Anda di halaman 1dari 7

Epilepsi

Epilepsi didefinisikan sebagai gangguan SSP yang ditandai dg terjadinya


bangkitan (seizure, fit, attack, spell) yang bersifat spontan (unprovoked) dan
berkala.
Epidemiologi: Insiden paling tinggi pada umur 20 tahun pertama, menurun
sampai umur 50 th, dan meningkat lagi setelahnya terkait dg kemungkinan
terjadinya penyakit cerebrovaskular
Etiologi :
Epilepsi mungkin disebabkan oleh:
- aktivitas saraf abnormal akibat proses patologis yang mempengaruhi otak
- gangguan biokimia atau metabolik dan lesi mikroskopik di otak akibat
trauma otak pada saat lahir atau cedera lain
- pada bayi penyebab paling sering adalah asfiksi atau hipoksia waktu
lahir, trauma intrakranial waktu lahir, gangguan metabolik, malformasi
congenital pada otak, atau infeksi
- pada anak-anak dan remaja mayoritas adalah epilepsy idiopatik, pada
umur 5-6 tahun disebabkan karena febril
- pada usia dewasa penyebab lebih bervariasi idiopatik, karena birth
trauma, cedera kepala, tumor otak (usia 30-50 th), penyakit serebro
vaskuler (> 50 th)

Patogenesis :
- Kejang disebabkan karena ada ketidakseimbangan antara pengaruh
inhibisi dan eksitatori pada otak
- Kurangnya transmisi inhibitori
- Meningkatnya aksi eksitatori meningkatnya aksi glutamat atau aspartat

Klasifikasi epilepsi :
- kejang umum (generalized seizure) jika aktivasi terjadi pd kedua
hemisfere otak secara bersama-sama
- kejang parsial/focal jika dimulai dari daerah tertentu dari otak

Diagnosis :
- Pasien didiagnosis epilepsi jika mengalami serangan kejang secara
berulang
- Alat diagnostik :
EEG
CT-scan
MRI




Tatalaksana Terapi :
- Non farmakologi:
a. Amati faktor pemicu
b. Menghindari faktor pemicu (jika ada), misalnya : stress, OR,
konsumsi kopi atau alkohol, perubahan jadwal tidur, terlambat
makan, dll.
- Farmakologi : menggunakan obat-obat antiepilepsi

Prognosis :
- Prognosis umumnya baik, 70 80% pasien yang mengalami epilepsy akan
sembuh, dan kurang lebih separo pasien akan bisa lepas obat
- 20 - 30% mungkin akan berkembang menjadi epilepsi kronis
pengobatan semakin sulit 5 % di antaranya akan tergantung pada orang
lain dalam kehidupan sehari-hari
- Pasien dg lebih dari satu jenis epilepsi, mengalami retardasi mental, dan
gangguan psikiatri dan neurologik prognosis jelek
- Penderita epilepsi memiliki tingkat kematian yg lebih tinggi daripada
populasi umum


Migren
Merupakan gangguan yang bersifat familial dengan karakteristik serangan nyeri
kepala yang berulang-ulang, yang intensitas, frekuensi dan lamanya sangat
bervariasi

Epidemiologi : umumnya wanita, jarang terjadi setelah umur 40 tahun.
Etiologi : stress psikogenik, trauma, gangguan tidur, kelelahan, iklim, makanan
yang mengandung MSG, bau yang merangsang, pil kontrasepsi, menstruasi.
Patogenesis : reaksi neurovaskular terhadap perubahan mendadak didalam
lingkungan eksternal dan internal.

