Anda di halaman 1dari 10

Kampoeng Batik Laweyan

Kawasan sentra industri batik ini sudah ada sejak zaman kerajaan Pajang tahun
1546 M. Seni batik tradisional yang dulu banyak didominasi oleh para juragan
batik sebagai pemilik usaha batik, sampai sekarang masih terus ditekuni
masyarakat aweyan sampai sekarang.
!ebagai langkah strategis untuk melestarikan seni batik, Kampung aweyan
didesain sebagai kampung batik terpadu, meman"aatkan lahan seluas kurang lebih
#4 ha yang terdiri dari $ blok.

Konsep pengembangan ini untuk memun%ulkan nuansa batik yang dominan yang
se%ara langsung akan mengantarkan para pengunjung pada keindahan seni batik. &i
antara ratusan moti" batik yang dapat ditemukan di Kampung Batik Laweyan,
jarik dengan moti" 'irto 'ejo dan 'runtum jadi %iri khan (atik aweyan.
Pengelolaan Kampung (atik aweyan ditujukan untuk men%iptakan suasana wisata
dengan konsep utama )*umahku adatah +aleriku). ,rtinya rumah memiliki "ungsi
ganda sebagai showroom sekaligus rumah produksi.

Keron%ong, karawitan, dan rebana merupakan jenis kesenian tradisional yang
banyak ditemukan di masyarakat aweyan. &i kampung ini juga dapat ditemukan
Makam Kyai ,geng -enis .tokoh yang menurunkan raja/raja Mataram0, bekas
rumah Kyai ,geng -enis dan !utawijaya .Panembahan !enopati0, bekas Pasar
aweyan, bekas (andar Kabanaran, Makam 1ayengrana .Prajurit 2ntung !urapati0,
anggar Merdeka, anggar Makmoer, dan rumah -. !amanhudi pendiri !erikat
&agang 3slam.

aweyan juga terkenal dengan bentuk bangunan rumah para juragan batik yang
dipengaruhi arsitektur tradisional Jawa, 4ropa, 5ina, dan 3slam. (angunan/
bangunan tersebut dilengkapi dengan pagar tinggi atau )beteng) yang
menyebabkan terbentuknya gang/gang sempit spesi"ik seperti kawasan Town
Space.
Kelengkapan khasanah seni dan budaya Kampung (atik aweyan tersebut
membuat aweyan banyak dikunjungi wisatawan dari dinas dan institusi
pendidikan, swasta, man%anegara .1epang, ,merika !erikat, dan (elanda0.
Kampung Batik Laweyan
Laweyen adalah salah satu sentral Batik di Solo.
Kampung ini Tentunya ada banyak sekali sejarah yang
tertinggal di kapung ini dan menjadi icon Batik Solo

Batik merupakan hasil karya seni tradisional yang banyak ditekuni
masyarakat Laweyan. Sejak abad ke-19 kampung ini sudah dikenal sebagai
kampung batik. tulah sebabnya kampung Laweyan pernah dikenal sebagai
kampung juragan batik yang mencapai kejayaannya di era tahun !"-an. #enurut
$lpha yang juga pengelola Batik #ahkota%
&i kawasan Laweyan ada Kampung Laweyan% Tegalsari% Tegalayu% Batikan%
dan 'ongke% yang penduduknya banyak yang menjadi produsen dan pedagang
batik% sejak dulu sampai sekarang. &i sinilah tempat berdirinya Syarekat &agang
slam% asosiasi dagang pertama yang didirikan oleh para produsen dan pedagang
batik pribumi% pada tahun 191(.
Bekas kejayaan para saudagar batik pribumi tempo doeloe yang biasa disebut )*al
*endhu) ini bisa dilihat dari peninggalan rumah mewahnya. &i kawasan ini% mereka
memang menunjukkan kejayaannya dengan berlomba membangun rumah besar
yang mewah dengan arsitektur cantik.
