Anda di halaman 1dari 54

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Sejarah Singkat
PT. Surya Esa Perkasa didirikan pada tahun 2006 di Palembang, provinsi
Sumatera Selatan, yang dirancang untuk memisahkan Propane, LP dan
Condensate dari aliran gas alam yang berasal dari !alur pipa transmisi gas
Pertamina.
"ronologi Perubahan Legalitas Perusahaan #
$kta Pendirian Perusahaan
%ama %otaris # &asbullah $. 'asyid, S&, ("n, di )akarta
%omor*Tanggal # %o. +*Tanggal 2, (aret 2006
Pengesahan -ep&uk&am # . /0001 &T.0/.0/.T&.2006*Tanggal 1*2*2006
$kta Perubahan Terakhir
%ama %otaris # 3untario tigris, S&, SE, (. &, di )akarta
%omor*Tanggal # %o. /00*Tanggal /+ %ovember 2006
Pengesahan -ep&uk&am # 4+5026, &T.0/.0/.T&.2006*Tanggal 22*//*2006
1.2 Profil Perusahaan
$dapun Pro7il PT. Surya Esa Perkasa
Process Licencor : Presson Enerflex 5.$%$-$
Year Built # 20065200+
Start Up # )uli 200+
Main Contactor # PT. 'ekayasa 8ndustri
Feed Gas Source # Lembak * .ambai as pipeline, pertamina
Lean Gas Return # Pertamina Pipeline 9 to P:S'8 dan PL% ;
1.3 Lokasi an !ata Letak Pa"rik
PT. Surya Esa Perkasa berlokasi di "( /+, Simpang <, -esa 'ambutan,
"ecamatan 8ndralaya, "abupaten =gan 8lir, Palembang Sumatera Selatan.
ambar /. -aerah Lokasi PT. Surya Esa Perkasa
1.# Struktur $rganisasi an %anaje&en Perusahaan
1.#.1 Struktur $rganisasi
Struktur organisasi merupakan alat untuk menggambarkan tentang tugas
dan tanggung !a>ab setiap personil. $dapun gambar struktur organisasi PT. Surya
Esa Perkasa dapat dilihat pada lampiran gambar /.
PT. Surya Esa Perkasa memiliki struktur organisasi yang terdiri dari
beberapa bagian yang dipimpin oleh seorang Plant Manager, sebagai bagian
terpenting di dalam perusahaan. Setiap bagian memiliki tugas masing?masing,
yang beker!a sama secara harmonis demi kema!uan perusahaan. 3erikut adalah
tugas beberapa bagian didalam perusahaan #
1. Production Supv
!ugas Uta&a
a. (embuat rencana pengolahan Feed gas dan produksi LP, Propane,
Condensate harian*bulanan sesuai target yang ditetapkan.
b. (embuat 'encana $nggaran 3elan!a operasi baik bulanan maupun
tahunan.
c. (engkoordinasikan, memimpin, mengatur serta menga>asi kegiatan start
up plant!
d. (engkoordinasikan, memimpin, mengatur serta menga>asi kegiatan
penyetopan plant baik normal s"utdo#n !
e. (engkoordinasikan, memimpin, mengatur serta menga>asi kegiatan
pengoperasian kilang LP sehingga mencapai target yang ditetapkan serta
bebas dari kecelakaan ker!a.
7. (elakukan pengelolaan dan pembinaan Sumber -aya (anusia, di kilang
LP.
g. (embuat dan memeriksa laporan harian 9$ail% Report;, laporan bulanan
dan tahunan dan laporan lainnya yang berkaitan dengan peker!aan.
h. (enyiapkan dan membuat 'encana "er!a &arian 9$ail% &rder;.
!ugas U&u&
a. 3ertanggug !a>ab kepada Plant Supt. atas lingkup ker!a Prod! Sup'. serta
men!aga kerahasiaan atas lingkup peker!aannya.
b. (emahami, mengerti, mengikuti dan melaksanakan peraturan perusahaan
yang ada.
c. (elaksanakan dan mengatur peker!aan ? peker!aan yang sedang dan akan
diker!akan secara e7isien dan ekonomis ekonomis sesuai dengan
kepentingan perusahaan.
d. (en!aga, menggunakan dan mera>at semua peralatan dan 7asilitas
perusahaan agar tetap dalam keadaan baik dan siap pakai.
e. (elaksanakan perintah?perintah khusus dari atasan langsung untuk
kepentingan perusahaan.
2. Process Engineer
!ugas Uta&a
a. (embantu client mengembangkan (asic process!
b. (embuat sc"edule proyek yang berhubungan dengan departemen process!
c. (embantu dalam aktivitas peri@inan.
d. (embuat scope ker!a licensor)su(contractor, memilih licensor
su(contractor, mengadakan evaluasi dan *eeting dengan licensor serta
memimpin su(contractor!
e. (enetapkan process design criteria.
7. (embuat dan mengembangkan process design basis.
g. (elakukan studi process optimisasi dan pemilihan process yang tepat.
h. (enyiapkan "eat material (alance!
i. (embuat dan menyiapkan Process Flo# $iagra*!
!. (embuat dan menyiapkan P8-.
k. (embuat P8- Utilit% dan distri(ution s%ste*!
l. Penentuan dan perhitungan e+uip*ent!
m. (enentukan dan menyiapkan c"e*ical)catal%st!
n. (elakukan "%draulic calculation!
o. (enyiapkan &A$. Process)design data.
p. (embuat deskripsi process!
B. (enyiapkan FEE$ (oo,!
r. -./&P stud%!
s. (enyuplai data kepada instrument
!ugas U&u&
a. 3ertanggug !a>ab kepada Sr! Process Eng.atas lingkup ker!a Proses Eng.,
serta men!aga kerahasiaan atas lingkup peker!aanya.
b. (emahami, mengerti, mengikuti dan melaksanakan peraturan perusahaan
yang ada.
c. (elaksanakan dan mengatur peker!aan?peker!aan yang sedang dan akan
diker!akan secara e7esien dan ekonomis sesuai dengan kepentingan
perusahaan.
d. (en!aga, menggunakan dan mera>at semua peralatan dan 7asilitas
perusahaan agar tetap dalam keadaan baik dan siap pakai.
e. (elaksanakan perintah?perintah khusus dari atasan langsung untuk
kepentingan perusahaan.
3. Lab. Supv
!ugas Uta&a
a. (engkoordinasikan ba>ahan, menentukan tugas dan mengontrol
pelaksanaan penganalisaan sa*ple bahan baku, produk strea*, produk?
!adi yang dihasilkan LP Plant Lembak, mencakup aspek kualitas dan
keamanan 9+ualit% 0 safet%;.
b. (erencanakan, membuat (udget untuk kebutuhan pembelian material dan
peralatan test La(.
c. (enga!ukan permintaan bahan kimia* materials lain untuk keperluan
operasi rutin ke bagian logistik.
d. (engkoordinir dan bertanggung !a>ab atas kelancaran operasional
laboratorium.
e. (enilai prestasi ba>ahan untuk penilaian akhir tahun dan pengembangan
karir.
7. (engatur kegiatan dan mengontrol penganalisaan sa*ple 7inal product
berkaitan dengan Loading sa*ple.
g. (enandatangani test report) certificate of anal%sis dari final product!
h. (elakukan hubungan ke pihak ketiga untuk permintaan bantuan analisa
yang berkaitan dengan peralatan yang belum dimiliki L$3 SEP.
!ugas U&u&
a. 3ertanggung !a>ab kepada Plant Supt. atas lingkup ker!a La( ! Sup'. serta
men!aga kerahasiaan atas lingkup peker!aannya.
b. (emahami, mengerti, mengikuti dan melaksanakan peraturan perusahaan
yang ada.
c. (elaksanakan dan mengatur peker!aan ? peker!aan yang sedang dan akan
diker!akan secara e7esien dan ekonomis sesuai dengan kepentingan
perusahaan.
d. (en!aga, menggunakan dan mera>at semua peralatan dan 7asilitas
perusahaan agar tetap dalam keadaan baik dan siap pakai.
e. (elaksanakan perintah?perintah khusus dari atasan langsung untuk
kepentingan perusahaan.
#. Supv. Maintenance
!ugas Uta&a
a. (erencanakan pelaksanaan peker!aan *aintenance peralatan *ec"anical,
rotating, e+uip*ent, electrical instru*ent yang mencakup *anpo#er,
tools, material, dan sumber daya lainnya dalam rangka pemeliharaan LP
Plant.
b. (engorganisir dan mengarahkan seluruh sumber daya untuk pelaksanaan
peker!aan pemeliharaan peralatan *ec"anical, Rot, E+uip*ent, Electrical
dan 8nstrument yang mencakup T$, =*&, pre'enti'e dan predicti'e
*aintenance, agar terlaksana sesuai rencana biaya optimum, kualitas
sesuai standard, dan mencegah ter!adinya *ac"iner% (rea,do#n.
c. (engontrol pelaksanaan kegiatan perbaikan peralatan *ec"anical,
rotating, e+uip*ent, electrical, dan instrument termasuk meneliti i@in
ker!a, kelengkapan keselamatan ker!a dan monitoring progress kegiatan .
d. Pemeliharaan, sehingga peker!aan dapat diselesaikan tepat >aktu dan
memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
e. (engadakan komunikasi dengan original e+uip*ent *anufacture 9=E(;,
khususnya dengan =E( peralatan berteknologi tinggi, guna mempercepat
solusi permasalahan teknis peralatan kilang.
7. (engadakan komunikasi dengan #or,s"op specific didalam negeri dalam
upaya substitusi*7abrikasi spare part*komponen dan perbaikan used part
guna mereduksi biaya pemeliharaan.
g. (emberdayakan sumber daya manusia sesuai dengan displinnya untuk
meningkatkan ,no#ledge, s,ill, dan produkti7itas sehingga dapat
mengurangi ketergantungan pada ser'ice engineer dalam perbaikan
peralatan kilang.
h. (eningkatkan kepuasan pelanggan dengan metode melaksanakan tindakan
koreksi berdasarkan permasalahan*ketidaksesuaian yang berpotensi
ter!adinya komplain dan proakti7 terhadap permasalahan yang berpotensi
s"utdo#n kilang.
i. (embina hubungan baik dengan bagian internal perusahaan, dalam rangka
memperoleh dukungan penyediaan sumber daya 9*anpo#er, tools, dan
material;.
!. (enyiapkan usulan anggaran Maintenance peralatan Plant dan
mengontrol realisasi biaya pemeliharaan peralatan Maintenance dengan
berpedomana pada biaya pemeliharaan yang optimum.
k. (en!amin ter!adinya "istor% record perbaikan peralatan 'E sebagai dasar
untuk perencanaan kegiatan Maintenance dan tindakan koreksi terhadap
ketidaksesuaian yang pernah ter!adi.
!ugas U&u&
a. 3ertanggung !a>ab kepada Plant Supt. atas lingkup ker!a Sup'!
Maintenance serta men!aga kerahasiaan atas lingkup peker!aanya.
b. (emahami, mengerti, mengikuti dan melaksanakan peraturan perusahaan
yang ada.
c. (elaksanakan dan mengatur peker!aan?peker!aan yang sedang dan akan
diker!akan secara e7esien dan ekonomis sesuai dengan kepentingan
perusahaan.
d. (en!aga, menggunakan dan mera>at semua peralatan dan 7asilitas
perusahaan agar tetap dalam keadaan baik dan siap pakai.
e. (elaksanakan perintah?perintah khusus dari atasan langsung untuk
kepentingan perusahaan.
'. Supv. H S E
!ugas Uta&a
a. (engkoordinasi dan mensupervisi &SE &fficer dan Safet% and Fire
1atc"!
b. Pendelegasian tugas dan tanggung!a>ab ke -SE &fficer dan Safet% and
Fire 1atc"!
c. (embantu mana!emen membuat perkiraan peker!aan yang beresiko tinggi.
d. (erencanakan in "ouse dan out side training bidang -SE!
e. Pelatihan personil inti untuk aplikasi -SE S%ste*!
7. (erencanakan audit -SE!
g. Penga>asan dipatuhinya seluruh aturan dan prosedur -SE di seluruh areal
ker!a.
h. (enyusun e*ergenc% plan dan e*ergenc% escape!
i. (embentuk e*ergenc% response dan e'acuation tea*!
