Anda di halaman 1dari 24

BAB I

PENDAHULUAN
I.1 LATAR BELAKANG
Wanita dan anak-anak merupakan kelompok paling potensial untuk menjadi target tindak
kejahatan. Namun, sebagai target tindak kejahatan, jumlah wanita dan anak-anak sangat
banyak dan tidak sebanding dengan jumlah aparat penegak hukum.
Pemerkosaan wanita di Indonesia dihadapkan pada batasan undang-undang tentang
pemerkosaan yang mencerminkan budaya dominasi pria terhadap wanita. Undang-undang
dinilai lebih melindungi kepentingan pria dibandingkan korban. Pendapat seperti ini muncul
karena di dalam undang-undang mensyaratkan terjadinya perkosaan dengan adanya penetrasi
vaginal dari pelaku. ementara itu perbuatan memaksakan hubungan anal dan oral serta
memasukkan benda-benda lain seperti jari atau botol ke dalam vagina tidak dapat
dikategorikan sebagai tindakan pemerkosaan. ebagai tindak lanjut keprihatinan terhadap
undang-undang perkosaan, sejak tahun !""! telah dirancang rumusan baru mengenai
peraturan untuk tindak perkosaan.
#atatan komisi nasional $%omnas& perempuan dalam !' tahun terakhir menunjukkan
bahwa setiap dua jam sekali, satu orang perempuan mengalami kasus perkosaan. (alam satu
hari, )* orang perempuan di Indonesia mengalami kekerasan seksual. +enurut %omisioner
%omnas Perempuan ,ndy -entriyani, permasalahan kekerasan seksual yang dimaksud bukan
hanya perkosaan, melainkan bisa dikategorikan dalam !' bentuk. %ejadian ini banyak
dirasakan oleh perempuan tetapi tidak diketahui sebagai bentuk kekerasan. !' bentuk
kekerasan itu antara lain. ancaman atau percobaan perkosaan dan serangan seksual lainnya,
pemaksaan kehamilan, pemaksaan sterilisasi, kontrol seksual termasuk pemaksaan busana,
dan kriminalisasi perempuan lewat aturan diskriminati/ beralasan moralitas dan agama,
praktik tradisi bernuansa seksual yang berbahaya, dan atau diskriminati/. ,ktivis perempuan,
Wulan (anoekoesoemo, menyatakan banyak pelaku kekerasan seksual bukan orang asing
bagi korbannya. Pelaku umumnya mengincar korban yang ada di dekatnya karena adanya
kemudahan akses.
+enurut askia 0. Wieringa, ,hli %ajian 1ender dan eksualitas dari Universitas
,msterdam, pemerkosaan di Indonesia sudah masuk dalam situasi sulit. elain itu,
perempuan yang sering menjadi korban juga jarang mendapat keadilan karena kejadian
pemerkosaa dianggap kesalahan perempuan. udah menjadi wacana umum bahwa pihak laki-
laki kebanyakan berpikir bisa memiliki perempuan, sehingga ketika mereka sedang naik
hasrat seksualnya dan sulit dihentikan, mereka bisa melakukan pemerkosaan. %orban harus
membuktikan bahwa tindak kekerasan seksual memang benar-benar terjadi, sementara pelaku
tidak perlu membuktikan apapun untuk menunjukkan ia tidak bersalah. 2idak jarang korban
harus berkali-kali memaparkan ulang kejadian traumatis yang dialaminya.
2erdapat stigma di masyarakat Indonesia bahwa wanita korban perkosaan adalah
perempuan hina. elain itu, terdapat pandangan bahwa yang salah adalah pihak wanita,
karena mereka dengan sengaja menggoda dengan cara berpakaian atau dandanan mereka.
,kibatnya, korban enggan untuk melaporkan kejadian yang ia alami supaya tidak merusak
nama baiknya maupun keluarganya.
1
%etua %omisi Perlindungan ,nak Indonesia, +aria Ul/ah ,nshor, mengatakan kejahatan
pada anak di tahun )*!) didominasi kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual dengan nilai
3*4. (ari hasil pemantauan %P,I, sebanyak 56 persen anak sekolah mengaku telah
mendapatkan kekerasan di sekolah yang dilakukan oleh guru, wali kelas, petugas
administrasi, dan satuan pengaman $satpam& sekolah.
7erdasarkan data Womens Crisis Centre $W##& %abupaten Nganjuk, terjadi kenaikan
kasus perkosaan dan pencabulan yang menimpa korban dibawah umur di tahun )*!)
dibandingkan tahun sebelumnya. +enurut (ivisi pendampingan W## %abupaten Nganjuk,
Netty -udhiana, penyebab meningkatnya kasus pencabulan dan perkosaan anak dibawah
umur ini merupakan dampak buruk dari keberadaan alat komunikasi handphone $8P&.
2erlebih lagi, tari/ sms yang sangat murah bahkan gratis dari para penyedia jasa
telekomunikasi menjadikan anak-anak usia muda banyak meman/aatkannya untuk iseng.
ementara itu, kenaikan proses perkosaan anak di %abupaten %endal di tahun yang sama
meningkat hingga 9**4, dengan usia korban antara !3-!5 tahun. Pemerhati anak %endal,
a:adatul, menjelaskan bahwa banyaknya kasus perkosaan yang menimpa anak adalah akibat
dari kurangnya pengetahuan seks dan dampak dari perkembangan teknologi. (i sisi lain,
orang tua kurang memberi pengawasan. %orban kebanyakan anak-anak yang tinggal di desa.
Pada tahun )*!3, 0mayartini menjadi wanita pertama di Indonesia yang dipenjara karena
kasus pemerkosaan. Ia terbukti bersalah mencabuli enam anak remaja sehingga divonis
penjara 5 tahun, denda ;* juta rupiah subsidair 3 bulan kurungan. %asus ini memunculkan
perbedaan pendapat karena berdasarkan uji psikologi <= 7engkulu, 0mayartini perlu
dirawat. Namun, berdasarkan penilaian majelis hakim, ia tidak gila sebab selama
pemeriksaan ia sadar dan bisa menjelaskan kronologis kejadian.
Pada kasus perkosaan seringkali disebutkan bahwa korban perkosaan adalah perempuan.
(engan mengacu pada %U8P, pria tidak dapat menjadi korban perkosaan karena pada saat
laki-laki dapat melakukan hubungan seksual berarti ia dapat merasakan rangsangan yang
diterima oleh tubuhnya dan direspon oleh alat kelaminnya.(alam perundang-undangan di
Indonesia, dijelaskan oleh <. oesilo mengenai Pasal )5' %U8P, menyatakan bahwa
pembuat aturan tidak perlu untuk menentukan hukuman bagi perempuan yang memaksa laki-
laki untuk bersetubuh. 8al ini bukan semata-mata karena paksaan oleh seorang perempuan
terhadap laki-laki itu dipandang tidak mungkin, akan tetapi justru karena perbuatan itu bagi
laki-laki dipandang tidak mengakibatkan sesuatu yang buruk atau merugikan, seperti halnya
seorang perempuan yang dirugikan $hamil& atau melahirkan anak karena perbuatan itu.
(alam <UU %U8P tindak pidana yang sedang disusun sejak tahun !"5*-an, perkosaan
dide/inisikan sebagai >persetubuhan yang dilakukan di luar kehendak salah satu pihak>.
2idak perlu adanya ancaman kekerasan atau kekerasan, tetapi cukup bahwa persetujuan tidak
disetujui oleh salah satu pihak $secara psikis&. (engan demikian, disimpulkan bahwa
perkosaan tidak hanya dapat dilakukan pria terhadap wanita, tetapi juga dapat dilakukan
wanita terhadap pria. Namun, <UU %U8P ini masih tidak masuk dalam da/tar prioritas
pembahasan <UU tahun ,nggaran )**9.
%asus pemerkosaan terhadap pria lebih banyak terjadi juga dilakukan oleh pria terhadap
anak dibawah umur. 7eberapa kasus sodomi di Indonesia yang mencuat antara lain sodomi
dan pembunuhan yang dilakukan oleh $Robot Gedek& di tahun !""; dan 7aekuni $Babeh& di
tahun )*!*, serta 2ony mantan diplomat ,utralia $terhadap anak pria maupun wanita&.
