Anda di halaman 1dari 10

HALAMAN PENGESAHAN

Nama Mahasiswa : Nurhasanah Oktaviani


NPM : 11141111039
Program Studi : Budidaya Perairan/Perikanan
Fakultas : Pertanian
Judul Praktikum : Perhitungan Jum;ah Bakteri
Tempat : Laboratorium Budidaya Perairan
Waktu : 23 Oktober 2012
Kelompok : 7 (tujuh)



Bandar Lampung, 30 Oktober 2012



_____________________________





Catatan Nilai

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI AIR (BDI 206)

PERHITUNGAN JUMLAH BAKTERI

Disusun Oleh :
Nurhasanah Oktaviani (NPM. 1114111039)

Jurusan Budidaya Perairan/Perikanan
Fakultas Pertanian
Universitas Lampung
2012

Abstrak
Sebuah praktikum telah dilakukan di laboratorium Budidaya Perairan Fakultas
Pertanian Universitas Lampung pada tanggal 23 Oktober 2012 pada pukul 12.00
WIB. Tujuan dari dilakukannya praktikum ini adalah agar mahasiswa mengetahui
berbagai cara menghitung jumlah sel dari biakan suatu bakteri. Praktikum ini
menggunakan cara Standar Plate Count yang tidak bias dihitung, karena jumlah
koloni yang ada di plate/cawan petri kurang lebih 300 koloni yang menggunakan
perhitungan Colony Forming Unit ( CFU?ml ), dan metode turbidimetri yang
menggunakan larutan MC Farland dan alat spektrofotometer.

Kata kunci : standar plate count, metode turbidimetri, CFU/ml, spektrofotometer.


A. PENDAHULUAN

Mikroba adalah organisme mikroskopis yang antara lain terdiri dari bakteri, fungi dan
virus (Waluyo,2009). Bakteri berasal dari bahasa Latin yaitu Bacterium (jamak)
adalah kelompok raksasa dari organisme hidup. Mereka sangatlah kecil
(mikroskopik) dan kebanyakan uniseluler (bersel tunggal), dengan struktur sel yang
relative sederhana tanpa nucleus atau inti sel, cytoskeleton, dan organel lain seperti
mitokondria dan kloroplas. Bakteri merupakan prokariota, karena mereka berbeda
dengan organism yang memiliki sel yang lebihkompleks (eukariota). Istilah bakteri
telah diterapkan untuk semua prokariota atau kelompok besar mereka, tergantung
pada gagasan mengenai mereka.

Bakteri adalah organisme yang berkelimpahan dari semua organisme. Mereka
tersebar (berada dimana-mana)di tanah, air, dan sebagai simbiosis dari organisme
lain. Banyak pathogen merupakan bakteri. Kebanyakan dari mereka kecil, biasanya
hanya berukuran 0,5 m, meski ada jenis yang dapat mencapai panjang 0,3 mm.
(liesendah.files.wordpress.com/2009/01/bakteri/).

Ada banyak metode yang digunakan dalam menaksir secara kuantitatif dari suatu
populasi bakteri. Namun ada dua metode yang paling sering digunakan yaitu metode
hitung koloni di cawan petri ( standard/viable plate count method ) dan analisa
spektrofotometer ( turbidimeter). Meskipun kedua metode tersebut kadang akan
menghasilkan perhitungan yang mirip, tetapi keduanya memiliki perbedaan prinsip.
Metode plate count merupakan metode penaksiran jumlah kepadatan bakteri secara
tidak langsung dan informasi yang didapatkan hanya jumlah bakteri yang hidup (
viable ) saja, bakteri yang mati tidak ikut terhitung. Sedangkan prinsip analisa
spektrofotometer didasarkan pada kekeruhan dan menghitung seluruh sel bakteri,
baik yang hidup maupun yang mati ( Tim Mikrobiologi, 2012 ).

Peningkatan kekeruhan dalam kultur adalah indeks dari pertumbuhan bakteri dan
jumlah sel (biomassa). Dengan menggunakan spektrofotometer, sejumlah cahaya
yang ditransmisikan menurun ketika populasi sel meningkat. Cahaya yang
ditransmisikan akan diubah menjadi energy listrik, dan kemudian diindikasikan pada
sebuah galvanometer. Pembacaan secara tidak langsung mencerminkan jumlah
bakteri metode ini lebih cepat daripada standar plate count tetapi terbatas karena
tingkat sensitifitasnya dibatasi untuk suspense bakteri 10
7
sel atau lebih (Tim
Mikrobiologi, 2012).





B. TINJAUAN PUSTAKA

Beberapa cara yang dapat digunakan untuk menghitung atau mengukur jumlah
jasad renik di dalam suatu suspensi atau bahan. Cara tersebut dibedakan atas
beberapa kelompok yaitu: perhitungan jumlah sel, terdiri dari hitungan mikroskopik,
hitungan cawan, MPN (Most Probable Number); perhitungan massa sel secara
langsung, terdiri dari volumetrik, gravimetrik, kekeruhan (turbidimetri); perhitungan
massa sel secara tidak langsung, terdiri dari analisis komponen sel, analisis produk
katabolisme, dan analisis konsumsi nutrien.