!. -alam keadaan darurat bertindak sebagai pimpinan e*ergenc% response
dan e'acuation tea*!
k. Monitoring kesehatan dan pencemaran lingkungan.
l. (engeluarkan #or, permit untuk seluruh peker!aan 9"ot #or,,confine
space,"ig" ele'ation, "ea'% lifting, gas spread, "ig" 'oltage, dll!2!
!ugas U&u&
a. 3ertanggung !a>ab kepada Prod! Supt atas lingkup ker!a -SE Sup' serta
men!aga kerahasiaan atas lingkup peker!aannya.
b. (emahami, mengerti , mengikuti dan melaksanakan peraturan perusahaan
yang ada.
c. (elaksanakan dan mengatur peker!aan?peker!aan yang sedang dan akan
diker!akan secara e7esien dan akan diker!akan secara e7isien dan ekonomis
sesuai dengan kepentingan perusahaan.
d. (en!aga, menggunakan dan mera>at semua peralatan dan 7asilitas
perusahaan agar tetap dalam keadaan baik dan siap pakai.
e. (elaksanakan perintah?perintah khusus dari atasan langsung untuk
kepentingan perusahaan.
(. Supv. Commercial
!ugas U&u&
a. "ontrol*Penga>asan Peker!aan Purc"asing 0 1are"ousing!
b. Monitoring sc"edule Loading Produk 9LP, Condensate;.
c. "oordinasi sc"edule offta,er LP dan "ondensat5Palembang.
d. Re'ie# (illing dari Pertagas.
e. "omunikasi dengan vendor untuk proses 1arrant%!
7. "ontrol*Penga>asan proses pembayaran*pa%*ent s"eet!
g. "oordinasi dengan departemen lainnya
). HRD dan GA Supv
!ugas Uta&a
a. "ontrol*penga>asan atas peker!aan yang menyangkut ketenaga ker!aan,
hak dan ke>a!iban, baik bagi perusahaan maupun karya>an sesuai dengan
ketentuan peraturan perundangan yang berlaku.
b. "ontrol*penga>asan atas peker!aan )aminan Sosial Tenaga "er!a
9)$(S=STE"; yang >a!ib dibayarkan oleh perusahaan kepada karya>an
melalui "antor )$(S=STE" setempat dan perhitungan atas iuran yang
dibayarkan.
c. "ontrol*penga>asan atas peker!aan perhitungan pembayaran upah,
lembur*o'er ti*e karya>an sesuai dengan kebi!akan perhitungan upah dan
ketetapan pemerintah untuk perhitungan kelebihan !am ker!a*o'erti*e!
d. "ontrol*penga>asan atas peker!aan tingkat kehadiran karya>an 9absensi;,
baik tidak masuk ker!a dikarenakan sakit, maupun i@in tertentu yang telah
ditetapkan*cuti.
e. "ontrol*penga>asan atas peker!aan legalitas Perusahaan, baik yang sudah
ber!alan*ada maupun peri@inan yang harus dipenuhi sesuai dengan
ketentuan dan aturan yang telah ditetapkan dari pemerintah 9Pusat,
Provinsi, "abupaten*"ota;.
7. "ontrol*penga>asan )aminan Casilias "esehatan, baik untuk karya>an
maupun atas keluarga karya>an 9ker!asama dengan pihak 'S;.
g. "oordinasi dengan departemen lainnya menyangkut hubungan ker!a dan
rencana kegiatan lainnya yang berhubungan dengan ketenagaker!aan
9(utasi, Promosi, =rientasi, dll; serta melaporkannya ke atasan.
!ugas u&u&
a. 3ertanggung !a>ab kepada Plant Manager atas ker!a -R$ 0 G. Sup'.
Serta men!aga kerahasiaan atas lingkup ker!anya.
b. (emahami, mengikuti dan melaksanakan peraturan perusahaan yang ada.
c. (elaksanakan dan mengatur peker!aan5peker!aan yang sedang dan akan
diker!akan secara e7isien dan ekonomis sesuai dengan kepentingan
perusahaan.
d. (en!aga, menggunakan dan mera>at semua peralatan dan 7asilitas
perusahaan agar tetap dalam keadaan baik dan siap pakai.
e. (elaksanakan perintah5perintah khusus dari atasan langsung untuk
kepentingan perusahaan.
*. Sekretaris PM
!ugas Uta&a
a. (engetik, membuat surat, mencatat surat masuk dan keluar, filling arsip?
arsip yang berhubungan dengan pimpinan 9administrasi;.
b. (enginput dail% report, Mont"l% report yang dikirim oleh masing?masing
devisi.
c. (enginput data operasi ke Proses Parameter serta mendistribusikan.
d. (enerima dan men!a>ab telpon serta mencatat pesan, menerima tamu.
e. mencatat !an!i untuk pimpinan
7. (enangani urusan keuangan untuk keperluan per!alanan dinas, dll
g. (encatat dokumen masuk dan dokumen keluar, serta merapikan dokumen
9docu*ent Control;.
!ugas U&u&
a. 3ertanggung !a>ab kepada Plant Manager, atas lingkup ker!a sekretaris,
serta men!aga kerahasiaan atas lingkup peker!aannya.
b. (emahami, mengerti, mengikuti dan melaksanakan peraturan perusahaan
yang ada.
c. (elaksanakan dan mengatur peker!aan?peker!aan yang sedang dan akan
diker!akan secara e7isien dan ekonomis sesuai dengan kepentingan
perusahaan.
d. (en!aga, menggunakan dan mera>at semua peralatan dan 7asilitas
perusahaan agar tetap dalam keadaan baik dan siap pakai.
e. (elaksanakan perintah?perintah khusus dari atasan langsung untuk
kepentingan perusahaan.
+. inance Cost Control !""icer
!ugas Uta&a
a. 3ertanggung !a>ab atas penyusunan anggaran plant!
b. 3ertanggung !a>ab atas status anggaran tersebut dalam pelaksanaannya.
c. (elaksanakan proses pengadaan material*barang sesuai dengan prosedur
dan lingkup ker!anya.
d. (elaksanakan proses pembayaran tunai maupun transfer, berupa in'oice,
reun(ers*ent, biaya5biaya lainnya sesuai prosedur pa%*ent yang sudah
dibuat.
e. 3ertanggung !a>ab atas cas" flo# site plant * kondisi keuangan plant!
7. 3ertanggung !a>ab dalam hal pembuatan laporan kemane!emenan plant
dan &=.
g. (elaksanakan pendistribusian data material re+uest dan actual transaksi ke
setiap departemen untuk dasar pengisian for* (udget dan actual
berdasarkan rencana ker!a, sebagai bahan evaluasi setiap bulan.
h. 3ertanggung !a>ab atas lingkup ker!a accounting dan kasir.
!ugas u&u&
a. 3ertanggung !a>ab kepada Plant Manager atas lingkup ker!a finance 3
cost control officer, serta men!aga kerahasiaan atas lingkup ker!anya.
b. (emahami, mengerti, mengikuti dan melaksanakan peraturan perusahaan
yang ada.
c. (elaksanakan dan mengatur peker!aan5peker!aan yang sedang dan akan
diker!akan secara e7isien dan ekonomis sesuai dengan kepentingan
perusahaan.
d. (en!aga, menggunakan dan mera>at semua peralatan dan 7asilitas
perusahaan agar tetap baik dan siap pakai.
e. (elaksanakan perintah5perintah khusus dari atasan langsung untuk
kepentingan perusahaan.
1,. General Maintenance !""icer
!ugas Uta&a
a. (emberdayakan semua *an po#er yang ada pada depertemen General
Maintenance menu!u kualitas ker!a dan disiplin ker!a yang baik dalam
lingkup peker!aan officer (o%, pera>atan umum, pera>atan penerangan
dan sarana elektrikal, pera>atan plu*(ing instalasi air bersih dan kotor.
b. (en!aga semua 7asilitas pabrik secara general, agar tetap ber7ungsi secara
baik dan e7isien.
c. (emberi support kepada depertemen lain dengan melengkapi 7asilitas?
7asilitas yang kurang dan diperlukan untuk kenyamanan berker!a.
d. (elakukan pera>atan berkala semua 7asilitas sarana yang ada untuk
menun!ang produkti7itas dengan menciptakan lingkungan yang sehat.
e. (embuat raport aktivitas harian 9dail% report;.
!ugas U&u&
a. 3ertanggung !a>ab kepada Plant Manager atas lingkup ker!a General
Maintenance &fficer serta men!aga kerahasian atas lingkup peker!aannya.
b. (emahami, mengerti, mengikuti dan melaksanakan peraturan perusahaan
yang ada.
c. (elaksanakan dan mengatur peker!aan?peker!aan yang sedang dan akan
diker!akan secara e7isien dan ekonomis sesuai dengan kepentingan
perusahaan.
d. (en!aga, menggunakan dan mera>at semua peralatan dan 7asilitas
perusahaan agar tetap dalam keadaan baik dan siap dipakai.
e. (elaksanakan perintah?perintah khusus dari atasan langsung untuk
kepentingan perusahaan.
11. Sr. #nst. $ Contrl. Eng
!ugas Uta&a
a. $esign dan Engineering Pro4ect instru*ent dan control s%ste*!
b. Monitoring dan trou(le s"ooting field instru*ent!
c. Monitoring, trou(le s"ooting, dan (ac, up $CS!
d. (embuat sc"edule proyek yang berhubungan dengan departemen
instrument.
e. (enyiapkan garansi perusahaan client yang berhubungan dengan
instrument.
7. (embantu dan support bagian process engineer untuk membuat P8-.
g. (enyuplai data kepada departemen lain.
h. (embuat dan *ensc"edule kalibrasi untuk semua peralatan instrument.
!ugas U&u&
a. 3ertanggung !a>ab kepada Maint Sup'. atas lingkup ker!a Sr! 5nst! 0
Contrl! Eng, serta men!aga kerahasiaan atas lingkup peker!aanya.
b. (emahami, mengerti, mengikuti dan melaksanakan peraturan perusahaan
yang ada.
c. (elaksanakan dan mengatur peker!aan?peker!aan yang sedang dan akan
diker!akan secara e7esien dan ekonomis sesuai dengan kepentingan
perusahaan.
d. (en!aga, menggunakan dan mera>at semua peralatan dan 7asilitas
perusahaan agar tetap dalam keadaan baik dan siap pakai.
e. (elaksanakan perintah ? perintah khusus dari atasan langsung untuk
kepentingan perusahaan.
12. #% %ec& Dra"ter
!ugas Uta&a
a. 3ertanggung !a>ab untuk membuat gambar yang telah dirancang oleh
engineer dengan menggunakan program co*puter!
b. (emperbaiki gambar yang sudah ada !ika ter!adi atau penambahan sesuai
data aktual yang ada dengan menggunakan program computer.
c. (en!aga dan mera>at dokumen agar tidak menyebarluaskannya kepada
instansi yang tidak berkepentingan.
d. (en!aga dan mera>at dokumen agar tidak ter!adi kerusakan pada
dokumen.
e. (embantu untuk membuat -.S Report 9laporan $istri(uted Control
S%ste*2 Control Roo* secara harian.
7. (embantu dalam pemeliharaan terhadap in7rastruktur 8T 9"ard#are and
e+uip*ent;.
g. (embantu setting, installing, and trou(les"ooting line dan Ext connection
P$3D 9telepon;.
h. (embantu tro(les"ooting L$% connection9!aringan internet dan Email
perusahaan;.
i. (embantu setting, installing, *aintenance PC 6"ard#are dan soft#are2!
!ugas U&u&
a. 3ertanggung !a>ab kepada Plant Manager, atas lingkup ker!a 57 $rafter,
serta men!aga kerahaiaan atas lingkup peker!aannya.
b. (emahami, mengerti, mengikuti dan melaksanakan peraturan perusahaan
yang ada.
c. (elaksanakan dan mengatur peker!aan?peker!aan yang sedang dan akan
diker!akan secara e7isien dan ekonomis sesuai dengan kepentingan
perusahaan.
d. (en!aga, menggunakan dan mera>at semua peralatan dan 7asilitas
peruahaan agar tetap dalam keadaan baik dan siap pakai.
e. (elaksanakan perintah?perintah khusus dari atasan langsung untuk
kepentingan perusahaan.
