Anda di halaman 1dari 41

BAB IV

HASIL PENGAMATAN, ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN


4.1 Hasil Pengamatan dan Analisa Data
1. Komonen ! Komenen Ling"#ngan
1.1 Tana$% La$an
Ta&el 4.1
Hasil engamatan "ondisi tana$.
N
o
Pengamatan Te'$ada Kete'angan
1 Bentuk lahan Bentuk lahan mendatar, dengan kondisi
tanah perkebunan kelapa yang basah dan
permukaannya retak. Sedangkan lahan
pemukiman penduduk berupa pasir.
2 Penutupan oleh tumbuhan ditutupi oleh tumbuhan berupa belukar
dan tanaman kelapa sawit
3 Tebal humus Tidak terdapat tanah humus karena
daerahnya merupakan tanah pantai.
4 Air tanah rainase tidak baik, tanah berpasir dan
kering serta retak serta kadang tergenang
! Sumber mineral Belum ada pengeksploitasian mineral
" Produkti#itas Produkti#itas lahan digunakan untuk
daerah pertanian kelapa, ditumbuhi oleh
tanaman belukar dan tidak ditumbuhi
tanaman apapun.
1.2 Ai' (La#t, S#ngai dan S#m#')
Ta&el 4.*
Hasil engamatan "ondisi ai' (la#t, s#ngai, dan s#m#')
No +enis Ai' ,a'na -asa Ba# Ke"e'#$an
1 Sumur Bening Tawar Tidak berbau Bening
2 Sungai Agak
$oklat
Tawar Berbau %ika
di$ium langsung
&eruh
danberlumpur
3 'aut Agak
$oklat
Asin Agak berbau %ika
di$ium langsung
&eruh dan
berlumpur
1.3 Atmos.e'
Ta&el 4./
Hasil engamatan "ondisi atmos.e'
N
o
Pengamatan Te'$ada Kete'angan
1 Suhu udara 31 ( 3!
o
)
2 &eadaan pandangan *auh dan sangat %elas
3 Penyinaran matahari Terlihat 12 %am per hari
4 &elembaban "1+,-1+. -1+,-/+
1.4 Keane"a'agaman Ha0ati
Ta&el 4.4
Hasil engamatan "eane"a'agaman $a0ati
N
o
Pengamatan Te'$ada Kete'angan
1 &eanekaragaman 0lora Se$ara umum desa Bambakoro memiliki
keanekaragaman 0lora yang $ukup
beragam
2 &eanekaragaman 0auna Se$ara umum
3 *enis 0lora ekonomis Terdapat ! %enis tanaman ekonomis areal
babamkoro
4 *enis 0auna ekonomis Terdapat 2 %enis 0auna ekonomis
babamkoro
! Potensi peman0aatan
keanekaragaman
)ukup,
" Potensi hama dan penyakit Besar,
2. Hid'ologi S#ngai
2.1 Ke1eatan A'#s Pinggi' Ali'an S#ngai
p1 air 2 3,2 S
1
4 !5 m
&elembaban 2 !3.3 + S
2
4 255 m
Suhu udara 6T7 235
o
) S
3
4 3!5 m
Suhu air 2 2",!
o
S
tot
4 455 m
'ebar kering 4 1 m
'ebar basa 4 455 m
Tabel 4.4
1asil pengamatan pada ke$epatan arus aliran sungai
&etinggian 6 1 7 *arak 6 S 7 8aktu 6 t 7
!! $m 15 meter 14,55 sekon
"5 $m 15 meter 2-,"5 sekon
2",35 sekon
25,-- sekon
15 meter 24,33 sekon
23,11 sekon
33,33 sekon
1. &e$epatan Arus Aliran Sungai
. dimana
Titik 1
4
4 5,-1 m9s
Titik ::
4 4 2!,5! sekon
5,3/ m9s
Titi" III
4 2-,2- sekon
4
5,3" m9s
2. L#as Penamang S#ngai
2
Titik :
Titik ::
Titik :::
;aka,
4
3. De&it
Titik :
Titik ::
Titik :::
;aka 2
Ta&el 4.3
Ke1eatan ali'an s#ngai ada 14 titi" &e'&eda
No Titi" "e5 +a'a" (m) ,a"t# t (s)
Ke1eatan v 672 s%t8
(m%s)
1


:


!
1-.!3
5.2/
-." 5.""
-.4!
5."-
2

::

!
!.//
5.33

!.33
5./3
".! 5.--
3


:::


!
3.!1
1.42
/.!3 5.!2
4.33
1.14
4


:<


!
4.!/
1.5/
3.21 5."1
2.- 1.3!
!


<


!
4./3
1.55
!.-3 5.3-
!.-2
5.3-
"


<:


!
3.// 1.2!
4.4"
1.12
!.!/ 5.3/
-


<::


!
3./4
1.2-
".3! 5.-/
4."3
1.5-
3


<:::


