Anda di halaman 1dari 5

HASIL PERCOBAAN

Sampel 1
Replikasi A1 A2
1 0,227 0,273
2 0,246 0,296
3 0,297 0,363

Sampel 2
Replikasi A1 A2
1 0,226 0,246
2 0,040 0,045
3 0,243 0,270

Standar Kreatinin
A1 = 0,123
A2 = 0,124
Konsentrasi kreatinin pada urin
Sampel 1
Replikasi 1:

x 2 mg/dL = 92 mg/dL
Replikasi 2:

x 2 mg/dL = 100 mg/dL


Replikasi 3:

x 2 mg/dL = 132 mg/dL


Sampel 2
Replikasi 1:

x 2 mg/dL = 40 mg/dL
Replikasi 1:

x 2 mg/dL = 10 mg/dL
Replikasi 1:

x 2 mg/dL = 54 mg/dL
kadar kreatinin sampel 1 =

x 1 mg/dL = 34 mg/dL
kadar kreatinin sampel 1 =

x 1 mg/dL = 108 mg/dL



Monografi Bahan
1. Aquades
Rumus molekul :H
2
O
Berat molekul : 18,02 g/mol
Air murni adalah air yang dimurnikan yang diperoleh dengan destilasi, perlakuan
menggunakan penukar ion, osmosis balik atau proses lain yang sesuai. Dibuat dari air yang
memenuhi persyaratan air minum dan tidak mengandung zat tambahan lain. Densitas 0,998
g/cm dalam fase cairan dan 0,92 g/cm dalam fase padatan. Titik leburnya 0 C (273,15 K)
(32 F) dan titik didihnya 100 C (373.15 K) (212 F).
Pemeriaan : cairan jernih, tidak berwarna, tidak berbau dengan pH antara 5,0 - 7,0.
Wadah dan penyimpanannya : dalam wadah tertutup rapat ( Anonim, 1995).

2. Asam Pikrat
Asam pikrat atau 2,4,6-trinitrophenol (TNP) ialah senyawa trinitroaromatik yang bersifat
eksplosif dan mudah terbakar dalam keadaan kering. Dengan logam membentuk logam
pikrat. Asam pikrat berwujud kristal kuning pucat tak berbau, sedikit larut dalam air dan
sensitif terhadap air dan goncangan. Ketika dibasahi dengan 30% air, asam pikrat berubah
warna menjadi padatan kristal orange. Ketika dilarutkan dalam pelarut organik membentuk
larutan berwarna kuning cerah. Asam pikrat mudah terbakar bila dibasahi dengan 30% air
dan sangat mudah meledak bila kehilangan kelembapan sebesar 30%. Asam pikrat bersifat
toksik dan merupakan iritan bagi kulit. Rumus molekulnya C
6
H
3
N
3
O
7
, kelarutan dalam air
12.7 gL1 dan massa molarnya 229.10 gmol1 (Anonim, 1995).

3. Natrium Hidroksida (NaOH)
Rumus molekul : NaOH
Berat molekul : 40,0 g/mol.
NaOH mengandung : tidak kurang dari 95,0% dan tidak lebih dari 100,5% alkali jumlah,
dihitung sebagai NaOH, mengandung Na
2
CO
3
tidak lebih dari 3,0%.). NaOH dapat merusak
jaringan dengan cepat.
Pemerian : putih atau praktis putih, massa melebur, berbentuk pellet, serpihan atau batang
atau bentuk lain, keras, rapuh dan menunjukkan pecahan hablur. Bila dibiarkan di udara
akan cepat menyerap karbon dioksida dan lembap. NaOH mudah larut dalam air dan dalam
etanol.
Kelarutan : mudah larut dalm air dan dalam etanol
Wadah dan penyimpanannya : dalam wadah tertutup rapat (Anonim, 1995).

