Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN
Cyclone merupakan alat pengendalian partikulat yang sangat umum dan
banyak digunakan untuk berbagai aplikasi. Partikel yang dapat disisihkan adalah
partikel yang berukuran besar. Alat ini sangat tidak efisien jika digunakan untuk
menyisihkan partikel kecil karena partikel-partikel kecil mempunyai massa yang
kecil dan dapat menghasilkan gaya sentrifugal. Cyclone adalah alat sederhana
yang menggunakan gaya sentrifugal untuk memisahkan partikel dari aliran gas.
Pada umumnya cyclone terbentuk dari pelat logam, dan ada juga dari bahan lain.
Kelebihan cyclone dengan alat lainnya yaitu mempunyai biaya modal yang
rendah, ruang yang dibutuhkan kecil, dan tidak adanya bagian-bagian yang
bergerak. Tentu saja alat tambahan juga dibutuhkan, sebuah blower atau sumber
tekanan lain untuk menggerakkan aliran gas.
BAB II
PEMBAHASAN
Cyclone mampu mengendalikan beban debu yang sangat besar, dan dapat
juga digunakan pada aliran gas yang sangat tinggi. Kadang-kadang
penggunaannya digabungkan dengan material tahan panas untuk mencegah abrasi
dan untuk mengisolasi material logam dari temperatur gas yang sangat tinggi.
2.1 Komponen dan Desain Cyclone
Cyclone terdiri dari beberapa komponen penting sebagai berikut:
1. Inlet dan outlet;
. Vortex finder;
!. Body;
". Cone atau Hopper.
#ontoh dimensi cyclone didesain sebagai berikut:
$ % &,''' m
$e % 1,('' m
$d % ',&'' m
) % ,"' m
* % 1,&' m
+ % &,"'' m
,b % &,&'' m
,b % &,&' m
Gambar 2.1 Desain Cyclone
2.2 Sistem Operasi Cyclone
+ebuah cyclone dapat dilihat pada -ambar . mempunyai satu inlet
tangensial menuju badan silinder, yang menyebabkan aliran gas menjadi berputar-
putar. Partikel-partikel kemudian terlempar menuju dinding pada badan cyclone.
Ketika partikel mencapai lapisan batas yang stagnan pada dinding, kemudian
partikel-partikel tersebut meninggalkan arus aliran gas dan akhirnya jatuh dari
dinding. *alaupun beberapa partikel dapat kembali lagi kedalam aliran gas

