Anda di halaman 1dari 2

STREPTOKINASE

1. Pengertian
Merupakan salah satu jenis obat untuk penanganan trombolitik (fibrinolitika).
Streptokinase merupakan protein yang terbuat dari filtrat kultur streptococcus -
hemoliticus.
2. Indikasi
Agen trombolitik digunakan untuk pengobatan DVT (Deep Vein Trombosis) berat,
emboli paru, infark miocard, dan sumbatan pada arteri.
3. Cara kerja obat
Streptokinase bekerja dengan melarutkan thrombus dengan merubahnya menjadi
plasminogen menjadi plasmin untuk mengurai fibrin. Plasmin akan menghancurkan
fibrin, fibrinogen dan protein prokoagulan lain ke dalam fragmen yang larut, efektif di
luar maupun di dalam trombus/embolus.
4. Cara pemberian
Obat diberikan melalui suntikan atau infus. Efektif digunakan jika diberikan segera
mungkin ( 6 jam) setelah gejala nyeri dada muncul.
5. Dosis
Keamanan dan efikasi pemakaian streptokinase pada anak-anak belum diketahui. Studi
terbatas telah menggunakan dosis 3500-4000 unit/kg selama 30 menit, diikuti 1000-1500
unit/kg/jam. Untuk pengobatan infarkmiokard akut karena adanya trombosis arteri
koroner:
Dewasa: 1.500.000 IU infus IV dalam waktu 60 menit. Untuk pengobatan emboli paru,
deep venous thrombosis (DVT), atau tromboembolisme arteri akut: Dewasa: 250.000 IU
secara IV, diikuti dengan 100.000 IU/jam melalui infus IV. Infus diberikan selama 72
jam untuk DVT, 24 jam untuk emboli paru dan 24-72 jam untuk tromboembolisme arteri.
Vaksinasi dasar terdiri dari 3 dosis intramuskuler dengan jadwal 0-1-6 bulan. Vaksinasi
ulang diperlukan setiap 5 tahun setelah vaksinasi dasar.
6. Efek samping
Mual, Pusing, tekanan darah rendah, demam ringan juga dapat terjadi, serta perdarahan.
Risiko perdarahan ini tergantung pada banyak variabel, termasuk dosis, penggunaan obat-
obat lain yang mempengaruhi hemostasis, dan predisposisi pasien (termasuk hipertensi).
Efek lisis yang cepat terhadap trombus pada penggunaan obat trombolisis dapat
menyebabkan aritmia artrial atau ventrikular karena terjadinya reperfusi yang cepat.
7. Kontra indikasi
Hipersensitif terhadap anistreplase, streptokinase, atau komponen lain dalam sediaan;
pendarahan internal aktif; riwayat serangan jantung; dalam jangka 2 bulan sebelumnya
menjalani bedah/mengalami trauma intrakranial atau intraspinal; neoplasma intrakranial,
malformasi arteriovena, atau aneurisma, perdarahan diatesis dan hipertensi berat yang
tidak terkontrol.
8. Cara penyimpanan
Simpan di daerah dingin seperti yang diarahkan . Buang semua obat yang tidak terpakai
setelah tanggal kedaluwarsa pada label . Solusi dilarutkan dapat didinginkan antara 36-46
derajat F ( 2 sampai 8 derajat C ) jika digunakan dalam waktu 8 jam . Buang bagian yang
tidak terpakai.
9. Interaksi Obat
Dengan Obat Lain : Obat antifibrinolitik, seperti asam aminokaproat, aprotinin, dan
asam traneksamat, dapat melawan aksi trombolitik. Meskipun antifibrinolitik dapat
digunakan pada perdarahan karena induksi trombolitik, keamanan pemberian obat ini
secara bersamaan belum didapatkan. Antibiotika yang berefek hemostasis dapat
meningkatkan risiko perdarahan bila digunakan selama atau segera sebelum trombolitik.
Sefalosporin dengan rantai samping metiltiotetrazol (MTT), seperti sefamandol,
sefoperazon, dan sefotetan, dapat menyebabkan hipoprotrombinemia, yang potensial
meningkatkan perdarahan. Efek lain, sefalosporin ini juga merusak sintesa faktor klot
yang tergantung vitamin K pada hepar. Antibiotik ini harus digunakan hati-hati bersama
trombolitik karena kemungkinan terjadi perdarahan.
Dengan Makanan : Obat ini tidak diberikan per oral, jadi makanan tidak mempengaruhi
farmakokinetika/ farmakodinamikanya.