Anda di halaman 1dari 27

LABORATORIUM SATUAN OPERASI

SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2013/2014


MODUL : Grinding dan Sizing
PEMBIMBING : Saripudin ST., MT.



Oleh :
Kelompok : 4
Nama : 1. Neng Sri Widianti 121411020
2. Rima Puspitasari 121411026
3. Zahir Ilham 121411031
Kelas : 2A


PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK KIMIA
JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2014
Tanggal Praktikum :
Tanggal Penyerahan :
GRINDING AND SIZING
I. TUJUAN
1. Menentukan ukuran (diameter) partikel umpan (feed) yang berbentuk padatan dan
produk grinding dengan menggunakan analisis ayakan.
2. Menghitung energi kominusi yang dibutuhkan untuk mereduksi ukuran diameter
umpan (Dp awal) menjadi produk (Dp akhir).
3. Menghitung Dp rata-rata
4. Menentukan efisiensi ayakan

II. LANDASAN TEORI
Dalam industri proses makanan, sejumlah besar produk makanan melibatkan proses
pengecilan ukuran. Roller mill digunakan untuk menggerus gandum menjadi tepung.
Kacang kedelai digiling, dipress dan dihancurkan untuk mendapatkan minyak dan
tepungnya. Hammer mill sering digunakan untuk menghasilkan tepung kentang, tapioca
atau jenis-jenis tepung lainnya. Gula dihancurkan untuk menghasilkan produk yang lebih
lama.
Material padat diperkecil ukurannya dengan sejumlah metode perlakuan. compression
atau crushing umumnya untuk memperkecil padatan. Distribusi ukuran partikel sering
pula dinyatakan dalam jumlah kumulatif persen partikel yang lebih kecil dari ukuran
yang ditetapkan terhadap ukuran partikel.
Istilah pemecahan dan penghalusan atau penghancurkan (size reduction) zat padat
meliputi semua cara yang digunakan dimana partikel zat padat dipotong dan dipecahkan
menjadi kepingan-kepingan yang lebih kecil. Produk-produk komersial biasanya harus
memenuhi spesifikasi yang sangat dalam hal ukuran maupun bentuk partikel-partikelnya
menyebabkan reaktifitas zat padat itu meningkat. Pemecahan itu juga memungkinkan
pemisahan komponen yang tak dikehendaki dengan cara-cara mekanik. Pemecahan itu
dapat digunakan untuk memperkecil bahan-bahan berserat guna memudahkan
penanganannya.
Teknik pengecilan ukuran partikel diantaranya adalah crushing, grinding, cutting,
machining, flaking, emulsification, spraying dan gas dispersion. Proses grinding
mengacu pada pulverizing yaitu pelembutan dan disintegrasi. Operasi ini berbeda
disebabkan oleh sifat dari bahan umpannya, ukurannya, dan rasio pengecilan yang
diperoleh. Sifat-sifat ini menentukan desain peralatan yang akan digunakan.
Grinding adalah istilah pemecahan dan penghalusan atau penghancuran (size
reduction) yang meliputi semua metode yang digunakan untuk mengolah zat padat
menjadi ukuran yang lebih kecil. Di dalam industri pengolahan, zat padat diperkecil
dengan berbagai cara sesuai dengan tujuan yang berbeda-beda. Ada 4 metode yang lazim
digunakan untuk pengecilan ukuran. Metode itu adalah :
Pengempaan (compression)
Penumbukan (impact)
Penggerusan (attrition)
Pemotongan (cutting)
Contohnya, kompresi digunakan untuk pemecahan zat padat keras, dengan
menghasilkan relatif sedikit halusan, pukulan menghasilkan hasil yang berukuran kasar,
sedang, dan halus. Atrisi menghasilkan hasil yang sangat halus dari bahan yang lunak
dan tak abrasif, pemotongan memberikan hasil yang ukurannya pasti, dan kadang-kadang
dengan sedikit atau sama sekali tidak ada halusan pada bentuknya.
Sizing (pengayakan) merupakan salah satu metode pemisahan partikel sesuai dengan
ukuran yang dikehendaki. Ukuran yang lolos melalui saringan biasanya disebut sebagai
undersize dan partikel yang tertahan disebut oversize. Tujuan proses sizing adalah :
1. Menguliti bagian kasar dari produk yang akan masih dikenai perlakuan selanjutnya,
biasanya untuk proses reduksi selanjutnya
2. Memisahkan hasil dari umpan penghancuran sehingga dapat menghemat tenaga dan
mencegah penghancuran berlebihan
3. Membagi produk-produk yang bernilai komersil
4. Salah satu langkah dalam proses pengkonsentrasian.

