Anda di halaman 1dari 49

KOLESISTEKTOMI

BATASAN KOLESISTEKTOMI

Tindakan pembedahan untuk mengangkat
kandung empedu

MACAM
Kolesistektomi terbuka
Kolesistektomi laparoskopik

ANATOMI KANDUNG EMPEDU
ANATOMI KANDUNG EMPEDU
ANATOMI KANDUNG EMPEDU
PEMBULUH DARAH ARTERI
ANATOMI KANDUNG EMPEDU
PEMBULUH DARAH VENA
ANATOMI KANDUNG EMPEDU
ALIRAN LIMFE KANDUNG EMPEDU
ANATOMI SALURAN EMPEDU
EKSTRA HEPATAL
ANATOMI SALURAN EMPEDU
EKSTRA HEPATAL
Variasi pertemuan duktus sistikus dan duktus
hepatikus
TRIGONUM HEPATOSISTIKUS CALOT
INDIKASI KOLESISTEKTOMI
Batu empedu yang menimbulkan gejala
Batu empedu yang tidak menimbulkan gejala,
pada:
penderita diabetes mellitus
kandung empedu tidak terlihat pada
kolesistografi oral
diameter batu empedu lebih dari 2 sentimeter
kalsifikasi kandung empedu

PERSIAPAN PRE-OPERASI
Pemeriksaan laboratorium:
DL, RFT, LFT, FH, UL
Penderita usia diatas 40 tahun:
GDP, GD2JPP, EKG
Foto thoraks
Informed consent
Antibiotika profilaksis
TEHNIK OPERASI
KOLESISTEKTOMI TERBUKA
PEMBIUSAN
Pembiusan umum dan pemberian pelemas otot
POSISI PENDERITA
Penderita terlentang di meja operasi
PERSIAPAN OPERASI
Desinfeksi povidon iodin 10%
Batas tepi atas setinggi papilla mamma sampai
ke pubis, dipasang kain steril
TEHNIK OPERASI KOLESISTEKTOMI TERBUKA
PEMBUKAAN DINDING PERUT

MACAM INSISI:
1. Median
2. Paramedian kanan
3. Transversal
4. Subkostal kanan
TEHNIK OPERASI KOLESISTEKTOMI TERBUKA
PEMBUKAAN DINDING PERUT
TEHNIK OPERASI KOLESISTEKTOMI TERBUKA
EKSPLORASI DAN PENAMPAKAN
Evaluasi rongga peritoneum secara sistematik
Pasang retraktor
Letakkan kasa lebar di sisi inferior dan medial
Bila kandung empedu tegang diaspirasi dengan
spuit/troikar

TEHNIK OPERASI KOLESISTEKTOMI TERBUKA
EKSPLORASI DAN PENAMPAKAN
Kandung empedu dijepit dengan 2 buah forsep
TEHNIK OPERASI KOLESISTEKTOMI TERBUKA
PENGANGKATAN KANDUNG EMPEDU

RETROGRADE
duktus sistikus fundus
ANTEGRADE
fundus duktus sistikus
TEHNIK OPERASI KOLESISTEKTOMI TERBUKA
CARA RETROGRADE
Pembukaan trigonum Calot

TEHNIK OPERASI KOLESISTEKTOMI TERBUKA
CARA RETROGRADE
Identifikasi saluran empedu ekstrahepatal dan
arteri sistikus

Duktus sistikus dan arteri sistikus dipisahkan
dengan klem Kelly

TEHNIK OPERASI KOLESISTEKTOMI TERBUKA
CARA RETROGRADE
Arteri dan duktus sistikus dipotong dan diligasi
dengan benang sutra 2-0/3-0
TEHNIK OPERASI KOLESISTEKTOMI TERBUKA
CARA RETROGRADE
Kandung empedu dipisahkan dari hepar mulai
dari duktus sistikus ke arah fundus
TEHNIK OPERASI KOLESISTEKTOMI TERBUKA
CARA ANTEGRADE
Bila identifikasi duktus sistikus dan hepatikus
komunis serta arteri sistikus sulit

Identifikasi batas perlekatan kandung empedu
dengan hepar
TEHNIK OPERASI KOLESISTEKTOMI TERBUKA
CARA ANTEGRADE
Kandung empedu dipisahkan dari hepar mulai
dari fundus ke arah duktus sistikus
TEHNIK OPERASI KOLESISTEKTOMI TERBUKA
CARA ANTEGRADE
Diseksi dilakukan secara hati-hati saat mencapai
ligamen hepatoduodenalis

Identifikasi duktus dan arteri sistikus
TEHNIK OPERASI KOLESISTEKTOMI TERBUKA
CARA ANTEGRADE
Arteri dan duktus sistikus dipotong dan diligasi
dengan benang sutra 2-0/3-0

