Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pengambilan keputusan merupakan suatu proses mengombinasikan pendekatan yang
rasional dan judgmental, yang prosesnya tidak dapat diformulasikan secara lengkap. Dalam
proses ini, pengambil keputusan akan selalu menghadapi risiko yang berpengaruh pada
proses judgment itu sendiri. Pemahaman terhadap proses pengambilan keputusan pada
masalah yang kompleks sangatlah penting agar dapat mengambil keputusan dengan baik dan
menghadapi risiko dengan bijak. Praktik pengambilan keputusan selama ini menunjukkan
kompleksitas masalah dan keterbatasan kemampuan rasional manusia, maka orang akan
melakukan pengambilan keputusan secara rasional dan juga dalam berbagai situasi,
mengambil keputusan dengan proses heuristic.
Heuristik adalah proses yang dilakukan oleh individu dalam mengambil keputusan secara
cepat, dengan menggunakan pedoman umum dan sebagian informasi saja. Proses ini
mengakibatkan adanya kemungkinan bias, kesalahan, dan ketidakakuratan keputusan.
Dengan demikian akuntansi tidak dapat dilepaskan dari aspek perilaku manusia serta
kebutuhan organisasi akan informasi akuntansi. Kesempurnaan teknis tidak pernah mampu
mencegah orang untuk mengetahui bahwa tujuan jasa akuntansi bukan hanya sekedar teknik
yang didasarkan pada efektivitas dari segala prosedur akuntansi, melainkan bergantung pada
bagaimana prilaku orang-orang di dalam organisasi.
B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, didapatkan rumusan masalah pada makalah ini adalah
!. "pakah pengertian pengambilan keputusan#
$. %agaimanakah gaya dan model pengambilan keputusan#
&. %agaimakah peran informasi akutansi sebagai dasar pengambilan keputusan
C. Tujuan Penelitian
"dapun tujuan dari pada makalah ini adalah
!. 'ntuk mengetahui pengertian pengambilan keputusan.
$. 'ntuk mengetahui gaya dan model pengambilan keputusan.
&. 'ntuk mengetahui peran informasi akutansi sebagai dasar pengambilan keputusan.
BAB II
PEMBAHASAN
A. PengertianPengamilan !e"utusan
(enurut )ames ".*. +toner, keputusan adalah pemilihan di antara berbagai alternatif.
Definisi ini mengandung tiga pengertian, yaitu ,!- ada pilihan atas dasar logika atau
pertimbangan. ,$- ada beberapa alternatif yang harus dipilih salah satu yang terbaik. dan ,&-
ada tujuan yang ingin dicapai dan keputusan itu makin mendekatkan pada tujuan
tersebut. Dari pengertian keputusan tersebut dapat diperoleh pemahaman bahwa keputusan
merupakan suatu pemecahan masalah sebagai suatu hukum situasi yang dilakukan melalui
pemilihan satu alternatif dari beberapa alternatif. Pengambilan keputusan merupakan suatu
proses pemilihan alternatif terbaik dari beberapa alternatif secara sistematis untuk
ditindaklanjuti ,digunakan- sebagai suatu cara pemecahan masalah yang terdiri dari beberapa
orang untuk mencapai tujuan bersama didalam organisasi.
Kebanyakan pembahasan proses pengambilan keputusan terbagi dalam beberapa
langkah. Hal ini dapat ditelusuri dari ide yang dikembangkan Herbert ". +imon, ahli teori
kepufusan dan organisasi yang memenangkan hadiah /obel, yang mengonseptualisasikan
tiga tahap utama dalam proses, pengambilan keputusan
l. Aktivitas inteligensi. %erasal dari pengertian militer 0intelligence,0 +imon
mendeskripsikan tahap awal ini sebagai penelusuran kondisi lingkungan yang
memerlukan pengambilan keputusan.
2. Aktivitas desain. +elama tahap kedua, mungkin terjadi tindakan penemuan,
pengembangan, dan analisis masalah.
