Anda di halaman 1dari 129

ILMU KEDOKTERAN

KEHAKIMAN

SYARIFUDDIN
PETTANASSE.SH.MH


UNIVERSITAS SRIWIJAYA
1
Ruang Lingkup Ilmu Kedokteran
Kehakiman
I. KRIMINOLOGI TEORITIS
1. Antropologi kriminal
2. Sosiologi kriminal
3. Psikologi kriminal
4. Psikiatri Kriminal
2
II. KRIMINOLOGI PRAKTIS
Kriminalsitik
1. Ilmu Alam Forensik
Sidik Jari
2. Ilmu Kimia Forensik
Narkotika Dan Obat-obat terlarang (Narkoba)
3. Ilmu Kedokteran Forensik (IKK)
Berkenaan Dengan Luka Dan Jiwa Manusia (mayat)
3
KESIMPULAN

Ilmu Kedokteran Kehakiman
Merupakan BAGIAN DARI
KRIMINOLOGI YANG
MEMPELAJARI LUKA DAN JIWA
MANUSIA (Mayat/Manusia yang
telah mati)
4
PENGERTIAN IKK
MENURUT PROF. SUTOMO TJOKRONEGORO

Penggunaan Ilmu Kedokteran Kehakiman Dalam
Kepentingan Pengadilan


ILMU KEDOKTERAN KEHAKIMAN = KEDOKTERAN FORENSIK

5
PERANAN ILMU KEDOKTERAN KEHAKIMAN

Menentukan Hubungan Kausalitas Antara Suatu Perbuatan Dalam
Hubungannya Dengan Proses Peradilan Dalam Hal
a. PEMERIKSAAN DI TEMPAT KEJADIAN PERKARA
Hal ini berguna untuk menentukan jenis kematian dan sebab
kematian
b. PEMERIKSAAN TERHADAP KORBAN LUKA
Dimaksudkan untuk mengetahui :
- Ada atau tidaknya penganiayaan
- Menentukan ada atau tidaknya kejahatan atau
pelanggaran kesusilaan
- Untuk mengetahui umur seseorang
- Untuk mengetahui kepastian seorang bayi yang
meninggal dalam kandungan ibunya
KESEMUANYA DIJADIKAN LANDASAN UNTUK MENENTUKAN ADA
ATAU TIDAKNYA PELANGGARAN TERHADAP PASAL
352,351,285,292,341,342,288 DAN 44 KUHP

6
c. PEMERIKSAAN MAYAT
Untuk menemukan sebab tentang kematian
d. PEMERIKSAAN KORBAN YANG TELAH DIKUBUR
Untuk keperluan hakim yang membutuhkan
visum et refertum
e. PEMERIKSAAN BARANG BUKTI
f. MEMBERIKAN KESAKSIAN

Menurut KUHAP pasal 184 ayat 1, Alat bukti yang sah
adalah :
Keterangan Saksi
Keterangan Ahli
Surat
Petunjuk
Keterangan terdakwa

7
TUGAS ILMU KEDOKTERAN KEHAKIMAN
Memberikan Hasil Pemeriksaan Demi Kepentingan Proses
Peradilan
(Hal ini dikutip dari KUHAP psl 132 (1) KUHAP, 133(1) KUHAP,
133(2) KUHAP)
YANG BERHAK MEMINTA BANTUAN AHLI
KEDOKTERAN KEHAKIMAN
Hakim pidana melalui jaksa, dilaksanakan oleh penyidik
Hakim perdata meminta langsung kepada ahli kedokteran kehakiman
Hakim peradilan Agama
Jaksa penuntut umum
penyidik
8
TINDAK PIDANA YANG MEMERLUKAN BANTUAN
ILMU KEDOKTERAN KEHAKIMAN
Kasus-kasus yang membutuhkan bantuan IKK antara lain :
Pembunuhan dengan sengaja
(338,339,341,342,344,347,348 KUHP)
Pembunuhan dengan rencana (340,342,348 KUHP)
Penganiayaan (352,353,354,355,356,368 KUHP)
Percobaan terhadap delict yang tersebut dalam sub 1
Percobaan terhadap delict yang tersebut dalam sub 2
Makar mati (104 KUHP)
Kematian karena culpa (360 KUHP)
Perkosaan (285,286,287,288 KUHP)
Perzinahan (284,289,290,293,292 KUHP)

9
VISUM ET REPERTUM
I. BATASAN
II. BENTUK DAN ISI VER
III. UNDANG-UNDANG YANG BERKAITAN DENGAN
PEKERJAAN DOKTER

I. BATASAN
- VISUM ET REPERTUM ADALAH : SUATU KETERANGAN
SEORANG DOKTER YANG MEMUAT SUATU KESIMPULAN
SUATU PEMERIKSAAN YANG TELAH DILAKUKANNYA,
MISALNYA ATAS MAYAT SESEORANG UNTUK
MENENTUKAN SEBAB KEMATIAN, KETERANGAN MANA
DIPERLUKAN OLEH HAKIM DALAM SUATU PERKARA
(PROF. SUBEKTI).
10
- LAPORAN DARI AHLI UNTUK PENGADILAN, KHUSUSNYA DARI
PEMERIKSAAN DOKTER, DAN DI DALAM PERKARA PIDANA (FOCKEMAN-
ANDREA).
- SURAT KETERANGAN TERTULIS YANG DIBUAT OLEH DOKTER ATAS
SUMPAH/JANJI (JABATAN/KHUSUS), TENTANG APA YANG DILIHAT PADA
BENDA YANG DIPERIKSANYA (KESIMPULAN NY. KARLINAH P.A.
SOEBROTO, SH).
- SUATU LAPORAN TERTULIS DARI DOKTER YANG TELAH DISUMPAH
TENTANG APA YANG DILIHAT DAN DITEMUKAN PADA BARANG BUKTI
YANG DIPERIKSANYA SERTA MEMUAT PULA KESIMPULAN DARI
PEMERIKSAAN TERSEBUT GUNA KEPENTINGAN PERADILAN (dr. ABDUL
MUNIM IDRIS).
11
Dasar Hukum Visum et Repertum
Didalam Lembaran Negara Tahun 1973 No. 350 Pasal 1 dan Pasal 2
menyatakan bahwa Visum et Repertum adalah suatu keterangan tertulis
yang di buat oleh dokter atas sumpah atau janji tentang apa yang dilihat
pada benda yang diperiksanya yang mempunyai daya bukti dalam perkara-
perkara pidana.
Didalam KUHAP terdapat pasal yang berkaitan dengan VR, yaitu antara
lain Pasal 184 ayat (1), Pasal 186, dan Pasal 187 butir c. berdasarkan pasal
tersebut VR dapat diartikan sebagai keterangan ahli maupun sebagai
surat. Keterangan ahli ini dapat juga diberikan pada waktu pemeriksaan
oleh penyidik atau penuntut umum yang dituangkan kedalam suatu
bentuk laporan dan dibuat dengan mengingat sumpah diwaktu ia
menerima jabatan atau pekerjaan.
12
Hal-Hal Yang Berkaitan Dengan Visum et Repertum

Ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi didalam pelaksanaan VR, adalah :
Surat permintaan VR hanya boleh dibuat oleh pihak yang berwenang sesuai dengan KUHAP, dalam
hal ini
pihak penyidik (PP No. 27 Tahun 1983 Tentang Pelaksanaan KUHAP).
VR Psikiatrik, dimana barang bukti atau objek yang diperiksa adalah pelaku dari tindJak pidana,
dibuat bila hakim
memerlukannya, yaitu untuk dapat mengetahui sampai sejauh mana si pelaku dapat dimintai
pertanggung
Jjawabannya
atas perbuatan yang telah dilakukannya.
Ketentuan yang berlaku didalam memperlakukannya barang bukti seperti yang dimaksud dalam
KUHAP harus dipenuhi
pemberian label yang memuat identitas mayat, diberi lak dan cap kesatuan yang dilekatkan pada ibu
jari atau bagian
lain badan mayat, bagi orang hidup maka ia harus diantar oleh penyidik atau Polisi, yaitu untuk
menjaga keaslian barang
Barang bukti tersebut.
VR harus dibuat oleh dokter yang telah disumpah sesuai dengan ketentuan yang berlaku, agar
memenuhi persyaratan
Yuridis. (LN Tahun 1973 No. 350 Pasal 1 dan , serta KUHAP Pasal 186 dan Pasal 187 butir c.
VR sebagaimana halnya surat-surat resmi yang dipakai untuk perkara-perkara di Pengadilan harus
memenuhi
Ketentuan-ketentuan yang berlaku, dalam hal ini Ordonansi Materai 1921 Pasal 23 juncto Pasal 31
ayat (2) sub 27,
dimana Pengganti materai maka dalam VR dicantumkan kalimat PROJUSTITIA.
13
BENTUK DAN ISI VISUM ET REPERTUM
VR mempunyai bentuk dan isi sebagai berikut
Pro Justitia, pada bagian atas, untuk memenuhi persyaratan yuridis, pengganti materai
VR menyatakan jenis barang bukti atau pengganti barang bukti.
Pendahuluan, memuat identitas dokter pemeriksa pembuat VR, identitas peminta VR, saat dan
tempat dilakukannya
Pemeriksaan dan identitas barang bukti (manusia), sesuai dengan identitas yang tertera didalam
surat permintaan VD
dari pihak Penyidik dan label atau segel.
Pemberitaan atau Hasil Pemeriksaan, memuat segala sesuatu yang dilihat dan ditemukan pada
barang bukti
yang diperiksa dokter, dengan atau tanpa pemeriksaan lanjutan (pemeriksaan laboratorium).
Kesimpulan, memuat inti sari dari bagian pemberitaan atau hasil pemeriksaan yang disertai pendapat
dokter
yang bersangkutan sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya.
Penutup, memuat pernyataan bahwasannya VR tersebut dibuat atas sumpah dokter dan menurut
pengatahuan
yang sebaik-baiknya dan sebenar-benarnya.

