Anda di halaman 1dari 51

Steroid adalah kelompok

senyawa triterpenoid
termodifikasi dengan struktur
dasar sterana jenuh.
Percobaan-percobaan
biogenetik menunjukkan
bahwa steroid yang terdapat
di alam, berasal dari
triterpenoid
Jadi, pembentukan/
biosintesa Steroid adalah
sama dengan jalur
pembentukan Triterpenoid
secara umum, namun
dengan sedikit modifikasi.
Asam asetat
2,3-Epoksiskualen
Skualen
CH
3
- COOH
C H
3
O H
COOH
COOH
Asam mevalonat
PPO
OPP
2 X Farnesil-PP
O
H
+
O H
H
H
H
[O]
+
- H
18
19
20
21
25
O H
27
28
29
30
Lanosterol (C
30
)
- 3C
Kholesterol (C
27
)
CH
2
O H
H
H
H
H
+
O H
Sikloarterol (C
30
)
Fitosteroid
- H
+
+
1. Penggabungan 2 molekul (secara ekor-
ekor) dari Farnesyl PP, membentuk 2,3-
epoksiskualen
2. 2,3-epoksiskualen yang mengandung lima
ikatan rangkap melakukan siklisasi ganda,
membentuk Lanosterol dan Sikloartenol
3. Lanosterol termodifikasi membentuk
senyawa Steroid pada jaringan Hewan
4. Sikloartenol termodifikasi membentuk
senyawa Steroid pada jaringan Tumbuhan




Contoh Senyawa Steroid dari Lanosterol adalah
Kolesterol (C27)
Pembentukan Kolesterol yaitu:
Dengan adanya penyingkiran 3 gugus metil
dari molekul Lanosterol yakni dua dari atom
karbon C-4 dan satu dari atom karbon C-14.
Kedua gugus metil pada kedua C-4
disingkirkan sebagai karbon dioksida, setelah
keduanya mengalami oksidasi menjadi gugus
karboksilat. Sedangkan gugus metil pada C-14
disingkirkan sebagai asam format setelah
gugus metil itu mengalami oksidasi menjadi
gugus aldehid.
Jadi, biosintesa senyawa Steroid, berasal
dari Triterpenoid Lanosterol dan
Sikloartenol (atau disebut juga sebagai
senyawa antara) yang mengalami
modifikasi pada atom C nya..

Hormon steroid dibagi menjadi dua golongan
yaitu hormon adrenokortikoid dan hormon
kelamin.
1. Hormon Adrenokortikoid
Hormon adenokortikoid merupakan hormon
steroid yang disintesis dari kolesterol dan
diproduksi oleh kelenjar adrenalis bagian korteks.
Pengeluaran hormon ini dipengaruhi oleh
adreno cortico tropin hormon (ACTH) yang
berasal dari pituitary anterior. Hormon ini disebut
pula dengan nama adrenokortikosteroid,
adrenokortikal, kortikosteroid atau kortikoid.
Beberapa fungsi fisiologinya behubungan
dengan sistem kardiovaskular dan darah, sistem
sraf pusat, otot polos dan stress.
Hormon adrenokortikoid dibagi menjadi dua
kelompok yaitu hormon mineralokortikoid dan
glukokortikoid.
.