!ugas U&u&
a. 3ertanggung !a>ab kepada Plant Manager atas lingkup ker!a Co**ercial
Sup'. Serta men!aga kerahasiaan atas lingkup peker!aannya.
b. (emahami, mengerti , mengikuti dan melaksanakan peraturan perusahaan
yang ada.
c. (elaksanakan dan mengatur peker!aan?peker!aan yang sedang dan akan
diker!akan secara e7esien dan akan diker!akan secara e7esien dan ekonomis
sesuai dengan kepentingan perusahaan.
d. (en!aga, menggunakan dan mera>at semua peralatan dan 7asilitas
perusahaan agar tetap dalam keadaan baik dan siap pakai.
e. (elaksanakan perintah?perintah khusus dari atasan langsung untuk
kepentingan perusahaan.
13. Logistic !""icer
!ugas Uta&a
a. (emberikan laporan kegiatan logistik kepada Co**ercial Super'isor!
b. (emberikan $pproval untuk (aterial Purc"ase Re+uest Process!
c. (engontrol daripada keluar masuk material di #are"ouse serta appro'al
untuk material Recei'e Report, Material 5ssued Slip, *aterial (oro#,
*aterial return!
d. (elaksanakan 7ungsi kontrol administrasi di #are"ouse!
e. (embantu purc"asing untuk pembelian lokal !ika diperlukan.
7. (embuat (udget tahunan logistic!
g. (embuat laporan tahunan logistic!
h. Mere'ie# (idderlist dari purc"asing sebelum appro'al plant *anager!
!ugas U&u&
a. 3ertanggung !a>ab kepada Co**ercial Sup' atas lingkup ker!a Logistik
&fficer, serta men!aga kerahasiaan atas lingkup peker!aannya.
b. (emahami, mengerti, mengikuti dan melaksanakan peraturan perusahaan
yang (elaksanakan dan mengatur peker!aan?peker!aan yang sedang dan
akan diker!akan secara e7esien dan ekonomis sesuai dengan kepentingan
perusahaan.
c. (en!aga, menggunakan dan mera>at semua peralatan dan 7asilitas
perusahaan agar tetap dalam keadaan baik dan siap pakai.
d. (elaksanakan perintah?perintah khusus dari atasan langsung untuk
kepentingan perusahaan.
1#. A&. 'are&ouse
!ugas U&u&
a. 3ertanggung !a>ab kepada Logisti, &fficer atas lingkup ker!a $dm.
1are"ouse, serta men!aga kerahasiaan atas lingkup peker!aannya.
b. (emahami, mengerti, mengikuti dan melaksanakan peraturan perusahaan
yang ada.
c. (elaksanakan dan mengatur peker!aan?peker!aan yang sedang dan akan
diker!akan secara e7esien dan ekonomis sesuai dengan kepentingan
perusahaan.
d. (en!aga, menggunakan dan mera>at semua peralatan dan 7asilitas
perusahaan agar tetap dalam keadaan baik dan siap pakai.
e. (elaksanakan perintah?perintah khusus dari atasan langsung untuk
kepentingan perusahaan.
1'. A&. Pro. !""icer
!ugas Uta&a
a. (emimpin, mengatur, dan melaksanakan kegiatan Tata :saha serta
administrasi kilang LP sehingga diperoleh system kearsipan dan
dokumentasi yang tertib, rapi,teratur dan mampu telusur.
b. (enyiapkan, membuat, mendistribusikan serta mengarsipkan laporan
harian, bulanan, dan tahunan melalui media?Electronik maupun -ard
cop%!
c. (enyiapkan, membuat, dan mengarsipkan dokumen rencana anggaran
belan!a operasi bulanan dan tahunan.
d. melaksanakan kegiatan administrasi harian 9pembuatan surat?menyurat,
7orm, 4=, (P', dan lain?lain;.
e. (embuat dan menyimpan laporan pemakaian bahan kimia dan lube oil.
7. (elaksanakan peker!aan lainnya sesuai perintah atasan yang mempunyai
relevansi dengan kegiatan administrasi dan tata usaha kilang.
!ugas U&u&
a. 3ertanggung !a>ab kepada Supv. Production atas lingkup ker!a $dm.
Production &fficer serta men!aga kerahasiaan atas lingkup peker!aanya.
b. (emahami, mengerti, mengikuti dan melaksanakan peraturan perusahaan
yang ada.
c. (elaksanakan dan mengatur peker!aan ? peker!aan yang sedang dan akan
diker!akan secara e7esien dan ekonomis sesuai dengan kepentingan
perusahaan.
d. (en!aga, menggunakan dan mera>at semua peralatan dan 7asilitas
perusahaan agar tetap dalam keadaan baik dan siap pakai.
e. (elaksanakan perintah ? perintah khusus dari atasan langsung untuk
kepentingan perusahaan.
1(. C&ie" Securit( an )omdev
!ugas Uta&a
Internal
a. (e>u!udkan suasana dan tertib di lingkungan ker!a PT. Surya Esa Perkasa
agar dapat mendukung kelancaran operasional perusahaan.
b. (enumbuhkan kesadaran securit% *inded bagi seluruh karya>an dalam
upaya cegah dini dari segala kemungkinan yang dapat mengganggu
kelancaran operasional perusahaan.
c. Penga>asan terhadap pelaksanaan tugas securit% yang dilaksanakan oleh
perusahaan !asa securit%, termasuk personil bantuan dari P=L'8 dan T%8.
d. Penga>asan dan pengamanan pe!abat A8P PT. SEP.
e. Penga>asan terhadap seluruh karya>an agar dipatuhinya peraturan yang
berlaku dilingkungan PT. SEP.
7. (enumbuhkan rasa bangga dalam diri karya>an yang beker!a dan
mengabdi di PT. SEP
Eksternal
a. (enyusun program Co*onit% $e'elop*ent sesuai dengan situasi daerah
dan kondisi sosial masyarakat disekitar PT. SEP ikut merasakan man7aat
keberadaan perusahaan di lingkungan mereka.
b. (emelihara hubungan ker!asama, koordinasi yang harmonis dalam bentuk
kun!ungan silaturahmi dan pemberian kontribusi dengan # /; $parat
pemerintah setempat 9'T*'4, "epala -esa, .amat, 3upati, Perangkat
pemerintah lainnya yang terkait;, 2; $parat militer 93abinsa, -anramil,
-andim, -anrem, Pangdam;, 0; $parat kepolisian 9"apolsek, "apolres,
"apolda;, ,; Tokoh masyarakat 9"epala -usun, Pemuka $dat, Pemuka
$gama, Tokoh pemuda, "arang Taruna, =rmas*LS(;.
!ugas U&u&
a. 3ertanggung !a>ab kepada Plant Manager atas lingkup ker!a C"ief
Scurit% 0 Co*de' Sup'. Serta men!aga kerahasiaan atas lingkup
peker!aannya.
b. (emahami, mengerti, mengikuti dan melaksanakan peraturan perusahaan
yang ada.
c. (elaksanakan dan mengatur peker!aan?peker!aan yang sedang dan akan
diker!akan secara e7isien dan ekonomis sesuai dengan kepentingan
perusahaan.
d. (en!aga, menggunakan dan mera>at semua peralatan dan 7asilitas
perusahaan agar tetap dalam keadaan baik dan siap pakai.
e. (elaksanakan perintah?perintah khusus dari atasan langsung untuk
kepentingan perusahaan.
1.#.2 %anaje&en Perusahaan
PT. Surya Esa Perkasa adalah perusahaan yang berdiri sendiri yang
dikepalai oleh seorang Plant Manager. Plant Manager adalah bagian terpenting di
dalam perusahaan karena 7ungsinya adalah sebagai pengambil keputusan dan
kebi!akan. Semua kebi!akan ada di tangan seorang Plant Manager. Plant
Manager memba>ahi langsung seorang Plant Supertendent dimana tugas utama
dari seorang Plant Supertendent adalah men!aga kilang agar tetap ber!alan baik
dan menghasikan produk5produk yang sesuai dengan yang diharapkan. Selain
memba>ahi langsung Plant Supertendent, Plant Manager !uga memba>ahi
bagian5bagian penting diperusahaan yaitu C"ief Securit% dan Co*de' Sup',
Co*ercial Sup', -R$ 0 G. Sup', Finance and Cost Control, dan General
Maintenance.
Seorang Plant Supertendent dibantu oleh staff3staff yang bergerak di
bidang masing5masing. Staff3staff tersebut adalah Maint Sup', Production Sup',
La( Sup' dan -SE Sup', tugas dari keempat elemen yang ada adalah
men!aga,mera>at, mengolah dan menganalisa semua proses dan hasil dari kilang
tersebut.
1.#.2.1 -e.ega/aian
Pega>ai merupakan aset utama perusahaan dalam men!alankan sistem
dalam perusahaan. Tanpa adanya pega>ai maka perusahaan tidak akan ber!alan.
"epega>aian di dalam intern perusahaan dikendalikan oleh -R$ 0 G.. Semua
aspek dari kepega>aian diatur dan dikendalikan oleh elemen tersebut.
1.#.2.2 0asilitas -ar1a/an
"arena Pega>ai merupakan aset paling berharga bagi perusahaan, maka
perusahaan harus memperhatikan kese!ahteraan pega>ainya. "ese!ahteraan
tersebut oleh Perusahaan dituangkan dalam memberikan 7asilitas 5 7asilitas yang
dibutuhkan oleh pega>ai.
$dapun 7asilitas yang diberikan oleh PT. Surya Esa Perkasa antara lain#
/. Casilitas "esehatan
2. Casilitas Transportasi
0. Casilitas $suransi*)aminan Sosial Tenaga "er!a, dan lain5lain
1.#.2.3 Peraturan Pekerjaan
Sesuai dengan :: %o./0 tahun 2000 pasal /06 yang menyatakan bah>a
Esetiap perusahaan yang memiliki tenaga ker!a /0 orang atau lebih maka
perusahaan >a!ib membuat peraturan peker!aanF.
$dapun hal 5 hal yang menyangkut dengan peraturan peker!aan yaitu #
/. Peraturan berlaku selama dua 92; tahun
2. (embuat hak dan ke>a!iban masing5masing
0. (emuat syarat ker!a
,. (emuat tata tertib
2. (emuat !angka >aktu masa berlaku
6. -ikeluarkan oleh perusahaan
1.' Pe&asaran
PT. Surya Esa Perkasa memasarkan produknya dengan rincian sebagai
berikut#
/. +0G local *ar,et, yaitu #
a. PT. Pertamina 9LPG;
b. PT. &orindo 9condensate;
2. 00G export 9future;
PT. Surya Esa Perkasa menghasilkan produk berupa LPG *ix,
condensate, dan propane. Target pen!ualan produk lebih diutamakan pada produk
LP dan condensate, sedangkan untuk produk propane hanya didistribusikan !ika
ada pesanan dari perusahaan yang bersangkutan ataupun bisa digunakan untuk
operasional di dalam pabrik pengolahan gas alam PT. Surya Esa Perkasa 9SEP;.
$dapun pemasaran atau pendistribusian produk yang tersedia di pabrik ini
dengan rincian sebagai berikut#
/. LPG Mix
Produk LPG *ix ini didistribusikan secara penuh kepada PT. Pertamina
Persero. Pada dasarnya untuk pendistribusian LP ini tidak sembarang dilakukan
karena harus memenuhi syarat ataupun standar yang diberikan oleh -ir!en (igas.
$dapun bagan pendistibusian produk LPG *ix adalah sebagai berikut#
Sumber# P7! Sur%a Esa Per,asa
Gambar 2. Diagram alir Pendistribusian LPG Mix
"ontrak ker!a ini ter!adi hanya pada PT. Surya Esa Perkasa dan PT.
Pertamina Persero, sedangkan PT. Pertamina akan menyerahkan proses
pengakutan LPG Mix dari PT. Surya Esa Perkasa pada SPP3E 9Stasiun
Pengakutan Pengisian 3ulk Elpi!i;. :ntuk pendistribusian LP dibutuhkan Surat
Perintah $ngkut 9SP$;. Surat ini dibuat untuk memenuhi syarat pengangkutan
LP dari PT. Surya Esa Perkasa. Surat ini dikeluarkan oleh kantor pusat 6-ead
&ffice2 PT. Surya Esa Perkasa.
2. Condensate
Produk condensate ini akan didistribusikan pada beberapa perusahaan
s>asta. Syarat yang dibutuhkan suatu perusahaan untuk dapat membeli produk
PT. SEP PERTAMINA
AGEN
LPG
SPPBE
MASYARAKAT
KIOS
PENJUALAN
LPG
tersebut dengan memiliki surat i@in Tata %egara dari -ir!en (igas. -engan
adanya surat i@in Tata %egara dari pemerintah maka pendistribusian produk
tersebut tidak disalahgunakan. Sedangkan untuk pengambilan produknya harus
berdasarkan S= 6Sales &rder2 dari kantor pusat PT. Surya Esa Perkasa.
