Anda di halaman 1dari 15

Karakteristik Arsitektur Kolonial

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Masuknya unsur Eropa ke dalam komposisi kependudukan menamba kekayaan
ragam arsitektur di nusantara. !eiring berkembangnya peran dan kuasa" kamp#kamp Eropa
semakin dominan dan permanen ingga akirnya berasil berekspansi dan mendatangkan
tipologi baru. !emangat modernisasi dan globalisasi $kususnya pada abad ke#1% dan ke#1&'
memperkenalkan bangunan modern seperti administrasi pemerinta kolonial" ruma sakit atau
(asilitas militer.
Bangunan#bangunan kolonial yang bisa kita liat sekarang biasanya" berupa bungunan tua
peninggalan )aman pen*a*aan dulu. Bangunan+bangunan tersebut kebanyakan diali (ungsikan
atau di*adikan landmark dari sebua ka,asan.
Bangunan kolonial sangat kental dengan bau kas Eropa. Dapat diliat dari bentukan
*endela yang biasanya ber*e*er sepan*ang sisi bangunan dan pilar+pilarnya yang kas. Dinding
bangunannya pun terbuat dari pasangan bata" yang mungkin dulu digunakan untuk
mengantisipasi perla,anan dari para pemberontak.
1.- .umusan Masala
1.-.1 /arakteristik Arsitektur /olonial Belanda
1.-.- 0onto bangunan arsitektur 1olonial Belanda
1.2 3u*uan
Untuk mengetaui karakteristik arsitektur /olonial dan bangunan peninggalan arsitektur
kolonial
Arsitektur Indonesia Page 1
Karakteristik Arsitektur Kolonial
BAB II
3IN4AUAN 3E5.I
-.1 Arsitektur /olonial
/arakteristik Arsitektur /olonial Belanda dalam al ini dapat diliat dari segi periodisasi
perkembangan arsitekturnya maupun dapat pula ditin*au dari berbagai elemen ornamen yang
digunakan bangunan kolonial tersebut.
A. Periodisasi Arsitektur /olonial
Helen 4essup dalam Handinoto $1&&67 1-&#128' membagi periodisasi perkembangan
arsitektur kolonial Belanda di Indonesia dari abad ke 16 sampai taun 1&98#an men*adi empat
bagian" yaitu7
1. Abad 16 sampai taun 1%88#an
Pada ,aktu ini Indonesia masi disebut sebagai Nederland Indis1e $Hindia Belanda' di
ba,a kekuasaan perusaaan dagang Belanda yang bernama :50 (Vereenigde Oost Indische
Compagnie). !elama periode ini arsitektur kolonial Belanda keilangan orientasinya pada
bangunan tradisional di Belanda serta tidak mempunyai suatu orientasi bentuk yang *elas. ;ang
lebi buruk lagi" bangunan#bangunan tersebut tidak diusaakan untuk beradaptasi dengan iklim
dan lingkungan setempat.
-. 3aun 1%88#an sampai taun 1&8-
/etika itu" pemerinta Belanda mengambil ali Hindia Belanda dari perusaaan dagang
:50. !etela pemerintaan Inggris yang singkat pada taun 1%11#1%1<. Hindia Belanda
kemudian sepenunya dikuasai ole Belanda. Indonesia ,aktu itu diperinta dengan tu*uan
untuk memperkuat kedudukan ekonomi negeri Belanda. 5le sebab itu" Belanda pada abad ke#
1& arus memperkuat statusnya sebagai kaum kolonialis dengan membangun gedung#gedung
yang berkesan grandeur $mega'. Bangunan gedung dengan gaya mega ini dipin*am dari gaya
arsitektur neo#klasik yang sebenarnya berlainan dengan gaya arsitektur nasional Belanda ,aktu
itu.
