktur
umum R-nN-nN-nR, dengan R dan R adalah rantai organik yang sama atau
berbeda. Senyawa ini memiliki gugus -N-N-yang dinamakan struktur azo.
Nama azo berasal dari kata azote, merupakan penamaan untuk
nitrogen bermula dari bahasa Yunani yaitu a (bukan) +zoe (hidup).
Senyawa azo dapat berupa senyawa aromatik atau alifatik. Senyawa azo
aromatik bersifat stabil dan mempunyai warna menyala.Senyawa azo alifatik
seperti lebih tidak stabil.Sehingga, beberapa senyawa azo alifatik digunakan
sebagai inisiator radikal.
1. Struktur senyawa AZO
Senyawa azo memiliki struktur umum R-zN-zN-zR, dengan R dan R
adalah rantai organik yang sama atau berbeda. Senyawa ini memiliki
gugus -3N-3N-3yang dinamakan struktur azo.
2. Reaksi
Untuk membuat zat warna azo ini dibutuhkan zat antara yang direaksikan
dengan ion diazonium
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 113
Pada proses iradiasi, berkas elektron cepat yang dihasilkan oleh MBE
dapat mengeksitasi dan mengionisasi sistem di sekitarnya. Proses iradiasi
terjadi hanya dalam beberapa detik (kira-kira paling lama 5 detik). Karena
cuplikan dilarutkan dalamsistemair, maka akan menyebabkan reaksi-reaksi
radiolisis air yang menghasilkan spesi stabil dan tidak stabil seperti e-aq, H,
OH, H+, OH-, H
2
O+, H
2
, H
2
O
2
. Dalam sistem itu sangat mungkin terjadi
banyak peristiwa rekombinasi seperti: radikal H dengan OH molekul air,
elektron tersolvasi (e-aq) dengan OH membentuk ion OH-, elektron
tersolvasi (e-aq) dalam suasana asam (H
3
O+) membentuk radikal (H
3
O*),
dan seterusnya. Selanjutnya spesi-spesi reaktif itu akan mendegradasi
senyawa azo.
y. Aldehid
Aldehida merupakan senyawa organik yang memiliki gugus karbonil
terminal. Gugus fungsi ini terdiri dari atom karbon yang berikatan dengan
atom hidrogen dan berikatan rangkap dengan atom oksigen. Golongan
aldehida juga dinamakan golongan formil atau metanoil. Kata aldehida
merupakan kependekan dari alcohol dehidrogenasi yang berarti alkohol yang
terdehidrogenasi. Golongan aldehida bersifat polar.
1. Tata nama
Aldehid sudah dikenal sejak lama sehingga penataan nama
menggunakan nama trivial sering dipakai. Menurut sistem IUPAC, nama
aldehid diturunkan dari nama alkana dengan mengganti akhiran a menjadi
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 114
al. Oleh karena itu, aldehid disebut juga alkanal. Tata nama pada aldehid
sama dengan tata nama pada alkohol, rantai terpanjang harus mengandung
gugus aldehid.
2. IUPAC
Pemberian nama aldehida dilakukan dengan mengganti akhiran a
denganal.
Contoh:
Tentukan rantai utama (rantai dengan jumlah atom karbon paling
panjang yang terdapat gugus karbonil.
Contoh :
Tentukan substituen yang terikat pada rantai utama.
Contoh:
Penomoran substituen dimulai dari atom C gugus karbonil.
Contoh:
J ika terdapat 2/lebih substituen berbeda dalam penulisan harus
disusun berdasarkan urutan abjad huruf pertama nama substituen.
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 115
Contoh:
Awalan di-, tri-, sek-, ters-, tidak perlu diperhatikan dalam penentuan
urutan abjad sedangkan awalan yang tidak dipisahkan dengan tanda hubung
(antara lain : iso-, dan neo-) diperhatikan dalam penentuan tatanaman
sesuai dengan urutan abjad.
Contoh:
3. Nama Trivial
a. Aldehida tak bercabang
Berikut ini nama trivial beberapa aldehida yang tidak bercabang:
b. Aldehida bercabang
a). Tentukan rantai utama (rantai dengan jumlah atomkarbon paling
panjang yang terdapat gugus karbonil.
Contoh :
b). Tentukan substituen yang terikat pada rantai utama.
Contoh
c). Penomoran substituen dimulai dari atomkarbon yang mengikat
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 116
gugus karbonil dengan huruf a, , ?.
Contoh :
4. rumus struktur
Aldehida merupakan senyawa organik yang mengandung unsur C, H,
dan Odengan rumus R-CHO, dimana :
R : Alkil
-CHO: Gugus fungsi aldehida
Contoh :
Sudut yang dibentuk oleh gugus fungsi CHOsebesar 120 derajat dan
panjang ikatan rangkap C=Osebesar 0,121 nm.