!
4.2! 1.13
2."!
1.3/
3.!- 1.45
/


:=


!
4.13
1.21
".43 5.--
4.2-
1.1-
15


=


!
".54 5.33
-.-"
5."4
2.42 2.5-
2.2 Ke1eatan A'#s Tenga$ Ali'an S#ngai
Ta&el 4.9
Ke1eatan a'#s tenga$ ali'an s#ngai
>
o
*arak 6m7
8aktu 6s7 &e$epatan 6m9s7
1 !
!,12 5,/3
!,// 5,33
3,31 1,31
3. Tinggi, Pan:ang, Pe'iode, dan A'a$ Datang Gelom&ang
/.1 +a'a" (L) 2 14 m
,a"t# (t) 2 1*; s % 13 gelom&ang
Ta&el 4.<
Hasil engamatan gelom&ang ada titi" I
N
o P#n1a" (1m)
Lem&a$(1m
)
H (1m)
H #'#t (1m)
1 "/ !- 12 14
2 "3 !4 14 12
3 "/ "1 3 15
4 "3 "1 - 15
! -5 "4 " /
" "3 "2 " /
- -5 "1 / /
3 -1 "4 - 3
/ "3 "4 4 3
1
5 -5 "5 15 -
1
1 -1 "1 15 -
1
2 -5 "2 3 "
1
3 "! "5 ! "
1
4 -5 "1 / !
1
! -3 "4 / 4
a) Tinggi ?elombang
b) Periode ?elombang
c) Pan%ang ?elombang
1.!" 63."7
2
@rekuensi ?elombang
/.* +a'a" (L) 2 13 m
,a"t# (t) 2 113 s% 13 gelom&ang
Ta&el 4. =
Hasil engamatan gelom&ang ada titi" II
N
o
P#n1a" (1m) Lem&a$(1m) H (1m) H #'#t (1m)
1 3! -! 15 15
2 33 -3 15 15
3 35 -! ! /
4 35 -2 3 3
! -! -2 3 3
" -/ -! 4 3
- 33 -! 3 3
3 35 -! ! !
/ -3 -4 4 !
15 32 -4 3 !
11 -/ -! 4 !
12 32 -4 3 4
13 35 -1 / 4
14 35 -! ! 4
1! -/ -4 ! 3
a) Tinggi ?elombang
b) Periode ?elombang
c) Pan%ang ?elombang
1.!" 6-.-7
2
@rekuensi ?elombang
/./ +a'a" (L) 2 *4 m
,a"t# (t) 2 113 s% 13 gelom&ang
Ta&el 4.;
Hasil engamatan gelom&ang ada titi" III
No P#n1a"
(1m)
Lem&a$(1m) H (1m) H #'#t (1m)
1 /1 3/ 2 11
2 /! /5 ! /
3 /" 3! 11 /
4 /! /3 2 3
! /! 3" / "
" /2 3- ! "
- /4 3/ ! "
3 /! /5 ! !
/ /! 3- 3 !
15 /4 /5 4 !
11 /2 3/ 3 !
12 /3 3- " 4
13 /" /5 " 3
14 /! 3/ " 2
1! /" 3- / 2
a) Tinggi ?elombang
b) Periode ?elombang
c) Pan%ang ?elombang
1.!" 6-.-7
2
@rekuensi ?elombang
4. Ke1eatan dan A'a$ S#s#' Pantai
a) Arah angin 2 1"5A dari arah utara
b) 8aktu 6 t 7 2 35.3- sekon
c) Suhu air laut 6T7 2 2/
o
)
d) Suhu udara 6T7 2 35
o
)
e) &elembaban udara 2 !3.3 +
5. Ang"#tan Sedimen Sean:ang Pantai
Ta&el 4.;
Data ang"#tan sedimen sean:ang antai
>
o. &ain m 6g7 &ain B sedimen 6g7 Sedimen 6g7
1 A 1."" 1.-1 5.5!
2 B 1.-- 1.-- 5
3 ) 2.14 2.1! 5.51
4 2.32 3.54 5.22
Ta&el 4.14
Hasil engamatan ada ang"#tan sedimen antai
Ai' ,a'na Ba# Bent#"
ang"#tan
Ban0a"n0a
ang"#tan
La#t P#ti$ "ea&#
5 a&#an
Tida" te'lal#
&a#
Pasi' >#"#
&an0a"
Sedimen yang ada di sepan%ang pantai sangat banyak. 1al ini ditandai dengan
warna air laut yang sangat $oklat 6 keruh 7 yang merupakan dampak dari sangat
luasnya aliran sungai lariang yang langsung bermuara di pantai.
6. Po#lasi, Kom#nitas, dan E"osistem
Ta&el 4.14
Ta&el &ioti" dan a&ioti"
No +enis Komonen ?lo'a
?a#na
1 B:CT:& Dumput Semut merah
2 Semut hitam
3 'alat
4 Belalang
No +enis "omonen Kete'angan
1 AB:CT:& Pasir
2 Batu
3 &ayu
4 ?elas aEua
&ertas
Tissue
aun kelapa kering
Danting pohon
Ta&le 1.1/
Hasil endataan sesies #nt#" lot ( * @ * ) mete'
N
o
Nama T#m&#$an +#mla$
1 Spesies satu
F " buah
2 Spesies dua
F 4 buah
3 Spesies tiga
A - buah
4 Spesies empat
A - buah
I"lim, Kelem&a&an, Ke1eatan dan A'a$ Mata Angin
<.1 Kelem&a&an Bda'a
Ta&el 4.11
Data "elem&a&an #da'a
No Ha'i % tanggal ,a"t# T"
(
o
)
T&
(
o
)
T" 5 T& Kelem&a&an
nis&i ( C )
1
Sabtu 15 ;ei 2514
/215 2/ 23 1 /2
2 /225 2/ 2- 2 3!
3 /235 2/ 23 1 /2
4 /245 2/ 2- 2 3!
! /2!5 2/ 2" 3 -3
" 15255 2/ 2- 2 3!
- 15215 2/ 23 1 /2
3 15225 2/ 23 1 /2
/ 15235 35 23 2 3!
15 15245 35 23 2 3!
11 152!5 2/ 23 1 /2
12 11255 2/ 23 1 /2
13 11215 2/ 23 1 /2
14 11225 2/ 23 1 /2
1! 11235 2/ 23 1 /2
1" 11245 2/ 23 1 /2
1- 112!5 2/ 23 1 /2
13 12255 2/ 23 1 /2
1/ 12215 2/ 23 1 /2
25 12225 2/ 23 1 /2
21 12235 2/ 23 1 /2
22 12245 2/ 23 1 /2
23 122!5 35 23 2 3!
24 13255 2/ 2/ 5 /"
2! 13215 23 23 5 /"
2" 13225 2/ 23 1 /2
2- 13235 2/ 23 1 /2
23 13245 2/ 23 1 /2
2/ 132!5 35 23 2 3!
35 14255 2/ 2- 2 3!
31 14215 2/ 23 1 /2
32 14225 2/ 23 1 /2
33 14235 2/ 23 1 /2
34 14245 2/ 23 1 /2
3! 142!5 2/ 23 1 /2
3" 1!255 2/ 23 1 /2
3- 1!215 2/ 23 1 /2
33 1!225 23 2- 1 /2
3/ 1!235 2/ 2- 2 3!
45 1!245 2/ 23 1 /2
41 1!2!5 23 23 5 /"
42 1"255 2/ 2/ 5 /"
43 1"215 2/ 2/ 5 /"
44 1"225 23 23 5 /"
4! 1"235 23 2- 1 /2
4" 1"245 23 23 5 /"
4- 1"2!5 23 23 5 /"
43 1-255 2- 2" 1 /2
4/ 1-215 2- 2- 5 /"
!5 1-225 2- 2- 5 /"
!1 1-235 2- 2" 1 /2
!2 1-245 2- 2" 1 /2
!3 1-2!5 2- 2" 1 /2
!4 13255 2- 2- 5 /"
!! 13215 23 23 5 /"
!" 13225 23 23 5 /"
!- 13235 23 2- 1 /2
!3 13245 2/ 23 1 /2
!/ 132!5 2/ 23 1 /2
"5 1/255 2/ 2/ 5 /"
"1 1/215 2/ 23 1 /2
"2 1/225 23 23 5 /"
"3 1/235 23 2- 1 /2
"4 1/245 23 23 5 /"
"! 1/2!5 23 23 5 /"
"" 25255 23 23 5 /"
"- 25215 2/ 23 1 /2
"3 25225 2/ 23 1 /2
"/ 25235 2/ 23 1 /2
-5 25245 2- 2- 5 /"
-1 252!5 23 2- 1 /2
-2 21255 23 2- 1 /2
-3 21215 23 2- 1 /2
-4 21225 23 23 5 /"
-! 21235 23 23 5 /"
-" 21245 23 2" 2 3!
-- 212!5 2" 2" 5 /"
-3 22255 2- 2- 5 /"
-/ 22215 2- 2- 5 /"
35 22225 2- 2- 5 /"
31 22235 2- 2- 5 /"
32 22245 23 23 5 /"
33 222!5 23 23 5 /"
34 23255 23 23 5 /"
3! 23215 23 2" 2 3!
3" 23225 2- 2- 5 /"
3- 23235 2" 2! 1 /2
33 23245 2" 2! 1 /2
3/ 232!5 2! 2! 5 /"
/5
;inggu 11 ;ei 2514
5255 2! 2! 5 /"
/1 5215 2! 2! 5 /"
/2 5225 2! 2! 5 /"
/3 5235 2! 2! 5 /"
/4 5245 2! 2! 5 /"
/! 52!5 2! 2! 5 /"
/" 1255 2! 2! 5 /"
/- 1215 2! 2! 5 /"
/3 1225 2" 2! 1 /2
// 1235 2" 2" 5 /"
155 1245 2" 2" 5 /"
151 12!5 2" 2" 5 /"
152 2255 2" 2" 5 /"
153 2215 2- 2- 5 /"
154 2225 2- 2- 5 /"
15! 2235 23 2- 1 /2
15" 2245 2" 2" 5 /"
15- 22!5 2" 2" 5 /"
153 3255 2" 2" 5 /"
15/ 3215 2" 2" 5 /"
115 3225 2" 2! 1 /2
111 3235 2" 2" 5 /"
112 3245 2" 2" 5 /"
113 32!5 2" 2" 5 /"
114 4255 2" 2! 1 /2
11! 4215 2" 2! 1 /2
11" 4225 2" 24 2 34
11- 4235 2" 24 2 34
113 4245 2" 2" 2 34
11/ 42!5 2" 24 2 34
125 !255 2" 2! 1 /2
121 !215 2" 24 2 34
122 !225 2! 24 1 /2
123 !235 2" 24 2 34
124 !245 2" 24 2 34
12! !2!5 2! 24 1 /2
12" "255 2! 24 1 /2
12- "215 2" 24 2 34
123 "225 2" 24 2 34
12/ "235 2" 24 2 34
135 "245 2" 24 2 34
131 "2!5 2" 24 2 34
132 -255 2- 24 3 --
133 -215 23 2" 2 3!
134 -225 2- 2- 5 /"
13! -235 23 2- 1 /2
13" -245 23 23 5 /"
13- -2!5 2/ 23 1 /2
133 3255 35 2/ 1 /2
13/ 3215 31 2/ 2 3"
145 3225 31 35 1 /3
141 3235 32 35 2 3"
142 3245 33 31 2 3"
143 32!5 33 31 2 3"
144 /255 33 32 1 /3
7. * Angin
Ta&el 4.1*
Data "e1eatan dan a'a$ mata angin
No Ha'i%tanggal
,a"t#
(s)
Ke1eatan
angin (m%s)
A'a$ mata
angin

