Anda di halaman 1dari 16

TUGAS RANGKUMAN

STATISTIK BISNIS
SAMPLING & ESTIMASI
Disusun oleh :
ADHITYO BAGUS W (PEMBAHAS)
ANDI I A M ( PEMBAHAS)
M. PRIBADI (PENYAI)
PROGRAM MAGISTER MANAEMEN
!AKU"TAS EKONOMI
UNI#ERSITAS SEBE"AS MARET
SURAKARTA
$%&'
I. S()*lin+
A. Pen+e,-i(n
Teknik Sampling adalah merupakan teknik pengambilan sampel. Terdapat berbagai
teknik sampling untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian.
B. Al(s(n Mel(.u.(n S()*lin+
Berikut beberapa alasan melakukan sampling :
1. Ukuran populasi
Apabila populasi itu tak terhingga (tidak diketahui) maka peneliti tidak mungkin
melakukan sensus terhadapnya, karena itu harus dilakukan sampling.Atau sekalipun
ukuran populasi itu terhingga (dapat diketahui), namun apabila jumlahnya terlalu
banyak, maka tidak mungkin dilakukan sensus, sehingga untuk mengetahui
karakteristik populasi harus dilakukan sampling.
. !aktor biaya
Biaya yang diperlukan dalam suatu penelitian, bukan hanya untuk pengumpulan data
saja, tetapi juga untuk analisis, diskusi, perhitungan" perhitungan dan
transportasi.#akin banyak obyek yang diteliti makin banyak pula biaya yang
diperlukan.
$. !aktor %aktu
Sensus memerlukan %aktu yang lebih lama dibandingkan dengan sampling. &engan
demikian sampling dapat memberikan data lebih 'epat, terutama apabila peneliti
menghendaki kesimpulan yang segera.
(. )er'obaan yang si*atnya merusak+mengganggu
#isalnya, melakukan penelitian terhadap keadaan darah seorang pasien, mungkinkah
semua darah pasien dikeluarkan dari tubuhnya untuk diperiksa, Untuk ini jelas
sampling harus dilakukan.
-. !aktor ekonomis
Apakah kegunaan dari hasil penelitian sepadan dengan biaya, %aktu, dan tenaga yang
telah dikeluarkan atau tidak. .ika tidak, mengapa harus dilakukan sensus.
/. !aktor ke'ermatan penelitian
0etelitian dalam pengumpulan data, pen'atatan, dan penganalisisannya sangat
berpengaruh terhadap pembuatan kesimpulan yang akan dipertanggungja%abkan.
#akin banyak obyek yang diteliti makin memberikan peluang untuk terjadinya
ketidak 'ermatan penelitian baik yang menyangkut pengumpulan, pengolahan,
maupun analisis data.
C. S/(,(- s()*el /(n+ 0(i.
Se'ara umum, sampel yang baik adalah yang dapat me%akili sebanyak mungkin
karakteristik populasi. &alam bahasa pengukuran, artinya sampel harus 1alid, yaitu bisa
mengukur sesuatu yang seharusnya diukur. 0alau yang ingin diukur adalah masyarakat Sunda
sedangkan yang dijadikan sampel adalah hanya orang Banten saja, maka sampel tersebut tidak
1alid, karena tidak mengukur sesuatu yang seharusnya diukur (orang Sunda). Sampel yang 1alid
ditentukan oleh dua pertimbangan.
&. A.u,(si (-(u .e-e*(-(n
2aitu tingkat ketidakadaan 3bias4 (kekeliruan) dalam sample. &engan kata lain
makin sedikit tingkat kekeliruan yang ada dalam sampel, makin akurat sampel
tersebut. Tolok ukur adanya 3bias4 atau kekeliruan adalah populasi. 5ooper dan
6mory (177-) menyebutkan bah%a there is no systematic variance yang
maksudnya adalah tidak ada keragaman pengukuran yang disebabkan karena
pengaruh yang diketahui atau tidak diketahui, yang menyebabkan skor 'enderung
mengarah pada satu titik tertentu.
5ontoh systematic variance yang banyak ditulis dalam buku"buku metode
penelitian adalah jajak"pendapat (polling) yang dilakukan oleh Literary Digest (sebuah
majalah yang terbit di Amerika tahun 178"an) pada tahun 17$/. (5opper 9 6mory,
177-, :an lin, 17;/). #ulai tahun 178, 17(, 17<, dan tahun 17$ majalah ini
berhasil memprediksi siapa yang akan jadi presiden dari 'alon"'alon presiden yang
ada. Sampel diambil berdasarkan petunjuk dalam buku telepon dan dari da*tar pemilik
mobil. :amun pada tahun 17$/ prediksinya salah. Berdasarkan jajak pendapat, di
antara dua 'alon presiden (Al*red #. =andon dan !ranklin &. >oose1elt), yang akan
menang adalah =andon, namun meleset karena ternyata >oose1elt yang terpilih
menjadi presiden Amerika.
