Anda di halaman 1dari 22

DINAS KEBERSIHAN

DAN PERTAMANAN
KABUPATEN BOGOR
Penyusunan Studi AMDAL IPLT Kabupaten Bogor - 1

BAB I
PENDAHULUAN


1.1. LATAR BELAKANG
Berdasarkan amanat Peraturan Pemerintah RI No. 20 Tahun 1990 tentang
Pengendalian Pencemaran Air, setiap aktifitas yang menghasilkan limbah dalam
bentuk cair, tidak dapat secara langsung dibuang ke badan air terkecuali sudah
memenuhi persyaratan baku mutu air limbah. Untuk itu, air limbah rumah tangga baik
dari pemukiman, perkantoran, sekolah, kawasan komersial dan industry, terutama
black water ( air buangan tinja) dengan polutan organic (COD, BOD, e Coli) yang
tinggi harus diolah dulu sebelum dibuang kebadan air, agar tidak mengakibatkan
tercemarnya sumber air baku untuk air bersih. Selain terkait dengan kesehatan
masyarakat dan lingkungan, pengelolaan air limbah menjadi penting pula dalam
mendukung konservasi sumber daya air, seperti yang tertuang dalam Undang-Undang
No. 7 Tahun 2004 tentnang Sumber Daya Air dan Undang-Undang No. 32 Tahun
2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Kabupaten Bogor, dengan jumlah penduduk 4.922.205 jiwa pada tahun 2012, sampai
saat ini hampir 100 % menggunakan system individual on-site untuk sanitasi, dimana
masing-masing rumah tangga mengolah sendiri air limbahnya dalam tangki septic.
Sistem sanitasi on-site membutuhkan dukungan sarana transportasi armada
penyedotan tinja dan instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT), dikarenakan lumpur
tinja hasil penyedotan masih mengandung bakteri Escherichia coli dan telurnya, yang
berpotensi menimbulkan epidemic penyakitmuntaber, diare, dan lainnya.
Saat ini Pemerintah Kabupaten Bogor memiliki 11 unit truk penyedot tinja sebagai
pelayanan pengelolaan air kotor, namun armada milik pemerintah, di Kabupaten
Bogor juga beroperasi beberapa unit truk sedot tinja milik swasta yang juga
melimpahkan pengolahannya ke IPLT Kalimulya, Kota Depok. Untuk Kabupaten Bogor
yang mencapai luasan 317.102 Ha, sudah saatnya untuk memiliki IPLT dan dapat
mengelola air kotornya secara mandiri. Dengan luas wilayah yang dimiliki, Kabupaten
Bogor diperkirakan akan membutuhkan labih dari 1 (satu) lokasi IPLT dengan
mempertimbangkan berbagai macam kriteria terkait seperti jangkauan layanan,
ketersediaan lahan, dan penerimaan masyarakat.
Untuk merencanakan system sanitasi air limbah, maka diperlukan beberapa studi
yang komprehensif, diantaranya berupa studi kelayakan investasi pembangunan
Instalasi Pengolahan Lumpur TInja (IPLT).
Pemilihan lokasi untuk suatu pafilitas pengolahan air limbah termasuk diantaranya
untuk lokasi IPLT harus memperhatikan aspek teknis, lingkungan, sosial budaya
masyarakat setempat serta dilengkapi dengan zona penyangga (sesuai dengan
Peraturan Pemerintah No. 16 Tahun 2005). Dengan adanya arahan dari peraturan
pemerintah tersebut, maka rencana pekerjaan studi kelayakan investasi IPLT yang
akan dilaksanakan di Kabupaten Bogor ini menjadi sangat penting untuk dilaksanakan
sebagai dasar penentuan lokasi dan opsi teknologi yang dipilih.
Penyusunan Studi AMDAL IPLT Kabupaten Bogor - 2

1.2. PERATURAN PERUNDANGAN YANG BERLAKU

Dalam penyusunan AMDAL mengacu pada Undang-Undang, peraturan pemerintah,
keputusan presiden, keputusan menteri, keputusan gubernur dan peraturan daerah yang
berlaku dan berkaitan dengan kegiatannya. Adapun peraturan perundangan dan aturan
pelaksanaannya yang digunakan sebagai dasar dalam penyusunan studi AMDAL adalah
sebagai berikut:
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan
dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
2. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012 Tentang Izin Lingkungan.
3. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2012 Tentang Jenis
Rencana Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib Memiliki
4. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 16 Tahun 2012 Tentang
Pedoman Penyusunan DokumenLingkungan Hidup.
5. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 17 Tahun 2012 Tentang
Pedoman Keterlibatan Masyarakat Dalam Proses Analisis Dampak Lingkungan
Hidup dan Izin Lingkungan.

1.3. MAKSUD DAN TUJUAN
1.3.1. Maksud
Maksud dari Kegiatan Penyusunan Studi AMDAL Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja adalah
Mengidentifikasi potensi dan kendala yang ada pada lokasi proyek terdiri dari aspek
teknis, sosial ekonomi dan lingkungan, kemudian merumuskan rencana pengembangan
lokasi yang mendukung Program Pengurangan Pencemaran Air Sungai dan Air Tanah
melalui pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja Cibinong.

1.3.2. Tujuan
Tujuan penyusunan dokumen Kerangka Acuan AMDAL adalah untuk menentukan lingkup
studi dan identifikasi isu-isu pokok dalam penyusunan dokumen ANDAL, RKL, dan RPL
bagi pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja Cibinong.


