Anda di halaman 1dari 39

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Radiologi adalah cabang ilmu kedokteran yang menggunakan energi


pengion dan bentuk energi lainnya (non pengion) dalam bidang
diagnostik, imajing dan terapi.
Radiasi adalah proses dikeluarkannya energi radiasi dalam bentuk
gelombang (partikel), atau proses kombinasi dari pengeluaran dan
pancaran energi radiasi .Sumber radiasi dapat terjadi secara alamiah
maupun buatan.
Sumber radiasi alamiah
1. Radiasi dari sinar kosmis
2. Radiasi yang berasal dari unsur-unsur kimiawi yang terdapat pada
lapisan kerak bumi.
. Radiasi yang terjadi pada atmos!ir sebagai akibat terjadinya
pergeseran lintasan perputaran bola bumi.
". Radiasi yang berasal dari bahan radioakti! yang terdapat pada lapisan
tanah (lapisan bola bumi).
Sumber radiasi buatan
#erjadi antara lain dari bahan radioakti! yang melalui spesi!ikasinya
dengan alat khusus dapat dihasilkan jenis radiasi tertentu.Sumber radiasi
buatan ini antara lain $
1. Sinar %
& 'ental % Ray unit,mesin atau pesawat roentgen gigi yang berguna
membuat radiogra!i gigi dan jaringan mulut.(nsur radioakti! yang biasa
di gunakan adalah tungsten carbide,barium platinum cyanida.Sinar ini
mula-mula ditemukan oleh sarjana !isika dari )uerhurg,*a+aria bernama
)ilhelm ,onrad Roentgen pada tahun 1-./.
& (nit sinar % medis,alat penghasil sinar % ini biasanya digunakan
untuk radiodiagnosa pada ilmu kedokteran umum,misalnya unit sinar %
medis jenis polyscoop-p1 yang dapat digunakan pemeriksaan langsung
dengan !luoresensi atau untuk pembuatan radiogra!i dari organ-organ
tubuh manusia.
1. Sinar al!a
2. Sinar beta
. Sinar gamma
". Sinar 0aser
Sinar % adalah adalah pancaran gelombang elektromagnetik yang
mempunyai panjang gelombang sangat pendek yang dihasilkan oleh
mesin penghasil sinar % dengan mengunakan unsur radioakti! tungsten
carbide atau barium platinum sianida .

Pembuatan Sinar X
Suatu tabung roentgen hampa udara
1
#erdapat elektron-elektron yang diarahkan dengan kecepatan tinggi pada
suatu sasaran(target).

Proses Terjadinya sinar x
1. 2atode(!ilamen) dipanaskan (324445,) sampai menyala dg mengaliri
listrik dari trans!ormator
2. 2arena panas, elektron-elektron dari katode terlepas
. Sewaktu dihubungkan dg tran!ormator tegangan tinggi, elektron-
elektron akan dipercepat gerakannya menuju anode dan dipusatkan
ke alat pemusat (focusing cup)
". 6ilamen dibuat relati! negati! terhadap target dengan memilih
potensial tinggi
/. 7wan elektron mendadak dihentikan pada target dan terbentuk
panas (3 ..8) dan sinar % (9 18)
:. ;elindung timah akan mencegah keluarnya sinar % dari tabung
hanya dapat keluar melalui jendela
<. ;anas yang tinggi pada sasaran akibat benturan elektron ditiadakan
oleh radiator pendingin

Sifat sifat sinar X
1. #idak dapat dilihat
2. #idak dapat dibelokkan oleh medan magnet
. #idak dapat di!okuskan oleh lensa apapun
". 'apat diserap oleh timah hitam(;b)
/. 'apat dibelokan setelah menembus logam atau benda padat.
:. 'apat di!raksikan oleh unsur kristal tertentu
<. =empunyai panjang gelombang sangat pendek
-. =empunyai !rekuensi gelombang yang tinggi
.. =empunyai daya tembus yang sangat tinggi
14. =embutuhkan tegangan listrik yang tinggi untuk proses
terjadinya
11. 'apat menimbulkan e!ek biologik sebagai akibat radiasi ionisasi
12. 'apat menimbulkan !luoresensi pada karton>plastik yang dilapisi
bubuk halida perak
1. 'apat bereaksi dengan !ilm yang digunakan untuk
roentgenodiagnosa,karena timbul gambar dari objek yang dieksposi.
1". 'apat menstimulasi sel-sel muda dari organ tubuh hidup
1/. 'apat menyebabkan nekrotik pada jaringan tubuh hidup
1:. 'apat memutasikan sel-sel gonad
1<. 'apat menimbulkan sindrom prodormal dari sisem saluran
pencernaan
1-. 'apat menimbulkan sindrom susunan syara! pusat
1.. 'apat menimbulkan kelainan sel darah,antara lain anemia(?b
sangat rendah) trombositopenia,leukositosis,leukimia dan seterusnya.


Kegunaan Denta !adiogra"#y
1. Radiodiagnosa>Rongenodiagnosa
Radiodiagnosa $Radiogra! gigi merupakan data pendukung yang penting
dalam menegakkan suatu diagnosa penyakit atau kelainan di 2edokteran
@igi misalnya $
7danya kelainan apikal atau periapikal yang tidak terdeteksi secara
klinis.
7danya kelainan pada rahang.
7danya !raktur rahang atau akar gigi

