Anda di halaman 1dari 2

PRINSIP AKUNTANSI BERTERIMA UMUM DALAM PENYAJIAN AKTIVA TIDAK BERWUJUD DALAM

NERACA
Sebelim membahas pengujian substantif terhadap aktiva tidak berwujud perlu diketahui terlebih
dahuluprinsip akuntansi berterima umum dalam penyajian aktiva tak berwujud di neraca berikut ini:
1. Aktiva tidak berwujud harus di sajikan terpisah dalam neraca
2. Jika mungkin aktiva tidak berwujud yang mempunyai umur ekonomis yang terbatas harus di
sajikan terpisah dari aktiva tidak berwujud yang mempunyai umur ekonomis yang tidak
terbatas.
3. Dasar penilaian aktiva tidak berwujud harus disebutkan. Dan metode amortisasinya di
jelaskan dalam laporan keuangan
TUJUAN PENGUJIAN SUBSTANTIF TERHADAP AKTIVA TAK BERWUJUD
Tujuan pengujian substantif terhadap saldo aktiva tak berwujud adalah
1. Memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang bersangkutan dengan
aktiva tidak berwujud
Sebelum auditor melakukan pengujian mengenai kewajaran saldo aktiva tidak berwujud yang
dicantumkan di neraca dan mutasinya selama tahun yang di audit,ia harus memperoleh
keyakinan mengenai ketelitian dan keandalan catatan akuntansi yang mendukung informasi
saldo dan mutasi tersebut.untuk itu auditor melakukan rekonsliasi antara saldo aktiva tetap
tidak berwujud yang bersangkutan di dalam buku besar dan sxelanjutnya ke jurnal pengeluaran
kas,dan jurnal umum
2. Membuktikan asersi keberadaan aktiva tidak berwujud dan asersi keterjadian transaksi yang
berkaitan dengan aktiva tidak berwujud di cantumkan di neraca
Seperti dalam audit terhadap aktiva pada umumnya, pengujian substantif di tujukan untuk
membuktikan apakah aktiva yang di cantumkan dalam neraca sesuai dengan aktiva
sesungguhnya pada tanggal neraca tersebut
Untuk membuktikan asersi keberdaan aktiva tidak berwujud dan keterjadian transaksi yang
bersangkutan dengan aktiva tersebut,auditor melakukan berbagai pengujian substantif berikut
ini:
a. Pengujian analitik
b. Pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan aktiva tidak berwujud
c. Inspeksi terhadap dokumen yang menunjukkan hak kepemilikan atas aktiva tidak berwujud
d. Pemeriksaan terhadap hak milik dan kontrak

3. Membuktikan asersi kelengkapan aktiva tidak berwujud yang di cantumkan dalam neraca
Untuk membuktikan bahwa aktiva tidak berwujud yang di cantumkan di neraca mencakup
semua aktiva tidak berwujud klien pada tanggal neraca dan mencakup semua transaksi yang
berkaitan dengan aktiva tidak berwujud dalam tahun yang di audit,auditor melakukan berbagai
pengujian substantif sebagai berikut:
a. Pengujian analitik
b. Pemeriksaan bukti pendukung yang berkaitan dengan aktiva tidak berwujud
c. Inspeksi terhadap aktiva tidak berwujud
d. Pemeriksaan terhadap hak milik dan kontrak

4. Membuktikan asersi hak kepemilikan klien atas aktiva tidak berwujud yang di cantum kan di
neraca
Untuk membuktikan hak kepemilkan klien atas aktiva tidak berwujud di neraca , auditor
melakukan pengujian substantif berikut ini:
a. Pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan aktiva tidak berwujud
b. Inspeksi terhadap aktiva tidak berwujud
c. Pemeriksaan terhadap dokumen hak milik dan kontrak

5. Membuktikan asersi penilaian aktiva tidak berwujud yang di cantumkan di neraca
Untuk membuktikan kewajaran penentuan jumlah akumulasi amortisasi aktiva tidak berwujud
yang di cantumkan di nerca,auditor melakukan pengujian substantif berikut ini:
a. Prosedur audit awal
b. Pengujian analitik
c. Pemeriksaan bvukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan aktiva tidak berwujud
d. Inspeksi terhadap aktiva tidak berwujud
e. Pemeriksaan terhadap hak milik dan kontrak
f. Review terhadap pembuktian akumulasi amortisasi

6. Membuktikan asersi penyajian dan pengungkapan aktiva tidak berwujud di neraca
Penyajian dan pengungkapan unsur-unsurv laporan keuangan harus didasarkan pada prinsip
akuntansi yang berterima umum. Pengujian substantif terhadap aktiva tidak berwujud telah di
sajikan dan diungkapkan oleh klien di neracanya sesuai dengan prinsip akuntansi berterima
umum. Satu satunya pengujian substantif untuk membuktikan asersi dan pengungkapan aktiva
tidak berwujud adalah dengan membandingkan penyajiaan pengungkapan aktiva tidak berwujud
di neraca yang di audit dengan prinsip akuntasi berterima umum.