Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN

PRAKTIK MESIN LISTRIK


MOTOR INDUKSI 3 FASA
PENDIDIKAN TEKNIK MEKATRONIKA
FAKULTAS TEKNIK
UUNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
YOGYAKARTA
2014
A. Tujuan
Disusun oleh :
1. Nanang yuniantoro 12518244001
2. Rochmat widodo 12518244005
3. Ari rayogo 1251824400!
4. "i#mah muyani 12518244008
Setelah melaksanakan praktek diharapkan Mahasiswa dapat :
1. Dapat merencanakan rangkaian dan merangkai percobaan serta dapat melakukan
percobaan mesin arus bolak balik yaitu motor induksi tiga fasa.
2. Dapat menghitung daya masukan, daya keluaran, efisiensi motor pada pembebanan
yang berubah-ubah
. Dapat memprediksi torsi maksimum pada suatu motor
!. Dapat menggambarakan karakteristik " # f$s% untuk motor indiksi fasa
B. Dasar Teori
1. &rinsip ker'a motor induksi fasa
(ika lilitan stator pada motor induksi fasa di hubungkan dengan tegangan,
maka pada lilitan 'angkar akan ter'adi medan magnet putar dengan kecepatan n #
$f . )*%/p.
&erputaran medan magnet stator akan memotong medan magnet lilitan
'angkar, sehingga berdasarkan hukum +araday, pada lilitan 'angkar akan
menghasikan ggl listrik induksi. Dengan dihubung singkatnya lilitan rotor, maka
pada liltan rotor akan mengalir arus yang sangat besar.karena arus ini berada dalam
medan magnet, maka sesuai dengan hukum ,orent- pada lilitan rotor dibangkitkan
gaya memutar rotor, dan putaran rotor sesuai dengan arah putaran medan magnet
stator.
2. Slip motor
(umlah putaran rotor selalu lebih rendah dari putaran magnet stator, selisih
kedua putaran tersebut disebut slip, dan besarnya dapat ditentukan dengan rumus : s
# $ns-nr%/ns
. +rekuensi tegangan dan arus rotor
&ada saat rotor masih diam, frekuensi tegangan pada lilitan rotor sama
dengan frekuensi tegangan suplai listrik. (ika rotor sudah berputar maka frekuensi
dan arus rotor akan berubah, dimana fr # s.fs
&ada saat motor berbeban, putaran motor berubah berarti slip motor berubah
pula. &erubahan slip motor akan mempengaruhi besarnya frekuensi tegangan dan
arus lilitan rotor. Dengan perubahan frekuensi, besarnya .
,
akan berubah 'uga.
/earnya .rr # s..r
*
/esarnya 00, induksi lilitan rotor adalah :
1ro # !,!! . fp . fd . fro . 2r
1s # !,!! . fp . fd . fro . 2s
1rr # s . 1ro
!. Daya dan 1fisiensi motor induksi fasa
Daya perfasa pada motor induksi fasa ditentukan dengan persamaan :
&
1
# 3
+
. 4
+
cos 5
&
16u
# 4
+s
2
. 7
+s
&
26u
# 4
+r
2
. 7
fr
&
12
# &
26u
/s
&
2
# &
12
$1-s%
&2 # &
26u
. $$1-s%8s%
9 # &
2
/&
1
:. "orsi Motor
"orsi pada motor ditentukan dengan rumus:" # &/$2;n8)*%
"orsi motor maksimum ter'adi pada saat besarnya reaktansi liltan rotor sama dengan
hambatan lilitan motor. Maka :
.rr # 7r
sm # 7r/.ro
). &engaruh perubahan tegangan terhadap torsi motor
" # $/<s%.1ro $7r/s%8$$7r8s%=.ro%
7umus tersebut dapat dituliskan bahwa karena 1o sebanding dengan 3, maka "
sebanding dengan 3. sehingga 'ika ter'adi penurunan tegangan, maka torsi motor
akan berubah pula. Maka akan dipeoleh perbandingan : "m
1
/"m
2
# $3
1
/3
2
%
2
>. ?arateristik motor induksi fasa
?arakteristik yang penting didalam motor induksi fasa adalah krakteristik
" # f$nr% atau sering disebut dengan " # f$s%. untuk motor induksi motor lilit yang
dilengkapi dengan hambatan asut 7@ yang dipasng seri dengan lilitan rotor,
besarnya sm sangat dipengaruhi oleh harga 7@. Adapun besarnya harga Sm tesebut
adalah Sm # $7r=7@%/.ro. Sehingga semakin besar harga 7@, nutk mencapai "
yang sama, slip motor semakin besar.
B. Cperasi mesin induksi fasa
a. Starting motor induksi fasa
"erdapat beberapa cara starting motorinduks fasa :
Starting secara langsung, kelemahanya arus start sangat tinggi bias mencapai
>D arus nominal.
Starting menggunakan sakelar E-F
Starting menggunakan auto trafo, keuntunganya arus yang mengalir ke
motor dapat diatur dengan cara mengatur tegangan supply
b. Mengatur 'umlah putaran motor
Gntuk mengatur 'umlah putarn motor indusi dapat berpedoman pada rumus:
2s # $)*.f%/p, /erdasarkan pada persamaan tersebut 'umlah putaran motor dapat
diatur dengan cara mengatur frekunsi tegangan atau mengatur 'umlah kutub.
c. Membalik putaran motor
&utaran motor dapat terbalik 'ika arah putaran medan magnet stator 'uga
terbalik. Gntk membalik putaran medan magnet stator dapat dilakukan dengan
menukar dua dari tiga penghantar fasa pada motor tersebut.
C. Hasil Percobaan
1. &ercobaan motor induksi fasa rotor sangkar
0ambar rangkaian
"abel hasil pengamatan, motor induksi fasarotor lilit sambungan F, n
2,
#
1!:rpm, 3
,2
# 22*3
" $2m% 4 $A% & $H% n $rpm% &in $H% &out $H% 9 S
1
5 3 1340 180 140.25 0.779 0.107
2
5.4 5 1340 300 280.51 0.935 0.107