Kawasan Laweyan dilewati 'alan &r +ajiman% yang berada di poros Keraton
Kasunanan Surakarta - bekas Keraton #ataram di Kartasura. &ari 'alan &r +ajiman
ini% banyak terlihat tembok tinggi yang menutupi rumah-rumah besar% dengan
pintu gerbang besar dari kayu yang disebut regol. Sepintas tak terlalu menarik%
bahkan banyak yang kusam. Tapi begitu regol dibuka% barulah tampak bangunan
rumah besar dengan arsitektur yang indah. Biasanya terdiri dari bangunan utama
di tengah% bangunan sayap di kanan-kirinya% dan bangunan pendukung di
belakangnya% serta halaman depan yang luas.
&engan bentuk arsitektur% kemewahan material% dan keindahan ornamennya%
seolah para raja batik ,aman dulu mau menunjukkan kemampuannya untuk
membangun istananya% meski dalam skala yang mini. Salah satu contoh yang bisa
dilihat adalah rumah besar bekas saudagar batik yang terletak di pinggir 'alan &r
+ajiman% yang dirawat dan dijadikan homestay +oemahkoe yang dilengkapi
restoran Lestari.
Tentu saja tak semuanya bisa membangun -istana- yang luas% karena di kanan-
kirinya adalah lahan tetangga yang juga membangun -istana--nya sendiri-sendiri.
$lhasil% kawasan ini dipenuhi dengan berbagai istana mini% yang hanya dipisahkan
oleh tembok tinggi dan gang-gang sempit. Semangat berlomba membangun
rumah mewah ini tampaknya mengabaikan pentingnya ruang publik. 'alan-jalan
kampung menjadi sangat sempit. Terbentuklah banyak gang dengan lorong sempit
yang hanya cukup dilewati satu orang atau sepeda motor.
Tapi di sinilah uniknya. #enelusuri lorong-lorong sempit di antara tembok tinggi
rumah-rumah kuno ini sangat mengasyikkan. Kita seolah berjalan di antara
monumen sejarah kejayaan pedagang batik tempo doeloe. .ola lorong-lorong
sempit yang diapit tembok rumah gedongan yang tinggi semacam ini juga terdapat
di kawasan Kauman% Kemlayan% dan .asar Kliwon. Karena mengasyikkan%
menelusuri lorong-lorong sejarah kejayaan Laweyan yang eksotis ini bisa
menghabiskan waktu. $palagi jika $nda melongok ke dalam% melihat isi dan
keindahan ornamen semua -istana- di kawasan ini.
Tapi sayangnya satu per satu bangunan kuno yang berarsitektur cantik% hancur
digempur ,aman% digantikan ruko atau bangunan komersial baru yang
arsitekturnya sama sekali tidak jelas. .emerintah daerah setempat tak bertindak
apa pun menghadapi kerusakan arte/ak sejarah ini. Bahkan bekas rumah Ketua
Sarekat &agang slam 0. Samanhoedi% yang seharusnya dilindungi sebagai saksi
sejarah% sudah tidak utuh lagi% bagian depannya digempur habis. Bekas istana
#ataram di Kartasura juga dibiarkan hancur berantakan.
Kampung Batik Laweyan
Laweyen adalah salah satu sentral Batik di Solo.
Kampung ini Tentunya ada banyak sekali sejarah
yang tertinggal di kapung ini dan menjadi icon Batik
Solo

!ejarah pembatikan di 3ndonesia berkait erat dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan
penyebaran ajaran 3slam di 'anah 1awa. &alam beberapa %atatan, pengembangan batik banyak
dilakukan pada masa/masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerjaan !olo dan 6ogyakarta.
1adi kesenian batik ini di 3ndonesia telah dikenal sejak zaman kerjaan Majapahit dan terus
berkembang kepada kerajaan dan raja/raja berikutnya. ,dapun mulai meluasnya kesenian batik ini
menjadi milik rakyat 3ndonesia dan khususnya suku 1awa ialah setelah akhir abad ke/78333 atau
awal abad ke/737. (atik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke/77 dan
batik %ap dikenal baru setelah perang dunia kesatu habis atau sekitar tahun 19#:. ,dapun kaitan
dengan penyebaran ajaran 3slam. (anyak daerah/daerah pusat perbatikan di 1awa adalah daerah/
daerah santri dan kemudian (atik menjadi alat perjaungan ekonomi oleh tokoh/tokoh pedangan
Muslim melawan perekonomian (elanda.