2. 3aun 1&8-#1&-8#an
Arsitektur Indonesia Page 2
Karakteristik Arsitektur Kolonial
Antara taun 1&8- kaum liberal di negeri Belanda mendesak apa yang dinamakan politik
etis untuk diterapkan di tana *a*aan. !e*ak itu" pemukiman orang Belanda tumbu dengan
1epat. Dengan adanya suasana tersebut" maka indische architectuur men*adi terdesak dan
ilang. !ebagai gantinya" mun1ul standar arsitektur yang berorientasi ke Belanda. Pada -8 taun
pertama inila terliat gaya arsitektur modern yang berorientasi ke negeri Belanda.
9. 3aun 1&-8 sampai taun 1&98#an
Pada taun ini mun1ul gerakan pembaruan dalam arsitektur" baik nasional maupun
internasional di Belanda yang kemudian memengarui arsitektur kolonial di Indonesia. Hanya
sa*a arsitektur baru tersebut kadang#kadang diikuti se1ara langsung" tetapi kadang#kadang *uga
mun1ul gaya yang disebut sebagai ekletisisme $gaya 1ampuran'. Pada masa tersebut mun1ul
arsitek Belanda yang memandang perlu untuk memberi 1iri kas pada arsitektur Hindia Belanda.
Mereka ini menggunakan kebudayaan arsitektur tradisional Indonesia sebagai sumber
pengembangannya.
Hampir serupa dengan Helen 4essup" Handinoto $1&&67 128#121' membagi periodisasi
arsitektur kolonial di !urabaya ke dalam tiga periode" yaitu7 1' perkembangan arsitektur antara
taun 1%=8#1&88> -' perkembangan arsitektur sesuda taun 1&88> dan 2' perkembangan
arsitektur setela taun 1&-8. Perkembangan arsitektur kolonial Belanda tersebut dapat
di*elaskan sebagai berikut7
1' Perkembangan Arsitektur Antara 3aun 1%=8#1&88
Akibat keidupan di 4a,a yang berbeda dengan 1ara idup masyarakat Belanda di negeri
Belanda maka di Hindia Belanda $Indonesia' kemudian terbentuk gaya arsitektur tersendiri.
?aya tersebut sebenarnya dipelopori ole ?ubernur 4enderal H@. Daendels yang datang ke
Hindia Belanda $1%8%#1%11'. Daendels adala seorang mantan *enderal angkatan darat
Napoleon" seingga gaya arsitektur yang didirikan Daendels memiliki 1iri kas gaya Pran1is"
terlepas dari kebudayaan induknya" yakni Belanda.
?aya arsitektur Hindia Belanda abad ke#1& yang dipopulerkan Daendels tersebut
kemudian dikenal dengan sebutan The Empire Style. ?aya ini ole Handinoto *uga dapat disebut
sebagai The utch Colonial. ?aya arsitektur The Empire Style adala suatu gaya arsitektur neo#
klasik yang melanda Eropa $terutama Pran1is" bukan Belanda' yang diter*emakan se1ara bebas.
Hasilnya berbentuk gaya Hindia Belanda $Indonesia' yang bergaya kolonial" yang disesuaikan
Arsitektur Indonesia Page 3
Karakteristik Arsitektur Kolonial
dengan lingkungan lokal dengan iklim dan tersedianya material pada ,aktu itu $Akiary dalam
Handinoto" 1&&67 12-'. 0iri#1irinya antara lain7 dena yang simetris" satu lantai dan ditutup
dengan atap perisai. /arakteristik lain dari gaya ini diantaranya7 terbuka" terdapat pilar di
serambi depan dan belakang" terdapat serambi tenga yang menu*u ke ruang tidur dan kamar#
kamar lain. 0iri kas dari gaya arsitektur ini yaitu adanya barisan pilar atau kolom $bergaya
;unani' yang men*ulang ke atas serta terdapat ge!el dan makota di atas serambi depan dan
belakang. !erambi belakang seringkali digunakan sebagai ruang makan dan pada bagian
belakangnya diubungkan dengan daera serAis $Handinoto" 1&&67 12-#122'.