2aries yang tersembunyi(pada proksimal atau karies akar)karies
sekunder,karies incipien,kedalaman karies dan lain-lain.
1. Rencana ;erawatan
Radiogra! gigi sangat membantu dalam pembuatan atau penentuan
rencana perawatan,seperti$
;enentuan letak pin atau implant
2ondisi saluran akar
;enentuan jenis dan teknik
1. ;enunjang ;erawatan
Radiogra! gigi sangat membantu memudahkan dalam melakukan sebuah
perawatan,seperti $
2omplikasi post operati!
;erawatan endodontik
1. A+aluasi ;erawatan
(ntuk e+aluasi atau kontrol keberhasilan atau kemajuan perawatan
1. Radiogra!i merupakan salah satu data rekam medik yang sangat
penting.
2. 2epentingan !orensik.
Peraatan Denta !adiogra"#y mei"uti $
1. (nit sinar %
2. 6ilm
. (nit ;rosesing
". 0arutan prosesing !ilm
/. (nit pengering !ilm
:. Radiography protection system
<. Biewer
efe% !adiasi Sinar X
Si!at sinar C yang berbahaya terutama pada yang terkena radiasi baik
makhluk hidup maupun lingkungan,sebagai e!ek lanjut dari pengaruh
radiasi ionisasi terhadap jaringan dan keadaan lingkungan tersebut.
Secara umum,perubahan jaringan atau sel terkena radiasi ionisasi sinar %
sebagai akibat terurainya ion-ion air (akibat ionisasi) adanya rekomendasi
dengan terbentuknya molekul air dan terbentuknya peroksida yang
merupakan racun dalam jaringan atau sel,serta pula terbentuknya ion
bebas hidrogen yang akan menimbulkan reaksi kimiawi dan perubahan
biokimia pada jaringan sel tersebut.
Radiasi sinar % dapat menimbulkan perubahan-perubahan di dalam tubuh
antara lain $
1. *iokimia cairan tubuh
2. *iokimia sel
. *iokimia jaringan
". *iokimia organ
?al ini akan mengakibatkan timbulnya keluhan,gejala klinis bahkan
kematian sel,jaringan dan organ tersebut.
A!ek biologi yang terjadi ,mula-mula berupa absorbsi radiasi sampai
timbulnya gejala radiasi,keadaan ini memerlukan waktu bertahun-
tahun.=asa atau waktu tersebut disebut periode latent.;eriode latent
terjadi sebagai akibat e!ek biologi kumulati!.
@igi
;ada gigi terjadi dua e!ek radiasi yaitu $
A!ek radiasi langsung
A!ek radiasi langsung terjadi paling dini dari benih gigi,berupa gangguan
kalsi!ikasi benih gigi,gangguan perkembangan benih gigi dan gangguan
erupsi gigi.
A!ek radiasi tak langsung
A!ek radiasi tak langsung terjadi setelah pembentukan gigi dan erupsi gigi
normal berada dalam rongga mulut,kemudian terkena radiasi
ionisasi,maka akan terlihat kelainan gigi tersebut misalnya ada karies
radiasi.*iasanya karies radiasi terjadi pada beberapa gigi bahkan seluruh
regio yang terkena pancaran sinar radiasi,keadaan ini disebut rampan
karies radiasi,yang terjadi setelah mengabsorbsi dosis radiasi /.444R.
2elenjar 0iur
Radiasi ionisasi yang terjadi pada kelenjar liur dengan dosis radiasi
sekitar .444R akan menimbulkan gangguan sekresi air liur,hal ini
menyebabkan rongga mulut terasa kering disebut Cerostomia.
#ingkat perubahan kelenjar liur setelah radiasi
(ntuk beberapa hari terjadi radang kelenjar liur,setelah satu minggu
terjadi penyusutan parensim sehingga terjadi pengecilan kelenjar liur,ada
penyumbatan.#erjadi penurunan sekresi air liur dan +iskositasnya lebih
kental,warna air liu akan berubah kekuningan dan coklat.;hnya turun
lebih asam.

0idah
Radiasi ionisasi pada lidah,menyebabkan pecahnya papila !ili!ormis dan
!ungi!ormis
*ibir,jaringan ikat di dalam mulut dan pipi
Setiap sel jaringan ikat yang terkena radiasi ionisasi akan mengalami
perubahan,antara lain $
;ecahnya kromosom
;ecahnya +akuola didalam inti sel
;ecahnya sitoplasma
;rubahan tersebut terjadi terus menerus sedangkan mitosis sel juga
terjadi.;erubahan tersebut mengakibatkan sel mitosis tidak normal dan
pembentukan sel-sel besar atau sel raksasa.Radiasi lebih lanjut akan
mengakibatkan terjadinya kematian jaringan tersebut (nekrotik).;ada
beberapa literatur radiasi tersebut dapat menyembuhkan kanker tetapi
dapat menyebabkan kanker.2anker mulut kadang-kadang terjadi sebagai
akibat pengobatan dengan radiasi(radioterapi) dengan dosis radiasi sekitar
/444-<444 Rad.
'aerah leher
*ila daerah leher terkena radiasi,yang menderita radiasi ionisasi adalah
kelenjar tiroid.'osis rendah yang terserap kelenjar tiroid lebih kecil dari
:,/ rad tidak mengakibatkan kelainan,tetapi bila dosis radiasi tersersp
jauh lebih tinggi,akan mengakibatkan stimulasi sel kelenjar tiroid serta
kanker tiroid. (0ukman, 1..4)
Satuan dari !adiasi
&' !ad
Satuan dosis serap yang diperlukan untuk melepaskan tenaga 144 erg
dalam 1 gram bahan yang disinari .1 Rad D 144 erg>gram
(' !oentgen
Suatu pemaparan radiasi yang memberikan muatan 2,/- C 14 coulomb
per kg udara
)' !em
7dalah satuan dosis ekui+alenE yaitu sama dengan dosis
serap dikalikan dengan !aktor kualitas (F6)
*' +ray ,+y-
1 @y D 144 rad
.' Sie/ert ,S/-
1 S+ D 144 Rem



BAB III'P01BA2ASAN

)'& 1engeta#ui "rosesing fim
#ahapan pengolahan !ilm secara kon+ensional terdiri dari pembangkitan
(de+eloping), pembilasan (rinsing), penetapan (!iCing), pencucian
(washing), dan pengeringan (drying).
A' De/eo"ing , Pembang%itan -
;embangkitan merupakan langkah pertama dalam memproses !ilm. Suatu
larutan kimia yang dikenal sebagai larutan pengembang atau de+eloper
digunakan dalam proses pembangkitan. #ujuan dari de+eloper atau
pengembang adalah mengurangi paparan, energi 2ristal perak halida
kimia ke perak hitam metalik. 0arutan pengembang ini melembutkan
emulsi !ilm selama proses ini
a. Si!at dasar
;embangkitan merupakan tahap pertama dalam pengolahan !ilm. ;ada
tahap ini perubahan terjadi sebagai hasil dari penyinaran. 'an yang
disebut pembangkitan adalah perubahan butir-butir perak halida di dalam
emulsi yang telah mendapat penyinaran menjadi perak metalik atau
perubahan dari bayangan laten menjadi bayangan tampak. Sementara
butiran perak halida yang tidak mendapat penyinaran tidak akan terjadi
perubahan.
;erubahan menjadi perak metalik ini berperan dalam penghitaman
bagian-bagian yang terkena cahaya sinar-% sesuai dengan intensitas
cahaya yang diterima oleh !ilm.Sedangkan yang tidak mendapat
penyinaran akan tetap bening. 'ari perubahan butiran perak halida inilah
akan terbentuk bayangan laten pada !ilm.
b. *ayangan laten (latent image)
Amulsi !ilm radiogra!i terdiri dari ion perak positi! dan ion bromida
negati+e (7g*r) yang tersusun bersama di dalam kisi kristal (cristal
lattice). 2etika !ilm mendapatkan eksposi sinar-% maka cahaya akan
berinteraksi dengan ion bromide yang menyebabkan terlepasnya ikatan
elektron. Alektron ini akan bergerak dengan cepat kemudian akan
tersimpan di daiam bintik kepekaan (sensiti+ity speck) sehingga
bermuatan negati!.
2emudian bintik kepekaan ini akan menarik ion perak positi! yang
bergerak bebas untuk masuk ke dalamnya lalu menetralkan ion perak
positi! menjadi perak berwarna hitam atau perak metalik. =aka terjadilah
bayangan laten yang gambarannya bersi!at tidak tampak.
c. 0arutan de+eloper terdiri dari$
i. bahan pelarut (sol+ent)
*ahan yang dipergunakan sebagai pelarut adalah air bersih yang tidak
mengandung mineral.
ii. *ahan pembangkit (de+eloping agent).
*ahan pembangkit adalah bahan yang dapat mengubah perak halida
menjadi perak metalik. 'i dalam lembaran !ilm, bahan pembangkit ini
akan bereaksi dengan memberikan elektron kepada kristal perak bromida
untuk menetralisir ion perak sehingga kristal perak halida yang tadinya
telah terkena penyinaran menjadi perak metalik berwarna hitam, tanpa
mempengaruhi kristal yang tidak terkena penyinaran. *ahan yang biasa
digunakan adalah jenis benGena (,:?:).