dengan tiba-tiba. +eiring dengan kehilangan energi pada gas di pusat pusaran, gas
mulai berputar di dalam vortex dan keluar pada bagian atas.
Gambar 2.2 Sema !ara Ker"a Cyclone
Sumber: Karl B. Schenelle !""!
Tabung vortex finder tidak menciptakan aliran pusaran gas. .ungsinya
adalah untuk mencegah hubungan singkat dari inlet secara langsung ke outlet.
Cyclone akan tetap bekerja tanpa vortex finder, /alaupun efisiensi yang
dihasilkan akan rendah.
0ariabel operasi untuk melihat performa cyclone adalah temperatur gas,
tekanan, komposisi, karakteristik debu, termasuk ukuran dan distribusi, bentuk,
densitas serta konsentrasi. Peningkatan temperatur gas akan menurunkan densitas
dan meningkatkan 1iskositas.
$ampak langsung efisiensi dengan merubah densitas gas dapat diabaikan
jika densitas gas dibandingkan dengan densitas debu. 2ika tekanan pengumpul
dipertahankan konstan, kapasitas tabung akan meningkat akibat densitas gas yang
rendah. Temperatur yang tinggi dapat meningkatkan kecepatan gas pada inlet, dan
ini meningkatkan kecepatan partikel menuju dinding. +eiring dengan kenaikan
temperatur, kenaikan 1iskositas cenderung menurunkan kecepatan partikel
menuju dinding. 3fek bersih dari faktor-faktor ini yang disebabkan oleh
peningkatan temperatur dapat diabaikan pada /aktu beroperasi normal antara "
o
sampai !41
o
#. $engan demikian, pada kehilangan tekanan konstan, efisiensi
akan konstan dengan temperatur. +eiring dengan peningkatan temperatur diatas
&!5
o
#, dampak 1iskositas menjadi lebih utama dan mengakibatkan efisiensi
!
secara berangsur akan menurun. Komposisi gas dapat juga berdampak pada
1iskositas gas dan juga densitas.
Tipikal performa dari kon1ensional dan hi#h efficiency cyclone$
ditunjukkan pada Tabel .1.
#abe$ 2.1 Per%orma Cyclone Kon&ensiona$ dan High Efficiency
Sumber: Karl B. Schenelle !""!
6eberapa cara dapat dipakai untuk meningkatkan efisiensi. 6agaimanapun,
beberapa tes menunjukkan usaha untuk meningkatkan efisiensi ini dengan blade,
$piral duct atau apapun peralatan dengan tujuan membuat perputaran gas secara
langsung menjadi sia-sia, ini hanya menghasilkan perputaran bebas gas pada
badan cyclone. Perputaran ini menyebabkan pemisahan debu, kemudian menuju
hopper atau du$t bun%er.
+ebuah cyclone dengan du$t bun%er atau hopper yang besar akan memiliki
efisiensi yang lebih tinggi daripada cyclone yang du$t outlet-nya ditutup dengan
"
rotatin# valve. $engan cara yang sama, penempatan vane$ pada pipa gas keluar
dengan tujuan untuk menurunkan kehilangan tekanan pada cyclone akan
mempengaruhi efisiensi 7menurunkannya8. 9ni sangat diperlukan, oleh karena itu
cyclone dilengkapi dengan du$t hopper, dan outlet vortex tube dimana gas dapat
meneruskan perputarannya.
Gambar 2.' Dimensi Cyclone( )a* End Elevation+ )b* Side Elevation
Sumber: &heodore Buonicore !"""
6entuk sebuah cyclone ditentukan oleh dimensi-dimensi utama berikut
7lihat -ambar .!8. 718 sudut masuknya gas: 78 diameter cyclone, $: 7!8 diameter
exhau$t #a$: 7"8 panjang pipa vortex, S: 7&8 tinggi badan cyclone, h: 7(8 tinggi
cyclone keseluruhan, ): dan 748 area inlet gas, A ; 6. $engan merubah dimensi-
dimensi tadi akan berpengaruh terhadap efisiensi cyclone. #ontoh, memasukkan
sedikit gas ke bagian yang rumit pada cyclone sangat penting untuk
mempertahankan efisiensi yang sesuai. )asil yang paling baik akan dipertahankan
ketika sudut 15'
'
. Peningkatan lebih lanjut dari sudut inlet tidak akan
meningkatkan efisiensi dan biasanya membuat harganya menjadi lebih mahal.
&
Pengaruh dari panjang pipa outlet vortex, +, efisiensi yang ditunjukkan
pada -ambar .". 3fisiensi menurun dengan cepat ketika panjang pipa 1orte;
terlalu pendek, efisiensi maksimum akan tercapai ketika + mendekati nilai d, atau
+ mendekati 6 ketika 6 lebih besar dari d. Peningkatan tinggi keseluruhan
cyclone meningkatkan efisiensi. )asil tes menunjukkan tinggi cyclone besar dari
!$ dianjurkan 7lihat -ambar .&8. <engurangi ukuran diameter d pipa 1orte;
berhubungan dengan diameter badan cyclone dan akan meningkatkan tekanan
yang pada akhirnya akan meningkatkan efisiensi 7lihat -ambar .(8. =ntuk
membuat cyclone yang praktis, diameter vortex harus 1," kali diameter badan
cyclone dan panjang 1>( atau 1>4 kali tinggi cyclone keseluruhan.
Gambar 2., Pen-ar./ Pan"an- Vortex Finder #er/adap E%isiensi
Sumber: &heodore Buonicore !"""
Gambar 2.0 Pen-ar./ #in--i / #er/adap E%isiensi
Sumber: &heodore Buonicore !"""
(
Gambar 2.1 Pen-ar./ Diameter d #er/adap E%isiensi
Sumber: &heodore Buonicore !"""
'ntry area cyclone akan mempengaruhi efisiensi sampai tingkat tertentu.
+ecara umum, tinggi lebih besar dari lebar dimana A ? 6 akan meningkatkan
