Anda di halaman 1dari 6

Sifat fisik dan kimia bahan

1. NaOH
NaOH (Natrium Hidroksida) berwarna putih atau praktis putih, massa melebur, berbentuk pellet, serpihan
atau batang atau bentuk lain. Sangat basa, keras, rapuh dan menunjukkan pecahan hablur. Bila dibiarkan di
udara akan cepat menyerap karbondioksida dan lembab. Kelarutan mudah larut dalam air dan dalam etanol
tetapi tidak larut dalam eter. Titik leleh 318C serta titik didih 1390C. Hidratnya mengandung 7; 5; 3,5; 3; 2
dan 1 molekul air (Daintith, 2005).
NaOH membentuk basa kuat bila dilarutkan dalam air, NaOH murni merupakan padatan berwarna putih,
densitas NaOH adalah 2,1 . Senyawa ini sangat mudah terionisasi membentuk ion natrium dan hidroksida
(Keenan dkk., 1989).

Sumber: http://id.shvoong.com/exact-sciences/1902577-sifat-sifat-bahan-kimia/#ixzz30AHRkD9Z
Keadaan fisik dan penampilan: Solid. (Deliquescent padat.)
Bau: berbau.
Molekul Berat: 40 g / mol
Warna: Putih.
pH (1% soln / air): [. Dasar] 13,5
Titik Didih: 1388 C (2530,4 F)
Melting Point: 323 C (613,4 F)
Spesifik Gravity: 2.13 (Air = 1)
Properti Dispersi: Lihat kelarutan dalam air.
Kelarutan: Mudah larut dalam air dingin.

2. H
2
SO
4

Keadaan fisik dan penampilan: Cairan. (Cairan berminyak tebal.)
Bau: berbau, namun memiliki bau tersedak ketika panas.
Rasa: rasa asam Ditandai. (Strong.)
Berat Molekul: 98,08 g / mol
Warna: tak berwarna.
pH (1% soln / air): Asam.
Titik Didih:
270 C (518 F) - 340 deg. C terurai pada 340 deg. C
Melting Point: -35 C (-31 F) menjadi 10,36 deg. C (93% sampai 100% kemurnian)
Spesifik Gravity: 1,84 (Air = 1)
Densitas Uap: 3.4 (Air = 1)
Properti Dispersi: Lihat kelarutan dalam air.
kelarutan:
Mudah larut dalam air dingin. Sulfat larut dalam air dengan pembebasan banyak panas. Larut
dalam etil alkohol.
Sifat Fisika Asam Sulfat (H2SO4)
- Rumus molekul : H2SO4
- Berat molekul : 98,08 gr/mol
- Densitas : 1,84 gr/ml
- Asam sulfat berupa cairan bening, tak berwarna, dan tak berbau
Sifat kimia Asam Sulfat (H2SO4)
Reaksi dengan air
H2SO4 + H2O H3O+ + HSO4-
HSO4- + H2O H3O+ + SO42-

3. HCl
HCl
A. Sifat Fisika
1. Massa atom : 36,45
2. Massa jenis : 3,21 gr/cm3.
3. Titik leleh : -1010C
4. Energi ionisasi : 1250 kj/mol
5. Kalor jenis : 0,115 kal/gr0C
6. Pada suhu kamar, HCl berbentuk gas yang tak berwarna
7. Berbau tajam.
B. Sifat Kimia
1.HCl akan berasap tebal di udara lembab.
2. Gasnya berwarna kuning kehijauan dan berbau merangsang.
3.Dapat larut dalam alkali hidroksida, kloroform, dan eter.
4.Merupakan oksidator kuat.
5.Berafinitas besar sekali terhadap unsur-unsur lainnya, sehingga dapat
6. Racun bagi pernapasan.

4. Indikator metal merah
Indikator metil merah berwujud cair. Indikator ini mempunyai sifat: jika dalam lingkungan asam
akan berwarna merah, sedangkan jika dalam lingkungan basa maka akan berwarna kuning.
5. KClO
3

Keadaan fisik atau penampilan: padat berupa kristal atau bubuk (serbuk)
Warna: Putih
Bau / Rasanya: Tanpa bau
Berat Molekul: 122,55 g / mol
Kelarutan: Larut dalam aseton , cairan ammonia, air.
Nilai Kelarutan: 7.19 g/100 ml (20 C) 57 g/100 ml (100 C)
Berat jenis cairan: 2,34 g/cm
3
(Air = 1 g/cm
3
)
Titik Leleh : 368 C (694F)
Titik didih: 400 C (752F)
Struktur Kristal: monoklinik
Kelarutan dalam air 7.19 g/100 ml (20 C) 57 g/100 mL (100 C)
% Volatiles pada 21 C (70F): 0

6. Larutan fehling
Sifat fisik : warna biru muda (fehling A), tidak berwarna (fehling B)
Sifat kimia : mereduksi monosakarida dan disakarida, menghasilakn endapan warna merah bata.

