Anda di halaman 1dari 105

SUMBER/DALIL

AJARAN ISLAM
1. Al-Quran
2. As-Sunnah/Al-Hadits
3. Rayu dan Ijtihd
PEMBAGIAN
Dalil Ajaran Islam
1. Dalil naqli = bersumber wahyu Ilahi (al-
Quran dan Hadis)
2. Dalil aqli = bersumber dari rakyu
(ijtihad)
SUMBER POKOK DAN SUMBER
CABANG
SUMBER POKOK:
Al-Quran dan Sunnah Rasul
SUMBER CABANG:
Disepakati oleh hampir seluruh (jumhur) ulama:
Ijm
qiyas

Dalil yg Diperselisihkan Ulama

Istihsn,
Adat/Urf,
Mashlahat Mursalah,
Istishb,
Madzhab Shahbat,
Syaru man Qablan,
dan sadd al-Dzariat
AL-QURAN
( )
Definisi Al-Quran:

Bacaan atau yang ditulis; sesuatu yang dibaca berulang-ulang; kumpulan
(bahasa)
Istilah:
Kalam/wahyu Allah berbahasa Arab,
diturunkan kepada Nabi Muhammad saw.,
melalui Malaikat Jibril,
merupakan mukjizat,
ditransmisikan secara mutawatir,
penyusunannya dalam mushaf diawali dengan surat al-fatihah
dan diakhiri dengan surat al-Nas,
serta membacanya dinilai sebagai ibadah.
Nama-nama Al-Quran
Dua pendapat:
90 lebih nama,
55 nama.
Sebagian Nama al-Quran
1. Al-Kitab
2. Al-Furqan (pemisah antara yang haq dan yang batil)
3. At-Tanzil (wahyu yang diturunkan kepada Nabi
terakhir)
4. Adz-Dzikri
5. Al-Huda (petunjuk, pedoman bagi manusia)
6. Ar-Rahman(Merahmati Semua makhluq di dunia dan
khusus bagi kaum mumin di akhirat(
7. Al-Majid (mulia)
8. An-Nadzir (pemberi peringatan)
9. Al-Mubin (penjelas)
10. Al-Karim (mulia)
11. Al-Kalam (firman allah)
12. An-Nur (cahaya)
13. Dll.





Demi al-Kitab (al-Quran) yang
menjelaskan (Q.s. al-Dukhan (22): 2)
.
Pemisah antara yang hak dari yang bathil
Maha suci Allah yang telah menurunkan al-Furqan
(al-Quran) kepada hamba-Nya, agar menjadi
pemberi peringatan kepada seluruh alam . (Q.s. al-
Furqan (25: 1):

Peringatan
Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan
al-Dzikr (al-Quran), dan sesungguhnya
Kami benar-benar memeliharanya. (Q.s.
al-Hijr (15):9):

roh atau jiwa
Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu
Ruh (al-Quran) .... (Q.s. asy-Syura/42:52:
Penurunan (Nuzul) Al-Quran
Pengertian:
Nuzul, = turun dari atas ke bawah
(bahasa)
Nuzulul Quran = turunnya al-Quran.
Makna majazi = pemberitahuan Allah
kepada Nabi Muhammad melalui
perantara Malaikat Jibril.
TAHAP PENURUNAN AL-
QURAN
1. Turunnya al-Quran ke Lauh al-Mahfuzh.
2. Dari Lauh al-Mahfuzh ke langit dunia (Bait al-
Izzah)
Caranya:

3 pendapat:
a. Sekaligus (jumhur), pembawanya = Malaikat
Jibril.
b. Bertahap dalam 20 malam qadar, selama 20
tahun.
c. Dimulai pada malam qadar, seterusnya
dirurunkan secara berangsur-angsur sedikit
demi sedikit.
3. Dari langit dunia kepada Nabi,
berangsur melalui perantara
Malaikat Jibril.