-' Perkembangan Arsitektur !esuda 3aun 1&88
Handinoto $1&&67 162' menyebutkan ba,a" bentuk arsitektur kolonial Belanda di
Indonesia sesuda taun 1&88 merupakan bentuk yang spesi(ik. Bentuk tersebut merupakan asil
kompromi dari arsitektur modern yang berkembang di Belanda pada ,aktu yang bersamaan
dengan penyesuaian iklim tropis basa Indonesia. Ada *uga beberapa bangunan arsitektur
kolonial Belanda yang mengambil elemen#elemen tradisional setempat yang kemudian
diterapkan ke dalam bentuk arsitekturnya. Hasil keseluruan dari arsitektur kolonial Belanda di
Indonesia tersebut adala suatu bentuk kas yang berlainan dengan arsitektur modern yang ada
di Belanda sendiri.
Handinoto $1&&67 1<1#162' *uga menguraikan ba,a" kebangkitan arsitektur Belanda
sebenarnya dimulai dari seorang arsitek Neo#?otik" P4H. 0uypers $1%-=#1&-1' yang kemudian
Arsitektur Indonesia Page 4
Karakteristik Arsitektur Kolonial
disusul ole para arsitek dari aliran "iu#e $unst (%rt "ou!eau gaya Belanda' HP. Berlage $1%<#
1&29' dan rekan#rekannya seperti @illem /romout $1%69#1&98'" /P0. De Ba)el $1%6&#1&-%'"
4LM. Lau,eriks $1%69#1&2-'" dan Ed,ard 0uypers $1%<&#1&-='. ?erakan "ieu# $unst yang
dirintis ole Berlage di Belanda ini kemudian melairkan dua aliran arsitektur modern yaitu
3e %msterdam School serta aliran e Sti&l. Adapun pen*elasan mengenai arsitektur %rt
"ou!eau" 3e %msterdam School dan e Sti&l dapat di*abarkan sebagai berikut7
a' %rt "ou!eau
%rt "ou!eau adala gerakan internasional dan gaya seni arsitektur dan diterapkan
terutama pada seni#seni dekorati( yang memun1ak pada popularitas di pergantian abad -8 $1%&8#
1&8<'. Nama %rt "ou!eauadala baasa Peran1is untuk Bseni baruC. ?aya ini ditandai dengan
bentuk organik" kususnya yang diilami moti(#moti( bunga dan tanaman lain" dan *uga sangat
bergaya bentuk#bentuk lengkung yang mengalir. ?aya %rt "ou!eau dan pendekatannya tela
diterapkan dalam al arsitektur" melukis" (urnitur" gelas" desain gra(is" periasan" tembikar"
logam" dan tekstil dan patung. Hal ini se*alan dengan (iloso(i%rt "ou!eau ba,a seni arus
men*adi bagian dari keidupan seari#ari $sumber7ttp7DDen.,ikipedia.orgD,ikiDArtENouAeau'.
b' 3e %msterdam School
Arsitektur %msterdam School" yang pada a,alnya berkembang disekitar Amsterdam" berakar
pada sebua aliran yang dinamakan sebagai "ieu#e $unst di Belanda. "ieu#e $unst adala
Aersi Belanda dari aliran %rt "ou!eau yang masuk ke Belanda pada peralian abad 1& ke -8"
$1%&-#1&89'. Agak berbeda dengan B%rt "ou!eauB" didalam dunia desain F"ieu#e $unstG yang
berkembang di Belanda" berpegang pada dua al yang pokok" pertama adala BorisinalitasC dan
kedua adala BspritualitasC" disamping rasionalitas yang membantu dalam Aaliditas uniAersal dari
bentuk yang di1iptakan $de @it dalam Handinoto" e#*ournal ilmia Petra !urabaya'.
