Anda di halaman 1dari 6

Disusun Oleh:

Nama : Kurnia Rahmawati


Kelas : XII IPA - 1
No. Absen : 18



SMA N 1 SALATIGA
2011 2012


Contoh Sifat Koligatif Larutan Dalam Kehidupan Sehari
Hari
Dengan mempelajari sifat koligatif larutan maka akan menambah pengetahuan kita
tentang gejala-gejala di alam, dan dapat dimanfaatkan untuk kehidupan misalnya,
mencairkan salju di jalan raya, menggunakan obat tetes mata atau cairan infus, atau
mendapatkan air murni atau air laut, menantukan massa molekul relatif zat terlarut
dalam larutan, dan masih banyak lagi.
Berikut ini merupakan contoh contoh sifat koligatif larutan dalam kehidupan
sehari hari :
1. Membuat Cairan Fisiologis
Aplikasi dalam bidang kesehatan, yaitu tekanan osmosis dalam cairan infus.
Cairan infus dan berbagai cairan fisiologis lainya, seperti obat tetes mata harus
isotonik dengan cairan tubuh kita sehingga konsntrasinya perlu disesuaikan.
Kita tahu bahwa salah satu masalah yang dihadapi korban kecelakaan di tengah
laut yang terpaksa harus terapung-apung berhari-hari adalah rasa haus.
meminum air laut tidak akan menghilangkan rasa haus, malah sebaliknya akan
menambah rasa haus. Hal itu terjadi, karena air laut yang hipertonik terhadap
cairan tubuh kita. Akibatnya, air laut justru akan menarik air dari jaringan
tubuh. Jika seseorang memerlukan nutrisi dari injeksi cairan infus, maka
tekanan osmotik cairan infus harus sesuai dengan tekanan osmotik darah
(isotonik/isoosmotik). Dalam proses pembuatan larutan sudah banyak kita
bahas sifat - sifat kimia bercampurnya zat terlarut dengan pelarut tidak hanya
memberikan perubahan sifat kimia.
Jika tekanan dalam sel darah merah > tekanan cairan infus (hipertonik), maka
air dalam sel darah merah akan keluar, sehingga sel akan mengkerut.
Jika tekanan dalam sel darah merah < tekanan cairan infus (hipotonik), maka
sel darah merah akan menyerap air sehingga dinding sel akan mengembang dan
pecah.

2. Pencairan Salju di Jalan Raya
Lapisan salju di jalan raya dapat membuat kendaraan tergelincir (selip),
sehingga perlu disingkirkan. Lapisan salju tersebut sebagian besar dapat
disingkirkan dengan buldoser, namun untuk membersihkanya dapat digunakan
garam dapur atau urea. Garam dapur dapat mencairkan salju. Tumpukan salju
di jalan di negara bermusim dingin mudah dibersihkan dengan menambahkan
garam, sehingga menurunkan titik beku larutan, jadi titik beku larutan (garam +
salju ) akan lebih rendah daripada titik beku salju.

3. Membuat Campuran Pendingin
Cairan pendingin adalah laruratan berair yang memiliki titik beku jauh di
bawah 0 C. Cairan pendingin digunakan pada pabrik es, juga digunakan untuk
membuat es putar. Cairan pendingin dibuat dengan melarutkan berbagai jenis
garam ke dalam air.
Pada pembuatan Es Putar, Cairan pendingan dibuat dengan mencampurkan
garam dapur dengan kepingan Es batu dalam sebuah bejana berlapis kayu.
Pada pencampuran itu, es batu akan mencair sementara suhu turun .
Selanjutnya, campuran bahan pembuat es putar dimasukan ke dalam cairan
pendingin, sambil terus-menerus diaduk sehingga campuran membeku.

