Anda di halaman 1dari 29

PERITONITIS

BY : RJB JANUARI 2014


DEFINISI
Proses peradangan pada peritoneum oleh
kuman,
bahan kimia
dan trauma mekanis .
ANATOMI
PERITONEUM lapisan yang menutupi
seluruh rongga abdomen.

Suatu lapisan mesothel yang terdiri dari
Serosa
Jaringan fibrous
Subserosa
kaya akan pembuluh darah & pembuluh
lymfe tahan terhadap infeksi


ANATOMI
Terbagi menjadi 2 bagian :
Lapisan parietale melapisi dinding
abdomen & berhubungan dengan fascia
muscular
Lapisan visceral mengelilingi organ
dalam




ANATOMI
Bagian parietale banyak persyarafan,
mempunyai komponen somatik
memungkinkan lokalisasi rangsangan
yang berbahaya defense muscular
Peritoneum parietale dipersyarafi oleh
serabut sensoris berasal dari T6-L1
syaraf somatis

ANATOMI
Peritoneum viscerale dipersyarafi oleh
serabut sensoris menerima rangsangan
dari syaraf simpatis dan N Splanicus T5-
L3.
Relatif tidak sensitif hanya bereaksi
terhadap traksi dan regangan.
Lokasi nyeri tidak jelas & diffuse

KLASIFIKASI
Peritonitis primer
penyebaran infeksi melalui pembuluh darah
dan pembuluh lymfe,
Streptokokus dan stafilokokus.
Pasien dengan sirosis hepatis.
Gejala kliniknya nyeri abdomen, distensi,
muntah lethargy dan demam.
sangat jarang, kurang lebih 1% dari
keseluruhan peritonitis.
KLASIFIKASI
Peritonitis Sekunder
kontak langsung dengan bakteri, enzim,
akibat perforasi organ dalam yang
terinfeksi misalnya appendiks
KLASIFIKASI LAIN
Peritonitis perforasi akut
perforasi gastrointestinal
necrosis dinding usus( iskemia intestinal )
pelvic peritonitis

Peritonitis post operatif
kebocoran anastomose
terputusnya benang jahitan

Peritonitis post traumatic
peritonitis setelah trauma tumpul abdomen
peritonitis setelah trauma tembus abdomen


Empat faktor yang menentukan
apakah kontaminasi akan
menimbulkan peritonitis
1. Virulensi dan bakteri.
organisme tunggal tidak akan
menyebabkan peritonitis yang fatal.
Sinergisme dari multipel organisme
menjadi lebih berbahaya

2. Luas dan lama kontaminasi.
Makin banyak jumlah bakteri dan makin
lama tidak diterapi memperparah
peritonitis

Tinja cair yang ditemukan dalam ileum dan
sekum, akan menyebar lebih luas
daripada tinja padat dari sigmoid yang
mengalami perforasi.
3. Pengaruh tambahan.
Virulensi meningkat bila ada benda asing,
darah, mukus, talk atau barium.
Kombinasi feses dan barium
memungkinkan peritonitis lebih parah.

4. Terapi yang tidak tepat
Kegagalan untuk segera mengenali &
mengobati viskus yang perforasi atau
menangani sepsis intra abdomen dengan
antibiotik saja padahal ada pus akan
memberi hasil yang buruk.
GAMBARAN KLINIS
Pemeriksaan fisik pada suspect infeksi
intra abdominal sangat dibutuhkan
untuk melakukan intervensi gawat
darurat dan untuk penggunaan tekhnik
diagnostik
Anamnesa :
Sakit perut yang hebat yang dapat bersifat
lokal maupun umum.
Muntah yang awalnya karena refleks
visceral kemudian karena ileus paralitik.
Distensi abdomen.
Gangguan defekasi
Pemeriksaan fisik:
Keadaan umum : tampak sakit berat.
Penderita biasanya berusaha untuk tidak
bergerak sebab setiap pergerakan akan
menimbulkan rasa sakit.
Nadi meningkat.
Suhu meningkat.
Pernafasan cepat dan dangkal.
Agitasi
Status lokalis :
Inspeksi : distensi abdomen.
Auskultasi : bising usus berkurang atau
menghilang.
Palpasi :
- nyeri tekan +
- nyeri lepas +
- defence muscular +
Perkusi : nyeri ketok + dan pekak hepar hilang
bila terdapat perforasi.
Rectal toucher : nyeri di seluruh lingkaran.
Gambaran rontgen :
Gambaran pre peritoneal fat menghilang.
Adanya air fluid level dalam usus atau dalam
rongga peritoneal
Udara bebas di bawah diafragma bila terjadi
perforasi.
Distribusi usus halus ke arah sentral.
Pelebaran usus halus dan usus besar
Adanya perselubungan menyeluruh atau di
bagian tertentu.
Dinding usus menebal
PENATALAKSANAAN
1. Memperbaiki keadaan umum pasien.
Volume plasma harus dikembalikan
dan konsentrasi elektrolit plasma
harus dikoreksi
Pemberian cairan intra vena
Pemasangan nasogastric tube
digunakan untuk decompresi.

2. Pemberian antibiotik IV pra bedah
mencegah multiplikasi dari bakteri dan
pelepasan endotoksin
Diperlukan antibiotik parenteral broad
spektrum yang aktif melawan
organisme aerob maupun anaerob.
3. Setelah keadaan umum membaik dan
rehidrasi tercapai dilakukan
pembedahan
ditujukan untuk menghentikan sumber
infeksi
membersihkan rongga peritoneal dari
cairan infeksius dengan pencucian
dengan NaCl steril.
KOMPLIKASI PERITONITIS
Obstruksi usus akut oleh karena adhesi
peritoneal.
Hal ini akan memberikan nyeri abdominal
sentral, dengan gambaran radiologis
adanya air fluid level yang terlihat pada
bagian atas usus halus. Hal ini penting
untuk membedakan dari ileus paralitik.
Ileus paralitik
Pada peristiwa ini biasanya nyeri
berkurang dan adanya air fluid level yang
terlihat melewati usus halus dan usus besar
yang terlihat pada radiografi.
Septik Syok.
Dehidrasi


KOMPLIKASI PASCA BEDAH
Abses intra peritoneal.
Infeksi luka operasi
Ileus karena perlekatan
Tromboembolik disease