1. Spektrofotometer
Perhitungan denga spektrofotometer adalah dengan menggunakan nilai kekeruhan
suspensi sel yang didapatkan dengan pengukuran menggunakan spektrofotometer.
Sel bakteri dihitung dengan panjang gelombang 600 nm dan nilai absorbansi yang
muncul kemudian dikonversi untuk mendapatkan nilai densitas sel bakteri dalam
kultur.

2. Total Plate Count (TPC)
Kuantifikasi populasi mikroorganisme sering dilakukan untuk mendapatkan jumlah
kuantitatif mikroorganisme target. Kuantifikasi tersebut dapat berupa penentuan
jumlah sel dan penentuan massa sel. Penentuan jumlah sel dapat dilakukan pada
mikroorganisme bersel tunggal. Penentuan massa sel dilakukan bagi
mikroorganisme bersel tunggal dan mikroorganisme berfilamen.
Penghitungan jumlah sel dapat dilakukan dengan beberapa cara diantaranya
metode hitungan cawan (Total Plate Count), hitungan mikroskopis langsung (Direct
Count) dan penghitung Coulter. Cara lain penentuan jumlah sel adalah dengan
menyaring sampel dengan saringan membran kemudian daringan tersebut
diinkubasi pada permukaan media yang sesuai. Koloni-koloni yang terbentuk berasal
dari satu sel tunggal yang dapat hidup.
Metode hitungan cawan menggunakan anggapan bahwa setiap sel akan hidup
berkembang menjadi satu koloni. Jumlah koloni yang muncul menjadi indeks bagi
jumlah oganisme yang terkandung di dalam sampel. Teknik pengitungan ini
membutuhkan kemampuan melakukan pengenceran dan mencawankan hasil
pengenceran. Cawan-cawan tersebut kemudian diinkubasi dan kemudian dihitung
jumlah koloni yang terbentuk. Cawan yang dipilih untuk penghitungan koloni, sesuai
dengan kaidah statistik adalah cawan yang berisi 30-300 koloni. Jumlah organisme
yang terdapat dalam sampel asal dihitung dengan cara mengalikan jumlah koloni
yang terbentuk dengan faktor pengenceran pada cawan bersangkutan
(anonim,2012).



C. MATERI DAN METODE

Praktikum ini dilakukan pada pukul 12.00 WIB di Laboratorium Budidaya Perairan
Fakultas Pertanian Universitas Lampung pada tanggal 23 Oktober 2012. Alat dan
bahan yang digunakan untuk praktikum kali ini adalah sampel bakteri, Plate Count
Agar (PCA), tabung reaksi, petri dish, PBS (phosphate buffer saline), larutan
standard Mc Farland, spektrofotometer, kompor (pemanas), pipet, spreader, kertas
pembungkus, dan inkubator.

Adapun beberapa matode dalam praktikum ini, yaitu :

1. Standard Plate Count
a. Encerkan tiga tabung PCA dalam air mendidih
b. Dinginkan agar dalam penangas air (50
0
C) selama 10-15 menit
c. Tuangkan agar dalam petri dish dan biarkan membeku (10-15 menit).
Tandai petri dengan nama dan tingkat pengenceran
d. Buat seri pengenceran 10
-1
10
-3
dari sampel bakteri. Pipet 0,1 ml cairan
dari masing-masing pengenceran ke dalam petridish yang sesuai
e. Gunakan spreader untuk meratakan suspense di atas permukaan
lempengan agar
f. Bungkus petridish dengan kertas pembungkus dan masukkan ke dalam
inkubator 35
0
C dalam posisi terbalik, inkubasi selama 24-48 jam
g. Hitung koloni pada petri yang mempunyai kisaran 25 250 koloni
h. Hitung jumlah bakteri hidup dengan cara mengalikan factor pengenceran
yang digunakan dengan 10 (karena volume suspense bakteri yang
dimasukkan ke dalam petri hanya 0,1 ml)
i. Hasil akhir pengalian merupakan jumlah bakteri yang hidup dalam satuan
colony forming unit/ml (CFU/ml)

2. Metode turbidimetri
a. Membuat larutan standar Mc Farland (lampiran)
b. Nyalakan alat spektrofotometer (ikuti panduan penggunaan alat)
c. Mengukur absorbansi dari masing-masing larutan Mc Farland pada
panjang gelombang 550 600 nm
d. Membuat kurva regresi dimana Y = kepadatan bakteri (sel/ml) dan X =
absorbansi (gunakan kalkolator Casio)
e. Ukur absorbansi suspense bakteri pada panjang gelombang 550 600
nm
f. Masukkan hasil absorbansi suspense bakteri ke dalam rumus regresi,
hasilnya adalah jumlah kepadatan semua bakteri dalam suspense
dengan satuan sel/ml