Contoh struktur :
4. Sifat Fisik Aldehida
Aldehida dengan 1-2 atom karbon (formaldehida, dan asetaldehida)
berwujud gas pada suhu kamar dengan bau tidak enak.
Aldehida dengan 3-12 atom karbon berwujud cair pada suhu kamar
dengan bau sedap.
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 117
Aldehida dengan atomkarbon lebih dari 12 berwujud padat pada suhu
kamar.
Aldehida suku rendah (formaldehida, dan asetaldehida) dapat larut
dalamair.
Aldehida suku tinggi tidak larut air.
5. Sifat Kimia aldehida
Oksidasi oleh kalium bikromat dan asam sulfat
Oksidasi aldehida dengan campuran kaliumbikromat dan asamsulfat
akan menghasilkan asam karboksilat.
Contoh :
Oksidasi oleh larutan Fehling
Aldehida dapat mereduksi larutan Fehling menghasilkan endapan
merah bata dari senyawa tembaga(I) oksida.
Contoh :
Oksidasi oleh larutan Tollens
Aldehida dapat mereduksi larutan Tollens menghasilkan cermin perak.
6. Mekanisme Aldehid
Oksidasi alkohol primer
Alkohol primer dapat teroksidasi menghasilkan suatu aldehida dengan
katalis kaliumbikromat dan asamsulfat.
Contoh :
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 118
Mengalirkan uap alkohol primer di atas tembaga panas
Uap alkohol primer teroksidasi menghasilkan suatu aldehida dengan
katalis tembaga panas.
Contoh :
Memanaskan garamkalsiumsuatu asammonokarboksilat jenuh
dengan kalsiumformat.
Pemanasamcampuran garamkalsiumasammonokarboksilat jenuh
dengan kalsiumformat akan menghasilkan aldehida.
Contoh :
7. Kegunaan aldehid
Formaldehida (metanal) digunakan sebagai pembunuh kuman dan
mengawetkan, formaldehida digunakan untuk membuat plastik termoset
(plastic tahan panas) dan paraldehida digunakan sebagai akselerator
vulkanisasi karet.
BAB I V
KESI MPULAN
A. KESI MPULAN
Kesimpulan dari penulisan makalah ini yaitu :
1. Gugus fungsi adalah kelompok gugus khusus pada atom dalam molekul,
yang berperan dalam memberi karakteristik reaksi kimia pada molekul
tersebut. Senyawa yang bergugus fungsional sama memiliki reaksi kimia
yang sama atau mirip.
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 119
2. Macam-macam gugus fungsi yaitu Asil halide, alkohol, alkana, alkuna,
alkena, amida, amina, asam karboksilat, eter, ester, haloalkana, imina,
keton, peroksida, benzene, fosfina, sulfide, tiol, toluene, siano.
B. SARAN
Saran yang dapat penulis sampaikan melalui makalah ini adalah
pengetahuan mengenai gugus fungsi sangat penting, sehingga tidak hanya
teori sebaiknya praktikum tentang gugus fungsi juga dilakukan.
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 120
DAFTAR PUSTAKA
Arianto A dan Nurhasana Iis., 2011. Sintesis Nanokomposit TiO
2
- carbon Nanotubes
Menggunakan Metode Sol-Gel untuk Foto Degradasi Zat Warna Azo Organe
3R. J urnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Vol. 29. (2). Hal:63-63.
Dewilda, Y., dkk. 2012. Degradasi Senyawa Fenol Oleh Mikroorganisme Laut
Degradation Of Phenol Using Marine Bacteria. J urnal Teknik Lingkungan
UNAND. Vol. 9 (1). Hal. 59-73. I SSN 1829-6084.
Fessenden, R.J dan Fessenden J .S. 1986. Dasar-dasar Kimia Organik J ilid I. Erlangga :
J akarta.
Halim, H., dkk. 2006. Pemberian Alkohol Peroral Secara Kronis Menurunkan Kepadatan
Sel Granula Cerebellumpada Tikus Putih (Rattus norvegicus) J antan Dewasa.
J urnal Anatomi Indonesia. Vol. 01 (01). Hal. 19-24.
Sarker., S.D., dan Lutfun N. 2009. Kimia Untuk Mahasiswa Farmasi. Pustaka Pelajar.
Yogyakarta.
Sutrisno, H., dkk. 2006. Fotodegradasi Fenol dengan Katalis Titanium Oksida dan
Tinanium Silikat Mesopori- Mesostruktur Phenol photodegradation using
Titanium Oxide Catalysts and Tinanium Silicate Mesoporous- Mesostructure.
Bioteknologi. Vol. 3 (2). Hal. 63-66. I SSN: 0216-6887.
Syahrul., dkk. 2013. Pengatur Kadar Alkohol Dalam Larutan. J urnal Teknik Komputer
UnikomKomputika. Vol. 2 (1).
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 121
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 122
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Page| 123
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer