Anda di halaman 1dari 4

Analisis Kadar Lemak Metode Ekstraksi Soxhlet.

1. Tujuan Percobaan : Mengetahui kadar lemak pada sampel bahan pangan melalui
metode ekstraksi langsung dengan alat soxhlet.
2. Prinsip Percobaan : Lemak bebas diekstraksi dengan pelarut non polar. Metode soxhlet
yaitu lemak yang terekstrasi dalam pelarut akan terakumulasi dalam wadah pelarut (labu
Soxhlet), kemudian dipisahkan dari pelarutnya dengan cara dipanaskan dengan oven 105 .
Pelarut akan menguap sedangkan lemak tidak karena titik didih lemak lebih tinggi dari 105 ,
sehingga menguap dan tinggal dalam wadah. Lemak hasil ekstraksi kemudian ditimbang
beratnya lalu dihitung sehingga diperoleh kadar lemak dalam sampel.
3. DASAR TEORI
Lipid (dari kata yunani Lipos. Lemak) merupakan penyusun tumbuhan atau hewan yang dicerikan oleh
sifat kelarutannya. Terutama lipid tidak bisa larut dalam air, tetapi larut dalam larutan non polar seperti
eter (Hart, 2003).
Lemak merupakan sekelompok besar molekul-molekul alam yang terdiri atas unsur-unsur karbon,
hidrogen, dan oksigen meliputi asam lemak, malam, sterol, vitamin-vitamin yang larut di dalam lemak
(contohnya A, D, E, dan K), monogliserida, digliserida, fosfolipid, glikolipid, terpenoid (termasuk di
dalamnya getah dan steroid) dan lain-lain. Lemak secara khusus menjadi sebutan bagi minyak hewani
pada suhu ruang, lepas dari wujudnya yang padat maupun cair, yang terdapat pada jaringan tubuh yang
disebut adiposa (Poedjiadi, 1994).
Minyak/lemak merupakan lipida yang banyak terdapat di alam. Minyak merupakan senyawa turunan
ester dari gliserol dan asam lemak. Dalam berbagai makanan, komponen lemak memegang peranan
penting yang menentukan karakteristik fisik keseluruhan, seperti aroma, tekstur, rasa dan penampilan.
Struktur umum lemak adalah : R1,R2, R3 adalah gugus alkil mungkin saja sama atau juga beda. Gugus
alkil tersebut dibedakan sebagai gugus alkil jenuh (tidak terdapat ikanatan rangkap) dan tidak jenuh
(terdapat ikan rangkap). Lemak adalah makanan sumber energi yang paling efisien. Setiap gram lemak
menyediakan 9 kalori energi, sedangkan karbohidrat dan protein memberi 4 kalori.
Kadar lemak total dalam makanan perlu ditentukan karena:
Faktor ekonomi
Aspek legal (mematuhi standar/aturan pelabelan nutrisi)
Aspek kesehatan (perkembangan makanan rendah lemak)
Aspek kualitas (sifat makanan tergantung kadar lemak total)
Faktor proses (kondisi proses tergantung kadar lemak total)
Berdasarkan senyawa penyusunnya, lipid dibedakan atas lipid sederhana, lipid
kompleks/majemuk dan lipid derivat. 1. Lipid sederhana (netral) merupakan ester asam lemak dengan
alkohol Contohnya adalah lilin (ester asam lemak dengan gliserol) dan lilin (ester asam lemak dengan
alkohol selain gliserol) 2. Lipid majemuk/kompleks merupakan ester asam lemak dengan alkohol dan
gugus lain/komponen non lipid lain seperti fosfat, protein,dan gula Contohnya adalah fosfolipid (punya
gugus fosfat), proteolipid (punya gugus protein), glikolipid (punya gugus gula) 3. Lipid derivat merupakan
senyawa turunan lipid. Contohnya adalah asam lemak, alkohol, sterol, hidrokarbon Selain itu juga ada
beberapa golongan senyawa yang memiliki sifat kimia seperti lipid dan biasanya seringkali dijumpai larut
bersama lipid seperti senyawa steroid dan vitamin terutama karoten serta klorofil (Anonim, 2008: 23).

Lemak secara kimiawi tersusun oleh sekelompok senyawa yang berbeda. Dalam bahan makanan lemak
dapat terdiri dari dua bentuk, yaitu yang tampak (visible) dan yang tidak tampak (invisible). Lemak yang
tampak misalnya mentega, margarin, minyak goreng dan sebagainya. Lemak yang tidak tampak
misalnya yang terdapat dalam berbagai bahan makanan seperti daging, kacang tanah, susu, telur, dan
sebagainya. Penetapan kadar lipid dengan ektraksi menggunakan pelarut pada bahan merupakan
analisa kadar lemak kasar karena tidak hanya lemak saja yang ikut terekstraksi, tetapi juga fosfolipid,
asam lemak bebas, karotenoid, dan pigmen larut lemak lainnya. Untuk menentukan kadar lipid dapat
dilakukan dengan dua metode, yaitu penetapan kadar lipid bahan padat dan bahan cairan. Prinsip
penetapan lipid bahan padat adalah penggunaan pelarut organik yang memiliki polaritas sama dengan
polaritas lipid untuk mengekstraksi lipid. Pelarut organik dipanaskan pada titik didihnya sehingga pelarut
akan menguap dan membawa minyak atau lemak pada bahan hasil pertanian. Lalu hasilnya akan
ditampung. Residu pelarut akan diuapkan hingga diperoleh minyak bahan hasil pertanian atau berat
sampel menurun. Sedangkan prinsip penetapan lipid bahan cairan dilakukan dengan merusak lipid yang
berupa emulsi dalam cairan menggunakan asam sulfat pekat, garam yang bersifat anion atau hidrofilik
yang mengakibatkan salting out dari protein yang berfungsi sebagai emulsifier sehingga akan didapatkan
minyak yang mengapung di permukaan cairan yang dapat diukur jumlahnya (Anonim, 2008: 23-24).

Penetapan kadar lipid bahan hasil yang berbentuk padat dapat dilakukan dengan metode Soxhlet
modifikasi.
Ekstraksi Soxhlet Dalam analisis lemak, sulit untuk melakukan ekstraksi lemak secara murni. Hal itu
disebabkan pada waktu ekstraksi lemak dengan pelarut lemak, seperti phospholipid, sterol, asam lemak
bebas, pigmen karotenoid, dan klorofil. Oleh karena itu, hasil analisis lemak ditetapkan sebagai lemak
kasar. Terdapat dua metode dalam penentukan kadar lemak suatu sampel, yaitu metode ekstraksi kering
(menggunakan soxhlet) dan metode ekstraksi basah. Selain itu, metode yang digunakan dalam analisis
kadar lemak dapat menggunakan metode weibull. Prinsip kerja dari metode weubull adalah ekstraksi
lemak dengan pelarut nonpolar setelah sampel dihidrolisis dalam suasana asam untuk membebaskan
lemak yang terikat (Harper et.al, 1979).

Prinsip soxhlet ialah ekstraksi menggunakan pelarut yang selalu baru yang umumnya sehingga terjadi
ekstraksi kontiyu dengan jumlah pelarut konstan dengan adanya pendingin balik. Soxhlet terdiri dari
pengaduk atau granul antibumping, still pot (wadah penyuling, bypass sidearm, thimble selulosa,
extraction liquid, syphon arm inlet, syphon arm outlet, expansion adapter, condenser (pendingin), cooling
water in, dan cooling water out (Darmasih, 1997).

Ekstraksi dengan Soxhlet memberikan hasil ekstrak yang lebih tinggi karena pada cara ini digunakan
pemanasan yang diduga memperbaiki kelarutan ekstrak. Dibandingkan dengan cara maserasi, ekstraksi
dengan Soxhlet memberikan hasil ekstrak yang lebih tinggi. Makin polar pelarut, bahan terekstrak yang
dihasilkan tidak berbeda untuk kedua macam cara ekstraksi (Whitaker 1915).

Faktor yang menyebabkan kerusakan pada lipid, meliputi:
1. Penyerapan bau Lipid mudah sekali menyerap bau.

