Anda di halaman 1dari 3

Resensi Surat Kecil Untuk Tuhan

M.Ilham Roy S.
26/X TKR 2



Identitas Buku :
Judul : Surat Kecil Untuk Tuhan
Penulis : Agnes Davonar
Penerbit : AD Publisher
Cetakan : 28, September 2012
Tebal : x + 231 halaman
Harga : Rp. 49.500
ISBN : 987-979-056-084-0






Surat Kecil untuk Tuhan merupakan salah satu dari enam novel best seller karya Agnes
Davonar. Agnes Davonar merupakan seorang penulis novel best seller yang
mengawali karirnya dari situs blogger, dan menghasilkan lima novel online, serta seratus empat
puluh cerpen yang berhasil membuat pembacanya terpikat.
Beberapa novel yang telah menjadi best seller karyanya adalah: 1) Misteri Kematian
Gaby dan Lagunya (2008), 2) Surat Kecil untuk Tuhan (2008), 3) Sahabat : Tentang Cinta, Kisah
Sejati dan Tragedy Kehidupan (2009), 4) Denny Sumargo Biografy (2009), 5) My
Blackberry Girlfriend (2010), 6) My last love (2010), 7) Kisah Tragis Oei Hui Lan Putri Orang
Terkaya di Indonesia Asal Semarang (2010), 8) Love And Life Chocolatos (2011), dan 9) Ayah
Mengapa Aku Berbeda? (2011).
Setelah mencoba menulis beberapa novel yang ingin dipublikasikan ke publik, empat
novel karyanya telah diadaptasi ke layar lebar, selain itu novelnya juga telah diterbitkan
di Taiwan. Beberapa novelnya yang telah diangkat ke layar lebar adalah: 1) Gaby
dan Lagunya (2010) , 2) Surat Kecil untuk Tuhan (2011), 3) Ayah Mengapa Aku Berbeda
(2011), dan 3) My Blackberry Gilrfriends (2011).
Dari keempat novel yang telah diangkat di layar lebar, Novel Surat Kecil untuk Tuhan
sangat menarik untuk ulas kisahnya, karena mengisahkan tentang kehidupan nyata seorang
anak gadis berusia 13 tahun bernama Gita Sesa Wanda Cantika (Keke) yang harus menerima
kenyataan bahwa ia mengidap kanker jaringan lunak yang sangat ganas. Kanker ini merupakan
jenis kanker langka yang baru pertama kali ditemukan di Indonesia dan belum ditemukan
metode yang tepat untuk mengobati jenis kanker ini kecuali dioperasi. Untuk dioperasi pun,
keke harus merelakan setengah dari wajahnya diangkat. Tidak mau melihat anaknya menjadi
sedih dengan efek yang ditimbulkan setelah operasi, sang ayahpun ingin melakukan metode
lain yang setidaknya tidak membuat anaknya menjadi cacat. Sang ayahpun bertemu dengan
dokter lain yang memang menguasai bidang kanker. Namun, setelah si dokter melihat kondisi
Keke, dokter hanya bisa menyarankan dua cara, yaitu operasi dan kemo therapi. Keke
dan ayahnya pun memilih metode kemoterapi, meski tetap akan merasakan sakit yang teramat
sangat, tapi tidak akan memberikan efek yang membuat wajah Keke hilang sebagian.
Seiring bergantinya waktu, kanker tersebut sedikit demi sedikit mulai tampak
bentuknya di wajah Keke, mulai dari pembengkakan sebesar biji keledai hingga sebesar buah
kelapa yang mengakibatkan setengah wajah Keke seperti monster. Maka, agar tak semakin
membesar, Keke pun segera melakukan kemo therapi. Awal kemo tubuh Keke merespon
dengan baik obat-obatan keras yang masuk ketubuhnya, tetapi mengakibatkan mahkota Keke
(rambut) rontok secara perlahan-lahan dan membuat kepalanya gundul. Awalnya Keke merasa
tak terima dengan keadaannya, tetapi karena semangat dari teman-temannya ia pun percaya
diri dan semangat kembali.
Setelah efek kemoterapi yang dihasilkan pun terlihat dan membuat Keke dan ayah pun
lega karena kanker tersebut sudah lenyap dari wajah keke. Hidup Keke pun kembali normal
selama beberapa enam bulan, tetapi setelah itu kanker itupun muncul lagi dan membuat tubuh
keke menjadi tak berdaya.
Tak mau melihat anaknya sedih dan semakin lemah, ayah Keke berusaha untuk
memberikan pengobatan yang terbaik, mulai dari memberikan obat-obatan herbal hingga
berobat ke luar negeri, tetapi hasil yang diperoleh tak membuat Keke menjadi lebih baik. Keke
semakin hari semakin lemah dan lumpuh, bahkan sempat koma. Semangat Keke yang dulu
sangat berapi-api, kini berubah kembali menjadi lemah dan mulai menyerah terhadap
penyakitnya.
Rangkaian cerita dalam novel sebenarnya jauh lebih baik dan menarik, karena cerita
dari awal sampai akhir diberikan kemasan yang sangat apik dan rapi, alurnya pun sangat
beraturan dan konflik yang ditonjolkan sangat mengena kepada pembacanya. Bahkan novelnya
terjual hingga 20.000 eksamplar. Maka dianjurkan untuk pembaca yang masih belum sempat
untuk membaca novelnya, segera saja mencari novel karya Agnes Davonar ini, karena ceritanya
cukup menyentuh dan tak dapat dipastikan para pembaca akan meneteskan air matanya,
karena menghayati cerita dari tokoh-tokoh yang ada dalam novel tersebut. Terutama tokoh
utama yang sangat mendalami perannya sebagai gadis yang ceria tetapi karena penyakit
yang dideritanya ia berubah menjadi gadis yang lemah dan selalu menyerahkan hidupnya pada
Tuhan. Selain itu, tak lupa pula peran pendukung dalam cerita diantaranya sosok ayah dan ibu
yang tetap tegar mendampingi putrinya, kedua kakak yang selalu setia mendampingi ayah dan
adiknya, kekasih yang tetap setia dan menerima Keke apa adanya, dan para sahabat-sahabat
yang selalu setia di sampingnya memberikan semangat agar Keke tetap tegar.
Saat difilmkan pun, cerita dalam novel ini cukup memikat para penontonnya, meskipun
ada bagian-bagian tertentu dari cerita dalam novel yang sudah diubah sesuai kebutuhan film. Di
luar dari itu semua, film Surat Kecil untuk Tuhan cukup memberikan inspirasi untuk
penontonnya. Novel ini mendapatkan penghargaan sebagai novel best seller di tahun 2011.
Begitu pun dengan versi film yang bahkan mendapatkan enam penghargaan, yaitu:
penghargaan di Bisa Award Hongkong 2011, Box Office 2012, Indonesian Movie Award, FFI
2012 (pemeran pria terbaik), FFI 2012 (pemeran wanita terbaik), dan Best Script Bali
International Film Festival 2011. Sekali lagi, tetap saja cerita asli dalam novelnya yang cukup
menyentuh dan membangkitkan rasa kemanusiaan dan mampu mengeksplorasi arti dari
sebuah perjuangan hidup. Tak heran, tokoh sekelas Andy F. Noya pun bersedia memberikan
tanggapannya di sampul depan buku, Keke adalah sosok gadis remaja yang luar biasa dalam
menghadapi cobaan, kisah hidupnya adalah inspirasi bagi siapapun.