1.4. KAITAN RENCANA KEGIATAN DENGAN DAMPAK PENTING YANG TIMBUL
Berdasarkan hasil identifikasi dampak penting dari permasalahan yang ada kaitannya
dengan kondisi lingkungan, terdapat isu utama yang terkait dengan rencana
Pembangunan IPLT Cibinong Kabupaten Bogor :

1.4.1. Tahap Pra Konstruksi
Dampak-dampak penting yang diperkirakan akan timbul pada tahap Pra
Konstruksimencakup :
1. Kegiatan pengukuran dan pematokan diperkirakan dapat menimbulkan persepsi
negatif dan keresahan masyarakat.
Penyusunan Studi AMDAL IPLT Kabupaten Bogor - 3


1.4.2. Tahap Konstruksi
Dampak-dampak penting yang diperkirakan akan timbul pada tahap Konstruksi
mencakup :
1. Kegiatan pengangkutan material akan mengakibatkan pencemaran udara dan
gangguan terhadap penduduk yang tinggal disekitar lokasi kegiatan.
2. Kegiatan Pekerjaan bangunan akan menimbulkan gangguan kebisingan.
3. Kerusakan prasarana jalan karena pengangkutan material.
4. Penambahan Mata Pencaharian Penduduk terutama yang memiliki kemampuan
teknis bangunan

1.4.3. Tahap Pasca Konstruksi
Dampak-dampak penting yang diperkirakan akan timbul pada tahap Pasca
Konstruksi mencakup :
1. Menurunnya kualitas udara dan meningkatnya kebisingan, karena
meningkatnya aktifitas transportasi kendaraan air kotor melalui wilayah
tersebut.
2. Meningkatnya pencemaran udara di sekitar Lokasi IPLT.


BAB II
TUJUAN DAN KEGUNAAN STUDI


2.1. TUJUAN STUDI
Tujuan Studi ANDAL Pembangunan IPLT Cibinong ini meliputi :
1. Mengidentifikasi kegiatan pembangunan IPLT Cibinong yang berpotensi menimbulkan
dampak penting terhadap lingkungan.
2. Mengidentifikasi rona lingkungan awal di wilayah studi, terutama komponen
lingkungan yang diperkirakan akan terkena dampak lingkungan.
3. Memperkirakan dan mengevaluasi dampak penting yang timbul terhadap komponen
lingkungan akibat kegiatan pembangunan IPLT.
4. Merumuskan saran dan tindak lanjut penanganan dampak penting dalam bentuk
rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan.
Kerangka Acuan ini dimaksudkan untuk memberikan arahan dan kejelasan serta rujukan
dalam pelaksanaan studi, khususnya tentang ruang lingkup pekerjaan.

2.2. KEGUNAAN STUDI
Hasil Studi Analisis Dampak Lingkungan ini diharapkan dapat digunakan untuk :
1. Bahan masukan bagi proses perencanaan pembangunan daerah, seperti
pengembangan kawasan pemukiman, industri, fasilitas pelayanan umum
pendidikan dan sebagainya.
2. Membantu proses pengambilan keputusan dalam rangka pemilihan alternatif
pembangunan Komponen fasilitas / teknologi IPLT yang layak dari segi
lingkungan.
3. Bahan masukan untuk perencanaan rinci (detail engineering design) IPLT.
Penyusunan Studi AMDAL IPLT Kabupaten Bogor - 4

4. Sebagai pedoman/acuan dalam penanganan dampak penting yang timbul, baik
pada tahap pra konstruksi, konstruksi maupun pasca konstruksi.


































Penyusunan Studi AMDAL IPLT Kabupaten Bogor - 5

BAB III
RUANG LINGKUP STUDI


1.1. RENCANA KEGIATAN YANG PERLU DITELAAH
Komponen kegiatan yang perlu ditelaah pada dasarnya meliputi komponen kegiatan yang
akan menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan, baik pada tahap pra konstruksi,
konstruksi maupun pasca konstruksi.
1.1.1. Gambaran Umum Proyek
Pembangunan IPLT yang merupakan fasilitas pengolahan air limbah perkotaan ini
merupakan sarana yang pertama akan dibangun di Kabupaten Bogor.
1.1.2. Rincian Rencana Teknis, sebagai berikut :
a. Area pembuangan
b. Area Manuver truk
c. Area Instalasi Pengolahan
d. Areal Pencucian Truk
e. Areal Kantor
f. Taman
g. Jalan Masuk
1.1.3. Komponen Kegiatan yang ditelaah
Komponen kegiatan yang diperkirakan dapat menimbulkan dampak penting
terhadap lingkungan dan akan ditelaah meliputi :
1. Tahap Pra konstruksi
Komponen kegiatan pada tahap pra kualifikasi yang diperkirakan akan
menimbulkan perubahan mendasar terhadap lingkungan antara lain :
Penentuan Lokasi Kegiatan, Meliputi penentuan lokasi tapak proyek,
inventarisasi lahan, bangunan dan sarana lainnya.
2. Tahap Konstuksi
Kegiatan pada tahap ini dibedakan atas tahap persiapan konstruksi dan tahap
pelaksanaan konstruksi
a. Persiapan konstruksi
1). Pengadaan dan pengoperasian base camp
2). Pembersihan dan pematangan lahan
b. Pelaksanaan Konstruksi
1). Pekerjaan tanah meliputi galian dan timbunan
2). Pekerjaan lapis pekerasan
3). Pembuatan bangunan pengolahan utama dan pelengkap
4). Pengangkutan tanah dan material bangunan
5). Pemancangan tiang pancang
6). Pekerjaan bangunan bawah/atas


3. Tahap Pasca Konstruksi
Penyusunan Studi AMDAL IPLT Kabupaten Bogor - 6

Kegiatan yang diperkirakan dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan
pada tahap ini mencakup :
a. Pelaksanaan Pembuangan
IPLT merupakan sarana pengolahan sekaligus pembuangan air limbah dan
lumpr tinja dari armada angkut truk air kotor yang mana beberapa truk
dapat membuang pada waktu yang bersamaan.
b. Pemeliharaan dan Perawatan IPLT
Kegiatan ini mencakup pemeliharaan terhadap bangunan pengolahan dan
fasilitas-fasilitas penunjang lannya.


1.2. KOMPONEN LINGKUNGAN YANG DITELAAH
Komponen lingkungan yang akan dikaji, adalah komponen lingkungan yang diperkirakan
akan terkena dampak kegiatan Pembangunan IPLT Cibinong yang meliputi :

1.2.1. Lingkungan Fisik Kimia
1. Iklim
Kondisi iklim yang ditelaah dikaitkan untuk menunjang kajian tentang
perubahan kualitas udara dan tingkat kebisingan, antara lain :
1. Curah Hujan dan jumlah hari hujan
2. Arahan dan kecepatan angin
3. Kualitas udara dan kebisingan

2. Fisiografi
Komponen fisiografi yang ditelaah, dikaitkan untuk menunjang kajian tentang
kemungkinan gangguan aliran permukaan, antara lain mencakup :
1. Struktur geologi dan Stabilitas tanah
2. Topografi lahan

3. Hidrologi
Komponen hidrologi yang ditelaah dalam kondisi hidrologi yang terdapat
diwilayah studi yang mungkin terpengaruh oleh rencana kegiatan antara lain
mencakup :
1. Pola aliran air permukaan
2. Kualitas air
3. Kondisi pemakaian/pemanfaatan air oleh penduduk disekitarnya.
4. Ruang, Lahan dan Tanah
Kajian terhadap komponen ruang,lahan dan tanah dikaitkan dengan
kemungkinan perubahan peruntukan lahan dan perubahan tata ruang di
wilayah studi, antara lain mencakup :
1. Tata guna lahan dan sumber daya lainnya
2. Rencana pengembangan wilayah, rencana tata ruang, tata guna tanah
diwilayah studi.

1.2.2. Lingkungan Sosial Ekonomi dan Sosial Budaya
Komponen Sosial Ekonomi dan Sosial Budaya yang akan dikaji adalah komponen
lingkungan yang mempunyai relevansi yang kuat dengan dampak penting yang timbul
antara lain mencakup :
1. Demografi
Komponen Demografi yang ditelaah, mencakup :
Penyusunan Studi AMDAL IPLT Kabupaten Bogor - 7

1. Struktur kependudukan, mata pencarian
2. Tingkat kepadatan dan persebaran penduduk
3. Angkatan kerja produktif
4. Tingkat kelahiran dan kematian
5. Pola pertumbuhan penduduk
2. Ekonomi
Komponen ekonomi yang ditelaah, antara lain mencakup :
1. Kondisi Sosial Ekonomi masyarakat diwilayah studi, terutama pemilik lahan yang
dibebaskan, kesempatan kerja dan berusaha, tingkat pendapatan serta jumlah
angkatan kerja.
2. Sarana dan Prasarana perekonomian masyarakat
3. Budaya
Komponen Sosial Budaya yang ditelaah, antara lain mencakup :
1. Kondisi sosial budaya masyarakat di wilayah studi, antara lain pola hidup, pranata
sosial, nilai budaya, adat istiadat dan kepercayaan.
2. Sikap dan persepsi masyarakat terhadap rencana kegiatan
3. Tingkat pendidikan dan pola hidup/agama yang dianut.
4. Kesehatan Masyarakat
Komponen Kesehatan Masyarakat yang ditelaah, antara lain mencakup :
1. Kondisi sanitasi lingkungan
2. Potensi penyakit di wilayah studi
3. Fasilitas kesehatan serta tenaga para medis
5. Sarana dan Prasarana Umum
Komponen Sarana dan Prasarana Umum yang ditelaah, antara lain mencakup :
1. Kondisi prasarana dan sarana drainase
2. Fasilitas umum meliputi fasilitas pendidikan, peribadatan dan pemerintahan
3. Utilitas umum meliputi jaringan listrik, telepon, air bersih dan gas.

1.3. BATAS WILAYAH STUDI
Batas wilayah studi Analisis Dampak Lingkungan Pembagunan IPLT Cibinong ini adalah
merupakan resultante yang dibentuk oleh batas proyek, batas ekologis, batas sosial, serta
batas administratif dengan mempertimbangkan kemampuan sumber daya, dana dan
waktu yang dapat dialokasikan untuk penyusunan studi.



1.3.1. Batas Rencana Kegiatan
Batas rencana kegiatan merupakan batas dari suatu ruang dimana rencana
kegiatan akan dilaksanakan dengan deskripsi sebagai berikut :
1. Luas lahan yang akan digunakan untuk pembangunan IPLT Cibinong adalah +
8.000 m2
2. Lokasi Workshop DKP

1.3.2. Batas Ekologis
Batas Ekologi adalah ruang dimana proses alami yang diperkirakan terkena atau
mengalami perubahan mendasar akibat kegiatan proyek. Batas Ekologis dimaksud
antara lain meliputi kawasan IPLT dan perkiraan wilayah penyebaran dampak
kebisingan, debu serta pencemaran air dan udara.


Penyusunan Studi AMDAL IPLT Kabupaten Bogor - 8

1.3.3. Batas Administrasi
Batas Administrasi adalah suatu ruang dimana masyarakat dapat melakukan
kegiatan sosial, ekonomi dan budaya menurut ketentuan hukum dan peraturan
yang berlaku, yang pada umumnya merupakan batas admnistratif pemerintahan.

1.3.4. Batas Sosial
Batas Sosial ditentukan berdasarkan pesebaran dampak yang timbul terhadap
kehidupan sosial ekonomi dan sosial budaya masyarakat disekitar rencana
kegiatan pembangunan IPLT Cibinong.

1.4. KETERKAITAN DENGAN KEGIATAN LAIN
Kegiatan lain yang terkait dengan kegiatan Pembangunan IPLT Cibinong yang
diperkirakan dapat saling berpengaruh secara antagonistik dan sinergis



