Pengayakan (sizing/screening)
Pengayakan merupakan salah satu metode pemisahan partikel sesuai dengan
ukuran yang dikehendaki. Metode ini dimaksudkan untuk memisahkan fraksi-fraksi
tertentu sesuai dengan keperluan dari suatu material yang baru mengalami grinding.
Ukuran yang lolos melalui saringan biasanya disebut sebagai undersize dan partikel
yang tertahan disebut oversize.
Beberapa jenis ayakan yang sering digunakan antara lain :
1. Grizzly : merupakan jenis ayakan statis, dimana material yang akan diayak
mengikuti aliran pada posisi kemiringan tertentu.
2. Vibrating screen : ayakan dinamis dengan permukaan horizontal dan miring ,
digerakkan pada frekuensi 1000 sampai 7000 Hz. Satuan kapasitas tinggi, dengan
efisiensi pemisahan yang baik, yang digunakan untuk range yang luas dari ukuran
partikel.
3. Oscillating screen : ayakan dinamis pada frekuensi yang lebih rendah dari
vibrating screen, yaitu 100 hingga 400 Hz, dengan waktu yang lebih lama, lebih
linier dan tajam.





Gambar : Oscillating screen
4. Reciprocating screen : ayakan dinamis dengan gerakan menggoyang, pukulan
yang panjang (20-200 Hz). Digunakan untuk pemindahan dengan pemisahan
ukuran.
5. Shifting screen : ayakan dinamis dioperasikan dengan gerakan memutar dalam
bidang permukaan ayakan. Gerakan aktual dapat berupa putaran atau gerakan
memutar. Digunakan untuk pengayakan material basah atau kering.
6. Revolving screen : ayakan dinamis dengan posisi miring, berotasi pada kecepatan
rendah (10-20 rpm). Digunakan untuk pengayakan basah dari material-material
yang relatif kasar, tetapi memiliki pemindahan yang besar dengan vibrating screen.

Diameter partikel
Diameter partikel dapat diukur dengan berbagai cara. Untuk partikel berukuran
besar ( > 5 mm) dapat diukur secara langsung dengan menggunakan micrometer.
Untuk partikel yang sangat halus diukur dengan menggunakan ukuran ayakan standar.
Ukuran ayakan dinyatakan dalam dua cara, dengan angka ukuran mesh (jumlah
lubang dalam in
2
[inchi persegi] ) dan dengan ukuran aktual dari bukaan ayakan
dengan ukuran partikel besar (dalam mm atau inchi). Ada beberapa perbedaan yang
standar dalam penggunaan ukuran ayakan tetapi yang penting adalah memperoleh
standar tertentu dalam penentuan ukuran partikel yang kita kehendaki.


Menghitung Diameter Partikel Keseluruhan
Diameter partikel rata-rata (Dp
rata-rata
) dirumuskan dengan persamaan :



dimana, Dp
rata-rata
: diameter rata-rata
X : fraksi massa
Dp
m
: diameter rata-rata antar ayakan
Bentuk Bahan yang Diayak dan Permukaan Ayakan
Bentuk bahan yang diayak dan jenis permukaan ayakan memainkan peranan
penting. Sering terdapat bulatan bulatan halus, batang batang halus berbentuk
silinder, kerucut kecil dan sebagainya. Pengayakan bulatan halus melalui lubang
ayakan tidak menimbulkan masalah khusus. Bagaimna cara bulatan halus sampai di
permukaan ayakan tidak membawa perbedaan. Lain halnya dengan batang dan
kerucut halus. Bahan seperti ini dapat melalui permukaan ayakan dalam keadaan
tegak. Tetapi tidak dapat melalui lubang ayakan jika tidur di atas permukaan ayakan.
Pada pengayakan sejumlah batang halus dengan ukuran tepat sama, sebagian bahan
akan terayak, sedangkan sebagian lain tidak terayak. Berhubung dengan gejala ini,
selain lubang ayak yang bulat ada juga berbentuk bujur sangkar, segi panjang atau
berbentuk aluran.
Permukaan ayak dapat tediri atas berbagai macam bahan.
1. Batang baja
Batang batang juga berjarak sedikit satu sama lain. Batang ini digunakan untuk
mengayak bahan kasar seperti : batu, bat bara, dll.
2. Pelat berlubang
Garis tengah lubang biasanya 1 cm atau lebih. Ukuran tebal pelat mengikat sesuai
dengan bertambah besarnya garis tengah lubang.
3. Anyaman kawat
Biasa dipakai kaawt baja, karena kuat.
4. Sutera tenun
Bahan in digunakan untuk mengayak zat yang sangat halus, seperti tepung dan
bunga
5. Rol berputar