TEHNIK OPERASI KOLESISTEKTOMI TERBUKA
PENUTUPAN LUKA OPERASI
Evaluasi dan kauterisasi dasar kandung empedu
Cuci lapangan operasi dengan PZ
Kasa pelindung dan retraktor diambil
Jahit lapis demi lapis:
peritoneum : catgut plain no. 1
aponeurosis : catgut chromic no. 1
lemak subkutis : catgut plain no. 3-0
kulit : sutra no. 3-0
TEHNIK OPERASI KOLESISTEKTOMI TERBUKA
PENUTUPAN LUKA OPERASI
TEHNIK OPERASI
KOLESISTEKTOMI LAPAROSKOPIK
PEMBIUSAN
Pembiusan umum dan pemberian pelemas otot
PERSIAPAN OPERASI
Desinfeksi povidon iodin 10%
Batas tepi atas setinggi papilla mamma sampai
ke pubis, dipasang kain steril
Dipasang NG tube dan kateter Foley
TEHNIK OPERASI
KOLESISTEKTOMI LAPAROSKOPIK

POSISI PENDERITA
TEHNIK OPERASI
KOLESISTEKTOMI LAPAROSKOPIK
Insisi sub-umbilikus sepanjang 1 sm, tepi insisi
diangkat dengan klem
Dimasukkan verres needle dengan sudut 45 ke
arah kavum pelvis sejajar aorta
Test aspirasi: (-)
Insuflasi gas CO2 sampai tekanan intraabdomen
mencapai 10-15 mmHg
TEHNIK OPERASI
KOLESISTEKTOMI LAPAROSKOPIK
Cara memasukkan veress needle
TEHNIK OPERASI
KOLESISTEKTOMI LAPAROSKOPIK
Troikar dimasukkan melalui tempat insisi
Masukkan alat laparoskop
Inspeksi kavum abdomen
TEHNIK OPERASI
KOLESISTEKTOMI LAPAROSKOPIK
Masukkan trokar 5 & 10mm dengan visualisasi direk
Meja operasi diposisikan reversed Trendelenburg - miring
kanan
TEHNIK OPERASI
KOLESISTEKTOMI LAPAROSKOPIK
Fundus kandung empedu dan Hartmann pouch
dijepit dengan grasper
TEHNIK OPERASI
KOLESISTEKTOMI LAPAROSKOPIK
Identifikasi duktus dan arteri sitikus
TEHNIK OPERASI
KOLESISTEKTOMI LAPAROSKOPIK
Ligasi arteri dan duktus sistikus dengan klem
kemudian dipotong
TEHNIK OPERASI
KOLESISTEKTOMI LAPAROSKOPIK
Kandung empedu dipisahkan dari hepar
TEHNIK OPERASI
KOLESISTEKTOMI LAPAROSKOPIK
Kandung empedu dikeluarkan melalui insisi sub-
umbilikus
TEHNIK OPERASI
KOLESISTEKTOMI LAPAROSKOPIK
Jahit luka insisi lapis demi lapis
fascia dengan catgut chromic no. 1
lemak subkutis dengan catgut plain no. 3
kulit dengan benang sutra no. 3
KOLESISTEKTOMI LAPAROSKOPIK
TANPA GAS
PERAWATAN PASKA OPERASI
Pada hari operasi diberi cairan intravena sesuai
kebutuhan
Nutrisi peroral diberikan sesuai keadaan klinis
Mobilisasi penderita dimulai pada hari pertama
operasi
Penderita dapat dipulangkan dalam beberapa
hari
KOMPLIKASI
Cedera pada duktus hepatikus komunis atau
duktus hepatikus kanan
Fistel bilier
Perdarahan
Abses subphrenik atau subhepatik
KOMPLIKASI
Cedera Duktus Hepatikus
Penyebab:
Anomali anatomi
Tidak melakukan identifikasi struktur anatomi
Pencegahan:
Identifikasi yang baik
Bila perlu kolangiografi saat operasi
Penatalaksanaan:
jahit primer

KOMPLIKASI
Fistel bilier
Penyebab:
Cedera duktus koledokus yang tidak terdeteksi
Kebocoran stump duktus sistikus
Cedera duktus bilier asesorius
Pencegahan: identifikasi yang baik
Penatalaksanaan:
Kebocoran stump duktus sistikus atau koledokus
ditutup dengan endoskopi.
Kebocoran duktus asesorius berhenti 15-20 hari
Operasi
KOMPLIKASI
Perdarahan
Penyebab:
Cedera parenkim hepar
Cedera pembuluh darah arteri/vena
Pencegahan: identifikasi & hemostasis yang baik
Penatalaksanaan:
penjahitan lesi
anastomosis end to end
graft vena
KOMPLIKASI
Abses subphrenik atau subhepatik
Penyebab:
infeksi sekunder pada akumulasi darah atau
cairan empedu
Pencegahan:
Hemostasis yang baik
Kontrol terhadap setiap kebocoran cairan
empedu
Penatalaksanaan:
Drainase
Antibiotika
KONVERSI LAPAROSKOPI
INDIKASI:
Tidak ada kemajuan operasi > 1jam
Kesulitan identifikasi struktur anatomi
Cedera p.d., visera, saluran empedu yang tidak
dapat diperbaiki secara laparoskopik
Adanya kelainan patologis lain yang memerlukan
tindakan pembedahan terbuka