Penyusunan Studi AMDAL IPLT Kabupaten Bogor - 9

BAB III
RUANG LINGKUP STUDI

4.1. METODE PENGUMPULAN DATA
4.1.1. Komponen Geo - Fisik - Kimia
1. Iklim
Data parameter lingkungan dan komponen iklim mencakup tipe iklim, suhu
udara rata- rata, kelembapan nisbi udara rata-rata dan curah hujan.
Penentuan titik/lokasi pengambilan sampel didasarkan atas data sekunder arah
dan kecepatan angin pada rencana lokasi pembangunan. Data kualitas udara
dan kebisingan merupakan data primer yang akan dikumpulkan langsung di
lapangan, sedangkan data iklim merupakan data sekunder selama 5 tahun
terakhir (time series), akan dikumpulkan dari Kantor Badan Meteorologi dan
Geofisika (BMG) Kabupaten Bogor.
2. Fisiografi
Pengumpulan data komponen fisiografi dan geologi perlu dilakukan dengan
tujuan untuk mengetahui kondisi fisiografi dan geologi tapak proyek dan
sekitarnya, sehingga dampak yang akan ditimbulkan oleh rencana
penambangan dapat diprakirakan. Topografi dan bentang lahan diobservasi dari
foto udara dan pengamatan langsung ke lapangan.
3. Hidrologi
Metoda Pengumpulan Data : Lingkup studi komponen lingkungan hidrologi
meliputi komponen-komponen sebagai berikut :
Air Permukaan, diukur menggunakan air limpasan (surface run off), dengan
menilai kualitas air sungai (fisik, kimia, dan mikrobiologi). Sedangkan parameter
lain adalah Air Tanah, dengan mengukur kuantitas air tanah (sumur penduduk
& mata air). Selain parameter tersebut juga digunakan parameter Erosi dan
Sedimentasi.
4. Ruang, Lahan dan Tanah
Data tingkat erosi lahan diperoleh dari sampling tanah pada lokasi rencana
kegiatan.

4.1.2. Komponen Sosial Ekonomi dan Sosial Budaya
Pengumpulan data dan informasi untuk Demografi, Sosial Ekonomi, Sosial
Budaya, Kesehatan Masyarakat dan Sarana dan Prasarana umum memungkinkan
menggunakan kombinasi dari tiga Metoda (metoda triangulasi : studi pustaka,
survei data sekunder, pengamatan/pemeriksaan) atau lebih metode agar diperoleh
data yang realibilitasnya tinggi dan dapat diandalkan.






Penyusunan Studi AMDAL IPLT Kabupaten Bogor - 10

4.2. METODE ANALISIS DAN PENYAJIAN DATA
4.2.1. Komponen Fisik Kimia
1. Iklim
Data parameter suhu udara, kelembapan nisbi dan curah hujan dihitung untuk
memperoleh data rata-rata tahunan dari parameter tersebut, sedangkan
analisis tipe iklim diperoleh dari perhitungan menggunakan klasifikasi iklim
menurut Schmith dan Ferguson, yaitu rata- rata jumlah bulan basah dibagi
dengan rata- rata jumlah bulan kering.
2. Fisiografi
Analisis tiap parameter dilakukan dengan metode profesional judgement.
Analisis data geologi dari suatu rencana kegiatan didapat dari data sekunder.
3. Hidrologi
Metoda Analisis Data : Parameter yang telah diukur/ diamati kemudian
dianalisis dengan metode Persamaan matematik dari metoda studi hidrologi
menggunakan rumus USLE (Erosi) dan rumus Rational Method (run-off).
4. Ruang, Lahan dan Tanah
Data morfologi lahan diperoleh dari pengamatan langsung di lokasi rencana
kegiatan, sedangkan data topografi lahan diperoleh dari pengamatan langsung.

4.2.2. Komponen Sosial Ekonomi dan Sosial Budaya
Metoda Analisis Demografi, Sosial Ekonomi, Sosial Budaya, Kesehatan Masyarakat
Analisis dilakukan untuk mendapatkan hasil olahan statistik yang akurat dan benar
dari data hasil penelitian yang akan dipakai sebagai bahan interpretasi hasil
penelitian.

4.3. METODE PRAKIRAAN DAMPAK
4.3.1. Identifikasi Dampak
Langkah awal identifikasi bisa dimulai dengan menyimak masalah utama yang
diduga akan muncul dari hasil proses perlingkupan
Proses identifikasi dampak dapat dilakukan melalui tiga tahapan kegiatan (Canter,
1977) :
1. Membuat uraian rona lingkungan hidup awal
2. Menentukan berbagai komponen kegiatan yang menimbulkan dampak
3. Menentukan komponen lingkungan yang berubah akibat rencana kegiatan.
Metoda check-list memuat daftar/informasi tentang :
1. Rincian tahapan dan jenis rencana kegiatan yang menimbulkan dampak,
2. Rincian komponen/sub-komponen/parameter lingkungan yang diperkirakan
akan terkena dampak.






Penyusunan Studi AMDAL IPLT Kabupaten Bogor - 11

4.3.2. Prakiraan Dampak Penting
Sasaran yang ingin dicapai dalam prakiraan dampak penting adalah :
1. Memprakirakan besarnya perubahan yang akan terjadi terhadap komponen
lingkungan pada kondisi tanpa proyek (rona awal) dan pada kondisi setelah ada
proyek (rona proyek).
2. Memberi indikasi tentang arti pentingnya perubahan dampak.
3. Menjelaskan mengenai mekanisme aliran dampak yang bersifat langsung maupun
tidak langsung yaitu:
1. Kegiatan yang berdampak langsung terhadap komponen sosial
2. Kegiatan yang berdampak langsung terhadap komponen fisik-kimia yang
selanjutnya pada komponen biologi dan akhirnya pada komponen sosial.
3. Kegiatan yang berdampak langsung terhadap komponen fisik-kimia yang
selanjutnya pada komponen sosial
4. Kegiatan yang berdampak berantai di antara komponen sosial itu sendiri
5. Kegiatan-kegiatan tersebut yang berdampak balik terhadap rencana kegiatan.

4.4. METODA EVALUASI DAMPAK
4.4.1. Evaluasi Karakteristik Dampak
Metode yang digukan dalam evaluasi dampak penting adalah matriks sederhana
evaluasi dampak penting, yang memperlihatkan tingkat kepentingan dampak baik
secara langsung maupun tidak langsung antara sumber dampak penting berupa
komponen rencana kegiatan IPLT Cibinong dengan komponen lingkungan yang
akan terkena dampak penting.