3. Aktivitas memilih. 1ahap ketiga dan terakhir ini merupakan pilihan sebenarnya-memilih
tindakan tertentu dari yang tersedia
%erhubungan dengan tahap-tahap tersebut, tetapi lebih empiris ,yaitu, menelusuri
keputw2 sebenarnya dalam organisasi-, adalah langkah pengambilan keputusan menurut
(int3berg a koleganya
!. 1ahap identifikasi, di mana pengenalan masalah atau kesempatan muncul dan
diagnosis dibuat Diketahui bahwa masalah yang berat mendapatkan diagnosis yang
ekstensif dan sistematis, tep masalah yang sederhana tidak.
$. 1ahap pengembangan, di mana terdapat pencarian prosedur atau solusi standar yang ada
a s mendesain solusi yang baru. Diketahui bahwa proses desain merupakan proses
pencarian d percobaan di mana pembuat keputusan hanya mempunyai ide solusi ideal
yang tidak jelas.
&. 1ahap seleksi, di mana pilihan solusi dibuat. "da tiga cara pembentukan seleksi dengan
penilainn pembuat keputusan, berdasarkan pengalaman atau intuisi, bukan analisis logis.
dengan analisis alternatif yang logis dan sistematis. dan dengan tnwar-menawar saat
seleksi melibatkan kelompok pembuat keputusan dan semua manuver politik yang ada.
+ekali keputusan diterima secara formal, otorisasi pun kemudian dibuat.
4angkah-langkah pengambilan keputusan
!- Pengenalan dan pendefinisian atas suatu masalah atau suatu peluang.
4angkah ini merupakan respon terhadap suatu masalah, ancaman yang dirasakan, atau
kesempatan dibayangkan. 'ntuk mengenali dan mendefinisikan masalah atau
peluang, para pengambil keputusan memerlukan informasi mengenai lingkungan,
keuangan, dan operasi.
$- Pencarian atas tindakan alternatif dan kuantifikasi atas konsekuensinya.
Ketika definisi dari masalah atau peluang selesai, pencarian untuk program alternatif
tindakan dan kuantifikasi konsekuensi mereka dimulai. Pada langkah ini, sebagai
alternatif praktis sebanyak mungkin diidentifikasi dan dievaluasi. Pencarian sering
dimulai dengan melihat masalah serupa yang terjadi di masa lalu dan tindakan yang
dipilih pada saat itu. )ika saja dipilih tindakan bekerja dengan baik, mungkin akan
diulangi. )ika tidak, pencarian alternatif tambahan akan diperpanjang. Dalam tahap
ini, sebanyak mungkin alternatif yang praktis didiefinisikan dan dievaluasi.
&- Pemilihan alternatif yang optimal atau memuaskan.
1ahap yang paling penting dalam proses pengambilan keputusan adalah memilih salah
satu dari beberapa alternatif. (eskipun langkah ini mungkin memunculkan pilihan
rasional, pilihan terakhir sering didasarkan pada pertimbangan politik dan psikologis
daripada fakta ekonomi.
5- Penerapan dan tindak lanjut.
Kesuksesan atau kegagalan dari keputusan akhir bergantung pada efisiensi
penerapannya. Pelaksanaan hanya akan berhasil jika individu-individu yang memiliki
kontrol atas sumber daya organisasi yang diperlukan untuk melaksanakan keputusan
,misalnya, uang, orang, dan informasi- benar-benar berkomitmen untuk membuatnya
bekerja.
B. M#ti$ !esa%aran
(otif kesadaran ialah segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertindak
melakukan sesuatu yang masih berada dalam tingkat kesadaran seseorang. 1erdapat dua
faktor penting dari motif kesadaran dalam konteks pengambilan keputusan, yaitu
!. Keinginan akan kestabilan atau kepastian.
Keinginan akan kestabilan menegaskan adanya kemampuan untuk memprediksikan
6ni menjadi pendorong bagi keinginan kita untuk membuat bagian- bagian dari konsep
yang cocok satu sama lain secara konsisten. (otif ini mengaktifkan baik pikiran sadar
dan bawah sadar untuk membuat masuk akal suatu ketidakseimbangan, ambigu, atau
ketidakpastian informasi.
$. Keinginan akan kompleksitas dan keragaman.