14
ORIENTASI KONSUMEN DALAM PEMBUATAN VISUM et
REPERTUM
HAL-HAL YANG DIPERIKSA DARI KASUS ATAU OBJEK YANG
DIPERIKSA OLEH DOKTER KEPADA PIHAK PENYIDIK ADALAH
BARANG BUKTI YANG DIPERIKSA ADALAH MAYAT YANG DIDUGA ATAU DIKETAHUI
MERUPAKAN AKIBAT DARI TINDAK PIDANA. DALAM HAL INI KETERANGAN YANG
HARUS DIBERIKAN OLEH DOKTER KEPADA PIHAK PENYIDIK ADALAH
MENENTUKAN IDENTITAS
MEMPERKIRAKAN SAAT KEMATIAN
MENENTUKAN SAAT KEMATIAN
MENENTUKAN / MEMPERKIRAKAN CARA KEMATIAN
SELAIN KETERANGAN YANG PERLU DISAMPAIKAN OLEH DOKTER MELALUI VR
TERSEBUT DIATAS, MAKA DIDALAM KASUS-KASUS KHUSUS DIPERLUKAN
KETERANGAN LAIN, YAITU
PADA KASUS PENEMBAKAN, APAKAH BENAR LUKA PADA KORBAN ADALAH LUKA TEMBAK, LUKA
TEMBAK MASUK ATAU KELUAR, DIAMETER ANAK PELURU DAN JENIS KALIBER SENJATA API,
JARAK TEMBAK, POSISI KORBAN DAN POSISI PENEMBAK, DLL.
PADA KASUS PENUSUKAN, JENIS SENJATA DAN PERKIRAAN LEBAR MAKSIMAL SENJATA TAJAM
YANG MASUK
PADA KASUS PEMBUNUHAN ANAK, APAKAH DILAHIRKAN HIDUP ATAU MATI, ADA TIDAKNYA
TANDA-TANDA PERAWATAN, MATURITAS SERTA VIABILITAS,
PADA KASUS PENGEROYOKAN, JENIS KEKERASAN DAN JENIS LUKA, LUKA MANA DAN SENJATA
MANA YANG MENYEBABKAN KEMATIAN PADA KORBAN (PRINSIP, HANYA TERDAPAT SATU
PENYEBAB KEMATIAN).
PADA KASUS KECELAKAAN LALU LINTAS, PENYEBAB DARI TERJADINYA KECELAKAAN DILIHAT
DARI FAKTOR KORBA, PERKIRAAN JANGKA WAKTU ANTARA TERJADINYA KECELAKAAN DAN
KEMATIAN (SURVIVABILITY)
15
YANG DIPERIKSA ADALAH KORBAN HIDUP PADA KASUS PERLUKAAN (PENGANIAYAAN),
PERLU DIBERIKAN KEJELASAN PERIHAL JENIS LUKA DAN JENIS KEKERASAN SERTA
KUALIFIKASI LUKA, YANG MANA DAPAT MENENTUKAN BERAT RINGANNYA HUKUMAN
BAGI SI PELAKU
16
DIDALAM KASUS
KEJAHATAN SEKS
ADA TIDAKNYA TANDA
PERSETUBUHAN
ADA TIDAKNYA TANDA-TANDA
KEKERASAN
PERKIRAAN UMUR, DAN
MENENTUKAN PANTAS
TIDAKNYA KORBAN UNTUK
DIKAWIN
17
DI DALAM KASUS
PSIKIATRI
APAKAH PELAKU KEJAHATAN ATAU
PELANGGARAN MEMPUNYAI PENYAKIT JIWA ?
APAKAH KEJAHATAN DAN PELANGGARAN
TERSEBUT MERUPAKAN PRODUK DARI
PENYAKIT JIWA TERSEBUT ?
PENJELASAN BAGAIMANA PSIKODINAMIKNYA
SAMPAI KEJAHATAN ATAU PELANGGARAN ITU
DAPAT TERJADI.
18
UNDANG-UNDANG YANG BERKAITAN DENGAN
PEKERJAAN DOKTER
PASAL 1 (28), PASAL 48, PASAL 50, PASAL 51, PASAL 65,
PASAL 108, PASAL 120, PASAL 133 S/D PASAL 136, PASAL
160 S/D PASAL 162, PASAL 168, PASAL 170, PASAL 179,
PASAL 180, PASAL 183, PASAL 184, PASAL 186, PASAL 187,
PASAL 222, PASAL 244, PASAL 322 KUHAP, LN NO. 69
TAHUN 1960, LN NO. 21 TAHUN 1966 PASAL 1 S/D PASAL 7.

19
SAAT KEMATIAN
PERKIRAAN SAAT KEMATIAN
PERUBAHAN POST-MORTAL
EUHTHANASIA

1 SAAT KEMATIAN
THANATOLOGI =BGN IKK YAMEMPELAJARI KE
MATIAN,PERUBAHAN YG TERJADI FAKTORYG
MEMPENGARUHI
JENIS KEMATIAN, MATI SOMATIS/KLINIS MATI
SURI,MATI SELULER
20
MATI SOMATIS
BERFUNGSINYA KETIGA SISTEM
PERSARAFASISTEMN,KARDIO VASKULER,DAN
SISTEMPERNAPASAN KETIGA SISTEM SALING
MEMPENGARUHI MATI KLINIS
=KEADAN/SESUATU SEBAB TERJADI
GANGGUAN PD KETIGA SISTEM BERSIFAT
MENETAP
21
MATI SURI
MIRIP MATI MATI SOMATIS/KLINIS,TAPI
GANGGUAN KETIGA SISTEM TEB. DIATAS
BERSIFAT SEMENTARA
22
MATI SELULER
MASING-MASING ORGAN DAN JARINGAN AKAN KEHILANGAN
FUNGSINYA
PERKIRAAN SAAT KEMATIAN
-ADANYA PERUBAHAN YG TERJADI
SETELAHKEMATIAN,YI,PENURUNAN
SUHU,KAKU MAYAT,TERJADINYAPEMBUSUKAN,TERJADINYA
ADIPOCERE,MUMMIFIKASI,DAN PERUBAHAN BIOKIMIAWI

23
PENURUNAN SUHU MAYAT
PENURUNAN SUHU MAYAT/ALGOR MORTIS SAMPAI TERCAPAI SUHU MAYAT
SAMA DENGAN SUHU LINK.

FAKTOR FAKTOR YG MEMPENARUHI KECEPATAN
PENURUNAN SUHU MAYAT U/ MENENTUKAN
KETEPATAN PERKIRAAN SAAT KEMATIAN

A. FAKTOR LINK. PERBEDAAN ANTARA SUHU MAYAT DG
SUHU LINK. SANGAT BESAR,PENURUNAN SUHU AKAN
LANGSUNG CEPAT.
B. SUHU TUBUH SEBLM KEMATIAN,BBRP KEADAAN SPT
INFEKSI,PENDARAHAN OTAK,MATI KARENA DIJERAT
AKAN DIDAHULUI MENINGKATNYA SUHU TUBUH
C. KEADAAN FISIKI TUBUH,TEBALNYA JARINGAN LEMAK KETEBALAN PAKAIAN
MEMPENGARUHI KECEPATAN PENURUNAN SUHU,ORG.YG.JARINGAN LEMAK
TEBAL PAKAIAN
BERLAPIS PENURUNAN SUHU AKAN LEBIH LAMBAT BILA DIBANDINGKAN
ORANG KURUS TIDAK MENGENAKAN PAKAIAN
24
LEBAM MAYAT,POSTMORTEM
TERJADI AKIBAT PENGUMPULAN
DARAHDALAMPEMBULUHPEMBULUH DARAHKECIL PADA
BAG.BAWAH,
SEBAB ADANYA GRAVITASI ,NAMPAK 30 MENIT STLH KEMATIAN
SOMATIS,INTENSITAS MAK.AKAN TERCAPAI DALAM WKT.8-12 JAM
POST MORTAL.DG DMKN PENEKANAN PD DARAH LEBAM MAYAT YG.
DILAKUKAN
STLH 8-12JAM LEBAM MAYAT TIDAK AKAN HILANG
25
KAKUMAYAT/RIGOR MORTIS
KEKAKUAN PADA OTOT SETELAH PRIODE
PELEMASAN PERUBAHAN KIMIAWI PD
PROTEIN,2 JAM SETELAH POST MORTAL
PUNCAKNYA SETELAH 10-12 JAM POST
MORTAL
26
CADAVERIC SPASM
KEADAN KEKAKUAN PD SKLPK.OTOT
/SELURUH OTOT
HEAT STIFFENING,MATI TERBAKAR
KAKU SPT PETINJU.
COLD STIFFENING,TUBUH KORBAN
DILETAKKAN DALAM FREEZER,ATAUSUHU
SEKELILIN
RENDAH,
27
CADAVERIC SPASM ,HEAT DAN COLD
STIFFENING BUKANNLAH KAKU MAYAT YANG
SEBENARNYA
28
PEMBUSUKAN
KEADAAN ORGANIK TUBUH MENGA
LAMI DEKOMPOSISI KRN AKTIVITAS
BAKTERI ATAU AUTOLITIS (PELUNA
KANDAN PENCAIRAN JARINGAN TU
BUH.PEMBUSUKAN DAPAT DIHAM
BAT DITEMPAT SUHU YG SANGAT
RENDAH (FREEZER).PROSES PEM
BUSUKANSANGAT CEPAT TERJADI PADA
SUHU LINK. DIATAS 20 C.
TANDA AWAL PEMBUSUKAN TAMPAK
WARNA KEHIJAUAN PD DAERAH PERUT
KANAN BAWAH,KRN USUS BESAR BA
NYAK MENGANDUNG CAIRAN
29
KESIMPULAN PERKIRAAN SAAT KEMATIAN
DALAM PRAKTEK MEMPERKIRAKAN
SAAT KEMATIAN BERDASARKAN PD
TIGA PERUBAHAN SETELAH KEMA
TIAN POKOK ;PENURUNAN SUHU,LE
BAM MAYAT,DAN KAKU MAYAT DI
PERTEGAS LAGI DG.KEADAAN LAM
BUNG DAN PEMBUSUKAN DG PENAPSIRAN KEADAAN LAMBUNG YI.WKT YANG
DIBUTUHKAN LAMBUNG
UTK. MENCERNAKAN MAKANAN/WKT
PENGOSONGSN ISI LAMBUNG,SECARA
NORMAL SEKITAR 4-6 JAM.PENAPSIRAN
SAAT KEMATIAN ATAS DSR PEMERIKSA
AN ISI LAMBUNG=BBRP JAM SEORANG
ITU MATI DIHITUNG DR SAAT MAKAN TERAHIR
30
EUTHANASIA/MERCY KILLING
DASAR ;KERELAAN PASIEN(VO
LUNTARY EUTHANASIA
DIBENARKAN
INVOLUNTARY EUTHANASIA INVOLUNTARY TI
DAK DIBENARKAN
31
JENIS EUTHANASIA
AKTIF ;MENGAHIRI HIDUP INSANI DG MENYUNTIK
PASSIF :DIBIARKAN DG TDK MEMBERI PERAWATAN
KPD PASIEN
PENGERTIAN KEDOKTERAN FORENSIK :btk
pembunuhandengan maksud mengahiri
penderitaan pasien
EU=BAIK,THANATAS=MATI
SEGI PIDANA,PSL.304-309,344KUHP
32
SYARAT EUTHANASIA
PASIEN,CALON KORBAN MSH. DPT
MEMBUAT KEPUTUSAN DAN
MENGAJUKANPERMINTAANTSB.DG.SERIUS
PASIEN HAGRUS MENDERITA PENYAKIT YG TEROBATI
PD STADIUM AHIR
MENDERITA NYERI TAK TERTAHANKAN
TUJUAN SEKEDAR MELEPASKAN DIRI DR
RASA NYERI
DOKTER YG BERWENAN ATAS PETUNJUK
KEMATIAN HRS. MEL.CARA KEDOKTERAN
DAN MANUSIAWI
33
KEJAHATAN SEKSUAL
KUHP ;PASAL 281S/D 303
RANCANGAN KUHP :489
1persetubuhan yg.merup.kej.
2pembuktian persetubuhan
3pembuktian kekerasan
4perkiraan umur
5homoseksual
34
I. PERSETUBUHAN
YG.MERUPAKAN KEJ.
Menyangkut tubuh,ksehatan,nyawa manusia
Upaya pembuktiansecarakedok.forensik
Faktor keterbatasan ikk,wkt,keaslian barang
bukti (korban)dan pelaku merupakan faktor
keterbatasan
Persetubuhan dlm/diluar perkawinan(284 s/d
288 KUHP)