Berdasarkan ketentuan tersebut, faktor-faktor penentu dampak penting tersebut
adalah sebagai berikut.
1. Jumlah yang terkena dampak
2. Luas wilayah penyebaran dampak
3. Lamanya dampak berlangsung
4. Intensitas dampak
5. Banyaknya komponen lingkungan yang terkena dampak
6. Sifat kumulatif dampak
7. Berbalik atau tidak berbaliknya dampak
Hasil evaluasi dampak akan dikategorikan menjadi 4 kelompok, yaitu:
1. dampak positif penting
2. dampak positif tidak penting
3. dampak negatif penting
4. dampak negatif tidak penting

4.4.2. Kriteria Penilaian Dampak
1. Perkiraan dampak yang terjadi dan diperkirakan akan terjadi terhadap
komponen lingkungan dilakukan dengan menggunakan baku mutu atau kriteria
standar mutu lingkungan yang telah dibakukan berdasarkan peraturan-
peraturan yang berlaku dan diterima secara luas ditetapkan.
2. Membandingkan nilai parameter komponen lingkungan terhadap nilai dalam
baku mutu lingkungan.
Penyusunan Studi AMDAL IPLT Kabupaten Bogor - 12

BAB V
PERUMUSAN RKL DAN RPL


5.1. PENDEKATAN DAN PERUMUSAN RKL
5.1.1. Umum
RencanaPengelolaan Lingkungan Hidup (RKL)terdiri dari upaya-upaya untuk
mencegah, mengendalikan dan menangulangi dapak penting lingkungan hidup
yang bersifat negatif serta memaksimalkan dampak positif yang terjadi akibat
rencana Pembangunan IPLT Cibinong. Upaya-upaya tersebut dirumuskan
berdasarkan hasil arahan dasar-dasar pengelolaan dampak yang dihasilkan dari
kajian ANDAL sehingga menghasilkan matriks tentang pengelolaan lingkungan
hidup.
5.1.2. Persepsi Positip Masyarakat
Upaya pengelolaan ini bertujuan untuk mempertahankan persepsi positip
masyarakat terhadap pelaksanaan Proyek Pembangunan IPLT Kabupaten Bogor di
Cibinong. Pengelolaan dilakukan dengan cara memberikan prioritas kepada
penduduk sekitar proyek dalam penerimaan tenaga kerja.
5.1.3. Penurunan Kualitas Udara dan Kebisingan
Upaya pengelolaan ini bertujuan untuk mencegah timbulnya dampak penurunan
kualitas udara dan kebisingan pada pemukiman penduduk sekitar lokasi kegiatan
proyek.
5.1.4. Keresahan Masyarakat
Upaya pengelolaan ini bertujuan untuk dapat mencegah terjadinya dampak
keresahan masyarakat. Upaya pengelolaan dampak keresahan masyarakat
dilakukan melalui cara musyawarah.
5.1.5. Terganggunya Jaringan Telkom/PLN.
Upaya pengelolaan ini dimaksudkan untuk mencegah terganggunya jaringan
Telkom/PLN yang ada disekitar lokasi proyek. Pengelolaan dampak dimulai dengan
menghubungi pihak Telkom/PLN untuk mendata jaringan Telkom/PLN yang ada
pada lokasi proyek. Data ini menjadi bahan yang diperhitungkan pada penyusunan
Dokumen Tender yang dituang melalui spesifikasi teknis, gambar-gambar,
pelaksanaan syarat-syarat kontrak, dll. Dengan demikian keberadaan jaringan
Telkom/PLN menjadi pehatian kontraktor dalam melaksanakan pekerjaan.

5.2. PENDEKATAN DAN PERUMUSAN RPL
5.2.1. Umum
Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) memuat cara pemantauan
lingkungan berdasarkan prediksi yang telah disusun dalam program-program
pemantauan untuk melihat perubahan lingkungan yang disebabkan oleh dampak-
dampak yang berasal dari rencana pembangunan IPLT Cibinong, sehingga hasil
pemantauan ini dapat digunakan untuk mengevaluasi efektifitas upaya-upaya
pengelolaan lingkungan yang telah dilakukan, sebagai kontrol terhadap
pelaksanaan pengelolaan dampak lingkungan yang diurai pada bab terdahulu dan
dapat digunakan untuk mengevaluasi akurasi prediksi dampak yang digunakan
dalam kajian ANDAL.
Penyusunan Studi AMDAL IPLT Kabupaten Bogor - 13

5.2.2. Persepsi Positip Masyarakat
Jenis Dampak Yang Dipantau
Jenis dampak yang dipantau adalah persepsi masyarakat terhadap pelaksanaan
proyek.
Lokasi Pemantauan
Lokasi pemantauan adalah pemukiman penduduk pada desa/daerah disekitar
lokasi rencana proyek.
Waktu Pemantauan
Waktu pemantauan adalah pada awal pembangunan IPLT Cibinong
dilaksanakan.
Cara Pemantauan
Pemantauan dilakukan dengan cara memeriksa daftar alamat asal tenaga buruh
yang dipekerjakan kontraktor. Apakah sebagian besar mereka memang berasal
dari desa setempat. Pengecekan juga dapat melalui Lurah menanyakan jumlah
warganya yang diterima bekerja pada proyek.
5.2.3. Penurunan Kualitas Udara dan Kebisingan
Jenis Dampak Yang Dipantau
Jenis dampak yang dipantau adalah penurunan kualitas udara/kebisingan.
Lokasi Pemantauan
Pemantauan dilakukan pada permukiman sekitar lokasi proyek.
Waktu Pemantauan
Pemantauan dilakukan saat terjadi kemacetan lalu lintas yang disebabkan
kegiatan proyek.
Cara Pemantauan
Pemantauan dilakukan secara kualitatif dengan cara memperhatikan ada
tidaknya keluhan penduduk terhadap gangguan pencemaran udara ataupun
kebisingan. Apabila diperlukan dapat pula dilakukan pengukuran secara
kuantitatif kandungan karbon monoksida (CO) dengan alat NDIR Analysis,
sulfur dioksida (SO2) dengan alat spektrophotometer, debu dan timah hitam
(Pb) dengan alat Hi-Vol. Hasil-hasil pengukuran ini selanjutnya dibandingkan
dengan baku mutunya.