Aliran %msterdam Shool mena(sirkan BorisinalitasC ini sebagai sesuatu yang arus dimiliki
ole setiap peran1ang" seingga setiap desain yang diasilkan" arus merupakan ekspresi pribadi
peran1angnya. !edangkan BspritualitasC dita(sirkan sebagai metode pen1iptaan yang didasarkan
atas penalaran yang bisa mengasilkan karya#karya seni $termasuk arsitektur'" dengan memakai
baan dasar yang berasal dari alam $bata" kayu" batu alam" tana liat" dsb.nya'. Baan#baan
alam tersebut dipasang dengan ketrampilan tangan yang tinggi seingga memungkinkan
dibuatnya berma1am#ma1am ornamentasi yang inda. 3api semuanya ini arus tetap
memperatikan (ungsi utamanya.
Arsitektur Indonesia Page 5
Karakteristik Arsitektur Kolonial
Pada taun 1&1<" B"ieu#e $unstC ini kemudian terpe1a men*adi dua aliran. Pertama yaitu
aliran%msterdam School dan yang kedua adala e Sti&l. Meskipun berasal dari sumber yang
sama dan mempunyai panutan yang sama $H.P. Berlage'" tapi ternyata kedua aliran arsitektur ini
mempunyai perbedaan. Perbedaan tersebut dapat di*elaskan ba,a %msterdam School tidak
perna menerima mesin sebagai alat penggandaan asil karya#karyanya. Hal ini berbeda
dengan e Sti&l" yang menganggap asil karya dengan gaya tersebut sebagai nilai estetika publik
atau estetika uniAersal" dan bisa menerima mesin sebagai alat pengganda karya#karyanya.
Pengertian lain mengenai %msterdam School $Belanda7 %msterdamse School' adala gaya
arsitektur yang mun1ul dari 1&18 sampai sekitar 1&28 di Belanda. ?aya ini ditandai ole
konstruksi batu bata dan batu dengan penampilan bulat atau organik" massa relati( tradisional"
dan integrasi dari skema yang rumit pada elemen bangunan luar dan dalam7 batu dekorati(" seni
ka1a" besi tempa" menara atau FtanggaG *endela $dengan hori'ontal (ar)) dan diintegrasikan
dengan sculpture arsitektural. 3u*uannya adala untuk men1iptakan pengalaman total arsitektur"
interior dan eksterior. $sumber7ttp7DDen.,ikipedia.orgD,ikiDAmsterdamE!1ool'
Disamping karakteristik diatas" 1iri#1iri lain dari aliran %msterdam School ole Handinoto
$dalam e#*ournal ilmia Petra !urabaya'" antara lain 7
Bagi %msterdam School" karya orisinalitas merupakan sesuatu yang arus dimiliki ole
setiap peran1ang" seingga setiap desain yang diasilkan" arus merupakan ekspresi
pribadi peran1angnya. Nilai estetika dari karya#karya aliran %msterdam School bukan
bersi(at publik atau estetika uniAersal. Itula sebabnya %msterdam School tidak perna
menerima mesin sebagai alat penggandaan asil karyanya.
Bagi %msterdam School mengekspresikan ide dari suatu gagasan lebi penting dibanding
suatu studi rasional atas kebutuan perumaan ke ara pengembangan baru dari *enis
dena lantai dasar suatu bangunan
Arsitek dan desainer dari aliran %msterdam School meliat bangunan sebagai total #ork
o* art" mereka meliat ba,a desain interior arus mendapat peratian yang sama
sebagai gagasan yang terpadu dalam arsitektur itu sendiri" dan al tersebut sama sekali
bukan merupakan asil ker*a atau produk mekanis. Pada saat yang sama" mereka
berusaa untuk memadukan tampak luar dan bagian dalam $interior' bangunan men*adi
suatu kesatuan yang utu.