Setelah diperiksa se'ara seksama, ternyata Literary Digest membuat kesalahan
dalam menentukan sampel penelitiannya . 0arena semua sampel yang diambil adalah
mereka yang memiliki telepon dan mobil, akibatnya pemilih yang sebagian besar tidak
memiliki telepon dan mobil (kelas rendah) tidak ter%akili, padahal >ose1elt lebih
banyak dipilih oleh masyarakat kelas rendah tersebut. &ari kejadian tersebut ada dua
pelajaran yang diperoleh : (1), keakuratan prediktibilitas dari suatu sampel tidak selalu
bisa dijamin dengan banyaknya jumlah sampel? () agar sampel dapat memprediksi
dengan baik populasi, sampel harus mempunyai selengkap mungkin karakteristik
populasi
. P,esisi
0riteria kedua sampel yang baik adalah memiliki tingkat presisi estimasi. )resisi
menga'u pada persoalan se1e.(- )(n( es-i)(si .i-( 1en+(n .(,(.-e,is-i.
*o*ul(si. 5ontoh : &ari $88 pega%ai produksi, diambil sampel -8 orang. Setelah
diukur ternyata rata"rata perhari, setiap orang menghasilkan -8 potong produk 3@4.
:amun berdasarkan laporan harian, pega%ai bisa menghasilkan produk 3@4 per
harinya rata"rata -< unit. Artinya di antara laporan harian yang dihitung berdasarkan
populasi dengan hasil penelitian yang dihasilkan dari sampel, terdapat perbedaan <
unit. #akin ke'il tingkat perbedaan di antara rata"rata populasi dengan rata"rata
sampel, maka makin tinggi tingkat presisi sampel tersebut.
Belum pernah ada sampel yang bisa me%akili karakteristik populasi sepenuhnya.
Aleh karena itu dalam setiap penarikan sampel senantiasa melekat keasalahan"
kesalahan, yang dikenal dengan nama 3s()*lin+ e,,o,4 )resisi diukur oleh
simpangan baku (standard error). #akin ke'il perbedaan di antara simpangan baku
yang diperoleh dari sampel (S) dengan simpangan baku dari populasi (), makin
tinggi pula tingkat presisinya. Balau tidak selamanya, tingkat presisi mungkin bisa
meningkat dengan 'ara menambahkan jumlah sampel, karena kesalahan mungkin bisa
berkurang kalau jumlah sampelnya ditambah ( 0erlinger, 17;$ ). &engan 'ontoh di
atas tadi, mungkin saja perbedaan rata"rata di antara populasi dengan sampel bisa
lebih sedikit, jika sampel yang ditariknya ditambah. 0atakanlah dari -8 menjadi ;-.
&i ba%ah ini digambarkan hubungan antara jumlah sampel dengan tingkat kesalahan
seperti yang diuarakan oleh 0erlinger

besar
.es(2
l(h(n
ke'il
ke'il 0es(,n/( s()*el besar
D. U.u,(n s()*el
Ukuran sampel atau jumlah sampel yang diambil menjadi persoalan yang penting
manakala jenis penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian yang menggunakan analisis
kuantitati*. )ada penelitian yang menggunakan analisis kualitati*, ukuran sampel bukan menjadi
nomor satu, karena yang dipentingkan alah kekayaan in*ormasi. Balau jumlahnya sedikit tetapi
jika kaya akan in*ormasi, maka sampelnya lebih berman*aat.
&ikaitkan dengan besarnya sampel, selain tingkat kesalahan, ada lagi beberapa *aktor lain
yang perlu memperoleh pertimbangan yaitu, (1) derajat keseragaman, () ren'ana analisis, ($)
biaya, %aktu, dan tenaga yang tersedia . (Singarimbun dan 6**endy, 17<7). #akin tidak seragam
si*at atau karakter setiap elemen populasi, makin banyak sampel yang harus diambil. .ika
ren'ana analisisnya mendetail atau rin'i maka jumlah sampelnya pun harus banyak. #isalnya di
samping ingin mengetahui sikap konsumen terhadap kebijakan perusahaan, peneliti juga
bermaksud mengetahui hubungan antara sikap dengan tingkat pendidikan. Agar tujuan ini dapat
ter'apai maka sampelnya harus terdiri atas berbagai jenjang pendidikan S&, S=T). S#U, dan
seterusnya.. #akin sedikit %aktu, biaya , dan tenaga yang dimiliki peneliti, makin sedikit pula
sampel yang bisa diperoleh. )erlu dipahami bah%a apapun alasannya, penelitian haruslah dapat
dikelola dengan baik (manageable).