35
II. PEMBUKTIAN PERSETUBUHAN
Persetubuhan :peristiwa dimana terjadi penetrasi
penis kedalam vagina dpt lengkap/tdk lengkap
dg.atau tanpa ejakulasi
Usaha pembuktian adanya persetubuhan
dipengaruhipelbagai faktor.al. besarnya penisdan
derajad penetrasinya,bentuk elastisitas selaput
darah,ada tidaknya ejakulasi dan keadaan ejakulat itu
sendiri,posisi persetubuhan,keaslian brg.buktidan
waktu pemeriksaan
36
Persetbuhan disertai ejakulasi dan ejakulat
mengandung sperma trdpt dalam liang vagina
tanda pasti adanya persetubuhan,perkiraan saat
persetubuhanalibi---dpt ditentukan proses
penyembuhan dari selaput darah yang robek.7-
10 hari post coital
Kehamilan dan penyakti kelamin mrp. Bukti
adanya persetubuhan
Faktor wkt,keaslian barang mempengaruhi
proses pembuktian mis.tubuh sdh
dibersikan,pakaian korban telah diganti

37
PERKOSAAN 285 KUHP
UNSUR-UNSUR ; PERSETUBUHAN
KEKERASAN ATAU ANACAMAN
KEKERASAN;PEREMPUAN YG.BUKAN
ISTERINYA
38
KEKERASAN/ANCAMAN KEKERASAN
KAMUS BESAR BHS.INDO.KEKERSAN ADALAH
PERIHAL (YG.BERSIFAT BERCIRI)KERAS
PERB.SESEORANG
ATAU KLPK.MENYEBABKAN CIDERA
MATINYA ORANG LAIN,PAKSAAN ANCAMAN
KEKERASAN ;SESUATU YANG DIANCAMKAN
39
PEREMPUAN YG BUKAN ISTERI
KAMUS BESAR BHS.IND.:PEREMPUAN
:WANITA,BINI
ISTERI : WANITA BINI, WANITA YG
DINIKAHI.JADI UNSUR INI KORBAN DARI
PELAKU ADALAH WANITA DILUAR NIKAH
40
BERSETUBUH DG.DIA
KUHP TIDAK MERUMUSKAN APA ITU
PERSETUBUHAN
DIKEMBALIKAN KEPADA ILMU PENETAHUAN
DLM HAL INI IKK
41
III. PEMBUKTIAN ADANYA KEKERASAN
PEMBKTIAN ADANYA KEKERASAN PADA
TUBUH WANITA TIDAK SULIT,PERLU
DIKETAHUI LOKASI LUKA LUKA YG SERING
DITEMUKAN,BISANYALUKA LECET ,BEKAS
KUKU GIGITAN
42
IV. PERKIRAAN UMUM
PEMERIKSAAN YG MELIPUTI PERKEMBANGAN
FISIK CIRI SEKS SEKUNDER PERTUMBUHAN
GIGI PENYATUAN DARI TULAN-
TULANG,KHUSUSNYA TENGKORAK
43
V.PENENTUAN PANTAS DIKAWIN
PENENTUAN SEMATA MATA ATAS DASAR
KESIAPAN BIOLOGIS ;PALANGMERAH
UNDANG PERKAWINAN NO 1 TAHUN 1974 ;16
TAHUN
44
VI. HOMOSEKSUAL
PERBUATAN CABUL DG. ORANG LAIN SAMA
KELAMIN DEWASA 292 KUHP
45
PEMBUNUHAN ANAK
PENGERTIAN : BTK KEJ. THD NYAWA YG UNIK
1. SIPELAKU IBU KANDUNG KORBAN
2. TAKUT KETAHUAN MELAHIRKAN ANAK HSL.HUB.
DILUAR NIKAH.
3. PADA SAAT ANAK DILAHIRKAN ATAU TDAK
BERAPA LAMA KEMUDIAN YG DPT DIKETAHUI ADA
TDKNYA TANDA TANDA PERAWATAN
4. KEADAAN MENTAL EMOSIONAL SI IBU YG TDK
TENANG
5. ANCAMAN LEBIH RINGAN DR PEMBUNUHAN
BIASA
46
BATASAN PEMBUNUHAN ANAK
SUDAH ADA ATAU BLM TANDA TANDA
PERAWATAN
SUDAH ATAU BELUM DIBERSIHKAN
SUDAH ATAU BLM DIPOTONG TALI PUSATNYA
SUDAH ATAU BLM DIBERI PAKAIAN
47
DASAR HUKUM
341KUHP . DISENGAJA
342KUHP . DIRENCANAKAN
343KUHP .PENYERTAAN JO.PSL 55 KUHP
48
TUJUAN PEMERIKSAAN KEDOKTERAN
FORENSIK
1. UNTUK MENENTUKAN TANDA TANDA LAHIR
HIDUP
2. PERAWATAN
3KEKERASAN
4PREMATUR
5.KELAINAN BAWAAN PD. BAYI
49
1.TANDA-TANDA LAHIR HIDUP
A. ADANYA UDARA DLM PARU-PARU CIRI
ADANYA PERNAPASAN DIPARU PARU
1 MEMENUHI RONGGA DADA
2 BERWANA MERAH UNGU,TEPI
PARUTUMPUL,DILAKUKAN TES APUNGPOSITIP
50
B. ADANYA UDARA DALAM LAMBUNG
USUS,PETUNJUK SI ANAK MENELAN UDARA STLH
LAHIR HIDUP,PEM,INI DPT DILAKUKAN BILA BAYI
MASIH SEGAR
C.ADANYA UDARA DALAM LIANG TELINGA
D. ADANYA MAKANAN DI DLM LAMBUNG
51
2. TANDA TANDA PERAWATAN
TANDA-TANDA ANAK BARU DILAHIRKANDAN
BELUM MENGALAMI PERAWATAN
A.tubuh masih berlumuran darah
B.plasenta masih melekat pada tali puswat
C.bila ari-ari tdk ada ujung tali pusat tidak
beraturan
D. adanya lemak bayi pada dahi.ketiak,paha dan
bokong
Tanda bayi sudah dirawat adalah, tubuh sdh
dibersihkan
52
3 TANDA TANDA KEKERASAN
a. Tanda-tanda mati lemas : sianosis pada bibir
dan ujung2 jari, bintik pendarahan pd biji mata
b. Keadaan mulut dan sekitarnya : luka lecet tekan
di bibir dan sekitarnya
c. Keadaan daerah leher dan sekitarnya : luka yang
melingkari sebagian atau selurh bag leher yg
merup bekas jerat.
d. Luka-luka tusuk atau luka sayat pada daerah
leher, mulut atau bag tubuh lainnya
e. Tanda-tanda terendam yaitu tubuh basah dan
berlumpur.
53
4. TANDA-TANDA LAHIR PREMATUR
a. Pengukuran lingkar kepala, lingkar dada,
tinggi badan dan berat badan
b. Keadaan ujung2 jari
c. Keadaan genatalia eksternal
d. Pusat-pusat penulangan
54
5. TANDA-TANDA KELAINAN
BAWAAN PADA BAYI
a. Jantung : ada atau tidak kelainan pada
serambi dan bilik jantung
b. Otak : apakah pertumbuhannya normal
atau tidak sempurna
c. Saluran pencernaan : apakah ada kelainan
pada kerongkongan
55
HAL-HAL YANG PERLU DIKETAHUI
1. Pengertian lahir hidup dan lahir mati : lahir
hidup yaitu tiap hasil konsepsi, yg tanpa
memandang masa hamil setelah dilahirkan
spontan atau tidak, masih atau tidak lagi berhub
dg placenta, dpt bernafas atau menunjukkan
gejala hdp lainnya. Lahir mati yaitu hsl konsepsi
dg masa hamil 28 mgg atau lebih yang
sebelumnya lahir spontan atau tidak, tlah
meninggal dunia
2. The battered Chil Syndrome : Penganiaayan thd
anak olh ortu sendiri yg biasannya dilandasi olh
sikap menolak thd kelahiran yg seringkali
berakhir dg kematian
56
3. Sudden Infant Death Syndrome : kematian bayi
yg berumur antr 1 mgg sampai sktr 1 th yg
penyebabnya msh blm jelas dan bny teori
mengenai hal itu.
4. KUHP Pasal 308 : jika seorang ibu karena takut
akan ketahuan org ttg kelahiran anaknya tdk
lama stlh melahirkan, menempatkan anaknya
unt ditemukan atau meninggalkannya dg
maksud unt melepaskan diri daripadanya, mk
maks pid tsb dlm psl 305 dan 306 dikurangi
sepenuhnya.
5. Penentuan Umur Berdasarkan Panjang (Cm),
menurut HAASE dan STREETER
57
ABORSI/ABORTION
A. ABORSI SPONTANEUS ; TERJADI TANPA TINDAKAN APAPUN
(KEGUGURAN/MISCARRIAGE).