2
(alam melakukan tugasn dan pro/esinya seorang dokter yang pada dasarnya adalah
seorang ahli sering harus melakukan pemeriksaan dan perawatan korban sebaai akibat suatu
tindak pidana, baik korban hidup maupun korban mati, juga pemeriksaan terhadap bang bukti
lain yang diduga berasal dari tubuh manusia. Untuk melaksanaan tugas tesebut maka pihak
yang berwenang $ penyidik & akan menyertainya dengan urat Permintaan ?isum et
<epertum $P?<&, dengan demikian maka doker akan melaporkan hasil pemeriksaannya
secara tertulis kepada pihak peminta visum et repertum.
Pembuktian merupakan tahap paling menentukan dalam proses persidangan pidana
mengingat pada tahap pembuktian tersebut terbukti tidaknya seorang terdakwa melakukan
perbuatan pidana sebagaimana yang didakwakan penuntut umum. @leh karena pembuktian
merupakan bagian dari proses peradilan pidana, maka tata cara pembuktian tersebut terikat
pada 8ukum ,cara Pidana yang berlaku yaitu Undang-Undang nomer 5 tahun !"5!.
I.2 RUMUSAN MASALAH
7agaimana aspek /orensik dan medikolegal atas kasus kekerasan seksual berupa
pemerkosaan.
I.3 TUJUAN
2ujuan dibuatnya re//erat ini adalah untuk mengetahui pembuktian salah satu kejahatan
seksual ini baik ada atau tidak adanya tanda kekerasan , tanda pergumulan atau tanda
persetubuhan, pembuktian terhadap umur serta pembuktian apakah seorang tersebut memang
sudah pantas atau mampu untuk dikawini atau tidak. ebagaimana angka kejadian kejahatan
seksual berupa pemerkosaan ini pada kota besar di Indonesia dari tahun ke tahun yang
semakin meningkat.
I.4 MANFAAT
edangkan man/aat dari dibuatnya re//erat ini antara lain agar dapat mempelajari
pembuktian terhadap kejahatan seksual. dapat mempelajari pemeriksaan terhadap koban,
suspek dan barang bukti medic tindak pemerkosaan tersebut untuk memperjelas suatu kasus
tindak pidana, serta untuk mempelajari apa saja pemeriksaan penunjang yang ada sangkut
pautnya dengan barang bukti medik.
3
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Minuman Kera
).!.! Pendahuluan
Pengertian +inuman %eras +inuman keras adalah segala jenis
minuman yang memabukkan sehingga dengan meminumnya menjadi hilang
kesadaran, yang termasuk minuman keras seperti arak $khamar& yang banyak
mengandung alkohol. %riminal sering terjadi diakibatkan karena adanya niat
dan kesempatan yang dimiliki oleh pelaku kriminal, adapun moti/ pendukung
yang mendasari terjadinya kriminal meliputi.
!. +inuman %eras
). 0konomi
3. (endam
9. %urangnya pembelajaran agama
'. Psikologis dan sikologis
(ari beberapa moti/ tersebut, moti/ yang paling mendasar
terjadinya kriminal adalah mengkonsumsi minuman keras.
+inuman keras dapat dibuat sendiri dengan cara praktis, minuman
keras yang tradisional terbuat dari buah-buahan yang di/ermentasikan
sehingga dapat memunculkan alkohol dari buah yang sudah di/ermentasikan
sedangkan minuman keras yang modern terbuat dari bahan-bahan tertentu dan
ditambah alkohol dengan demikian kadar alkohol minuman keras modern
dapat dibuat.
).!.) 8ukum yang mengatur +inuman %eras
(alam %itab Undang-Undang 8ukum Pidana $%U8P&, masalah
mabuk diatur dalam tiga buah pasal. Pasal tersebut adalah pasal 3**, pasal 9")
dan pasal '3; %U8P. Isi pokok dari pasal tersebut adalah. - Pasal 3** ayat $!&
ke ! %U8P yaitu barang siapa dengan sengaja menjual atau memberikan
minuman yang membikin mabuk kepada seseorang yang telah kelihatan
mabuk. - Pasal 3** $!& ke ) %U8P yaitu barangsiapa dengan sengaja
membikin mabuk seorang anak yang umurnya belum cukup !; tahun. (ari
pasal di atas ancaman pidana penjara paling lama satu tahun atau denda paling
banyak 3** rupiah. - Pasal 9") ayat $!& %U8P yaitu barang siapa dalam
keadaan mabuk, dimuka umum, merintangi lalu lintas atau mengganggu
ketertiban, atau mengancam keamanan orang lain, atau melakukan sesuatu
4
yang harus dilakukan dengan hati-hati atau dengan mengadakan tindakan
penjagaan tertentu lebih dulu, agar jangan membahayakan nyawa atau
kesehatan orang lain, diancam dengan kurungan penjara paling lama ; hari,
atau denda paling banyak dua puluh lima rupiah. (idalam buku pidana dalam
%itab Undang-Undang 8ukum Pidana $%U8P& oleh Pro/. +oeljatno, 8
Pasal 3** ayat $!& ke ) %U8P yang berbunyi barang siapa dengan sengaja
membikin mabuk seorang anak yang umurnya belum !; tahun diancam pidana
penjara paling lama satu tahun atau dengan 3** rupiah. ebenarnya hukuman
pidana penjara yang diancam paling lama satu tahun apabila dengan sengaja
membikin mabuk seorang anak yang umurnya !; tahun, ancaman penjara
paling lama satu tahun sangat kurang ini disebabkan karena apabila anak
tersebut meminum minuman keras dan anak itu kecanduan akibat meminum
minuman keras, anak itu akan terbiasa meminum minuman keras dengan
demikian anak itu akan terganggu kesehatan jiwa, anak itu dapat berbuat
kriminal akibat dari orang yang membikin anak itu menjadi mabuk. 8ukuman
penjara yang layak untuk seorang yang membikin mabuk anak yang umurnya
belum !; tahun adalah Pidana Penjara 3 tahun agar orang tersebut dapat
menyesali perbuatannya yang dapat merugikan orang banyak.
).!.3 Pengaruh +inuman %eras terhadap tubuh manusia
(engan meminum alkohol dalam jumlah banyak dalam waktu yang
lama, akan menimbulkan berbagai akibat yang meliputi.
!. %esehatan /isik
). %esehatan jiwa
3. 1angguan /ungsi sosial
9. 1angguan pekerjaan
'. 1angguan ketertiban dan keamanan
(engan rusaknya /ungsi /isik yang berupa rusak dan terganggunya
/ungsi hati $cirrhosis hepatitis& pengerasan hati, /ungsi jantung dan otak.
<usaknya /ungsi otak dapat mengakibatkan kurangnya oksigen dan masuk ke
dalam otak sehingga hal tersebut mempengaruhi tingkat kesadaran manusia
dengan demikian dapat mengakibatkan emosional sehingga dapat memicu
seperti. !. Penganiayaan ). Pemerkosaan 3. Perusakan 9. Pembunuhan '.
Pencurian ;. Perampokan 6. Pemerasan (engan melakukan tindakan kriminal,
orang tersebut adalah orang yang bisa dikatakan sebagai abnormal,
dikarenakan tidak dapat berpikir secara rasional.
(apat ditarik kesimpulan apabila mengkonsumsi miras dapat
berdampak pada kesehatan dan berdampak melakukan kriminal (ampak
+inuman %eras pada Pelaku %riminal +inuman keras sangat berpengaruh
5
kepada pelaku kriminal dengan mengkonsumsi minuman keras dapat
mengakibatkan rusak dan terganggunya kesehatan, baik kesehatan /isik
maupun kesehatan jiwa.
+enurut (rs. 8ari asangka, 8, +8 dalam bukunya yang berjudul
Narkotika dan Psikotropika dalam hukum pidana, gangguan /isik berupa.
!. Pengerasan hati $cirrhosis hepatitis&. (alam keadaan lanjut
cirrhosis hepatitis $serosis hati& sering disertai dengan peningkatan
tekanan vena porta $hipertensi portal&. Penderita akan mengalami
pengumpulan cairan di rongga perut dan tidak jarang juga terjadi
muntah darah dan buang air besar berwarna hitam.
). Peradangan pada pankreas.
