Anda di halaman 1dari 26

PEMBELAHAN dan BLASTULASI

By. Ike Apriani, M.Si


Pengertian
Tipe
Pola
Proses
Kandungan Yolk
Cakupan Materi.
Sumbu tubuh
Blastulasi
Pembelahan
Pengertian
Proses pembelahan (Cleavage) adalah urutan
pembelahan mitosis yang membagi zigot menjadi
banyak sel-sel yang lebih kecil.

Sel-sel pada tahap ini disebut blastomer.


Ciri khas pembelahan adalah tidak terjadi penambahan
volume embrio (tidak membesar)
Sumbu tubuh
Bidang vertikal
Bidang
ekuator/
horizontal
Bidang vertikal
Kutub animal
Kutub vegetal
Kandungan Yolk
Pola pembelahan bersifat spesifik yang ditentukan oleh jumlah
yolk dan sebarannya di dalam sitoplasma zigot (merupakan
warisan sitoplasma telur, dan arah gelendong mitosis).
Isolecithal, telur dengan yolk kecil dan tersebar
Mesolecithal, yolk dalam jumlah yang sedang terkonsentrasi
di kutub vegetal
Telolecithal, yolk dalam jumlah banyak terkonsentrasi di
kutub vegetal
Centrolechital, Yolk terletak di bagian tengah
Kuning telur (Yolk, cadangan nutrient dalam sel telur) untuk
perkembangan embrio, tertimbun di vegetal (wilayah vegetal).
Sedangkan inti sel telur lebih dekat dengan kutub anima (wilayah atas)



Tipe Pembelahan
1. Holoblastik : pembelahan sempurna sel telur

2. Meroblastik : pembelahan yang tidak sempurna pada sel telur
Pola Pembelahan
Radial
Bilateral
Spiral
Rotasional
Diskoidal
Superfisial

RINGKASAN MODEL PEMBELAHAN

Pembelahan 1 adalah vertical memotong dari kutub anima ke kutub vegeta maka
dihasilkan dua blastomer yang sama besar.
Pembelahan II juga vertical, dari kutub anima ke kutub vegetal, dengan bidang
pembelahan tegak lurus terhadap bidang pembelahan I, diperoleh 4 blastomer yang
sama besar.
Pembelahan III dengan arah horizontal, tegak lurus dengan bidang pembelahan I
dan II, sehingga dihasilkan delapan blastomer yang sama besar.

Pembelahan holoblastik diperlihatkan dengan pemisahan blastomer yang
sempurna. Pola pembelahan radial pada embrio sea urchin Lytechinus pictus.

Proses
Pembelahan IV merupakan pembelahan secara simultan, dua bidang pembelahan vertical
di wilayah kutub anima dihasilkan 8 mesomer (blastomer yang sedang) sementara di
wilayah kutub vegeta satu bidang pembelahan horizontal dihasilkan 4 mikromer
(blastomer yang paling kecil) dan 4 makromer (blastomer yang paling besar)

Pembelahan V terjadi di wilayah mesomer bidang horizontal sehingga dihasilkan 16
mesomer, lapisan mesomer paling atas disebut anima I (AN I) dan lapisan mesomer yang
tepat di bawahnya disebut anima 2, sementara itu di wilayah makromer terjadi
pembelahan 2 bidang verikal dihasilkan delapan makromer yang selanjutnya disebut
vegetal, demikian pula mikromer sehingga ada 8 mikromer.

Pembelahan VI terjadi di wilayah anima, vegetal dan mikromer secara simultam bidang
vertical dan horoizontal akhirnya terdapat 128 sel yang membangun embrio ini.
Pembelahan holoblastik , Pola pembelahan spiral pada moluska

Pembelahan holoblastik , Pola pembelahan bilateral pada Tunicate

Proses pembelahan pada aves, tipe pembelahan meroblastic (blastomer terpisah
tidak sempurna) dan pembelahan pola diskoidal.
Akibat telur mengandung banyak yolk terdesak di wilayah kutub anima, demikian
pula posisi zigot dan selanjutnya embrio.

Bila diamati dari permukaan atas, tampak di bagian tengah (sentral) lebih terang
yag disebut area pelusida, sedangkan di bagian tepi sekelilingnya tampak lebih
gelap yang disebut area opaka.
Pembelahan I dan pembelahan II merupakan
bidang tegak lurus sesamanya, dihasilkan 4
blastomer.


Pembelahan III terjadi secara simultan dua
bidang pembelahan yang sejajar di kiri dan
kanan bidang pembelahan I, dihasikan
delapan blastomer.

Pembelahan IV terjadi secara vertical
mengelilingi terhadap bidang pembelahan I,
II dan III sehingga dihasilkan 16 blastomer.

Pembelahan V terjadi secara simultan dua
bidang pembelahan yang masing-masing
tegak lurus terhadap bidang pembelahan III,
sehingga dihasilkan 32 blastomer.

Arah pembelahan selanjutnya tidak
diketahui (karena sulit dirunut) akhirnya
dihasilkan sekitar 250 blastomer di akhir
tahap pembelahan. Pembelahan pola
diskoidal, seluruh blatomer tersusun seperti
keping yang terletak di atas permukaan yolk.