a. Hormon mineralokortikoid
Hormon ini terutama digunakan untuk
pengobatan penyakit Addison kronik, suatu
penyakit yang disebabkan oleh gangguan
fungsi kelenjar adrenalis karena sesuatu hal,
mis: Tumor kelenjar, sehingga produksi
hormon menurun. Karena penyakit Addison
sukar disembuhkan, maka pengobatan
dapat berlangsung seumur hidup. Hormon ini
dapat meningkatkan pemasukan ion natrium
dan pengeluaran kalium ditubulus ginjal.
a. Hormon androgen
testosteron dan dihidrotestosteron terutama dihasilkan oleh
testis, dan dalam jumlah yang lebih kecil oleh korteks
adrenalin dan ovarium. Pada laki-laki, hormon androgen
mempunyai fungsi fisiologis seperti :Hormon androgen
a. mengontrol perkembangan dan pemeliharaan organ
kelamin
b. mempengaruhi kemampuan penampilan seksual
c. pertumbuhan tulang rangka dan otot rangka
d. merangsang perkembangan masa pubertas
Penggunaan utama hormon androgen yaitu :
a. pengobatan keadaan ketidakcukupan hormon pada
laki-laki (hipogonadisme, hipopituitarisme)
b. impotensi
c. osteoporosis
d. tumor payudara
e. sebagai anabolik steroid untuk meningkatkan
pertumbuhan (pada anak-anak) karena mempercepat
anabolisme protein
f. merangsang hematopoiesis untuk pengobatan anemia
Contoh senyawa androgenik :
1. Metiltestosteron dalam sediaan sering dikombinasi dengan
vitamin (Androtol, Neo-testophos, Hormoviton), untuk
pengobatan impotensi pada laki-laki
2. Fluoksimesteron (Halotestin), androgen dengan aktivitas
tinggi, 5-10 kali lebih aktif dibanding dengan testosterone.
Dapat diberikan secara per oral, terutama digunakan untuk
pengobatan pria yang kekurangan androgen
3. Mesterolon (Proviron), androgen yang dapat digunakan
secara oral

Contoh senyawa anabolik :
1. Etilestrenol (Orgabolin), selain sebagai anabolik juga
digunakan untuk pengobatan penyakit debil yang kronik
pada usia lanjut
2. Nandrolon fenilpropionat (Durabolin), digunakan untuk
anabolik pada anak-anak, pengobatan osteoporosis dan
penyakit debil yang kronik
3. Stanozolol (Winstrol), anabolik yang kuat dan dapat
diberikan secara oral. Anabolic ini sering disalahgunakan
sebagai doping



b. Hormon estrogen
Estrogen adalah hormon kelamin wanita, pada wanita diproduksi oleh ovarium, plasenta dan korteks adrenalis.
Pada laki-laki diproduksi oleh testis dan korteks adrenalis. Sebagian besar estrogen alami pada manusia adalah
estradiol, estron, dan estriol. Estradiol dikeluarkan oleh ovarium dan segera mengalami dehidrogenasi menjadi
estron, kemudian dimetabolisis menjadi estriol dan dikeluarkan melalui urin. Estron adalah hormon estrogen alami
yang paling banyak terdapat di dalam darah.
Di klinik hormon estrogen digunakan untuk pengobatan ketidaknormalan system reproduksi wanita, pengobatan
karsinoma tertentu seperti tumor prostat dan payudara, dan untuk kontrasepsi oral biasanya dikombinasi dengan
hormon progestin.
Estrogen juga sangat berguna untuk pengobatan dismenorhu, amenorhu, endometriosis, menstruasi yang tidak
normal, osteoporosis, kegagalan pengembangan ovarium dan untuk mengontrol sindrom sesudah menopausa.
Beberapa indikasi dari estrogen, antara lain:
1. Kontrasepsi. Estrogen sintetik paling banyak digunakan untuk kontrasepsi oral dalam kombinasi dengan
progestin.
2. Menopause. Pada usia sekitar 45 tahun umumnya fungsi ovarium menurun. Terapi pengganti estrogen dapat
mengatasi keluhan akibat gangguan vasomotor, antara lain hot flushes, vaginitis atropikans dan mencegah
osteoporosis.
3. Vaginitis Senilis atau Atropikans. Radang pada vagina ini sering berhubungan dengan adanya infeksi kronik
pada jaringan yang mengalami atrofi. Dalam hal ini, estrogen lebih berperan untuk mencegah daripada
mengobati.
4. Osteoporosis. Keadaan ini terjadi karena bertambahnya resorpsi tulang disertai berkurangnya pembentukan
tulang. Pemberian estrogen dapat mencegah osteoporosis berkelanjuitan atau dapat pula diberikan estriol.
5. Karsinoma Prostat. Karena estrogen menghambat sekresi androgen secara tidak langsung maka hormon ini
digunakan sebagai terapi paliatif karsinoma prostat

Berdasarkan sumbernya estrogen dapat dibagi menjadi beberapa kelompok sebagai berikut :
a. Estrogen Steroid
1. Estrogen alami
Contoh : estradiol, estriol, dan estron
2. Estrogen teresterifikasi
Contoh : estradiol benzot, estradiol propionat, esrtradiol valerat, estradiol sipionat dan estradiol sinantat.
3. Estrogen terkonjugasi
Contoh : senyawa estrogen terkonjugasi
4. Turunan semi sintetik
Contoh : asam doisinolat, etinilestradiol, mestranol dan kuinestrol.
b. Estrogen Non Steroid
Contoh : benzestrol, dienestrol, dietilstilbestrol, heksestrol, klorotrianisen dan metalenestril.