1
Sabtu 15 ;ei
2514
/215 5,3 Tenggara 14!
2 /225 5,4 Tenggara 123
3 /235 1,4 Barat aya 255
4 /245 5,! Barat aya 25!
! /2!5 1,4 Barat aya 23!
" 15255 5," Barat aya 215
- 15215 1,- Barat aya 215
3 15225 1,3 Tenggara 1-5
/ 15235 1,/ Barat aya 1/5
15 15245 2,5 Tenggara 1-3
11 152!5 1,/ Barat aya 1/2
12 11255 5," Selatan 135
13 11215 1," Barat aya 1/1
14 11225 1,- Barat aya 1/1
1! 11235 5,3 Barat aya 223
1" 11245 5,3 Barat aya 21-
1- 112!5 5,4 Barat aya 221
13 12255 1,1 Barat aya 253
1/ 12215 5,3 Barat aya 1/1
25 12225 5,- Barat aya 223
21 12235 5,3 Barat aya 251
22 12245 5,/ Barat aya 212
23 122!5 5,3 Barat aya 214
24 13255 5,/ Barat aya 215
2! 13215 1,2 Barat aya 213
2" 13225 5,3 Barat aya 212
2- 13235 5,5 Barat aya 212
23 13245 5,/ Barat aya 215
2/ 132!5 5,- Barat aya 215
35 14255 1,2 Barat aya 1/!
31 14215 1,3 Barat aya 1/!
32 14225 1,2 Barat aya 245
33 14235 5,/ Barat aya 2!5
34 14245 5,3 Barat aya 2"5
3! 142!5 5,- Barat aya 2"5
3" 1!255 5,4 Barat aya 245
3- 1!215 5,- Barat aya 245
33 1!225 5,/ Timur 'aut 3-5
3/ 1!235 5,- Barat aya 245
45 1!245 1,/ Barat aya 245
41 1!2!5 1,2 Barat aya 242
42 1"255 1,- Barat aya 241
43 1"215 5,/ Barat aya 242
44 1"225 1," Barat aya 243
4! 1"235 5,3 Timur 'aut 2--
4" 1"245 1," Barat aya 242
4- 1"2!5 1,/ Barat aya 2"5
43 1-255 5,3 Barat aya 245
4/ 1-215 1,2 Barat aya 2!5
!5 1-225 5," Barat aya 2!5
!1 1-235 5,/ Barat aya 2!5
!2 1-245 5,- Barat aya 2"5
!3 1-2!5 5,5 Gtara 3"5
!4 13255 5,5 Gtara 3"5
!! 13215 5,5 Gtara 3"5
!" 13225 5,5 Gtara 3"5
!- 13235 5,5 Gtara 3"5
!3 13245 5,5 Gtara 3"5
!/ 132!5 5,5 Gtara 3"5
"5 1/255 5,5 Gtara 3"5
"1 1/215 5,5 Gtara 3"5
"2 1/225 5,5 Gtara 3"5
"3 1/235 5,5 Gtara 3"5
"4 1/245 5,5 Gtara 3"5
"! 1/2!5 5,5 Gtara 3"5
"" 25255 5,3 Tenggara 125
"- 25215 5,5 Gtara 3"5
"3 25225 5,5 Gtara 3"5
"/ 25235 5,1 Tenggara 125
-5 25245 5,3 Tenggara 11"
-1 252!5 5," Tenggara 112
-2 21255 5,5 Gtara 3"5
-3 21215 5,4 Tenggara 125
-4 21225 5,3 Tenggara 11!
-! 21235 5,1 Tenggara 125
-" 21245 5," Tenggara 155
-- 212!5 5,4 Tenggara 125
-3 22255 5,4 Tenggara 125
-/ 22215 5," Tenggara 11!
35 22225 5,4 Tenggara 11!
31 22235 5,! Tenggara 114
32 22245 5,5 Gtara 3"5
33 222!5 5,5 Gtara 3"5
34 23255 5,5 Gtara 3"5
3! 23215 5,5 Gtara 3"5
3" 23225 5,5 Gtara 3"5
3- 23235 5,4 Tenggara 125
33 23245 5,5 Gtara 3"5
3/ 232!5 5,5 Gtara 3"5
/5
;inggu 11
;ei 2514
5255 5,5 Gtara 3"5
/1 5215 5,! Tenggara 125
/2 5225 5,5 Gtara 3"5
/3 5235 5," Tenggara 125
/4 5245 5,/ Tenggara 125
/! 52!5 5," Tenggara 125
/" 1255 5,5 Gtara 3"5
/- 1215 5,3 Tenggara 145
/3 1225 5,5 Gtara 3"5
// 1235 5,5 Gtara 3"5
15
5 1245 5,5 Tenggara 125
15
1 12!5 5," Gtara 3"5
15
2 2255 5,5 Tenggara 125
15
3 2215 5,4 Tenggara /4
15
4 2225 5,5 Gtara 3"5
15
! 2235 5,! Tenggara 152
15
" 2245 5,! Tenggara /!
15
- 22!5 5,2 Tenggara /3
15
3 3255 5,2 Tenggara 152
15
/ 3215 5,2 Tenggara 152
115 3225 5,3 Tenggara 152
111 3235 5,3 Tenggara /3
112 3245 5,5 Tenggara 151
113 32!5 5,4 Tenggara //
114 4255 5,2 Tenggara 15!
11! 4215 5,5 Tenggara 151
11" 4225 5,5 Tenggara //
11- 4235 5,! Tenggara 151
113 4245 5,- Tenggara 153
11/ 42!5 5,3 Tenggara 15"
12
5 !255 5,! Tenggara 115
12
1 !215 5,/ Tenggara 115
12
2 !225 5," Tenggara 112
12
3 !235 5,/ Tenggara 113
12
4 !245 5," Tenggara 113
12
! !2!5 5,5 Gtara 3"5
12
" "255 5,4 Tenggara 113
12
- "215 5,5 Tenggara 111
12
3 "225 5,4 Tenggara 15!
12
/ "235 5,3 Tenggara 153
13
5 "245 5,5 Tenggara 15!
13
1 "2!5 5," Tenggara /4
13
2 -255 5,5 Gtara 3"5
13
3 -215 5," Tenggara 125
13
4 -225 1," Tenggara 125
13
! -235 3,3 Tenggara 155
13
" -245 2,5 Timur 'aut 35
13
- -2!5 2,3 Tenggara 115
13
3 3255 3,/ Timur /5
13
/ 3215 3," Tenggara 125
14
5 3225 1,- Tenggara 125
14
1 3235 1," Barat aya 215
14
2 3245 3,3 Timur /5
14 32!5 5,5 Gtara 3"5
3
14
4 /255 3,1 Tenggara 115
8. Si.at Kimia, ?isi"a, dan Biologi Ai'
Ta&el 4.1/
Data .isi" ai'
N
o.
Ai' S#$# (
o
)
H
Si.at ai'
Se&el#m
dienda"an
Setela$
dienda"an
1 Air konsumsi 2/ 3,2 , Basa
2 Air ;)& 2/ !,3 , Asam
3
Air &onsumsi
!5m'B Air ;urni
!5m'
Perbandingan 121
2/ -,- 3,1 Basa
4
Air &onsumsi !5m'
B Air ;urni 155m'
Perbandingan 122
35 -," 3,2 Basa
Ta&el 4.14
Data "imia ai'
No
.
Ai' S#$# H Si.at ai'
Se&el#m
dienda"an
Setela$
dienda"an
1 Air Teh ",! 5 Asam
1 Air ;urni !5m' B
Teh 6air teh7
35A) ",! , Asam
2 Air konsumsi !5m'
B air teh
35A) ",3 , Asam
4.* Pem&a$asan
4.*.1 ,aDasan Ling"#ngan Hid#
;asalah lingkungan hidup ini merupakan masalah yang kompleks. Salah
satu indikator yang dapat dilihat dari permasalahan lingkungan adalah bersih
tidaknya lingkungan tersebut. Sebab kesadaran lingkungan masyarakat akan
terwu%ud pada bersihnya keadaan lingkungan pada pemukiman penduduk.
&esadaran lingkungan akan membuat warga akan memperhatikan kondisi
lingkungan sekitar pemukiman mereka. Gntuk itu perlu dilakuakannya
pengelolaan lingkungan se$ara insenti0. Pengelolaan lingkungan dapatlah kita
artikan sebagai usaha se$ara sadar untuk memelihara atau dan memperbaiki mutu
lingkungan agar kebutuhan dasar kita terpenuhi dengan sebaik,baiknya. Gntuk
mendapatkan mutu lingkungan yang baik, usaha kita ialah memperbesar man0aat
lingkungan atau dan memperke$il resiko lingkungan.
alam upaya untuk men$egah, meminimalkan dan atau menangani
dampak negati0 penurunan kwalitas lingkungan hidup dapat ditangani dengan
pengendalian dan pengelolahan lingkungan. 1al ini dapat terwu%ud %ika semua
pihak dapat berpartisipasi se$ara akti0 dari tingkatan pemerintah hingga kalangan
elemen masyarakat tang terbawah. asa karya pengelolahan lingkungan pada
hakekatnya bertu%uan untuk melestarikan tatanan lingkungan, indahkan daya
dukung lingkungan, kemudian menaikkan mutu lingkungan dan sebagainya.
Pen$apaian dasa karya tersebut alat atau instrument yang digunakan ialah dengan
melakukan pemantauan pendahuluan, menyusun dokumen analisis mengenai