Permukaan ayak semacam ini terdiri atas sejumlah rol berusuk yang disusun
berdampingan dengan kecepatan berlainan. Pengayakan pada permukaan ayak
semacam ini adalah sangat efektif.
Untuk semua instalasi ayak berlaku bahwa, bahan ayak harus tersebar merata di
atas permukaan ayak. Selanjutnya, penting pula untuk mengatur kecepatan takar
sesuai dengan kapasitas ayakan. Dengan cara demikian dapat dicegah pembebanan
lebih atau kurang. Instalasi ayak yang paling banyak dipakai dapat dibagi menjadi
empat kelompok utama yaitu :
- ayakan statis
- ayakan tromol
- ayakan kocok
- ayakan getar

Ayakan peneliti
Ayakan ini tersusun atas beberapa jenis ukuran lubang ayakan yang teliti.
Ayakan ini ditempatkan dalam sebuah aparat getar secara bersusun ke atas. Makin ke
atas lubang ayak semakin besar. Disamping diberi getaran,ayakan ini sering juga
diberi ayunan. Dengan cara demikian,diperoleh fraksi-fraksi. Dari fraksi ayak dapat
disimpulkan bahwa ukuran bagian-bagian halus suatu produk tertentu dalam batas
yang di tetapkan dan memenuhi spesifikasi.

Faktor-faktor yang menentukan pemilihan ayakan :
1. Jumlah
2. Ukuran
3. Penyebaran ukuran
4. Bentuk
5. Massa jenis (menentukan kekuatan ayakan)
6. Kekerasan (menentukan kecepatan aus)
7. Jenis zat (lembab,lengket dll )

Efektivitas Ayakan
Pengayakan adalah satu metode yang mudah dan cepat untuk penentuan
ukuran partikel dan pemisahan. Meskipun demikian, metode ini tidak dapat
disebut sebagai metode sangat akurat. Sebab, pada bentuk partikel tak
beratruran, kemudahan lolos dari lubang ayakan tergantung pada arah gerakan
partikel.

Menghitung Energi Grinding / Energi Kominusi
Untuk menghitung energi grinding digunakan persamaan ;
W = 10 [

]

keterangan:
W = Energi untuk grinding (Kw/ton.jam)

i
= Faktor grinding, untuk zeolit 13,81
Dp awal = Diameter rata-rata sebelum grinding (m)
Dp akhir = Diameter rata-rata sesudah grinding (m)





















III. PERCOBAAN
3.1 Alat dan Bahan
Alat Bahan
Ayakan Getar



Screen & Pan


Silinder Ball Mill




3.2 Prosedur Kerja





Melakukan percobaan tersebut dengan waktu penggrindingan yang berbeda dan power yang
berbeda pula.
Menimbang kembali berat ayakan yang terkandung bahan pertama
Melakukan pengayakan kembali selama 10 menit
Melakukan proses penggrindingan menggunakan penggerak ball mill selama 15 menit
Memasukkan 23 bola kedalam silinder ball mill
Memasukkan bahan pertama ke dalam silinder ball mill
Menimbang berat masing-masing ayakan yang terkandung dalam bahan pertama
Melakukan pengayakan selama 10 menit menggunakan ayakan getar
Memasukan bahan pertama kedalam Screen yang telah disusun
Menimbang 250 gr bahan pertama
Menimbang masing-masing berat ayakan kosong
IV. DATA PERCOBAAN DAN PERHITUNGAN
DATA PENGAMATAN
Sampel 1
Massa awal total : 250,65 gram
Power ayakan: 10
Waktu pengayakan : 10 menit
R: 1
Waktu Grinding : 15 menit
Ukuran
Ayakan (mm)
Massa Awal (gr) Massa Akhir (gr)
+2,0 215,61 211,73
-2,0/+1,4 17,80 15,46
-1,4/+1,0 8,20 7,83
-1,0/0,2 7,12 8,95
-0,2/+0,112 0,94 2,11
-0,112 1,43 3,75