A. ESTROGEN STEROID
Estrogen steroid adalah senyawa yang dapat menimbulkan efek
estrogenik dan mengandung inti steroid. Contoh : estron, estriol,
etinilestradiol, metranol dan kuinestrol.

Bentuk eter estradiol memiliki kelarutan dalam lemak lebih besar,
penembusan membran biologis menjadi lebih baik sehingga dapat
meningkatkan aktivitas estrogenik dan memperpanjang masa kerja
obat.

Contoh hormon estrogen steroid :
1. premarin, mengandung campuran sodium estron sulfat 50%-60% dan
sodium ekuilin sulfat 20%-23%. Didapat dengan cara ekstraksi urin kuda
hamil. Premarin digunakan untuk gejala-gejala yang tidak
menyenangkan sesudah menopause, osteoporosis dan atropi vaginitis
dan uretritis.
2. estradiol, aktivitasnya 3 kali lebih besar dibandingkan estron. Pada
umumnya digunakan dalam bentuk ester benzoat, valerat, sipionat,
atau dipropionat dan diberikan secara intramuskular untuk
meningkatkan masa kerja obat.
3. etinilestradiol (Lynoral), secara oral aktivitasnya 20 kali lebih besar
dibanding estradiol. Etinilestradiol digunakan untuk pengobatan
kekurangan estrogen. Kombinasi dengan hormon progestin efektif
untuk kontrasepsi oral.
4. Mestranol, adalah bentuk 3-metilester dari etinil estradiol. Mestranol
digunakan sebagai kontrasepsi oral,, dikombinasi dengan hormon
progestin seperti noretindron.

B. HORMON ESTROGEN NON STEROID
Adalah senyawa yang dapat menimbulkan
efek estrogenik dan strukturnya tidak
mengandung inti steroid. Contoh
dietilstilbestrol, heksestrol, benzestrol dan
klorotrianisen

Lemak sterol (bahasa Yunani: stereos, padat)
adalah steroid tak jenuh dengan kerangka
kolestana yang mengandung gugus hidroksil-3b
dan rantai sisi alifatik dengan minimal 8 atom
karbon yang terikat. Lemak sterol merupakan
kelompok penting di dalam steroid.
Lemak sterol juga dikenal sebagai alkohol
steroid, sebuah subkelompok steroid dengan
gugus hidroksil pada posisi ketiga dari cincin-A.
Lemak sterol bersifat amfipatik yang terbentuk
dari acetyl-coenzyme A melalui jalur HMG-CoA
reductase. Biosintesis sterol selalu dianggap
sebagai proses eukariotik karena kekerapannya
terjadi pada bakteri. Hanya diperlukan dua
enzim, squalene monooxygenase dan
oxidosqualene cyclase untuk menghasilkan
sterol dari skualena. Sekresi sterol dilakukan oleh
astrosit dalam bentuk partikel lipoprotein berjenis
kolesterol, desmosterol dan latosterol.
Lemak sterol nabati disebut fitosterol dan yang
hewani disebut zoosterol. Jenis zoosterol yang
penting antara lain adalah kolesterol dan
hormon steroid. Sedangkan pada fitosterol
dikenal kampesterol, sitosterol dan stigmasterol.
Ergosterol adalah lemak sterol yang ditemukan
pada membran sel fungi yang berfungsi
layaknya kolesterol pada hewan.
Sterol dapat dijumpai sebagai sterol bebas, ester
sterol (terasilasi), eter alkil steril (teralkilasi), sterol
sulfat, dan steril glikosida yang kemudiannya
dapat terasilasi menjadi glikosida sterol berasil.
Biosintesis sterol hampir selalu ditemukan pada
makhluk eukariota dan hampir tidak ditemukan
pada makhluk prokariota. Lintasan biosintetik
sterol dapat diamati pada proteobakterium.
[3]