Kesenian batik adalah kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu
kebudayaan keluaga raja/raja 3ndonesia zaman dulu. ,walnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam
kraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. ;leh karena
banyak dari pengikut raja yang tinggal diluar kraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka
keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing/masing.
ama/lama kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan
kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang. !elanjutnya, batik yang
tadinya hanya pakaian keluarga kraton, kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik
wanita maupun pria. (ahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri.
!edang bahan/bahan pewarna yang dipakai tediri dari tumbuh/tumbuhan asli 3ndonesia yang dibuat
sendiri antara lain dari< pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda
abu, serta garamnya dibuat dari tanahlumpur.
1aman Majapahit
(atik yang telah menjadi kebudayaan di kerajaan Majahit, pat ditelusuri di daerah Mojokerto dan
'ulung ,gung. Mojoketo adalah daerah yang erat hubungannya dengan kerajaan Majapahit semasa
dahulu dan asal nama Majokerto ada hubungannya dengan Majapahit. Kaitannya dengan
perkembangan batik asal Majapahit berkembang di 'ulung ,gung adalah riwayat perkembangan
pembatikan didaerah ini, dapat digali dari peninggalan di zaman kerajaan Majapahit. Pada waktu itu
daerah 'ulungagung yang sebagian terdiri dari rawa/rawa dalam sejarah terkenal dengan nama
daerah (onorowo, yang pada saat bekembangnya Majapahit daerah itu dikuasai oleh seorang yang
benama ,dipati Kalang, dan tidak mau tunduk kepada kerajaan Majapahit.
&i%eritakan bahwa dalam aksi polisionil yang dilan%arkan oleh Majapahati, ,dipati Kalang tewas
dalam pertempuran yang konon dikabarkan disekitar desa yang sekarang bernama Kalangbret.
&emikianlah maka petugas/petugas tentara dan keluara kerajaan Majapahit yang menetap dan
tinggal diwilayah (onorowo atau yang sekarang bernama 'ulungagung antara lain juga membawa
kesenian membuat batik asli.
&aerah pembatikan sekarang di Mojokerto terdapat di Kwali, Mojosari, (etero dan !idomulyo.
&iluar daerah Kabupaten Mojokerto ialah di 1ombang. Pada akhir abad ke/737 ada beberapa orang
kerajinan batik yang dikenal di Mojokerto, bahan/bahan yang dipakai waktu itu kain putih yang
ditenun sendiri dan obat/obat batik dari soga jambal, mengkudu, nila tom, tinggi dan sebagainya.
;bat/obat luar negeri baru dikenal sesudah perang dunia kesatu yang dijual oleh pedagang/
pedagang 5ina di Mojokerto. (atik %ap dikenal bersamaan dengan masuknya obat/obat batik dari
luar negeri. 5ap dibuat di (angil dan pengusaha/pengusaha batik Mojokerto dapat membelinya
dipasar Porong !idoarjo, Pasar Porong ini sebelum krisis ekonomi dunia dikenal sebagai pasar yang
ramai, dimana hasil/hasil produksi batik Kedung%angkring dan 1etis !idoarjo banyak dijual. =aktu
krisis ekonomi, pengusaha batik Mojoketo ikut lumpuh, karena pengusaha/pengusaha kebanyakan
ke%il usahanya. !esudah krisis kegiatan pembatikan timbul kembali sampai 1epang masuk ke
3ndonesia, dan waktu pendudukan 1epang kegiatan pembatikan lumpuh lagi. Kegiatan pembatikan
mun%ul lagi sesudah re>olusi dimana Mojokerto sudah menjadi daerah pendudukan.
5iri khas dari batik Kalangbret dari Mojokerto adalah hampir sama dengan batik/batik keluaran
6ogyakarta, yaitu dasarnya putih dan warna %oraknya %oklat muda dan biru tua. 6ang dikenal sejak
lebih dari seabad yang lalu tempat pembatikan didesa Majan dan !imo. &esa ini juga mempunyai
riwayat sebagai peninggalan dari zaman peperangan Pangeran &iponegoro tahun 1?#5.
Meskipun pembatikan dikenal sejak jaman Majapahait namun perkembangan batik mulai menyebar
sejak pesat didaerah 1awa 'engah !urakarta dan 6ogyakata, pada jaman kerajaan di daerah ini. -al
itu tampak bahwa perkembangan batik di Mojokerto dan 'ulung ,gung berikutnya lebih
dipenagruhi %orak batik !olo dan 6ogyakarta.