#isalnya, jumlah bank yang dijadikan populasi penelitian ada (88 buah. )ertanyaannya
adalah, berapa bank yang harus diambil menjadi sampel agar hasilnya me%akili populasi,. $8,,
-8, 188, -8,. .a%abnya tidak mudah. Ada yang mengatakan, jika ukuran populasinya di atas
1888, sampel sekitar 18 C sudah 'ukup, tetapi jika ukuran populasinya sekitar 188, sampelnya
paling sedikit $8C, dan kalau ukuran populasinya $8, maka sampelnya harus 188C.
Ada pula yang menuliskan, untuk penelitian deskripti*, sampelnya 18C dari populasi,
penelitian korelasional, paling sedikit $8 elemen populasi, penelitian perbandingan kausal, $8
elemen per kelompok, dan untuk penelitian eksperimen 1- elemen per kelompok (Day dan &iehl,
177).
>os'oe (17;-) dalam Uma Sekaran (177) memberikan pedoman penentuan jumlah
sampel sebagai berikut :
1. Sebaiknya ukuran sampel di antara $8 s+d -88 elemen
. .ika sampel dipe'ah lagi ke dalam subsampel (laki+perempuan, S&,S=T)+S#U, dsb),
jumlah minimum subsampel harus $8
$. )ada penelitian multi1ariate (termasuk analisis regresi multi1ariate) ukuran sampel harus
beberapa kali lebih besar (18 kali) dari jumlah 1ariable yang akan dianalisis.
(. Untuk penelitian eksperimen yang sederhana, dengan pengendalian yang ketat, ukuran
sampel bisa antara 18 s+d 8 elemen.
0rej'ie dan #organ (17;8) dalam Uma Sekaran (177) membuat da*tar yang bisa dipakai
untuk menentukan jumlah sampel sebagai berikut (=ihat Tabel)
Po*ul(si (N) S()*el (n) Po*ul(si
(N)
S()*el (n) Po*ul(si
(N)
S()*el (n)
18 18 8 1(8 188 71
1- 1( $8 1(( 1$88 7;
8 17 (8 1(< 1(88 $8
- ( -8 1- 1-88 $8/
$8 < /8 1-- 1/88 $18
$- $ ;8 1-7 1;88 $1$
(8 $/ <8 1/ 1<88 $1;
(- (8 78 1/- 1788 $8
-8 (( $88 1/7 888 $
-- (< $8 1;- 88 $;
/8 - $(8 1<1 (88 $$1
/- -/ $/8 1</ /88 $$-
;8 -7 $<8 171 <88 $$<
;- /$ (88 17/ $888 $(1
<8 // (8 81 $-88 $(/
<- ;8 ((8 8- (888 $-1
78 ;$ (/8 18 (-88 $-(
7- ;/ (<8 1( -888 $-;
188 <8 -88 1; /888 $/1
118 </ --8 / ;888 $/(
18 7 /88 $( <888 $/;
1$8 7; /-8 ( 7888 $/<
1(8 18$ ;88 (< 18888 $;8
1-8 18< ;-8 -( 1-888 $;-
1/8 11$ <88 /8 8888 $;;
1;8 11< <-8 /- $8888 $;7
1<8 1$ 788 /7 (8888 $<8
178 1; 7-8 ;( -8888 $<1
88 1$ 1888 ;< ;-888 $<
18 1$/ 1188 <- 1888888 $<(

Sebagai in*ormasi lainnya, 5hampion (17<1) mengatakan bah%a sebagian besar uji
statistik selalu menyertakan rekomendasi ukuran sampel. &engan kata lain, uji"uji statistik
yang ada akan sangat e*ekti* jika diterapkan pada sampel yang jumlahnya $8 s+d /8 atau dari
18 s+d -8. Bahkan jika sampelnya di atas -88, tidak direkomendasikan untuk menerapkan
uji statistik.
Ru)us Sol3in
EAsumsinya bah%a populasi berdistribusi normal
E>umusnya:
n 4 N5(&6Ne$)
&imana:
En F ukuran sampel
E: F ukuran populasi
Ee F persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel.