dampak lingkungan atau dilakukannya berbagai upaya pengelolahan lingkungan
lainnya. Pen$egahan pen$emaran dan perusakan lingkungan hidup %uga dapat
dilakukan dengan tekanan masyarakat dan konsumen atau pendekatan sosial
ekonomi. Tekanan masyarakat dapat melalui indi#idu, tokoh masyarakat dan
konsumen, Tekanan kepada masyarakat dapat melalui indi#idu, tokoh masyarakat,
tokoh agama, dan atau lembaga swadaya masyarakat 6'S;7. alam hal ini,
masyarakat dapat melakukan protes atau menuntut suatu kegiatan atau usaha, %ika
kegiatan itu men$emari lingkungan. Selain dengan $ara tekanan masyarakat,
tekanan masyarakat dapat dilakukan dengan tidak membuktikan suatu produk
yang dalam proses produksinya merusak dan men$emari lingkungan hidup.
Pendekatan so$ial ekonomi dan kesehatan masyarakat dalam menanggulangi
permasalahan lingkungan dapat dilakukan dengan $ara men%alin ker%asama
dengan instansi yang terkait untuk melakukan penyuluhan terhadap masyarakat,
melakukan musyawarah mu0akat, dan sebagainya. Selain itu %uga perlu
dilakukannya pendekatan lainnya seperti, pendekatan kelembagaan 6institusi7, dan
pendekatan teknologi.
Segala wa$ana dan pemaparan mengenai lingkungan hidup ini men%adi
gaya dorong untuk melan%utkan studi kasus permasalahan lingkungan hidup.
;omentum ini di man0aatkan oleh tim praktikan guna mempela%ari dan mengka%i
lebih spesi0ik mengenai masalah ruang tiga dimensi ini, yang diaplikasikan di
desa Bambakoro.
Pada kegiatan ini dilakukan terlebih dahulu peren$anaan yang matang
khususnya persiapan tim praktikan. Persiapan ini meliputi tentang penyediaan alat
dan bahan yang digunakan serta teknis pengukuran dan pengumpulan data. Tu%uan
yang ingin di$apai ialah untuk mendapatkan atau memperoleh gambaran umum
mengenai in0ormasi lingkungan dari aspek alam 6s$ien$e en#irontment7 dan so$ial
masyarakat 6bioso$iety en#irontment7 di desa Bambakoro, guna memberikan dan
menyediakan data yang dapat digunakan sebagai a$uan atau in0ormasi dalam
pembangunan ke depannya. Berdasarkan tu%uan tersebut, maka di dalam
penyusunan langkah strategis memperoleh data dan in0ormasi yang akurat, maka
digunakan beberapa metode pengukuran atau pengumpulan data yang berbeda.
Sesuai dengan sampel yang diinginkan. iantaranya tahap pertama yang
dilakukan di lapangan ialah melakukan sur#ey pendahuluan guna mengamati dan
memperoleh kondisi umum mengenai sasaran studi. Syarat tempat pengka%ian
lingkungan ini diantaranya ialah harus memiliki sungai, pantai, pemukiman, serta
komponen,komponen bioti$ ataupun abiotik lainnya, dsbg.
;elihat pro0il desa Bambakoro yang $ukup memenuhi kriteria studi dan
didukung oleh hasil pengamatan pendahuluan, dimana kawasan tersebut terbilang
memiliki 0asilitas lingkungan hidup yang $ukup kompleks dan letak geogra0is
yang strategis, sehingga memungkinkan desa ini men%adi sasaran pelaksanaan
kegiatan ini. &arena keistimewaan yang dimiliki desa ini, maka kegiatan studi
lapang ini dilakukan pada daerah ini, khusunya daerah sungai dan pantai di daerha
bambakoro hingga kawasan pemukiman
;etode yang digunakan dalam memperoleh in0ormasi mengenai kondisi
lingkungan setempat ialah teknis pengukuran dan pengumpulan data. ;engenai
kondisi alam digunakan beberapa alat untuk mengukur besaran 0isis yang terkait,
atau kondisi kimia dan bioteknologi serta men$ari in0ormasi tentang kondisi sosial
masyarakat dengan wawan$ara. 1asil dari perolehan data tersebut kemudian
dituang ke dalam 0ormula matematis, untuk mendapatkan arti atau makna dari
setiap kasus. Seperti kondisi sosial dan ge%ala alam yang meliputi, se%arah,
demogra0i, geogra0i, budaya serta suhu, iklim, ke$epatan angin, hanyutan
sedimen, dan lainnya. Hang kemudian data tersebut dapat diinterpretasikan dan
diperoleh hasil mengenai gambaran atau kondisi lingkungan hidup setempat.
&egiatan ka%ian lingkungan hidup ini diharapkan dapat memperoleh data
dan in0ormasi mengenai kondisi demogra0i dan sosial desa bambakoro, serta
mandapatkan kondisi lingkungan seperti besaran bio0isik,kima yang terukur pada
kasus geohidrologi dan klimatologi. iantaranya ialah2
a. komponen ( komponen lingkungan,
b. hidrogeologi sungai,
c. tinggi, pan%ang, periode dan arah datang gelombang,
d. ke$epatan dan arh arus susur pantai,
e. angkutan sedimen sepan%ang pantai,
f. populasi serta komunitas ekosistem,
g. iklim, kelmbaban dan ke$epatan angin, serta
h. kualitas 0isik,kimia,biologi air.
4.*.* Komonen ! Komonen ling"#ngan
Pembahasan ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan
berbagai komponen penyusunnya, yaitu 0aktor abiotik dan biotik. @aktor Abiotik
antara lain suhu, air, kelembapan, $ahaya, dan topogra0i, sedangkan 0aktor biotik
adalah makhluk hidup yang terdiri dari manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroba.
Ikologi %uga berhubungan erat dengan tingkatan,tingkatan organisasi makhluk
hidup, yaitu populasi, komunitas, dan ekosistem yang saling mempengaruhi dan
merupakan suatu sistem yang menun%ukkan kesatuan.
@aktor biotik adalah 0aktor hidup yang meliputi semua makhluk hidup di
bumi, baik tumbuhan maupun hewan. alam ekosistem, tumbuhan berperan
sebagai produsen, hewan berperan sebagai konsumen, dan mikro organisme
berperan sebagai dekomposer. @aktor biotik %uga meliputi tingkatan,tingkatan
organisme yang meliputi indi#idu, populasi, komunitas, ekosistem, dan bios0er.
Tingkatan,tingkatan organisme makhluk hidup tersebut dalam ekosistem akan
saling berinteraksi, saling mempengaruhi membentuk suatu sistem yang
menun%ukkan kesatuan. Sedangkan @aktor abiotik adalah 0aktor tak hidup yang
meliputi 0aktor 0isik dan kimia.
Pada daerah desa Bambakoro, penyusun ekosistem kawasan tersebut dari
hasil pengamatan tersusun atas komponen biotik dan abiotik. &omponen biotik di
desa Bambakoro antara lain Pohon sagu 6 Metroxylon Sago Rottboe 7, pohon