&idalam berke%amuknya %lash antara tentara kolonial (elanda dengan pasukan/pasukan pangeran
&iponegoro maka sebagian dari pasukan/pasukan Kyai Mojo mengundurkan diri kearah timur dan
sampai sekarang bernama Majan. !ejak zaman penjajahan (elanda hingga zaman kemerdekaan ini
desa Majan berstatus desa Merdikan .&aerah 3stimewa0, dan kepala desanya seorang kiyai yang
statusnya 2irun/temurun.Pembuatan batik Majan ini merupakan naluri .peninggalan0 dari seni
membuat batik zaman perang &iponegoro itu.
=arna babaran batik Majan dan !imo adalah unik karena warna babarannya merah menyala .dari
kulit mengkudu0 dan warna lainnya dari tom. !ebagai batik setra sejak dahulu kala terkenal juga
didaerah desa !embung, yang para pengusaha batik kebanyakan berasal dari !ala yang datang di
'ulungagung pada akhir abad ke/737. -anya sekarang masih terdapat beberapa keluarga
pembatikan dari !ala yang menetap didaerah !embung. !elain dari tempat/tempat tesebut juga
terdapat daerah pembatikan di 'renggalek dan juga ada beberapa di Kediri, tetapi si"at pembatikan
sebagian kerajinan rumah tangga dan babarannya batik tulis.
1aman Penyebaran 3slam
*iwayat pembatikan di daerah 1awa 'imur lainnya adalah di Ponorogo, yang kisahnya berkaitan
dengan penyebaran ajaran 3slam di daerah ini. *iwayat (atik. &isebutkan masalah seni batik
didaerah Ponorogo erat hubungannya dengan perkembangan agama 3slam dan kerajaan/kerajaan
dahulu. Konon, di daerah (atoro Katong, ada seorang keturunan dari kerajaan Majapahit yang
namanya *aden Katong adik dari *aden Patah. (atoro Katong inilah yang membawa agama 3slam
ke Ponorogo dan petilasan yang ada sekarang ialah sebuah mesjid didaerah Patihan =etan.
Perkembangan selanjutanya, di Ponorogo, di daerah 'egalsari ada sebuah pesantren yang diasuh
Kyai -asan (asri atau yang dikenal dengan sebutan Kyai ,gung 'egalsari. Pesantren 'egalsari ini
selain mengajarkan agama 3slam juga mengajarkan ilmu ketatanegaraan, ilmu perang dan
kesusasteraan. !eorang murid yang terkenal dari 'egalsari dibidang sastra ialah *aden
*onggowarsito. Kyai -asan (asri ini diambil menjadi menantu oleh raja Kraton !olo.
=aktu itu seni batik baru terbatas dalam lingkungan kraton. ;leh karena putri keraton !olo menjadi
istri Kyai -asan (asri maka dibawalah ke 'egalsari dan diikuti oleh pengiring/pengiringnya.
disamping itu banyak pula keluarga kraton !olo belajar dipesantren ini. Peristiwa inilah yang
membawa seni ba"ik keluar dari kraton menuju ke Ponorogo. Pemuda/pemudi yang dididik di
'egalsari ini kalau sudah keluar, dalam masyarakat akan menyumbangkan dharma batiknya dalam
bidang/bidang kepamongan dan agama.
&aerah perbatikan lama yang bisa kita lihat sekarang ialah daerah Kauman yaitu Kepatihan =etan
sekarang dan dari sini meluas ke desa/desa *onowijoyo, Mangunsuman, Kertosari, !etono,
5okromenggalan, Kadipaten, @ologaten, (angunsari, 5ekok, (anyudono dan @gunut. =aktu itu
obat/obat yang dipakai dalam pembatikan ialah buatan dalam negeri sendiri dari kayu/kayuan
antara lainA pohon tom, mengkudu, kayu tinggi. !edangkan bahan kainputihnyajugamemakai buatan
sendiri dari tenunan gendong. Kain putih import bam dikenal di 3ndonesia kira/kira akhir abad ke/
19.