Arsitektur Indonesia Page 6
Karakteristik Arsitektur Kolonial
Bangunan dari aliran %msterdam School biasanya dibuat dari susunan bata yang
diker*akan dengan kealian tangan yang tinggi dan bentuknya sangat plastis> ornamen
skulptural dan di(erensiasi ,arna dari baan#baan asli $bata" batu alam" kayu'
memainkan peran penting dalam desainnya.
@alaupun arsitek aliran %msterdam School sering beker*a sama dengan pemaat dan ali
kera*inan tangan lainnya" mereka menganggap arsitektur sebagai unsur yang paling
utama dan ole karenanya arus sanggup mendikte semua seni yang lain.
$!umber7ttp7DD(port(olio.petra.a1.idD e#*urnal ilmia Petra !urabaya'
1' ?aya Arsitektur de Sti&l
?aya de Sti&l dikenal sebagai neoplasti1ism" adala gerakan artistik Belanda yang
didirikan pada 1&1=. Dalam al ini" neoplasticism sendiri dapat diartikan sebagai seni plastik
baru. Pendukung e Sti&l berusaa untuk mengekspresikan utopia baru ideal dari kearmonisan
spiritual dan ketertiban. Mereka mengan*urkan abstraksi murni dan uniAersalitas dengan
pengurangan sampai ke inti bentuk dan ,arna> mereka menyederanakan komposisi Aisual ke
ara Aertikal dan orisontal" dan anya digunakan ,arna#,arna primer bersamaan dengan ,arna
itam dan puti.
!e1ara umum" e Sti&l mengusulkan kesederanaan dan abstraksi pokok" baik dalam
arsitektur dan lukisan dengan anya menggunakan garis lurus orisontal dan Aertikal dan bentuk#
bentuk persegi pan*ang. !elan*utnya" dari segi ,arna adala terbatas pada ,arna utama" mera"
kuning" dan biru" dan tiga nilai utama" itam" puti" dan abu#abu. ?aya ini mengindari
keseimbangan simetri dan men1apai keseimbangan estetis dengan menggunakan oposisi.
$sumber7 ttp7DDen.,ikipedia.orgD,ikiDDeE!ti*l'
Arsitektur Indonesia Page 7
Karakteristik Arsitektur Kolonial
2' Perkembangan Arsitektur !etela 3aun 1&-8
Akiary $dalam Handinoto" 1&&67 -2=#-2%' menggunakan istila gaya bangunan sesuda
taun 1&-8#an dengan nama "iu#e +ou#en yang merupakan penganut dari aliran International
!tyle. !eperti alnya arsitektur barat lain yang diimpor" maka penerapannya disini selalu
disesuaikan dengan iklim serta tingkat teknologi setempat. @u*ud umum dari dari penampilan
arsitektur "iu#e +ou#en ini menurut (ormalnya ber,arna puti" atap datar"
menggunakan ge!el ori)ontal dan Aolume bangunan yang berbentuk kubus
?aya ini $"iu#e +ou#en, "e# +uilding) adala sebua istila untuk beberapa arsitektur
internasional dan peren1anaan inoAasi radikal dari periode 1&1< ingga sekitar taun 1&68. ?aya
ini dianggap sebagai pelopor dari International Style. Istila F"ieu#e +ou#enG ini di1iptakan
pada taun dua puluan dan digunakan untuk arsitektur modern pada periode ini di 4erman"
Belanda dan Peran1is. Arsitek"ieu#e +ou#en nasional dan regional menolak tradisi dan pamer
dan penampilan. Dia ingin yang baru" bersi" berdasarkan baasa desain sederana" dan tanpa
iasan. /arakteristik "ieu#e +ou#enmeliputi7 a' 3ransparansi" ruang" 1aaya dan udara. Hal ini
di1apai melalui penggunaan baan#baan modern dan metode konstruksi. b' !imetris dan
pengulangan yaitu keseimbangan antara bagian#bagian yang tidak setara. 1' Penggunaan ,arna
bukan sebagai iasan namun sebagai sarana ekspresi.
