Anda di halaman 1dari 1

Karakteristik BBM Marine Fuel Oil (MFO) dan dampak

penggunaannya pada operasi PLTD


Berdasarkan data sampai dengan tahun 2007 pemakaian bahan bakar MFO untuk
pembangkit diesel adalah 414.409. kilo liter yang tersebar di 8 Wilayah kerja PLN. MFO ini
disuplai dari kilang minyak yang berasal dari UP-2 Dumai, UP-3 Plaju dan UP-4 Cilacap,
dimana minyak mentahnya berasal dari Timur Tengah atau Indonesia. MFO yang dihasilkan
tersebut tidak mempunyai spesifikasi dan karakteristik yang sama sehingga akan
mempengaruhi karakteristik pembakaran pada mesin mesin pembangkit khususnya diesel.
Penelitian ini diawali dengan kajian literatur, investigasi dan pengamatan di lapangan,
pengujian laboratorium, pemeriksaan secara visual terhadap fuel nozzle, cylinder
head/liner, exhaust dan turbo charger danpengujian kompoisi kimia deposit. Minyak heavy
fuel oil yaitu Marine Fuel Oil (MFO) memiliki karakteristik viskositas, kandungan sulfur
dan kandungan logam, sedimen, kandungan abu dan CCR cukup tinggi. Tujuan dari
penelitian ini untuk mengkaji pemakaian MFO terhadap kinerja teknis PLTD dan masalah-
masalah yang terjadi.
PLTD yang menggunakan BBM MFO mengalami dampak terhadap, Ruang bakar dan Fuel
Nozzle cepat kotor, Viskositas saat pembakaran yang tidak tercapai, Penurunan daya
mampu karena panasnya mesin, Pompa injektor sering tersendat, Korosi pada Exhaust
system dan turbo charger, Valve seat cepat rusak, Fuel rack dan nozzle sering tersumbat,
Getaran dan tingkat kebisingan lebih besar dan Emisi gas buang lebih buruk.
Penulis : Agus Endang, Ferry Nugraha, MM, S. Budi Mulyana, ST, Yusuf Rasyid, ST, Matalih
No. Laporan : 24. LIT. 2010 Tanggal : 10 Desember 2010 Jml. Halaman : 35