FASE PERTAMA
PENURUNAN AL-QURAN
Lauh
al-Mahfuzh
BAITUL
IZZAH
Lauh
al-Mahfuzh
BAITUL
IZZAH
BAITUL
IZZAH
PENURUNAN AYAT
Masa Penurunan Ayat Pertama:

Pada malam Qadar,
17 Ramadlan tahun 41 kelahiran
Nabi (6 Agustus 610 M),
Saat Nabi ber-tahannuts di Gua
Hira

GAMBAR GUA HIRA

LOKASI GUA HIRA
AYAT YANG PERTAMA

1. Surat al-Alaq: 1- 5,
2. al-Muddatstsir: 1-5,
3. Surat al-fatihah: 1-7,
4. basmalah.
P
e
n
d
a
p
a
t

y
g

k
u
a
t

Q.s. al-Alaq:1-5
Ayat Terakhir Turun
Segi Waktu:
Tanggal 9 Dzulhijjah tahun 10 H (632 M),
(tahun 63 dari kelahiran Nabi) saat Nabi
wukuf di Arafah untuk menunaikan Haji
Wad.
Beberapa hari (8 hari) menjelang wafat
Nabi.
Ayat yg Terakhir
Tidak kurang dari 12 pendapat,
1. Q.s. al-Baqarah: 281; (yg Kuat)
2. Al-Baqarah: 278;
3. al-Baqarah: 282;
4. an-Nis: 176;
5. an-Nis: 93;
6. At-Taubah: 128-129;
7. Akhir surat al-Midah;
8. An-Nashr;
9. Ali Imrn: 195;
10. An-Nis: 32;
11. al-Ahzb: 35;
12. at-Taubah: 5.
Q.s. al-Baqarah (2):281
Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada)
hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan
kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi
balasan yang sempurna terhadap apa yang telah
dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak
dianiaya (dirugikan).
Q.s. al-Midah: 3 ayat Terakhir?
Tidak ada riwayat yang mendukung,
Sebagian ulama = ayat tersebut
merupakan ayat hukum terakhir, bukan
ayat terakhir diturunkan secara faktual
Jumlah Ayat Setiap Penurunan
Tidak ada kemestian =
Kadang turun hanya 1 ayat,
dua ayat;
3 ayat,
Kadang lebih hingga 10 ayat atau lebih banyak,
Kadang hanya beberapa kata dari penggalan ayat.
Kadang 1 surat penuh sekligus, terutama surat-surat pendek, seperti Q.s. al-Ftihah, al-
Ashr, al-Kautsar, al-Ikhlsh, dan al-Muawwidzatain.
Hikmah Penurunan al-Quran Secara
Berangsur
Demikianlah, supaya Kami perkuat hatimu
dengannya (Q.s. al-Furqan:32 )
Dan Kami turunkan (al-Quran) itu dengan berangsur-angsur
agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada
manusia. (Q.s. al-Isra: 106 )
Hikmah Penurunan Secara Berangsur
1. Untuk menguatkan hati Nabi dalam
menerima kalam Allah dan
menyiarkannya kepada umatnya.,
2. Berfaedah bagi umat, membangun
dan membina umat secara bertahap
3. Agar menjadi petunjuk tentang
sumber al-Quran, bahwa al-Quran itu
dari Allah.
Periodesasi Turunnya al-Quran
1. Periode Mekkah = sebelum Nabi hijrah
ke Madinah. Ayat-ayat makkiyyah ( ).
2. Periode Madinah = setelah Nabi hijrah ke
Madinah. Ayat-ayat Madaniyyah ( ).
Tanda-tanda Umum Surat
Makkiyyah
1. Ayat sajdah
2. Kata kall, kecuali pada sebagian akhir al-Quran
3. Dimulai dengan panggilan Ya Ayyuhan Ns kecuali
surat al-Hajj.
4. Kisah nabi-nabi dan umat terdahulu, kecuali surat al-
Baqarah.
5. Isinya menyangkut prinsip-prinsip keimanan, seperti
tauhid, missi rasul, kebangkitab dan balasan, hari
kiamat, surga neraka, hukum-hukum alam dan
bantahan secara aqli terhadap orang-orang musyrik.
6. Ayatnya relatif pendek-pendek, puitis dan memiliki
makna yang dalam.
Tanda-tanda Surat Madaniyyah
1. Terdapat kewajiban ibadah atau larangan-
larangan.
2. Terdapat bantahan terhadap ahli kitab
3. Ayatnya relatif panjang-panjang.
4. Menerangkan syariat; peraturan-peraturan
tentang ibadah dan muamalah dalam segala
aspek kehidupan manusia.
5. Menggunaan sapaan: Y ayyuhal ladzna
man
Hikmah dan Faedah Mengetahui Surat
Makki dan Madani
1. Mudah diketahui mana ayat yang turun
lebih dahulu.
2. Mengetahui dan mengerti sejarah
pengsyariatan hukum Islam.
3. Mengetahui perbedaan dan tahap-tahap
Dakwah Islamiyah.
4. Dapat mengetahui hikmah tasyri
ANATOMIS AL-QURAN
6.236 ayat,
74.437 kata,
325.345 huruf,
114 surat,
91 surat diturunkan pada periode Mekkah
23 surat diturunkan sesudah Nabi hijrah.
Isi Pokok al-Quran secara Global:
1. Ketauhidan, termasuk kepercayaan
terhadap yang ghaib.
2. Peribadatan.
3. Janji dan ancaman.
4. Jalan atau petunjuk menuju kebahagiaan
dunia dan akhirat yang berbentuk hukum
atau peraturan.
5. Sejarah dan cerita umat atau orang-orang
yang telah lalu, untuk menjadi pelajaran
bagi orang-orang yang datang kemudian.
Fungsi dan Tujuan Penurunan al-
Quran
1. Sebagai petunjuk (Hudan) bagi yang
bertakwa, dan bagi seluruh manusia (lil
lamn).
2. Pembeda atau pemisah (al-Furqn)
antara yang hak dan yang batil;
3. Sebagai peringatan (al-Dzikr) bagi
orang-orang yang bertakwa.
4. Al-Quran sebagai rahmat () atau
keberuntungan yang diberikan Allah
dalam bentuk kasih sayangnya.
5. Obat rohani (Syifa al-Shudur) bagi penyakit hati.
6. Pengajaran atau nasihat (Mauizhah)
7. Busyr ( )= kabar gembira
8. Tibyn ( ) atau ( ) = berarti penjelasan atau
yang menjelaskan.
9. Mushaddiq ( ) atau pembenar terhadap kitab
yang datang sebelumnya,
10. Nr ( ) kehidupan manusia dalam menempuh jalan
menuju keselamatan.
11. Tafshl ( ), penjelasan secara rinci
12. Korektor bagi kitab-kitab suci yang turun sebelumnya.
13. Bahan renungan atau pemikiran bagi yang mau
berfikir.
14. Sumber ilmu pengetahuan sepanjang masa.
15. Mukjizat Nabi Muhammad saw.
Autentisitas Al-Quran
Arti Autentik:
1. Asli berarti tidak palsu, an autentic
document = dokumen yang asli.
2. Asli berarti dapat dipercaya; benar,
autentic news = berita yang dapat
dipercaya.
Maksud Kitab yang autentik:

yang asli; tidak palsu; dapat dipercaya dan yang
benar (pengertian kedua), bukan pengertian
pertama.
Bila yang dimaksud dalam pengertian pertama
dipersamakan dengan keautentikan suatu
dokumen, yang bukan tiruan, maka kitab yang
autentik tidak akan dapat dijumpai di bumi ini.
Bukti Autentisitas al-Quran
Segi Penulisan.
1. Al-Quran sejak dari penurunannya telah ditulis oleh dewan penulis
wahyu (Kuttb al-Wahyi).
2. Ketika Nabi wafat, seluruh ayat telah terdokumentasikan dalam
bentuk tulisan.
3. Pada masa Khilafah Abu Bakr, dikodifikasikan menjadi 1 mushaf.
4. Pada masa Khilafah Usman ibn Affan dibakukan dan
diperbanyak.
5. Banyak Shahabat Nabi secara tidak resmi
menuliskannya.
6. Setelah itu, penulisan terus dilakukan, baik secara resmi
atau tidak resmi, dalam perkembangan lanjut, al-Quran
dicetak secara besar-besaran hingga dewasa ini.
Segi Hafalan
Malaikat Jibril tidak meninggalkan Nabi sewaktu
menurunkan wahyu, kecuali Nabi telah benar-
benar hafal seluruh ayat yang diturunkan.
Sekembalinya dari Malaikat Jibril, Nabi segera
memanggil para sahabat dan menyuruh
menghafalkannya. Majlis Nabi beserta para
sahabat ini akan berakhir jika ayat yang
diturunkan itu telah dihafal dengan baik oleh
para sahabat.
Para sahabat kemudian mengajarkannya
kepada sahabat lain, demikianlah
seterusnya secara sambung-menyambung
berlangsung hingga dewasa ini.
Pada saat-saat tertentu hafalan Nabi diuji
oleh malaikat Jibril.
Pada saat-saat tertentu hafalan para
sahabat diuji oleh Nabi.
Gerakan menghafal al-Quran berlangsung
terus menerus tanpa henti sejak masa
Nabi hingga dewasa ini.
Bahasa Asli al-Quran
Bahasa Arab, tetap terjaga dengan
baik dalam bahasa aslinya itu
sampai sekarang.
Bahasa Arab yang dipergunakan
tetap masih dapat dipahami dan
dimengerti oleh generasi kini.