5.2.4. Keresahan Masyarakat
Jenis Dampak Yang Dipantau
Jenis dampak yang dipantau adalah keresahan masyarakat sehubungan dengan
perubahan fungsi lahan.
Lokasi Pemantauan
Pemantauan dilakukan pada permukiman sekitar lokasi proyek.
Waktu Pemantauan
Pemantauan dilakukan saat awal pelaksanaan Pembagunan IPLT.
Cara Pemantauan
Pemantauan dilakukan dengan cara mengamati ada tidaknya keluhan
masyarakat sekitar terhadap pelaksanaan Pembagunan IPLT.

5.2.5. Terganggunya Jaringan Telkom / PLN yang Ada pada Jalur Pipa
Jenis Dampak Yang Dipantau
Jenis dampak yang dipantau adalah ada tidaknya keluhan yang disampaikan
Telkom/PLN kepada PAM sehubungan kemungkinan kerusakan jaringan
Telkom/PLN oleh kegiatan pekerjaan pemotongan bukit dan pengembangan
Bandar Udara.
Lokasi Pemantauan
Pemantauan dilakukan pada instansi Telkom ataupun PLN
Penyusunan Studi AMDAL IPLT Kabupaten Bogor - 14

Waktu Pemantauan
Pemantauan dilakukan selama pelaksanaan pekerjaan
pembangunan/pengembangan IPLT Cibinong berlangsung.
Cara Pemantauan
Pemantauan dilaksanakan dengan cara menanyakan kepada Instansi
Telkom/PLN perihal ada tidaknya kerusakan jaringan yang diakibatkan oleh
pekerjaan tersebut.

5.2.6. Gangguan Kesehatan
Jenis Dampak Yang Dipantau
Jenis dampak yang dipantau adalah gangguan kesehatan para pekerja dan
penduduk sekitar lokasi sebagai akibat pencemaran bau dan debu.
Lokasi Pemantauan
Lokasi pemantauan adalah pemukiman penduduk sekitar lokasi dan keluarga
para pekerja.
Waktu Pemantauan
Pemantauan dilakukan setiap tiga bulan sekali.
Cara Pemantauan
Pemantauan dilakukan dengan mewawancarai penduduk dan pekerja prihal
jenis penyakit yang pernah diderita. Jenis penyakit yang dapat ditimbulkan oleh
pencemaran bau dan debu.





















Penyusunan Studi AMDAL IPLT Kabupaten Bogor - 15

BAB VI
PELAKSANAAN STUDI


6.1. LEMBAGA PELAKSANA PENYUSUN STUDI
Lembaga/Perusahaan Penyusun AMDAL adalah Lembaga / Perusahaan yang telah
memiliki bukti registrasi kompetensidari Kementerian Lingkungan Hidup Republik
Indonesia (KLH) dengan penyusun yang tergabung didalamnya setidaknya terdapat
penanggungjawab penyusun amdal, Ketua Tim Penyusun yang memiliki sertifikat
kompetensi penyusun Amdal KTPA dan Anggota Tim Penyusun (minimal dua orang
memiliki sertifikat kompetensi penyusun amdal KTPA dan/atau ATPA) beserta tenaga ahli
dengan uraian keahliannya yang sesuai dengan lingkup studi amdal,sesuai dengan
ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012 tentang izin lingkungan dan
Lampiran I Permen LH Nomor 16 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Dokumen
Lingkungan Hidup.

6.2. TIM PELAKSANA STUDI
Tim Pelaksana Penyusunan Studi AMDAL adalah penyusun yang tergabung pada Lembaga
/ Perusahaan yang telah memiliki bukti registrasi kompetensi dari Kementerian
Lingkungan Hidup Republik Indonesia (KLH) :
a. Tim Penyusun Amdal, terdiri atas:
1) Ketua Tim, yang memiliki sertifikat kompetensi penyusun Amdal Ketua Tim
Penyusun Amdal (KTPA);
2) Anggota Tim, minimal dua orang yang memiliki sertifikat kompetensi penyusun
Amdal Anggota Tim Penyusun Amdal (ATPA);
b. Tenaga Ahli, yaitu orang yang memiliki keahlian tertentu yang diperlukan dalam
penyusunan dokumen amdal seperti tenaga ahli yang sesuai dengan dampak penting
yang akan dikaji atau tenaga ahli yang memiliki keahlian terkait dengan rencana
usaha dan/atau kegiatan.
c. Asisten Penyusun amdal, yaitu orang yang dapat menjadi asisten penyusun amdal
adalah setiap orang yang telah mengikuti dan lulus pelatihan penyusunan amdal di
LPK yang telah teregistrasi/terakreditasi di KLH.
Tim penyusunan amdal dan tenaga ahli bersifat wajib, sedangkan asisten penyusun
amdal bersifat pilihan.
Biodata dan surat pernyataan bahwa personil tersebut benar-benar melakukan
penyusunan dan ditandatangani di atas materai wajib dilampirkan.

6.3. URAIAN TUGAS TENAGA AHLI
6.3.1. Umum
Tidak adanya tenaga asing yang dikaryakan dalam pekerjaan ini karena tenaga di dalam
Negeri sudah cukup mampu untuk melaksanakannya. Personil-personil yang tercantum di
bawah ini tidak harus bekerja secara penuh untuk pekerjaan tetapi bila diperlukan oleh
Dinas Pemuda dan Olahraga, maka personil tersebut harus ada.
6.3.2. Tenaga Ahli
Pemimpin Tim adalah Sarjana S2 Teknik Lingkungan/Penyehatan dengan pengalaman
dalam bidang analisis mengenai dampak lingkungan minimum 5 tahun dan untuk Sarjana
yang mengetahui dengan baik proses study dengan segala permasalahan khusus.
Penyusunan Studi AMDAL IPLT Kabupaten Bogor - 16

Tugas dan tanggung jawab pemimpin tim meliputi :
Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan Analisis Mengenai Dampak
Lingkungan secara keseluruhan kepada penanggung jawab perusahaan.
Mengkoordinasikan semua personil yang terlibat dalam pekerjaan ini sehingga bisa
menghasilkan pekerjaan Study/Kajian yang optimal dan dapat
dipertanggungjawabkan.
Merumuskan dan membuat rencana garis besar sistem dan pentahapan dalam
pelaksanaan pekerjaan Study/Kajian.
Menyusun program kerja termasuk didalamnya penjadwalan rapat pembahasan
materi Study/Kajian secara berkala.