Untuk populasi ke'il (G 18.888)
E. P,ose1u, Pen+()0il(n S()*el
1. #enentukan tujuan penelitian
. #enentukan populasi penelitian
$. #enentukan jenis data yang diperlukan
(. #enentukan teknik sampling
-. #enentukan besarnya sampel
/. #enentukan unit sampel yang diperlukan
;. #emilih sampel
!. Te.ni. S()*lin+
Se'ara umum, ada dua jenis teknik pengambilan sampel yaitu, sampel a'ak atau random
sampling + probability sampling dan sampel tidak a'ak atau nonrandom samping+nonprobability
sampling.
2ang dimaksud dengan random sampling adalah 'ara pengambilan sampel yang
memberikan kesempatan yang sama untuk diambil kepada setiap elemen populasi. Artinya jika
elemen populasinya ada 188 dan yang akan dijadikan sampel adalah -, maka setiap elemen
tersebut mempunyai kemungkinan -+188 untuk bisa dipilih menjadi sampel. Sedangkan yang
dimaksud dengan nonrandom sampling atau nonprobability sampling, setiap elemen populasi
tidak mempunyai kemungkinan yang sama untuk dijadikan sampel. =ima elemen populasi dipilih
sebagai sampel karena letaknya dekat dengan rumah peneliti, sedangkan yang lainnya, karena
jauh, tidak dipilih? artinya kemungkinannya 8 (nol).
&ua jenis teknik pengambilan sampel di atas mempunyai tujuan yang berbeda. .ika
peneliti ingin hasil penelitiannya bisa dijadikan ukuran untuk mengestimasikan populasi, atau
istilahnya adalah melakukan generalisasi maka seharusnya sampel representati* dan diambil
se'ara a'ak. :amun jika peneliti tidak mempunyai kemauan melakukan generalisasi hasil
penelitian maka sampel bisa diambil se'ara tidak a'ak. Sampel tidak a'ak biasanya juga diambil
jika peneliti tidak mempunyai data pasti tentang ukuran populasi dan in*ormasi lengkap tentang
setiap elemen populasi.
&ua jenis teknik pengambilan sampel di atas mempunyai tujuan yang berbeda. .ika
peneliti ingin hasil penelitiannya bisa dijadikan ukuran untuk mengestimasikan populasi, atau
istilahnya adalah melakukan generalisasi maka seharusnya sampel representati* dan diambil
se'ara a'ak. :amun jika peneliti tidak mempunyai kemauan melakukan generalisasi hasil
penelitian maka sampel bisa diambil se'ara tidak a'ak. Sampel tidak a'ak biasanya juga diambil
jika peneliti tidak mempunyai data pasti tentang ukuran populasi dan in*ormasi lengkap tentang
setiap elemen populasi. 5ontohnya, jika yang diteliti populasinya adalah konsumen teh botol,
kemungkinan besar peneliti tidak mengetahui dengan pasti berapa jumlah konsumennya, dan juga
karakteristik konsumen. 0arena dia tidak mengetahui ukuran pupulasi yang tepat, bisakah dia
mengatakan bah%a 88 konsumen sebagai sampel dikatakan 3representati*4,. 0emudian, bisakah
peneliti memilih sampel se'ara a'ak, jika tidak ada in*ormasi yang 'ukup lengkap tentang diri
konsumen,. &alam situasi yang demikian, pengambilan sampel dengan 'ara a'ak tidak
dimungkinkan, maka tidak ada pilihan lain ke'uali sampel diambil dengan 'ara tidak a'ak atau
nonprobability sampling, namun dengan konsekuensi hasil penelitiannya tersebut tidak bisa
digeneralisasikan. .ika ternyata dari 88 konsumen teh botol tadi merasa kurang puas, maka
peneliti tidak bisa mengatakan bah%a sebagian besar konsumen teh botol merasa kurang puas
terhadap teh botol.
&. P,o0(0ili-/5R(n1o) S()*lin+.
Syarat pertama yang harus dilakukan untuk mengambil sampel se'ara a'ak adalah
memperoleh atau membuat kerangka sampel atau dikenal dengan nama sampling
frame. 2ang dimaksud dengan kerangka sampling adalah da*tar yang berisikan setiap
elemen populasi yang bisa diambil sebagai sampel. 6lemen populasi bisa berupa data
tentang orang+binatang, tentang kejadian, tentang tempat, atau juga tentang benda. .ika
populasi penelitian adalah mahasis%a perguruan tinggi 3A4, maka peneliti harus bisa
memiliki da*tar semua mahasis%a yang terda*tar di perguruan tinggi 3A 3 tersebut
selengkap mungkin. :ama, :>), jenis kelamin, alamat, usia, dan in*ormasi lain yang
berguna bagi penelitiannya.. &ari da*tar ini, peneliti akan bisa se'ara pasti mengetahui
jumlah populasinya (:). .ika populasinya adalah rumah tangga dalam sebuah kota, maka
peneliti harus mempunyai da*tar seluruh rumah tangga kota tersebut. .ika populasinya
adalah %ilayah .a%a Barat, maka penelti harus mepunyai peta %ilayah .a%a Barat se'ara
lengkap. 0abupaten, 0e'amatan, &esa, 0ampung. =alu setiap tempat tersebut diberi kode
(angka atau simbol) yang berbeda satu sama lainnya.