3. Peradangan lambung $gastritis dan tukak lambung $ulcus
ventriculi&.
9. (is/ungsi seksual yaitu impotensi.
'. %ekurangan giAi.
;. Pada wanita hamil, minuman keras akan mengakibatkan bayi yang
dilahirkan mempunyai berat badan di bawah normal dan adanya
keterbelakangan mental $retardasi mental& atau pertumbuhan janin
yang tidak sempurna.
6. 2erganggunya dis/ungsi seksual yaitu impotensi selain itu juga
berdampak dengan tidak kentalnya air mani yaitu air mani
menjadi encer, dengan encernya mani dapat mengakibatkan
kemandulan. elain mengakibatkan encernya air mani, minuman
keras juga dapat mengakibatkan muntah yang sangat amis dan air
urine yang sangat berbau.
+enurut (rs. 8ari asangka, 8, +8 dalam bukunya yang berjudul
Narkotika dan Psikotropika dalam hukum pidana, gangguan kesehatan jiwa
berupa.
a& 2ingkat ub %linik 7ila kadar alkohol dalam darah *-!**
mgB!** ml darah atau dalam urine *-!'* mgB!** ml urine. -
Peminum masih terlihat normal
b& 2ingkat timulasi %adar alkohol dalam darah 9*-))* mgB!**
ml darah atau dalam urine !3*-)"* mgB!** ml urine. - 0mosi
tidak stabil - (aya tahan menurun - 2idak ada koordinasi otot -
<espon terhadap orang lain sangat lambat.
6
c& 2ingkat %ebingungan 7ila kadar alkohol dalam darah !5* C
3!* mgB!** ml darah atau dalam urine );* C 9'* mgB!** ml
Urine - 1angguan sensasional $alam perasaan - 2idak dapat
menyesuaikan dengan lingkungan - =alan sempoyongan, bicara
tidak terkontrol.
ebenarnya pada tingkat sub klinik bila kadar alkohol dalam
darah * C !** mgB!** ml darah atau dalam urin * C !'* mgB!**
ml urine. Peminum tidak hanya terlihat normal tetapi peminum
juga memunculkan rasa percaya dirinya ini diakibatkan
peminum sudah mengkonsumsi minuman keras untuk
memunculkan rasa percaya dirinya. eperti yang dikemukakan
di atas, pemakaian alkohol dalam jumlah cukup akan
mengakibatkan mabuk. ,kibat mabuk tersebut sering kali akan
menyebabkan ketertiban dalam masyarakat.
).) . PERK!SAAN
).).! Per"#aan
+enurut %U8P pasal )5' perkosaan adalah dengan kekerasan atau ancaman
kekerasan menyetubuhi seorang wanita di luar perkawinan. 2ermasuk dalam kategori
kekerasan disini adalah dengan sengaja membuat orang pingsan atau tidak berdaya $pasal 5"
%U8P&. 8ukuman maksimal untuk delik perkosaan ini adalah !) tahun penjara.
Pere$u%u&an 'i(uar )er"a*inan
Persetubuhan diluar perkawinan antara pria dan wanita yang berusia diatas !' tahun
tidak dapat dihukum kecuali jika perbuatan tersebut dilakukan terhadap wanita yang dalam
keadaan pingsan atau tidak berdaya.
Untuk perbuatan yang terakhir ini pelakunya dapat dihukum maksimal " tahun
penjara $pasal )5; %U8P& jika persetubuhan dilakukan terhadap wanita yang diketahui atau
sepatutnya dapat diduga berusia dibawah !' tahun atau belum pantas dikawin maka
pelakunya dapat diancam hukuman penjara maksimal " tahun. Untuk penuntutan ini harus
ada pengaduan dari korban atau keluarganya $pasal )56 %U8P& . %husus untuk yang usianya
dibawah !) tahun maka untuk penuntutan tidak diperlukan adanya pengaduan.
Per+ina&an
PerAinahan adalah persetubuhan antara pria dan wanita diluar perkawinan, dimana
salah satu diantaranya telah kawin dan pasal )6 7W berlaku baginya. %husus untuk delik ini
penuntutan dilakukan oleh pasangan dari yang telah kawin tadi yang diajukan dalam 3 bulan
disertai gugatan ceraiBpisah kamarBpisah ranjang. PerAinahan ini diancam dengan hukuman
penDara selama maksimal " bulan.
7
Per%ua$an ,a%u(
eseorang yang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seseorang untuk
melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul, maka ia diancam dengan hukuman
penjara maksimal " tahun $pasal )5" %U8P&.
8ukuman perbuatan cabul lebih ringan, yaitu 6 tahun saja jika perbuatan cabul ini
dilakukan terhadap orang yang sedang pingsan, tidak berdaya. berumur dibawah !' tahun
atau belum pantas dikawin dengan atau tanpa bujukan $pasal )"* %U8P&. Perbuatan cabul
yang dilakukan terhadap orang yang belum dewasa oleh sesama jenis diancam hukuman
penjara maksimal ' tahun $pasal )"! %U8P&.
Perbuatan cabul yang dilakukan dengan cara pemberian, menjanjikan uang atau
barang, menyalahgunakan wibawa atau penyesatan terhadap orang yang belum dewasa
diancam dengan hukuman penjara maksimal ' tahun $pasal )"3 %U8P& . Perbuatan cabul
yang dilakukan terhadap anak, anak tiri, anak angkat, anak yang belum dewasa yang
pengawasan, pemeliharaan, pendidikan atau penjagaannya diserahkan kepadanya, dengan
bujang atau bawahan yang belum dewasa diancam dengan hukuman penjara maksimal 6
tahun.
8ukuman yang sama juga diberikan pada pegawai negeri yang melakukan perbuatan
cabul dengan bawahan atau orang yang penjagaannya dipercayakan kepadanya, pengurus,
dokter, guru, pegawai, pengawas atau pesuruh dalam penjara, tempat pekerDaan negara,
tempat pendidikan, rumah piatu, rumah sakit, rumah sakit jiwa atau lembaga sosial yang
melakukan perbuatan cabul dengan orang yang dimasukkan ke dalamnya $pasal )"9 %U8P&.
@rang yang dengan sengaja menyebabkan atau memudahkan, menjadi penghubung
bagi perbuatan cabul terhadap korban yang belum cukup umur diancam dengan hukuman
penjara maksimal ' tahun $pasal )"' %U8P&. =ika perbuatan ini dilakukan sebagai pencarian
atau kebiasaan maka ancaman hukumannya satu tahun 9 bulan atau denda paling banyak <p.
!'.***.
Ken'a(a )em%u"$ian
(alam sistim peradilan, seorang hakim tidak dapat menjatuhkan hukuman kepada
seseorang terdakwa kecuali dengan sekurangnya dua alat bukti yang sah ia merasa yakin
bahwa tindak pidana itu memang telah terjadi $pasal !53 %U8,P& . edang yang dimaksud
dengan alat bukti yang sah adalah keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk dan
keterangan terdakwa $pasal !59 %U8,P&.
7erdasarkan hal tersebut diatas, maka pada suatu kasus perkosaan dan delik susila lainnya
perlu diperjelas keterkaitan antara bukti bukti yang ditemukan .
!. 2empat kejadian perkara,
). 2ubuh atau pakaian korban,
3. 2ubuh atau pakaian pelaku dan
9. Pada alat yang digunakan pada kejahatan ini $ penis &.
8
%eterkaitan antara 9 /aktor inilah yang seringkali dijabarkan dalam prisma $segiempat&
bukti dan merupakan salah satu hal yang dapat menimbulkan keyakinan hakim. Pada banyak
kasus perkosaan keterkaitan empat /aktor ini tidak jelas atau tidak dapat ditemukan sehingga
mengakibatkan tidak timbul keyakinan pada hakim yang bermani/estasi dalam bentuk
hukuman yang ringan dan sekadarnya.
7eberapa hal yang dapat mengakibatkan terjadinya hal ini adalah hal-hal sbb.
!. +asalah keutuhan barang bukti.