B. ABORTUS PROVOCATUS/BUATAN
1. CRIMINALIS : AB.BUATAN YG DI
LAKUKAN SEMATA-MATA U/ ME
MNGGUGURKAN KANDUNGANKARANA KEHAMILAN YG
TIDAK DIKEHENDAKI DAN MELANGGAR HK
2. MEDICALIS/TERAUPIOTIK INDIKASI MEDIK DAN TIDAK
MELANGGAR HUKUM

MENURUT ILMU KEDOKTERAN ;DIKELUARKANNYA EMBRIO FEOTUS SBLM
WAKTUNYA,SBLM DPT HIDUP DILUAR KANDUNGAN
58
FAKTOR PENDORONG ABORSI
1. USIA MUDA,BLM LAYAK PUNYA ANAK
2. MALU
3. PRIA TIDAK BERTANGGUNG JWB.
4. EKONOMI
5.JANIN YG DIKANDUNG DR. KASUS
PERKOSAAN
6. DORONGAN KELUARGA
7. MASIH SEKOLAH
59
ABORTUS CRIMINALIS(DILARANG)
1.DILAKUKAN IBU SENDIRI
2.BANTUAN ORANG LAIN,DOKTER,DUKUN DLL

PERMASALAHAN
BAGAIMANA MENENTUKAN ADANYA UNSUR KESALAHAN APABILA
ABORTUS DILAKUAN DOKTER DILUAR INDIKASI MEDIS
KETENTUAN HK. MANA YG DITERAPKAN THD.DOKTER YG. MELAKUKAN
ABORTUS,APAKAH PS 80.U.U.NO.23/92 ATAU PASAL-PASAL DLM KUHP
60
ABORTUS DITINJAU DR ASPEK
HUKUM PIDANA(DILARANG
1 DALAM KUHP.PSL 346 WANITA SENDIRI
(4
TH
),347 ORANG LAIN TANPA PERSETUAN
IBUNYA (12 TH) ,348 ORANG DG
PERSTUJUAN IBUNYA ( 5
TH
,6 BULAN),349
DOKTER SBGI UNSUR PEMBERAT,299
MEMBERITAHUKAN MEMBERI HARAPAN
KEHAMILANNYA GUGUR (4
TH
).
61
2. PASAL 80 JO.15 (1),(2) U.U.NO.23/92
MELAKUKAN TINDAKAN MEDIS TTT.KPD. IBU
HAMILTIDAK MEMENUHI KTTTAN PSL 15 TSB.

ABORTUS DILAKUKAN DOKTER THD. WANITA
HAMIL BERARTI DOKTER DAPAT DIPERSALAHKAN
MEL. TP.DLM KUHP DAN U.U KESEHATAN

PS.80 U.U.KESEHATAN : BRNG SIAPA BDENGAN
SENGAJA MELAKUKAN TINDAKAN MEDIS TERTT
THD IBU HAMIL TIDAK MEMENUHI PASAL 15 AYAT
1D2 15
TH
DAN DENDA MAK,500JUTA RP.
62
PASAL 15 AYAT 1 D.2
(1). DLM KEADAAN DARURAT SEBAGAI UPAYA U/
MENYELAMATKAN JIWA IBU DAN ATAU JANINNYA
DAPAT DILAKUKAN TINDAKAN MEDIS TTT.
(2) TINDAKAN MEDIS TTT HANYA DPT DILAKUKAN a,
berdasarkan indikasi medis yang menharuskan
diambilnya tindakan tsb
63
B. oleh tenaga kesehatan yg mempunyai keahlian
dan kew. U/itu dilakukan sesuai dg. Tanggung jawab
profesi serta berdasarkan pertimbangan tim ahli
C. dengan persetujuan ibu hamil,suami atau
keluarga.d,pada sarana kesehatan ttt.
(3) tindakan medis ttt ditetapkan dg, pp.
64
Karena pekerjaan dokter profesi
dalam menjalankan tugasnya harus
tunduk kepada kode etik kedokteran
U/ MENENTUKAN DOKTERMEL.TINDAKAN MEDIS
TTT THD IBU HAMIL TLH SESUAI DG.KETENUAAN
PS 15 U.U.KESEHATAN DITENTUKAN OLEH
KALANGAN PROFESI DI SBT MKEK
65
MKEK BERPENDAPAT BAHWA
DOKTER :
MEL. ABORTUS MELANGGAR KODEKI DAN
PASAL 15 BERARTI DOKTER DPT
DIPERSALAHKAN MENURUT HK PIDANA
DAN TIDAK ADA
RECHTVARDIGINGSGRONDEN ATAU
STRAFUITSLUITINGSGRONDEN YG DPT,
MELEPASKAN NYA DARI ANCAMAN PIDANA
66
DR.YG DIPERSALAHKAN MEL TP ABORTUS
MELANGGAR BBRP KTTTAN TP. DALAM KUHP
DAN U.U.KESEHATAN

KETENTUAN MANA YG DITERAPAKAN
67
1. ABSORPSI STELSEL
SATU KETENTUAN PIDANA YG ANCAMAN PID.
PALING BERAT
2 . ASAS UU KHUSUS
MENGENYAMPINGKAN UU UMUM
(LEXSEPECIALIS DEROGAT LEX GENERALIS)
3. ASAS UU BELAKANGAN DPT MENIADAKAN UU
TERDAHULU
(LEX APRIORI DEOGAT LEX POSTRIORI)
4. KESIMPULAN PASAL YG DITERAPKAN ADALAH
PS 80 UU KESEHATAN 15 TH DAN DENDA 500JUTA
RP.
68
METODE ABORTUS
1.KEHAMILAN SAMPA 4 MINGGU;KEJA FISIK BERLEBIHAN,MANDI
AIR PANAS,KEKERASAN PADA DAERAH PERUT OBAT PENCAHAR
2 KEHAMILAN SAMPAI 8 M. PEMBERIAN OBAT YG DAPAT
MERANGSANG OTOT RAHIM,MENYUNTIKAN CAIRAN DALAM
RAHIM. MENYSIPKAN BENDA ASAING KEDALAM MULUT RAHIM SPT
KATETER ATAU PNSIL DG MAKASUD TERJADI DILATASI MULUT
RAHIM YG DPT BERAKHIR DG ABORTU
3KEHAMILAN 12-16 MENUSUK KANDUNGAN,MELEPASKAN
FETUS,MEMASUKAN PASTA ATAU CAIRAN SABUN,KURET
69
KEMUNGKINAN DAPAT TERJADI PADA
ABORTUS
FETUS KELUAR TANPA MENGGANGGU KESEHATAN
IBU
KOPLIKASI SPT PENDARAHAN KEJANG
KEMATIAN YG DPT BERLANGGSUNG CEPAT MIS
EMBOLI
KEMATIAN YG BERLANGSUNG LAMBAT (DUA HARI
ATAU LEBIH) STL ABORTUS,DISEBABKAN
PENDARAHAN A.L
70
KEMATIAN AKIBAT ABORTUS
1. KEMATIANYG SEGERA Dan kematianlambat
2 secara klinis simonim membagi emboli udara yang
fatal menjaqdi tiga
A,kematian tiba-tiba
B,kematian antara 12-24 jam
C.delayed embolism yg terjadi dalam du a tahap yg
dipisahkan oleh interval wkt yg jelas
71
PEMBUKTIAN KSS ABTS
1. TANDA TANDA KEHIDUPAN
2. KAAPAN DEIMULAI KEHIDUPAN DLM JANIN
3 PADA SAAT SEL TELUR DIBUAHI MELALUI HUB.
INTIM SAMPAI BAYI TSB. BLM DILAHIRKAN
4 KAPAN SESUNGGUHNYA DILAKUKAN ABORSI
5. PADA POINT 3.
72
PEMBUKTIAN ABTS AKIBAT KEMATIAN
IBU
1. ADANYA KEHAMILAN
2. UMUR KEHAMILAN
3. ADANYA HUB SEBAB AKIBAT ANTARA ABORTUS DG
KEMATIAN
4. HUB SAAT DILAKUKAN TINDAKAN ABORTUAS DG
SAAT KEMATIAN
5. BRG BUKTI YG DIPERGUNAKAN U/ MEL ABTS
SESUAI DG METODE YG DILAKUKAN
73
LARANGAN ABORTUS
NORMA HUKUM (KUHP DAN UU 23/92
NORMA AGAMA MORAL KESOPANAN
74
INDIKASI ABORTUS PROV..KEBOLEHAN
INDIKASI MEDIS (IBU/JANIN/2NYA) PERKOSAAN ?
EUGENITIS .INDIA,TAMINATION OF PREGNANCY
BILL1979
1.KEHAMILAN MENGGANGGU FISIK DAN
MENTAL
2.RESIKO SUBSTANSIAL ANAK LAHIR CACAT
FISIK MENTAL
HUMANITARIAN (KEMANUSIAAN)
75
HUMANITARIAN
JEPANG ,EUGENIC PROTECTION LAW PS 14
PERSTUJUAN IBU HAMIL
YBS MENDERITA PSIKOSIS PENYAKIT TURUNAN
CACAT KRN TURUNAN
(HEREDITARYMALMORMATION LEPRA)
76
INDIKASI SOSEK
JEPANG ,PEMBAHARUAN EUGENIC PROTECTION LAW
1952 : a mother whose health may he affected
seriously by the continuation of the fregnancy or by
delivery from the physical or economic view point
YUGOSLAVIA 1969 : it can be reasonably expected
that the pregnant will find herself placed as a result
of the birth on the child in difficult personal, family
or material condition
77
ABTT ON REQUEST/DEMAN
SINGAPURA,ABORTION AC 1474
PELAKSAANAA KEHAMILAN BERKISAR 3
BLN.LEWAT IZIN KHUSUS
PERMINTAAN IBU HAMIL DAN DI SETUJUI
78
ABS.AKIBAT PERKOSAAN
CANADA MENDEKRIMINALISASIKAN ABS.
DLM KUHP :semua tindakan abs dilarang.uu
kesehatan 23/92 boleh,indikasi medis
Abs janin hsl perkosaan polemik,krn tdk diatur
secara jelas dlm hk pid positif.jadi masih pro
kontra.
79
Pandangan yg menentang
Pendapat ahli kedokteran (BIOLOGIS DAN
PSIKOLOGIS : memang benar bhw anak dalam
rahim membawa bgn dari ayah biologis yg tlh
memperkosa ibu si anak,tapi jangan lupa
separuhnya bgn dr ibunya. Anak tidak ambil
bgn dr kejahatan yg dilakukan oleh ayah
biologisnya
80
Pandangan psikolog
Pengalaman horor dialami ibu hamil akibat
perkosaan tidak bisa menjadi alasan membunuh
orang lain,krn anak itu darah dagingnya
Hub.antara siwanita dg pemerkosa tdk bisa
menjadi faktor satu-satunya yg menentukan dlm
menilai suatu keadaan
Dalam hal ini faktor yg paling tinggi adalah
hormat atas kehidupan yg sekali dilanggar
(dibunuh) tidak bisa dihidupkan kembali
Penyembuhan emosi dan psikis wanita tsb
81
Pandangan sosiologis
Anak yang lahir dari hasil perkosaan tidaklah
menurunkan martabat sianak,sama dengan
anak yg lain ,tdk dpt di hk sbgi anak haram
82
PANDANGAN HUKUM
1. HUKUM ISLAM :para ulama sepakat
mengharamkan menggugurkan kandungan janin
sudah diberi nyawa (nafkh al ruh )-tp. islam