&i samping sampling frame, peneliti juga harus mempunyai alat yang bisa
dijadikan penentu sampel. &ari sekian elemen populasi, elemen mana saja yang bisa
dipilih menjadi sampel,. Alat yang umumnya digunakan adalah Tabel Angka >andom,
kalkulator, atau undian. )emilihan sampel se'ara a'ak bisa dilakukan melalui sistem
undian jika elemen populasinya tidak begitu banyak. Tetapi jika sudah ratusan, 'ara
undian bisa mengganggu konsep 3a'ak4 atau 3random4 itu sendiri.
(. Si)*le R(n1o) S()*lin+ (-(u S()*el A7(. Se1e,h(n(
5ara atau teknik ini dapat dilakukan jika analisis penelitiannya 'enderung
deskripti* dan bersi*at umum. )erbedaan karakter yang mungkin ada pada setiap
unsur atau elemen populasi tidak merupakan hal yang penting bagi ren'ana
analisisnya. #isalnya, dalam populasi ada %anita dan pria, atau ada yang kaya
dan yang miskin, ada manajer dan bukan manajer, dan perbedaan"perbedaan
lainnya. Selama perbedaan gender, status kemakmuran, dan kedudukan dalam
organisasi, serta perbedaan"perbedaan lain tersebut bukan merupakan sesuatu hal
yang penting dan mempunyai pengaruh yang signi*ikan terhadap hasil penelitian,
maka peneliti dapat mengambil sampel se'ara a'ak sederhana. &engan demikian
setiap unsur populasi harus mempunyai kesempatan sama untuk bisa dipilih
menjadi sampel. )rosedurnya
1) Susun 3sampling *rame4
) Tetapkan jumlah sampel yang akan diambil
$) Tentukan alat pemilihan sampel
() )ilih sampel a'ak sampai dengan jumlah terpenuhi
5ontoh :
1) .umlah pega%ai Bank s%asta mengikuti pelatihan di Singapura
) :arapidana yang mendapatkan remisi tahun 88; dari )residen >H
$) .umlah )ega%ai &iknas 0ota Banjarmasin yang mengikuti &iklatpim HH.
() .umlah nasabah Bank s%asta di 0ota Bali yang mendapat hadiah mobil
0. S-,(-i8ie1 R(n1o) S()*lin+ (-(u S()*el A7(. Dis-,(-i8i.(si.(n
0arena unsur populasi berkarakteristik heterogen, dan heterogenitas
tersebut mempunyai arti yang signi*ikan pada pen'apaian tujuan penelitian, maka
peneliti dapat mengambil sampel dengan 'ara ini. #isalnya, seorang peneliti
ingin mengetahui sikap manajer terhadap satu kebijakan perusahaan. &ia
menduga bah%a manajer tingkat atas 'enderung positi* sikapnya terhadap
kebijakan perusahaan tadi. Agar dapat menguji dugaannya tersebut maka
sampelnya harus terdiri atas paling tidak para manajer tingkat atas, menengah,
dan ba%ah. &engan teknik pemilihan sampel se'ara random distrati*ikasikan,
maka dia akan memperoleh manajer di ketiga tingkatan tersebut, yaitu stratum
manajer atas, manajer menengah dan manajer ba%ah. &ari setiap stratum tersebut
dipilih sampel se'ara a'ak. )rosedurnya :
1) Siapkan 3sampling *rame4
) Bagi sampling *rame tersebut berdasarkan strata yang dikehendaki
$) Tentukan jumlah sampel dalam setiap stratum
() )ilih sampel dari setiap stratum se'ara a'ak.
5ontoh :
&ari 1888 populasi pemilih pada )6#H=U akan diambil 188 orang (18C)
sebagai sampel berdasarkan usia pemilih se'ara proporsional
)ada saat menentukan jumlah sampel dalam setiap stratum, peneliti dapat
menentukan se'ara (a) proposional, (b) tidak proposional. 2ang dimaksud dengan
proposional adalah jumlah sampel dalam setiap stratum sebanding dengan jumlah
unsur populasi dalam stratum tersebut. #isalnya, untuk stratum manajer tingkat
atas (H) terdapat 1- manajer, tingkat menengah ada (- manajer (HH), dan manajer
tingkat ba%ah (HHH) ada 188 manajer. Artinya jumlah seluruh manajer adalah 1/8.