Pendistribusian produk dari PT. Surya Esa Perkasa hanya dipasarkan di dalam
negeri 9lokal;, dikarenakan produksi LP di 8ndonesia masih mengimpor dari
negara lain. &al ini yang tidak memungkinkan negara kita untuk dapat
mengekspor LP tersebut. 'ata5rata kapasitas LP dan condensate yang
didistribusikan perbulan yaitu sebesar 0.000 ton LPG *ix dan /0.200 (arrel untuk
produk condensate. $ngka 0.000 ton LPG Mix merupakan !umlah yang
ditentukan oleh Pertamina sebagai standar produk yang harus ditargetkan oleh
pihak PT. Surya Esa Perkasa kepada Pertamina.
BAB II
U2AIAN P2$SES
LP Plant Lembak, Simpang <, merupakan stand alone plant 9yang
berdiri sendiri; yang dirancang untuk memisahkan Propane, LP dan
Condensate dari aliran gas umpan yang berasal dari )alur pipa transmisi gas
Pertamina. LP Plant Lembak, Simpang <, di rancang untuk memproses 60
((sc7d gas umpan, dan mampu menghasilkan produk Propane, LP sampai
1+G (ol .
0
*.
,
dan Condensate 9.
2
H
;. Lean gas 9as ringan; sisa dari pemisahan
LP akan dikembalikan*dialirkan ke Pipeline untuk di !ual ke pihak lain.
2.1 Bahan Baku
3ahan baku untuk produksi LP di PT. Surya Esa Perkasa adalah gas
alam yang berasal dari )alur pipa transmisi gas Pertamina yang terdiri dari
berapa komponen. "omponen gas tersebut antara lain #
2.1.1 )omponen Gas Alam
H(drocarbons
a. Met"ane
b. Et"ane
c. Propane
d. iButane
e. nButane
7. iPentane
g. nPentane
h. C%clopentane
i. -exane
!a"el 1. Sifat 0isik Hirokar"on Pen1usun 3as Ala&
-o&.onen Berat %olekul
!itik Diih
4506
Spgr
Panas
Pe&"akaran
4Btu7ft
3
6
.&
,
.
2
&
2
.
0
&
6
i?.
,
&
/0
n?.
,
&
/0
i?.
2
&
/2
n?.
2
&
/2
.
6
H
/6,0,
00,0+
,,,01
26,/2
26,/2
/+,/2
/+,/2
66,/+
?226,+
?/2+,2
?,0,+
/0,1
0/,/
62,/
16,1
/22,+
0,0
0,06
0,2/
0,26
0,26
0,62
0,60
0,66
1//
/60/
2020
001,
0/0/
0616
0+01
,,0,
Sumber # Perr%8s C"e*ical Engineering -and8s Boo,, 9::;
$dapun si7at kimia gas alam adalah sebagai berikut#
a. (emiliki rumus umum molekul # .
n
&
2nH2
b. 3ereaksi dengan =ksigen 9=
2
; membentuk .=
2
dan uap air 9&
2
=;
c. (erupakan campuran &idrokarbon yang terdiri dari 60?10G &idrokarbon
ringan dan &idrokarbon berat serta gas pengotor*inert
2.1.2 Desain Basis
eed Gas
5nlet Gas Flo#rate, ((S.C- # 60
5nlet 7e*perature, -eg. C # ++,+
o
C
5nlet Pressure, psig # ,,0 psig
!a"el 2. Data -o&.osisi eed Gas
-o&.onen -o&.osisi 48&ol6
.=
2
%
2
.
/
.
2
.
0
i?.
,
n?.
,
i?.
2
n?.
2
n?.
6
6,+01/
0,/206
6/,+0
6,22
0,/+1
0,2/2
0,600
0,2/0
0,/26
0,2,0
Sumber# La(oratoriu* LPG Plant P7! Sur%a Esa Per,asa, <=9<
2.2 Proses Prouksi
Secara garis besar LP plant terdiri dari process s%ste* sebagai berikut#
/. Feed Gas 5nlet I Co*pression S%ste*
2. $e"%dration 6Gl%col S%ste*2
0. C"illing) Cold Box and separation S%ste*
,. Fractionation
2. Refrigeration S%ste*
6. -ot &il S%ste*
+. Flare 0 $isposal S%ste*
6. Storage 0 Loading
1. Control 0 ES$ S%ste*
/0. Fire Safet% S%ste*
//. Utilit%
2.2.1 eed Gas #nlet 9 iltering S(stem
Feed Gas yang berasal dari Pipa transmisi pertamina dialirkan melalui Flo#
Control >al'e yang secara otomatis dapat mengontrol la!u feed gas ke LP plant PT
SEP. Selan!utnya umpan masuk ke scrubber >==? pada tekanan ,,0 psig dengan
temperatur +6
0
C, di sini gas umpan dengan kondisi saturated masuk scrubber dan
mele>ati -e?mister pada scrubber, sehingga air dan kotoran?kotoran dari gas tadi
tertangkap pada -e?mister dan turun sebagai bottom produk scrubber. -an gas dialirkan
pada top produk scrubber selan!utnya gas umpan ini masuk ke 7eed gas compressor 9C$
9=9;. -i sini tekanan $isc"arge dari compressor naik sekitar +,0 psig dari ,,0 psig,
karena gas yang telah dikompress tadi mengalami peningkatan temperatur. Sehingga
7eed gas yang telah mele>ati compressor, masuk ke cooler E?/0/, untuk didinginkan
dengan media udara lingkungan, dan pada cooler ini mengalami pressure drop, sehingga
kondisi 7eed gas yang keluar dari cooler dengan tekanan +00 psig dan temperatur /06
0
C.
"emudian gas dari cooler masuk ke coalising 7ilter, di sini gas dipisahkan dari lube =il
yang bersal dari compressor, dimana lube =il ini digunakan sebagai pelumas dari
compressor, saat gas di kompress dengan compressor, lube =il pun ikut terikut. as
masuk ke coalising 7ilter 9><==; dengan cara menabrakan gas ke 7ilter di dalam
coalising 7ilter, sehingga kotoran dan lube =il terpisah dari gas. "emudian gas keluar
pada top coalising 7ilter dan masuk ke Cold Box untuk didinginkan sebelum masuk ke
TE scrubber 9>9<=;. -i TE scrubber air dipisahkan dengan cara mengalirkan gas
tadi ke TE scrubber. )adi air tadi ditangkap oleh demister pada TE scrubber. Cungsi
TE scrubber di sini untuk mengurangi beban dari contactor 9>9==; dalam menyerap
air.
2.2.2 De&(dration *nit +Gl(col S(stem,
as umpan dari TE scrubber, yaitu gas yang masih mengandung air, kemudian
diumpankan ke dalam contactor 9>9==;. -i sini ter!adi proses penyerapan air secara
kimia>i dengan bantuan absorben TE 97ri Et"%len Gl%col;, dimana penyerapan
dilakukan secara countercurrent 9berla>anan arah;, dimana gas masuk pada bagian
ba>ah contactor dan TE masuk pada bagian atas setelah melalui &E 9E9=@; untuk
didinginkan dari suhu /60
0
C turun ke /06
0
C, karena secara teori semakin dingin suhu
dari TE maka semakin bagus penyerapan TE terhadap air. "emudian gas dan TE
bertemu pada column packing semakin lama TE bertemu dengan air pada contactor
semakin banyak air yang dapat diserap oleh TE, kemudian gas yang telah bebas dari air
keluar pada top contactor dan mele>ati -e?mister pada contactor. Sementara 'ich TE 9
TE yang kaya mengandung air; keluar pada bagian bottom contactor menu!u -&:
System.
'ich TE yang keluar pada bagian bottom contactor akan menu!u pada atas
bagian still column !ika set poin disana /66, 'ich TE ini diman7aatkan untuk
mendinginkan set poin. "emudian 'ich TE di tampung terlebih dahulu pada >99=,
kemudian di alirkan ke Parti,ular Filter, di sini partikel? partikel kasar pada 'ich TE
di saring, kemudian di lan!utkan dengan diumpankan kedalam c"arcoal Filter di sini
'ich TE disaring dan memisahkan carbon dari 'ich TE. "emudian 'ich TE
tersebut di alirkan ke &E 9E9A=; untuk di panaskan dengan meman7aatkan panas TE
yang keluar dari 'eboiler &?/20. "emudian 'ich TE masuk ke 'eboiler &?/20 dengan
mele>atkan ke still column, kemudian 'ich TE tadi di panaskan di 'eboiler, sehingga
air yang terkandung di TE tadi di uapkan karena panas pembakaran tadi, dan uap air
tersebut keluar melalui vent, kemudian masuk ke stripping column, di sini TE yang
masih mengandung air di strip sehingga air tersebut akan naik lalu teruapkan dan
selan!utnya akan keluar menu!u vent yang sama. Sementara TE keluar pada bagian
ba>ah reboiler menu!u &E 9E?/00; untuk di dinginkan dengan meman7aatkan dingin
dari 'ich TE yang akan masuk ke 'eboiler. Lalu TE masuk ke akumulator T?/22
sebelum kembali dile>atkan di &E 9E?/,2; di sini &E dengan media pendingin udara
lingkungan kemudian di pompa, sebagian ke akumulator dan sebagian kembali ke
contactor untuk kembali melakukan penyerapan.
2.2.3 C&iller- Cold .o/ and Separation S(stem
Selan!utnya gas yang keluar dari kontaktor tersebut masuk ke &E 9E9=@; untuk
dipanaskan dengan meman7aatkan panas TE yang akan masuk ke contactor. "emudian
gas masuk ke .old 3oJ untuk didinginkan dari temperatur 62
0
C turun ke temperatur
?0+
0
C, di .old 3oJ ini gas tadi didinginkan dengan Lean as yang keluar dari -e?
ethani@er, Sales as dari keluaran LTS 9 Lo# 7e*perature Separator;, liBuid yang
keluar pada bagian ba>ah LTS, dan dari re7rigant System propane. "emudian gas
tersebut di le>atkan ke )T Aalve untuk di turunkan lagi suhu gas tersebut, dengan cara
menurunkan tekanan gas tersebut dengan )T Aalve dari temperatur ?0+
0
C turun ke suhu
?,+
0
C setelah itu di tampung di LTS. -i Lts ini gas tadi terpisah men!adi 2 7ase di dalam
LTS yaitu vapor yang di dominasi oleh 7raksi ringan9.
/
I .
2
; yang tidak terkondensasi,
dan 7ase liBuid yang di dominasi 7raksi berat 9.
0
H
;. Craksi ringan dari LTS tadi di
kembalikan ke pipa transmisi pertamina, tapi sebelum itu dinginnya di man7aatkan
terlebih dahulu untuk mendinginkan .old 3oJ. -an liBuid keluaran dari LTS
diumpankan ke dalam 7raksinasi, tetapi sebelum itu dingin dari liBuid diman7aatkan
untuk mendinginkan .old 3oJ.
2.2.# ractionation
Fractionation s%ste* terdiri dari 0 buah -istilasi, yang merupakan unit?unit
utama dari LP plant yang ber7ungsi menghasilkan product dengan cara distilasi
berdasarkan perbedaan titik didih dari masing?masing komponen gas umpan, yaituK
/. $istilasi $eEt"aniBer Colu*n
2. $istilasi $ePropaniBer Colu*n
0. $istilasi $eButaniBer Colu*n
2.2.#.1 De0Et&ani1er kolo&
Colu*n $eEt"aniBer memisahkan komponen ringan 9.
/
dan .
2
; dari .0
H
yang
kaya kandungan Propane, dan Condensate dengan cara distilasi berdasarkan perbedaan
titik didihnya. Colu*n $eEt"aniBer di bagi men!adi 0 bagian* section, yang paling atas
disebut Rectification section, yang bagian ba>ah disebut stripping section, sedangkan
dasar kolom disebut "eating dan product #it"dra#al section. :mpan yang kaya
kandungan .
0
H
masuk di bagian atas stripping section atau lebih tepatnya Tray ke?+
sebagai campuran 2 p"ase 9kira?kira +0G mol berbentuk cairan, sisanya berupa uap;.