pisang 6 Musa Acuminata 7, pohon kelapa 6 Cocus Nucifera 7, rumput teki 6
Cyperus Rotundus 7, an%ing 6Canis familiaris 7, burung 6 Aves 7 , sapi 6Bos
Taurus7, kupu ( kupu 6Danaus plexippus 7, dan serangga 6 Insecta 7. Sedangkan
komponen abiotik meliputi air, tanah, batu, pasir, kerikil, $ahaya, suhu, serta
kelembaban dan angin.
'ingkungan hidup memiliki artian yang amat luas, menyangkut dari
semua bidang atau aspek kehidupan. &omponen,komponen penyusunnya semua
yang termasuk dalam ruang lingkungan itu, diantaranya dari segi kondisi alam
6environtment science 0isik,kima, bioekologi, geohidrologi dan klimatologi.
1ingga unsur sosial, ekonomi, budaya serta komponen kesehatan masyarakat
yang di dalamnya 6environment biosociety7.
'ingkungan akan memiliki keseimbangan ekosistem yang mantap apabila
kegiatan manusia dibarengi dengan pengelolaan lingkungan hidup yang intensi0.
Akan tetapi pada konsepnya segala gerakan akan menimbulkan e0ek atau ge%ala
lainnya, &asus ini terlihat pada kawasan hilir sungai desa Bambakoro sampai pada
tepi pantai. Hang mana terlihat adanya perubahan lahan yang sedang, mungkin
disebabkan karena pengikisan air sungai pada musim penghu%an dan pe$ahnya
ombak pada tepi pantai yang dapat menyebabkan abrasi 6erosi pantai7. 1al ini di
dukung oleh terlihat pula kegiatan eksploitasi penambangan pasir batu 6sirtu7
yang $ukup besar dan sudah tampak perubahan kondisi geo0isik,kimia
lingkungan.
ari tin%auan disepan%ang sungai hingga tepi pantai, warna air yang
mengalir terlihatkeruh dan berwarna ke$oklat,$oklatan. Perubahan warna ini
mungkin disebabkan oleh akti#itas manusia seperti mandi, men$u$i, kegiatan
penambangan yang dapat men$emari air sungai.
Pada kawasan pengamatan, lingkungan setempat memiliki
keanekaragaman hayati yang $ukup beragam, diantaranya terdapat %enis hewan
dan tumbuhan dengan spesies yang berbeda. &eanekaragaman 0lora dan 0auna ini
memiliki nilai yang ekonomis, dan berpotensi besar untuk dapat di%adikan usaha
ternak dan pertanian, bahkan %ika dikelolah dengan tepat kawasan pantai esa
Bambakoro bisa men%adi daerah pariwisata.
&ondisi sosial budaya setempat terlihat relati0 ter%aga. ;asyarakat esa
Bambakoro adalah masyarakat yang ma%emuk yang terdiri dari suku,suku yang
berbeda, antara lain suku ;andar, Bugis, *awa, dan &aili. ;ayoritas penduduk
desa Bambakoro bersuku ;andar dan Bugis.
Pada umumnya penduduk desa Bambakoro bermata pen$aharian
sebagai nelayan namun, ada %uga yang memiliki mata pen$aharian lain. Sekitar 3!
+ penduduk bermata pen$aharian sebagai nelayan, / + berwirausaha men%ual
bahan, bahan kebutuhan pokok. an sekitar " + penduduk bermata pen$aharian
sebagai pengepul ikan dari para nelayan.
>amun di samping itu ada %uga masyarakat yang bermata pen$aharian
ganda. Sekitar !5 + dari penduduk yang bermata pen$aharian sebagai nelayan
%uga bermata pen$aharian sebagai petani kelapa untuk mengahsilkan kopra dan
petani kelapa sawit.
Penduduk desa Bambakoro adalah masyarakat yang berekonomi
menengah ke bawah. Pendapatan rata, rata perorang sekitar Dp. 2!5.555,55 ( Dp.
!55.555,55 9 bulan. Sebagai nelayan, pendapatan mereka sangat dipengaruhi oleh
hasil tangkapan ikan mereka. Semakin banyak tangkapan ikan yeng mereka dapat
maka akan menun%ang kenaikan pendapatan mereka.
Pada umumnya rumah penduduk desa Bamabakoro merupakan rumah
panggung dan non! permanent. Pilihan model rumah panggung ini dikarenakan
letak desa Bambakoro yang berada di pesisir pantai selat ;akassar yang sewaktu,
waktu bisa ter%adi kenaikan air laut. Sekitar // + rumah penduduk terbuat dari
papan, baik dinding, lantai dan kerangka atap rumah yang beratapkan seng dan
rumbiah 6 atap tradisional yang terbuat dari daun sagu yang disusuh sedemikian
rupa kemudian dikeringkan 7.
Sekitar -5 + rumah warga telah memiliki 8) dan kamar mandi di rumah
mereka, dan sisanya membangun pembuangan di pinggiran sungai dekat
pemukiman. >amun sangat disayangkan sebagian warga tidak menggunakan 8)
sesuai dengan kegunaannya, tetapi dialihkan 0ungsinya sebagai gudang tempat
menyimpan barang,barang bekas bahkan peralatan pertanian penduduk.
ari hasil pengamatan langsung yang dilakukan di desa Bambakoro,
lingkungan desa ini masih sangat %auh dari kategori lingkungan sehat. 1al ini %elas
terlihat sampah berserakan di mana,mana. ;asyarakat membuang sampah di
sembarang tempat. Bahkan banyak sampah berserakan di sepan%ang pesisir pantai
yang berdekatan dengan pemukiman warga dan lebih memprihatinkan lagi
sebagian besar pembuangan akhir 8) disalurkan langsung ke sungai ke$il yang
berada sangat dekat dengan pemukiman panduduk.
esa Bambakoro termasuk desa yang minim sarana prasarana. 1al ini
dapat terlihat dari belum adanya layanan listrik yang masuk di daerah ini.
Sebagian masyarakat menggunakan generator untuk menghasilkan listrik dan
itupun hanya dinyalakan pada malam hari dan sisanya menggunakan lampu
dinding pada malam hari. Tidak hanya masalah listrik, layanan air besih masih
sangat minim di desa Bambakoro, terutama air untuk konsumsi.
Sarana pendidikan di dessa Bambakoro %uga masih sangat minim. i desa
tersebut hanya terdapat sekolah Pendidikan Anak Gsia ini 6PAG7 yaitu ;a%elis
Pendidikan Al,&hairat Bambakoro yang dibangun dari papan. Gntuk anak, anak
penduduk yang menempuh pendidikan di Sekolah asar, mereka menempuh
per%alanan yang $ukup %auh dari desa mereka untuk ke sekolah tersebut.
4.*./ Hid'ogeologi s#ngai
Sungai 'ariang merupakan salah satu sungai terpan%ang di pulau
Sulawesi. Sungai ini men%adi batas antara Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan
dan Sulawesi Barat. Sungai ini bermuara di perairan Selat ;akassar tepatnya di
wilayah &abupaten ;amu%u Gtara.
'intasan sungai 'ariang yang sangat %auh dan melewati banyak wilayah