iii. *ahan pemercepat (accelerator).
*ahan de+eloper membutuhkan media alkali (basa) supaya emulsi pada
!ilm mudah membengkak dan mudah diterobos oleh bahan pembangkit
(mudah diakti!kan). *ahan yang mengandung alkali ini disebut bahan
pemercepat yang biasanya terdapat pada bahan seperti potasium karbonat
(Ha2,I > 22,I) atau potasium hidroksida (HaI? > 2I?) yang
mempunyai si!at dapat larut dalam air.
i+. *ahan penahan (restrainer).
6ungsi bahan penahan adalah untuk mengendalikan aksi reduksi bahan
pembangkit terhadap kristal yang tidak tereksposi, sehingga tidak terjadi
kabut (!og) pada bayangan !ilm. *ahan yang sering digunakan adalah
kalium bromida.
+. *ahan penangkal (preser+ati!).
*ahan penangkal ber!ungsi untuk mengontrol laju oksidasi bahan
pembangkit. *ahan pembangkit mudah teroksidasi karena mengabsorbsi
oksigen dari udara. Hamun bahan penangkal ini tidak menghentikan
sepenuhnya proses oksidasi, hanya mengurangi laju oksidasi dan
meminimalkan e!ek yang ditimbulkannya.
+i. *ahan-bahan tambahan.
Selain dari bahan-bahan dasar, cairan pembangkit mengandung pula
bahan-bahan tambahan seperti bahan penyangga (bu!!er) dan bahan
pengeras (hardening agent). 6ungsi dari bahan penyangga adalah untuk
mempertahankan p? cairan sehingga akti+itas cairan pembangkit relati!
konstan. Sedangkan !ungsi dari bahan pengeras adalah untuk
mengeraskan emulsi !ilm yang diproses.
B' !insing ,Pembiasan-
Setelah proses pembangkitan, rendaman air digunakan untuk mencuci
atau membilas !ilm. ;embilasan digunakan untuk menghilangkan
de+eloper atau pengembang dari !ilm dan memberhentikan proses
pengembangan. ;ada waktu !ilm dipindahkan dari tangki cairan
pembangkit, sejumlah cairan pembangkit akan terbawa pada permukaan
!ilm dan juga di dalam emulsi !ilmnya.
,airan pembilas akan membersihkan !ilm dari larutan pembangkit agar
tidak terbawa ke dalam proses selanjutnya.,airan pembangkit yang
tersisa masih memungkinkan berlanjutnya proses pembangkitan
walaupun !ilm telah dikeluarkan dari larutan pembangkit. 7pabila
pembangkitan masih terjadi pada proses penetapan maka akan
membentuk kabut dikroik (dichroic !og) sehingga !oto hasil tidak
memuaskan.;roses yang terjadi pada cairan pembilas yaitu
memperlambat aksi pembangkitan dengan membuang cairan pembangkit
dari permukaan !ilm dengan cara merendamnya ke dalam air. ;embilasan
ini harus dilakukan dengan air yang mengalir selama / detik.
3' 4ixing ,Peneta"an-
Setelah proses pembilasan, di!iksasi. Suatu larutan kimia yang dikenal
sebagai !iksator digunakan dalam proses !iksasi. #ujuan dari !iksator
adalah untuk menghilangkan 2ristal perak halida yang tidak terpapar dan
terkena energi emulsi !ilm. 6iksator menguatkan emulsi !ilm selama
proses ini.
'iperlukan untuk menetapkan dan membuat gambaran menjadi permanen
dengan menghilangkan perak halida yang tidak terkena sinar-%. #anpa
mengubah gambaran perak metalik. ;erak halida dihilangkan dengan cara
mengubahnya menjadi perak komplek. Senyawa tersebut bersi!at larut
dalam air kemudian selanjutnya akan dihilangkan pada tahap pencucian.
#ujuan dari tahap penetapan ini adalah untuk menghentikan aksi lanjutan
yang dilakukan oleh cairan pembangkit yang terserap oleh emulsi !ilm.
;ada proses ini juga diperlukan adanya pengerasan untuk memberikan
perlindungan terhadap kerusakan dan untuk mengendalikan akibat
penyerapan uap air.
*ahan-bahan yang dipakai untuk membuat suatu cairan penetap adalah$
a. *ahan penetap (!iCing agent).
'ipilih bahan yang ber!ungsi mengubah perak halida. *ahan ini bersi!at
dapat bereaksi dengan perak halida dan membentuk komponen perak
yang larut dalam air, tidak merusak gelatin, dan tidak memberikan e!ek
terhadap bayangan perak metalik. *ahan yang umum digunakan adalah
natrium thiosul!at (Ha2S2I) yang dikenal dengan nama hypo.
b. *ahan pemercepat (accelerator).
(ntuk menghindari kabut dikroik dan timbulnya noda kecoklatan,
biasanya digunakan asam yang sesuai. 2arena pembangkit memerlukan
basa dalam menjalankan aksinya, maka tingkat keasaman cairan penetap
akan menghentikan aksinya.
7sam kuat seperti asam sul!at (?2SI") akan merusak bahan penetap dan
mengendapkan sul!ur
c. *ahan penangkal (preser+ati!).
(ntuk menghindari adanya pengendapan sul!ur maka pada cairan penetap
ditambahkan bahan penangkal yang akan melarutkan kembali sul!ur
tersebut. *ahan penangkal yang digunakan adalah natrium sul!it, natrium
metabisul!it, atau kalium metabisul!it.


d. *alian pengeras (hardener)
*ahan ini digunakan untuk mencegah pembengkakan emulsi !ilm yang
berlebihan. ;embengkakan emulsi akan membuat perak bromida mudah
terkelupas dan pengeringan !ilm yang tidak merata. *ahan yang
digunakan biasanya adalah potassium alum J22SI"7l(SI")2?2IK,
aluminium sul!at J7l2(SI") K.
e. *ahan penyangga (bu!!er).
'igunakan untuk mempertahankan p? cairan agar dapat tetap terjaga
pada nilai " L /. *ahan yang digunakan adalah pasangan antara asam
asetat dengan natrium asetat, atau pasangan natrium sul!it dengan natrium
bisul!it.
!. ;elarut (sol+ent).
;elarut yang ummn digunakan adalah air bersih.
D'5as#ing ,Pen6u6ian-
Setelah !ilm menjalani proses penetapan maka akan terbentuk perak
komplek dan garam. ;encucian bertujuan untuk menghilangkan bahan-
bahan tersebut dalam air. #ahap ini sebaiknya dilakukan dengan air
mengalir agar dan air yang digunakan selalu dalam keadaan bersih.
0' Drying ,Pengeringan-
=erupakan tahap akhir dari siklus pengolahan !ilm. #ujuan pengeringan
adalah untuk menghilangkan air yang ada pada emulsi. ?asil akhir dari
proses pengolahan !ilm adalah emulsi yang tidak rusak, bebas dari
partikel debu, endapan kristal, noda, dan arte!ak.
,ara yang paling umum digunakan untuk melakukan pengeringan adalah
dengan udara. 7da tiga !aktor penting yang mempengaruhinya, yaitu suhu
udara, kelembaban udara, dan aliran udara yang melewati emulsi.