D. HASIL DAN PEMBAHASAN

Tabel. Hasil perhitungan bakteri dengan cara spektrofotometer
Kelompok Adsorbansi Tingkat kepadatan
1 0,593 1.489.760.000
2 0,774 1.963.980.000
3 1,210 3.170.136.100.000
4 0,567 1.421.640.000
5 0,225 525.600.000
6 0,979 2.501.080.000
7 1,236 3.238.256.100.000

Dari hasil perhitungan diatas bahwa dapat yang dilihat kelompok pertama yang
menggunakan sampel air laut memiliki kepadatan 1.489.760.000 yang
menggunakan rumus y=2,62.10
9
x 6,39.10
7
. Perhitungan diatas yang
menggunakan spektrofotometer jelas terlihat bahwa kelompok tujuhlah memiliki
tingkat kepadatan yang tertinggi yaitu 3.238.256.100.000. kelompok yang memiliki
tingkat kepadatan yang rendah pada kelompok lima yang memiliki kepadatan
525.600.000 .

Tabel. hasil perhitungan bakteri dengan cara plate count
Pengenceran
sampel
Vol. Yang
digunakan
Jumlah koloni CFU/ml
10
-1
25 ml 196 0,784
10
-2
25 ml 83 0,332
10
-3
25 ml 221 0,884
10
-4
25 ml 129 0,516
10
-5
25 ml 87 0,348
10
-6
25 ml 56 0,224

Perhitungan yang dilakukan pada metode plate count menggunakan rumus yang
sederhana yaitu CFU/ml


yang
mendapatkan CFU/ml yang paling kecil terdapat pada pengenceran sampai 10
-6

yaitu 0,224. Hal ini sangat dimungkinkan bahwa setiap sel bakteri yang hidup dapat
dipisahkan dari koloni lainnya yang akan berkembang menjadi koloni tunggal yang
yang memiliki ciri khas masing-masing. Pada plate count ini merupakan metode
perhitungan yang hanya menghitung bakteri yang hidup saja.
Cara kerja spektrofotometer secara singkat adalah sebagai berikut. Tempatkan
larutan pembanding, misalnya blangko dalam bagian pertama sedangkan larutan
yang akan dianalisis pada bagian kedua. Kemudian pilih foto sel yang cocok 200nm-
650nm (650nm-1100nm) agar daerah yang diperlukan dapat terlihat. Dengan
ruang foto sel dalam keadaan tertutup nol galvanometer didapat dengan
menggunakan tombol dark-current. Pilih h yang diinginkan, buka fotosel dan
lewatkan berkas cahaya pada blangko dan nol galvanometer didapat dengan
memutar tombol sensitivitas. Dengan menggunakan tombol transmitansi, kemudian
atur besarnya pada 100%. Lewatkan berkas cahaya pada larutan sampel yang akan
dianalisis. Skala absorbansi menunjukkan absorbansi larutan sampel.

CFU merupakan singkatan dari Colony Forming Units yaitu unit-unit atau satuan-
satuan pembentuk koloni. Hal tersebut dapat dimaksudkan satuan pembentuk koloni
adalah sel tunggal maupun sekumpulan sel yang jika ditumbuhkan dalam cawan
akan membentuk satu koloni tunggal. Colony Forming Units dapat dilaporkan
sebagai CFU persatuan berat, CFU persatuan luas, atau CFU persatuan volume
tergantung pada jenis sampel yang diuji.


E. KESIMPULAN DAN SARAN

Adapun kesimpulan dari praktikum perhitungan bakteri ini adalah pada metode plate
count hanya bakteri hidup saja yang dihitung, sedangkan pada turbidity semua sel
dihitung, baik yang hidup maupun yang mati. Jumlah koloni yang dapat secara
akurat pada pengenceran terakhir adalah 25-250 koloni namun dalam referensi lain
menyebutkan 30-300 koloni. Dalam praktikum kali ini kami mengalami kegagalan
yaitu permukaan media plate count masih basah, dan koloni yang dihasilkan tidak
terpisah-pisah.

Adapun saran yang saya berikan adalah kurang memadainya fasilitas untuk
praktikum sehingga praktikan merasa sedikit kesulitan dalam memahami dan
mempaktikkan materi yang akan diuji cobakan.




DAFTAR PUSTAKA

Anonym. Bakteri. Liesendah.files.wordpress.com/2009/01/bakteri/. Diakses pada
tanggal 25 Oktober 2012 pukul 20.00 WIB


Anonim.2012.http://marinemicrobiologyfpikunpad.files.wordpress.com/2012/04/4_mi
krolaut_modul_4_ta2012.pdf. diakses pada tanggal 29 oktober 2012.

Tim Mikrobiologi Air Unila. 2012. Petunjuk Praktikum Mikrobiologi Air. Universitas
Lampung : Lampung

Waluyo, L. 2005. Mikrobiologi Umum. MM Press : Malang









































LAMPIRAN