dan derah pemukiman penduduk, mengakibatkan sungai ini sudah mulai ter$emar
karena akibat banyaknya akti#itas manusia yang sangat merugikan seperti
membuang sampah dan limbah,limbah rumah tangga ke daerah aliran sungai. i
sepan%ang pinggiran sungai 'ariang yang mendekati daerah muaranya banyak
ditumbuhi pohon sagu 6Metroxylon Sago Rottboe 7.
4.*.4 Tinggi, an:ang, e'iode dan a'a$ datang gelom&ang
?elombang di laut dibedakan berdasarkan gaya pembangkitnya.
?elombang angin adalah gelombang yang dibangkitkan oleh tiupan angin di
permukaan laut, gelombang pasang surut adalah gelombang yang dibangkitkan
oleh adanya gaya interaksi antara matahari dan bulan terhadap bumi, gelombang
tsunami ter%adi akibat ge%ala tektonik maupun #ulkanologi di bawah laut, dan %enis
gelombang laut lainnya
?elombang yang ter%adi pada permukaan air diakibatkan oleh perpindahan
energi dari udara ke partikel 6air7 yang dipengaruhi oleh gaya gesekan. @enomena
alam ini men%adi bahan pengamatan pada praktikum kali ini.
Pada pengukuran tinggi, pan%ang, dan periode gelombang kali ini,
pengamatan sepenuhnya ter0okus pada pun$ak dan lembah gelombang pada air
laut dan tidak mendetail untuk 0okus men$ari permasalahan mengenai timbulnya
gelombang dan 0aktor,0aktor lainnya yang mempengaruhi. Berdasarkan prosedur,
pengukuran dilakukan pada 3 titik yang berbeda dengan mengunakan alat yang
sangat sederhana yaitu mistar balok , stopwat$h, dan alat tulis menulis. Se$ara
keseluruhan pengambilan data untuk setiap titik dilakukan sebanyak 1! kali
dengan waktu yang sangat singkat singkat pada saat gelombang menghampiri dari
yang berombak ke$il hingga terbesar. ari perbedaan pemba$aan pun$ak dan
lembah ombak yang terukur maka serangkaian tinggi ombak dapat di hitung.
Pengukuran perioda ombak di lakukan dengan menggunakan stopwat$h dengan
$ara menghitung banyaknya waktu yang diperlukan pada pengukuran posisi
pun$ak dan lembah ombak bagi se%umlah ombak datang. ari hasil pengukuran
tersebut, maka perioda signi0ikan dapat di hitung.
Alat dan bahan yang sederhana dilengkapi ketelitian yang rendah serta
pengamatan yang sulit dilakukan karena kondisi lapangan dan semua 0aktor
lainnya menimbulkan Perkiraan pengukuran sehingga diperoleh ketidakakuratnya
data.
Terungkapnya nilai besaran,besaran yang terkait seperti periode
gelombang, pan%ang gelombang, ke$epatan, per$epatan 6partikel Jat $air7, tinggi
gelombang serta 0ungsi gelombang itu sendiri tidak dapat memberikan pen%elasan
berapa besar persentase ketelitian untuk pengukuran ini. Akan tetapi dari titik
awal pengukuran bisa dipastikan bahwa banyak terdapat kesalahan dan ketelitian
yang rendah disebabkan semua 0aktor tadi.
Se$ara absolut pengukuran gelombang laut yang dilakukan masih
dispesi0ikkan terhadap bagaimana keterkaiatan pengaruh angin sebagai parameter
tolak ukur atau 0aktor utama pembentuk gelombang di laut dibandingkan 0aktor
lainnya sebegaimana yang diungkapakan di awal pembahasan ini. &arena si0at,
si0at gelombang laut paling tidak dipengaruhi oleh tiga bentuk angin .
1. &e$epatan angin. Gmumnya makin ken$ang angin yang bertiup makin besar
gelombang yang terbentuk dan gelombang ini mempunyai ke$epatan yang
tinggi dan pan%ang gelombang yang besar.
2. 8aktu di mana angin sedang bertiup. Tinggi, ke$epatan dan pan%ang
gelombang seluruhnya $enderung untuk meningkat sesuai dengan
meningkatnya waktu pada saat angin pembangkit gelombang mulai bertiup.
3. *arak tanpa rintangan di mana angin sedang bertiup. i kenal dengan istilah
0et$h.
4.*.3 Ke1eatan dan A'a$ A'#s S#s#' Pantai
Arus susur pantai adalah arus yang se%a%ar dengan garis pantai, yang
terbangkit pada saat ter%adinya perusakan ombak dan arah datangnya membentuk
sudut terhadap garis pantai. Arus ini sebagian besar terkurung dalam mintakat
hempasan dan mengangkut sedimen sepan%ang pantai, sehingga menyebabkan
ter%adi perubahan garis pantai.
Pengukuran besar arus susur pantai dilakukan pada lokasi pengamatan,
tepatnya pantai desa Bambakoro. Pengamatan ini ter0okus pada nilai arah arus dan
waktu yang diperlukan untuk menempuh suatu %arak yang ditentukan. Pengamatan
ini dilakukan dengan melepas pelampung kemudian di amati dan dilakukan pada
tempat yang berbeda dangaan %arak yang telah di tentukkan sebelumnya.
Pengukuran dilakukan dengan mengukur posisi pergerakan pelampung dalam
selang waktu tertentu. Pengukuran pergerakan arah arus dilakukan dengan
menggunakan kompas, yakni dengan menentukkan posisi titik awal pelampung
ketika di lepas sampai %arak terakhirnya.
Berdasarkan prosedur, alat dan bahan yang digunakan yaitu tali, bola
6pelampung7, seng, stopwat$h, dan alat tulis menulis. Pertama,tama bola yang
diikat pada seng dengan tali dilepas, kemudian tunggu hinggal tali yang berukuran
15 meter merenggang atau ketat, dan $atat lama waktu tempuhnya agar tali ketat,
serta tak lupa menentukan arah arus dengan membidik bola.
ata yang diperoleh bahwa nilai arah arus selalu berkisar 1"5A dari arah
utara, yang menun%ukan bahwa arah arus bergerak antara selang koordinat
tenggara hingga barat daya.
ata ini dapat di%adikan a$uan atau sumber in0ormasi untuk mengetahui
nilai ke$epatan dan arah arus pantai, serta peman0aatan lainnya, seperti untuk
mengetahui nilai pengikisan atau erosi pantai, dengan mengalikan debit arus dan
massa %enis sedimen yang hanyut. 1asil ini dapat pula dikembanggunakan untuk
bahan mitigasi ben$ana alam 6tsunami, pasang surut, dll7, mitigasi degredasi
lingkungan dan sebagainya, dalam upaya pembangunan berkelan%utan
berwawasan lingkungan.
4.*.9 Ang"#tan Sedimen Sean:ang Pantai
Perpindahan atau trans0or sedimen sepan%ang pantai merupakan gerakan
sedimen di daerah pantai yang disebabkan oleh gelombang dan arus yang
dibangkitkannya. Trans0or sedimen ini ter%adi di daerah antara gelombang pe$ah