Sterol bebas
Sterol bebas adalah lemak tahan saponifikasi yang ditemukan dalam jumlah
cukup banyak pada jaringan tubuh. Sterol mempunyai beberapa variasi molekul
dari 3-hidroksisteroid kristal alkohol C27-C30. Lemak ini juga termasuk golongan
triterpena karena merupakan turunan dari skualena. Kerangka sterana dari sterol
dapat digunakan sebagai penanda biologi dalam proteomika.
Pada jaringan tubuh vertebrata, sterol terbanyak yang ditemukan adalah
kolesterol alkohol C27 yang terdistribusi di kelenjar adrenal (10%), jaringan syaraf
(2%), hati (0,2%) dan batu empedu. Bagian otak vertebrata merupakan organ
dengan rasio kolesterol yang tertinggi sekitar 25% dari distribusi kolesterol di
seluruh tubuh. Rumus bangun dasar kolesterol adalah sebuah cincin sterana,
merupakan sterol yang pertama kali ditemukan sekitar tahun 1758 oleh F.P.
Poulletier de La Salle pada batu empedu. Pada tahun 1815, M.E. Chevreul
memberi nama kolesterina untuk lemak hewani yang tidak dapat di saponifikasi.
Rumus kimia C
27
H
46
O diajukan oleh F. Reinitzer pada tahun 1888 dan studi lebih
lanjut dilakukan oleh H.O. Wieland antara tahun 1900 hingga 1932 dengan
substrat asam empedu dan substansi terkait.
Beberapa lemak sterol yang dikenal umum antara lain kolesterol, lanosterol, 7-
dehidrokolesterol, desmosterol, dinosterol, oksisterol/cerebrosterol, sikloartenol,
ergosterol, sitosterol, stigmasterol, kampesterol, fukosterol, saringosterol, sitostanol,
koprostanol, avenasterol
Desmosterol
Desmosterol merupakan intermediat antara lanosterol dan kolesterol. Kegagalan
dalam konversi demosterol menjadi kolesterol dapat mengakibatkan
desmosterolosis. Kadar desmosterol yang cukup tinggi dapat ditemukan pada
otak hewan berusia muda dan tidak pada hewan pada usia kematangannya.
Demosterol juga banyak ditemukan pada sel membran mamalia, seperti astrosit
dan red algae yang mengandung demosterol berjenis 24-dehydrocholesterol
dan 22-dehydrocholesterol dalam konsentrasi tinggi
Progesteron

Progesteron adalah hormon steroid yang berperan
dalam siklus menstruasi wanita, mendukung proses
kehamilan, dan embriogenesis. Progesteron
tergolong kelompok hormon progestogen, dan
merupakan hormon progestogen yang banyak
terdapat secara alami.
Tanaman Dioscorea mexicana mengandung
senyawa steroid diosgenin, yang dapat diubah
menjadi progesteron di laboratorium. Tanaman lain
yang dapat dimanfaatkan untuk mensintesis
progesteron adalah Dioscorea pseudojaponica dan
Dioscorea villosa.
Pada manusia dan beberapa binatang,
progesteron diproduksi di ovarium (khususnya
setelah ovulasi di corpus luteum), pada otak, selama
kehamilan, dan pada plasenta.

Efek pada sistem reproduksi
menyiapkan uterus (rahim) untuk kehamilan
selama kehamilan, progesteron juga menurunkan respon kekebalan
tubuh ibu, untuk menerima janin.
menurunkan pergerakaan otot halus uterus (rahim)
menghambat laktasi selama kehamilan
penurunan kadar progesteron selama masa kehamilan mungkin
menjadi awal mula proses kelahiran bayi.

Efek pada sistem syaraf
progesteron termasuk hormon neurosteroid, berperan meningkatkan
kemampuan belajar dan daya ingat
Efek pada sistem lainnya

menurunkan kejang otot polos
menururunkan kerja empedu dan kandung kemih
memiliki efek antiinflamasi dan mengatur respon kekebalan
tubuh
menormalkan pembekuan darah, kadar seng dan tembaga, kadar
oksigen sel, dan lemak yang disimpan untuk energi.
mempengaruhi kesehatan gusi, meningkatkan risiko gingivitis dan
kerusakan gigi.
mencegah kanker endometrium, dengan cara mengatur efek estrogen.
Oleh karena ketersediaan hayati progesteron sangat buruk ketika
digunakan secara oral, maka hormon ini banyak disintesis
sebagai progestin,
akan tetapi progestin tidak mampu menggantikan peran progesteron
alami karena pada banyak kasus progestin hanya diproduksi untuk
menyerupai efek progesteron pada uterus.