Sampel 2
Massa awal total : 250,21 gram
Power ayakan: 10
Waktu pengayakan : 10 menit
R: 1,5
Waktu Grinding : 15 menit
Ukuran
Ayakan
(mm)
Massa Awal (gr) Massa Akhir (gr)
+2,0 130,98 126,29
-2,0/+1,4 33,2 29,54
-1,4/+1,0 27,38 24,19
-1,0/0,2 39,71 40,79
-0,2/+0,112 5,11 11,05
-0,112 11,27 14,84


Sampel 3
Massa awal total : 250,60 gram
Power ayakan: 10
Waktu pengayakan : 10 menit
R: 2
Waktu Grinding : 15 menit

Ukuran
Ayakan (mm)
Massa Awal (gr) Massa Akhir (gr)
+2,0 154,64 148,1
-2,0/+1,4 30,31 26,9
-1,4/+1,0 24,99 21,27
-1,0/0,2 28,63 31,46
-0,2/+0,112 3,14 10,4
-0,112 8,25 9,62

Sampel 4
Massa awal total : 250,25 gram
Power ayakan: 10
Waktu pengayakan : 10 menit
R: 1
Waktu Grinding : 20 menit

Ukuran
Ayakan (mm)
Massa Awal (gr) Massa Akhir (gr)
+2,0 125,73 120,57
-2,0/+1,4 32,31 28,8
-1,4/+1,0 27,69 24,35
-1,0/0,2 42,89 43,93
-0,2/+0,112 7,02 10,84
-0,112 12,82 18,59




Sampel 5
Massa awal total : 250,23 gram
Power ayakan: 5
Waktu pengayakan : 10 menit
R: 2
Waktu Grinding : 15 menit

Ukuran
Ayakan (mm)
Massa Awal (gr) Massa Akhir (gr)
+2,0 172,17 163,98
-2,0/+1,4 26,71 23,34
-1,4/+1,0 19,24 17,06
-1,0/0,2 22,3 25,78
-0,2/+0,112 2,55 7,25
-0,112 4,62 8,95


PENGOLAHAN DATA
Menentukan Dp awal dan Dp akhir

Sampel 1
Massa awal total : 250,65 gram
Ukuran Ayakan
(mm)
Massa Awal
(gr)
%Berat Fraksi
%Lolos
Kumulatif
+2,0
215,61 86,020
0,86
-
-2,0/+1,4
17,8 7,102
0,07
14,160
-1,4/+1,0
8,2 3,271
0,03
7,058
-1,0/0,2
7,12 2,841
0,028
3,787
-0,2/+0,112
0,94 0,375
0,004
0,946
-0,112
1,43 0,571
0,006
0,571


Massa Akhir Total : 249,83 gram



0
20
40
60
80
100
0 0,5 1 1,5 2 2,5
%
L
o
l
o
s

K
u
m
u
l
a
t
i
f

Ukuran Ayakan (mm)
Kurva Ukuran Ayakan VS % Lolos Kumulatif
0
20
40
60
80
100
120
0 0,5 1 1,5 2 2,5
%
L
o
l
o
s

K
u
m
u
l
a
t
i
f

Ukuran Ayakan (mm)
Kurva Ukuran Ayakan VS % Lolos Kumulatif
Ukuran Ayakan
(mm)
Massa Akhir (gr) %Berat Fraksi
%Lolos
Kumulatif
+2,0 211,73
84,75
0,85
-
-2,0/+1,4 15,46
6,19
0,06
15,24
-1,4/+1,0 7,83
3,13
0,03
9,05
-1,0/0,2 8,95
3,58
0,04
5,92
-0,2/+0,112 2,11
0,84
0,008
2,34
-0,112 3,75
1,50
0,015
1,5
Perolehan dari grafik
Dp awal (80%) : 1,87 mm = 1870
Dp akhir (80%) : 1,87 mm = 1870