PENULISAN AL-QURAN
Perintah Menuliskan al-Quran:


Dari Abi Said al-Khudri, bahwa Rasulullah saw bersabda: Jangnlah
kalian menuliskan dariku sedikit pun kecuali al-Quran. Jika sudah
menuliskannya, selain al-Quran, maka hapuslah
PENULISAN AL-QURAN DI MEKKAH
Penulis I
Abdullah bin Sa'd bin Abi Sarah.

Nama Penulis di Mekkah:
Abu Bakar,
Umar,
Usman,
Alim al-Zubair bin al-'Awam,
Khalid bin Sa'id,
Aban,
Said bin al-Ash,
ibn Umayyah,
Hanzhalah bin al-Rabi' al-Asadi,
Muaiqib bin Abi Fathimah al-Dusi, Abdullah bin
al-Arqam al-Zuhri,
Syurahbil bin Hasan (atau Hasanah),
Abdullah bin Rawwah.
Sa'd bin Abi Abi Waqash,
'Amir bin Fahirah,
'Ala' bin bin Hadhrami,
Al-Arqam bin al-Arqam Hadhrami,
Hthib bin 'Amr


Penulisan al-Quran Periode Madinah
Jumlah Penulis:
Satu riwayat = 43 orang
Riwayat lain = 29 orang

Nama-nama Penulis:
Zaid bin Tsabit
'Usman ibn 'Affan,
'Ali ibn Abi Thalib,
Ubai ibn Ka'b,
'Abd Allah bin Sa'd ibn Abi Sarh,
Handalat ibn al-Rabi' .
Dan lain-lain.
Alat Tulis al-Quran
Pelepah kurma yang sudah dipisahkan dari batang-
batang dan daunnya,pada sisi yang datar.
Lempengan batu lebar dan halus berwarna putih.
Daun atau kulit pohon tertentu.
Tulang unta atau domba, tulang iga yg telah dikeringkan.
Papan kayu yang biasa diletakkan di atas punggung
unta untuk diduduki atau meletakkan barang-barang
bawaan.
Pangkal pelepah pohon kurma yang keras.
Lempengan batu yang sisinya dibuat tajam seperti pisau.
Sutera dan kulit binatang tertentu untuk menulis
Pena dan Tinta
Tinta
Dibuat dari bahan sejenis kacang-kacangan
ditambah dengan ramuan tertentu, di
antaranya dengan langes (Jawa).

Pena:
Dibuat dari ranting batang sejenis pohon
bambu yang didatangkan dari Irak, dibuat
lancip ujungnya, panjangnya sekitar
sejengkal.
Jaminan Allah:
Janji Allah akan menjaga dan
memeliharanya:

Sesungguhnya Kami yang menurunkan
al-Dzikr (Al-Quran) dan kami pula yang
akan menjaganya. (al-Hijr: 9)
PENULISAN AL-QURAN
KODIFIKASI AL-QURAN
Sejarah Kodifikasi Al-Quran
Penulisan al-Quran di Masa Nabi:
Setiap wahyu turun langsung dihafal, ditulis, dan
dihafalkan bahkan beliau senantiasa
memerintahkan beberapa sahabat untuk
menuliskannya.
Pada masa Abu Bakr al-Shiddq, al-Quran telah
dapat dikodifikasikan dalam satu mushaf oleh
Zaid bin Tsabit dkk. atas usul Umar ibn al-
Khaththb.
Pada masa Utsman ibn Affan, al-Quran ditulis
kembali dan diperbanyak,
Jumlah mushhaf yang disalin
Terdapat beberapa riwayat:
4; 5; 6; 7; 8; 9 mushaf.
Mushaf-mushaf tersebut dikirimkan ke berbagai
kota utama, seperti ke Kufah (Irak), Basrah,
Mesir, Madinah, Mekkah, dan lain-lain, untuk
dijadikan pedoman bagi kaum Muslimin setempat.
Tujuan utama langkah tsb agar umat Islam tidak
tepecah-belah.
Bentuk Mushaf Usmani
Penyempurnaan Tulisan (Rasm)
al-Quran
Hingga pembakuan mushaf, huruf-huruf al-Quran ditulis
dengan huruf Khath Kufi, belum bertanda baca dan
bertanda huruf, masih berbentuk konsonantal.
Upaya penyempurnaan Rasm (huruf) al-Quran dengan
membubuhkan tanda baca dan tanda huruf, (syakl)
berbentuk titik (Naqth al-Irb atau Naqth al-Harakt):
Titik: ( ) titik bulat di atas huruf sebagai fathah,
( ) titik satu di bawah huruf sebagai kasrah,
( ), titik satu di depan atau di sebelah kiri huruf sebagai
dhammah,
dengan menggandakannya sebagai tanwin.
Orang pertama yang membubuhkan
tanda-tanda Baca al-Quran
Ab al-Aswad al-Duali membuat tanda
harakat tersebut.
Nashr ibn shim al-Laitsi dan Yahy ibn Yamar
al-Adwani (murid dan sekretaris Ab al-Aswad
al-Duali, memberikan titik pembeda huruf, tanda
diakritis (Naqth al-Ijm):