2. HK.PID. POSITIF INDONESIA :KUHP DAN
U.U 23/92 MELARANG DG. PENECUALIAN
83
PENGGALIAN MAYAT
TUJUAN :KEBENARAN MATERIL
DASAR HUKUM :PASAL 133 S.D.136 KUHAP
DAN PASAL 222KUHP
PERSIAPAN PENGGALIAN MAYAT-HUB
DOK,PETUGAS PEMAKAN.IZINKELUARGA
SARANA SEPERTI TENDA MEJA,AIR,DLL
84
PELAKSANAAN PENGGALIAN MAYAT
DIHADIRI : DOK,PENY,PEMUKA MASYARAKAT
KEAMANAN PETUGAS PEMAKAMAN ,PENGGALI
KUBURAN
PASTIKAN KUBURAN YG AKAN DIGALI,KEHADIRAN
KELUARGA
CONTOH TANAH PERLU DIAMBIL DR KEEMPAT SISI
MAYAT DLM JRK 30 CM DR TUBUH MAYA
SEBELUM DIANGKAT,SEBAIKNYA DI FOTO
85
PEMERIKSAAN MAYAT
DITEMPAT PENGGALIAN
DIKAMAR RUMAH SAKIT
86
PERANAN IKK DLM KEJ.SEKSUAL
284 KUHP : UNSUR-UNSURNYA
PERSETUBUHAN
BUKAN SUAMI ISTERI
DILUAR NIKAH
TDK ADA KEKERASAN/
ANCAMAN KEKERASAN
DELIK ADUAN 9 bulan
87
PEMBUKTIAN/ PERAN IKK
A. ada tidaknya tanda tanda persetubuhan
B. suka sama suka diluar nikah
PERANAN IKK
TLH TERJADI PERSETUBUHAN
TDK ADA TANDA-TANDA KKRASAN
88
PASAL 285 KUHP UNSUR-UNSUR 12
thn
A.adanya persetubuhan
b. Diluar nikah
c. Memaksa wanita dg ancaman
kekerasan.
pembuktian
a. Ada tidaknya tanda persetubuhan.kekerasanperkiraan umum,pantas
dikawini,tdpt cairan sperma pd rambut kemaluan korban maupun ddlm liang
senggama,rambut asing milik pelaku

b. peranan ikk menentukan adanya perst.
c. Memberikan kejelasan penyidik setelah dilakukan visum terdapat tanda
tanda kekerasan pada tubuh korban ,kemaluan korban,pantas tidak
dikawini,shg penyidik dan jaksa dpt dengan tepat menerapkan pasal yg
dimaksud
89
Pasal 286 KUHP unsurnya 9th
A. pesetubuhan
B. dg wanita diluar nikah
C. diketahui dlm keadaan pingsan/tidak berdaya
peranan ikk
Menentukan bhw pd tubuh dan kemaluan korban
tdk tdpt luka kekerasan,korban pingsan ,adanya
persetubuhan
90
287 KUHP 9thn
adanya persetubuhan
wanita diluar perkawinan
umur blm 15 thn .tidak jelas ,blm pantas dikawini
pembuktian
Tidak ada ancaman kekeran dan blm mampu
dikawini
peranan ikk
Menentukan ada tidaknya persetubuhan,kekerasan (
bedakan dg psl 284 dan 285 KUHP.
91
PASAL 288 KUHP 4 S.D. 12 TH UNSURNYA
ADANYA PERSETUBUHAN
DLM PERKAWINAN
YBS. BELUM PANTAS DIKAWINI LUKA BERAT ,MATI
DIBUKTIKAN
PERANAN IKK
MENENTUKAN BAHWA ADA PERSTUBUHAN, BLM PANTAS
DIKAWINI LUKA BERAT ,MATI (LIHAT KULIAH SAAT KEMATIAN
92
l. PSIKIATRI FORENSIK
1 . BATASAN /KONSEP DASAR
istilah dan pengertian
2 . POSISI DOKTER
a . Posisi medis
b . Posisi legal
c . Pola pikir dan pola kerja
3 . ASPEK HUKUM
a . Sumber hukum
b . Pelaksanaan persidangan di PN
4 . ASPEK MEDIS
a . Patokan masyarakat
b . Patokan indifidu
c . Patokan Klinis
d. Patokan melalui pemeriksaan tambahan




93
5. Patogenesis Ganggguan jiwa
a, konsep demonologik
b. konsep organobiologik
c . Konsep psikoedikatif
d. Konsep sosiokultural
6 . Tindakan
7 . Perkembangan hk pd
perkembangan kepribadian



94
8. Tindakan
9 . Visum et repertum psychiatricum
10. Ver P Pro Justitia
11 . Kaus kasus hukum
a. pem kemampuan bertanggung ja
wab.
b .pem.kmpetensi (cakap) dlm hk
c. penentuan kausalitas antara suatu ko
disi dg.timbulnya gangguan jiwa
d. kompensi u/ditanya dan layak diajukan
dalam persidangan. e.pem.lain

95
1 . BATASAN PSIKFOR( h.1 )
Terjemahan forensic psychiatry
bbrp istilah spt psikiatri kehakiman
psikiatri kriminologi kurang tepat- krn seolah olah berhub.dg hakim hal-hal
kriminal
Gabungan dua kata, psikiatri dan forensik.bukan gab.dua ilmu dasar(ilmu
psikliatri dan ilmu forensik). FORENSIK disini bukan ilmu dasar tapi mrp fungsi
ilmu dasar(psikiatri,kimia,kedokteran dan psikologi)
Psikiatri Forensik sub spesialisasi ilmu kedokteran yg menelaah mental manusia
dan berfungsi membantu hk. Dan peradilan. ILMU KEDOKTERAN FORENSIK
PSIKIATRI.
Kedokteran forensik merup.salah satu titik singgung il.hk.dan ilmu kedokteran
,selain il.huk. Kedokteran. Perbedaan .pd kedokteran fornsik ,dokter
ilmukedokteran berfungsi membantu ilhuk dan peradilan secara aktif; sedangkan
pd ilhuk kedok,dok.dan ilkkedok mrp.objek pasif dr telaah ilmu hk.
96
2 . POSISI DOKTER .h 2
a. Posisi medis.dok. Dg yg diperiksa-dok-
pasien.menentukan kondisi kesehatan
pasien.pasien bebas menerim
menolak alternarif-alternatif yg
ditawarkan oleh dokter.hub.dok-pasien
terikat etika frofesi.dokmen yg
dihasilkan =dokumen medis milik
pasien dipercayakan u/disimpan oleh
dokternya