$sumber7 ttp7DDnl.,ikipedia.orgD,ikiDNieu,eEBou,en'
B. Berbagai Elemen Bangunan Arsitektur /olonial Belanda di Indonesia
Arsitektur Indonesia Page 8
Karakteristik Arsitektur Kolonial
Elemen#elemen bangunan ber1orak Belanda yang banyak digunakan dalam arsitektur
kolonial Hindia Belanda $Handinoto" 1&&6716<#1=%' antara lain7 a' ge!el (ga(le) pada tampak
depan bangunan> b'to#er- 1' dormer- d' #ind#i&'er $penun*uk angin'> e' nok acroterie $iasan
pun1ak atap'> (' ge!eltoppen$iasan kemun1ak atap depan'> g' ragam ias pada tubu bangunan>
dan ' (alustrade.
Arsitektur Indonesia Page 9
Karakteristik Arsitektur Kolonial
BAB III
!3UDI 5B4E/
2.1 0onto Bangunan Arsitektur /olonial
Masuknya unsur Eropa ke dalam komposisi kependudukan menamba kekayaan
ragam arsitektur di nusantara. !eiring berkembangnya peran dan kuasa" kamp#kamp Eropa
semakin dominan dan permanen ingga akirnya berasil berekspansi dan mendatangkan
tipologi baru. !emangat modernisasi dan globalisasi $kususnya pada abad ke#1% dan ke#1&'
memperkenalkan bangunan modern seperti administrasi pemerinta kolonial" ruma sakit atau
(asilitas militer.
Bangunan#bangunan kolonial yang bisa kita liat sekarang biasanya" berupa bungunan
tua peninggalan )aman pen*a*aan dulu. Bangunan+bangunan tersebut kebanyakan diali
(ungsikan atau di*adikan landmark dari sebua ka,asan.
Bangunan kolonial sangat kental dengan bau kas Eropa. Dapat diliat dari bentukan
*endela yang biasanya ber*e*er sepan*ang sisi bangunan dan pilar+pilarnya yang kas. Dinding
bangunannya pun terbuat dari pasangan bata" yang mungkin dulu digunakan untuk
mengantisipasi perla,anan dari para pemberontak
2.1.1 ?EDUN? !A3E" BANDUN?
Arsitektur Indonesia Page 10
.am(ar /.0 1 .edung Sate) +andung
Sum(er 1 Internet
Karakteristik Arsitektur Kolonial
Proses pembangunan ?edung !ate merupakan suatu ker*a besar" sebab melibatkan -888
peker*a" 1<8 orang di antaranya adala pemaat atau ali Bongpay yaitu pengukir batu nisan dan
pengukir kayu berkebangsaan 0ina yang berasal dari /ongu dan /anton. !elebinya adala
tukang batu" kuli aduk" dan peladen yang merupakan peker*a bangunan yang berpengalaman
memba#ngun ?edung !irap $kampus I3B' dan ?edung Papak $Balai /ota'.
Arsiteknya sendiri" memadukan beberapa aliran arsitektur ke dalam ran1angannya. Untuk
*endela" ?erber mengambil tema Moor !panyol" sedangkan untuk bangunannya adala
.ennaisan1e Italia. /usus untuk menara" ?erber memasukkan aliran Asia" yaitu gaya atap pura
Bali atau pagoda di 3iland. Di pun1aknya terdapat Htusuk sateH dengan 6 bua ornamen sate
$Aersi lain menyebutkan *ambu air atau melati'" yang melambangkan 6 *uta gulden # *umla
biaya yang digunakan untuk membangun ?edung !ate.
Iasade $tampak depan' ?edung !ate ternyata sangat diperitungkan" dengan mengikuti
sumbu poros utara#selatan $yang *uga diterapkan di ?edung Pakuan" yang mengadap ?unung
Malabar di selatan'" ?edung !ate *ustru senga*a dibangun mengadap ?unung 3angkuban
Perau di sebela utara.