Sampel 2
Massa awal total : 250,21 gram
Ukuran Ayakan (mm)
Massa Awal
(gr)
%Berat Fraksi
%Lolos
Kumulatif
+2,0 130,98
52,35
0,52
-
-2,0/+1,4 33,2
13,27
0,13
46,62
-1,4/+1,0 27,38
10,94
0,11
33,35
-1,0/0,2 39,71
15,87
0,16
22,41
-0,2/+0,112 5,11
2,04
0,02
6,54
-0,112 11,27
4,5
0,045
4,5


Massa akhir total : 249,83gram
Ukuran Ayakan
(mm)
Massa Akhir (gr) %Berat Fraksi
%Lolos
Kumulatif
+2,0 126,29
50,55
0,51
-
-2,0/+1,4 29,54
11,82
0,12
48,19
-1,4/+1,0 24,19
9,68
0,097
36,37
-1,0/0,2 40,79
16,33
0,16
26,69
-0,2/+0,112 11,05
4,42
0,04
10,36
-0,112 14,84
5,94
0,06
5,94


Perolehan dari grafik
Dp awal (80%) : 1,8 mm = 1800
Dp akhir (80%) : 1,79 mm = 1790







0
20
40
60
80
100
120
0 0,5 1 1,5 2 2,5
%
L
o
l
o
s

K
u
m
u
l
a
t
i
f

Ukuran Ayakan (mm)
Kurva Ukuran Ayakan VS % Lolos
Kumulatif
0
20
40
60
80
100
120
0 0,5 1 1,5 2 2,5
%
L
o
l
o
s

K
u
m
u
l
a
t
i
f

Ukuran Ayakan (mm)
Kurva Ukuran Ayakan VS % Lolos
Kumulatif
Sampel 3
Massa awal total : 250,60 gram


Massa Akhir Total : 247,75 gram


Ukuran Ayakan
(mm)
Massa Akhir (gr) %Berat Fraksi
%Lolos
Kumulatif
+2,0 148,1
59,78
0,59
-
-2,0/+1,4 26,9
10,86
0,11
40,23
-1,4/+1,0 21,27
8,59
0,09
29,37
-1,0/0,2 31,46
12,698
0,13
20,78
-0,2/+0,112 10,4
4,198
0,04
8,08
-0,112 9,62
3,88
0,04
3,88
Ukuran Ayakan
(mm)
Massa Awal
(gr)
%Berat Fraksi
%Lolos
Kumulatif
+2,0 154,64
61,71
0,62
-
-2,0/+1,4 30,31
12,09
0,12
38,02
-1,4/+1,0 24,99
9,97
0,099
25,93
-1,0/0,2 28,63
11,42
0,11
15,96
-0,2/+0,112 3,14
1,25
0,01
4,54
-0,112 8,25
3,29
0,03
3,29


Perolehan dari grafik
Dp awal (80%) : 1,84 mm = 1840
Dp akhir (80%) : 1,82 mm = 1820

Sampel 4
Massa awal total : 250,25 gram
Ukuran Ayakan (mm) Massa Awal (gr) %Berat Fraksi
%Lolos
Kumulatif
+2,0 125,73
50,24
0,50
-
-2,0/+1,4 32,31
12,91
0,13
49,04
0
20
40
60
80
100
120
0 0,5 1 1,5 2 2,5
%
L
o
l
o
s

K
u
m
u
l
a
t
i
f

Ukuran Ayaka (mm)
Kurva Ukuran Ayakan VS %Lolos
Kumulatif
0
20
40
60
80
100
120
0 0,5 1 1,5 2 2,5
%
L
o
l
o
s

K
u
m
u
l
a
t
i
f

Ukuran Ayakan (mm)
Kurva Ukuran Ayakan VS %Lolos
Kumulatif
-1,4/+1,0 27,69
11,06
0,11
36,13
-1,0/0,2 42,89
17,14
0,17
25,07
-0,2/+0,112 7,02
2,81
0,03
7,93
-0,112 12,82
5,12
0,05
5,12

Ukuran Ayakan (mm)
Massa Akhir
(gr)
%Berat Fraksi
%Lolos
Kumulatif
+2,0 120,57
48,80
0,49
-
-2,0/+1,4 28,8
11,66
0,12
51,21
-1,4/+1,0 24,35
9,86
0,10
39,55
-1,0/0,2 43,93
17,78
0,18
29,69
-0,2/+0,112 10,84
4,39
0,04
11,91
-0,112 18,59
7,52
0,08
7,52