5.5 8 1340 480 420.76 0.877 0.107


!
5.6 10 1325 600 554.73 0.925 0.117
:
6 13 1325 780 693.42 0.889 0.117
)
6.2 14 1325 840 832.10 0.991 0.117
>
6.3 17 1300 1020 952.47 0.934 0.133
"egangan fasa # >:3, "maks # 2m
6ontoh Data perhitungan $data 1% :
&
in
# &..2.1* # ..2.1* # 1B*H
&
C
# ".2;.n8)* # 1. 2. ,1! . 1!*8)* # 1!*.2:H
9 # &o8&
in
# 1!*,2:81B* # *,>>I
S # $ns-nr%8ns # $1:**-1!*%81:** # *,1*>
"abel hasil pengamatan, motor induksi fasa rotor lilit sambungan E, n
2,
#
1:*rpm, 3
,2
# 22*3
" $2m% 4 $A% & $H% n$rpm%
&in
$H%
&out
$H%
9 S
1
1 2.4 1340 144 140.25 0.974 0.107
2
1.7 5 1320 300 276.32 0.921 0.120

2.1 7 1300 420 408.20 0.972 0.133


!
2.5 9.5 1290 570 540.08 0.948 0.140
:
3.2 12 1270 720 664.63 0.923 0.153
)
3.9 14 1250 840 785.00 0.935 0.167
"egangan fasa # 1**3, "maks # 2 2m
6ontoh Data perhitungan $data 1% :
&
in
# &..2.1* # 2.!..2.1* # 1!!H
&
C
# ".2;.n8)* # 1. 2. ,1! . 1!*8)* # 1!*.2:H
9 # &o8&
in
# 1!*.2:81!! # *,I>!
S # $ns-nr%8ns # $1:**-1!*%81:** # *,1*>
"abel hasil pengamatan, motor induksi fasa rotor sangkar sambungan F, n
2,
#
1!** rpm, 3
,2
# 22*3
Data &engukuran Data &enghitungan
"
$2m%
4 $A% & $H% n$rpm% &in
$H%
&out $H% 9 s
1 3.8 5.5 1400 330 146.53 0.444 0.067
2 3.8 8 1400 480 293.07 0.611 0.067
3 3.8 15 1380 900 433.32 0.481 0.080
4 4 15.5 1370 930 573.57 0.617 0.087
5 4.2 16 1360 960 711.73 0.741 0.093
6 4.5 19 1360 1140 854.08 0.749 0.093
7 4.8 22 1350 1320 989.10 0.749 0.100
"egangan fasa # >:3, "maks #1 2m
6ontoh Data perhitungan $data 1% :
&
in
# *H
&
C
# ".2;.n8)* # 1. 2. ,1! . 1!**8)* # 1!).:H
9 # &o8&
in
# 1!).:8* # *,!!!
S # $ns-nr%8ns # $1:**-1!**%81:** # *,*)>
"able hasil pengamatan, motor induksi fasa rotor sangkar sambungan E, n
2,
#
1!!*rpm, 3
,2
# 22*3
Data &engukuran Data &enghitungan
" 4 $A% & $H% 2 $rpm% &in &out J s
$2m% $H% $H%
1 1 4 1435 240 150.20 0.626 0.043
2 1.4 6 1435 360 300.39 0.834 0.043
3 1.6 10 1350 600 423.90 0.707 0.100
4 2.1 12.5 1300 750 544.27 0.726 0.133
5 2.4 12.5 1275 750 667.25 0.890 0.150
6 3.6 16.5 1250 990 785.00 0.793 0.167
"egangan fasa 1** 3 "maks # 1,) 2m
6ontoh Data perhitungan $data 1% :
&
in
# 2!* H
&
C