Migren aura : etiologi : idiopatik
Gejala klinik : berlangsung 4-72 jam, nyeri unilateral, berdenyut-denyut, disertai
mual, fotofobia, fonofobia, diperberat dengan aktivitas fisik.
Diagnosis :
A. Sekurang-kurangnya terjadi 2 serangan yang memenuhi kriteria B
B. Adanya aura yang terdiri paling sedikit satu dari dibawah ini:
1. Gangguan visual yang reversibel termasuk: positif atau negatif
(seperti cahaya yang berkedip-kedip, bintik-bintik atau garis-garis)
2. Gangguan sensoris yang reversibel termasuk positif (seperti diuji
dengan peniti dan jarum) atau negatif (hilang rasa/kebas)
3. Gangguan bicara disfasia yang reversibel sempurna
C. Paling sedikit dua dari dibawah ini:
1. Gejala visual homonim atau gejala sensoris unilateral
2. Paling tidak timbul satu macam aura secara gradual 5 menit
atau aura yang lainnya 5 menit
3. Tiap gejala berlangsung 5 menit dan 60 menit
D. Tidak berkaitan dengan kelainan lain
Migren tanpa aura
A. Sekurang-kurangnya terjadi 5 serangan yang memenuhi kriteria B-D
B. Serangan nyeri kepala berlangsung 1 sampai 72 jam
C. Nyeri kepala mempunyai sedikitnya dua diantara karakteristik berikut:
1. Lokasi unilateral, mungkin bilateral, frontotemporal (tanpa
oksipital)
2. Kualitas berdenyut
3. Intensitas nyeri sedang atau berat
4. Keadaan bertambah berat oleh aktifitas fisik atau penderita
menghindari aktifitas fisik rutin (seperti berjalan atau naik tangga)
D. Selama nyeri kepala disertai salah satu dibawah ini :
1. Mual dan atau muntah
2. Fotofobia dan fonofobia
E. Tidak berkaitan dengan kelainan yang lain
Penalaksanaan:
Terapi preventif serangan nyeri kepala migren antara lain:
1. Obat-obat kardiovaskular seperti -Adrenergic Blocker, Calcium Channel
Blocker
2. Obat-obat antidepresi seperti Tricyclic Antidepressants (TCA), Selective
Serotonin/Norepinephrine Reuptake Inhibitors (SSRI)
3. Obat anti epilepsi seperti topiramat, asam valproate
4. Antagonis serotonin seperti siproheptadin
5. Non Steroid Anti Inflammation Drugs (NSAID) dan lainnya seperti riboflavin.



Nyeri kepala cluster

Definisi : Nyeri kepala klaster (cluster headache) merupakan nyeri kepala vascular
yang juga dikenalsebagai nyeri kepala Horton, nyeri kepala histamine, sindrom
Bing, Neuralgia migrenosa, ataumigren merah (red migraine) karena pada waktu
serangan akan tampak merah pada sisi wajahyang nyeri

Epidemiologi :
Laki-laki lebih sering daripada wanita (5 : 1), timbul pada umur 20 40 tahun.

Etiologi :
- Penekanan pada nervus V akibat dilatasi pembuluh darah sekitar
- Pembengkakan dinding arteri carotis interna
- Pelepasan histamine
- Letupan paroxysmal parasimpatis
- Abnormalitas hipotalamus
- Penurunan kadar oksigen
- Terdapat pengaruh genetic
-Alcohol
-Terlalu banyak atau terlalu sedikit tidur
- Stress

Patomekanisme :
- Nyeri kepala klaster timbul karena vasodilatasi pada salah satu cabang
arteri karotideksterna yang diperantarai oleh histamine intrinsic (Teori
Horton).
- disfungsi hipotalamus yang menyebabkan kelainan kronobiologis dan
fungsi otonom.

Gejala Klinik :
- dirasakan disatu sisi kepala biasanya hebat seperti ditusuk -tusuk pada separuh
kepala di sekitar, di belakang atau di dalam bola mata, pipi, lubang hidung, langit
- langit, gusi danmenjalar ke frontal, temporal sampai ke oksiput., biasanya diikuti
mual atau muntah.
-sering terjadi padalanjut malam atau pagi dini hari sehingga membangunkan
pasien dari tidurnya.
- berlangsung sekitar 15 menit sampai 5 jam (rata rata 2 jam) yang terjadi
beberapakali selama 2 6 minggu

Diagnosis nyeri kepala klaster
Mmenggunakan kriteria oleh IHS adalah sebagai berikut : (IHS,2005)
a. Paling sedikit 5 kali serangan dengan kriteria seperti di bawah
b. Berat atau sangat berat unilateral orbital, supraorbital, dan atau nyeri temporal
selama15 180 menit bila tidak di tatalaksana.
c. Sakit kepala disertai satu dari kriteria dibawah ini :
1. Injeksi konjungtiva ipsilateral dan atau lakriimasi
2.Kongesti nasal ipsilateral dan atau rhinorrhea
3.Edema ipsilateral kelopak mata
4.berkeringat pada bagian depan dan wajah ipsilateral
5.Ipsilateral miosis dan atau ptosis
6.Sensasi agitasi
d. Serangan mempunyai frekuensi dari 1 kali setiap hari berbeda hingga 8 kali
pada hariyang sama
e.Tidak berhubungan dengan kelainan yang lain

Penatalaksanaan :
a) Istirahat total dan mengurangi atau menghindari faktor pencetus
b) Abortif :
- Oksigen : diberikan 7 liter per menit selama 10 15 menit
- Ergotamin : Lebih dianjurkan dalam bentuk sublingual atau supositoris
(sesuaidengan terapi migren)
c) Preventif
Yang dianjurkan adalah sbb :
Di bawah 30 tahun : Metilsergid 2 mg tablet dengan dosis 4- 8 mg sehari
dalam dosisterbagi selama 3- 6 bulan.
30 -45 tahun : Prednison 5 mg tablet dengan dosis 4 mg sehari dalam dosis
terbagiselama 5 hari dan selanjutnya tapering off

untuk 3 minggu.
Di atas 45 tahun : Litium karbonat dengan dosis permulaan 300 mg dan
perlahan lahandinaikkan sampai 600 - 1200 mg sehari dalam dosis
terbagi.