Total Massa Akhir : 247,08 gram


0
20
40
60
80
100
120
0 0,5 1 1,5 2 2,5
%
L
o
l
o
s

K
u
m
u
l
a
t
i
f

Ukuran Ayakan (mm)
Kurva Ukuran Ayakan VS %Lolos
Kumulatif


Perolehan dari grafik
Dp awal (80%) : 1,79 mm = 1790
Dp akhir (80%) : 1,79 mm = 1790

Sampel 5
Massa awal total : 250,23 gram
Ukuran Ayakan (mm) Massa Awal (gr) %Berat Fraksi
%Lolos
Kumulatif
+2,0 172,17
68,80
0,69
-
-2,0/+1,4 26,71
10,67
0,11
30,14
-1,4/+1,0 19,24
7,69
0,08
19,47
-1,0/0,2 22,3
8,91
0,09
11,78
-0,2/+0,112 2,55
1,02
0,01
2,87
-0,112 4,62
1,85
0,02
1,85




0
20
40
60
80
100
120
0 0,5 1 1,5 2 2,5
%
L
o
l
o
s

A
k
u
m
u
l
a
t
i
f

Ukuran Ayakan (mm)
Kurva Ukuran Ayakan VS %Lolos
Akumulatif
Ukuran Ayakan (mm)
Massa Akhir
(gr)
%Berat Fraksi
%Lolos
Kumulatif
+2,0 163,98
66,56
0,67
-
-2,0/+1,4 23,34
9,47
0,09
33,42
-1,4/+1,0 17,06
6,92
0,07
23,95
-1,0/0,2 25,78
10,46
0,10
17,03
-0,2/+0,112 7,25
2,94
0,03
6,57
-0,112 8,95
3,63
0,04
3,63
Total Massa Akhir : 246,36 gram



0
20
40
60
80
100
120
0 0,5 1 1,5 2 2,5
%
L
o
l
o
s

K
u
m
u
l
a
t
i
f

Ukuran Ayakan (mm)
Kurva Ukuran Ayakan VS %Lolos
Kumulatif
0
20
40
60
80
100
120
0 0,5 1 1,5 2 2,5
%
L
o
l
o
s

K
u
m
u
l
a
t
i
f

Ukuran Ayakan (mm)
Kurva Ukuran Ayakan VS %Lolos
Kumulatif
Perolehan dari grafik
Dp awal (80%) : 1,85 mm = 1850
Dp akhir (80%) : 1,82 mm = 1820