2.1.- Museum !eni .upa dan /eramik
Bangunan bergaya Indis1e Empire !tii*l ini" merupakan bekas gedung pengadilan yang
kini ber(ungsi sebagai Museum !eni .upa. Museum !eni .upa dan /eramik ini terletak di 4alan
Pos /ota No -" /otamadya 4akarta Barat" ProAinsi D/I 4akarta" Indonesia.
Arsitektur Indonesia Page 11
.am(ar /.0 1 +angunan 2useum Seni 3upa dan $eramik
Sum(er 1 internet
Karakteristik Arsitektur Kolonial
Museum yang tepatnya berada diseberang Museum !e*ara itu mema*ang keramik lokal
dari berbagai daera di 3ana Air" dari era /era*aan Ma*apait abad ke#19" dan dari berbagai
negara di dunia.
?edung yang dibangun pada 1- 4anuari 1%=8 itu a,alnya digunakan ole Pemerinta
Hindia#Belanda untuk /antor De,an /eakiman pada Benteng BataAia $5rdinaris .aad Aan
4ustitie Binnen Het /asteel BataAia'. !aat pendudukan 4epang dan per*uangan kemerdekaan
sekitar taun 1&99" tempat itu diman(aatkan ole tentara /NIL dan selan*utnya untuk asrama
militer 3NI.
Pada 18 4anuari 1&=-" gedung dengan delapan tiang besar di bagian depan itu di*adikan
bangunan berse*ara serta 1agar budaya yang dilindungi. 3aun 1&=2#1&=6" gedung tersebut
digunakan untuk /antor @alikota 4akarta Barat dan baru setela itu diresmikan ole Presiden
$saat itu' !oearto sebagai Balai !eni .upa 4akarta.
2.1.2 ?edung Merdeka
?edung Merdeka merupakan sala satu gedung berse*ara yang terletak di pusat kota
Bandung. ?edung Merdeka perna digunakan sebagai tempat diselenggarakannya /on(erensi
Asia A(rika pada tanggal 1%#-9 April 1&<<. !elain itu *uga perna digunakan sebagai tempat
sidang#sidang sekaligus !ekretariat /onstituante pada taun 1&<6 sampai dengan taun 1&<&.
/antor Badan Peran1ang Nasional" Ma*elis Permusya,aratan .akyat !ementara $MP.!' 3aun
1&68#1&6<" /on(erensi Islam Asia#A(rika pada 3aun 1&6<" dan pertemuan#pertemuan lain yang
bersi(at nasional maupun internasional.
Arsitektur Indonesia Page 12
.am(ar /.0./ 1 .edung 2erdeka
Sum(er 1 Internet
Karakteristik Arsitektur Kolonial
Pada mulanya gedung ini merupakan bangunan sederana yang didirikan pada taun
1%&< dan ber(ungsi sebagai ,arung kopi. !eiring dengan makin banyaknya orang Eropa
terutama orang Belanda yang bermukim di kota Bandung" ditamba dengan semakin
meningkatnya kegiatan mereka dalam bidang ekonomi seperti di bidang perkebunan" industri dan
pemerintaan" maka diperlukan tempat untuk rekreasi yang sesuai dengan budayanya.
/ebutuan rekreasi itu antara lain terpenui dengan adanya gedung tersebut yang sering
diperbaarui dan semakin lama makin diperluas sesuai dengan keperluan.