Asam empedu adalah asam steroid yang
diproduksi oleh hati dan disimpan di dalam
empedu.Asam empedu biasa ditemukan
dalam bentuk asam kolik dengan
kombinasi dengan glisin dan taurin.
Asam empedu membantu menjaga
kolesterol di empedu dalam bentuk cair
dan mengurangi pembentukan kolesterol
batu empedu yang lebih dikenali sebagai
batu empedu.

Saponin adalah segolongan senyawa glikosida yang mempunyai struktur
steroid dan mempunyai sifat-sifat khas dapat membentuk larutan koloidal
dalam air dan membui bila dikocok. Glikosida saponin bisa berupa saponin
steroid maupun saponin triterpenoid.

Saponin merupakan senyawa berasa pahit menusuk dan menyebabkan
bersin dan sering mengakibatkan iritasi terhadap selaput lendir. Saponin juga
bersifat bisa menghancurkan butir darah merah lewat reaksi hemolisis,
bersifat racun bagi hewan berdarah dingin, dan banyak diantaranya
digunakan sebagai racun ikan. Saponin bila terhidrolisis akan menghasilkan
aglikon yang disebut sapogenin. Ini merupakan suatu senyawa yang mudah
dikristalkan lewat asetilasi sehingga dapat dimurnikan dan dipelajari lebih
lanjut. Saponin yang berpotensi keras atau beracun seringkali disebut
sebagai sapotoksin.

Berdasarkan struktur dari aglikon maka glikosida dan saponin dapat dibagi 2
golongan yaitu saponin netral yang berasal dari steroid dengan rantai
samping spiroketal dan saponin asam yang mempunyai struktur triterpenoid.
Biosintesa saponin triterpenoid lebih kurang diketahui bila dibandingkan
dengan saponin steroid tetapi dapat dikatakan bahwa keduanya
mempunyai tidak tolak yang sama yaitu yang berasal dari asetat dan
mevalonat. Rantai samping terbentuk sesudah terbentuknya squalen.
Sebagian terjadi inti steroid spiroketal dan yang lain membentuk triterpenoid
pentasiklik. Gugus gulanya dapat berdiri 1 55 gula dan dalam beberapa
hal aglikon tak diikat dengan gula tetapi dengan asam uronat.

Tumbuhan Kamunah croton tiglium L
Berdasarkn penelitian yang dilakukan
olehProf Dr H Cipta di temukan bahwa pada
tumbuhan croton tiglium L positif mengandung
steroid dan terpenoid.
Kegunaan dari tumbuhan ini adalah sebagai
kontrasepsi, berdasarkan penelitian yang
dilakukan dikatakan bahwa tumbuhan
kumunah hampir tidak menimbulkan efek di
banding dengan kontrasepsi yang lain
Walaupun demikian, penelitian ini masih terus
dilanjutkan untuk membuat formula yang
tepat supaya penggunaannya lebih efektif.
Dari hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan
bahwa tumbuhan paliasa memetabolisme senyawa
golongan steroid yaitu Senyawa -sitosterol.
Dari kajian pustaka, senyawa ini mempunyai efek
farmakologis yaitu mampu menghambat kerja enzim
yang mengkonversi testosterone menjadi
dehidrotestosteron (DHT) yang merupakan penyebab
terjadinya kanker prostate (Rinai Sante dalam Sapar,
2004).
-sitosterol juga menunjukkan toxisitas yang tinggi
terhadap benur udang Artemia salina Leach. dengan
LC
5
76 g/mL (Sapar, 2004)

Sumber : Bionature Vol. 10 (1): Hlm: 16-19 April 2009
ISSN: 1411-4720

Botani Tunbuhan
Tanaman asal :
Kleinhovia hospita
Familia :
Malvaceae
Synonim : Kleinhovia
serrata blanco,
Grewia meyeniana
Walp
NamaIndonesia :
Betenuh.