efisiensi, tetapi bentuk yang lebih praktis adalah inlet persegi, dimana A % 6.
=ntuk menurunkan kehilangan tekanan pada cyclone, ini yang diinginkan untuk
membuat cro$$ $ection area dari saluran inlet A ; 6, tidak lebih kecil dari saluran
keluarnya.
+tandar dimensi cyclone berdasarkan perbandingan antara diameter badan
cyclone dengan bagian lainnya dapat dilihat pada tabel . berikut:
#abe$ 2.2 Standar Dimensi Cyclone
Sumber: (avid Cooper and )lley *++,
Pengaruh gra1itasi pada penyisihan debu pada sebuah cyclone sangat
kecil, oleh karena itu, dapat dikatakan efisiensi cyclone tidak ada pengaruh dari
4
luar sistem. Percobaan telah menunjukkan bah/a penyisihan memperlihatkan
hasil yang bagus baik pada posisi hori@ontal maupun susunan secara 1ertikal.
+ebuah cyclone yang baik dapat menyisihkan debu dalam posisi apa saja.
Kesulitan dapat saja muncul tetapi dengan partikel kasar dari debu akan terus
berputar pada bagian kerucut dan tidak akan dapat mencapai outlet. Kesulitan ini
dapat terjadi pada posisi 1ertikal normal, tetapi ini sangat jarang terjadi.
=ntuk dapat memahami operasi cyclone, sangat penting untuk mencari
kecepatan dan tekanan serta hubungannya dengan efisiensi. Aliran gas terjadi
secara tiga dimensi, oleh sebab itu pada posisi bagaimanapun kecepatan dapat
dirubah menjadi tiga komponen: komponen tangensial, radial, dan 1ertikal.
-ambar .4 dan .5 menujukkan 1ariasi dari kecepatan tangensial, radial dan
kecepatan gas 1ertikal di dalam cyclone. $engan pengecualian pada area turbulen
yang tinggi pada bagian tengah, kecepatan tangensial 71
t
8 adalah yang lebih
dominan, sehingga kecepatan total dari gas nilainya mendekati nilai 1
t
. $ari
lingkaran menuju ke tengah, kecepatan tangensial meningkat dan mencapai nilai
maksimal pada jarak >! dari jari-jari cyclone.
Gambar 2.2 3ariasi Ke4epatan #an-ensia$ &
t
dan Ke4epatan 5adia$ &
r
Sumber: &heodore Buonicore !"""
5
Gambar 2.6 3ariasi Ke4epatan 3ertia$ Dari #iti 7an- Berbeda
Sumber: &heodore Buonicore !"""
Pada bagian silinder cyclone, fluktuasi nilai 1
t
secara umum disebabkan
oleh kecepatan di lingkaran dan jari-jari dari titik dimana kecepatan 1
t
diperkirakan. Pada bagian kerucut nilai 1
t
meningkat menuju ke bagian ba/ah,
dan dengan jarak yang sama jika dihitung dari atas nilai 0
t
lebih besar daripada di
bagian silinder.
Pada bagian tengah cyclone, kecepatan total nilainya menyimpang jika
dibandingkan dengan kecepatan tangensial. +eperti yang ditunjukkan pada
-ambar .5, kecepatan 1ertikal diarahkan ke ba/ah pada luar dinding cyclone.
Kecepatan radial v
r
diarahkan menuju pusat pada kebanyakan cyclone, kecepatan
ini memba/a partikel menuju ke pusat mela/an dari gaya sentifugal. $ibagian
tengah kecepatan diarahkan keluar.
$ari 1ariasi kecepatan menunjukkan bah/a daerah pada pusat cyclone
tidak memberikan kontribusi dalam pemisahan partikel. Partikel pada daerah ini
akan terba/a oleh arus kecepatan 1ertikal ke #a$ outlet dan tidak akan jatuh ke
du$t outlet. =ntuk mencapai efisiensi yang tinggi sangat penting menjaga partikel
agar partikel keluar dari bagian tengah cyclone dan meningkatkan kecepatan
A
tangensial sebanyak mungkin, ini juga akan sebanding dengan peningkatan
kecepatan 1ertikal dan radial.
3fisiensi pengumpul cyclone tergantung pada distribusi ukuran partikel,
efisiensi hanya dapat dijamin jika laju pengendapan atau distribusi ukuran partikel
diketahui. 3fisiensi dapat dipertahankan jika komposisi debu konstan dan hanya
sebagian kecil saja partikel yang berukuran kecil dari 1' mikron.
.aktor utama yang dapat digunakan untuk mengontrol efisiensi
pengumpulan debu adalah dengan memperhatikan diameter cyclone. 3fisiensi
pengumpulan debu yang lebih besar dapat diperoleh dengan menggunakan
cyclone yang berdiameter kecil. Kecepatan aliran gas yang tinggi juga dapat
meningkatkan efisiensi cyclone, caranya dapat dilakukan dengan dengan
memodifikasi inlet agar menghasilkan kecepatan aliran yang lebih besar. Cyclone
dapat disusun secara paralel untuk menciptakan aliran gas yang lebih besar.
+usunan cyclone ini disebut multicyclone. -ulticyclone biasanya diletakkan
sebelum pemisahan dengan 'lectro$tatic .recipitator 73P8. )al ini dilakukan
karena:
1. Cyclone memiliki ketahanan terhadap suhu yang tinggi sehingga tidak
mempengaruhi kinerja dan tetap dapat berjalan secara optimal, sedangkan
3+P sangat rentan terhadap kenaikan temperatur gas dan jika terjadi kenaikan
suhu yang cukup signifikan dapat mengakibatkan 3P meledak.
. Cyclone lebih efektif digunakan untuk menyisihkan partikel yang berukuran