6.3.3. Ahli Teknik Lingkungan
Adalah Sarjana Teknik Lingkungan yang berpengalaman minimum 7 tahun sebagai
perencanaan penyehatan lingkungan.
Tugas dan Tanggung jawabnya antara lain meliputi :
Mengidentifikasi dan menganalisa data-data kondisi lingkungan hayati dan non hayati
kawasan yang mempengaruhi skenario perencanaan kawasan
Mengidentifikasi, menganalisis, merumuskan masalah yang berkaitan dengan
kenyamanan dan keasrian lingkungan
Memberi masukan aplikasi teknologi yang sebaiknya diterapkan dalam pengolahan
dan penyusunan arahan pengendalian pembangunan

6.3.4. Ahli Sipil
Adalah Sarjana Teknik Sipil yang berpengalaman minimum 7 tahun dibidang bangunan
sipil khususnya kegiatan Pembangunan/Pengembangan IPLT.
Tugas dan tanggung jawabnya antara lain meliputi :
Mengadakan analisa untuk kegiatan-kegiatan yang sedang berjalan sebagai
pembanding.
Menghitung kwantitas dari bahan dan kebutuhan yang lain sesuai dengan kondisi
pekerjaan yang ada.
Bertanggung jawab kepada Team Leader dalam hal pelaksanaan pekerjaan sesuai
dengan bidangnya.

6.3.5. Ahli Sosial Budaya
Adalah Sarjana Sosial yang berpengalaman minimum 7 tahun dibidang bangunan Sosial
kemasyarakatan.
Tugas dan tanggung jawabnya antara lain meliputi :
Mengumpulkan data dan informasi, identifikasi, inventarisasi, review pada aspek-
aspek social, ekonomi dan demografi kependudukan, serta pemberdayaan
pemerintah setempat dan masyarakat, partisipasi masyarakat, kinerja pelaku
pembangunan, konsep pembangunan dengan berbasis pada masyarakat sesuai visi
dan misi pembangunan, potensi dan peluang pengembangan kelembagaan.
Menyusun pelaporan tentang hasil dari upaya-upaya pemerintah setempat dan
pemberdayaan masyarakat, partispasi masyarakat dan swasta, peranan dan
kontribusi dalam pembangunan IPLT Cibinong.
Sebagai tenaga ahli Sosial untuk melakukan Sosialisasi Visi Dan Misi Kegiatan Kepada
Masyarakat, Pemda dan Swasta (Stakeholder) di sekitar lokasi proyek melalui
workshop dan media cetak maupun elektronik.
Menumbuh-kembangkan kesadaran pemerintah setempat dan masyarakat untuk
berperan aktif dalam perencanaan Pembangunan/pengembangan IPLT Cibinong.
Penyusunan Studi AMDAL IPLT Kabupaten Bogor - 17

6.3.6. Ahli Kesehatan Masyarakat
Adalah Sarjana Kesehatan Masyarakat yang berpengalaman minimum 7 tahun dibidang
pembangunan Kesehatan masyarakat.
Tugas dan tanggung jawabnya antara lain meliputi :
Mengidentifikasi dan menganalisa data-data kondisi kesehatan masyarakat
dilingkungan kawasan yang mempengaruhi skenario perencanaan pengembangan
kawasan.
Mengidentifikasi, menganalisis, merumuskan masalah yang berkaitan dengan
kenyamanan dan keasrian lingkungan
Memberi masukan penyusunan arahan pengendalian pembangunan

6.3.7. Tenaga Ahli Pengembangan Sumber Daya
Bertanggung jawab dalam melakukan koordinasi secara teknis terhadap seluruh proses
pekerjaan yang terkait dengan identifikasi kondisi fisik dasar kawasan.
Secara teknis beberapa tugas pokok Ahli Geologi, Fisikadan Kimia adalah :
Melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.
Bersama-sama dengan Ketua Team dan Tenaga Ahli lainnya melakukan diskusi dan
presentasi dengan Pemberi Tugas dan Instansi terkait.
Melakukan identifikasi potensi, peluang dan kendala pengembangan kawasan,
khususnya yang berkaitan dengan aspek fisik dasar wilayah IPLT Cibinong.
Mempersiapkan dan mengkoordinir pelaksanaan penelitian geologi/tanah.
Melakukan analisis pengembangan kawasan berdasarkan kondisi fisik dasar kawasan,
kesesuaian dan daya dukung lahan juga kelayakan lokasi untuk pengembangan IPLT
Cibinong.
Ikut memberikan masukan dalam penyusunan rencana, khusus terhadap aspek fisik
dasar.
Menyiapkan laporan-laporan yang diperlukan.


6.3.8. Ahli Ekonomi Pembangunan
Adalah Sarjana Ekonomi Pembangunan yang berpengalaman minimum 7 tahun dibidang
pengembangan kawasan.
Tugas dan tanggung jawabnya antara lain meliputi :
Mengumpulkan data dan informasi, identifikasi, inventarisasi, review pada aspek-
aspek social, ekonomi dan demografi kependudukan, serta pemberdayaan
pemerintah setempat dan masyarakat, partisipasi masyarakat, kinerja pelaku
pembangunan, konsep pembangunan dengan berbasis pada masyarakat sesuai visi
dan misi pembangunan, potensi dan peluang pengembangan kelembagaan.
Menyusun pelaporan tentang hasil dari upaya-upaya pemerintah setempat dan
pemberdayaan masyarakat, partispasi masyarakat dan swasta, peranan dan
kontribusi dalam pembangunan IPLT Cibinong.
Sebagai tenaga ahli ekonomi pembangunan bertanggung jawab dalam melakukan
analisa ekonomi yang berpengaruh langsung terhadap masyarakat atas
Pembangunan/pengembangan IPLT.