:mpan yang berbentuk cairan akan mengalir keba>ah kolom mele>ati serangkaian
7ra% menu!u dasar kolom dimana sebagian dari cairan ini masuk kedalam Re(oiler untuk
diuapkan dengan menggunakan -ot oil yang mengalir di s"ellside Re(oilern%a. -engan
kondisi Temperatur 2,+
0
C dan Tekanan ,60psig
:ap panas ini kemudian masuk kembali ke dalam kolom dan mengalir keatas
melalui serangkaian tra% dan bertemu dengan cairan yang turun ke ba>ah, kemudian
sebgian @at yang telah masuk reboiler tadi memanasi cairan yang turun keba>ah melalui
tra% yang sama. .
0
H
yang sudah bebas dari 7raksi ringan selan!utnya mengalir mele>ati
#eir ke dalam Product 1it"dra#al section, dan keluar dari kolom diatur oleh Control
'al'e menu!u $ePropaniBer Colu*n. Sementara itu :mpan yang berbentuk uap yang
kaya akan komponen .
/
dan .
2
pada saat masuk ke .olumn akan tercampur dengan uap
panas yang berasal dari 'eboiler, dan mengalir keatas kolom melalui Rectification
Section, selan!utnya dipuncak kolom didinginkan dengan 7ri* Cooler, dengan
temperatur 7ri* Cooler ?20
o
C, Co*ponen berat yaitu .
0
H
yang terdapat didalam uap akan
di kondensasi*diembunkan dan akan !atuh keba>ah kolom sebagai cairan reflu,, yang
selan!utnya akan terpanasi oleh uap yang mengalir keatas di dalam Rectification Section.
.
/
I .
2
yang tidak mengembun di top kolom selan!utnya di alirkan ke rec%cle
co*pressor, sebelum itu dingin lean gas diman7aatkan untuk mendinginkan .old 3oJ
saat keluar .old 3oJ kondisi Tekanan ,+2 psig sehingga dinaikkan tekanannya men!adi
200 psig sebelum dikirim kembali ke Pipa Transmisi as Pertamina.
2.2.#.2 De0Propani1er kolo&
&asil pemisahan di $eEt"aniBer Colu*n yang sudah sedikit kandungan 7raksi
ringanya akan masuk kedalam $ePropaniBer Colu*n memisahkan komponen .
0
9Propane; dari komponen .
,
dan .
2
H
dengan cara distilasi berdasarkan perbedaan titik
didihnya. $ePropaniBer Colu*n dibagi men!adi 0 bagian 6section2, yang paling atas
disebut Rectification Section sebanyak 6 7ra%, yang bagian ba>ah disebut Stripping
Section sebanyak 20 7ra%, sedangkan dasar kolom disebut -eating dan Product
1it"dra#al Section! :mpan dari $eEt"aniBer Colu*n akan masuk ke 7ra% 1 di bagian
atas Stripping Section sebagai campuran dua 7ase. :mpan yang berbentuk cairan akan
mengalir ke ba>ah kolom mele>ati serangkaian 7ra% menu!u dasar kolom, sebagian dari
cairan ini masuk ke dalam Re(oiler untuk diuapkan dengan menggunakan -ot &il yang
mengalir di S"ellSide Re(oilernya.dengan kondisi temperatur di Re(oiler yaitu L2,0
o
C
dan tekanan L220 Psig. :ap panas ini kemudian akan masuk kembali ke dalam kolom
dan mengalir ke atas melalui serangkaian 7ra% untuk memanaskan cairan yang turun ke
ba>ah melalui 7ra% yang sama. "omponen .
,
dan .
2
H
dan sedikit .
0
selan!utnya
mengalir mele>ati #eir ke dalam Product 1it"dra#al Section, dan keluar dari kolom
diatur oleh control 'al'e menu!u $eButaniBer Colu*n. Sementara itu umpan yang
berbentuk uap yang berupa komponen .
0
dan sedikit .
,
pada saat masuk ke colu*n akan
tercampur dengan uap panas yang berasal dari Re(oiler, dan mengalir ke atas kolom
melalui Rectification Section, selan!utnya aliran menu!u Propane Condenser 9E?202;
dengan kondisi temperatur temperatur aliran /0+
o
C dicairkan dengan media pendingin
udara, sehinga keluaran kondenser sudah berupa cairan dengan kondisi temperatur
L/2+
o
C dengan tekanan L220 Psig menu!u reflux $ru* 9A?2,0;, dari reflux dru* ini
sebagian Produ, akan dipompakan dengan Pu*p 9P?2,2; untuk dialirkan kembali
menu!u kolom $ePropaniBer sebagai re7luJ akan mengalir ke ba>ah dan akan terpanasi
oleh uap yang mengalir ke atas di dalam Rectification Section dan sebagian lagi akan di
Blending dengan Produk dari $eButaniBer colu*n untuk men!adi Produk LP (iJ
yang sebelumnya dile>atkan terlebih dahulu melalui Cooler 9E?220; .
2.2.#.3 LP3 Column- De0.utani1er
$eButaniBer 9LP Colu*n2 akan memisahkan komponen .
0
dan .
,
dari
komponen .
2
H
yang terdapat dalam umpan dari (otto* product $epropaniBer Colu*n.
$eButaniBer Colu*n terdiri dari 0 bagian, bagian atas disebut Rectification Section
sebanyak 0 7ra%, bagian ba>ah disebut Stripping Section sebanyak /+ 7ra% dan bagian
dasar colu*n disebut -eating dan Product 1it"dra#al Section. :mpan dari $e
pronaniBer Colu*n yang terdiri dari kandungan .
0
, .
,
dan .
2
H
akan masuk ke dalam $e
ButaniBer Colu*n melalui tra% ke?, bagian atas Stripping Section sebagai campuran <
p"ase . :mpan yang berbentuk cairan selan!utnya turun ke bagian ba>ah melalui
se!umlah 7ra% ke -eating Section, selan!utnya cairan ini dipanaskan di dalam Re(oiler
untuk diuapkan dengan menggunakan -ot &il. "ondisi temperatur di Re(oiler yaitu
L002
o
C dan tekanan L/20 Psig. :ap hasil pemanasan dari Re(oiler selan!utnya akan
masuk kembali ke dalam colu*n dan mengalir ke atas melalui se!umlah 7ra%, yang akan
memanasi cairan yang turun le>at 7ra%7ra% tersebut. Condensate 9.
2
H
; yang telah
stabil, yang banyak mengandung komponen .
2
dan .
6
, selan!utnya mengalir mele>ati
1eir ke dalam Product 1it"dra#al Section, dan keluar le>at Le'el control menu!u
Condensate Cooler 9E?260; untuk didinginkan agar produk yang dihasilkan memang
berbentuk cairan,sehingga temperaturnya berubah men!adi L10
o
C, kemudian produk
dialirkan ke dalam tangki?tangki Penyimpanan Condensate.
Sementara itu umpan yang berbentuk uap yang berupa komponen .
0
dan .
,
pada
saat masuk ke colu*n akan tercampur dengan uap panas yang berasal dari Re(oiler, dan
mengalir ke atas kolom melalui Rectification Section, selan!utnya menu!u
Condenser)finfan cooler 9E?2+0; dengan kondisi temperatur untuk L/+0
o
C dicairkan
dengan media pendingin udara,sehinga keluaran kondenser sudah berupa cairan dengan
kondisi temperatur L/20
o
C dengan tekanan L/02 Psig menu!u reflux $ru* 9A?2+2;.
dari reflux dru* ini sebagian Produ, akan dipompakan dengan Pu*p 9P?220;
untuk dire7luk kembali menu!u kolom $eButaniBer dan akan mengalir ke ba>ah dan
akan terpanasi oleh uap yang mengalir ke atas di dalam Rectification Section dan
sebagian lagi akan di Blending dengan Produk dari $ePropaniBer colu*n untuk
men!adi Produk LP, yang sebelumnya dile>atkan terlebih dahulu melalui Cooler 9E?
210;, kemudian LP miJ tersebut ditampung kedalam Storage LP.

2.2.' Re"rigeration S(stem
Refrigeration Pac,age menggunakan propane sebagai refrigerant 911,2 Gmol
.0;. Propane disimpan di propane accu*ulator 9A?,00; dalam dua 7ase, pada suhu 16
0
C
dan tekanan /+, psig. "emudian propane dialirkan ke econo*iniBer 9A?000; yang
sebelumnya mele>ati L.A?000 untuk mengatur level dari econo*iniBer, kondisi pada
econo*iBer suhunya 02
0
C dan tekanannya ,1 psig, produk atas yaitu berupa vapor di
alirkan ke kompresor 9.?0/0$*3; sebagai second section! Produk ba>ahnya yaitu
berupa propane li+uid dialirkan sebagian ke tri*8s cooler sebagai media pendingin di
dalam 7ri*8s cooler dan sebagian ke eJpantion vessel 9v?200;, la!u alir propane ke
trimMcooler diatur oleh flo# control 'al'e sehingga suhu tri*8s cooler tersebut men!adi
?20
0
C, keluaran tri*8s cooler masuk ke eJpansion vessel 9A?200; berupa vapor,
sementara sebagian cairan yang dialirkan ke eJpansion vessel 9A?200; digunakan
sebagai media pendingin di dalam .old 3oJ, dan keluaran dari .old 3oJ berupa vapor
di tampung di eJpansion vessel 9A?200; bersama dengan vapor keluaran dari 7ri*8s
cooler. "emudian vapor pada eJpansion vessel 9A?200; di alirkan pada Scrubber 9A?
000; dengan kondisi pada Scrubber tekanan 1 psig dan temperatur ?6
o
C, pada Scrubber
9A?000; ini propanenya berupa vapour 9saturated;. Cungsi dari Scrubber 9A?000; sebagai
Sa7ety agar tidak adanya cairan yang terikut saat akan di tekan dengan kompresor 9.?0/0
$*3;, karena saat kompresor ke masukan cairan akan mengganggu ker!a dari kompresor
tersebut. Aapor pada Scrubber 9A?000; di alirkan ke kompresor 9.?0/0 $*3; yang di atur
oleh regulator valve untuk men!aga tekanan di Scrubber 9A?000;. Aapor ini di tekan
sehingga tekanannya mencapai /60 psig dan suhu /22
o
C sehingga vapor yang tadi
saturated berubah men!adi superheated 9uap kering; yang masuk ke A?020 $*3, di A?
020 ini lube =il di pisahkan dari propane, dan lube =il di pompakan kembali ke engine.
Sedangkan uap propane di alirkan dan di kondensasi di Fan Cooler 9E?,/0 $*3*.;,
-imana media pendinginnya yaitu udara, kemudian aliran kembali masuk ke Propane
.ccu*ulator 9A?,00;.
2.2.( Hot !il S(stem
-ot &il S%ste* merupakan Closed s%ste*, yang menggunakan Therminol 66
sebagai media pemanas, dan terdiri dari peralatan sebagai berikutK
9! -ot &il -eater
<! -ot &il Expansion 7an,
A! -ot &il Recirculation Pu*ps
-ot &il -eater merupakan $ual Furnace* tungku tipe konveksi 9Pemanas tak
langsung; yang ber7ungsi untuk memanaskan -ot &il) 7"er*inol dengan bahan bakar
lean gas pada saat operasi normal atau memakai bahan bakar Feed gas pada saat Starup
Plant. -ot &il mula?mula dipanasi didalam -eater kemudian disirkulasi ke LP plant
dengan pompa untuk memanasi Regenation Gas -eater, LEC Re(oiler dan LP
Re(oiler. -ot oil disirkulasikan oleh 2 J /00G -ot &il Recirculation Pu*p. Sementara
itu, "ot oil yang telah digunakan akan di kembalikan ke Expansion tan, sebelum
sirkulasi ulang setelah dipanasi kembali didalam -eater. Expansion tan, didesign
memiliki ruang yang cukup untuk meyimpan sementara -ot oil dan !uga memberikan
ruang untuk eJpansi "ot oil akibat pemanasan. :ntuk mengganti sebagian "ot oil yang
hilang selama pemakaian maka disediakan connection untuk -ot oil Ma,eup yang
dilengkapi dengan pompa feeding dan stroge tan,. -ot oil s%ste* dilengkapi dengan
Control panel tersendiri berbasis PL. yang terpasang secara terpisah dan di design
khusus untuk men!alankan unit tersebut. %amun demikian disediakan output CCo**on
alar*D yang terkoneksi ke Plant Main Control roo*.