Pembuatan batik %ap di Ponorogo baru dikenal setelah perang dunia pertama yang dibawa oleh
seorang 5ina bernama Kwee !eng dari (anyumas. &aerah Ponorogo awal abad ke/#: terkenal
batiknya dalam pewarnaan nila yang tidak luntur dan itulah sebabnya pengusaha/pengusaha batik
dari (anyumas dan !olo banyak memberikan pekerjaan kepada pengusaha/pengusaha batik di
Ponorogo. ,kibat dikenalnya batik %ap maka produksi Ponorogo setelah perang dunia petama
sampai pe%ahnya perang dunia kedua terkenal dengan batik kasarnya yaitu batik %ap mori biru.
Pasaran batik %ap kasar Ponorogo kemudian terkenal seluruh 3ndonesia.
(atik !olo dan 6ogyakarta
&ari kerjaan/kerajaan di !olo dan 6ogyakarta sekitamya abad 1B,1? dan 19, batik kemudian
berkembang luas, khususnya di wilayah Pulau 1awa. ,walnya batik hanya sekadar hobi dari para
keluarga raja di dalam berhias lewat pakaian. @amun perkembangan selanjutnya, pleh masyarakat
batik dikembangkan menjadi komoditi perdagamgan.
(atik !olo terkenal dengan %orak dan pola tradisionalnya batik dalam proses %ap maupun dalam
batik tulisnya. (ahan/bahan yang dipergunakan untuk pewarnaan masih tetap banyak memakai
bahan/bahan dalam negeri seperti soga 1awa yang sudah terkenal sejak dari dahulu. Polanya tetap
antara lain terkenal dengan C!idomuktiD dan C!idoluruhD.
!edangkan ,sal/usul pembatikan didaerah 6ogyakarta dikenal semenjak kerajaan Mataram ke/3
dengan raj any a Panembahan !enopati. &aerah pembatikan pertama ialah didesa Plered.
Pembatikan pada masa itu terbatas dalam lingkungan keluarga kraton yang dikerjakan oleh wanita/
wanita pembantu ratu. &ari sini pembatikan meluas pada trap pertama pada keluarga kraton lainnya
yaitu istri dari abdi dalem dan tentara/tentara. Pada upa%ara resmi kerajaan keluarga kraton baik
pria maupun wanita memakai pakaian dengan kombonasi batik dan lurik. ;leh karena kerajaan ini
mendapat kunjungan dari rakyat dan rakyat tertarik pada pakaian/pakaian yang dipakai oleh
keluarga kraton dan ditiru oleh rakyat dan akhirnya meluaslah pembatikan keluar dari tembok
kraton.
,kibat dari peperangan waktu zaman dahulu baik antara keluarga raja/raja maupun antara
penjajahan (elanda dahulu, maka banyak keluarga/keluarga raja yang mengungsi dan menetap
didaerah/daerah baru antara lain ke (anyumas, Pekalongan, dan kedaerah 'imur Ponorogo,
'ulungagung dan sebagainy a. Meluasny a daerah pembatikan ini sampai kedaerah/daerah itu
menurut perkembangan sejarah perjuangan bangsa 3ndonesia dimulai abad ke/1?. Keluarga/
keluarga kraton yang mengungsi inilah yang mengembangkan pembatikan seluruh pelosok pulau
1awa yang ada sekarang dan berkembang menurut alam dan daerah baru itu.
Perang Pangeran &iponegoro melawan (elanda, mendesak sang pangeran dan keluarganya serta
para pengikutnya harus meninggalkan daerah kerajaan. Mereka kemudian tersebar ke arah 'imur
dan (arat. Kemudian di daerah/daerah baru itu para keluarga dan pengikut pangeran &iponegoro
mengembangkan batik.
Ke 'imur batik !olo dan 6ogyakarta menyempurnakan %orak batik yang telah ada di Mojokerto
serta 'ulung ,gung. !elain itu juga menyebar ke +resik, !urabaya dan Madura. !edang ke arah
(arat batik berkem/bang di (anyumas, Pekalongan, 'egal, 5irebon.