). +asalah tehnis pengumpulan benda bukti
3. +asalah tehnis pemeriksaan /orensik dan laboratorium
9. +asalah pengetahuan dokter pemeriksa
'. +asalah pengetahuan aparat penegak hukum
).).) Pemeri"aan "#r%an )er"#aan
7erdasarkan pasal !33 %U8,P penyidik berwenang minta bantuan dokter untuk
memeriksa korban perkosaan. (isini diperlukan pemeriksaan yang teliti untuk menemukan
beberapa hal yang benjadi unsur tindak pidana, yakni unsur persetubuhan dan kekerasan.
7ukti-bukti medik dapat digunakan untuk menyimpulkan adanya unsur kekerasan sebab pada
ancaman kekerasan tidak ditemukan bukti-bukti medik. ebelum melakukan pemeriksaan
terhadap korban perkosaan perlu memperhatikan hal-hal berikut.
!. 8arus ada surat permintaan ?isun 0t <epertum dari polisi dan keterangan mengenai
kejadiannya.
). 8arus ada persetujuan secara tertulis dari korba atau orang tua B wali korban yang
menyatakan tidak keberatan untuk diperiksa seorang dokter.
3. 8arus ada seorang perawat wanita atau polisi wanita yang mendampingi dokter
selama melakukan pemeriksaan.
2ujuan pemeriksaan korban perkosaan adalah .
!. +encari keterangan tentang korban
). +encari keterangan tentang peristiwa pemerkosaan
3. +encari adanya bekas-bekas kekerasan
9. +encari adanya perubahan-perubahan pada alat kelamin korban
'. +encari adanya spermatoAoa
;. +encari akibat dari perkosaan
Pemeriksaan medis untuk korban perkosaan pada umumnya dilakukan secara berurutan
yaitu.
9
,namnesa
Pemeriksaan /isik
laboraturium
Anamnea
,namnesa korban perkosaan ditujukan .
!. +encari keterangan tentang diri korban
a& Nama, umur, alamat dan pekerjaan korban
b& tatus perkawinan korban
c& Persetubuhan yang pernah dialami korban sebelum terjadi peristiwa perkosaan
d& 2anggal menstrusi terakhir
e& %ehamilan, riwayat persalinan atau keguguran
/& Penyakit dan operasi yang perna dialami korban
g& %ebiasaan korban terhadap alkohol atau obat-obatan
). +encari keterangan tentang peristiwa perkosaan
a& 2anggal , jam tempat terjadinya
b& %eadaan korban saat sebelum kejadian
c& Posisi korban pada waktu kejadian
d& Persetubuhan yang dilakukan terhadap korban
e& #ara perlawanan korban
Pemeri"aan -ii" .
!. Pemeriksaan baju korban
,da yang hilang
,da robekan-robekan
,da kancing yang hilang
,da bekas-bekas tanah,pasir,lumpur
,da noda darah
,da noda sperma
10
). Pemeriksaan tubuh korban
a. Pemeriksaan tubuh korban secara umum
2anda-tanda kekerasan . dicari tanda-tanda bekas kekerasan pada tubuh
korban berupa . goresan,garukan,gigitan serta luka lecet maupun luka
memar
b. Pemeriksaan tubuh korban secara khusus
2anda C tanda persetubuhan
2anda langsung
- <obeknya selaput darah akibat penetrasi penis
- Eecet atau memar akibat gesekan-gesekan penis
- ,danya sperma akibat ejakulasi
2anda tidak langsung
- 2erjadinya kehamilan
- 2erjadi penularan penyakit kelamin
Maa(a& $e"ni )en.um)u(an %en'a %u"$i
Pengolahan 2%P dan tehnik pengambilan barang bukti merupakan hal yang amat
mempengaruhi pengambilan kesimpulan. Pada suatu kejadian perkosaan dan delik susila
lainnya penyidik mencari sebanyak mungkin benda bukti yang mungkin ditinggalkan di 2%P
seperti adanya sidikjari, rambut, bercak mani pada lantai, seprei atau kertas tissue di tempat
sampah dsb.
2idak dilakukannya pencarian benda bukti, baik akibat kurangnya pengetahuan,
kurang pengalaman atau kecerobohan, dapat mengakibatkan hilangnya banyak data yang
penting untuk pengungkanan kasus.
Pada pemeriksaan terhadap tubuh korban cara pengambilan sampel usapan vagina
yang salah juga dapat menyebabkan hasil negati/ palsu. Pada persetubuhan dengan melalui
anus $sodomi& pengambilan bahan usapan dengan kapas lidi bukan dilakukan dengan
mencolokkan lidi ke dalam liang anus saja tetapi harus dilakukan juga pada sela-sela lipatan
anus, karena pada pengambilan yang pertama yang akan didapatkan umumnya adalah tinja
dan bukan sperma.
,danya bercak mani pada kulit, bulu kemaluan korban yang menggumpal atau
pakaian korban, adanya rambut pada sekitar bulu kemaluan korban, adanya bercak darah atau
epitel kulit pada kuku jari $jika korban sempat mencakar pelaku& adalah hal-hal yang tak
boleh dilewatkan pada pemeriksaan.
11
Maa(a& $e"ni )emeri"aan -#reni" 'an (a%#ra$#rium
%emampuan pemeriksaan pusat pelayanan perkosaan berbeda-beda dari satu tempat
ke tempat lainnya. uatu klinik yang tidak melakukan pemeriksaan sperma sama sekali tentu
tak dapat membedakan antara robekan selaput dara atau robekan akibat benda tumpul pada
masturbasi.
%linik yang hanya melakukan pemeriksaan sperma langsung saja tentu tak dapat
membedakan tidak adanya persetubuhan dengan persetubuhan dengan ejakulasi dari orang
yang tak memiliki sel sperma $pasca vasektomi atau mandul tanpa sel sperma&. uatu klinik
yang hanya melakukan pemeriksaan sperma dengan uji /os/atase asam saja misalnya tentu
hanya dapat menghasilkan kesimpulan terbatas. ini pasti bukan sperma atau ini mungkin
sperma 2etapi jika klinik tersebut juga melakukan pemeriksaan lain seperti uji P,N,
7erberio, Florence, pewarnaan Baechi atau Malachite green maka kesimpulan yang dapat
ditariknya adalah. pasti sperma, cairan mani tanpa sperma $pelakunya mandul tanpa sel
sperma atau sudah disterilisasi& atau pasti bukan sperma.
Pemeriksaan pada kasus perkosaan untuk pencarian pelaku dilakukan dengan
melakukan pemeriksaan pada bahan rambut atau bercak cairan mani, bercakBcairan darah atau
kerokan kuku. Pemeriksaan yang dilakukan diantaranya adalah pemeriksaan pola
permukaaan luar $kutikula& rambut, pemeriksaan golongan darah dan pemeriksaan sidik
(N,. Pemeriksaan sidik (N, yang dilakukan pada bahan yang berasal dari usapan vagina
korban bukan saja dapat mengungkapkan pelaku perkosaan secara pasti, tetapi juga dapat
mendeteksi jumlah pelaku pada kasus perkosaan dengan banyak pelaku $salome&.
Pemeriksaan golongan darah dan sidik (N, atas bahan kerokan kuku $jika korban
sempat mencakar& juga dapat digunakan untuk mencari pelakunya. =ika hanya pemeriksaan
golongan darah yang akan dilakukan pada bahan usapan vagina, maka bahan liur dari korban
dan tersangka pelaku perlu juga diperiksa golongan darahnya untuk menentukan golongan
sekretor atau non sekretor.
@rang yang termasuk golongan sekretor $sekitar 5' -*; dari populasi& pada cairan
tubuhnya terdapat substansi golongan darah. %elompok orang ini jika melakukan perkosaan
akan meninggalkan cairan mani dan golongan darahnya sekaligus pada tubuh korban.
ebaliknya orang yang termasuk golongan non-sekretor $!' 4 dari populasi&jika
memperkosa hanya akan meninggalkan cairan mani saja tanpa golongan darah. (engan
demikian jika pada tubuh korban ditemukan adanya substansi golongan darah apapun, maka
yang bersangkutan tetap harus dicurigai sebagai tersangkanya.
,danya pemeriksaan sidik (N, telah mempermudah penyimpulan karena tidak
dikenal adanya istilah sekretor dan nonGsekretor pada pemeriksaan (N,. (alam hal
tersangka pelaku tertangkap basah dan belum sempat mencuci penisnya, maka secara
konvensional leher kepala penisnya dapat diusapkan ke gelas obyek dan diberi uap lugol.