Inti zigot terletak di bagian tengah yang dikelilingi oleh yolk, dan di bagian
periderm (permukaan dalam) terdapat sitoplasma.
Pembelahan inti secara mitosis tidak dilanjutkan dengan pembagian yolk ataupun
sitoplasma.

Inti-inti anak hasil pembelahan tersebut berimigrasi kearah periderm sementara
pembelahan terus berlangsung. Kemudian setiap inti anak yang sudah berada di
bagian periderm, akan dilingkupi oleh sitoplasma sehingga dibentuk sel-sel yang
merupakan blastomer.
Selanjutnya blastomer itu mengalami diferensiasi untuk membentuk organ-organ
tubuh larva atau nimfa.
Tipe pembelahan meroblastik, pola pembelahan superfisial.

Embrio amfibia mengalami tipe pembelahan holoblastik unequal
(ukuran blastomer tidak sama) akibat kandungan yolk sedang, dan
tipe pembelahan radial
Zigot di wilayah kutub anima berpigmen, sementara di wilayah kutub vegetal tanpa
pigmen tetapi mengandung yolk, dan butir-butir yolk semakin kasar/besar semakin
ke kutub vegetal.

Kondisi inilah yang menyebabkan blastomer berukuran tidak sama, blastomer yang
berukuran relative lebih kecil terdapat di wilayah lebih kearah kutub animal

Setelah telur katak difertilisasi, terbentuk daerah kelabu (grey crescent) sebagai
akibat aktivitas sperma dan reaksi korteks telur sehingga pigmen di tempat yang
bersebrangan dengan tempat penetrasi bergeser kearah tempat penetrasi.
Proses pembelahan pada embrio katak

Pembelahan I, arah vertical dari kutub anima ke kutub vegetal, sementara
pembelahan I belum selesai, pembelahan 2 sudah dimulai.

Pembelahan II dengan arah vertikal tegak lurus terhadap pembelahan I. maka
dihasilkan 4 blastomer yang berukuran sama dari pembelahan I dan II.

Pembelahan III arah horizontal di wilayah kutub anima, sehingga ada 8 blastomer
yang berukuran tidak sama, di wilayah anima lebih kecil daripada yang wilayah
vegetal.

Pembelahan IV secara simultan dua bidang saling tegak lurus arah vertical dari
kutub anima ke kutub vegetal, sementara pembelahan IV belum selesai pembelahan
V sudah dimulai. Hasil pembelahan IV adalah blastomer yang berukuran tidak sama.
Pembelahan V, secara simultan dua bidang sejajar dengan bidang pembelahan
III arah horizontal, satu bidang di atas dan satu lagi di bawah bidang
pembelahan III.

Selanjutnya dihasilkan 32 blastomer yang berukuran tidak sama.

Pembelahan selanjutnya terjadi secara bergantian arah vertical dan horizontal,
sampai dihasilkan 256 blastomer.



Tahap pembelahan embrio 2 sel, 4
sel, 8 sel dan morula. Tahap ini
terjadi di dalam oviduk.

Tahap morula sejak embrio 12 sel
dan berakhir saat blastosis sudah
dibentuk, bila blastomer mencapai
sekitar 50-60 sel.

Zona pelusida telah lenyap pada
tahap akhir blastosis pada embrio
manusia umur 5 (lima) hari.
Tipe pembelahan holoblastik (blastomer terpisah
sempurna) pola pembelahan rotasional pada mamalia.

BLASTULA
Blastulasi dicirikan dengan proses pembentukan blastocoel (rongga blastula),
sehingga embrio disebut tahap blastula.

Fungsi blastocoel memungkinkan perpindahan bakal sel-sel endoderm dan
mesoderm sewaktu gastrulasi.

Blatula Amphioxus Blatula Katak Blatula Aves
Diagfragmatis blastula katak
Kandungan
yolk
Tipe
pembelahan
Pola
pembelahan
Contoh hewan Blastula Rongga
blastula
Sedikit dan
merata
Holoblastik
(blastomer
terpisah
sempurna)
Radial
Bilateral
Spiral
Rotasional
Echinodermata,
Amphioxus,
Ascidian,
Moluska,
Annelida,
Mamalia
Bulat,dinding
satu lapisan
sel
Besar, di
tengah
Jumlah yolk
sedang
Holoblastik
(ukuran
blastomer
tidak sama)
Radial Amfibia, lamprey,
ikan paru
(lungfish)
Bulat,
dinding
berlapis
banyak dan
ketebalan
tidak merata
Kecil dan di
tepi
Jumlah yolk
banyak
Meroblastik
(blastomer
terpisah tidak
sempurna)
Diskoidal Hampir semua
jenis Pisces,
Reptil, dan Aves
Blastomer
terletak di
atas
permukaan
yolk
Ruang pipih
antara
epiblas dan
hipoblas
Yolk terletak di
bagian tengah
Meroblastik Superfisial
(blastomer di
bagian luar)
Insekta, dan
Arthropoda
lainnya
Silinder Tidak ada