Perkembangan (atik di Kota/kota lain
Perkembangan batik di (anyumas berpusat di daerah !okaraja dibawa oleh pengikut/pengikut
Pangeran &iponegero setelah selesa/inya peperangan tahun 1?$:, mereka kebanyakan menet/ap
didaerah (anyumas. Pengikutnya yang terkenal waktu itu ialah @ajendra dan dialah
mengembangkan batik %elup di !okaraja. (ahan mori yang dipakai hasil tenunan sendiri dan obat
pewama dipakai pohon tom, pohon pa%e dan mengkudu yang memberi warna merah kesemuan
kuning.
ama kelamaan pembatikan menjalar pada rakyat !okaraja dan pada akhir abad ke/737
berhubungan langsung dengan pembatik didaerah !olo dan Ponorogo. &aerah pembatikan di
(anyumas sudah dikenal sejak dahulu dengan moti" dan wama khususnya dan sekarang dinamakan
batik (anyumas. !etelah perang dunia kesatu pembatikan mulai pula dikerjakan oleh 5ina
disamping mereka dagang bahan batik. .
!ama halnya dengan pembatikan di Pekalongan. Para pengikut Pangeran &iponegoro yang menetap
di daerah ini kemudian mengembangkan usaha batik di sekitara daerah pantai ini, yaitu selain di
daerah Pekalongan sendiri, batik tumbuh pesat di (uawaran, Pekajangan dan =onopringgo. ,danya
pembatikan di daerah/daerah ini hampir bersamaan dengan pembatikan daerah/daerah lainnya yaitu
sekitar abad ke/737. Perkembangan pembatikan didaerah/daerah luar selain dari 6ogyakarta dan
!olo erat hubungannya dengan perkembangan sejarah kerajaan 6ogya dan !olo.
Meluasnya pembatikan keluar dari kraton setelah berakhirnya perang &iponegoro dan banyaknya
keluarga kraton yang pindah kedaerah/daerah luar 6ogya dan !olo karena tidak mau kejasama
dengan pemerintah kolonial. Keluarga kraton itu membawa pengikut/pengikutnya kedaerah baru itu
dan ditempat itu kerajinan batik terus dilanjutkan dan kemudian menjadi pekerjaan untuk
pen%aharian.
5orak batik di daerah baru ini disesuaikan pula dengan keadaan daerah sekitarnya. Pekalongan
khususnya dilihat dari proses dan designya banyak dipengaruhi oleh batik dari &emak. !ampai awal
abad ke/77 proses pembatikan yang dikenal ialah batik tulis dengan bahan morinya buatan dalam
negeri dan juga sebagian import. !etelah perang dunia kesatu baru dikenal pembikinan batik %ap
dan pemakaian obat/obat luar negeri buatan 1erman dan 3nggris.
Pada awal abad ke/#: pertama kali dikenal di Pekajangan ialah pertenunan yang menghasilkan
stagen dan benangnya dipintal sendiri se%ara sederhana. (eberapa tahun belakangan baru dikenal
pembatikan yang dikerjakan oleh orang/orang yang bekerja disektor pertenunan ini. Pertumbuhan
dan perkembangan pembatikan lebih pesat dari pertenunan stagen dan pernah buruh/buruh pabrik
gula di =onopringgo dan 'irto lari ke perusahaan/perusahaan batik, karena upahnya lebih tinggi
dari pabrik gula.
!edang pembatikan dikenal di 'egal akhir abad ke/737 dan bahwa yang dipakai waktu itu buatan
sendiri yang diambil dari tumbuh/tumbuhan< pa%eEmengkudu, nila, soga kayu dan kainnya tenunan
sendiri. =arna batik 'egal pertama kali ialah sogan dan babaran abu/abu setelah dikenal nila pabrik,
dan kemudian meningkat menjadi warna merah/biru. Pasaran batik 'egal waktu itu sudah keluar
daerah antara lain 1awa (arat dibawa sendiri oleh pengusaha/pengusaha se%ara jalan kaki dan
mereka inilah menurut sejarah yang mengembangkan batik di 'asik dan 5iamis disamping
pendatang/pendatang lainnya dari kota/kota batik 1awa 'engah.