2.2.) lare $ Disposal S(stem
LP Plant Le*(a,, Simpang < tidak dilengkapi dengan flare s%ste*, sehingga
semua keperluan Flaring dilakukan dengan menggunakan Flare Stc, milik Pertamina
yang memang sudah ter?installed di dekat Plant .rea. LP plant Lembak, Simpang <
hanya menyediakan koneksi dari Flare "eader ,e Existing Flare stac, milik Pertamina.
-isposal s%ste* untuk buangan yang berbentuk cairan tetap disediakan sebagai alat
buangan proses sebelum dilepas ke lingkungan. as buangan yang berasal dari
'enting *PSA atau gas (lo#do#n pada saat e*ergenc% akan di alirkan ke flare s%ste*
(ilik Pertamina untuk dibakar terlebih dahulu sebelum dilepas ke .t*osp"ere.
Terdapat 2 buah disposal s%ste* untuk menampung buangan cairan, yaitu
Closed $rain S%ste* yang ber7ungsi menampung sisa cairan yang masih banyak
mengandung condensate seperti cairan dari Cilter dan separator. :ntuk cairan yang
banyak mengandung air dan buangan yang tidak bertekanan, dialirkan ke =il .atcher
yang terbuat dari penampungan bak terbuka yang dilengkapi dengan #eir*dam untuk
memisahkan sisa?sisa condensate dan air. Condensate yang telah dipisahkan kemudian
dipompakan kembali ke Closed drain s%ste*, sementara airnya dialirkan ke 3along
sebelum di buang ke lingkungan.
2.2.* Storage and Loading S(stem
LP tan, Lembak, Simpang < dilengkapi dengan , buah LP tan, berbentuk
>essel hori@ontal dengan kapasitas per 7an, /20 tons. 7an, ini dilengkapi dengan #ater
cooling s%ste* yang ber7ungsi untuk memdinginkan tan,i apabila suhu cairan didalam
tanki melebihi titik aman te*perature penyimpanan.
S%ste* loading LP produk dilakukan dengan loading truc, menggunakan
1eig"ing Bridge station. LP dialirkan dari tangki penyimpan
dengan LP pu*p yang masing?masing berkapasitas 66 pm. Plant ini !uga dilengkapi
dengan / buah LP &ffspec tan, berkapasitas /20 ton yang ber7ungsi untuk menampung
hasil LP yang tidak memenuhi speci7ikasi sebelum di rec%cle kembali ke process plant
dengan menggunakan LP &ff Spec Pu*p yang berkapasitas pm. Terdapat / buah
Propane tan, untuk menampung produk propane dengan kapasitas 20 tons. Terdapat /
buah Condensate tan, untuk menampung produk condensate dengan kapasitas /22 tons.
Loading Propane dan condensate produk dilakukan dengan dispenser menggunakan
Filling Station. Condensate dialirkan dari tanki penyimpan dengan 2 buah propane
pu*p yang masing?masing berkapasitas 22 pm, dan 2 buah Condensate pu*p yang
masing?masing berkapasitas 22 pm
2.2.+ Control and ESD S(stem
:ntuk mengendalikan plant dan mengatasi keadaan bahaya, LP plant Lembak,
Simpang < dilengkapi dengan .ontrol dan ES- S%ste* yang ber7ungsi untuk
mengontrol parameter proses dan sebagai E*ergenc% S"utdo#n s%ste*. (enurut
penempatannya 97opograp"%; s%ste* kontrol ini dibagi men!adi 2 bagian yaitu S%ste*
Control yang diletakkan didalam Control Roo* dan Local Control panel untuk unit?unit
tertentu.
Semua parameter proses dikendalikan dari control roo*, yang didalamnya
terdapat panel?panel sebagai berikut #
/. Main Control panel 0 ES$ S%ste* 6PLC s%ste*2
2. Gas C"ro*atograp" Panel 9Status;
0. (.. panel
,. Propane Refrigerant Panel
2. -ot &il Panel
PL. yang berada di control roo* menangkap sinyal*in7o yang dikirim dari local
panel*site, yaitu dari trans*itter, control 'al'e, S=A 93-A*S-A*-A;, dan $e# Point.
Terdapat 0 s%ste* di site yang tidak terhubung dengan -.S S%ste*, yaitu Loading
S%ste*, Gas C"ro*atograp"% S%ste*, dan Metering Lean Gas S%ste*. Pengontrolan
Loading s%ste* dilakukan langsung di lapangan, sedangkan status dari Metering Lean
Gas terdispla% di control roo* melalui Flo# Co*puter yang dilengkapi dengan printer
sendiri. -ata dari Local Panel Gas C"ro*atograp"% !uga ter?displa% di P.0 yang berada
di control room. P.0 !uga dilengkapi dengan printer. S%ste* yang berada di lapangan
selain instru*ent yang !uga terhubung PL. adalah Refrigeration S%ste* dan -ot &il
Pac,ages. ((8 9*an *ac"ine interface; dari PL. s%ste* dilakukan di dua buah
co*puter 9P./ dan P.2;, serta terhubung ke dua buah printer. P./ ber7ungsi sebagai
Progra**ing dan station, artinya semua penambahan ataupun pemprograman PL.
s%ste* hanya bisa dilakukan melalui P./. P.2 ber7ungsi sebagai station dan dapat
digunakan untuk *eru(a" setpoint dari instru*ent. -i control roo* !uga terdapat
(.., yang ber7ungsi sebagai control terhadap semua e+uip*ent motor. "husus untuk
motor?motor yang beker!a di main proses, (.. mengirim sinyal Run*Stop Permit Status
ke -.S s%ste*.
2.2.1, ire Sa"et( S(stem
:ntuk mengatasi keadaan darurat bahaya kebakaran, plant dilengkapi dengan
Fire #ater s%ste* yang didesign untuk melindungi plant !ika ter!adi kebakaran besar di
Tangki LP dan di semua area plant. Fire #ater s%ste* terdiri dari #
/. Fire #ater pu*p station
2. Fire #ater pond
0. Fire #ater *ain ring and accessories
9! Fire #ater pu*p station
Fire #ater pu*p station mempunyai satu buah diesel engine fire #ater pu*p
yang berkapasitas /.220 gp* dengan tekanan disc"arge /20 psig 9*axi*u*;. Pompa ini
dilengkapi dengan diesel tan, yang memiliki kapasitas bahan bakar solar mensuplay
enggine secara terus menerus selama , !am. Pompa ini beker!a*running secara otomatis
9stater acti'e; !ika pressure di *ain ring berkurang pada tekanan tertentu.
<! Fire #ater pond
1ater Pond*3along dibangun dengan kapasitas air yang cukup untuk mengatasi
bahaya kebakaran, dimensi 3along 12 m J 20 m dan mempunyai kedalaman , meter.
3along tersebut memiliki kapasitas penampung air normal /0.000 m
0
.
A! Fire #ater *ain ring and accesorries
Main ring terbuat dari pipa berdiameter 6 inc yang dibangun mengelilingi plant,
yang !uga dilengkapi dengan /0 "%drant masing?masing 62 gp* 9/22 psig;. Selain itu,
pada tangki produk 9 propane, LP, dan Condensat tan,; !uga dilengkapi dengan #ater
spra% s%ste* yang berguna untuk mendinginkan tangki pada saat kebakaran atau !ika
suhu didalam tangki naik dan ter!adi penguapan yang signi7ikan.
Fire #ater pu*p station terdapat / buah $iesel engine Fire #ater pu*p
berkapasitas /220 gpm dengan tekanan disc"arge /20 Psig (aJimum. Pompa ini
dilengkapi dengan -iesel tan, yang memiliki kapasitas bahan bakar solar mampu
*ensupla% engine secara terus menerus selama , !am. Pompa ini beker!a*running secara
otomatis 9starter acti'e; !ika pressure di (ain ring berkurang pada tekanan tertentu.
Eoc,e% pu*p dipasang untuk men!aga pressure Main ring pada tekanan /22 Psig. )ika
-%drant atau monitor dibuka karena ter!adi kebakaran, maka tekanan Main Ring akan
menurun yang mana akan meng?akti7 kan Fire #ater pu*p. 1ater Pond* 3along
dibangun dengan kapasitas air yang cukup untuk mengatasi bahaya kebakaran, dimensi
3along 12 ( J 20 ( dan kedalam , meter, memiliki kapasitas penampungan air nominal
/0.000 (
0
Main Ring terbuat dari pipa berdiameter 6F yang dibangun mengelilingi Plant,
yang !uga dilengkapi dengan /0 -%drant dengan kapasitas "%drant masing?masing 62
gpm 9/22 Psig; untuk menghadapi kebakaran. Selain itu pada Propane, LP dan
Condensate tan, !uga dilengkapi dengan 1ater Spra% s%ste* yang berguna untuk
mendinginkan tangki pada saat kebakaran atau !ika suhu didalam tangki naik dan ter!adi
penguapan yang significant. 1ater spra% s%ste* ini dihubungkan dengan $eluge 'al'e
yang akan membuka secara otomatis !ika tekanan dididalam tangki naik akibat ter!adinya
penguapan yang berlebihan.
2.2.11 Utilit1
:tilitas adalah unit penun!ang yang berperan sangat vital dalam keberadaan
operasi pada sebuah kilang. -engan adanya sistem utilitas ini semua operasi disebuah
kilang dapat dilakukan. %amun sebaliknya, !ika keberadaan unit utilitas ini bermasalah
atau bahkan tidak ada maka unit operasi pada kilang tersebut akan terhambat bahkan
stop.
$da empat 9,; macam sistem utilitas yang digunakan untuk men!alankan plant
PT. Surya Esa Perkasa,yaitu #
/. 5nstru*ent air s%ste*
2. Genset ) generator
0. :PS
,. Plant #ater
2.2.11.1 Instru&ent air s1ste&
5nstru*ent air s%ste* berguna untuk menyuplai seluruh keperluan udara untuk
alat?alat instrumen. -alam sistem ini terdapat dua buah air co*pressor yang berguna
untuk mengkompres udara. Co*pressor ini digerakkan melalui tenaga listrik yang
berasal dari generator. Co*pressor !uga dilengkapi dengan air dr%er yang ber7ungsi
untuk menyaring kandungan air yang terdapat di udara dengan cara
mengkondensasikannya. :dara kering yang keluar dari air dr%er kemudian ditampung
didalam tabung penampung* recei'er sebelum dialirkan kebagian instrument yang
membutuhkan seperti control 'al'e. :dara kering tersebut disalurkan dengan tekanan
sekitar /22 psig.
2.2.11.2 3enset atau generator
enerator adalah mesin listrik yang ber7ungsi untuk merubah tenaga mekanik
yang berupa tenaga putar poros 9rotor;men!adi tenaga listrik. Prinsip ker!anya adalah bila
sebuah penghantar 9konduktor; digerakkan 9mekanik; dalam medan magnet, maka pada
penghantar itu akan timbul arus listrik.
Terdapat tiga buah generator yang ada didalam plant PT.SEP, yaitu#
/. -ua buah genset yang berkapasitas masing?masing 100 "A$ yang digerakkan oleh
mesin berbahan bakar gas .
2. Satu buah genset berkapasitas 220 "A$ yang digerakkan oleh mesin diesel.
Pada dasarnya hanya satu buah genset yang beker!a pada kondisi normal,
sedangkan yang satunya lagi stand (% dan satu buah genset diesel sebagai persiapan
ketika e*ergenc%.
2.2.11.3 UPS 4 un 2 interupted po3er suppl( 6
:PS digunakan sebagai sistem po#er (ac,up untuk tetap menyuplai po>er !ika
ter!adi pemadaman arus listrik secara tiba?tiba. :PS ini dirancang untuk mampu
melindungi semua operasi 5operasi kritikal selama dua !am secara terus 5menerus
sebelum pembangkit listrik akti7 kembali. :PS mampu menyuplay -. po>er sekitar 20
"A$.
2.2.11.# Plant /ater
Plant #ater adalah unit yang ber7ungsi untuk men!ernihkan air baku men!adi air
bersih melalui proses klari7ikasi. $ir permukaan yang berasal dari alam mengandung
kotoran?kotoran ini tidak dihilangkan maka akan mengganggu pada proses selan!utnya.
5*purities 3 i*purities ini dibagi men!adi dua kelompok yaitu sebagai berikut#
/. 5*purities yang tidak larut 9suspended solid; yaitu partikel 5 partikel atau kotoran
yang masih dapat dilihat secara kasat mata. Seperti, partikel?partikel yang
menyebabkan air keruh.