dan garis pantai akibat sedimen yang dibawanya. Trans0or sedimen pantai banyak
menimbulkan 0enomena perubahan dasar perairan seperti pendangkalan muara
sungai erosi pantai perubahan garis pantai dan sebagainya
;ekanisme angkutan sedimen di bagi atas dua %enis yaitu 2
Beban alas 6bed load transport 7 adalah gerakan material sedimen pada dasar
perairan yang terseret oleh arus se$ara menggelinding, bergeser dan saltasi.
Beban laying 6suspended load transport 7 adalah gerak material sedimen
melayang sebagai beban air yang terhanyut oleh aliran.
Arah angkutan sedimen disepan%ang pantai dapat berupa angkutan
sedimen dari pantai ke laut atau dari laut ke pantai yang dapat ter%adi oleh gerakan
ombak dan arus balik dasar serta arus tolak pantai. 'ong shore transport yaitu
angkutan sedimen sepan%ang pantai atau biasa di sebut angkutan susur pantai
yang berkaitan erat dengan arus susur pantai.
Angkutan sedimen yang diukur adalah angkutan sedimen tersuspensi
6 suspended load transport type 7 dan angkutan yang terseret di atas alas pantai
6 bed load transport type 7. Pengukuran angkutan sedimen yang terseret di atas
alas pantai dilakukan dengan memasang alat perangkap sedimen pada beberpa
tampat sepan%ang pesisir pantai. Pengukuran angkutan sedimen tersuspensi
dilakukan dengan $ara mengambil sampel air pada beberpa tempat sepan%ang
pantai. Sampel air yang di peroleh kemudian dianalisis untuk memperoleh
kuantisasi dalam setiap liter sampel air.
&eberadaan sedimen di lahan pantai desa Bambakoro se$ara alami
berasal dari daratan, lautan, dan pantai itu sendiri. Pendistribusian dan
pemindahan sedimen di lahan pantai desa Bambakoro dapat diperani oleh 0aktor,
0aktor hidro, oseanogra0i seperti pasang surut dan gelombang se$ara aktual.
ata mengenai angkutan sedimen sepan%ang pantai tidak diperoleh
dengan akurat hal ini dikarenakan 0asilitas atau kualitas alat dan bahan yang
digunakan sangat sederhana untuk dapat beradaptasi dengan 0aktor alam, seperti
kuatnya arus pantai yang di sebabkan oleh pertemuan arus sungai dan arus pantai
pada muara, yang mana patok perangkap sedimen berada disekitaran tersebut.
&arena alasan itulah patok kemudian terdampar di tepi pantai, dan tidak diketahui
lagi apakah sedimen yang terperangkap itu berasal dari se%umlah sedimen yang
didasar laut, atau sedimen yang terbawa oleh angin dan air sungai disekirannya
masuk ke dalam perangkap.
4.*.< Po#lasi Se'ta Kom#nitas Dan E"osistem
Penilitian tentang populasi telah banyak di lakukan bangsa romawi
dengan mengadakan $a$ah %iwa 6 seperti sensus penduduk 7. Penelitian yang
paling mutakhir di lakukan oleh Thoms Dhobert ;altus 6 1/-3 7 yang sekaligus
menerbitkan bukunya yang ber%udul K An Issai on the prin$iple o0 population As
:t A00e$t the Puture :mpro#ent o0 ;ankind K pada dasarnya ;altus memberikan
keterangan bahwa semua %enis organisme termasuk manusia memiliki
ke$enderungan untuk terus berkembang mengikuti deret ukur pada batas makanan
yang mungkin tersedia.
inamika populasi suatu kelompok mahluk hidup selalu mengalami
perubahan, hal ini dapat ter%adi karena beberapa 0aktor antara lain 2 natalitas
6 kelahiran 7, mortalitas 6 kematian 7,imigrasi 6masuk 7,emigrasi 6 keluar 7selain itu
%uga biasa dipengaruhi oleh agihan umur, komposisi genetik serta pola again.
Pada per$obaan ini, dilakukan plot area dari luas 2 L 2 m untuk men$ari
%enis rumput, ! L ! m untuk men$ari %enis semak, dan 15 L 15 m untuk men$ari
%enis pohon. Gmumnya perlakuan plot ini dilakukan untuk mengetahui spesies
tumbuhan dari rumput, semak, dan pohon. >ilai yang di$ari adalah %umlah spesies
dalam plot serta nama tumbuhan tersebut. ari hasil ini dapat diketahui nilai
kerapatan suatu %enis, 0rekuensi, spesies yang mendominasi pada wilayah tersebut.
Sehingga diperoleh se%umlah biota yang hidup dan berkembang biak atau tumbuh
dalam suatu area tertentu.
Pada hasil pengamatan diperoleh berbagai %enis spesies baik itu
tergolong rumput, semak, ataupun pohon. iperoleh bahwa pada perlakuan plot,
yang banyak ditemui ialah %enis rumput, kemudian semak, dan yang nilainya
sedikit ialah pohon. Adapun beberapa spesies yang ditemui kurang diketahui
in0ormasi mengenai penamaan latin spesies tersebut.
Pada analisis yang dilakukan untuk men$ari kerapatan suatu %enis, maka
%umlah spesies yang terdapat pada area plot tersebut dibagi dengan %umlah luas
area plot tersebut. itemui pada %enis semak Spesies ) 6Tabarnae Montana"S#7
memiliki nilai kerapatan yang besar dan yang terendah ialah Spesies 1
6$rigeron"S#7 yang tergolong %enis rumput. 1al ini menggambarkan bahwa semak
dan rumput mendominasi wilayah plot tersebut, sedangkan %enis pohon kurang
ditemui adanya pada pengamatan yang dilakukan.
4.*.= I"lim, Kelem&aan, dan Ke1eatan Angin
:klim merupakan rata,rata keadaan $ua$a untuk %angka waktu yang lama.
:klim merupakan kebiasaan alam yang digerakkan oleh gabungan beberapa unsur.
Pada subbab ini disa%ikan unsur iklim utama yang diukur, seperti suhu udara,
kelembapan udara, dan ke$epatan angin. ;erupakan se%umlah 0aktor yang
mempengaruhi unsur iklim sehingga dapat membedakan iklim disuatu tempat
dengan iklim di tempat lain. ;atahari adalah kendali iklim yang sangat penting
dan sumber energi di bumi yang menimbulkan gerak udara dan arus laut. &endali
iklim yang lain, misalnya distribusi darat dan air, sel semi permanen tekanan
tinggi dan rendah, massa udara, pegunungan, arus laut, dan badai.
Suhu udara yang diukur dengan thermometer merupakan unsur $ua$a
dan iklim yang sulit dide0inisikan. &arena unsur $ua$a ini berubah dengan tempat.
Pengukuran suhu udara hanya memperopleh satu nilai rata,rata atmos0er. Se$ara
0isis suhu dapat dide0inisikan sebagai tingkat gerakan molekul benda, makin $epat
gerakan molekul, semakin tinggi suhunya, sehingga dapat menyebabkan panas