(otif kompleksitas menimbulkan keinginan akan suatu stimulus dan eksplorasi serta
mengaktifkan pikiran sadar dan bawah sadar untuk mencari data baru dari ingatan
atau lingkungan, kemudian menyeimbangkannya dan mengaturnya dengan motif.
+elain itu, faktor yang berhubungan erat dengan prediksi adalah perbedaan dalam
teori keputusan secara matematis antara kepastian, risiko, dan ketidakpastian.
Kepastian didapat ketika semua akibat dari suatu alternatif keputusan tidak diketahui.
7isiko dapat terjadi ketika seseorang menentukan suatu pilihan dari berbagai alternatif
yang ada. Ketidakpastian timbul ketika seseorang tidak dapat menentukan
kemungkinan konseuensi yang timbul dari tindakan yang dilakukannya.
Dengan menggunakan dimensi-dimensi kompleksitas dan kemampuan untuk
membuat prediksi, para ahli psikologi telah mengembangkan empat jenis model
keputusan
!- (odel keputusan yang diprogram secara sederhana.
(odel ini ditandai dengan aturan-aturan prediksi yang tidak kompleks, yang
ditetapkan oleh orang lain yang bukan si pengambil keputusan. "lternatif yang
memuaskan, ketika pertama kali ditemukan, biasanya langsung dipilih. "lternatif-
alternatif tersebut dinilai berdasarkan kriteria-kriteria yang sederhana dengan risiko
yang minimum, yang penerapannya dilakukan secara individu.
$- (odel keputusan yang tidak diprogram secara sederhana.
Pada model ini, apa pun akan terlihat baik pada saat itu bagi si pengambil keputusan
yang langsung memilih alternatif tersebut. 6nformasi bersumber dari prasangka
melalui keyakinan-keyakinan umum. Dalam organisasi, informasi juga dapat berasal
dari sistem informasi manajemen dengan akuntansi yang menjadi komponen utama.
"lternatif pertama yang dipilih harus mampu menyesuaikan diri dengan tujuan laba
jangka pendek yang diinginkan dengan mengabaikan risiko yang ada.
&- (odel keputusan yang diprogram secara kompleks.
Pada model ini melibatkan perencanaan yang begitu rinci. (asalah dan peluang
diantisipasi dengan skala prioritas yang begitu hati-hati. "lternatif-alternatif yang ada
dievaluasi berdasarkan pertimbangan memaksimalkan manfaat jangka panjang.
5- (odel keputusan yang tidak diprogram diprogram secara kompleks
(odel ini memiliki ciri khas yaitu partisipasi yang terus-menerus dari semua orang
yang terlibat untuk memaksimalkan perolehan informasi dan koordinasi.
C. &enis M#%el Pengamilan ke"utusan
1iga model utama dalam pengambilan keputusan dari seoran pengambilan keputusan
dalam suatu organisasi, model-model tersebut adalah
8 (odel 9konomi
(odel tradisional mengasumsikan bahwa semua tindakan manusia dan keputusan secara
sempurna rasional dan bahwa dalam sebuah organisasi, ada konsistensi antara berbagai
motif dan tujuan. Diasumsikan bahwa semua alternatif adalah dikenal dan bahwa
probabilitas yang terkait dengan alternatif dapat dihitung dengan pasti. Keputusan tidak
tergantung pada preferensi pribadi, tetapi lebih merupakan didikte oleh tujuan yang
konsisten dari organisasi.
8 (odel +osial
(odel ini merupakan kebalikan ekstrem dari model ekonomi. (odel ini mengasumsikan
bahwa manusia pada dasarnya tidak rasional dan bahwa keputusan dihitung berdasarkan
interaksi sosial. (odel ini merasakan bahwa tekanan dan ekspektasi adalah kekuatan
motivasiutama.
8 (odel Kepuasan +imon
(odel ini lebih berguna dan model yang lebih praktis. Hal ini didasarkan pada konsep
+imon pada orang administrasi, di mana manusia dipandang sebagai rasional karena
mereka memiliki kemampuan untuk berpikir, memproses informasi, membuat pilihan, dan
belajar.