97
B.posisi legal
melalui srt dr lembaga yg memintak
yg diperiksa memp. Status hukum ttt
laporan u/ kepentingan peradilan
hub dokter dg yr diperiksa netral
dokumen legal shrusnya disimpan oleh lembaga yg
memintak
bukan mel profesi dokter ,tp melakukan
rekonstruksi ilmiah
terikat pada etika sbgi ilmuan
98
c. Pola pikir dan pola kerja Dokter : mencari penyebab tidak sehatnya
yg diperiksa
misalnya seorang dokter akan mengeksplorasi peny bab
terjadinya tindakan mencuri dr segi hub.interper-
sonal dlm kelurga,keturunan sosial dll
dokter berbagai macam intervensi u/ menghapus hal- hal yg
menyebabkan tindakan mencuri (pola pikir kau-
salitas u/ ksembuhan tindakan mencuri
ahli hukum: pola pikikorelatif :memastikan kondisi/keadaan bnar
benar terjadi dg menetapkan apakah unsur kondisi tsb
terpenuhi secara lengkap
dengan dmkn dokter dlm posisi legal hrs merubah pola pikir dsr
(kausalitas menjadi pola pikir ahli hk.( korelatif)
99
3. aspek hukum
h.4 a. sumber hukum
Hukum mengatur hak dan kewajiban manusia dlm kelompoknya
Sumber hukum:uu,traktat,putusan hakim (yurisprudensi),kebiasan
Sengketa hukum terjadi apbl. Terjadi benturan kepentingan ,diperlukan
lembaga u/ menyesaikan benturan tsb.disini adakalanya diperlukan bantuan
dokter forensik (psikiatri) dalam rangka mencari kebenaran (materil) sebagai
saksi ahli.

B pelaksanaan persidangan.
dlm persidangan dpt dilihat bbrp fungsi
hakim memutus : jaksa mewakili korban menuntut ;terdak
wa merugikan seseorang,klpk,/msykt secara keseluruhan
saksi ahli yg tidak terlibat dlm perkara ,memp ilmu yang dpt dipakai
membantu hakim u/mengambil keputusan mengenai pendapatnya
100
4. Aspek medis.h.7
Kesaksian ahli psikiatri(psikiater)apbl salah satu pihak yg berperkara
diduga tdpt gangguan jiwa
Diperlukan batasan antara keadaan normal dan tidak normal dr
aspek psikiatri.penentuannya tidak mudah.dan bersifat relatif.
Dlm ilmu psikiatri seseorang dianggap normal apbila ia msh mampu
u/ menyesuaikan diri dg lingkungannya,memenuhi tuntutan
lingknya sesuai dengan norma dan nilai lingknya,menunjukkan
produktivitas yg wajar dg memperhitungkan aspek umur,tempat dan
jangka wkt.
Ungkapan dalam seni (artistik) :ssorng masih dianggap normal ,msh
bisa kesenian, pekerjaan dan cinta(Kunst, Arbeit,und Liebe)
Ada patokan menilai normal/abnormal(slide sbb.)
101
Patokan masyarakat
Nilai,kaedah masy (umum). Apbl seseorang
berperilaku tdk sesuai dg nilai,kaedah dalam masy
yg berlaku abnormal. Khusus :diman ssrng tsb
berada
Patokan individu
Memahami perubahan pd dirinya tdk berjalan spt
biasanya,tdk spt semestinya.
Penympangan dr kebiasaan umum dipakai oleh masy
pertanda individu tsb menunjukkan abnormalitas
102
Patokan klinis
Seseorang dianggap abnormal apbl dlm pemeriksaan
ditemukan adanya gejala patologis dr semua organ
tbh manusia,aspek psikologi dan sosial

Patokan melalui pemeriksaan tambahan
Pemeriksaan klinis tlh dilakukan dg seksama
ditambah dg pemeriksaan laboratorium radiologis
patokan masyarakat dan individu indikator
lemah,perlu ditambah indikator klinis dan
pemeriksaan tambahan
103
5. Patogenesis gangguan jiwa. H.9
Upaya u/ menelaah gangguan psikiatris sdh berlangsung lama sekali.
Konsep demonologik penyebab gangguan jiwa-gangguan roh,yg baik
maupun yg jahat yg masuk ke dlm raga seseorang
Konsep orang sakit (gila)dicari penyebab seseorang menjadi sakit jiwa
Konsep organobiologik: seseorang mungkin menderita kelainan pada
otaknya ditinjau dr aspek biokimiawi,faali,anatomis,berkembang sangat
pesat saat ini.konsep psiko edukatif akibat gangguan /hambatan
perkembangan kepribadian yg dpt terjadi pd pematangan
(maturasi)/iteraksi personal dg tokoh yg berperan dlm perkembangan
kepribadian pd proses belajar(menuju kedewasaan)
Konsep sosiokultural : perkembangan kepribadian sangat dipengaruhi oleh
nilai nilai yg merupakan patokan yg kemudian akan menjadi bgn pd
kepribadian seseorang,dilain pihak konflik-konflik di dalam masyarakat
(kecil/besar)menyebabkan seseorang dituntut u/ beradaptasi dg konflik
tsb.apbl ,ia akan menunjukkan kelainan-kelainan yg dianggap sbgi kelainan
jiwa
Konsep yng dijadikan pegangan psikiater di indonesia :HOLISTIK ELEKTRIK,YI
MEMENDANG MANUSIA sebagai satu kesatuan integral dr unsur-unsur
organobiologik,psikoedukatif,dan sosiokultural.
104
Holistik elektik
Gangguan jiwa merupakan multi faktoria
(holistik)
Apbila tlh ditemukan suatu gangguan jiwa,dicari salah satu faktor faktor
utama,faktor lain merupakan faktor tambahan (elektik )
Konsep elektik holistik : menggambarkan gangguan jiwa oleh faktor-faktor
dasar(predisposisi) yg biasanya mrp faktor organobiologik(menderita kelainan pd
otak) atau psikoedukatif(hambatan perkembangan kepribadian;yg kemudian
menjadi manifest (menampakan gejala)krn dipicu oleh faktor stresor sosial yang
merupakan faktor pencetus (presipitasi)
Pemahaman H.E.sulit mnentukan hub.langsung(kausalitas) antara satu kejadian
atau kondisi,mis. Penyiksaan mentaldan situsi kerja dg suatu gangguan
jiwa.usaha mak. Yg dpt dilakukan adl menentukan bhw faktor pencetus
(penganiayaan mental,stres karena kodisi kerja dll) mrpkn faktor yg berperan
timbulnya gangguan jiwa
105
Kpribadian.h.10
Gambaran khas ssorang dlm memberikan respon thd stimulus dr luar dan dlm
dirinya.hasil dr suatu proses perkembangan
Bbrp konsep terbentuknya kepribadian melalui proses perkembangan
A. perkembangan pematangan (maturisi) :kepribadian trbentuk
sejak lahir. Berkembang sesuai perkembangan waktu.bakat bakat yg sudah
ada pd usia usia ttttimbul dan menjadi ciri khas individu tsb
B. proses belajar:tdk mempunyai corak kperibadian sama sekali.terbentuk
melalui pengalaman dan ransangan yg didapatnya sepanjang waktu
perkembangan
C. kombinasi A.DAN B Bakat lahir ,timbul atau tidaknya suatu bakat serta
manifestasi dr bakat tsb ditentukan oleh pengalamanpengalaman dlm
perkembangan hidupnya
106
Perkembangan hukum dan
kepribadian h.11
Perkembangan kepribadian =pemahaman ttg
aturan.ini berkembang sesuai perkembangan
individu sampai pd pemahaman ttg hukum.usia
lahir s.d fase pubertas.
Fase pubertas.suatu percobaan bagi individu
memberi nilai pada tindakannya.
Fase dewasa,saat seseorang mampu memahami
berbagai aturan dg sanksinya,serta nilai sosial
tindakannya.bagaimana kalau dlm fase ini
kemampuan tidak ada ?
107
Tindakan. H. 12.
Dsr adl gerakan:berpindahnya tbh atau anggota tubuhdr posisi ke posisi
lain.
Terdiri dari komponen gerakan-gerakan melalui suatu proses ttt menuju suatu
target ttt dan terkoordinasi.
Makin tinggi tingkatan suatu mahluk,mkn beragam tindakan yg akan
dilakukannya
Suatu spesies ttt akan emperlihatkan berbagai macam tindakan yg unik,yg khas
bg spesies tsb. Namanya perilaku.yg diperolehnya sejak dilahirkan. Belajar instink
dll,.manusia,memp akal dan ahlak menyebabkan manusia memp kebebasan
memilih tind yg dilakukannya yg khas=kepribadian.
Seseorang akan bereaksi apbl padanya dikenakan suatu ransangan. S--------I--------
-R (hal 13 psikiatri forensik)
Pd mahluklain, apbl mengalami suatu stimulus yg sama menunjukkan respon
serupa dan pola-pola yg telah ditetapkan oleh alam melalui naluri. Tidak dapat
disalahkan /dibenarkan .
Manusia mampu u/memilih ,menentukan,mengarahkan tindakan yang akan
dilakukannya dan harus dipertanggung jawabkan
108
Seseorang dianggap mampu bertanggung jawab apbl ia mampu
memahami nilai perbuatannya,nilai resiko perbuatannya,serta mampu
memilih,menentukan dan mengarahkan kemauannya.(h.15)..
VISUM ET REPERTUM PSYCHIATRICUM.h.16
Ket.ahli lisan disampikan di dlm sidang pengadilan,ket tertulis di bid
kedokteran=ver.hsl pem medis,merup PENCANDERAAN dr
obyek(orang) yg diperiksa ditulis sbgi laporan.dg dmkn ver berisi
paduan antara fakta dan pdpt dokter thd fakta tsb.untuk bidang
psikiatri =ver psychiatricum