Sejumlah tokoh berikutnya membubuhkan
tanda Hamzah, Sukun, Tasydid, dan
sebagainya.
Imam Al-Khall ibn Ahmad al-Farahidi
menyempurnakan harakat berbentuk titik dg
bentuk huruf atau bagian huruf.
Fathah dan Kasrah dibuat dalam bentuk Alif
miring,
dhummah diganti dengan huruf Wau kecil,
Tanwin dengan menggandakannya.
Tasydd ( ) berbentuk kepala huruf Syn (
singkatan dari ) tanpa titik,
sukun ( ) diambil dari bentuk kepala huruf Kha (
diambil dari ),
Sebagian mereka membuatnya dari kepala huruf
Mim (singkatan dari ).

Para Ahli Rasm terus berupaya
menyempurnakannya dengan membubuhkan
tanda-tanda-lain:
Tanda Waqf (berhenti) dan Washal
(menyambung),
Saktah,
tanda Hizb,
pembagian dan pemberian tanda Juz,
tanda Makkiyyah dan Madaniyah,
nama surat tanda ayat dan penomorannya,

PENCETAKAN AL-
QURAN
Hingga abad 16 M., penulisan al-
Quran masih ditulis dengan manual,
tulis tangan.
Setelah Eropa menemukan mesin
cetak pada abad XVI, al-Quran
dicetak dengan mesin cetak.
SALINAN MUSHAF USMANI
MUSHAF AL-QURAN TELAH DIHIASAI
DG ORNAMEN
PEMAHAMAN AL-
QURAN
Ilmu-ilmu yang Berhubungan
dengan Al-Quran:
Ilmu Tafsir = Ilmu yang mengkaji
tentang arti ayat, kandungan
makna dan maksud (tafsir) ayat-
ayat al-Quran,
Ragam Bacaan Al-Quran
Ilmu Qirt = ilmu yang berkenaan
pelafalan kalaimat-kalimat secara
khusus, jenis-jenis bacaan (qiraat) yang
diriwayatkan dan diakui; segi-segi
perbedaan di antara qiraat-qiraat
tersebut; tingkat-tingkat perbedaan
dalam qiraat dan metode-metode untuk
menerima atau menolaknya;
Riwayat-riwayat mengenai berbagai
qiraat (ragam bacaan) al-Quran, yang
meliputi qiraat tujuh; sepuluh, atau 14,
serta masalah-masalah lain yang
tercakup dalam ilmu qiraat
Ilmu Tajwid = ilmu yang berkenaan
dengan fonetik serta pengucapan
konsonan dan vokal.
Membahas tentang teknik membaca al-
Quran yang benar sesuai dengan
riwayat yang bersambung dari Nabi.
Segi Turunnya al-Quran
Ilmu Asbbin Nuzl = ilmu yang
khusus mengungkapkan kejadian-
kejadian historis serta peristiwa-
peristiwa yang melatarbelakangi
turunnya ayat al-Quran

ASBABUN NUZUL
Beberapa Definisi:
Turunnya suatu ayat disebabkan oleh suatu
peristiwa.
Dengan sebabnya turun sesuatu ayat atau beberapa
ayat yang terkait dengan sebab itu, atau memberi
jawaban tentang sebab itu, atau menerangkan
hukumnya; pada masa terjadinya peristiwa itu
(istilah).
Sesuatu kejadian yang terjadi di zaman Nabi Saw,
atau suatu pertanyaan yang dihadapkan kepada Nabi
maka turunlah suatu atau beberapa ayat yang
berhubungan dengan kejadian itu, atau jawaban
pertanyaan itu.
Ijaz al-Quran =
ilmu yang membahas segi-segi
kemukjizatan al-Quran
Tinjauan al-Quran dari segi
peranannya sebagai argumentasi
terhadap seluruh umat manusia.
Bukti bahwa al-Quran datang dari
Allah SWT adalah ijaz-nya.
Tempat-tempat Turunnya al-Quran
Membahas tentang tempat-tempat
turunnya ayat al-Quran
Sumpah dalam al-Quran
Aqsmil Qurn =
lmu yang membahas tentang
maksud-maksud sumpah dalam al-
Quran.
Seni Indah Baca al-Quran
Ilmu Naghm
ilmu yang membahas dan mempraktekan lagu-lagu
dalam membaca al-Quran.
Lagu-lagu al-Quran:
Bayati/Husaini
Shaba
Hijaz
Nahawand
Rast
Jiharkah
Syikah