4. Kreatinin
Kreatinin merupakan produk akhir metabolisme kreatin. Kreatinin adalah zat racun dalam
darah, terdapat pada seseorang yang ginjalnya sudah tidak berfungsi dengan normal.
Senyawa ini dihasilkan ketika terjadi kontraksi pada otot. Jumlah kreatinin yang dikeluarkan
seseorang setiap hari lebih bergantung pada massa otot total daripada aktivitas otot atau
tingkat metabolisme protein, walaupun keduanya juga menimbulkan efek. Kreatinin darah
meningkat jika fungsi ginjal menurun. Oleh karena itu kreatinin dianggap lebih sensitif dan
merupakan indikator khusus pada penyakit ginjal dibandingkan uji dengan kadar nitrogen
urea darah (BUN). Sedikit peningkatan kadar BUN dapat menandakan terjadinya
hipovolemia (kekurangan volume cairan), namun kadar kreatinin sebesar 2,5 mg/dl dapat
menjadi indikasi kerusakan ginjal. Kreatinin serum sangat berguna untuk mengevaluasi
fungsi glomerulus (Riswanto, 2010).

JAWABAN PERTANYAAN
1. Apakah kepentingan penentapan kadar kreatinin dalam analisis klinik?
Penetapan kadar kreatinin dalam analisis klinik dilakukan untuk mengetahui fungsi atau
keadaan ginjal dan glomerulus.
2. Begaimana metabolism kreatinin dan terdapat dimana?
Metabolism kreatinin berlangsung di otot. Kreatinin adalah anhidra kratin, ia dibentuk
sebagian besar dalam otak dengan pembuangan air dari kreatinfosfat secara tak reversible
dan nonenzimatik. Kreatinin bebas terdapat dalam darah dan urin. Pembentukan kreatinin
rupanya adalah langkah permulaan yang diperlukan untuk ekskresi sebagian besar
kreatinin (Harper H.A, 1999).
Proses metabolismenya adalah:
Terjadi proses transaminasi dari arginin menjadi glisin untuk membentuk
guanidoasetat/glicosiamin (berlangsung di ginjal dengan bantuan arginine glisin
transaminase).
Selanjuutnya adalah proses metilasi glikosiamin oleh metionin aktif dalam hati
menjadi fosfokreatin (keratin fosfat).
Reaksi terakhir adalah terjadi perubahan dari fosfokreatin/ keratin fosfat menjadi
kreatinin melalui reaksi non enzimatik di dalam otot.
3. Tuliskan pembentukkan kreatinin pikrat!





4. Gangguan apa saja yang dapat timbul pada penetapan kadar kreatinin dalam plsma
dengan metode pikrat-alkali?
Metode pikrat-alkali merupakan metode yang kurang spesifik sehingga kadar yang
terukur tidak hanya kreatinin, namun juga kromogen-kromogen lain seperti asam
askorbat, gluso, aseton, asam-asam keton (missal aseto asetat dan piruvat)serta obat-
obatan.
5. Apa kelebihan metode Jaffe yang dimodifikasi tersebut?
Kelebihannya meliputi:
Sederhana
Mudah dan murah
Cepat
Praktis
Sampel yang digunakan hanya sedikit
Dapat dibaca pada panjang gelombang tinggi tanpa intervensi
6. Bagaimana cara mengatasi problema yang ada pada no. 4 tersebut?
Caranya dengan dilakukan modifikasi melalui:
Presipitasi/pengendapan untuk meminimalisir pengendapan protein
Reaksi pembentukkan kompleks dengan asam borat, untuk meminimalisir pengaruh
glukosa dan asam askorbat
Ion exchange
7. Pelajarilah metode-metode lain untuk penetapan kadar kreatinin!
Metode lain untuk penetapan kadar keratinin yaitu:
Kinetik
Dasar metodenya relatif sama hanya dalam pengukuran dibutuhkan sekali
pembacaan. Alat yang digunakan autoanalyzer.
Enzimatik
Dasar metode ini adanya substrat dalam sampel bereaksi dengan enzim membentuk
senyawa enzim substrat menggunakan alat photometer