,danya sel epitel vagina yang berwarna coklat dianggap merupakan bukti bahwa penis itu
baru Hbersentuhan: dengan vagina alias baru bersetubuh. Eaporan terakhir pada tahun !""',
menunjukkan bahwa gambaran epitel ini tak dapat diterima lagi sebagai bukti adanya epitel
vagina, karena epitel pria baik yang normal maupun yang sedang mengalami in/eksi kencing
juga mempunyai epitel dengan gambaran yang sama.
12
Pada saat ini jika seorang pria diduga baru saja bersetubuh, maka kepala dan leher
penisnya perlu dibilas dengan larutan Na#l. ,ir cucian ini selanjunya diperiksa ada tidaknya
sel epitel secara mikroskopik dan jika ada maka pemeriksaan dapat dilanjutkan dengan
pemeriksaan (N, dengan metode P#< $polymerase chain reaction&.
2.3 Visum et Repertum
2.3.1 Pen.er$ian Visum et Repertum
Visum et repertum ialah . I-,N1 (IEI8,2 (,N (I%020+U%,NJ. =adi Visum Et
Repertum adalah suatu keterangan dokter tentang apa yang dilihat dan diketemukan di dalam
melakukan pemeriksaan terhadap orang yang luka atau terhadap mayat. =adi merupakan
kesaksian tertulis.
+enurut pendapat (r. 2jan 8an 2jong Visum Et Repertum merupakan suatu hal yang
penting dalam pembuktian karena menggantikan sepenuhnya CORPU !E"#C$# $tanda
bukti&. eperti diketahui dalam suatu perkara pidana yang menyangkut perusakan tubuh dan
kesehatan serta membinasakan nyawa manusia, maka tubuh si korban merupakan CORPU
!E"#C$#
2.3.2 Tu/uan Visum et Repertum
2ujuan dari Visum Et Repertum adalah merupakan rencana $%erslag& yang diberikan
oleh seorang dokter /orensik mengenai apa yang dilihat dan dikemukakan pada waktu
dilakukan pemeriksaan secara obyekti/, sebagai pengganti peristiwa yang terjadi dan harus
dapat mengganti sepenuhnya barang bukti yang telah diperiksa dengan memuat semua
kenyataan sehingga akhirnya daripada ditarik suatu kesimpulan.
2.3.3 Ben$u" 'an Ma,am Visum et Repertum
Visum et repertum terdiri dari ' bagian yang tetap, yaitu.
a. %ata Pro &ustitia yang diletakkan di bagian atas. %ata ini menjelaskan bahwa
%isum et repertum khusus dibuat untuk tujuan peradilan. Visum et repertum
tidak membutuhkan materai untuk dapat dijadikan alat bukti di depan sidang
pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum.
b. 7agian Pendahuluan. %ata >Pendahuluan> sendiri tidak ditulis dalam %isum et
repertum melainkan langsung dituliskan berupa kalimat-kalimat di bawah
judul. 7agian ini menerangkan nama dokter pembuat %isum et repertum dan
institusi kesehatannya, instansi penyidik pemintanya berikut nomor dan
tanggal surat permintaan, tempat dan waktu pemeriksaan, serta identitas
korban yang diperiksa.
c. 7agian Pemberitaan. 7agian ini berjudul >8asil Pemeriksaan> dan hasil
pemeriksaan medik tentang keadaan kesehatan atau sakit atau luka korban
yang berkaitan dengan perkaranya, tindakan medik yang dilakukan serta
keadaannya selesai pengobatanBperawatan.
d. 7agian %esimpulan. 7agian ini berjudul >%esimpulan> dan berisi pendapat
dokter berdasarkan keilmuannya mengenai jenis perlukaanBcedera yang
ditemukan dan jenis kekerasan atau Aat penyebabnya serta derajat perlukaan
atau sebab kematiannya.
13
e. 7agian Penutup. 7agian ini tidak berjudul dan berisikan kalimat baku
>(emikianlah %isum et repertum ini saya buat dengan sesungguhnya
berdasarkan keilmuan saya dan dengan mengingat sumpah sesuai dengan
%itab Undang- Undang 8ukum ,cara Pidana.>
+acam Visum Et Repertum berdasarkan penggunaannya.
a& Visum et Repertum untuk pelaku kelainan jiwa
b& Visum er Perpertum tentang umur
c& Visum et Repertum untuk korban hidup
d& Visum et Repertum untuk korban mayat
e& Visum et Reprtum korban pemerkosaan atau tindak pidana kesusilaan
/& ?isum et <epertum penggalian mayat
2.3.4 Daar Hu"um Visum et Repertum
(asar 8ukum Visum Et Repertum diatur dalam Pasal !33 %itab Undang-Undang
8ukum ,cara Pidana menyebutkan.
!. (alam hal penyidik untuk kepentingan peradilan menangani seorang korban baik
luka, keracunan ataupun mati yang diduga karena peristiwa yang merupakan tindak
pidana, ia berwenang mengajukan permintaan keterangan ahli kedokteran kehakiman
atau dokter dan atau ahli lainnya.
). Permintaan keterangan ahli sebagaimana dimaksud dalam ayat $!& dilakukan secara
tertulis, yang dalam surat itu disebutkan dengan tegas untuk pemeriksaan luka atau
pemeriksaan mayat dan atau pemeriksaan bedah mayat.
2.3.4.1 Tin'a" Pi'ana Per"#aan
+enurut +oelyatno unsur tindak pidana adalah perbuatan, yang dilarang oleh aturan
hukum, ancaman pidana bagi yang melanggar. Perbutan manusia boleh dilarang oleh
hukuman berdasarkan kata majemuk perbuatan pidana, maka pokok-pokok pengertian
terletak pada perbuatan itu, tapi tidak dipisahkan dengan orangnya $pelakunya&.
oetandyo Wignjosoebroto menjelaskan bahwa perkosaan adalah suatu usaha
melampiaskan na/su oleh seorang laki-laki terhadap seorang perempuan dengan cara yang
menurut moral dan atau hukum yang berlaku melanggar. (alam pengertian seperti ini, apa
yang disebut perkosaan di satu pihak dapat dilihat sebagai suatu perbuatan $ialahperbuatan
seseorang yang secara paksa hendak melampiaskan na/su seksualnya&, dan di lain pihak
dapatlah dilihat pula sebagai suatu peristiwa $ialah pelanggaran norma-norma dan dengan
demikian juga tertib social&.
Pendapat dari <.ugandhi, menyatakan bahwa yang dimaksud dengan perkosaan
adalah seorang pria yang memaksa pada seorang wanita bukan istrinya untuk melakukan
persetubuhan dengannya, dengan ancaman kekerasan , yang mana diharuskan kemaluan pria
telah masuk ke dalam lubang kemaluan seorang wanita yang kemudian seorang
mengeluarkan air mani.
!3
2.3.4.2 K#r%an Per"#aan
+enurut ,ri/ 1osita yang dimaksud dengan korban adalah mereka yang menderita
jasmaniah dan rohaniah sebagai akibat tindakan orang lain yang mencari pemenuhan
kepentingan diri sendiri atau orang lain yang bertentangan dengan kepentingan dan hak asasi
yang menderita, mereka disini dapat berarti . individu, atau sekelompok baik swasta maupun
pemerintah.
14
+enurut ,ri/ 1osita, korban pemerkosaan itu dirumuskan melalui beberapa bentuk
perilaku berikut .
%orban perkosaan harus seorang wanita, tanpa batas umur $obyek&, sedangkan ada
juga seorang laki-laki yang diperkosa oleh wanita. %orban harus mengalami kekerasan atau
ancaman kekerasan. Ini berarti tidak ada persetujuan dari pihak korban mengenai niat dan
tindakan perlakuan pelaku. Persetubuhan di luar ikatan perkawinan adalah tujuan yang ingin
dicapai dengan melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan terhadap wanita tertentu.
(alam kenyataan ada pula persetubuhan dalam perkawinan yang dipaksakan dengan
kekerasan, yang menimbulkan penderitaan mental dan /isik. Walaupun tindakan ini
menimbulkan penderitaan korban, tindakan ini tidak dapat digolongkan sebagai suatu
kejahatan, oleh karena tidak dirumusan telebih dahulu oleh pembuat undang-undang sebagai
suatu kejahatan.