Mengandung sejumlah besar asam
lemak yang mempunyai cincin
siklopropenil ( scopoletin, kaempferol,
quercetin), Flavonoid, triterpenoid
cycloartane, saponin, cardenoline,
bufadienal, antarkinon.
Indonesia, Papua Nugini untuk mengobati kudis.
Kulit batang dan daunnya digunakan sebagai obat cuci
rambut dari kutu sedangkan getah daunnya digunakan
untuk obat cuci mata.
Daun mudanya dimakan sebagai sayuran. Daun dan kulit
batangnya mengandung senyawa cyanogenic yang
dianggap dapat membunuh ektoparasit seperti kutu.
Dapat digunakan sebagai antioksidan dan antiinflamasi.
Dipercaya juga dapat menurunkan hypertensi,
menormalkan hypotensi, mengobati penyakit tifus.
Juga dapat melindungi sel hati, mempengaruhi aktivitas
enzim transaminase, dan berpengaruh pada penurunan
kadar gula darah.
Ekstrak daunnya sudah terbukti dapat menunjukkan
aktivitas anti-tumor terhadap sarcoma pada seekor tikus.
Botani tumbuhan
Klasifikasi : Capsicum
fastigiatum Bl.; C.
minimum Roxb.
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi :
Angiospermae
Kelas : Dicolyledonae
Bangsa Solanales
Suku : Solanaceae
Marga : Capsicum
Jenis : Capsicum
frutescen l


Buahnya mengandung kapsaisin,
karotenoid, alkaloid asiri, resin, minyak
menguap, vitamin A dan C. Kapsaisin
memberikan rasa pedas pada cabai,
berkhasiat untuk melancarkan aliran
darah serta pemati rasa kulit.
Biji mengandung solanine, solamidine,
solamargine, solasodine, solasomine dan
steroid saponin (kapsisidin). Kapsisidin
berkhasiat sebagai antibiotik.
Menambah nafsu makan
Menormalkan kembali kaki dan tangan lemas
Batuk berdahak
Melegakan rasa hidung tersumbat pada sinusitis
dan,
Migrain
Mengurangi kecenderungan terjadinya
penggumpalan darah (trombosis), menurunkan
kadar kolesterol dengan cara mengurangi
produksi kolesterol dan trigliserida di hati.
Pada sisitem reproduksi, sifat cabai rawit yang
panas dapat mengurangi rasa tegang dan sakit
akibat sirkulasi darah yang buruk.

Botani Tumbuhan
Kerajaan :Plantae
Divisi : Spermatophyta
Kelas : Dicotyledone
Ordo : Umbillales
Familia :
Umbillferae(Apiaceae)
Genus : Centella
Spesies : C. asiatica
dan Hydrocotyle
asiatica


Keterangan/Note : -
= Negatif/negative
+ = Positif/weak
positive
*) = Tidak
dianalisis/not
analysed

Sumber : Bul. Littro.
Vol. 20 No. 1, 2009,
11 - 2011
ANALISIS FITOKIMIA
DAN PENAMPILAN
POLAPITA
PROTEIN TANAMAN
PEGAGAN (Centella
asiatica)
HASIL KONSERVASI
IN VITRO
No Senyawa Pegagan in
vitro
Pegagan di
lapangan
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Alkaloid
Saponin
Tanin
Fenolik
Flavonoid
Steroid
Triterpenoi
d
Glikosida
Asiaticosid

2+
3+
2+
1+
3+
4+
1+
4+
(%)
3+
4+
4+
2+
3+
-
4+
4+
0,99 *)

tanaman obat yang digunakanuntuk mengatasi pikun
dan juga sebagai bahan industri farmasi, kosmetika,
suplemen makanan dan minuman.
melancarkan peredaran darah, peluruh kencing
(diuretika), penurunan panas (antipiretika), menghentikan
pendarahan (haemostatika), meningkatkan syaraf
memori, anti bakteri, tonik, antispasma, antiinflamasi,
hipotensif, insektisida, antialergi dan stimulun. Saponin
yang ada menghambat produksi jaringan bekas luka
yang berlebihan (menghambat terjadinya keloid).
Manfaat pegagan lainnya yaitu meningkatkan sirkulasi
darah pada lengan dan kaki: mencegah varises dan
salah urat, meningkatkan mental stamina tubuh; serta
menurunkan gejala dan depresi.