0alau jumlah sampel yang akan diambil seluruhnya 188 manajer, maka untuk
stratum H diambil (1-:1/8)I188 F 7 manajer, stratum HH F < manajer, dan stratum
$ F /$ manajer.
.umlah dalam setiap stratum tidak proposional. Jal ini terjadi jika jumlah
unsur atau elemen di salah satu atau beberapa stratum sangat sedikit. #isalnya
saja, kalau dalam stratum manajer kelas atas (H) hanya ada ( manajer, maka
peneliti bisa mengambil semua manajer dalam stratum tersebut , dan untuk
manajer tingkat menengah (HH) ditambah -, sedangkan manajer tingat ba%ah (HHH),
tetap /$ orang.
7. 9lus-e, S()*lin+ (-(u S()*el Gu+us
Teknik ini biasa juga diterjemahkan dengan 'ara pengambilan sampel
berdasarkan gugus. Berbeda dengan teknik pengambilan sampel a'ak yang
distrati*ikasikan, di mana setiap unsur dalam satu stratum memiliki karakteristik
yang homogen (stratum A : laki"laki semua, stratum B : perempuan semua), maka
dalam sampel gugus, setiap gugus boleh mengandung unsur yang karakteristiknya
berbeda"beda atau heterogen. #isalnya, dalam satu organisasi terdapat 188
departemen. &alam setiap departemen terdapat banyak pega%ai dengan
karakteristik berbeda pula. Beda jenis kelaminnya, beda tingkat pendidikannya,
beda tingkat pendapatnya, beda tingat manajerialnnya, dan perbedaan"perbedaan
lainnya. .ika peneliti bermaksud mengetahui tingkat penerimaan para pega%ai
terhadap suatu strategi yang segera diterapkan perusahaan, maka peneliti dapat
menggunakan 'luster sampling untuk men'egah terpilihnya sampel hanya dari
satu atau dua departemen saja. )rosedur :
1) Susun sampling *rame berdasarkan gugus E &alam kasus di atas, elemennya
ada 188 departemen.
) Tentukan berapa gugus yang akan diambil sebagai sampel
$) )ilih gugus sebagai sampel dengan 'ara a'ak
() Teliti setiap pega%ai yang ada dalam gugus sample
5ontoh :
Akan dipilih sampel penelitian untuk meneliti rata"rata tingkat pendapatan
buruh bangunan di0odya Semarang 0odya Semarang dibagi menjadi1/
0e'amatan, dari 1/ 0e'amatan dipilih 0e'amatan sebagai )opulasi dari
sampling H &ari 0e'amatan masing" dipilih 0elurahan sebagai )opulasi
dari sampel HH &ari 0elurahan masing" dipilih -8 buruh bangunan sebagai
sampel penelitian.
1. S/s-e)(-i7 S()*lin+ (-(u S()*el Sis-e)(-is
.ika peneliti dihadapkan pada ukuran populasi yang banyak dan tidak
memiliki alat pengambil data se'ara random, 'ara pengambilan sampel sistematis
dapat digunakan. 5ara ini menuntut kepada peneliti untuk memilih unsur populasi
se'ara sistematis, yaitu unsur populasi yang bisa dijadikan sampel adalah yang
3keberapa4. #isalnya, setiap unsur populasi yang keenam, yang bisa dijadikan
sampel. Soal 3keberapa4"nya satu unsur populasi bisa dijadikan sampel
tergantung pada ukuran populasi dan ukuran sampel. #isalnya, dalam satu
populasi terdapat -888 rumah. Sampel yang akan diambil adalah -8 rumah
dengan demikian inter1al di antara sampel kesatu, kedua, dan seterusnya adalah
-. )rosedurnya :
1) Susun sampling *rame
) Tetapkan jumlah sampel yang ingin diambil
$) Tentukan 0 (kelas inter1al)
() Tentukan angka atau nomor a%al di antara kelas inter1al tersebut se'ara a'ak
atau random E biasanya melalui 'ara undian saja.
-) #ulailah mengambil sampel dimulai dari angka atau nomor a%al yang
terpilih.
/) )ilihlah sebagai sampel angka atau nomor inter1al berikutnya
5ontoh :
.umlah populasi 1(8 guru diberi nomor unit :o.1 s.d. :o.1(8.