%orban menurut Undang-Undang Nomor !3 2ahun )**; $selanjutnya disingkat UU
No.!3 tahun )**;& tentang Perlindungan aksi dan %orban adalah seseorang yang mengalami
penderitaan /isik, mental, dan kerugian ekonomi yang diakibatkan oleh suatu tindak pidana.
2.3.0.1.2 Per(in'un.an Ana"
2.3.0.1.2.1 Pen.er$ian Ana"
,nak adalah amanah sekaligus karunia 2uahan -ang +aha 0sa, yang
senantiasa harus kita jaga karena dalam dirinya melekat harkat, martabat, dan hak-hak
sebagai manusia yang harus dijunjung tinggi. erta jika dilihat dari sisi kehidupan
berbangsa dan bernegara, anak merupakan masa depan bangsa dan generasi penerus
cita-cita bangsa, sehingga setiap anak berhak atas perlindungan dari tindakan
kekerasan dan diskriminasi serta hak sipil dan kebebasan.
+enurut Undang-Undang Nomor )3 2ahun )**) pasal ! ayat $!& . ,nak adalah
seorang yang belum berusia !5 $delapan belas& tahun termasuk anak yang masih
dalam kandungan.
2.3.0.1.2.2 Pen.er$ian Per(in'un.an Ana"
+enurut ,ri/ 1osita perlindungan anak adalah suatu usaha yang mengadakan
kondisi dimana setiap anak dapat melaksanakan hak dan berkewajibannya. ,dapun
perlindungan anak merupakan perwujudan adanya keadilan dalam suatu masyarakat.
(engan demikian maka perlindungan anak harusdiusahakan dalanm berbagai bidang
kehidupan bernegara dan bermasyarakat.
+enurut Undang-undang Nomor )3 2ahun )**) perlindungan anak adalah
segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat
hidup, tumbuh, berkembang, dan berpatisipasi, secara optimal sesuai dengan harkat
dan martabat kemanusiaan serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan
diskriminasi.
2.3.0.1.2.2.1 Se/ara& La&irn1a Un'an.2un'an. Per(in'un.an Ana"
ebagaimana yang diharapkan dalam %onvensi 8ak-8ak ,nak $%8,& yang
telah disahkan P77 pada tanggal )* November !""5 brtujuan untuk menetapkan
standar universal bagi hak-hak dan melindungi anak terhadap penyia-nyiaan supaya
anak dapat tumbuh dan berkembang secara wajar sesuai potensi dasar untuk
membentuk jati diri menjadi manusia yang bermatabat dan produkti/. (imana
Indonesia merupakan salah satu negara pertama kali merati/ikasi %onvensi 8ak-8ak
,nak $%8,& dari !56 negara, melaui %eputusan Presiden Nomor 3; 2ahun !""*
tanggal )' ,gustus !""* dan berkomiten untuk melaksanakan rangkaian hak-hak
15
anak yang tercantum dalam %8, tentunya mengandung makna dan konsekuensi
yangdalam, maka negara yang turut merati/ikasi berarti Negara tersebut telah
mengikatan diri secara hukum atatu "egally Binded untuk menaati dan melaksanakan
berbagai ketentuan yang tercantum pada konvensi itu. -ang prinsipnya adanya
in/ormasi mengenai usaha-usaha kegiatan perindungan anak dan untuk
menggariahkan perlakuan dan perlindungan dari penyalahgunaan dan melibatkan
anak baik secara langsung atau tidak langsung.
2.3.0.1.2.2.2 Aa Dan Tu/uan Per(in'un.an Ana"
,sas dan tujuan perlindungan anak terdapat dalam pasal ) dan 3 Undang-
Undang )3 2ahun )**), merumuskan sebagai berikut.
Paa( 2 .
IPenyelenggaraan perlindungan anak berasaskan pancasila dan berlandaskan
Undang-Undang (asar Negara <epublik Indonesia 2ahun !"9' serta prinsip-prinsip
dasar %onvensi 8ak-8ak ,nak meliputi.
a.non diskriminasi
b.kepentingan yang terbaik bagi anak
c.hak untuk hidup, kelangsungan hidup, dan perkembanganK dan
d.penghargaan terhadap anakJ
Paa( 3 .
IPerlindungan anak bertujuan untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak
agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpatisipasi secara optimal sesuai
dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari
kekerasan dan diskriminasi, semi terwujudnya anak Indonesia yang berkualitas,
berakhlak mulia dan sejahtera.J
2.3.4.1.2.2.3 Daar Per(in'un.an Ana"
Peraturan perundang-undangan yang terkait perlindungan anak .
a. Undang-Undang (asar !"9' pasal 39, menyatakan bahwa IFakir miskin dan
anak-anak telantar dipelihara oleh NegaraJ.
b. Undang-Undang Nomor 9 2ahun !"6" tentang %esejahteraan ,nak
c. Undang-Undang Nomor !) 2ahun !"95 jo Undang-Undang Nomor ! 2ahun
!"'! tentang Pemerintahan
d. Undang-Undang Nomor !3 2ahun )**3 tentang %etenagakerjaan
e. Undang-Undang Nomor )3 2ahun )**) tentang Perlindungan ,nak
/. %onvensi 8ak ,nak 'the Un(s Con%ention on the Rights o) the child* 2ahun !"5"
yang telah dirati/ikasi melalui %eputusan Presiden Nomor 3; 2ahun !""* pada
tanggal )' ,gustus !""*
g. %onvensi IE@ Nomor !35 yang telah dirati/ikiasi Indonesia pada =uni !""" yang
menetapkan batas usia anak bekerja di atas !' tahun
h. %onvensi IE@ Nomor !5) yang telah dirati/ikasi dan diundangkan dalam
Undang-Undang Nomor ! 2ahun )***
i. tanggal 5 +aret )*** mengenai Pelanggaran dan 2indakan egera Pengahapusan
7entuk-7entuk 2erburuk Untuk ,nak (eklarasi 8ak ,sasi ,nak-,nak '$he
Rights o) he Child* 2ahun !"'"
j. Peraturan +enteri 2enaga %erja Nomor ! 2ahu !"56 yang memperbolehkan
anak-anak menjalankan pekerja anak, tetapi dengan syarat-syarat terentu yang
melindungi hak anak
16
2.3.0.1.2.2.4 !r.aniai Per(in'un.an Ana"
@rganisasi perlindugan anak terdapai di daerah-daerah baik di provinsi maupun di
kota atau kabupaten Indonesia misalnya . Perlindungan Perempuan dan Perindungan ,nak
$P3,& dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan ,nak $PPP,&. @rganisasi
Inernational yang membidangi ketenagakerjaan adalah International Eabour @rganiAation
'#"O*+ yang sejak awal berdirinya telah mentargetkan penanggulan pekerja anak.
2.3.0.1.2.2.0 Pe(a"u Tin'a" Pi'ana.
+enurut %amus 7esar 7ahasa Indonesia pelaku adalah orang yang melakukan suatu
perbuatan. =adi dapat disimpulkan bahwa pelaku 2indak pidana adalah orang yag melakukan
perbuatan atau rangkaianperbuatan yang dapat dikenakan hukuman pidana, dalam hal ini
perbuatan pidana yang dilakukan adalah tindakan pemerkosaan terhadap anak di bawah
umur.
+enurut %itab Undang-Undang 8ukum Pidana sebagai berikut.
Paa( 00 KUHP.
!. (ipidana sebagai pelaku tindak pidana .
!e.@rang yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta
melakukan perbuatan.
)e.@rang yang dengan pemberian, perjanjian, salah memakai kekuasaan atau
pengaruh kekerasan, ancaman atau tipu daya, atau dengan memberi kesempatan,
daya-upaya atau keterangan, sengaja menganjurkan orang lain supaya melakukan
perbuatan.
). 2erhadap penganjur, hanya perbuatan yang sengaja yang dianjurkan sajalah yang
diperhitungkan, beserta akibat-akibatnya.
Paa( 03 KUHP.
(ihukum sebagai orang yang membantu melakukan kejahatan .
!e.7arangsiapa dengan sengaja membantu melakukan kejahatan itu.
)e.7arangsiapa dengan sengaja memberi kesempatan, daya-upaya, atau keterangan
untuk melakukan kejahatan.