Pembaaruan se1ara besar#besaran dilakukan pada taun 1&-8 dan 1&-%" asilnya adala
?edung Merdeka sekarang yang mega bergaya .oma,i dan se*umla baan bangunannya
$marmer" lampu ias kristal' didatangkan dari Eropa. Arsitek pembangunan ?edung Merdeka ini
adala :an ?allen last dan 0.P. @ol(( !oemaker" guru besar arsitektur di 3e1nis1e
Hoges1ool $3H!' yang sekarang men*adi Institut 3eknologi Bandung $I3B'. ?edung yang
luasnya =<88 m- ini dikelola ole organisasi !o1iteit 0on1ordia yang anggota#anggotanya terdiri
kalangan elit Eropa yang bermukim di kota Bandung dan sekitarnya" terutama pengusaa
perkebunan dan per,ira#per,ira militer. Di gedung ini terdapat ruang besar $ruang utama'
tempat pertun*ukan kesenian atau pertemuan" ruma makan" ruma bola $tempat bermain
bilyard' dan lain#lain. /adang#kadang ruang utamanya dise,akan bagi pertemuan umum dan
pertun*ukan kesenian.
2.1.9 ?edung Lo,o
Bangunan ini dikenal dengan sebutan ?edung Lo,o atau ?edung :eteran. A,alnya
Arsitektur Indonesia Page 13
.am(ar /.0.4 1 .edung 5o#o , !eteran
Sum(er 1 Internet
Karakteristik Arsitektur Kolonial
bangunan ini digunakan sebagai ruma tinggal bangsa,an atau pe*abat Belanda. 3aun 1&9<
bangunan ini diuni ole keluarga kebangsaan 0ina bernama D*ian Ho.
?edung yang terletak di 4alan !lamet .iyadi ini memiliki bentuk kas arsitektur kolonial
untuk sebua ruma tinggal. !etela merdeka gedung ini diserakan kepada Pemerinta
Indonesia dan digunakan sebagai ?edung :eteran. Pemugaran besar yang berarti tanpa meruba
bentuk asli bangunan perna dilakukan pada taun 1&%2 + 1&%<.
2.1.< La,ang !e,u
?edung la,ang se,u yang dibangun pada a,al abad ke#-8 dan diselesaikan pada taun
1&8% ini dimiliki ole Nederlands Indis1e !poor,eg Maats1appi* atau 4a,atan /ereta Api
Pemerinta Hindia Belanda dan merupakan /antor Pusat *a,atan tersebut sampai kemerdekaan
Arsitektur Indonesia Page 14
.am(ar /.0.6 1 .edung 5a#ang Se#u
Sum(er 1 Internet
Karakteristik Arsitektur Kolonial
.I.
Arsiteknya adala Pro(. 4a1ob I. /linkamer dan B.4 Jueendag yang merupakan arsitek#
arsitek Belanda ternama saat itu. ?edung ini terletak di sudut *alan. Bagian depannya diiasi ole
menara kembar yang mengingatkan pada bentuk#bentuk menara goti1. Di belakang menara
gedung ini membela men*adi dua sayap" masing#masing meman*ang *au ke belakang.
5le masyarakat !emarang" gedung ini disebut La,ang !e,u yang artinya Pintu !eribu"
karena memang gedung besar dan pan*ang ini memiliki banyak pintu di sepan*ang sayap#
sayapnya. Pintu#pintu ber*e*er di ruangan#ruangannya yang pan*ang dan beratap tinggi.
Arsitektur gedung ini unik karena menun*ukkan adaptasi arsitektur Eropa teradap iklim tropis"
karena itula bangunan ini memiliki pintu yang banyak.
!etela kemerdekaan gedung tersebut sempat dipakai ole /odam I: dan kemudian
dikembalikan kepada 4a,atan /ereta Api" yang sekarang adala P3. /AI. !etela P3. /AI
pinda" gedung ini sempat dipakai sebagai /antor @ilaya Departemen Perubungan sampai
taun 1&&9. !etela itu" gedung yang resminya masi men*adi milik P3. /AI ini ditinggalkan
kosong dan tak terpakai selama 18 taun men*adikan gedung ini kotor dan berdebu.
Arsitektur Indonesia Page 15