)engambilan sampel dilakukan berdasarkan nomor genap (,(,/,<,18 sampai
1(8) atau nomor ganjil (1,$,-,;,7 sampai 1$7). )engambilan sampel bisa juga
dengan 'ara mengambil nomor kelipatan (;,1(,1,< sampai 1(8).
e. A,e( S()*lin+ (-(u S()*el Wil(/(h
Teknik ini dipakai ketika peneliti dihadapkan pada situasi bah%a populasi
penelitiannya tersebar di berbagai %ilayah. #isalnya, seorang marketing manajer
sebuah stasiun TK ingin mengetahui tingkat penerimaan masyarakat .a%a Barat
atas sebuah mata tayangan, teknik pengambilan sampel dengan area sampling
sangat tepat. )rosedurnya :
1) Susun sampling frame yang menggambarkan peta %ilayah (.a%a Barat) E
0abupaten, 0otamadya, 0e'amatan, &esa.
) Tentukan %ilayah yang akan dijadikan sampel (0abupaten ,, 0otamadya,,
0e'amatan,, &esa,)
$) Tentukan berapa %ilayah yang akan dijadikan sampel penelitiannya.
() )ilih beberapa %ilayah untuk dijadikan sampel dengan 'ara a'ak atau random.
-) 0alau ternyata masih terlampau banyak responden yang harus diambil
datanya, bagi lagi %ilayah yang terpilih ke dalam sub %ilayah.
$. Non*,o0(0ili-/5Non,(n1o) S()*lin+ (-(u S()*el Ti1(. A7(.
Seperti telah diuraikan sebelumnya, jenis sampel ini tidak dipilih se'ara a'ak.
Tidak semua unsur atau elemen populasi mempunyai kesempatan sama untuk bisa
dipilih menjadi sampel. Unsur populasi yang terpilih menjadi sampel bisa disebabkan
karena kebetulan atau karena *aktor lain yang sebelumnya sudah diren'anakan oleh
peneliti.
a. 9on3enien7e S()*lin+ (-(u s()*el /(n+ 1i*ilih 1en+(n *e,-i)0(n+(n
.e)u1(h(n.
&alam memilih sampel, peneliti tidak mempunyai pertimbangan lain
ke'uali berdasarkan kemudahan saja. Seseorang diambil sebagai sampel karena
kebetulan orang tadi ada di situ atau kebetulan dia mengenal orang tersebut. Aleh
karena itu ada beberapa penulis menggunakan istilah accidental sampling E tidak
disengaja E atau juga captive sample (man"on"the"street) .enis sampel ini sangat
baik jika diman*aatkan untuk penelitian penjajagan, yang kemudian diikuti oleh
penelitian lanjutan yang sampelnya diambil se'ara a'ak (random). Beberapa
kasus penelitian yang menggunakan jenis sampel ini, hasilnya ternyata kurang
obyekti*.
0. Pu,*osi3e S()*lin+
Sesuai dengan namanya, sampel diambil dengan maksud atau tujuan
tertentu. Seseorang atau sesuatu diambil sebagai sampel karena peneliti
menganggap bah%a seseorang atau sesuatu tersebut memiliki in*ormasi yang
diperlukan bagi penelitiannya. &ua jenis sampel ini dikenal dengan nama
jdgement dan !"ta sampling#
&) u1+)en- S()*lin+
Sampel dipilih berdasarkan penilaian peneliti bah%a dia adalah
pihak yang paling baik untuk dijadikan sampel penelitiannya..
#isalnya untuk memperoleh data tentang bagaimana satu proses
produksi diren'anakan oleh suatu perusahaan, maka manajer produksi
merupakan orang yang terbaik untuk bisa memberikan in*ormasi. .adi,
judment sampling umumnya memilih sesuatu atau seseorang menjadi
sampel karena mereka mempunyai :in8o,)(-ion ,i7h;.
&alam program pengembangan produk (product development),
biasanya yang dijadikan sampel adalah karya%annya sendiri, dengan
pertimbangan bah%a kalau karya%an sendiri tidak puas terhadap
produk baru yang akan dipasarkan, maka jangan terlalu berharap pasar
akan menerima produk itu dengan baik.
$) <uo-( S()*lin+
Teknik sampel ini adalah bentuk dari sampel distrati*ikasikan
se'ara proposional, namun tidak dipilih se'ara a'ak melainkan se'ara
kebetulan saja. #isalnya, di sebuah kantor terdapat pega%ai laki"laki
/8C dan perempuan (8C . .ika seorang peneliti ingin me%a%an'ari $8
orang pega%ai dari kedua jenis kelamin tadi maka dia harus mengambil sampel
pega%ai laki"laki sebanyak 1< orang sedangkan pega%ai perempuan 1
orang. Sekali lagi, teknik pengambilan ketiga puluh sampel tadi tidak dilakukan
se'ara a'ak, melainkan se'ara kebetulan saja.