7. Larutan NaOH 10%

8. Larutan Glukosa 10%
b. Larutan Glukosa
Sifat fisik : tidak berwarna
Sifat kimia : dapat memutar cahaya terpolarisasi ke arah kanan

9. Larutan sukrosa 5%
Sifat fisik : tidak berwarna
Sifat kimia : tidak dapat mereduksi ion-ion Cu
2+
atau Ag
+
, memiliki rotasi spesifik dari glukosa.

10. Indicator pp
2) Indikator Fenolftalein (pp:Phenolphtalein)
Indikator fenolftalein lebih dikenal dengan nama indikator pp. Indikator ini berwujud cairan yang
bening atau tidak berwarna. Indikator pp jika diteteskan ke dalam larutan asam tidak akan
menghasilkan perubahan warna (larutan tetap jernih). Sebaliknya, jika indikator pp diteteskan ke
dalam larutan basa, maka larutan akan berubah warna menjadi merah muda (pink).
Gambar 4.2. Larutan basa (pH=10) setelah diteteskan fenolftalein akan berubah warna menjadi
merah muda
11. Aseton
Sifat Kimia :
1. bersifat polar
2. dapat direduksi dengan LiAlH
4
menjadi alkohol
3. merupakan basa lewis lemah dengan mereaksikannya dengan asam kuat.
4. tahan terhadap oksidasi atau tidak dapat dioksidasi, kecuali dalam keadaan tertentu dimana rantai
karbon pecah.
5. larut dalam air


Sifat Fisika :
1. berat jenis 0,787 g/mL
2. titik didih 56
o
C
3. titik beku -95
o
C
4. tidak berwarna
5. baunya sengit
6. memiliki berat molekul 58 g/mol

12. Reagen nessler
Rumus molekul: HgI
4
K
2

Berat molekul: 786,40 gr/mol
Penampilan: Kristal kuning
Bau: Tidak berbau
Densitas: 4,29 gr/cm
3

Kelarutan dalam air: Sangat larut
Kelarutan dalam pelarut lain: Larut dalam alkohol, eter dan

13. Asam asetat
Keadaan fisik dan penampilan: Cairan.
Bau: pedas, cuka-seperti, asam (Strong.)
Rasanya: Cuka, asam (Strong.)
Berat Molekul: 60,05 g / mol
Warna: tak berwarna. Jelas (Light.)
pH (1% soln / air): [. Asam] 2
Titik Didih: 118,1 C (244,6 F)
Melting Point: 16,6 C (61,9 F)
Kritis Suhu: 321,67 C (611 F)
Spesifik Gravity: 1,049 (Air = 1)
Tekanan Uap: 1.5 kPa (@ 20 C)
Kepadatan uap: 2.07 (udara = 1)
Volatilitas: Tidak tersedia.
Bau Threshold: 0,48 ppm
Air / Minyak Dist. . Coeff: Produk ini lebih mudah larut dalam air; log (minyak / air) = -0.2
Ionicity (dalam air): Tidak tersedia.
Properti Dispersi: Lihat kelarutan dalam air, dietil eter, aseton.
Kelarutan:
Mudah larut dalam air dingin, air panas. Larut dalam dietil eter, aseton. Larut dengan Gliserol,
alkohol, Karbon Benzene, Tetraklorida. Praktis tidak larut dalam disulfida Karbon.

14. Na2s2O3
Physical State: Crystalline powder
Color: white
Odor: odorless
pH: 6.0-8.5 (5% aq. sol. 20C)
Vapor Pressure: Not available
Viscosity: Not available
Boiling Point: 100 deg C ( 212.00F)
Freezing/Melting Point: 48 deg C ( 118.40F)
Autoignition Temperature: Not available
Flash Point: Not available
Explosion Limits: Lower: Not available

15. Metanol
Sifat fisik :
-98oC



Sifat kimia :

-1


16. 1-butanol
Densitas energi 29,1 MJ/L
Rasio Udara/Bahan Bakar 11,1
RON 96
MON 78
Titik beku -89
o
C
Titik didih 117-118
o
C
Massa jenis relatif 0,811
Flash point 35
o
C
Viskositas 25
o
C 2,911
Viskositas kinematik at 20
o
C 3,64 cSt
LHV/Lower Heating Value 33,1 MJ/kg
Energi Penguapan 0,43 MJ/kg
Kelarutan 9 ml/100 ml H2O
Autoignisi 343
o
C
Kemurnian* 99.5% min
Kandungan air* 0,05% max
Keasaman* 0,02 max (mg KOH/kg)
Aldehid* 0,05% max
Oksigen 21,5 %

17.
18.
19.
20.