2. 5*purities yang terlarut 9dissol'ed solid;. Seperti, calsium bikarbonat, garam?
garam silika dan lain?lain.
Pada dasarnya kedua i*purities di atas harus dihilangkan agar diperoleh air
dengan kualitas yang bagus. %amun, plant PT. SEP hanya menghilangkan kandungan air
suspended solid karena air yang digunakan hanya untuk menyuplai keperluan kantor,
pendingin untuk fin fan cooler dan fire "%drant. Proses deskripsinya adalah sebagai
berikut#
$ir diambil dari sumur bor dengan menggunakan pompa deep #ell pu*p yang
kemudian ditampung dibak settling untuk mengendapkan suspended solid yang ada
sebelum dialirkan ke proses selan!utnya. -ari bak penampung air dialirkan ke sand filter
guna menghilangkan i*purities 3 i*purities seperti pasir, tanah dan lain?lain. -ari sand
filter air ditrans7er ke bak penampungan kemudian dialirkan ke aerator dengan
menggunakan bantuan transfer pu*p dan kemudian ke filter pu*p. Sebelum air dialirkan
untuk keperluan plant dan kantor, air terlebih dahulu dimasukan ke karbon 7ilter guna
menyaring i*puritiesi*purities yang mungkin masih terkandung.
2.# Prouk
Produk5produk yang dihasilkan oleh PT. Surya Esa Perkasa adalah sebagai
berikut #
/. Propane
2. LP
0. "ondensat
-ari ketiga produk di atas yang dihasilkan, produk utama dari PT. SEP adalah
LP, sedangkan produk yang lain adalah produk sampingan.
2.#.1 Pengertian LP3
LP 9li+uified petroleu* gas, har7iah Egas minyak bumi yang dicairkanF, adalah
campuran dari berbagai unsur hidrokarbon yang berasal dari gas alam. -engan
menambah tekanan dan menurunkan suhunya, gas berubah men!adi cair. "omponennya
didominasi propana 9.
0
&
6
; dan butana 9.
,
&
/0
;. LP !uga mengandung hidrokarbon
ringan lain dalam !umlah kecil, misalnya etana 9 .
2
&
6
; dan !uga mengandung komponen
berat seperti pentana 9 .
2
&
/2
; dan lain5lain.
-alam kondisi atmos7er, LP akan berbentuk gas, volume LP dalam bentuk
cair lebih kecil dibandingkan dalam bentuk gas untuk berat yang sama. "arena itu LP
dipasarkan dalam bentuk cair dalam tabung5tabung logam bertekanan tidak diisi secara
penuh, hanya sekitar 60?62G dari kapasitasnya. (enurut spesi7ikasinya, LP dibagi
men!adi tiga !enis yaitu LP campuran, LP propana dan LP butana. Spesi7ikasi
masing5masing LP tercantum dalam keputusan -irektur )endral (inyak dan as 3umi
%omor 22"*06*--)(*/110. LP yang dipasarkan untuk masyarakat adalah LP
campuran.
2.#.2 Sifat:Sifat Prouk
/. Si7at5si7at LP
a. (udah terbakar 9dalam keadaan cair maupun gas;
b. (enghasilkan pembakaran yang sempurna
c. 3ebas kandungan air
d. Tidak beracun dan tidak ber>arna
e. Tidak berbau
7. as dikirimkan sebagai gas bertekanan didalam tangki atau silinder
g. .airan dapat menguap dengan cepat ketika dilepas ke udara
h. Lebih berat dari udara sehingga lebih cenderung menepati daerah yang rendah
2. Si7at 5 si7at Propana
a. (udah terbakar
b. 3er7ase gas
c. (emiliki 'AP 9Reid >apour Pressure; lebih tinggi dibandingkan dengan LP
d. 'AP maksimum 2/0 psig
e. 3ebas kandungan air
0. Si7at 5 si7at kondensat
a. ber>arna bening atau tidak ber>arna
b. mudah menguap dan memiliki 'AP /05/2 psi
c. memiliki spesific grafit% 9S; 0.6+2050.6600
d. bebas kandungan air
Stanar %utu .aa P!. Sur1a Esa Perkasa !"k
Sekilas mendengar istilah standar mutu, kita seringkali teringat akan satu istilah, yaitu
8S=. 8S=, =rganisasi 8nternasional untuk Standardisasi yang berkantor pusat di )ene>a,
merupakan lembaga s>adaya masyarakat 9LS( atau %= N %on?overnmental
=rgani@ation; penetap standar internasional yang terdiri dari >akil?>akil dari badan standar
nasional setiap %egara yang beker!a sama telah menghasilkan lebih dari /+.000 standar
internasional untuk bisnis, pemerintahan dan masyarakat umum. Pada a>alnya, singkatan
dari nama lembaga tersebut adalah 8=S dalam bahasa 8nggris 98nternational =rgani@ation 7or
Standardi@ation; atau =8% dalam bahasa Perancis 9=rganisation internationale de
normalisation; sebelum akhirnya ditetapkan menggunakan nama 8S=, diambil dari bahasa
<unaniisos yang berarti sama. -idirikan pada 20 Cebruari /1,+ di )ene>a, S>it@erland. 8S=
menetapkan standar?standar industrial dan komersial dunia. 8S= pada a>alnya dibentuk
untuk membuat dan memperkenalkan standardisasi internasional untuk apa sa!a. Standar
yang sudah kita kenal antara lain standar !enis 7ilm 7otogra7i, ukuran kartu telepon, kartu
$T(3ank, ukuran dan ketebalan kertas dan lainnya. -alam menetapkan suatu standar
tersebut mereka mengundang >akil anggotanya dari /+0 negara untuk duduk dalam "omite
Teknis 9T. N Technical .ommittee;.
8S= 100/#2006 adalah suatu standar internasional untuk sistem mana!emen (utu *
kualitas. 8S= 100/#2006 menetapkan persyaratan 5 persyaratan dan rekomendasi untuk
desain dan penilaian dari suatu sistem mana!emen mutu. 8S= 100/#2006 bukan merupakan
standar produk, karena tidak menyatakan persyaratan 5 persyaratan yang harus dipenuhi oleh
sebuah produk 9barang atau !asa;. 8S= 100/#2006 hanya merupakan standar sistem
mana!emen kualitas. %amun, bagaimanapun !uga diharapkan bah>a produk yang dihasilkan
dari suatu sistem mana!emen kualitas internasional, akan berkualitas baik 9standar;. Sehingga
dapat disimpulkan bah>a Ouality (anagement Systems 98S= 100/#2006; adalah (erupakan
prosedur terdokumentasi dan praktek 5 praktek standar untuk mana!emen sistem, yang
bertu!uan men!amin kesesuaian dari suatu proses dan produk 9barang atau !asa; terhadap
kebutuhan atau persyaratan tertentu, dimana kebutuhan atau persyaratan tertentu tersebut
ditentukan atau dispesi7ikasikan oleh pelanggan dan organisasi.
1. IS$ 4International $rgani;ation for Stanari;ation6
8S= adalah suatu standar internasional untuk sistem mana!emen (utu * kualitas. 8S=
menetapkan persyaratan 5 persyaratan dan rekomendasi untuk desain dan penilaian dari suatu
sistem mana!emen mutu. 8S= bukan merupakan standar produk, karena tidak menyatakan
persyaratan 5 persyaratan yang harus dipenuhi oleh sebuah produk 9barang atau !asa;. 8S=
hanya merupakan standar sistem mana!emen kualitas. %amun, bagaimanapun !uga
diharapkan bah>a produk yang dihasilkan dari suatu sistem mana!emen kualitas
internasional, akan berkualitas baik 9standar;. Penerapan standar mutu 8S= dalam suatu
perusahaan memegang peranan yang cukup penting, apalagi bagi perusahaan manu7aktur
yang memiliki pasar yang cukup luas. Terkadang pasar meminta produk yang sudah
berstandar internasional.
8S= yang digunakan pada PT. Surya Esa Perkasa Tbk.
16 IS$<+,,1<2,,* 4 Siste& %anaje&en %utu an Lingkungan6
IS$ +,,1<2,,* mengatur bagaimana sistem mana!emen harus dilakukan oleh suatu
organisasi untuk bisa men!amin mutu produknya, baik barang 9goods; maupun !asa
9ser'ice;, agar mutu produk tersebut sesuai dengan persyaratan pelanggan, atau
persyaratan lain, maupun sesuai standard mutu yg telah ditetapkan organisasi yang
ber7okus pada mana!emen atau pengelola mutu organisasi tersebut. "epatuhan atau
compliance inilah yang membedakan Sistem (ana!emen (utu IS$ +,,1<2,,*
dengan model mana!emen lainnya, organisasi tidak bisa bebas mengembangkan
sendiri sistem mana!emennya. 8tulah sebabnya audit IS$ +,,1<2,,* yang dilakukan
oleh 3adan Serti7ikasi disebut !uga dengan compliance audit atau audit kepatuhan.
3erbicara (utu di dalam IS$ +,,1<2,,* bisa mencakup kualitas produk 4=6, biaya
atau Cost 4>6, pengiriman atau -elivery 4D6, keamanan * keselamatan atau safet% 4S6
dan moral 4%6 atau biasa disingkat dengan =>DS%. Sedangkan dokumen dalam
sistem mana!emen mutu IS$ +,,1<2,,* biasanya berisi kebi!akan mutu 9Fualit%
Polic%;, sasaran mutu 9Fualit% &(4ecti'es;, dan pedoman mutu 9Fualit% Manual;.
8S=#100/#2006 ini didapatkan PT. Surya Esa Perkasa Tbk pada tanggal // $gustus
2006.
%anfaat Penera.an IS$ +,,1<2,,* aalah <
a. (eningkatkan "epercayaan Pelanggan.
b. )aminan "ualitas Produk dan Proses.
c. (eningkatkan Produktivitas perusahaan I Emarket gainF.
d. (eningkatkan motivasi, moral I kiner!a karya>an.
e. Sebagai alat analisa kompetitor perusahaan.
7. (eningkatkan hubungan saling menguntungkan dengan pemasok.
g. (eningkatkan cost e77iciency I keamanan produk.
h. (eningkatkan komunikasi internal.
i. (eningkatkan image positi7 perusahaan.
!. Sistem terdokumentasi.
k. (edia untuk Pelatihan dan Pendidikan.
26 IS$ 1#,,1
8S=#/,00/ merupakan standar internasional dibidang Sistem (ana!emen Lingkungan
9S(L; adalah 3agian dari keseluruhan sistem mana!emen termasuk struktur
organisasi, aktivitas perencanaan, tanggung !a>ab, praktek, prosedur, proses dan
sumber daya untuk membuat, menerapkan, mencapai, mengka!i dan memelihara
kebi!akan lingkungan.
Penerapan standar mutu 8S= dalam suatu perusahaan memegang peranan yang cukup
penting, apalagi bagi perusahaan manu7aktur yang memiliki pasar yang cukup luas.
Terkadang pasar meminta produk yang sudah berstandar internasional. Penerapan 8S= bukan
hanya sekedar mengumpulkan dokumen5dokumen pendukung, yang memang harus
disediakan, melainkan penerapan langsung pada sistem yang ada dalam perusahaan. -imulai
dari sistem administrasinya, sistem produksinya, deli'er%?nya, hingga after sales ser'ice?nya.
Semua harus memenuhi standar yang diterapkan.
Standar (ana!emen Lingkungan dimaksudkan untuk memberikan perusahaan?
perusahaan suatu kerangka ker!a pengelolaan lingkungan yang e7ekti7 yang dapat
diintegrasikan dengan sistem mana!emen lainnya 9misalnya, sistem mana!emen mutu dan
keselamatan ker!a; dan untuk membantu perusahaan dalam mencapai tu!uan ekonomi dan
lingkungannya. "erangka ker!a akan memungkinkan perusahaan tersebut memiliki satu alat
dan cara untuk men!aga keberlangsungan dan keandalan pengelolaan lingkungannya dalam
!angka >aktu yang lama. &al ini dimungkinkan karena S(L merupakan suatu struktur
mana!emen yang berbasis Perencanaan 5 Pelaksanaan 5 Pemeriksaan dan Tindakan yang
memungkinkan kiner!a lingkungan akan selalu terkendali dan berkembang.