109
KEMANTAPAN KEMAMPUAN PEMBUKTIAN HSL PEMERIKSAAN KLINIS
Tidak banyak pem klinis dpt memberikan pembuktian penuh,mis.seorng ahli
bedah dpt menegakkan diagnosis kanker payudara pd psiennya diaknosis ini tdk
dpt dipastikan secara penuh,kecuali bantuan pem mikroskopis oleh ahli patologi
klinik
Dlm kasus psikiatri sering suatu gejala pd suatu saat ditemukan secara
pasti,dilain saat gejala tsb tdk ditemukan
Hukum di pengadilan menuntut secara langsung thd pembuktian,ini tdk dpt
dipinuhi oleh ilmu kedokteran dg jawaban pasti yg brsifat menghakimi atau
memastikan suatu putusan
Kepastian hukum ditentukan hakim, VER (PSY) mrp bahan yg penting u/
pengambilan keputusan hukum
Hsl pem yg dilakukan thd terperiksa yg tertuang dlm VER(p) semacam rekontruksi
ilmiah kemungkinan korelasi antara keadan terperiksa dg peristiwa hukumnya
Dokter yang mempunyai hub dg terperiksa(kelurga,sengketa hk) dpt mengajukan
keberatan membuat VERP /saksi ahli
Pembuatan VERP UU kesehatan jiwa 1964 observasi 14+14
Bgn terpenting (VERP)kesimpulan(h 18,19,20)
110
Bentuk baku verp.direktorat kesehatan
jiwa depkes h.19
I. IDENTITAS PEMERIKSA
II. IDENTITAS PEMITA
III. IDENTITAS TERPERIKSA
IV.LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN
1. ANAMNESIS 2.STATUS INTERNISTIK.3. STATUS NE
UROLOGIK.4. STATUS PSIKIATRIK 5. PEMERIKSAAN
TAMBAHAN . 6. DIAGNOSIS
V. KESIMPULAN
VERP =DOKUMEN HK,OKI.PENGGUNAAN BAHASA KEDOKTERAN SDPT
MUNGKIN DIMODIFIKASI MENJADI BHS HK. ATAU UMUM YG DPT
DIPAHAMI O/AHLI HK.
111
Pertanyan dlm surat permintaan hrs jelas arahnya sbgi arahan bg
PSIKIATER dalam membuat VERP h.20
APAKAH TERDAKWA MENDERITA GANGGUAN JIWA ATAU BAGAIMANA KEADAAN
MENTAL TERGUGAT (Pertanyaan tidak jelas)
Bagaimana kemampuan bertanggungjawab terdakwa.dptkah saksi diajukan dlm
sidang ,apakah orang yg dimitak an u/ diperiksa cakap dlm lalu-lintas
hukum(pertanyaan yg jelas arahnya)
Kesimpulan bgn terpenting dalam VERP,MRPKN JAWABAN pd pertanyaan yg
tercantum dlm surat permintaan VERP.
Kasus hk yg sering dimintakan VERP=KASUS PIDANA,disamping kasus
perdata(pembatalan kontrak,pengampuan hibah ,perceraian, adopsi,dan kss lain
mis. Kompetensin/u diinterview kelayakan u/ diajukan di sidang pengadilan
112
Pemeriksaan yg lazim dlm psikiatri fornsik h.21
I. pemeriksaan kemampuan bertanggung jawab.PERTANYAAN. Apakah --T
menderita gangguan jiwa sehubungan tlh dilakukannya tndak pidana.anggapan
keliru bahwa gangguan jiwa yg diderita T SELALU ALASAN u/ mel TP.dulu
adanya diagnosis gangguan jiwa dianggap cukup u/ menyatakan Tdilepaskan
dari tuntutan hukuman.padahal sebenarnya diharapkan kepastian seberapa jauh
kemampuan tanggung jawab Tterhadap perbuatan melanggar hukum
usaha yang dilakukan oleh dokterpsikiater adl :secara klinis adalah menntukan
gejala-gejala/tanda-tanda yg dpt dipakai sebagai unsur unsur u/ memenuhi
kreteria kondisi bertanggung jawab.
Apbila melihat skema dr stimulus ---konklusi---pengembangan alternatif
respons___pemilihan alternatif sampai kpd tindakan yg merupakan respons
stimulus,maka u/menentukan kemampuan tanggung jawab kita hrs melihat bbrp
tahap(slide berikut)
113
Tahap kemampuam menyadari tindakan
Tahap saat seharusnya sipelaku dpt mempersepsi,menginterpretasi dan
mengambil konklusi dr stimulus..Kesadaran disini ditentukan dg cara
pemeriksaan tingkat kesadaran.

TAHAP MEMAHAMI TINDAKAN.

Kesimpulan dari stimulus pelaku mengembangkan berbagai respons yg akan
dipilih sbagi tindakan u/ menjawab stimulus.respon apa yg akan
dilakukan,setelah itu menilai dr masing masing respons bg masyarakt,
kemungkinan resiko serta nilai resiko bg dirinya dan masyarakat. Melalui
penelaahan dan pemahaman nilai perbuatan dan nilai resiko tindakannya
,sipelaku akan mengambil satu respons yg ia pilih sbgi tindakan u/ menjawab
stimulus h.22
114
Kemampuan memahami tindakan melalui pemeriksan discriminative insight
dan disciminative judgment h.22,23
Apa yg akan dilakukan,mengapa hal itu dilakukan,
bagaimana proses pengembangan tindakan tsb(.D.I.)
Mempertimbangkan alternatif respons yg mana akan
diambil sbagai tindakan melalui pertimbangan nilai sosial ttg
baik buruk,benar salah tinggi rendah,dosa pahala yang
dalam pemeriksaan klinis dilakukan melalui discriminative
judgment.D.J . Ditentukan u/ membrikan penilaian baik
pada nilai tindakan maupun nilai resiko tindakan tsb.
115
TAHAP PEMILIHAN DAN PENGARAHAN TINDAKAN h. 23
0rang normal dan mampu bertanggungjawab bebas
mempertimbangkan dan memilih respons dan mengarahkan respon.
Dlm menentukan kemampuan bertanggungjawab sesorang(menjwab
pertanyaan dalam srt VERP ditentukan hal-hal sbb:
1. Diagnosis :adanya gangguan jiwa pd saat pem.
2 . : dugaan adanya gangguan jiwa pd saa pelanggaran hukm.
3. Dugaan bhw tindakan pelanggaran hukum mrp bagian /gejala dr
gangguan jiwa.
4. Penentuan kemampuan tanggung jawab(slide berikut)

116
PENENTUAN KEMAMPUAN BERTANGGUNG JAWAB
A. tingkat kesadaran pd saat mel pelanggaran hk.
B.kemampuan memahami nilai perbuatannya.
C.------------------------------------------resiko perbuatannya.
D.-------------------memilih dan mengarahkan kemauannya.
1,2,3,4 hal yg ideal sharusnya didapat dalam pem.klinis ,namun tdk
selalu mungkin.butir 2 dan 3(slide sblmnya) mrpkn hal yg sudah lampau
sulit ditentukan.yg diharapkan adalah butir 2 (pd saat mel pelanggaran)
117
KOMPONEN YNG DPT DIPAKAI U/MENENTUKAN KEMAMPUAN
BERTANGGUNG JAWAB h24.
KOMPNEN KESADARAN
KOMPONEN PEMAHAMAN (NILAI PERB.DAN NILAI RESIKO)
KOMPONEN U/ MEMILIH DAN MENGARAHKAN KEMAUANNYA. MELALUI
KOMPONEN TSB DPT DIBUAT TNGKATAN TINGKATAN KEMAMPUAN
BERTANGGUNGJAWAB A.L :
1 . Yg tidak mampu bertanggungjawab.
a. tdk menydari,memahami,memilih dan mengarah
kan kemauannya-penderita epilepsi lobus tem
poralis.
b. menyadari ,tapi tidak memahami dan tidak ma
mpu memilih,mengarahkan kemauannya
118
2 Yg bertanggung jawab sebagian
A . Sadar, Paham . Tdk mampu memilih,mengarahkan ke
mauan.penderita kompulsi.
B . Sadar,paham,mampu memilih dan mengarahkan kemau
an ,tapi tdk mendapat kesempatan berbuat itu ,adanya
dorongan impuls yg kuat. Spt tindakan impulsif(mata
gelap).

3 . Yg mampu bertanggung jawab penuh:
yg melakukan pelanggaran hk tanpa perancanaan terle
bih dahulu maupun tidak ada perencanaan.
pem.kemampuan bertanggung jawa dilaku
kan u/ kasus pidana terperiksa adl pelaku.
kasus perdata mis. Pembatalan kontrak-salah satu pihak menderita gang.jiwa
dll
119
II . Pem.kompetensi (cakap) dlm lalu-lintas hukum.h.25
Kemampuan mengambil keputusan /tind.yg benar dan baik,didasarkan
kemampuan menyusun suatu logika yg sistematik untuk membuat proses
tindakan dan untuk mencaoai suatu target ttt.
Keputusan dilaksanakan atau tdk tergantung kpd bermacam-macam nilai, yi,
rasiona intlektual(benar atau salah),eknomi (untung rugi), etika
(baik/buruk,nilai yuridis(melanggar hk/tdk.
Penentuan kompetensi (cakap) sangat mirip dg penentuan tangGung jawab.
Perdaannya : kemampuam bertanggungjawa objek pem satu tindakan
.(melanggar hukum) jelas ,ttt,sdh dilaksanakan merup pem diagnostik
tindakan yg merup objek pem terjadi sblm pemeriksaan. kompetensi ,objek
pem tidak ttt,kira-yg akandilakukan 0leh terperiksa terutama menyangkut
dg hartanya atau dlm hubnya dg hubsos yg mem konsekuensi yuridis
(kontrak bisnis) tindakan yg mrup objek pem blm trjadi tapi diperkirakan
akan dilaksanakn(pem.prognostik)