dinginnya suatu benda. imana si0at suhu selalu berpindah dari suhu yang tinggi
ke suhu yang rendah.
Pada pengukuran kali ini untuk mengukur suhu digunakan skala 6
o
)7,
dan diperoleh rata,rata suhu kering dan suhu basah berkisar antara 62" ( 237
o
).
>ilai ini menun%ukkan nilai normal 6suhu kamar7. >ilai yang digunakan untuk
kehidupan para biota di bumi. Setelah mengumpulkan data suhu tersebut selama
24 %am, data tersebut di olah untuk men$ari nilai koe0isien tekanan uap 6e7 dan
tekanan uap %enuh 6e
s
7, untuk mendapatkan nilai kelembapan nisbi 6D1 +7.
&elembapan nisbi D1 yaitu perbandingan antara nisbah pen$ampuran 6e7 dengan
nilai %enuhnya 6e
s
7 yang dinyatakan dalam persen, untuk menentukan banyaknya
kadar uap air di udara. 1asil pengamatan dan dari analisis data, diperoleh
gambaran bahwa nilai kelembapan nisbi 6D1 +7 kawasan tersebut bersi0at
dinamis, artinya berubah sesuai dengan tempat dan waktu. &etika men%elang
tengah hari kelembapan nisbinya 6D1 +7 berangsur,angsur turun dan kemudian
pada sore hari sampai men%elang pagi bertambah besar.
ata menun%ukkan bahwa suhu pada siang hari relati0 lebih besar dengan
rata,rata 33
o
) sedangkan pada malam hari dengan rata,rata 2!
o
). 1al ini mungkin
disebabkan oleh pengaruh matahari yang selalu memberikan atau menghantarkan
energi panas pada siang hari, %ika $ua$a baik atau tidak mendung 6terdapat
gumpalan awan hitam yang menutupi pan$aran sinar matahari7, sehingga suhu
pada siang hari lebih besar 6panas7 yang mengakibatkan partikel pada atmos0er
semakin $epat menumbuk satu dengan lainnya dan menimbulkan panas. *adi
semakin $epat partikel bergerak dan saling menumbuk semakin $epat pula panas.
1al ini tidak berlaku pada malam hari. Sisa panas yang terserap di permukaan
bumi, semakin lama akan semakin terurai. :ni disebabkan oleh pada malam hari
tidak ada sumber panas yang memi$u untuk menambah nilai panas tersebut seperti
matahari, sehingga partikel yang tadinya pada siang hari bergerak dengan
$epatnya, pada malam hari mulai melamban, dan memberi ruang di antaranya,
sehingga 0aktor,0aktor yang mempengaruhi suhu seperti angin dingin, pengeluaran
uap air pada tumbuhan, dan sebagainya dapat mengisi ruang kosong tersebut, dan
didapatlah bahwa suhu pada malam hari lebih rendah daripada siang hari.
Angin adalah udara yang bergerak yang diakibatkan oleh rotasi bumi dan
%uga karena adanya perbedaan tekanan udara di sekitarnya. Angin ter%adi karena
adanya perbedaan tekanan udara atau perbedaan suhu udara pada suatu daerah
atau wilayah. 1al ini berkaitan dengan besarnya energi panas matahari yang di
terima oleh permukaan bumi. Angin bergerak dari tempat bertekanan udara tinggi
ke bertekanan udara rendah. Angin banyak diman0aatkan oleh manusia untuk
kese%ahteraan hidupnya seperti untuk menarik perahu, sumber tenaga listrik,
menye%ukkan udara, pengering rambut, dan lain sebagainya.
Alat yang digunakan untuk menentukan ke$epatan angin ialah
Anemometer, yaitu alat yang mengukur ke$epatan angin. Pada pengukuran yang
dilakukan, hanya digunakan perlengkapan yang sederhana, seperti untuk
menentukan arah hembusan angin hanya seutas tali yang digunakan, dimana
seharusnya alat yang dipakai yaitu wind wa#e, agar ketelitian data yang
didapatkan akurat. Akhirnya diperoleh data sedemikian rupa untuk mengetahui
arah dan ke$epatan angin tersebut.
Gmumnya semakin tinggi kita berada di suatu titik maka semakin
ken$ang pula angin yang menerpa kita. Pada malam hari, angin tidak seken$ang di
siang hari. 1al ini disebabkan oleh panas dari matahari akan mengakibatkan udara
pada daratan menguap sehingga angin dari angin laut akan mengisi ruang tersebut,
kasus ini ter%adi pada siang hari, begitu pula sebaliknya pada malam hari laut yang
relati0 dingin akan mengakibatkan udara akan menguap ke atas sehingga ruang
akan diisi oleh angin dari laut dan kasus ini ter%adi pada malam hari. *adi dimana
waktu sumber panas yang lebih besar akan memberikan nilai ke$epatan angin
yang lebih besar pula.
4.*.; K#alitas ?isi" !Kimia5 Bio Ai'
Air merupakan senyawa kimia yang penting bagi mahluk hidup. Air
merupakan salah satu dari ketiga komponen yang membentuk bumi 6Jat padat,air
dan atmos0er7. Bumi dilingkupi air sebanyak -5+ sedangkan sisanya 35+ berupa
daratan 6dilihat dari permukaan bumi7.Gdara mengandung Jat $air 6uap
air7sebanyak 1!+ dari tekanan atmos0er. Sumber air se$ara garis besar dapat
dikatakan dari laut, darat, dan air hu%an.
Air mendapat pen$emaran dari 3 6 tiga 7 tempat yaitu dari darat, udara
dan laut. ari darat . hampir /5 + bahan pen$emar berasal dari darat, melalui
sungai air yang besar yang belum tersaring dengan baik, melalui pipa 8). ari
udara. bahan pen$emar dibuang dari pesawat terbang. ari laut . bahan pen$emar
dibuang dari kapal laut dan perahu nelayan. bahan $emaran berupa sampah
keluarga, bahan kimia dari industry 6 organik maupun anorganik 7 yang paling
$elaka adalah bahan sisa radio akti0. Cleh karena suatu ke$elakaan, misalnya
tenggelamnya kapal tangker pembawa minyak bumi sehingga laut di$emari bahan
tambang berupa minyak bumi.
Ada beberapa %enis air yang dikategorikan menurut proses dan
tempatnya seperti air laut, air aungai, air tanah, air hu%an, dan sebagainya.
Pada studi ini pengumpulan data sampel dilakukan pada air sungai dan
air laut, dan air ;)& untuk diu%i kadar keasaman dan tingkat ter$emarnya. &adar
keasaman suatu Jat biasa disebut p1. p1 merupakan suatu ekpresi dari
konsentrasi ion hidrogen. p1 sangat penting sebagai parameter kualitas air karena
ia mengontrol tipe dan la%u ke$epatan reaksi beberapa bahan di dalam air. Selain
itu ikan dan makhluk,makhluk akuatik lainnya hidup pada selang p1 tertentu,
sehingga dengan diketahuinya nilai p1 maka kita akan tahu apakah air tersebut
sesuai atau tidak untuk menun%ang kehidupan mereka.