4. Penyimpanan Es Krim
Bila es krim tidak disimpan dengan baik, sebagian es krim yang mencair akan
membentuk kristal es yang lebih besar dan ketika kembali dimasukkan ke
pendingin kristal esnya akan tumbuh membesar. Hal ini akan mengakibatkan
teksturnya menjadi semakin kasar dan tidak enak di mulut. Selain itu,
sebenarnya pengasaran tekstur ini bisa juga diakibatkan karena laktosa (gula
susu) akan mengkristal dari larutan dan sukar melarut kembali.Untuk
mengatasi hal ini, bila selesai makan (sebelum menyimpan kembali), dapat
ditaburkan sedikit gum atau serbuk selulosa di atas es krim. Serbuk-serbuk itu
akan menyerap kuat air yang mencair sehingga pembentukan kristal es yang
besar dapat dicegah.

5. Cairan Antibeku
Anti beku adalah zat yang ditambahkan ke dalam suatu cairan untuk
menurunkan titik bekunya. Antibeku mencegah pembekuan cairan yang
digunakan sebagai pendingin, misalnya dalam pesawat terbang dan kendaraan
bermotor. Zat anti beku yang ideal adalah zat yang dapat larut dalam cairan
pendingin sendiri, mempunyai viskositas dan konduktivitas listrik yang rendah,
titik didih tingggi, tidak korosif, dan mempunyai daya hantar panas yang baik.
Anti beku yang digunakan dalam kendaraan bermotor berupa etilenglikol
(CH2OH CH2OH). Selain menurunkan titik beku, anti beku juga menaikkan
titik didih sehingga mengurangi penguapan.

6. Desalinasi Air Laut Melalui Osmosis Balik
Beberapa metode desalinasi air laut diteliti dan dikembangkan untuk
memperoleh air tawar dari air laut yang asin karena mengandung garam.
Membuang garam garam yang terlarut dari dalam air disebut desilinasi.
Dewasa ini desalinasi merupakan salah satu masalah yang mendesak untuk mendapat
perhatian. Pertambahan penduduk, industri dan irigasi harus diimbangi tersedianya
air tawar yang cukup. Desalinasi dapat dilakukan dengan penyulingan, pembekuan, osmosis
balik, elektrodialisis dan pertukaran ion. Metode osmosis balik menjadi harapan sebagai
metode yang ekonomis.
Osmosis balik adalah perembesan pelarut dari larutan ke pelarut atau dari
larutan yang lebih pekat ke larutan yang lebih encer dengan memberikan
tekanan yang lebih besar dari tekanan osmosisnya.
Osmosis balik digunakan untuk membuat air murni dari air laut. Dengan
memberi tekanan osmotiknya, air dipaksa untuk merembes dari air asin ke
dalam air murni melalui selaput yang permeabel untuk air tetapi tidak untuk
ion-ion dalam air.
Penggunaan lain dari osmotik balik, yaitu untuk memisahkan zat-zat beracun
dalam air limbah sebelum dilepas ke lingkungan bebas.
Dewasa ini osmosis balik telah diterapkan untukmenghilangkan garam dari air payau
dan menjadi harapan untukdesalinasi skala besar terhadap air payau maupun air laut.

7. Penentuan Massa Molekul Relatif
Pengukuran sifat koligatif dapat digunakan untuk menentukan massa molekul
relatif zat terlarut. Hal itu dapat dilakukan karena sifat koligatif bergantung
pada konsentrasi zat terlarut (jumlah zat).
Contohnya dengan mengetahui massa zat terlarut serta nilai penurunan titik
bekunya, maka massa molekul relatif zat terlarut dapat ditentukan.



Sumber :
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20090913072759AASg4lm
http://www.kumpulaninformasi.com/article-aplikasi-sifat-koligatif-larutan-dalam-kehidupan-
sehari-hari.html
http://einstein-chemist.blogspot.com/2009/10/sifat-koligatif-larutan.html
http://indonesiakutercinta.wordpress.com/2010/08/13/penggunaan-sifat-koligatif-larutan/