Jika bahan pembungkus bahan dapat menyerap lipid, maka lipid yang terserap dapat teroksidasi oleh
udara sehingga rusak dan berbau. Bau dari lipid yang rusak ini akan mudah terserap oleh lipid lain yang
ada dalam bungkusan sehingga seluruh lipid akan menjadi rusak

2. Hidrolisis

Lipid dapat terhidrolisis menjadi asam-asam lemak bebas dan gliserol. Reaksi hidrolisis ini berlangsung
karena adanya air dan dipercepat oleh adanya kondisi basa, kondisi asam, maupun enzim lipase. Jumlah
asam lemak bebas yang meningkat pada bahan dapat memudahkan terjadinya oksidasi sehingga akan
menghasilkan citarasa dan bau tengik yang tidak dikehendaki.

3. Oksidasi dan ketengikan

Ketengikan disebabkan oleh adanya autooksidasi radikal asam lemak tidak jenuh dalam lipid.
Autooksidasi ini dimulai dengan pembentukan radikal-radikal bebas yang disebabkan oleh faktor, seperti
oksigen, panas, enzim lipoksidase, cahaya, hidroperoksida, logam berat Cu, Fe, Mn, Co, dan logam
porfirin. Radikal asam lemak tidak jenuh yang kontak dengan oksigen dari udara akan membentuk
peroksida aktif yang dapat membentuk hidroperoksida yang bersifat sangat tidak stabil dan mudah pecah
menjadi senyawa dengan rantai karbon lebih pendek, seperti aldehid, asam lemak, dan keton yang
bersifat volatil sehingga dapat menimbulkan bau tengik pada lipid(Winarno, 2004: 105-107).

alat dan bahan:
Alat
- Alat ekstraksi
- Soxhlet
- Oven
- Eksikator
- Neraca analitik
- Benang
- Kertas saring
- Penjepit kertas saring Bahan
- Kacang tanah mentah
- Kacang tanah sangrai
- Sosis
- Petroleum eter


PROSEDUR PERCOBAAN

1.Labu lemak di oven dan ditimbang.
2.Sampel sebanyak 5 g ditimbang dan dimasukkan ke dalam selongsong kertas saring.
3.Selongsong dimasukkan ke dalam alat soxhlet 2 jam dan labu lemak yang telah diketahui bobotnya
di pasang pada alat soxhlet.
4.50 mL hexane dimasukkan ke dalam alat soxhlet.
5.Sampel di ekstrak dengan pelarut hexana.
6.Labu lemak dikeringkan dalam oven 1050C selama 30 menit, hingga aroma hexana tidak tercium.
7.Labu didinginkan dalam desikator selama 15 menit.
8.Labu lemak ditimbang.




SUMBER PUSTAKA:

http://danang-kurang-kerjaan.blogspot.com/2011/05/analisa-lipid.html

Anonim. 2008. Buku Petunjuk Praktikum Analisa Pangan dan Hasil Pertanian I. Jember: Jurusan THP
FTP UNEJ

Buckle, K.A. 1987. Ilmu Pangan. Jakarta: Universitas Indonesia (UI-Press)

Fauzi, Mukhammad. 1994. Analisa Hasil Pangan (Teori dan Praktek). Jember: UNEJ

Krisno, Budiyanto, Agus. 2001. Dasar-Dasar Ilmu Gizi. Malang : UMM Press

Setiadji. 2007. Kimia Oraganik. Jember : FTP UNEJ Tejasari. 2005. Nilai Gizi Pangan. Yogyakarta :
Graha Ilmu

Winarno, F.G. 2004. Kimia Pangan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

http://liayuliasitirohmah.blogspot.com/2012/02/analisis-kadar-lemak-pada-bahan-pangan.html

Darmasih. 1997. Prinsip Soxhlet. peternakan.litbang.deptan.go.id/user/ptek97-24.pdf.

Harper, V. W Rodwell, P. A Mayes. 1979. Biokimia. Penerbit EGC: Jakarta.

Mahmud, Mien K. 2008. Tabel Komposisi Pangan Indonesia. PT Elex Media Komputindo.

Sudarmadji, S., B. Haryono dan Suhardi. 2010. Prosedur Analisa Untuk Bahan Makanan dan Pertanian.
Liberty, Yogyakarta.

Whitaker, M.C. 1915. The Journal of Industrial and Engineering Chemistry. Easton: Eschenbach Printing
Company