120
Spt pd pem kemampuan bertanggung,pem pem kompetensi dtujukan pd pem
adanya diagnosis gangguan jiwa .penentuan kompetensi yg terdiri dr kemampuan
memahami nilai perbnya ,nilai risiko perbnya memilih dan mengarahkan
kemauannya
Oleh karena mrp gambaran prognosis maka pada gangguan jiwa yg dpt
sembuh (reversible),penentuan kompe
tensi tidak begitu berarti.sesudah sembuh,terperiksa dpt dianggap
kembali kompeten dlm lalu lintas hukum
pada gangguan jiwa yg tidak bisa sembuh(irreversible yg u/
seterusnya siterperiksa dianggap tdk kompeten , maka biasanya
penentuan ini akan berlanjut pd kasus-kasus
pengampuan(curatelle),hibah atau pewarisan,dll
121
III. PENENTUAN HUB.SEBAB AKIBAT (KAUSALITAS) ANT SUATU KONDISI DG
TIMBULNYA SUATU GANGGUAN JIWA h.27
Gangguan jiwa adl gangguan yg bersifat multi kausal dan multi faktorial.
Selain itu, jiwa/psike mrpkan suatu kesatuan integral tempat suatu gangguan pd
suatu komponen jiwa,berpengaruh pd komponen-komponen jiwa yg
lainnya.oki,sangat sulit memastikan satu kondisi mrp satu-satunya penyebab
suatu gangguan jiwa.barangkali hanya faktor penyebab yg menimbulkan
gangguan otak organik(cidera kepala,infeksi otak,) yg dpt dipastikan sbagi
penyebab dr gangguan jiwa
Kondisi kondisi yg mrpkan steres psikologis tdk dpt dipastikan.
hal yg mungkin dpt dikemukakan hanyalah satu kondisi merupakan faktor yg
paling besar (yg paling menentukan ) dlm
tinbulnya gangguan jiwa
SEBENARNYA SULIT MEMASTIKAN ADA TDKNYA GANG.JIWA SBLM
PELANGGARAN HK,/KONDISI KERJA YG STRES FUL.DMKN JUGA KORELASI KAUSALITAS ANT
GANGJIWA DAN PELANGGARAN HK YG DIALAMI TERPERIKSA /KONDISI KERJA YG STRES
FULL,KECUALI PD KELAINAN ORGANIK OTAK ,CIDERA KEPALA,ATAU PD GANGGUAN JIWA
PASCA-TRAUMA.
122
iv.kompetensi u/ ditanya (competence to be interviewed)dan kelayakan u /
diajukan di sidang pengadilan(fitness to stand trial)h.28
Di terkecuali harus tertib ,komunokasi anatara pemeriksa dan terperiksa
(terdakwa,saksi,penggugat dlm sidan tanpa dll) berjalan dg baik.
Tidak diharapkan selama sidang atau setelah sidang,akibat rasa tertekan
terperiksa menjadi sakit,penyakitnya menjadi lebih berat,penyakit yg sudah
sembuh timbul kembali.
Apbl terperiksa akan diajukan ke sidang pengadilan hrs dipenuhi syarat-syarat
sbb:
Apakah sidang dpt dilaksanakan (applicable) terperiksa tdk gelisa
Apakah sidang tidak berbahaya (harmful)bg terperiksa-mati.
Apakah sidang bermanfaat(beneficial) terperiksa dpt mengerti apa yang
ditanyakan.
U/SEMUA ITU DIPERLUKAN PEMERIKSAAN TTG KEMAMPUAN TERPERIKSA
U/MENTAATI ATURAN TIDAK MEMBAHAYAKAN DIRINYA DAN MEMAHAMI
SITUASI LINGKUNGANNYA.
123
ll.PSIKIATRI FOR DLM PRAKTIK
h.32
1. Psikiatri forensik - cabang ilmu kedokteran forensik ilmu psikiatri.
2. Ilmu forensik lazim dikaitkan dg ilmu kedokteran-ilmu kedokteran
forensik atau forensic Medecine.
3. Forensik dianggap sbg suatu ilmu yg menelaah soal aplikasi atau
penerapan setiap cabang ilmu kedokteran untuk keperluan hk atau
pemanfaatan ilmu kedokteran untk kasus kasus hk.
4. Ilmu kedoteran forensik sbg pembantu dlm hk yg bersifat aktif.Ilmu hk
kedokteran,dokter dan ilmu kedokteran berkeudukan sebagai objek
telaah yg bersifat pasif.
124
Kedudukan dokter dlm PSIKIATRI FORENSIK h.33
Psikiater dianggap pejabat medik membantu ssorng keluar dr problem pribadi atau sosial.
Diawali dg pembinaan hub dokter-pasien saling percaya.
Informasi dr pasien (sekalipun sangat pribadi) dihimpun dipilah menjadi :
1. Bgn yg melengkapi data u/menegakkan diagnosis.
2. Bgn yg termasuk data yg mrp latar belakang penyakit yg
tercantum dlm diagnosis,
3. Bgn yg termasuk dlm sumber sumber u/ pemecahan
persoalan yg termasuk dlm diagnosis dan problem-pro-
blem yg menjadi ltr belakang penyakit.
- Data tsb diatas (1, 2, 3) dirangkai dlm pola pikir korelatif kausalitas. Data informasi dipilah
pilah yg menjadi unsur yg kemudian dihimpun u/ memenuhi suatu kreteria diagnostik ttt.
--- Data ltr belakang dihimpun dan disusun menjadi suatu rangkaian
proses sistematik yg diusahakan u/ menerangkan hub kausalitas
ant ltr belakang dg penyakit yg disebut dlm diagnosis.
--- dlm praktek dokter dituntut kemampuan THERAPEUTIC ABILITY:
KEMAMPUAN PEMBUKTIAN ILMIAH DAN MEMECAHKAN PERSOALAN.


125
DALAM PSIKIATRI FORENSIK KEDUDUKAN DOKTER TDK SEBAGAI
TERAPIS, SBGI KEPANJANGAN TANGAN PETUGAS HUKUN. BUKAN
POSISI MEDIS,TAPI POSISI LEGALh.34
KEDUDUKANNYA (DALAM KASUS PIDANA ) SEHUBUNGAN DALAM 44 KUHP
YNG MEMBANTU PERADILAN DALM MEMBERIKAN KEPUTUSAN APAKAH
TERDAKWA MENDERITA GANGGUAN JIWA DAN TIDAK MAMPU
BERTANGGUNG JAWAB.
KEDUDUKAN VISUM et REPERTUM PSYCIATRICUM
Laporan dokumen medik autentik bg hukum dlm ilmu hukum
Kedokteran.
Dlm pembuatan ver(P) untuk menentukan :
- ada tdknya gangguan jiwa,ada tdknyan hub ant gangguan jiwa tsb dg
perilaku yg mengakibatkan peristiwa hk ,dan bgmana kemampuan
tanggungjawab terperiksa.
- Ver(P) yg disusu sebagai laporan medis sering menyukarkan petuga hk
memahaminya shg tidak dpt mengambil manfaat ver(P)
- Tsb bhkan terjadi salam interpretasi

126
Mekanisme pembuatan ver ( p)h.37
Diawali permintaan yg berww,di 7 kan pd direktur/kepala Fasilitas Perawatan
pasien gangguan jiwa .tembusan Kakanwil Depkes.
Direktur menugasi dokter/psikiater membuat ver(P)yg memenuhi syarat sbb :
1. Bekerja pd fasilitas perawatan pasien gangjiwa/lembaga khusus u/
pemeriksaan.
2. Tdk berkepentingan pd perkara ybs.
3. Tdk ada hub kel/kerja dg tersanggka korbann.
4. Tidak ada hub sengketa dlm perkara lain.
Ver(P) dlm wkt 14 hari sejak tersangka ada di tempat perawatan diusahakan
terbit,kecuali diperlukan wkt lebih panjang atas izin instansi yg memintak ver(P).
Pemeriksaan medis umum (internistis)meliputi keadaan fisik terperiksa sampai
pd sistem organ seluruhnya,:sitem anggota gerak,organ
pernapasan,kemihkelamin,dan susunan saraf
Pem neurologis ,pem sistem saraf unsur penting u/pembuatan ver(P), krn
keadaan mental emosional ssorng berhub sangat erat dg kondisi otak dan
susunan saraf pusat h.38
127
Pemeriksaan psikiaterik merupakan rangkaian periksaan yg terdiri dr periksaan
:fungsi psikomotor, afektif, dan kognitif.
H.39.
Pem fungsi psikomotor :usaha penelaah:kesadaran,sikap, tingkah laku, kontak
psikis dll.
Afektif : periksaan alam perasaan a.l.ttg: alam perasaan dasar, stabilitas
emosi,ekspresi dan emosional., empati.dll
Kognotif ; a.l. tntang persepsi dan gangguan persepsi,daya ingat, dugaan taraf
kecerdasan, kemampuan membatasi dan membedakan data, fakta dan idea
(discriminative judgement),kemampuan menilik diri sendiri (discriminative
insight), ada tidaknya kelainan pada isi pikiran, dan keadaan mutu pikiran,
kelainan dorongan instingtual spt insting agresi dan seksual.perlu juga dilakukan
pemerksaan tambahan, spt evaluasi psikologik, pem labor. Kesemuanya
disimpulkan pd ver (p) adl :
diagnosis : ada tidaknya gangguan jiwa. Mampu betanggung jawab/cakap
bertindak dlm hk sebenarnya mrp istilah hk yg oleh pembuat verp dicobah
diterjemahkan dan ditrapkan dlm pemeriksaan klinis.
Hambatan utama adalah perbedaan bhs . Penegasan ttg kedudukan psikiater dan
kedudukan verp diharapkan akan dpt mengatasi hambatan tsb di atas.h.40.

128
Problematik V.et R dlm memerangi kejahatan
masyarakat di pengadilan h.41
Sebagai salah satu alat bukti surat dlm rangka
penegakan hukum di pengadilan
namun, belum banyak masyarakat me-
ngerti apakah ver itu, bgmn peran, fung
si, dan ruang lingkupnya.dlm hubnya dg
pembuktian lihat pasal 120, 133, dan 180
KUHAP.JO PASAL 184 KUHAP
129