relatif besar sedangkan 3P lebih efektif untuk menyisihkan partikel yang
lebih kecil, sehingga untuk menghasilkan efisiensi yang lebih besar cyclone
dipasang sebelum 3P, agar dapat mengurangi beban penyisihan yang
dilakukan oleh 3P.
!. =ntuk menjaga agar umur alat dapat bertahan lama, sehingga dapat
menghemat biaya untuk pemeliharaan maupun pergantian alat.
2.' Sistem Peme$i/araan Cyclone
Program pemeliharaan terjad/al untuk cyclone akan mengurangi kerugian
yang diakibatkan oleh pemotongan /aktu produksi dan penambahan biaya yang
1'
besar untuk pekerjaan pembetulan. Pemeliharaan efektif akan mudah terpenuhi
jika ketentuan dasar berikut ini diikuti:
1. Pada instalasi a/al telah disediakan akses yang mudah untuk membersihkan
atau memindahkan bagian-bagian dari sistem tersebut.
. <enyediakan satu file informasi untuk sejarah dari cyclone tersebut selama
pengoperasiannya. .ile ini meliputi 1olume gas, temperatur operasi,
kecepatan pada inlet dan outlet, perbedaan tekanan, debu yang dimuat, serta
data lainnya yang berhubungan dengan proses operasi cyclone.
!. <emelihara data, yaitu dengan mencantumkannya pada papan nama alat yang
bersangkutan.
". <embuat salinan gambar konstruksi serta daftar nama-nama bagian termasuk
suku cadang, dengan membuat gambar detail, misalnya gambar baut.
=ntuk mempertahankan keandalan kerja cyclone, maka perlu dilakukan
program pemeliharaan, pera/atan dan pendeteksian adanya gangguan-ganguan
yang mungkin terjadi 7preventive maintenance control /.-C8. Adapun tujuan
program pemeliharaan dan pera/atan cyclone di 9ndarung 99>999 PT +emen Padang
dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok, sesuai dengan jangka /aktu
keandalannya, yaitu:
1. Keandalan jangka pendek
Tidak ada kerusakan mekanis yang dapat mengakibatkan berkurangnya
produksi secara tidak terjad/al.
. Keandalan jangka menengah
Tidak ada pengurangan yang kontinu terhadap efisiensi penangkapan
debunya.
!. Keandalan jangka panjang
Tidak terjadi keausan 7wear8 dan corro$ion pada komponen-komponen
cyclone.
Problem-problem jangka pendek yang paling sering timbul dan harus
mendapatkan perhatian lebih dalam pemeliharaan cyclone adalah korosi. Korosi
merupakan problem jangka panjang dan juga jangka pendek dan dapat
mempengaruhi kerja cyclone serta keselamatan kerja. Korosi secara umum
disebabkan oleh kebocoran 7udara ambien masuk ke dalam cyclone8 sehingga
11
menimbulkan kondensasi uap, asam, dan elemen-elemen yang bersifat korosif
lainnya yang terdapat dalam aliran gas. Korosi biasanya dihasilkan dari insulasi
yang buruk atau bahkan tanpa insulasi. Pencegahan yang paling baik dengan
menjamin bah/a cyclone telah memiliki insulasi yang benar dan juga dengan
mencegah adanya kebocoran udara dari luar.
=ntuk menjaga agar kondisi cyclone tetap berjalan dengan baik, maka
dilakukan pemeliharaan dan pera/atan secara rutin atau berdasarkan situasi
cyclone saat itu. Adapun prosedur pemeliharaan dan pera/atan yang harus
dilakukan secara periodik, yaitu:
1. Pera/atan harian
a. Pencatatan pembacaan elektrikal dan data di Central Control 0oom
7##B8:
b. Pengecekan operasi tran$port udara dan debu.
. Pera/atan mingguan
a. Pemeriksaan interior sistem control.
!. Pera/atan bulanan
a. Pengecekan sensor temperatur:
b. Pengecekan korosi pada bagian luar cyclone, kebocoran dan isolasi yang
lepas, pintu-pintu dan sambungan-sambungan.
". Pera/atan tahunan
a. Pemeriksaan yang cermat pada bagian dalam cyclone:
b. Penelitian dan pencatatan area yang berkarat.
3rosi atau penggerusan merupakan permasalahan lain pada dinding
cyclone. Penggerusan akan meningkat bergantung pada muatan debu yang
ditampung, $pecific #ravity, kekerasan partikel debu, dan kecepatan gas. Pada
debu ringan, penggerusan cenderung terjadi pada pusat kerucut atau cone.
Penggerusan dapat diminimalisir dengan pemilihan ukuran diameter yang
tepat pada konstruksi cyclone. Pemeliharaan terhadap penggerusan dapat
dilakukan dengan menggunakan bahan metal yang bersifat hea1ier-gauge pada
bagian cone dan penggunaan bahan metal yang tahan terhadap abrasi untuk
menyepuh bagian dinding cyclone dimana sering terjadi tumbukan.
1
2., E%isiensi Pen7isi/an Partie$
Ketika sebuah partikel bergerak dengan kecepatan konstan dengan arah
yang berputar, 1ektor kecepatan berubah terus sesuai dengan arah putarnya.
*alaupun tidak begitu besar hal ini menciptakan percepatan hasil dari perubahan
arah kecepatan. Artinya percepatan adalah jumlah /aktu yang dibutuhkan untuk
perubahan kecepatan sehingga kecepatan menjadi sebuah 1ektor yang dapat
berubah arah. -aya dirumuskan oleh hukum kedua Ce/ton 7. % m.a8, gaya
sentrifugal dirumuskan sebagai berikut:
r
mv
1