# ".2;.n8)* # 1. 2. ,1! . 1!:8)* # 1:*,2*H
9 # &o8&
in
# 1:*,2*82!* # *,)2)
S # $ns-nr%8ns # $1:**-1!:%81:** # *,*!
D. Jawab pertanyaan
1. Kitung daya masukan, daya keluaran, efisiensi dan slip motor pada setiap
perubahan beban
2. /agaimana pengaruh sambungan motor induksi fasa rotor lilit dan rotor
sangkar terhadap daya keluaran, efisiensi dan slip motor.
(ika motor induksi fasa rotor sangkar disambung bintang dan segitiga dan 'uga
dipasang pada tegangan 3
,2
# 22*@ pada tiap masing-masing sambungan, akan
didapatkan daya keluaran, efisiensi serta slip motor yang berbeda. Kal ini
disebabkan karena dengan 3
,2
yang sama berarti 3
&ase
pada sambungan bintang
lebih kecil. Dengan tegangan rotor $1
7
% yang lebih kecil akan didapatkan arus
rotor $4r% yang lebih kecil 'uga $4r # 1r8Lr%. ?arena 4r kecil maka daya keluaran
turun sehingga efisiensi motor lebih rendah. /erdasakan persamaan &
12
#&
2
6u8s,
semakin kecil &
12
maka s akan semakin besar. Selain berpengaruh terhadap 4r,
berdasarkan persamaan $3
1
83
2
%
2
# "
1
8"
2,
maka 'ika tegangan rotor kecil maka
torsi yang dihasilkan 'uga kecil.
. 0ambar karakteristik " # f$s% motor lilit dan motor sangkar.

!. ?esimpulan
(ika lilitan stator motor induksi fasa dihubungkan dengan tegangan bolak-
balik fasa, maka pada lilitan 'angkar akan ter'adi medan magnet putar
dengan kecepatan: n # $f D )*% 8 p, dimana: n # 'umlah putaran medan
magnet stator $rpm%, f # frekuensi tegangan, dan p # (umlah pasang kutub.
+s
"
.rr
7
" MAD
(umlah putaran medan magnet stator selalu lebih besar dari putaran satator,
selisih keduanya dinamakan slip.
&ada saat rotor masih diam, frekuensi tegangna pada lilitan rotor sama
dengan frekuensi suplai listrik. &ada saat motor berbeban, putaran motor
akan berubah, berarti slip motor akan berubah pula, dan akan mempengaruhi
frekuensi dan .
,
.
"orsi maksimum ter'adi pada saat harga reaktansi lilitan rotor #Kambatan
lilitan rotor
?arakteristik yang paling penting di dalam motor induksi fasa adalah
karakteristik " # f$s% .
Eang perlu diperhaikan saat starting motor induksi fasa yaitu:
- Sistem tegangan yang menyuplainya
- daya motor
- kemampuan lilitan stator motor per fasanya