#eknik prosesing !ilm yg lain yaitu
1. =7H(70
a. dengan dark room E
1) =etode +isual
2) =etode temperatur dan waktu
b. #anpa dark room (sel! processing)
2. I#I=7#MS
N dg !ilm processing otomatics machine

,ara kerja dari metode +isual
R 6ilm dibuka di kamar gelap
R 0akukan de+eloping dalam de+eloper N diangkat N diamati
(diulang) sampai !ilm hijau (putih dan hitam)
R ,uci dlm air tenang sampai bersih (24 detik)
R 6iCing dalam !ikser sampai radiogra! jernih
R ,uci dalam air mengalir sampai bau asam hilang
R Radiogra! dikeringkan
2A(H#(H@7H =A#I'A BMS(70
-detail dan kontras lebih baik walupun eCposure ber+ariasi$
-6ilm o+er-eCposure N (nder-de+eloping
- 6ilm under-eCposure N o+er-de+eloping
,ara kerja metode temperatur dan waktu
R 6ilm dibuka di kamar gelap
R =asukkan !ilm kedalam de+eloper sesuai dengan waktu dan
temepratur yang telah ditentukan,
2A(H#(H@7H =A#I'A #A=;AR7#(R '7H )72#(
#idak perlu pengamatan berkali-kaliN ada alarm
'apat memperkirakan jumlah eCposure
'apat mengerjakan banyak !ilm
2AR(@M7H =A#I'A #A=;AR7#(R '7H )72#(
N 2ontras dan detail radiogra! kurang baik
,ara kerja metode sel! prosesing
0arutan prosesing sudah mengandung de+eloper dan !iCer dalam satu
larutan (=IHI*7#?) N 'suntikkan kedalam !ilm packet yang sudah di
eCposure N dibuka dan dicuci dengan air mengalir N dikeringkan
,ara kerja otomatis prosesing
6ilm dimasukkan kedalam alat (prosesor otomatis) yang berisi de+eloper
dan !iCer. 6ilm secara otomatis akan berjalan melewati kedua larutan
tersebut dan keluar dari alat sudah dalam keadaan kering.

)'( 1engeta#ui aat dan 6ara "ema"aran radasi
#eknik radiogra!i merupakan salah satu metode pengujian material tak-
merusak yang selama ini sering digunakan oleh industri baja untuk
menentukan jaminan kualitas dari produk yang dihasilkan. #eknik ini
adalah pemeriksaan dengan menggunakan sumber radiasi (sinar-C atau
sinar gamma) sebagai media pemeriksa dan !ilm sebagai perekam
gambar yang dihasilkan. Radiasi melewati benda uji dan terjadi atenuasi
dalam benda uji.
Sinar yang akan diatenuasi tersebut akan direkam oleh !ilm yang
diletakkan pada bagian belakang dari benda uji. Setelah !ilm tersebut
diproses dalam kamar gelap maka !ilm tersebut dapat die+aluasi. *ila
terdapat cacad pada benda uji maka akan diamati pada !ilm radiogra!i
dengan melihat perbedaan kehitaman atau densitas. ;emilihan sumber
radiasi berdasarkan pada ketebalan benda yang diperlukan karena daya
tembus sinar gamma terhadap material berbeda. ;
ada sumber pemancar sinar gamma tergantung besar akti+itas sumber.
Sedangkan pemilihan tipe !ilm sangat mempengaruhi pemeriksaan
kualitas material. 6ilm digunakan untuk merekam gambar material
yangdiperiksa. ;emilihan tipe !ilm yang benar akan menghasilkan
kualitas hasil radiogra!i yang sangat baik. ;ada umumnya kita mengenal
dua macam jenis !ilm, yaitu !ilm cepat dan !ilm lambat. ;ada !ilm
cepatbutir-butirannya besar, kekontrasan dan de!inisinya kurang baik.
Sedangkan pada !ilm lambat butir- butirannya kecil,
OAHMS-OAHMS 6I#I RIH#@AH @M@M

Secara garis besar !oto Rontgen gigi, berdasarkan teknik pemotretan dan
penempatan !ilm, dibagi menjadi dua$ !oto Rontgen Mntra oral dan !oto
Rontgen eCtra oral.

Te%ni% !ontgen Intra ora
#eknik radiogra!i intra oral adalah pemeriksaan gigi dan jaringan sekitar
secara radiogra!i dan !ilmnya ditempatkan di dalam mulut pasien. (ntuk
mendapatkan gambaran lengkap rongga mulut yang terdiri dari 2 gigi
diperlukan kurang lebih 1" sampai 1. !oto. 7da tiga pemeriksaan
radiogra!i intra oral yaitu$ pemeriksaan periapikal, interproksimal, dan
oklusal.

Te%ni% !ontgen Peria"i%a
#eknik ini digunakan untuk melihat keseluruhan mahkota serta akar gigi
dan tulang pendukungnya. 7da dua teknik pemotretan yang digunakan
untuk memperoleh !oto periapikal yaitu teknik parallel dan bisektris, yang
sering digunakan di RS@= adalah teknik bisektris.

Te%ni% Bite 5ing
#eknik ini digunakan untuk melihat mahkota gigi rahang atas dan rahang
bawah daerah anterior dan posterior sehingga dapat digunakan untuk
melihat permukan gigi yang berdekatan dan puncak tulang al+eolar.
#eknik pemotretannya yaitu pasien dapat menggigit sayap dari !ilm untuk
stabilisasi !ilm di dalam mulut.

Te%ni% !ontgen 7%usa
#eknik ini digunakan untuk melihat area yang luas baik pada rahang atas
maupun rahang bawah dalam satu !ilm. 6ilm yang digunakan adalah !ilm
oklusal. #eknik pemotretannya yaitu pasien diinstruksikan untuk
mengoklusikan atau menggigit bagian dari !ilm tersebut.

Te%ni% !ontgen 0%stra 7ra
6oto Rontgen ekstra oral digunakan untuk melihat area yang luas pada
rahang dan tengkorak, !ilm yang digunakan diletakkan di luar mulut. 6oto
Rontgen ekstra oral yang paling umum dan paling sering digunakan
adalah !oto Rontgen panoramik, sedangkan contoh !oto Rontgen ekstra
oral lainnya adalah !oto lateral, !oto antero posterior, !oto postero
anterior, !oto cephalometri, proyeksi-)aters, proyeksi re+erse-#owne,
proyeksi Submento+erteC

Te%ni% !ontgen Panorami%
6oto panoramik merupakan !oto Rontgen ekstra oral yang menghasilkan
gambaran yang memperlihatkan struktur !acial termasuk mandibula dan
maksila beserta struktur pendukungnya. 6oto Rontgen ini dapat
digunakan untuk menge+aluasi gigi impaksi, pola erupsi, pertumbuhan
dan perkembangan gigi geligi, mendeteksi penyakit dan menge+aluasi
trauma.