D. Pengamilan !e"utusan 'rganisasi
!. Perusahaan Sebagai Unit Pengambilan Keputusan
Perusahaan dapat dianggap unit pengambilan keputusan yang mirip dalam banyak cara
untuk individu. masalah keputusan yang dihadapi perusahaan sangat banyak dan
gejala masalah dana alternatif yang paling jelas. Hanya jika pencarian gagal akan
membuktikan asli organisasi memperluas penelitian mereka dan bahkan memperpanjang ke
daerah-daerah rentan organisatoris.
$. rganisasi pembela!aran
Ketika pendekatan pencarian tertentu menemukan solusi yang layak untuk suatu masalah,
organisasi kemungkinan besar akan mengulang pendekatan yang sama dalam memecahkan
masalahserupa di masa mendatang.
Ketika sebuah pendekatan khusus gagal, maka akan menghindari dalam pencarian masa
depan yang sama berlaku untuk urutan alternatif yang dipertimbangkan. juga, akan berubah
jika organisasi mengalami kegagalan dengan preferensi tertentu.
&. "anusia-Para Pengambil Keputusan rganisasi
Penting untuk diingat bahwa manusia, dan bukanya organisasi, yang mengenali,
mendefenisikan masalah atau peluang, yang mencari tindakan alternatif secara optimal dan
menerapkanya. Pengaturan organisasi di mana orang yang digunakan tergantung pada
jenis masalah keputusan atau opportunity ditemui.
5. Kekuatan dan Kelemahan #ndividu sebagai Kengambilan Keputusan
(anusia merupakan makhluk yang rasional karena memilih kepastian untuk berpikir,
memilih, dan belajar. 1etapi rasionalitas manusia adalah sangat terbatas karena mereka
hampir tidak pernah memperoleh informasi yang penuh dan hanya mampu memproses
informasi yang tersedia secara berurutan. Perilaku rasional dari individu dalam situasi
pengambilan keputusan oleh kerena itu terdiri dari atas pencarian diantara alternatif-alternatif
yang terbatas akan suatu solusi yang masuk akal dalam kondisi dimana konsekuensi dari
tindakan tidaklah pasti.
Pengambilan keputusan yang rasional batas individu bervariasi sesuai dengan
!. 4ingkup pengetahuan yang tersedia sehubungan dengan semua alternatif yang
mungkin dan konsekuensinya.
$. :aya kognitif mereka dengan asumsi bahwa tidak ada satu gaya
yang selalu unggul karena dalam situasi masalah spesifik, lebih dari satu
pendekatan dapat menyebabkan hasil yang dapat diterima.
&. +truktur nilai mereka yang berubah.
5. Kecenderungan mereka untuk 0memuaskan0 daripada untuk melakukan
optimalisasi.
E. (a)a Pengamilan !e"utusan
*. (a)a Direkti$
Pembuat keputusan gaya direktif mempunyai toleransi rendah pada ambiguitas, dan
berorienytasi pada tugas dan masalah teknis. Pembuat keputusan ini cenderung lebih
efisien, logis, pragmatis dan sistematis dalam memecahkan masalah. Pembuat keputusan
direktif juga berfokus pada fakta dan menyelesaikan segala sesuatu dengan cepat. (ereka
berorientasi pada tindakan, cenderung mempunyai fokus jangka pendek, suka
menggunakan kekuasaan, ingin mengontrol, dan secan menampilkan gaya kepemimpinan
otokratis.
+. (a)a Analitik
Pembuat keputusan gaya analitik mempunyai toleransi yang tinggi untuk ambiguitas dan
tugas yang kuat serta orientasi teknis. )enis ini suka menganalisis situasi. pada
kenyataannya, mereka cenderung terlalu menganalisis sesuatu. (ereka mengevaluasi
lebih banyak informasi dan alternatif darpada pembuat keputusan direktif. (ereka juga
memerlukan waktu lama untuk mengambil kepuputusan mereka merespons situasi baru
atau tidak menentu dengan baik. (ereka juga cenderung mempunyai gaya kepemimpinan
otokratis.