=
$imana: . % gaya sentrifugal
m % massa partikel
1 % kecepatan partikel, diasumsikan sama dengan kecepatan gas
r % jari-jari badan cyclone
Prinsip kerja cyclone berdasarkan penggunaan gaya sentrifugal untuk
menggerakkan partikel menuju dinding cyclone, sebuah kesalahan kecil dalam
pemasangan pipa akan mengurangi efisiensi, jadi sebaiknya digunakan cara yang
ditunjukkan pada gambar yang benar.
2.,.1 8ator98ator 7an- Mempen-ar./i E%isiensi
6eberapa faktor yang mempengaruhi efisiensi pengumpulan dapat
ditentukan. <eningkatkan kecepatan di inlet akan meningkatkan gaya sentrifugal
dan juga efisiensi. Tetapi ini juga akan meningkatkan kehilangan tekanan.
<engurangi diameter cyclone juga akan meningkatkan gaya sentrifugal, efisiensi,
dan kehilangan tekanan. <eningkatkan laju aliran gas terhadap cyclone yang
diberikan mempunyai dampak efisiensi seperti yang ditunjukkan pada persamaan
berikut:
& , '

1
1

=
2
2
.t
.t
$imana: Pt % penetration 7Pt % 1 -D 8
D % efisiensi penyisihan partikel
E % volume aliran gas
1!
2.,.2 Persamaan 7an- Di-.naan da$am Per/it.n-an E%isiensi
3fisiensi penggunaan cyclone dapat ditentukan dengan beberapa
persamaaan, diantaranya 3apple4$ efficiency correlation.
,angkahFlangkah yang digunakan untuk mendapatkan besarnya efisiensi
cyclone adalah:
1. Penentuan jumlah efektif penyisihan 7C
e
8
Persamaannya :
H
3c
3b
5
e

