Anda di halaman 1dari 22

Inisiasi 8

REVIEW
Google-images.com
Kompetensi Inisiasi 8
http://themaldivestoo.blogspot.com/2011/0
5/listening-its-more-than-just-your-
ears.html
Menggunakan dan mereview konsep-
konsep geometri yang sudah
dipelajari di pertemuan 1-7

Anda tentu masih ingat konsep-
konsep yang sudah kita pelajari di
tutorial 1-7
Apa saja yang sudah kita
pelajari?
MARI KITA BAHAS KEMBALI
Ada 4 pokok bahasan dalam mata kuliah ini yang
akan kita bahas :
1. Aksioma Insidensi dalam Geometri Insidensi
2. Aksioma Urutan dalam Geometri Insidensi Urutan
3. Aksioma Kekongruenan dalam Geometri Netral
4. Geometri Transformasi
Pokok Bahasan
SISTEM AKSIOMA INSIDENSI
1. Garis adalah himpunan titik-titik yang mengandung paling sedikit dua titik
2. Dua titik yang berlainan terkandung dalam tepat satu garis (satu dan tidak
lebih dari satu garis)
3. Bidang adalah himpunan titik-titik yang mengandung paling sedikit tiga titik
yang tidak terkandung dalam satu garis (tiga titik tak segaris atau tiga titik
tak kolinear)
4. Tiga titik berlainan yang tak segaris terkandung dalam satu dan tidak lebih
dari satu bidang
5. Apabila sebuah bidang memuat dua titik berlainan dari sebuah garis, maka
bidang itu akan memuat setiap titik pada garis tersebut (garis terkandung
dalam bidang itu, atau garis terletak pada bidang itu)
6. Apabila dua bidang bersekutu pada sebuah titik maka kedua bidang itu
akan bersekutu pada titik kedua yang lain (ada titik lain dimana bidang
tersebut juga bersekutu)

sumber : Rawuh. 2008. Geometri. Jakarta: UT.

SISTEM AKSIOMA URUTAN
(ABC) mengakibatkan (CBA), (ABC) dibaca Titik
B antara titik A dan titik C.
(ABC) mengakibatkan ~(BCA) dan ~(BAC).
~(BCA) dibaca Tidak (BCA) .
Titik-titik A, B, C berlainan dan segaris jika dan
hanya jika (ABC), (BCA), atau (CAB).
Jika P segaris dan berbeda dengan A, B, C maka
(APB) mengakibatkan (BPC) atau (APC) tetapi
tidak sekaligus dua-duanya.
Jika A B, maka ada X, Y, Z sehingga (XAB),
(AYB), (ABZ).
U1

U2

U3

U4


U5
Kekongruenan dan Geometri
Geometri Insidensi
Terurut dengan
konsep kekongruenan
untuk membentuk
suatu geometri yang
disebut GEOMETRI
NETRAL
http://year5.skola.edu.mt/wp-
content/uploads/2009/03/teacher-cartoon.bmp
KONSEP KEKONGRUENAN ANTAR RUAS GARIS
Pada tiap pasangan dua titik yang berbeda yaitu (A,B) dapat
dipadankan suatu bilangan real positif tunggal j(A,B) yang
dinamakan jarak antara titik A dan titik B atau panjang AB
atau pula ukuran AB .
Catatan: j(A,B) = j(B,A)
Andaikan AB sebuah sinar dan x bilangan positif sembarang
maka ada tepat satu titik P AB sehingga j (A,P)= x .
Jika (ABC) maka j(A,B)+j(B,C) = j(A,C)
Aksioma K1.
Aksioma K2.
Aksioma K3.

Aksioma K4
Pada setiap sudut ABC ada sebuah bilangan real tunggal x
dengan 0<x<180 yang dinamakan ukuran sudut, ditulis
u(ABC) = x
Aksioma K5
Andaikan ada setengah bidang H. Jika ada sinar AB yang terletak
pada tepi H dan ada bilangan real x dengan 0< x < 180
0
maka ada
tepat satu sinar AC sehingga AC H dan u(ABC)= x.

A
C
H
B
KONSEP KEKONGRUENAN ANTAR SUDUT

Aksioma K6
Andaikan OAOBOC maka berlakulah
u(AOB) + u(BOC) = u(AOC ).
Aksioma K7
Jika sinar OA berlawanan arah dengan sinar OB dan D OA maka
u(AOD) + u(BOD)=180.