,. (a)a !#nse"tual
Pembuat keputusan gaya konseptual mempunyai toleransi tinggi untuk ambiguitas, orang
yang kuat dan peduli pada lingkungan sosial. (ereka berpandangan luas dalam
memecahkan masalah dan suka mempertimbangkan banyak pilihan dan kemungkinan
masa mendatang. Pembuat keputusan ini membahas sesuatu dengan orang sebanyak
mungkin untuk mendapat sejumlah informasi dan kemudian mengandalkan intuisi dalam
mengambil keputusan. Pembuat keputusan konseptual juga berani mengambil risiko dan
cenderung bagus dalam menemukan solusi yang kreatif atas masalah. "kan tetapi, pada
saat bersamaan, mereka dapat membantu mengembangkan pendekatan idealistis dan
ketidakpastian dalam pengambilan keputusan.
-. (a)a Perilaku
Pembuat keputusan gaya perilaku ditandai dengan toleransi ambiguitas yang rendah,
orang yang kuat dan peduli lingkungan sosial. Pembuat keputusan cenderung bekerja
dengan baik dengan orang lain dan menyukai situasi keterbukaan dalam pertukaran
pendapat. (ereka cenderung menerima saran, sportif dan bersahabat, dan menyukai
informasi verbal daripada tulisan. (ereka cenderung menghindari konflik dan
sepenuhnya peduli dengan kebahagiaan orang lain. "kibatnya, pembuat keputusan
mempunyai kesulitan untuk berkata ;tidak; kepada orang lain, dan mereka tidak membuat
keputusan yang tegas, terutama saat hasil keputusan akan membuat orang sedih.
.. Peran In$#rmasi Akuntansi %alam Pengamilan !e"utusan
+ecara defenisi, keputusan manajemen mempengeruhi kejadian atau tindakan masa
depan. +edangkan informasi akuntansi memfokuskan pada peristiwa-peristiwa dimasa lalu
tidak dngan sendirinya dapat mengubah kejadian atau dampaknya kecuali jika hal itu
dilakukan melalui proses pengambilan keputusan dengan kejadian masa depan beserta
konsekuensinya ditentukan.
Karena pengambilan keputusan dan informasi mengenai hasil kinerja akuntansi fokus
pada periode waktu yang berbeda, maka keduanya hanya dihubungkan oleh fakta bahwa
proses pengambilan keputusan menggunakan data akuntansi tertentu yang dimodifikasi selain
informasi nonkeuangan.
!. $ata Akuntansi sebagai Stimuli dalam Pengenalan "asalah
"kuntansi dapat berfungsi sebagai stimuli dalam pengenalan masalah melalui
pelaporan deviasi kinerja aktual dari sasaran standar anggaran atau memlalui informasi
kepada manajer bahwa mereka gagal untuk mencapai target output atau laba yang ditentukan
sebelumnya.
Ketika informasi akuntansi digunakan sebagai alat pengenalan masalah, maka
informasi tersebut juga digunakan sebagai dasar untuk menentukan konsekuensi yang dapat
dikuantifikasi atas tindakan alternatif yang perlu dipertimbangkan lebih lanjut.
$. %ipotesis Keperilakuan dari $ampak $ata Akuntansi
6nformasi akuntansi adalah salah satu input dalam model pengambilan keputusan. Para
pengambil keputusan dapat menyadari bahwa aura otentisitas akuntansi tidak berdasar dan
bahwa akuntansi, paling tidak, adalah proses dengan mana dampak dari kejadian ekonomi
dilaporkan seakurat mungkin, tetapi tanpa kepura-puraan akan kesempurnaan.
Para pengambil keputusan memandang akuntansi sebagai <ukuran yang tidak sempurna=
dengan kemungkinan besar bahwa nilai yang sesungguhnya akan berbeda dengan nilai yang
dilaporkan, karena kesalahn dan inakurasi dalam proses pengukuran dan pelaporan tidak
dapat dihindari.
6nformasi akuntansi menjadi tujuan ketika penghargaan atau sanksi dikaitkan dengan
hasilnya. (isalnya, jika seorang manajer berharap untuk dipromosikan jika ia dapat
mengurangi biaya, maka manajer tersebut akan melihat informasi akuntansi sebagai dasar
untuk menentukan apakah ia telah berhasil atau tidak.