Te%ni% 8atera
6oto Rontgen ini digunakan untuk melihat keadaan sekitar lateral tulang
muka, diagnosa !raktur dan keadaan patologis tulang tengkorak dan
muka.

Te%ni% Postero Anterior
6oto Rontgen ini digunakan untuk melihat keadaan penyakit, trauma, atau
kelainan pertumbuhan dan perkembangan tengkorak. 6oto Rontgen ini
juga dapat
memberikan gambaran struktur wajah, antara lain sinus !rontalis dan
ethmoidalis,
!ossanasalis, dan orbita.

Te%ni% Antero Posterior
6oto Rontgen ini digunakan untuk melihat kelainan pada bagian depan
maksila dan mandibula, gambaran sinus !rontalis, sinus ethmoidalis, serta
tulang hidung.

Te%ni% 3e"#aometri
6oto Rontgen ini digunakan untuk melihat tengkorak tulang wajah akibat
trauma penyakit dan kelainan pertumbuhan perkembangan. 6oto ini juga
dapat digunakan untuk melihat jaringan lunak naso!aringeal, sinus
paranasal dan palatum keras.

Proye%si 5ater9s
6oto Rontgen ini digunakan untuk melihat sinus maksilaris, sinus
ethmoidalis, sinus !rontalis, sinus orbita, sutura Gigomatiko !rontalis, dan
rongga nasal.

Proye%si !e/erse:To;ne
6oto Rontgen ini digunakan untuk pasien yang kondilusnya mengalami
perpindahan tempat dan juga dapat digunakan untuk melihat dinding
postero lateral pada maksila.

Proye%si Submento/ertex
6oto ini bisa digunakan untuk melihat dasar tengkorak, posisi kondilus,
sinus sphenoidalis, lengkung mandibula, dinding lateral sinus maksila,
dan arcus Gigomatikus.

A8AT <AN+ DI+UNAKAN DA8A1 P!7S0SIN+ 4I81
1. '7R2 RII=
N#empat memproses !ilm sampai terjadi gambar yang siap untuk dibaca
;ARSP7R7#7H$
(kuran memadai Qkapasitas, beban kerja
#erlindung (radiasi, sinar matahari,bahan kimia lain selain
bahan prosesing !ilm)
ada sirkulasi udara
7ir bersih
Sa!e light (cukup lampu merah atau hijau / watt)
'7R2 RII= #AR'MRM '7RM$
)et side
- bak berisi air mengalir
- #angki pembangkit>pengembang (de+eloper tank)
- #angki penetap (!iCer tank)
dry side
R 7lmari untuk penyimpan
- 6ilm
- 2aset
-dll
R 6ilm hanger
2. 6M0= ;RISASMH@ #7H2

. 6M0= ;RI,ASSMH@ SI0(#MIH
'e+eloping solution
- Hatrium 2arbonat N akselerator de+eloper, menjaga de+eloper tetap basa
-2alium *romide Nreduksi kristal yg tidak tertembus C-ray, mencegah
kabut !ilm
-Hatrium sul!it (preser+ati+e) N mencegah oksidasi Gat pereduks
- 7ir N pelarut
-=etol (elon) E pereduksi N timbulkan detail gambar
-?iroSuinone(pereduksi) N kontras yg baik

6iCing solution
*ersi!at asam =enghilangkan de+eloper=engandung$
- Hatrium tiosul!at Nmelarutkan 7g*r yg tidak larut dlm de+eloping
-7sam asetat N netralisir sisa de+eloper pd !ilm
-Hatrium sul!it Nmencegah Gat !iCing terurai dlm asam asetat(mencegah
pengendapan)
-2alium alum (boraks) Nmengeraskan gelatin pada emulsi !ilm N
gambaran tahan lama
-7ir N pelarut

)') 1engeta#ui e/auasi dari #asi "rosesing fim
2egagalan dalam processing !ilm bisa terjadi oleh beberapa alasan di
antranya$
#ime and temperature errors
;engaturan waktu dalam processing !ilm harus diperhatikan, seperti
contoh dalam 6M%MH@, yang menurut ketentuan harus dilakukan selama
"-1/ menit. Oika kurang dari penetapan waktu tersebut maka hasil !ilm
akan mudah kabur dalam jangka waktu pendek. Sedangkan pabila
melebihi batasan waktu, maka gambar pada !ilm akan hilang. Sedangkan
pengaturan temperature di gunakan dalam processing !ilm dengan metode
Time and Temperature.
,hemical contamination errors
*ahan-bahan kimia yang mencampuri dalam processing !ilm dapat
mengakibatkan hasil !ilm yang buruk. Seperti bila ada senyawa 7g*r,
yang masih tertinggal pada !ilm maka hasil !ilm pada nantinya akan
terlihat buram
6ilm handling errors
;emegangang pada !ilm diperbolehkan saat memastikan bahawa !ilm
tersebut sudah benar benar kering. 2arena kalau tidak akan tercetak jari
jari kita pada !ilm, bisa juga timbul bercak bercak yang akan mengganggu
dari hasil 6M0= itu sendiri.
0ighting errors
#idak diperbolehkan untuk menggunakan warna lampu yang berwarna
putih, dan jarak antara penerangan dengan working area tidak boleh
terlalu dekat, minimum " kaki. *ila hal ini tidak diperhatikan maka hasil
pada !ilm akan terlihat seperti berkabut (!ogged)
A!T04A3T !ADI7+!A4I$
Struktur atau gambaran yang tidak normal ada>tampak dlm radiogra! E
pada obyek yg di!oto tidak ada
SA*7*$
'e!ect pada !ilm atau !ilm packet
Mmproper handling o! the !ilm packet
7ccidental incidental to processing o! the !ilm
Radiographic technical error

1. R7'MI@R76 'AH@7H @IRAS7H R7'MI0(S0N
SA*7* $ r 6ilm tergores kuku atau benda lainnya
r !ilm tertekuk > kerutan !ilm
r goresan penjepit !ilm yg terkontaminasi de+eloper yg pekat
r pecikan larutan de+eloper

2. R7'MI@R76 'AH@7H ,7; O7RM
SA*7* $ =emegang !ilm dengan jari yang basah atau berkeringan

. R7'MI@R76 'AH@7H @7=*7R O7RMH@>;I07 70(R *7H
SA*7* $ penempatan !ilm terbalik

". HI'7 ;(#M? ;7'7 R7'MI@R76
SA*7* $ Tarti!ak larutan !iksasi
T emulsi tergores
T *enda>obyek radiopak tertanam dalam jaringan
T *enda>obyek radiopak pada cone

/. RA#M2(07SM ;7'7 R7'MI@R76
SA*7* E ;erbedaan suhu yang tajam antara larutan de+eloping dan air
pencuci

:. R7'MI@R76 #M'72 0AH@27;
SA*7* $ r 6ilm kontak dengan hanger, sisi bak pencuci atau kontak
dengan
!ilm lain selama proses pengembangan
r penempatan !ilm kurang tepat (kurang ke apikalE terlalu ke apikal)
r Sebagian !ilm tidak masuk dalam larutan pengembang
r 2egagalan penempatan !ilm sejajar dataran oklusal
r 7ngulasi +ertikal terlalu kecil c pemanjangan