Menghitung Dp rata-rata
Sampel 1
=


=

Sampel 2
=


=

Sampel 3
=


=

Sampel 4
=


=

Sampel 5
=


=


Menghitung Energi Kominusi
Sampel 1
W
i
= 16,46 KWH/ton (Silica sand/Zeolit)
=


=

Sampel 2
W
i
= 16,46 KWH/ton (Silica sand/Zeolit)
=


=

Sampel 3
W
i
= 16,46 KWH/ton (Silica sand/Zeolit)
=


=

Sampel 4
W
i
= 16,46 KWH/ton (Silica sand/Zeolit)
=


=

Sampel 5
W
i
= 16,46 KWH/ton (Silica sand/Zeolit)
=


=


Menentukan Efisiensi Ayakan
Sampel 1
Sebelum grinding
Efisiensi Ayakan =


x 100%
Ayakan 1 (+2,000 mm) =

x 100% = 13,98%
Ayakan 2 (+1,400 mm) =

x 100% = 91,74 %
Ayakan 3 (+1,000 mm) =

x 100% = 53,93%
Ayakan 4 (+0,200 mm) =

x 100% = 13,17 %
Ayakan 5 (+0,112 mm) =

x 100% = 86,8 %
Ayakan 6 (+0,05 mm) =

x 100% = 52,13 %

Sesudah grinding
Efisiensi Ayakan =


x 100%
Ayakan 1 (+2,000 mm) =

x 100% = 15,25 %
Ayakan 2 (+1,400 mm) =

x 100% = 92,7 %
Ayakan 3 (+1,000 mm) =

x 100% = 49,35 %
Ayakan 4 (+0,200 mm) =

x 100% = 14,30%
Ayakan 5 (+0,112 mm) =

x 100% = 76,42 %
Ayakan 6 (+0,05 mm) =

x 100% = 77,73 %

Sampel 2
Sebelum Grinding
Efisiensi Ayakan =


x 100%
Ayakan 1 (+2,000 mm) =

x 100% = 47,65%
Ayakan 2 (+1,400 mm) =

x 100% = 74,65 %
Ayakan 3 (+1,000 mm) =

x 100% = 17,53%
Ayakan 4 (+0,200 mm) =

x 100% = 45,03%
Ayakan 5 (+0,112 mm) =

x 100% = 87,13%
Ayakan 6 (+0,05 mm) =

x 100% = 54,66 %

Sesudah grinding
Efisiensi Ayakan =


x 100%
Ayakan 1 (+2,000 mm) =

=
Ayakan 2 (+1,400 mm) =

=
Ayakan 3 (+1,000 mm) =

=
Ayakan 4 (+0,200 mm) =

=
Ayakan 5 (+0,112 mm) =

x 100% = 72,91 %
Ayakan 6 (+0,05 mm) =

x 100% = 34,3 %
Sampel 3
Sebelum Grinding
Efisiensi Ayakan =


x 100%
Ayakan 1 (+2,000 mm) =

=
Ayakan 2 (+1,400 mm) =

=
Ayakan 3 (+1,000 mm) =

=
Ayakan 4 (+0,200 mm) =

=
Ayakan 5 (+0,112 mm) =

=
Ayakan 6 (+0,05 mm) =

x 100% = 61,94 %

Sesudah grinding
Efisiensi Ayakan =


x 100%
Ayakan 1 (+2,000 mm) =

x 100% = 40,22 %
Ayakan 2 (+1,400 mm) =

x 100% = 81,84 %
Ayakan 3 (+1,000 mm) =

x 100% = 20,93 %
Ayakan 4 (+0,200 mm) =

x 100% = 47,91%
Ayakan 5 (+0,112 mm) =

x 100% = 66,94 %
Ayakan 6 (+0,05 mm) =

x 100% =7,5 %

Sampel 4
Sebelum Grinding
Efisiensi Ayakan =


x 100%
Ayakan 1 (+2,000 mm) =

x 100%= 49,76%
Ayakan 2 (+1,400 mm) =

x 100%= 74,3 %
Ayakan 3 (+1,000 mm) =

x 100%=14,3%
Ayakan 4 (+0,200 mm) =

x 100%= 54,89%
Ayakan 5 (+0,112 mm) =

x 100%= 83,63%
Ayakan 6 (+0,05 mm) =

x 100%= 82,62 %

Sesudah grinding
Efisiensi Ayakan =


x 100%
Ayakan 1 (+2,000 mm) =

x 100% = 51,20 %
Ayakan 2 (+1,400 mm) =

x 100% = 76,11 %
Ayakan 3 (+1,000 mm) =

x 100% = 15,45 %
Ayakan 4 (+0,200 mm) =

x 100% = 80,41%
Ayakan 5 (+0,112 mm) =

x 100% = 75,32 %
Ayakan 6 (+0,05 mm) =

x 100% = 71, 49 %

Sampel 5
Sebelum Grinding
Efisiensi Ayakan =


x 100%
Ayakan 1 (+2,000 mm) =

x 100% = 31,2%
Ayakan 2 (+1,400 mm) =

x 100% = 84,49 %
Ayakan 3 (+1,000 mm) =

x 100% =27,97%
Ayakan 4 (+0,200 mm) =

x 100% = 15,90%
Ayakan 5 (+0,112 mm) =

x 100% = 88,57%
Ayakan 6 (+0,05 mm) =

x 100% = 81, 18%



Sesudah grinding
Efisiensi Ayakan =


x 100%
Ayakan 1 (+2,000 mm) =

x 100% = 33,44 %
Ayakan 2 (+1,400 mm) =

x 100% = 85,77 %
Ayakan 3 (+1,000 mm) =

x 100% = 26,91%
Ayakan 4 (+0,200 mm) =

x 100% = 51,11%
Ayakan 5 (+0,112 mm) =

x 100% = 71,88 %
Ayakan 6 (+0,05 mm) =

x 100% = 23,45%