Pada awal abad ke/77 sudah dikenal mori import dan obat/obat import baru dikenal sesudah
perang dunia kesatu. Pengusaha/pengusaha batik di 'egal kebanyakan lemah dalam permodalan dan
bahan baku didapat dari Pekalongan dan dengan kredit dan batiknya dijual pada 5ina yang
memberikan kredit bahan baku tersebut. =aktu krisis ekonomi pembatik/pembatik 'egal ikut lesu
dan baru giat kembali sekitar tahun 19$4 sampai permulaan perang dunia kedua. =aktu 1epang
masuk kegiatan pembatikan mati lagi.
&emikian pila sejarah pembatikan di Purworejo bersamaan adanya dengan pembatikan di Kebumen
yaitu berasal dari 6ogyakarta sekitar abad ke/73. Pekembangan kerajinan batik di Purworejo
dibandingkan dengan di Kebumen lebih %epat di Kebumen. Produksinya sama pula dengan 6ogya
dan daerah (anyumas lainnya.
!edangkan di daerah (ayat, Ke%amatan 'embayat Kebumen/Klaten yang letaknya lebih kurang #1
Km sebelah 'imur kota Klaten. &aerah (ayat ini adalah desa yang terletak dikaki gunung tetapi
tanahnya gersang dan minus. &aerah ini termasuk lingkungan Karesidenan !urakarta dan
Kabupaten Klaten dan riwayat pembatikan disini sudah pasti erat hubungannya dengan sejarah
kerajaan kraton !urakarta masa dahulu. &esa (ayat ini sekarang ada pertilasan yang dapat
dikunjungi oleh penduduknya dalam waktu/waktu tertentu yaitu Cmakam !unan (ayatD di atas
gunung 1abarkat. 1adi pembatikan didesa (ayat ini sudah ada sejak zaman kerjaan dahulu.
Pengusaha/pengusaha batik di (ayat tadinya kebanyakan dari kerajinan dan buruh batik di !olo.
!ementara pembatikan di Kebumen dikenal sekitar awal abad ke/737 yang dibawa oleh pendatang/
pendatang dari 6ogya dalam rangka dakwah 3slam antara lain yang dikenal ialah< Penghulu@usja".
(eliau inilah yang mengembangkan batik di Kebumen dan tempat pertama menetap ialah sebelah
'imur Kali ukolo sekarang dan juga ada peninggalan masjid atas usaha beliau. Proses batik
pertama di Kebumen dinamakan teng/abang atau blambangan dan selanjutnya proses terakhir
dikerjakan di (anyumasE!olo. !ekitar awal abad ke/77 untuk membuat polanya dipergunakan
kunir yang %apnya terbuat dari kayu. Moti"/moti" Kebumen ialah< pohon/pohon, burung/burungan.
(ahan/bahan lainnya yang dipergunakan ialah pohon pa%e, kemudu dan nila tom.
Pemakaian obat/obat import di Kebumen dikenal sekitar tahun 19#: yang diperkenalkan oleh
pegawai (ank *akyat 3ndonesia yang akhimya meninggalkan bahan/bahan bikinan sendiri, karena
menghemat waktu. Pemakaian %ap dari tembaga dikenal sekitar tahun 19$: yang dibawa oleh
Purnomo dari 6ogyakarta. &aerah pembatikan di Kebumen ialah didesa< =atugarut, 'anurekso
yang banyak dan ada beberapa desa lainnya.
&ilihat dengan peninggalan/peninggalan yang ada sekarang dan %erita/%erita yang turun/temurun
dari terdahulu, maka diperkirakan didaerah 'asikmalaya batik dikenal sejak zaman C'arumanagaraD
dimana peninggalan yang ada sekarang ialah banyaknya pohon tarum didapat disana yang berguna
un/tuk pembuatan batik waktu itu. &esa peninggalan yang sekarang masih ada pembatikan dikerja/
kan ialah< =urug terkenal dengan batik kerajinannya, !ukapura, Mangunraja, Maronjaya dan
'asikmalaya kota.