+
=
$imana : C
e
%

jumlah efektif penyisihan
) % tinggi inlet tangensial
,b % panjang badan cyclone
,c % panjang kerucut cyclone
. Penentuan diameter partikel dengan efisensi penyisihan ; G
Persamaannya :
( )
#a$ $olid in e
#a$
px
v 5
6
x
d

=
A
1''
$imana : d
p;
% diameter partikel dengan penyisihan ; G
D
gas
% 1iskositas gas
* % lebar inlet
C
e
% jumlah efektif penyisihan
1
i
% kecepatan inlet
H
$olid
% densitas partikel
H
gas
% densitas gas
!. Persamaan 3apple4$
Persamaannya :

&'
1
1

+
=
p7
p
d
d
7
$imana : D
j
% efisiensi penyisihan partikel dengan diameter j
d
p&'
% diameter partikel dengan &' G efisiensi penyisihan
d
pj
% diameter partikel j
2.0 !onto/ Per/it.n-an E%isiensi Pen7isi/an Partie$ pada Cyclone
1"
$iketahui:
,b % &,&'' m
,c % &,&' m
) % ,"' m
* % 1,&' m
1
in
% ' m>s
H
$olid
% 1!1 kg>m
!
T % (&
'
#
2.0.1 !onto/ Per/it.n-an E%isiensi Pen7isi/an Partie$ pada Cyclone
berdasaran #eori
1. <enentukan 1iskositas gas 7D
gas
8
( )
( )
$ .a
$ .a
$ .a &
#a$
#a$
#a$
. 1' (( , '
. A! > (& 1' 5 , 1
. A! > 1' 5 , 1
&
! > &
! > &

=
=
=

. <enentukan densitas gas 7H


gas
8
( ) ( )
( ) ( ) [ ]
( ) ( )
( ) ( ) [ ]
!
&
&
> '" , 1
(& 4! . . > !1" . 5
. > A4 , 5 > 1' '1!& , 1
4! . . > !1" . 5
. > A4 , 5 > 1' '1!& , 1
m %#
K K mole %# 5m
mole %# %# m 5
K & K mole %# 5m
mole %# %# m 5
#a$
#a$
#a$
=
+

=
+

=

!. <enentukan nilai C
e
1&
(! , !
"' ,

&' , &
&'' , &

=
+
=
+
=
e
e
e
5
m
m
m
5
H
3c
3b
5
". <enentukan d
&'
( )
( )
m d
m d
d
v 5
6
d
#a$ $olid in e
#a$

& , 11
1' 1& , 1
'" , 1 1!1 ' (! , !
&' , 1 1' (( , ' A

A
&'
&
&'
&
&'
&'
=
=


=

&. <enentukan d
p
( )
( )
m d
m d
d
5v
6
d
p
p
p
#a$ $olid in
#a$
p

! , 1(
1' (! , 1
'" , 1 1!1 ' (! , !
&' , 1 1' (( , ' A
A
&
&
=
=


=

(. <enentukan effisiensi cyclone


" , 1
1' 1& , 1
1' (! , 1
&'
&
&
&'
=

d
d
m
m
d
d
p
p
1(
$ari kurfa diperoleh:
G (( =
BAB III
PENU#UP
'.1 Kesimp.$an
1. Cyclone adalah alat sederhana yang menggunakan gaya sentrifugal untuk
memisahkan partikel dari aliran gas.
14
. Kelebihan cyclone dengan alat lainnya yaitu mempunyai biaya modal yang
rendah, ruang yang dibutuhkan kecil, dan tidak adanya bagian-bagian yang
bergerak.
!. Cyclone mampu mengendalikan beban debu yang sangat besar, dan dapat
juga digunakan pada aliran gas yang sangat tinggi.
". 3fisiensi pengumpul cyclone tergantung pada distribusi ukuran partikel,
efisiensi hanya dapat dijamin jika laju pengendapan atau distribusi ukuran
partikel diketahui. 3fisiensi dapat dipertahankan jika komposisi debu
konstan dan hanya sebagian kecil saja partikel yang berukuran kecil dari
1' mikron sebesar A'G.
'.2 Saran
$iharapkan perusahaan yang menggunakan alat pengendali partikulat debu
7#yclone8 untuk lebih memperhatikan serta memelihara kondisi alat agar tetap
prima sehingga alat dapat bekerja secara efektif dan efisien.
15