Neuralgia Trigeminal
Definisi : Neuralgia Trigeminal ( NT) digambarkan oleh IASP ( International
Association for the study of Pain ) sebagai nyeri di wajah yang timbulnya
mendadak, biasanya unilateral. Nyerinya singkat dan berat seperti ditusuk disalah
satu cabang nervus trigeminus

Epidemiologi : - rata-rata diderita usia 40 tahun ke atas
o Wanita : Pria. (1,6 : 1)

Kriteria diagnostik.
A. Serangan serangan paroxysmal pada wajah atau nyeri di frontal yang
berlangsung beberapa detik tidak sampai 2 menit.
B. Nyeri setidaknya bercirikan 4 sifat berikut:
1. Menyebar sepanjang satu atau lebih cabang N trigeminus, tersering pada
cabang mandibularis atau maksilaris.
2. Onset dan terminasinya terjadi tiba-tiba , kuat, tajam , superficial, serasa
menikam atau membakar.
3. Intensitas nyeri hebat , biasanya unilateral, lebih sering disisi kanan.
4. Nyeri dapat timbul spontan atau dipicu oleh aktifitas sehari seperti makan,
mencukur, bercakap cakap, mambasuh wajah atau menggosok gigi, area
picu dapat ipsilateral atau kontralateral.
5. Diantara serangan , tidak ada gejala sama sekali.
C. Tidak ada kelainan neurologis.
D. Serangan bersifat stereotipik.

Penatalaksaan
Farmakologi :
Carbamazepin ( 200-1200mg sehari ) dan oxcarbazepin ( 600-1800mg sehari )
Baclofen dan
Lamotrigin


Caisson Deasease

Caisson Deasease/Penyakit Dekompresi adalah suatu penyakityang disebabkan
oleh pelepasandan pengembangan gelembung-gelembung gas dari fase larutdalam
darah atau jaringan akibatpenurunan tekanan dengan cepat disekitarnya.

Gambaran Klinik :
Nyeri sendi, dispneu, nyeri dada, batuk, pruritus, bercak-bercak biru pada kulit,
nyeri punggung yang menjalar ke abdomen, mati rasa.

Penatalaksanaan :
- Untuk Caisson Disease ringan dapat diobati dengan menghirup O2 100% pada
tekanan permukaan,
- Rekompressi.

Multiple Sclerosis
Multiple Sclerosis merupakan penyakit demyelinasi idiopatik dan berulang yang
melibatkan substantia alba pada sistem saraf pusat.

Epidemiologi :
Perempuan : Laki-laki = 2 : 1 relatif jarang terjadi pada anak-anak dengan usia
kurang dari 10 tahun dan paling sering didapatkan pada usia dewasa muda (2540
tahun)

Etiologi :
Kemungkinan pemicu serangan Multiple Sclerosis berhubungan dengan faktor
imun, infeksi, trauma, stress, kelelahan, peningkatan suhu tubuh, reaksi abnormal
dari obat atau vaksinasi, dan faktorfaktor herediter.

Gejala klinik :
Penderita perlahan lahan kehilangan kemampuan mengontrol otot-ototnya dan
akhirnya tidak mampu sekali.
- Gangguan sensorik
- Keluhan visual : diplopia
- Kelemahan spastik dan ekstremitas
- Disfungsi kandung kemih

Diagnosis:
- Diagnostik MS biasanya ditegakkan berdasarkan riwayat episode
neurologik yang tidak dapat dihubungkan dengan lesi tunggal susunan
saraf pusat dan ditandai dengan remisi dan penyakit berulang.
- Dengan MRI
- Analisis CSF


Penatalaksanaan farmakologi :
Episode relaps dapat diobati dengan steroid dosis tinggi : metylprenisolon 500 mg
iv/hari selama 5 hari, lalu diganti dengan obat oral 100 mg/hari lalu dosisnya
secara perlahan diturunkan selama 2 minggu