(enurut de7inisi Standar, Sistem (ana!emen Lingkungan 9S(L; adalah 3agian dari
keseluruhan sistem mana!emen termasuk struktur organisasi, aktivitas perencanaan, tanggung
!a>ab, praktek, prosedur, proses dan sumber daya untuk membuat, menerapkan, mencapai,
mengka!i dan memelihara kebi!akan lingkungan. Crasa pertama dalam de7inisi ini P3agian
dari keseluruhanM berarti bah>a masalah?masalah lingkungan harus men!adi bagian dari
7ungsi?7ungsi organisasi seperti pemasaran, administrasi, produksi, utilitas, dan bahkan
keamanan. Semua 7ungsi perusahaan, besar atau kecil, memiliki tanggung !a>ab dan peran
terhadap pengelolaan lingkungan. S(L bukan semata?mata men!adi tanggung !a>ab
departemen atau seksi lingkungan sa!a seperti yang umum diterapkan pada masa lalu 9baca#
perusahaan yang belum menerapkan S(L 8S=/,00/;. -engan kata lain setiap orang tidak
bisa lagi berkata bah>a masalah lingkungan adalah tanggung !a>ab departemen lingkungan
dan saya tidak mau tahu hal itu. "ata kunci penting lain yang penting adalah bah>a sistem
tersebut bertu!uan untuk mencapai apa yang ditetapkan dalam kebi!akan lingkungan. Tidak
lebih atau kurang komitmen dan cakupan penerapan system akan berdasarkan isi dalam
kebi!akan lingkungan. 8S= /,00/ ditulis untuk semua !enis, ukuran organisasi dan
mengakomodasi berbagai macam kondisi geogra7i, budaya dan social.
-i 8ndonesia terdapat satu standar mutu nasional, yang biasa kita kenal S%8. Standar
%asional 8ndonesia 9disingkat S%8; adalah satu?satunya standar yang berlaku secara nasional
di 8ndonesia. S%8 dirumuskan oleh Panitia Teknis dan ditetapkan oleh 3S% 93adan
Standarisasi %asional;. Standar ini digunakan untuk men?standarkan produk masal yang
nantinya akan digunakan oleh semua orang. .oba perhatikan produk 5 produk seperti &elm,
Tabung as LP, konstruksi bangunan, dan masih banyak lagi, biasanya terdapat logo S%8.
$rtinya adalah produk?produk tersebut telah lulus u!i standar nasional. 8nti dari penarapan
standar mutu adalah ter!aganya kualitas hasil dari suatu produk. E-o >hat you >rite and
>rite >hat you doF Semacam suatu sistem kno>ledge sharing yang memungkinkan setiap
orang untuk menghasilkan yang sama dengan kualitas yang sama pula. Sehingga akan
mengurangi ketergantungan terhadap satu orang sa!a.
Salah satu contoh standar S%8 yang digunakan dalam dunia industri LP yaitu #
1. SNI )3(*<2,11 ? "ompor as 3ahan 3akar LP Satu Tungku -engan Sistem
Pemantik.
2. SNI 1#'2<2,11 ? Tabung 3a!a LP.
3. SNI )(''<2,1, ? "aret Perapat 9'ubber Seal; Pada "atup Tabung LP.
4. SNI ,(?)213?2,,( ? Selang karet untuk kompor gas LP.
5. SNI )3(+<2,,* ? 'egulator tekanan rendah untuk tabung ba!a LP.
2. $SHA +%&e !ccupational Sa"et( and Healt& Administration,
Process Safet% Manage*ent 9PS(; adalah merupakan suatu regulasi yang di
keluarkan oleh :.S. =ccupational Sa7ety and &ealth $dministration 9=S&$;, tu!uannya
adalah untuk mencegah ter!adinya kecelakaan atau ke!adian seperti kasus B"opal di 8ndia
pada tahun /16,. =S&$ mengusulkan suatu standar yang mengatur cara penanganan bahan?
bahan kimia berbahaya dan membuat suatu program secara komprehensi7 dan terintegrasi ke
dalam proses teknologi, prosedur dan mana!emen praktis. "emudian =S&$ mengeluarkan
suatu regulasi tentang penanganan, penggunaan dan proses bahan?bahan kimia yang sangat
berbahaya 9Title 21 o7 .C' Section /1/0.//1;.
PS( ini a>alnya dibuat untuk melindungi se!umlah industri yang ditandai dengan
kode S8., dimana prosesnya melibatkan lebih dari 2 ton bahan mudah terbakar dan /,0
bahan beracun dan reakti7. Secara garis besar persyaratan yang dibuat oleh =S&$ PS(
adalah sebagai berikut#
1. Melakukan analia !a"a#a $%&e 'i (e)$a( ke%*a un(uk )en+i'en(i,ikai 'an
)en+&n(%&l !a"a#a 'an )e)ini)alkan k&nekueni 'a%i ke-elakan #an+ an+a(
$a%a" a(au ,a(al.
2. Men#euaikan k&n(%&l %eka#aa (e%"a'a$ ,aili(a 'an $e%ala(an $%&'uki. $%&e.
'an !a"an!akuun(uk )en-e+a" ke-elakaan #an+ ,a(al.
3. Men+e)!an+kan i(e) )ana*e)en k&n(%&l un(uk )en+en'alikan !a"a#a.
)elin'un+i lin+kun+an 'an )e)!e%ikan keela)a(an 'an kee"a(an (e%"a'a$
$eke%*a.
4. Me)!ua( a')ini(%ai k&n(%&l un(uk $e%u!a"an ,aili(a. $%&e'u% &$e%ai.
keela)a(an ke%*a. (%ainin+ 'an e!a+ain#a un(uk )enin+ka(kan kea'a%an $eke%*a
(e%"a'a$ keela)a(an ke%*a.
5. Melakukan au'i( !e%kala un(uk )en+uku% e,ek(i,i(a PSM (an'a%.
Elemen?elemen yang terdapat dalam =S&$ PS( adalah sebagai berikut#
9! Process Safet% 5nfor*ation
<! Process -aBard .nal%sis
A! &perating Procedures
?! E*plo%ee Participation
@!7raining
;!Contractors
G! PreStartup Safet% Re'ie#
H! Mec"anical 5ntegrit%
:! -ot 1or, Per*it
9=! Manage*ent of C"ange
99! 5ncident 5n'estigation
9<! E*ergenc% Planning and Response
9A! Co*pliance .udits
9?! 7rade Secret
Standar =S&$ yang digunakan pada PT. Surya Esa Perkasa Tbk.
a. Propane
-engan nomor Cas" +,?16?6 PEL
b. /,0 8sobutadiene
-engan nomor cas" /06?11?0 T4$ dan nomor cash /06?11?0 STEL.
(enyediakan in7ormasi kepada petugas yang bertanggung !a>ab atau diberi
>e>enang yang berkaitan dengan bahaya proses, kimia, procedur operasi dan lain?lain yang
dibutuhkan termasuk in7ormasi rahasia dagang !ika diperlukan.
PS( standar adalah merupakan suatu regulasi yang didasarkan pada kiner!a dan
pelaksanaannya sangatlah 7leksibel, dapat disesuaikan atau dikembangkan sesuai dengan
situasi masing?masing perusahaan. &al ini telah menyebabkan ter!adinya perbedaan
interpretasi dari regulasi tersebut antara perusahaan?perusahaan dengan =S&$Ms Co*pliance
Safet% and -ealt" &fficers 9.S&=s;, sehingga menimbulkan kesalah pahaman dalam
pelaksanaannya. :ntuk menanggulangi hal tersebut =S&$ mengeluarkan pedoman
pelaksanaan untuk PS( standar. Pedoman yang pertama dikeluarkan tahun /112 yaitu .PL
2?2.,2$. Pedoman ini memasukkan in7ormasi mengenai#
? Pendekatan =S&$ dalam melakukan inspeksi pelaksanaan
? "riteria untuk menyeleksi 7asilitas untuk diinspeksi
? Pedoman audit PS( termasuk audit checklist.
? "lari7ikasi dan interpretasi dari PS( standar.
? -a7tar acuan untuk kesesuaian pelaksanaan dengan PS( standar.
? Pedoman untuk persiapan inspeksi.
Pada tahun /11,, =S&$ kembali mengeluarkan pedoman untuk melengkapi pedoman
sebelumnya, yaitu .PL 2?2.,2$ .&?/. -alam pedoman ini ditambahkan klari7ikasi teknis
mengenai !adual inspeksi, update pedoman dan pertanyaan mengenai keselamatan kontraktor
dan yang lebih penting adalah klari7ikasi dan interpretasi mengenai standar tersebut.
3. A>3IH 4%&e American Con"erence o" Governmental #ndustrial H(gienists6
$.8& merupakan salah satu badan organisasi yang ada di $merika. -imana badan
atau organisasi di luar negeri yang telah mengeluarkan hasil penelitian batas paparan terhadap
mahluk hidup. $.8& merupakan standar yang sama dengan =S&$. -i 8ndonesia batas
paparan suatu bahan kimia yang digunakan masih mengacu pada batas paparan yang
diterbitkan oleh $.8& yang cara penentuannya berbeda dengan badan?badan lain. $dapun
$.8& mengeluarkan batas paparan dengan kriteria dan batasan sebagai berikut#
7res"old Li*it >alue 7i*e 1eig"ted .'erage 9TLA ? T4$;.
"onsentrasi tertinggi dimana orang bisa beker!a dan terpapar terus menerus 6 !am
sehari 9,0 !am seminggu; tanpa menderita akibat apapun.
7res"old Li*it >alue 7i*e Exposure Li*it 9TLA ? STEL;.
"onsentrasi tertinggi dimana orang beker!a tidak boleh lebih dari /2 menit dan
tidak boleh doulang lebih dari , 9empat; kali setiap hari dengan selang >aktu
paling tidak 60 9enam puluh; menit.
7res"old Li*it >alue Ceiling 9TLA ? .;.
(erupakan batas tertinggi suatu konsentrasi bahan di udara dimana manusia tidak
boleh terpapar.
Pengamatan?pengamatan yang dilakukan terhadap hal?hal tersebut diatas tentu sa!a
telah menimbulkan suatu diskusi yang berkelan!utan mengenai perbedaan antara 7oxicit%
9tingkat keracunan; dan 7oxic -aBard 9bahaya peracunan; suatu bahan kimia terhadap
masyarakat umum.
Standar $.8& yang digunakan pada PT. Surya Esa Perkasa Tbk.
a. Propane
-engan nomor cash +,?16?6 T4$
b. 3utane
-engan nomor cash /06?1+?6 T4$
c. 8sobutane
-engan nomor cash +2?26?2 T4$
d. /,0 3utadiene
-engan /06?11?0 T4$
3erikut ini merupakan Tabel /. spesi7ikasi dari LP pada PT. Surya Esa Perkasa Tbk.
Sifat Satuan Min Max Method
S$e-i,i- G%a/i(# a( 01201 34 (& !e %e$&%( 561057
8a$&u% P%eu%e a( 111 34 Pi+ 6 121 561207
T&(al Sul$"u% +%ain2111 9u,( 6 15 561200
9&$$e% S(%i$ 9&%%&i&n. 1 "%2111 34 ASTM N&.1 561:3:
;ea("e%in+ (e( a( 30 34 < /&l =5 6 561:37
>#'%&-a%!&n Anal#i ?G9@ A 562103
92 < /&l 1.2
93 B 94 < /&l =7.5
95 an' >ea/ie% < /&l 6 2.1
E("#l &% Bu("#l Me%-a$(an a''e'. )l21111 AG 6 51
4%ee ;a(e% 9&n(en( N& ,%ee Ca(e% /iual
Selain standar?standar diatas ada !uga pernghargaan yang didapatkan oleh PT. Surya Esa
Perkasa Tbk.
/. 3est %e> Emiten 20/0
<ang didapatkan pada tanggal 1 )uli 20/0.
2. Qerro $ccident 20/0
<ang didapatkan pada tanggal 00 $pril 200+. 3erlaku dari tanggal / )uli 200+ 5 0/
-esember 20/2.

DA0!A2 PUS!A-A
"(($A22"eal("a,e(#$%&(e-(i&n.-&)2&"a6$%&-e6a,e(#6)ana+e)en(2
"(($A22"an-&#.!l&+$&(.-&)2211=2122!a"a#a6$e%a-unan6(&Di-i(#6"aEa%'."()l
http#**>>>.dckonsultan.com*page*service*konsultan?iso?100/
http#**>>>.dckonsultan.com*page*service*konsultan?sni