C
C
C
C
C
H
B
A
O
O A
B
H
D
KONSEP KEKONGRUENAN ANTAR SUDUT

Aksioma K8
Apabila padanan antara titik-titik sudut dua segitiga
sedemikian hingga dua sisi dan sudut apit pada segitiga
yang satu masing-masing kongruen dengan dua sisi dan
sudut apitnya pada segitiga yang lain, maka dikatakan
padanan itu adalah suatu kekongruenan
Geometri Kekongruenan (Congruence Geometry)
Adalah suatu geometri insidensi terurut yang di dalamnya telah
definisikan suatu fungsi jarak dan suatu fungsi ukuran sudut dan
kedua fungsi ini dikaitkan dengan aksioma K8.
KEKONGRUENAN
KONSEP KEKONGRUENAN ANTAR SEGITIGA
Kekongruenan Segi tiga
Kekongruenan segi
tiga didasarkan pada
sistem aksioma
kekongruenan antar
dua ruas garis dan
kekongruenan antar
dua sudut
http://year5.skola.edu.mt/wp-
content/uploads/2009/03/teacher-cartoon.bmp
Relasi kekongruenan antara ruas dan ruas ditulis .
Relasi kekongruenan ini memenuhi aksioma-aksioma berikut:
1. (sifat reflektif)
2.Jika maka (sifat simetrik)
3.Jika , EF maka EF (sifat transitif)
4.Jika AB AB, BC BC dengan (ABC), (ABC) maka AC AC
5.Andaikan AB sebuah sinar dan sebuah ruas, maka ada
sebuah titik sehingga AP CD .

Kekongruenan Antar Dua Ruas Garis

Dua sudut ABC dan DEF adalah kongruen, ditulis ABC DEF,
jika memenuhi aksioma berikut:
1. ABC ABC (sifat refleksif)
2. Jika ABC DEF maka DEF ABC (sifat simetrik)
3. Jika ABC DEF, DEF GHK maka ABC GHK
(sifat transitif)
4. Jika AOB AOB, BOC BOC, (OA OB OC) dan
(OA OB OC) maka AOC AOC
5. Andaikan sebuah sinar H dan termuat dalam tepi H, diketahui
pula sebuah PQR. Maka ada tepat satu sinar sehingga H
dan sehingga ABC PQR

Kekongruenan Antar Dua Sudut

Definisi
Suatu transformasi pada bidang adalah padanan satu-satu
dari sebuah himpunan titik-titik pada bidang ke bidang
yang sama
Jika transformasi dinamakan maka untuk setiap titik P ada titik
tunggal Q sehingga (P)= Q dan sebaliknya untuk setiap titik R ada
titik tunggal S sehingga (S)=R.
Titik Q disebut peta dari P dan P disebut prapeta dari Q.
R dinamakan peta dari S dan S prapeta dari R.
Padanan bersifat surjektif dan injektif atau juga dinamakan bijektif.
Transformasi

Definisi Kolineasi
Jika g sebuah garis dan sebuah transformasi, yang
dinamakan kolineasi apabila (g) juga suatu garis.
Jika suatu kolineasi maka suatu garis oleh dipetakan
menjadi suatu garis

Definisi Translasi
Suatu translasi adalah suatu transformasi yang persamaannya
adalah
Jelas bahwa sistem padanan tersebut bersifat injektif dan
surjektif
Definisi Dilatasi
Sebuah kolineasi yang memetakan setiap garis g menjadi garis
(g)//g disebut suatu dilatasi.

Definisi Setengah Putaran
Jika (x,y) = (x, y) adalah setengah putaran mengelilingi
titik T(a,b) maka

Definisi
Sebuah refleksi dari titik P, yang hasil refleksi ditulis sebagai
(P) dengan g garis yang dinamakan sumbu refleksi
ditentukan sebagai berikut
dan g adalah sumbu ruas PQ.
Pencerminan

Definisi
Transformasi dinamakan suatu isometri apabila
(P) =P, (Q)=Q sehingga jarak untuk
setiap pasang titik P dan Q.


Jadi, suatu isometri adalah suatu transformasi titik yang
mengawetkan jarak antara tiap pasang titik.
Isometri
http://www.elitedesk.net/files/2009/11/how-to-
study.gif
Agar Anda dapat
mengerjakan soal UAS,
COBA tulis ulang
kembali jawaban soal-
soal latihan dan tugas
yang diberikan dalam
tutorial online ini
Google-images.com