7. Sno=0(ll S()*lin+ > S()*el Bol( S(l?u
5ara ini banyak dipakai ketika peneliti tidak banyak tahu tentang populasi
penelitiannya. &ia hanya tahu satu atau dua orang yang berdasarkan penilaiannya
bisa dijadikan sampel. 0arena peneliti menginginkan lebih banyak lagi, lalu dia
minta kepada sampel pertama untuk menunjukan orang lain yang kira"kira bisa
dijadikan sampel. #isalnya, seorang peneliti ingin mengetahui pandangan kaum
lesbian terhadap lembaga perka%inan. )eneliti 'ukup men'ari satu orang %anita
lesbian dan kemudian melakukan %a%an'ara. Setelah selesai, peneliti tadi minta
kepada %anita lesbian tersebut untuk bisa me%a%an'arai teman lesbian lainnya.
Setelah jumlah %anita lesbian yang berhasil di%a%an'arainya dirasa 'ukup,
peneliti bisa mengentikan pen'arian %anita lesbian lainnya. . Jal ini bisa juga
dilakukan pada pen'andu narkotik, para gay, atau kelompok"kelompok sosial lain
yang eksklusi* (tertutup)
II. Es-i)(si (Du+((n)
A. Pen+e,-i(n
6stimasi adalah suatu metode dimana kita dapat memperkirakan nilai populasi
( parameter ) dengan memakai nilai sampel ( statistik ).
B. 9i,i Es-i)(si /(n+ B(i.
1. Tidak bias (unbiased)
Suatu penduga diuraikan tidak bias bagi parameternya apabila nilai penduga sama
dengan nilai yang diduganya misal merupakan pendugaan tidak bias dari L.
. 6*isien
Apabila pendugaan tersebut memiliki 1arians yang ke'il, jika terdapat lebih dari satu
pendugaan, maka diambil 1arians terke'ilnya.
$. 0onsisten
a. .ika ukuran sampel semakin bertambah maka pendugaan akan mendekati
parameternya.
b. .ika ukuran sampel bertambah tidak berhingga maka distribusi sampling
pendugaan akan menge'il menjadi suatu garis tegak lurus di atas parameter yang
sebenarnya dengan probabilitas sama dengan 1.
9. Me-o1e Es-i)(si
1. Poin- es-i)(-ion : #engestimasi suatu parameter berdasarkan satu nilai saja.
#isalnya mengestimasi dengan x F x , tentu saja hasil estimasi ini tidak
memberikan tingkat keyakinan tertentu.
5ontoh :
)abrik ban 3Stonbridge4 ingin mengestimasi penjualan rata"rata per hari.
Sebuah sampel harian dikumpulkan menghasilkan rata"rata >p <.888.888,".
&alam hal ini telah dilakukan estimasi titik, dengan menggunakan estimator
berupa statisti' mean ( I ) untuk mengestimasi parameter mean populasi ().
:ilai sampel >p <.888.888," sebagai nilai estimate dari mean populasi
. In-e,3(l es-i)(-ion : #engestimasi suatu parameter berdasarkan banyak nilai
dalam suatu inter1al tertentu, sehingga hasil estimasi inter1al akan memberikan
tingkat keyakinan tertentu.
5ontoh :
Suatu perusahaan ingin mengetahui berapa data"data pengeluaran
karya%annya untuk membeli bahan makanan untuk keperluan penelitian tersebut
diambil sampel yang terdiri atas $88 karya%an.
Ternyata, rata"rata pengeluaran untuk membeli bahan makanan adalah >p.
(8/.888,88 dengan simpangan baku >p. 1/-.888,88, berapa rata"rata pengeluaran
karya%an untuk membeli bahan makanan dalam setahun dengan inter1al
keper'ayaan 7-C.
.ika sampel ke'il (n G $8) M distribusi student
Apabila sampelnya ke'il maka pendugaan rata"rata populasi (m), dilakukan
dengan distribusi t dengan degree o* *reedom (derajat bebas) n F d* F n E 1
>umus:
D. P,o*o,si
Bagian, rasio, atau persen yang mengidenti*ikasikan bagian sampel atau populasi yang
memiliki si*at " si*at tertentu yang sedang diteliti. Sebuah proporsi diperoleh melalui @, jumlah
sukses, dibagi dengan n, jumlah pengamatan.
1. Terdapat beberap *aktor dalam menentukan ukuran sampel ketika memperkirakan
proporsi
a. Tingkat 0epr'ayaan yang diinginkan, biasanya dilambangkan dengan N
b. 0esalahan maksimal yang diiNinkan, 6
'. 6stimasi dari proporsi sampel, njika tidak ada gunakan 8,-

Anda mungkin juga menyukai