Bahagian beracun adalah daun. Bahan aktif :
asiaticoside, brahmoside, brahminoside,
hydrocotylin, asid tanik dan bellarin.
Bahan lain : Thankuniside, asid inadecassik,
madecassoside, madecassic acid dan asiatic
acid.
Menyebabkan radang kulit atau dermatitis.
Pada dosis yang tinggi tumbuhan ini boleh
memberi kesan rangsangan pada otak dan
menyebabkan sakit kepala, mengantuk dan
koma. Asiaticoside mempunyai kesan karsino
genik manakala brahmoside dan
brahminoside pula mempunyai kesan sedatif.

Botani Tumbuhan
Botani
Klasifikasi

Divisi Spermatophyta
Sub divisiAngiospermae
Kelas Dicotyledonae
BangsaMyrtales
SukuPunicaceae
Marga Punica
Jenis Punica granatum L.

Buah delima yang sudah matang
mengandung vitamin dan mineral yang
bermanfaat bagi tubuh. Kombinasi komposisi
asam sitrat, asam borat, dan asam malat
menyebabkan buah delima berasa manis-
asam menyegarkan.
Kulit buah dan kulit batang delima
mengandung 20-30 persen elligatannin
(tannin), triterpenoid, dan 0,5-1 persen alkaloid
yang terdiri dari pelletierine yang sangat toksik
atau beracun, methylpelletierine, dan
pseudopelletierine.
Buah delima juga kaya akan fitosterol

Ekstrak buah delima merah secara in vitro (uji
di luar tubuh) terbukti memiliki aktivitas
antioksidan yang kuat, sehingga dapat bersifat
kemopreventif (mencegah) atau kemoterapis
(mengobati) sel kanker prostat (Malik et al,
2005). Beberapa penelitian lain menunjukkan
bahwa ekstrak delima juga berkhasiat untuk
mencegah kanker payudara dan kanker
kolon.
Penelitian para dokter di University of
California menunjukkan bahwa sari buah
delima dapat digunakan untuk menghambat
kenaikan kadar prostate specific agent (PSA).

Buah delima juga kaya akan fitosterol. Pada
tahun 1970-an, fitosterol diketahui berfungsi
menurunkan kadar kolesterol di dalam darah
dan mencegah penyakit jantung, sehingga
sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia.
Beberapa hasil penelitian membuktikan
fitosterol dapat mencegah penyakit kanker
lewat berbagai mekanisme, yaitu
menghambat pemecahan sel, menstimulasi
kematian sel tumor, dan memodifikasi
beberapa hormon yang berpotensi untuk
menumbuhkan sel tumor (Awad et al, 2000).
Selain itu, fitosterol juga dapat membentuk
permeabilitas kulit yang baik. Fitosterol dapat
menjaga kelembaban kulit dan meningkatkan
metabolisme kulit, serta mencegah inflamasi
pada kulit.

Divisi: Sperm
atopnyta
Sub divisi:
Angiospermae
Kelas;
Dicotyledonae
Bangsa: Resales
Suku: Mimosaceae
Marga: Parkia
Jenis : Parkia
roxDurghii G. Don.

Seluruh bagian tanaman kedawung, P.
roxburgii (Mimosaceae) antara lain biji,
polong, daun, tangkai daun, kulit pohon
mengandungsenyawa fitosterol yang
cukup signifikan.
Kandunganfitosterol paling tinggi terdapat
pada bagian tangkai daun,35,24% (b/b)
dan polong, 29,67% (b/b).
Senyawa betasitosterol merupakan
komponen utama dari kandunganfitosterol
yang terdeteksi pada setiap bagian
tanaman
Di Afrika, tumbuhan ini secara tradisional
digunakan dalam beberapa macam
pengobatan seperti diarhea, sakit gigi, infeksi,
luka, luka bakar, rheumatik, bronchitis dan
darah tinggi. Asuzu dan Harvey (2003),
Biji kedawung tua sering digunakan untuk
mengobati penyakit kolik dan juga sebagai
bahan campuran obat kolera. Seduhan
tepung biji yang dicampur dengan daun
sembung biasa diminum untuk pengobatan
penyakit kejang pada waktu haid, dan
sebagaiobat penguat lambung (Heyne, 1987).
Wassalam