2.3.0.1.2.2.3 An,aman San"i Pi'ana %a.i Pe(a"u Tin'a" Pi'ana Pemer"#aan.
+enurut kamus hukum sanksi adalah akibat dari suatu perbuatan atau suatu reaksi
dari pihak lain $manusia atau organisasi sosial& atassuatu perbuatan dari seseorang yang telah
merugikan orang atau pihak lain.
7erdasarkan ilmu hukum maka pihak korban, dapat menuntut kerugian atau ganti rugi
terhadap pihak terpidana. elain daripada itu, sudah saatnya departemen sosialBdinas sosial
memikirkan korban-korban kejahatan. %arena pada hakekatnya anggota masyarakat tersebut
mengalami musibah, dan perhatian dari aparat sosial yang membidangi masalah sosial sangat
berarti bagi para korban.
17
Untuk tindak pidana pemerkosaan anak dibawah umur, berisi ketentuan pidana berupa
sanksi pidana maupun sanksi denda. 7ila dilihat dan diamati ada beberapa model pemberian
sanksi, yakni . 7eberapa pasal menggunakan sanksi. pidana minimal sampai dengan
maksimal, dan denda minimal sampai dengan maksimalK ,da pasal menggunakan sanksi.
pidana saja $minimal dan maksimal&K 7eberapa pasal menggunakan model sanksi. pidana
maksimal dan denda maksimal. (an pelaku tindak pidana pemerkosaan terhadap anak
dibawah umur tersebut dapat diancam dengan sanksi yang berat karena telah melanggar pasal
5! ayat $!& dan $)& Undang-undang Nomor )3 tahun )**) tentang Perlindungan ,nak
2.4 KR!N!L!GI KASUS
(U, IWI +P (IP0<%@,
(icekoki miras di rumah kosong
urabaya, +emo
(ua gadis +P sebut saja +awar $!;&, tinggal di =E. +edayu Utara dan +elati $!6&,
tinggal di =E. +edokan awah, diperkosa kenalannya, 7agus ,di -ulianto $)9&, warga =E.
<ungkut 2engah dan usilo Priandoko Putra $))&, warga Pendugi 1g. +akam. Untuk
melancarkan aksinya, kedua korban dicekoki minuman keras hingga mabuk.
%ejadian ini ketika 7agus yang sebelumnya sudah kenal dengan +awar, mengajak jalan-
jalan untuk menghabiskan malam. ,jakan tersebut desepakati +awar, dengan syarat dirinya
juga mengajak teman. elanjutnya mereka membuat janji bertetmu di =E.Pendugo.
(engan alasan takut ditangkap polisi karena berboncengan tiga, sehingga 7agus bisa
mengajak usilo, untuk membbonceng +elati. etelah keliling berboncengan motor,
akhirnya mereka berhenti di sebuah rumah kosong di =E.+edayu Utara. +elihat gelagat tidak
beres kedua korban mencoba menolak.
%etika dibawa ke rumah kosong, kedua korban minta diantar pulang. %arena atas bujuk
rayu kedua tersangka akhirnya mereka menurut. (i dalam rumah tersebut korban dipaksa
untuk menenggak miras yang sebelumnya sudah dipersiapkan oleh tersangka. 2erang,
%apolsek <ungkut, %ompol -akub ilvana, senin $6B9&.
(alam kondisi teler karena kebanyakan mengkonsumsi alkohol inilah, pelaku
melancarkan aksinya. +elihat kondisi +awar yang sudah lunglai, 7agus menggendong
tubuhnya untuk dibawa ke kamar depan dan memperkosanya hingga dua kali, dan +awar
tidak bisa berbuat banyak, selain hanya bisa pasrah.
7egitu juga dengan usilo yang tidak mau ketinggalan, dirinya mengajak +elati ke
kamar belakang dengan menuntunnya. (i kamar tersebut pakaian +elati diluvuti dan mereka
melakukan hubungan layaknya suami istri.
aat kita lakukan penggrebekan bersama warga, untuk korban +awar dan 7agus dalam
keadaan tidak berbusana. edangkan korban +elati dan usilo sedang melakukan
persetubuhan, tambah -akub ilvana $tyo&
18
BAB III
PEMBAHASAN
3.I. Kr#n#(#.i
(ua gadis smp bernama mawar $ !; & tinggal di =E medayu utara dan melatih $ !6 &,
tinggal di =E medokan sawah, diperkosa kenalanya 7agus adi yulianto $ )9 &, warga =E
rungkut tengah, dan usilo proandoko putra $ )) &, warga pandugo gg makan. Untuk
melancarkan aksinya, kedua korban dicekoki minuman keras hingga mabuk.
%ejadian ini ketika bagus yang sebelumnya sudah kenal dengan mawar mengajak
jalan C jalan untuk menghabiskan malam. ,jakan tersebut disepakati mawar, dengan syarat
dirinya mengajak teman. elanjutnya mereka membuat jani bertemu dijalan pandugo.
(engan alasan takut ditangkap polisi karena berbonceng tiga, sehingga bagus bisa
mengajak susilo, untuk membonceng melati. etelah keliling berboncengan motor, akhirnya
mereka berhenti disebuah rumah kosong di =E medayu utara. +elihat gelagak tidak beres,
kedua korban mencoba menolak.
%etika dibawah kerumah kosong, kedua korban minta diantar pulang. %arena atas
bujuk rayu kedua tersangka akhirnya mereka menurut. (idalam rumah tersebut korban
dipaksa untuk menegak minuman keras yang sebelumnya sudah dipersiapkan oleh tersangka.
(alam kondisi teler karena kebanyakan mengkonsumsi alkohol inilah, pelaku
melancarkan aksinya. +elihat kondisi mawar yang sudah lunglai, bagus menggendong
tubuhnya unutk dibawa kekamar depan dan memperkosanya hingga dua kali, dan mawar
tidak bisa berbuat banyak, selain hanya bisa pasrah.
7egitu juga dengan susilo tidak mau ketinggalan, dirinya mengajak melati kekamar
belakang dengan menuntunya. (ikamar tersebut pakaian melati dilucuti dan mereka
melakukan hubungan layaknya suami istri.
3.II. A)e" -#reni" 'an me'i"#(e.a(
(ari kronologi kejadian yang kami dapatkan dari koran, sebelum diperkosa korban
dipaksa untuk menegak minuman keras, namun dari sumber tersebut tidak kami temukan
barang bukti yang berkaitan dengan minuman keras tersebut.
Pengaruh alkohol terhadap tubuh bervariasi, tergantung pada beberapa /aktor yaitu.
=enis dan jumlah alkohol yang dikonsumsi, Usia, berat badan, dan jenis kelamin, +akanan
yang ada di dalam lambung, Pengalaman seseorang minum minuman beralkohol, ituasi
dimana orang minum minuman beralkohol
19
+enurut (rs. 8ari asangka, 8, +8 dalam bukunya yang berjudul Narkotika dan
Psikotropika dalam hukum pidana mengenai kadar alkohol yang dan mempengaruhi
kesehatan manusia . 2ingkat ub %linik 7ila kadar alkohol dalam darah *-!** mgB!** ml
darah atau dalam urine *-!'* mgB!** ml urine. - Peminum masih terlihat normal. 2ingkat
timulasi %adar alkohol dalam darah 9*-))* mgB!** ml darah atau dalam urine !3*-)"*
mgB!** ml urine. - 0mosi tidak stabil - (aya tahan menurun - 2idak ada koordinasi otot -
<espon terhadap orang lain sangat lambat. 2ingkat %ebingungan 7ila kadar alkohol dalam
darah !5* C 3!* mgB!** ml darah atau dalam urine );* C 9'* mgB!** ml Urine - 1angguan
sensasional $alam perasaan - 2idak dapat menyesuaikan dengan lingkungan - =alan
sempoyongan, bicara tidak terkontrol.
ebenarnya pada tingkat sub klinik bila kadar alkohol dalam darah * C !** mgB!** ml
darah atau dalam urin * C !'* mgB!** ml urine. Peminum tidak hanya terlihat normal tetapi
peminum juga memunculkan rasa percaya dirinya ini diakibatkan peminum sudah
mengkonsumsi minuman keras untuk memunculkan rasa percaya dirinya. eperti yang
dikemukakan di atas, pemakaian alkohol dalam jumlah cukup akan mengakibatkan mabuk.