1ingkat pengaruh informasi akuntansi juga bervariasi berdasarkan jenis pengambil
keputusan. %urns ,!>?!- mengelompokkan pengambil keputusan ke dalam tiga kelompok
!. Para pembuat keputusan dalam perusahaan yang mengambil keputusan mengenai
operasi dan sistem akuntansi digunakan untuk menyusun laporan.
$. Para pengambil keputusan dalam perusahaan yang hanya dapat membuat keputusan
mengenai operasi saja.
&. (ereka yang berada di luar perusahaan yang membuat keputusan mengenai perusahaan
tersebut yang dapat mempengaruhi lingkungan dan operasinya, tetapi yang tidak memiliki
kendali langsung atas operasi perusahaan.
Para peneliti lain mempelajari pertanyaan-pertanyaan mengenai bagaimana para pengambil
keputusan menyesuaikan terhadap perubahan dalam metode dan terminologi akuntansi.
(ereka menemukan bahwa ada dua faktor yang menentukan tingkat penyesuaian, yaitu
umpan balik dan fiksasi fungsional.
&. Umpan balik
'ntuk memahami perubahan dalam metode akuntansi dan untuk menyesuaikan aturan
pengambilan keputusan sesuai dengan itu, maka pengambil keputusan harus menerima
informasi menerima informasi mengenai perubahan tersebut atau memiliki umpan balik
tidak langsung mengenai perubahan tersebut. )ika seseorang mengabaikan dampak jangka
pendek yang mungkin akibat selang waktu antara perubahan dan indikasinya, maka kecil
kemungkinannya bahwa tidak terdapat umpan balik sama sekali.
5. &iksasi &ungsional
Hal ini merupakan fenomena keperilakuan yang mengimplikasikan ketidakmampuan di
pihak pengguna informasi akuntansi untuk memahami apa yang tersirat di balik label yang
diberikan kepada suatu angka. Ketika mereka menerima suatu pendekatan pengukuran
akuntansi sebagai alat untuk mengelola proses pengambilan keputusan mereka, maka
perilaku mereka jarang sekali akan dipengaruhi oleh perubahan dalam metode akuntansi yang
digunakan. +ebagai suatu atribut dari pengambilan keputusan, fiksasi fungsional bervariasi
tingkatnya dari situasi yang satu ke situasi yang lain, namun tidak pernah tidak ada sama
sekali.
@. $ampak $ata Akuntansi dalam Pilihan Keputusan
%obot yang diberikan kepada informasi akuntansi dalam pilihan akhir sangat
bervariasi. Hal itu bergantung pada samapi sejauh mana hal itu dipandang mengurangi
ketidakpastian yang mengelilingi proses pengambilan keputusan. Data penjualan dan biaya
masa lalu, misalnya, akan digunakan sebagai pendekatan pertama terhadap permintaan masa
depan untuk produk yang di jual pada masa lalu.
Dua elemen lainnya yang mempengaruhi keyakinan yang diberikan pada informasi akuntansi
adalah permintaan dan persaingan. Perusahaan yang menghadapi sedikit persaingan dan
memiliki permintaan yang tidak elastis akan lebih banyak bergantung pada data biaya yang
disediakan oleh sistem akuntansinya ketika membuat keputusan mengenai pasar yang
kompetitif. 1elah ditemukan bahwa semakin penting kebutuhan akan suatu keputusan, maka
semakin besar pendekatan yang diberikan pada data akuntansi yang langsung tersedia.
6nformasi akuntansi memainkan peran yang lebih penting dalam keputusan jangka pendek
dibandingkan dalam keputusan yang melibatkan konsekuensi jangka panjang, karena
informasi akuntansi hanya mencerminkan biaya dan pendapatan yang berkaitan dengan
operasi sekarang. Dan kelihatannya para pengambil keputusan lebih memilih informasi
eksternal jika informasi tersebut langsung tersedia dan tidak begitu mahal dibandingkan
dengan data akuntansi yang dikembangkan secara internal.