6.3.9. Assisten Ahli
Penyusunan Studi AMDAL IPLT Kabupaten Bogor - 18

Bertanggung jawab dalam melakukan koordinasi secara teknis terhadap seluruh proses
pekerjaan/kegiatan yang dilakukan oleh Tenaga Ahli terkait.
Secara teknis beberapa tugas pokok Assisten Ahli adalah :
Menyiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan oleh Tenaga Ahli terkait untuk keperluan
analisis dan kajian terhadap aspek-aspek tertentu.
Melakukan pengumpulan data sekunder dan primer sesuai dengan penugasan tenaga
ahli terkait.
Membantu Tenaga Ahli dalam menganalisis, merumuskan konsep dan menyusun
rencana.
Membantu Tenaga Ahli dalam menyiapkan laporan dan presentasi kepada Pemberi
Tugas.
Membantu menyiapkan laporan-laporan yang diperlukan.

6.3.10. Tenaga Pendukung
Bertanggung jawab dalam mendukung kelancaran pelaksanaan pekerjaan/kegiatan yang
dilakukan Tenaga Ahli dan Assisten Tenaga Ahli terkait.

6.4. JADWAL PELAKSANAAN STUDI
Waktu pelaksanaan yang disediakan untuk menyelesaikan pekerjaan ini adalah selama
150 (Seratus Delapan Puluh) hari kalender.
Jadwal kebutuhan orang/hari (Man/Month) tenaga ahli dan tenaga pendukung sesuai
dengan lampiran dan jadwal setiap tahapan pekerjaan Pembangunan IPLT Cibinong.

6.5. PEMBIAYAAN
Untuk pelaksanaan pekerjaan perencanaan ini diperlukan biaya sebesar Rp. 423.000.000,-
(Lima Ratus Tujuh Puluh Tujuh Juta Rupiah) termasuk pajak (PPn dan Pph) yang
bersumber dari dana APBD Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2013.














Penyusunan Studi AMDAL IPLT Kabupaten Bogor - 19

BAB VII
SISTEM PELAPORAN


Laporan yang harus disajikan oleh Konsultan meliputi materi dan sajian sebagai berikut ini
:
7.1. LAPORAN PENDAHULUAN
Merupakan suatu apresiasi terhadap pekerjaan yang memuat hasil :
- Tahapan pelaksanaan dan metodologi analisis yang akan diterapkan;
- Jadwal dan Rencana kerja serta Rencana pengumpulan data lapangan yang akan
dilakukan;
- Mobilisasi tenaga ahli dan tenaga pendukung
- Pengurusan Perizinan
- Pemasangan pengumuman, baik melalui media massa maupun secara langsung di
tempel di tempat strategis.
- Kompilasi tanggapan dan saran dari masyarakat.
- Temu muka (Public Hearing).
- Kajian awal terhadap kondisi dan lingkup studi;
Laporan ini harus diserahkan 7 (tujuh) eksemplar selambat-lambatnya 14 (Empat Belas)
hari kalender terhitung setelah Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) diterbitkan.

7.2. LAPORAN KA-ANDAL
Laporan KA-ANDAL berisikan Proses untuk menentukan Lingkup permasalahan yang akan
dikaji dalam studi ANDAL (Proses pelingkupan)
Laporan ini harus diserahkan 7 (tujuh) eksemplar selambat-lambatnya 45 (Enam Puluh
Lima Hari) hari kalender terhitung setelah Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) diterbitkan.
Untuk dapat didaftarkan melakukan Presentasi dan Pembahasan Dokumen KA-ANDAL
kepada Komisi Penilai AMDAL.
7.3. LAPORAN ANDAL
Laporan ANDAL berisikan Lingkup permasalahan yang akan dikaji dalam studi ANDAL
(Proses pelingkupan)
Laporan ini harus diserahkan 7 (tujuh) eksemplar selambat-lambatnya 90 (Sembilan Puluh
Hari) hari kalender terhitung setelah Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) diterbitkan.
Untuk dapat didaftarkan melakukan Presentasi dan Pembahasan Dokumen KA-ANDAL
kepada Komisi Penilai AMDAL.





Penyusunan Studi AMDAL IPLT Kabupaten Bogor - 20

7.4. LAPORAN RKL DAN RPL
Laporan dokumen RKL dan RPL berisikan arahan/perumusan alternatif penanganan
dampak yang disarankan dalam studi ANDAL, dengan memakai pendekatan-pendekatan
teknologi, sosial, ekonomi dan analisis laboratorium.
Laporan ini harus diserahkan kepada proyek sebanyak 7 (tujuh) eksemplar selambat-
lambatnya 120 (Seratus Dua Puluh) hari kalender terhitung setelah Surat Perintah Mulai
Kerja (SPMK) diterbitkan.
Untuk dapat didaftarkan melakukan Presentasi dan Pembahasan Dokumen KA-ANDAL
kepada Komisi Penilai AMDAL.

7.5. LAPORAN AMDAL
Laporan Dokumen Amdal sebagaimana dimaksud terdiri atas dokumen:
a. Kerangka Acuan;
b. Andal; dan
c. RKL-RPL.
Hasil Dokumen AMDAL diserahkan kepada sebanyak 10 (sepuluh) eksemplar selambat-
lambatnya 150 (Seratus Lima Puluh ) hari setelah Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK)
diterbitkan.



















Penyusunan Studi AMDAL IPLT Kabupaten Bogor - 21

BAB VIII
PENUTUP

8.1. DATA DAN INFORMASI YANG TERSEDIA
Setelah Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini diterima, maka Konsultan Pekerjaan Penyusunan
Studi AMDAL IPLT Kabupaten Bogor di Cibinong hendaknya memeriksa semua bahan
masukan yang diterima dan mencari bahan masukan lain yang dibutuhkan.
Berdasarkan bahan-bahan tersebut Konsultan agar segera menyusun program kerja untuk
dibahas dengan Pengelola Kegiatan.

Dibuat Di : Cibinong
Tanggal : April 2014

Mengetahui,
DINAS KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN
KUASA PENGGUNA ANGGARAN





DIYANTO, SH
NIP. 196403281991031003
STUDI AMDAL IPLT CIBINONG
DINAS KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN
PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN



BAMBAM SETIA AJI, MM. MBA
NIP. 197305012005011009