&ahulu pusat dari pemerintahan dan keramaian yang terkenal ialah desa !ukapura, 3ndihiang yang
terletak dipinggir kota 'asikmalaya sekarang. Kira/kira akhir abad ke/7833 dan awal abad ke/78333
akibat dari peperangan antara kerajaan di 1awa 'engah, maka banyak dari penduduk daerah< 'egal,
Pekalongan, (a/nyumas dan Kudus yang merantau kedaerah (arat dan menetap di 5iamis dan
'asikmalaya. !ebagian besar dari mereka ini adalah pengusaha/pengusaha batik daerahnya dan
menuju kearah (arat sambil berdagang batik. &engan datangnya penduduk baru ini, dikenallah
selanjutnya pembutan baik memakai soga yang asalnya dari 1awa 'engah. Produksi batik
'asikmalaya sekarang adalah %ampuran dari batik/batik asal Pekalongan, 'egal, (anyumas, Kudus
yang beraneka pola dan warna.
Pembatikan dikenal di 5iamis sekitar abad ke/737 setelah selesainya peperangan &iponegoro,
dimana pengikut/pengikut &iponegoro banyak yang meninggalkan 6ogyakarta, menuju ke selatan.
!ebagian ada yang menetap didaerah (anyumas dan sebagian ada yang meneruskan perjalanan ke
selatan dan menetap di 5iamis dan 'asikmalaya sekarang. Mereka ini merantau dengan keluargany
a dan ditempat baru menetap menjadi penduduk dan melanjutkan tata %ara hidup dan pekerjaannya.
!ebagian dari mereka ada yang ahli dalam pembatikan sebagai pekerjaan kerajinan rumah tangga
bagi kaum wanita. ama kelamaan pekerjaan ini bisa berkembang pada penduduk sekitarnya akibat
adanya pergaulan sehari/hari atau hubungan keluarga. (ahan/bahan yang dipakai untuk kainnya
hasil tenunan sendiri dan bahan %atnya dibuat dari pohon seperti< mengkudu, pohon tom, dan
sebagainya.
Moti" batik hasil 5iamis adalah %ampuran dari batik 1awa 'engah dan pengaruh daerah sendiri
terutama moti" dan warna +arutan. !ampai awal/awal abad ke/77 pembatikan di 5iamis
berkembang sedikit demi sedikit, dari kebutuhan sendiri menjadi produksi pasaran. !edang di
daerah 5irebon batik ada kaintannya dengan kerajaan yang ada di aerah ini, yaitu Kanoman,
Kasepuahn dan Keprabonan. !umber utama batik 5irebon, kasusnya sama seperti yang di
6ogyakarta dan !olo. (atik mun%ul lingkungan kraton, dan dibawa keluar oleh abdi dalem yang
bertempat tinggal di luar kraton. *aja/raja jaman dulu senang dengan lukisan/lukisan dan sebelum
dikenal benang katun, lukisan itu ditempatkan pada daun lontar. -al itu terjadi sekitar abad ke/7333.
3ni ada kaitannya dengan %orak/%orak batik di atas tenunan. 5iri khas batik 5irebonan sebagaian
besar bermoti"kan gambar yang lambang hutan dan margasatwa. !edangkan adanya moti" laut
karena dipengaruhioleh alam pemikiran 5ina, dimana kesultanan 5irebon dahulu pernah
menyunting putri 5ina. !ementra batik 5irebonan yang bergambar garuda karena dipengaruhi oleh
moti" batik 6ogya dan !olo.----------------------------------------------------------------
Solo Sebuah kota di 'awa tengah yang masih lekat sekali dengan budaya 'awa.
&engan sloganSOLO the Spirit of Java.Solo bertekad terus menjaga dan
melestarikan budaya jawa.
Kota Solo memang merupakan salah satu tempat wisata belanja kain batik
terkenal di ndonesia. &i sini banyak sekali terdapat sentra kain batik% yang
tersohor antara lain kawasan Kampung Batik Laweyan dan kawasan Kampung
1isata Batik Kauman.Batik adalah salah satu produk kota dan telah menjadi con
kota solo.khas batik solo sudah di kenal di seluruh ndonesia dan menjadi produk
andalan e2port.
Batik Solo terkenal dengan corak dan pola tradisionalnya batik dalam proses
cap maupun dalam batik tulisnya. Bahan-bahan yang dipergunakan untuk
pewarnaan masih tetap banyak memakai bahan-bahan dalam negeri seperti soga
'awa yang sudah terkenal sejak dari dahulu. .olanya tetap antara lain terkenal
dengan 3Sidomukti4 dan 3Sidoluruh