BAB III
PENUTUP
A. !esim"ulan
%erdasarkan pembahasan di atas dapat diperoleh beberapa kesimpulan bahwa
akuntansi dibangun dengan menggunakan konsep, prinsip dan pendekatan dari disiplin ilmu
lain untuk meningkatkan kegunaannya. +ehingga akuntansi tidak dapat dilepaskan dari aspek
perilaku manusia serta kebutuhan organisasi akan informasi akuntansi.
Pengambilan keputusan adalah tindakan pemilihan alternatif. Hal ini berkaian dengan
fungsi manajemen. (enurut Herbert ". +imon, ahli teori kepufusan dan organisasi
mengonseptualisasikan tiga tahap utama dalam proses, pengambilan keputusan ,l- "ktivitas
inteligens, ,$- "ktivitas desain, ,&- "ktivitas memilih. 1ahap ketiga dan terakhir ini
merupakan pilihan sebenarnya-memilih tindakan tertentu dari yang tersedia. +edangkan
(int3berg a koleganya mengemukakan tentang langkah-langkah pengambilan keputusan,
yaitu ,!- 1ahap identifikasi ,$- 1ahap pengembangan, dan ,&- 1ahap seleksi.
B. Saran
Hendaknya pembaca jika menjadi seorang pemimpin dalam suatu organisasi dapat
mengambil keputusan yang tepat dan menerapkan gaya kepmimpinan sesuai dengan situasi
dengan berbagai pertimbangan yang telah diperhutungkan secara matang.
DA.TAR PUSTA!A
httpAAallovista$$.blogspot.comA$B!!A!$Aaspek-keperilakuan-pada-pengambilan.html
6khsan, "rfan, dan (uhammad 6shak, $BB@, 0Akuntansi Keperilakuan,0 +alemba 9mpat.
httpAAkurnia-kudo.blogspot.comA$B!$ABCAaspek-keperilakuan-pada-pengambilan.html
httpAAyantoumm.wordpress.comA$BBDA!!A$?Aakuntansi-keperilakuankonsep-dasar-
dampaknyaA
httpAAanakmilanisti.blogspot.comA$B!!A!$Aaspek-keperilakuan-pada-pengambilan.html
TU(AS MA!ALAH
ASPE! !EPERILA!UAN PADA PEN(AMBILAN !EPUTUSAN DAN
PARA PEN(AMBIL !EPUTUSAN
Eang dibina oleh
%apak "rif Eudi, +.9
Fleh
/urjama 9lla Fktaviani
/6(. !!!BCC!BB&B
&URUSAN A!UTANSI
.A!ULTAS E!'N'MI
UNI/ERSITAS ISLAM BALITAR
+0*,
!ATA PEN(ANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat 1uhan Eang (aha 9sa, karena dengan Karunia-
/ya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul ="spek Keperilakuan Pada
Pengambilan Keputusan Dan Para Pengambil Keputusan= dengan sebaik-baiknya.
Dalam penyusunannya, penulis memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak, karena
itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah
membantu dalam menyelesaikan makalah ini.
Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman
bagi para pembaca. (akalah ini saya akui masih banyak kekurangan. Fleh kerena itu saya
harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat
membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
%litar, Desember $B!&
Penulis,
DA.TAR ISI
!ATA PEN(ANTAR...................................................................................................i
DA.TAR ISI..................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
". 4atar %elakang...............................................................................................!
%. 7umusan (asalah..........................................................................................!
G. 1ujuan Penelitian............................................................................................!
BAB II PEMBAHASAN
". PengertianPengambilan Keputusan................................................................$
%. (otif Kesadaran ............................................................................................5
G. )enis (odel Pengambilan keputusan.............................................................@
D. Pengambilan Keputusan Frganisasi...............................................................C
9. :aya Pengambilan Keputusan........................................................................D
*. Peran 6nformasi "kuntansi dalam Pengambilan Keputusan...........................?
BAB III PENUTUP
". Kesimpulan.....................................................................................................!!
%. +aran...............................................................................................................!!
DA.TAR ISI..................................................................................................................*+