<. R7'MI@R76 #AR070( ;(#M?
SA*7*$ r (ndereCposure
r waktu de+eloping terlalu singkat
r #emperatur de+eloper rendah
r 2onsentrasi de+eloper lemah
r larutan de+eloper terlalu dingin, kadaluarsa, kotor atau
tercampur satu sama lain
r 2ualitas !ilm jelek
r Boltage dan m7 kurang

)'* 1engeta#ui efe% sam"ing dari sinar x
Sinar %, selain memiliki si!at yang menguntungkan juga memiliki
beberapa e!ek yang berdampak buruk pada tubuh maupun lingkungan.
2etika menembus jaringan tubuh, radiasi sinar ionisasi menimbulkan
kerusakan pada tubuh, terutama dengan ionisasi atom-atom pembentuk
jaringan. Mndikasi radiasi yang merusak dalam tingkat atom akan
menimbulkan perubahan molekul, yang menimbulkan kerusakan seluler,
serta menimbulkan !ungsi sel abnormal atau hilangnya !ungsi sel.
A!ek radiasi pada manusia merupakan hasil dari rangkaian proses !isik
dan kimia yang terjadi segera setelah terpapar (14-1/ detik), kemudian
diikuti dengan proses biologic dalam tubuh. ;roses biologic meliputi
rangkaian perubahan pada tingkat molekuler, seluler, jaringan dan tubuh.
2onsekuensi yang timbul dapat berupa kematian sel atau perubahan pada
sel. *ergantung pada dosis radiasi yang diterima tubuh. ;ada paparan
akut dosis relati+e tinggi, e!ek yang timbul merupakan hasil kematian dari
sel yang dapat menyebabkan gangguan !ungsi jaringan dan organ tubuh,
bahkan kematian.
A!ek seperti ini disebut e!ek deterministic yang umumnya segera dapat
teramati secara klinis setelah tubuh terppar radiasi dengan dosis diatas
dosis ambang. Selain itu, radiasi dapat tidak mematikan sel tetapi
menyebabkan perubahan atau trans!ormasi sel sehingga terbentuk sel baru
yang abnormal.
;erubahan ini terutama karena rusaknya materi inti sel, kususnya 'H7
dan kromosom. ;erubahan ini berpotensi menyebabkan terbentuknya
kanker pada sebagian indi+idu terpapar atau penyakit herediter meningkat
dengan bertambahnya dosis, tetapi tidak halnya dengan keparahannya.
A!ek ini disebut e!ek stokastik.
0fe% !adiasi "ada 1embran 1u%osa 1uut
Radiasi pada daerah kepala dan leher khususnya naso!aring akan
mengikutsertakan sebagian besar mukosa mulut. 7kibatnya dalam
keadaan akut akan terjadi e!ek samping pada mukosa mulut berupa
mukositis yang dirasa pasien sebagai nyeri pada saat menelan, mulut
kering dan hilangnya cita rasa (taste). 2eadaan ini seringkali diperparah
oleh timbulnya in!eksi jamur pada mukosa lidah serta palatum.
0fe% !adiasi "ada +andua Sai/arius
#erapi radiasi pada daerah leher dan kepala untuk perawatan kanker telah
terbukiti dapat mengakibatkan rusaknya struktur kelenjar sali+a dengan
berbagai drajat kerusakan pada kelenjar sali+a yang terkena radioterapi.
?al ini ditunjukkan dengan berkurangnya +olume sali+a. Oumlah dan
keparahan kerusakan jaringan kelenjar sali+a tergantung dosis dan
lamanya penyinaran.. =ulut akan menjadi kering (%erostomia) dan sakit,
serta pembengkakan dan nyeri karena berkurangnya sali+a sehingga
menyebabkan hilangnya !ungis lubrikasi.
0fe% !adiasi "ada +igi
@igi yang telah erupsi cenderung mengalami kerukan akibat radiasi
daerah rongga mulut, meskipun kerusakannya baru tampak setelah
beberapa tahun setelah radiasi. =ani!estasi kerusakan berupa destruksi
substansi gigi yang disebut karies radiasi dan dimulai pada ser+ikal gigi.
0esi berupa demineralisasi yang lebih daripada karies pada umumnya,
dengan pola melintas gigi dan menyebabkan kerusakan mahkota gigi pada
daerah ser+ikal.
2erusakan jaringan keras gigi (email, dentin, sementum) mengakibatkan
karies gigi. Secara radiogra!i daerah karies bersi!at radiolusen bila
dibandingkan dengan email atau dentin. ?al ini penting bagi pendiagnosa
untuk melihat radiogra!i dalam situasi pengamatan yang tepat dengan
pandangan yang jelas agar dapat membedakan antara restorasi dan
anatomi gigi yang normal. ;ada gigi terjadi dua e!ek radiasi yaitu e!ek
radiasi secara langsung dan tidak langsung.
a' 0fe% !adiasi 8angsung
A!ek radiasi ini terjadi paling dini dari benih gigi, berupa gangguan
kalsi!ikasi benih gigi, gangguan perkembangan benih gigi dan gangguan
erupsi gigi.
b' 0fe% !adiasi tida% 8angsung
A!ek radiasi tidak langsung terjadi setelah pembentukan gigi dan erupsi
gigi normal berada dalam rongga mulut, kemudian terkena radiasi
ionosasi, maka akan terlihat kelainan gigi tersebut misalnya adanya karies
radiasi. *iasanya karies radiasi pada beberapa gigi bahkan seluruh region
yang terkena pancaran sinar radiasi, keadaan ini disebut rampan karies
radiasi. Radiasi karies merupakan bentuk rampan dari kerusakan gigi
yang dapat terjadi pada tiap indi+idu yang mendapatkan radioterapi
termasuk penyinaran dari glandula sali+a. 0esi karies dihasilkan dari
perubahan glandula sali+arius.
;enurunan arus, peningkatan p?, penurunan kapasitas bu!!er karena
adanya perubahan elektrolit dan peningkatan +iskositas. Sali+a normal
dapat menurun dan akumulasi debris yang cepat karena tidak adanya
tindakan pembersihan. 2aries sekunder yang disebabkan radiasi memiliki
bentuk jelas yang merata pada cement enamel junction (,AO) dari
permukaan bukolabial, merupakan lokasi yang biasanya tahan terhadap
karies.
;ermukaan bukal dan lingual sering Hampak warna putih atau opak
karena terjadi demineralisasi dari email. 'aerah ini terjadi demineralisasi
bila sali+a menjadi asam dan kehilangan suplai mineral yang secara
normal mengisi ion negati+e berubah, permukaan lembut, kehailangan
translusensi dan sering !raktur, menyebabkan erosi, membuat dentin
menjadi terbuka.