,kibat mabuk tersebut sering kali akan menyebabkan ketertiban dalam masyarakat.
=adi Pada kasus ini kita tidak mendapatkan in/ormasi tentang jenis dan jumlah alkohol
yang diberikan pelaku pada korban.
etelah kedua korban dipaksa untuk meminum minuman keras, kedua pelaku mulai
melakukan tindak pemerkosaan. +enurut buku ilmu kedokteran /orensik dan medikolegal /k
unair menyebutkan pemerkosaan ialah tindakan menyetubuhi seorang wanita yang bukan
istrinya dengan kekerasan atau ancaman kekerasan. 7ertolak dari pengertian ini seorang
suami tidak dapat dipidana karena menyetubuhi istrinya dengan paksa.
Pada kasus ini bagus dan susilo dikenakan pasal 3** $ ! & ke ) dan pasal )5; .
Pasal 3** $!& ke ) %U8P yaitu barangsiapa dengan sengaja membikin mabuk seorang anak
yang umurnya belum cukup !; tahun. (ari pasal di atas ancaman pidana penjara paling lama
satu tahun atau denda paling banyak 3** rupiah.
pasal )5; %U8P barang siapa bersetubuh dengan seorang wanita di luar perkawinan, padahal
diketahui bahwa wanita itu dalam keadaan pingsan atau tidak berdaya, diancam dengan
pidana penjara paling lama sembilan tahun
20
BAB I4
Keim)u(an
1. Minuman Keras Minuman keras adalah segala jenis minuman yang memabukkan
sehingga dengan meminumnya menjadi hilang kesadaran, yang ermasuk
minuman keras se!eri arak "khamar# yang banyak mengandung alk$h$l.
2. %alam Kiab &ndang'&ndang (ukum )idana "K&()#, masalah mabuk diaur
dalam iga buah !asal. )asal ersebu adalah !asal 300, !asal 492 dan !asal 536
K&().
3. mengk$nsumsi miras da!a berdam!ak !ada kesehaan dan berdam!ak
melakukan kriminal %am!ak Minuman Keras !ada )elaku Kriminal Minuman
keras sanga ber!engaruh ke!ada !elaku kriminal dengan mengk$nsumsi
minuman keras da!a mengakibakan rusak dan erganggunya kesehaan, baik
kesehaan *isik mau!un kesehaan ji+a.
9. +enurut %U8P pasal )5' perkosaan adalah dengan kekerasan atau ancaman
kekerasan menyetubuhi seorang wanita di luar perkawinan. 2ermasuk dalam
kategori kekerasan disini adalah dengan sengaja membuat orang pingsan atau tidak
berdaya $pasal 5" %U8P&. 8ukuman maksimal untuk delik perkosaan ini adalah !)
tahun penjara.
'. Persetubuhan diluar perkawinan antara pria dan wanita yang berusia diatas !'
tahun tidak dapat dihukum kecuali jika perbuatan tersebut dilakukan terhadap
wanita yang dalam keadaan pingsan atau tidak berdaya.
;. PerAinahan adalah persetubuhan antara pria dan wanita diluar perkawinan, dimana
salah satu diantaranya telah kawin dan pasal )6 7W berlaku baginya. %husus
untuk delik ini penuntutan dilakukan oleh pasangan dari yang telah kawin tadi
yang diajukan dalam 3 bulan disertai gugatan ceraiBpisah kamarBpisah ranjang.
PerAinahan ini diancam dengan hukuman penDara selama maksimal " bulan.
6. eseorang yang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seseorang
untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul, maka ia diancam
dengan hukuman penjara maksimal " tahun $pasal )5" %U8P&.
5. (alam sistim peradilan, seorang hakim tidak dapat menjatuhkan hukuman kepada
seseorang terdakwa kecuali dengan sekurangnya dua alat bukti yang sah ia merasa
yakin bahwa tindak pidana itu memang telah terjadi $pasal !53 %U8,P& . edang
yang dimaksud dengan alat bukti yang sah adalah keterangan saksi, keterangan
ahli, surat, petunjuk dan keterangan terdakwa $pasal !59 %U8,P&.
". 7erdasarkan pasal !33 %U8P penyidik berwenang minta bantuan dokter untuk
memeriksa korban perkosaan.
21
!*. %orban menurut Undang-Undang Nomor !3 2ahun )**; $selanjutnya disingkat
UU No.!3 tahun )**;& tentang Perlindungan aksi dan %orban adalah seseorang
yang mengalami penderitaan /isik, mental, dan kerugian ekonomi yang diakibatkan
oleh suatu tindak pidana.
!!. Pada kasus ini bagus dan susilo dikenakan pasal 3** $ ! & ke ) dan pasal )5; .
!). Pasal 3** $!& ke ) %U8P yaitu barangsiapa dengan sengaja membikin mabuk
seorang anak yang umurnya belum cukup !; tahun. (ari pasal di atas ancaman
pidana penjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak 3** rupiah.
!3. pasal )5; %U8P barang siapa bersetubuh dengan seorang wanita di luar
perkawinan, padahal diketahui bahwa wanita itu dalam keadaan pingsan atau tidak
berdaya, diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun
22
BAB 4
Da-$ar )u$a"a
!. <.,tang <anoemihardja, #lmu ,edokteran ,ehakiman Edisi ,edua, 2arsito,
7andung, !"53. 8lm !5
). 7roto uwiryo, -andout #lmu ,edokteran ,ehakiman+ Universitas Pembangunan
Nasional =awa 2imur, 3 Nopember )**"
3. -.,. 2riana @hoiwutun, Pro)esi !okter dan Visum Et Repertum 'Penegakan -ukum
dan Permasalahannya* , Penerbit (ioma, +alang, )**;. 8lm 39
9. ,dami #haAawi, Pela.aran -ukum Pidana bagian /, =akarta, P2 <aja 1ra/indo
Persada,)**6, hal 6)
'. uparman +arAuki, Pelecehan eksual, -ogyakarta, Fakultas 8ukum Universitas
Islam Indonesia, !""',8lm )'.
;. <.ugandhi, ,itab Undang0Undang -ukum Pidana dengan Pen.elasannya,
urabaya, Usaha Nasional,!"5*.8lm 3*)
6. ,ri/ 1oita, Masalah Perlindungan 1nak cetakan kedua , ,kademika Pressindo,
=akarta, !"5".8lm 6'
5. ,ri/ 1osita, Rele%ansi Viktimologidengan Pelayanan $erhadap Para ,orban
Perkosaan+ =akarta, Ind. 8ill, #o, !"56.8lm!3-!9
". Pasal ! ke-) UU No.!3B)**; tentang Perlindungan aksi dan ,orban
!*. 8ariyo ulistiyantoro , -andout -ukum Perlindungan 1nak+ Universitas
Pembangunan Nasional =awa 2imur, )6 (esember )**"
!!. %amus 8ukum, 7andung, #itra Umbara,)**5, 8lm 9)"
!). Eeden +arpaung, %ejahatan 2erhadap %esusilaan dan +asalah Prevensinya,
=akarta, inar 1rag/ika,)**9,8lm 95
!3. http.BBsherinswary.blogspot.comB)*!3B*9Bperkosaan-terhadap-anak-ditinjau-
dari.html.diambil pada tanggal !;.*9.)*!9
!9. http.BBreproduksiumj.blogspot.comB)**"B!)Bpemeriksaan-/orensik-pada-
kasus.html.diambil pada tanggal!;.*9.)*!9
!'. 8oediyanto- 8ariadi ,, #lmu ,edokteran 2orensik !an Medikolegal Edisi ketu.uh+
Universitas ,irlangga, urabaya. )*!*. 8al )6!
23
!;. http.BBreproduksiumj.blogspot.comB)**"B!)Bpemeriksaan-/orensik-pada-kasus.html
tgl !;B*9B)*!9
!6. http.BBmenuju-sehat.blogspot.comB)**"B*;Bbahaya-mengkonsumsi-alkohol.html tgl
!6B*9 )*!9
!5. http.BBstarbrantas.blogspot.comB)*!3B*!Bpasal-)66-3*3-kuhp.html tgl !6 B *9
)*!9
24