0fe% !adiasi "ada Tuang
;erawatan kanker pada daerah mulut sering dialkukan penyinaran
termasuk pada mandibula. 2erusakan primer pada tulang disebabkan oleh
penyinaran yan mengakibatkan rusaknya pembuluh darah periosteum dan
tulang kortikal, yang dalam keadaan normalnya sudah tipis. Radiasi juga
dapat merusak osteoblas dan osteoklas. Oaringan sumsusm tulang menjadi
hipo+askular, hipoCik, dan hiposelular.
Sebagai tambahan, endosteum menjadi terjadi atro!i pada endosteum
menunjukkan berkurangnya akti!itas osteoblas dan osteoklas, dan
beberapa lacuna pada tulang yang kompak tampak kosong, hal tersebut
merupakan indikasi terjadinya nekrosis. 'erajat mineralisasi menjadi
berkurang, memicu terjadinya kerapuhan, aytau perubahandari tulang
yang normal. Oika keadaan ini bertambah parah tulang akan mangalami
kematian, kondisi seperti ini disebut osteoradionecrosis.

0fe% !adiasi "ada Pu"a
7poptosis adalah mekanisme biologis yang merupakan jenis kematian sel
yang terprogram, yang dapat terjadi pada kondisi !isiologis maupun
patologis. 7poptosis digunakan oleh organism multi sel untuk membuang
sel yang sudah tidak diperlukan oleh tubuh. 7poptosis umumnya
berlangsung seumur hidup dan bersi!at menguntungkan bagi tubuh.
7poptosis dapat terjadi selama selama perkembangan, sebagai mekanisme
homeostatis untuk menjaga atau memelihara populasi sel dalam jaringan,
sebagai mekanisme pertahanan jika sel rusak oleh suatu penyakit atau
bahan racun pada proses penuaan.
7poptosis pada jaringan !ibroral pulpa dapat terjadi akibat dosis radiasi
yang diterima selama terapi radiasi adalah U 244 rad sehingga apoptosis
pada sel !ibrolas pulpa meningkat pulpa sehingga selain sel sel !ibrolas,
sel-sel lain juga turut mati akibat e!ek radiasi. 'ikarenakan sel !ibrolas
merupakan sel terbanyak yang ada di pulpa dengan !ungsi sebagai
menjaga integritas dan +italitas pulpa berupa membentuk dan
mempertahankan matriks jaringan pulpa dengan membentuk ground
substance dan serat kolagen sehingga apoptosis pada sel !ibrolas pulpa
menjadi proses awal terjadinya karies radiasi.
Selain itu, Mnteraksi radiasi pengion dengan meteri biologic diawali
dengan interaksdi !isika yaitu, proses ionisasi. Alektron yang dihasilkan
dari proses ionisasi akan berinteraksi secara langsung maupun tidak
langsung. Secara langsung bila penyerapan energi langsung terjadi pada
molekul organik dalam sel yang mempunyai arti penting, seperti 'H7.
Sedangkan interaksi secara tidak langsung bila terlebih dahulu terjadi
interaksi radiasi dengan molekul air dalam sel yang e!eknya kemudian
akan mengenai molekul organik penting. =engingat sekitar -48 dari
tubuh manusia terdiri dari air, maka sebagian besar interaksi radiasi dalam
tubuh terjadi secara tidak langsung.
7. Radiasi dengan =olekul 7ir (Radiolisis 7ir)
;enyerapan energi radiasi oleh molekul air dalam proses radiolisis air
akan menghasilkan radikal bebas (?V dan I?V) yang tidak stabil serta
sangat reakti! dan toksik terhadap molekul organik +ital tubuh.
*. Radiasi dengan 'H7..
Mnteraksi radiasi dengan 'H7 dapat menyebabkan terjadinya perubahan
struktur molekul gula atau basa, putusnya ikatan hydrogen antar basa,
hilangnya basa dan lainnya. 2erusakan yang lebih parah adalah putusnya
salah satu untai 'H7 yang disebut single strand break, atau putusnya
kedua untai 'H7 yang disebut double strand breaks
,. Radiasi dengan 2romosom.
Sebuah kromosom terdiri dari dua lengan yang dihubungkan satu sama
lain dengan suatu penyempitan yang disebut sentromer. Radiasi dapat
menyebabkan perubahan baik pada jumlah maupun struktur kromosom
yang disebut aberasi kromosom. ;erubahan jumlah kromosom, misalnya
menjadi "< buah pada sel somatic yang memungkinkan timbulnya
kelainan genetic. 2erusakan struktur kromosom berupa patahnya lengan
kromosom terjadi secara acak dengan peluang yang semakin besar dengan
meningkatnya dosis radiasi.

D7SIS DAN 040K S71ATIK !ADIASI

1. 'osis lemah>rendah$ 4 L /4 rad
a. 4-2/ rad
N tidak ada e!ek,mungkin tidak ada delayed e!!ect
b. 2/-/4 rad
N e!ek tidak ada>sedikit perubahan susunan darah,
mungkin ada delayed e!!ect
2. 'osis sedang $ /4-244 rad
a. /4-144 rad
N badan lemas>mual, perpendekan umur, perubahan
susunan darah N delayed reco+ery
b. 144-244 rad
N mual dan muntah 2" jam setelah radiasi, na!su
makan kurang, lemas, suara serak, diare, epilepsi,
kerontokan rambut
. 'osis semi letal $ 244-"44 rad
- mual, mutah dalam 1-2 jam setelah radiasi
- epilepsi
- na!su makan berkurang
- panas dan lemas
- pada minggu ke-$ radang mulut>tenggorok
- ;ada minggu ke-" $ pucat, perdarahan hidung, diar
". 'osis letal $ "44-:44 rad
- 1-2 Oam $ mual muntah
- akhir minggu ke-1$ radang mulut>tenggorokan
BAB I=' K0SI1PU8AN
1. #eknik prosesing !ilm yg lain yaitu
=7H(70
a. dengan dark room E
1) =etode +isual
2) =etode temperatur dan waktu
b. #anpa dark room (sel! processing)
I#I=7#MS
N dg !ilm processing otomatics machine
#ahapan pengolahan !ilm secara mannual terdiri dari pembangkitan
(de+eloping), pembilasan (rinsing), penetapan (!iCing), pencucian
(washing), dan pengeringan (drying).
2. OAHMS-OAHMS 6I#I RIH#@AH @M@M

#eknik Rontgen Akstra Iral
#eknik Rontgen ;anoramik
#eknik Rontgen Iklusal
#eknik *ite )ing
#eknik Rontgen ;eriapikal
#eknik Rontgen Mntra oral
#eknik 0ateral
#eknik ;ostero 7nterior
#eknik 7ntero ;osterior
#eknik ,ephalometri

.2egagalan dalam processing !ilm bisa terjadi oleh beberapa alasan di
antranya
#ime and temperature errors
,hemical contamination errors
6ilm handling errors
0ighting errors
".e!ek radiasi
A!ek radiasi pada manusia merupakan hasil dari rangkaian proses !isik
dan kimia yang terjadi segera setelah terpapar (14-1/ detik), kemudian
diikuti dengan proses biologic dalam tubuh. ;roses biologic meliputi
rangkaian perubahan pada tingkat molekuler, seluler, jaringan dan tubuh.
2onsekuensi yang timbul dapat berupa kematian sel atau perubahan pada
sel. *ergantung pada dosis radiasi yang diterima tubuh. ;ada paparan
akut dosis relati+e tinggi, e!ek yang timbul merupakan hasil kematian dari
sel yang dapat menyebabkan gangguan !ungsi jaringan dan organ tubuh,
bahkan kematian. Vlaporan tutorial kelompok enamV
Dasar : Dasar Prote%si !adiasi
;roteksi Radiasi atau 2eselamatan Radiasi $ adalah suatu ilmu
pengetahuan yang berkaitan dengan teknik kesehatan lingkungan yaitu
tentang proteksi yang perlu diberikan kepada seseorang atau sekelompok
orang terhadap kemungkinan diperolehnya akibat negati! dari radiasi
pengion.
TUJUAN P!7T0KSI !ADIASI
=encegah terjadinya e!ek non stokastik yang berbahaya, dan
membatasi peluang terjadinya e!ek stokastik hingga pada nilai batas
yang dapat diterima masyarakatE
=eyakinkan bahwa pekerjaan atau kegiatan yang menggunakan Gat
radioakti! atau sumber radiasi dapat dibenarkan.
4A8SA4A2 P!7T0KSI !ADIASI
;rinsip$ 707R7 (as low as reasonably achie+eable), serendah mungkin
yang dapat diterima akal sehat, yaitu$
Ousti!ikasi$ =an!aatnya harus lebih besar dari risiko radiasi yang
diterima
0imitasi$ Oumlah dosis yang diterima harus tidak melebihi H*'
yang ditetapkan dan dilakukan pada daerah kerja tertentu
Iptimasi$ ;enggunaan dosis yg optimal.
0fe% Bioogi !adiasi
Somatik $ Irang yg terkena radiasiE
- Stokastik $ ;eluang terjadi sebanding dengan
dosis yang diterima tanpa ada ambang
batas
- Hon-stokastik $ 2eparahan akibat radiasi
bergantung dosis yg diterimaE ada
ambang batas.
@enetik $ 2eturunan orang yg terkena radiasiE
#eratogenik $ ,acat bawaan > kematian karena janin terkena radiasiE
4UN+SI K0S08A1ATAN
=an$ Irang > operator yg menjalankan alatE
=achine$ ;eralatan yg digunakanE
Mnter!ace$ 7ntarmuka antara orang dan peralatannya, yaitu
prosedur kerjaE
Sa!ety culture$ *udaya keselamatan, kebiasaan2 baik menjunjung
keselamatanE
Regulation$ 2epatuhan pd peraturan perundang-anE ;eriGinan,
akreditasi W serti!ikasiE Mnspeksi.
K0T0NTUAN U1U1 P!7T0KSI !ADIASI
?ubungan antara risiko dan batas dosis$
/4 mS+>thn D /444 mrem>thn eki+alen dengan probabilitas 1 kematian
dalam 2444 kasus per tahun.
2ategori ;enyinaran
;ekerja radiasi (1-thX)$ wanita hamil dan pekerja radiasi lainnyaE
7nggota masyarakat$ perorangan dan keseluruhanE
=edik, bagi pasien yg sengaja diberikan. #idak termasuk bagi
pelaksana penyinaran.
K0T0NTUAN NBD
2ep Ho. 41 re+.1>2a-*7;A#AH>MMM-41$
;enerimaan dosis yg tidak boleh dilampaui per thn
#idak bergantung laju dosis, interna > eksternaE
#idak termasuk penyinaran medis W alamiE
;ekerja radiasi tidak boleh berusia 9 1- thn.
;ekerja wanita dalam masa menyusui tidak diiGinkan bertugas di daerah
radiasi dg risiko kontaminasi tinggi.2A#AH#(7H H*' (2eputusan 2a
*apeten Ho. 41>2a-*7;A#AH>B-..)
K0T0NTUAN NBD
Oenis penyinaran =aksimal
1. Seluruh tubuh>thn /4mS+ (/rem)
2. 7bdomen wanita usia subur>mg 1mS+
. )anita hamil>thn 14mS+
". H*' penyinaran lokal
'osis A!ekti! > tahun /4mS+
'osis rata-rata tidak lebih /44 mS+
0ensa mata > thn 1/4mS+
2ulit, ekstremitas > thn /44mS+
/. ;enyinaran khusus direncanakan 2 H*'
- Seumur hidup / H*'
V =endapat iGin dari ;M7E
V 1 thn sebelumnya tdk pernah menerima 1 H*'E
V #dk utk wanita subur dan menolak.
:. =asy. umum, seluruh tubuh>thn 1>14 H*'
=asy. umum, lokal>thn /4mS+.
<. 7nggota masyarakat secara keseluruhan$
;rotection Mnternational 7gency menjamin serendah mungkin,
memperhatikan dosis genetikE
-. 'osis maksimum bagi magang>siswa$
1- thnX$ 9 H*' pekerja radiasi>thnE
1:-1- thn$ 9 4, H*' pekerja radiasi>thnE
91: thn$ 9 4,1 H*' masy. umum>thn dan
9 4,41 H*' masy. umum>penyinaran.
NBD seuru# tubu# untu% Pe%erja !adiasi
#7?(H 'ISMS
1." 4,2 R>hari
1./1 4,/ R>minggu
1.// L 1./. 4, R>minggu
(244 R selama hidup), Rata-rata /
R>tahun
1./. L 1.<< / Rem>tahunE
rem>1 minggu, / (H-1-)rem
1.<< L 244: /4 mS+ atau / rem>tahun
244: L Skrg 24 mS+ atau 2 rem>tahun
2etentuan (mum ;roteksi Radiasi
;embatasan penyinaran$ ;embagian daerah kerja, klasi!ikasi pekerja
;emantauan daerah kerja dan pemantauan perorangan, interna
maupun ekstern ;encatatan dosis (simpan hingga 4 thn)
;engawasan kesehatan
Irganisasi ;R dan ;etunjuk ;elaksanaan
;embagian daerah kerja
'aerah pengawasan$ 9 1/mS+>thn, dan bebas kontaminasi$
Sangat rendah$ 1-/ mS+>th
Rendah$ /-1/ mS+>thn
Sedang$ 1/-/4 mS+>thn ('eareh pengendalian$ Y 1/mS+>thn)
#inggi Y /4 mS+>thn
2ontaminasi$ rendah, sedang, tinggi.
;engolahan 0imbah ZR
2ategori limbah berdasarkan$ bentuk !isik dan tingkat radioakti+itasE
2arakteristik limbah$
(mur paro, lama penyimpananE
;anas yang mungkin ditimbulkanE
2lasi!ikasi limbah$
Rendah$ diencerkan dengan pengencer 9 1444 (dari jumlah sumber)
sebelum dibuang ke lingkunganE
Sedang $ perlu pengencer 1444 - 1444.444 kaliE
#inggi $ perlu pengencer 3 1444.444 kaliE
;engenceran>pembauran$ 0imbah padat>cair>gas tingkat rendahE
;enangguhan dan peluruhan$ )aktu paro pendekE
2onsetrasikan dan kungkung$ 0imbah padat>cair> gas tingkat sedang
dan tinggi
?al-hal yang harus diperhatikan$
*aku mutu lingkunganE 707R7E pertimbangan
sosial dan ekonomi.