`

Terjemah al-Quran
Pengalihbahasaan suatu kata dari suatu bahasa ke
bahasa yang lain,
Mengungkapkan suatu pengertian dengan
ungkapan yang lain dalam bahasa lain dengan
memenuhi arti dan maksud yang terkandung
dalam pengertiannya.
Tarjamah al-Quran = pengalihbahasaan al-Quran
yang berbahasa Arab ke bahasa lain sesuai dengan
arti dan maksud yang terkandung dalam
pengertiannya.
PEMBAGIAN JENIS
TERJEMAHAN
Tarjamah secara harfiah (litterlijk) =
memindahkan sejumlah kata (kalimat) dari suatu
bahasa kepada bahasa lain dengan kosa kata dan
susunan bahasa yang sesuai dengan bahasa
aslinya.
Tarjamah tafsriyyah = menerangkan pengertian
yang terkandung dalam suatu kalam dengan
bahasa lain dan tidak terikat oleh kosa kata dan
susunan bahasa aslinya.
Contoh Buku Terjamah Al-Quran
1. Al-Quran dan Terjemahnya, diterbitkan oleh
Departemen Agama RI.
2. Tafsir al-Furqan, disusun oleh Ahmad Hasan (tokoh
Persis).
3. Terjemah al-Quran, disusun oleh Prof. Mahmud
Yunus.
4. An-Nur, Tafsir al-Quran al-Majid, disusun oleh Prof.
T. H. Hasbi Ash-Shiddieqy.
5. Tafsir Quran, disusun oleh H. Zainuddin Hamidy dan
Fachruddin H.
6. Bacaan Mulia, terjemahan bersifat puitis disusun oleh
H.B. Yasin
dan lain-lain
Tafsir dan Takwil
Tafsir = penerangan dan penjelasan.
Menafsirkan al-Quran = usaha menyingkap
sesuatu yang tertutup, atau mengungkapkan
arti yang dimaksud dari suatu lafazh yang pelik
dalam al-Quran.
Penjelasannya mengambil makna tekstual.
Ilmu tafsir = ilmu yang membahas tentang al-
Quran dari segi pengertiannya terhadap apa
yang dimaksud oleh Allah sesuai dengan
kemampuan manusia.
Takwil
= kembali kepada asal.
Sebagian ulama menyamakan arti tafsir
dengan takwil.
Sebagian ulama membedakannya, tafsir =
penjelasan tentang makna zhhiriyah (lahir)
dari ayat al-Quran,
takwil = mengambil sebagian makna dari
makna-makna yang dikandung oleh ayat al-
Quran.
Tafsir mengambil makna tekstual, takwil
mengambil bentuk kontekstual.
Contoh Perbedaan terjemah, serta
tafsir dan takwil
( : 14 )
Terjemahannya:
Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi.

Tafsirnya:
Tuhan selalu mengawasi dan mengintai apa saja yang
diperbuat manusia.
Takwilnya:
Ayat di atas mengandung peringatan keras agar manusia
jangan memandang remeh segala perintah Tuhan, tetapi
harus mempersiapkan diri untuk kembali kepada-Nya.
Pembagian Tafsir
1. Tafsir Bi al-Riwyah (Bil Matsr)
Tafsir yang meliputi tafsir al-Quran
dengan al-Quran, atau dengan Sunnah
Nabi saw dan/atau dengan ucapan
sahabat
2. Tafsr bi al-Diryah/Bi al-Rakyi). Tafsir Bi
al-Riwyah (Bil Matsr),
Tafsr bi al-Diryah/ Bi al-Rakyi)
Menafsirkan ayat-ayat al-Quran dengan
cara ijtihad, penjelasan mengenai al-Quran
dengan didasarkan pada kaidah-kaidah
ijtihad, ketentuan-ketentuan ilmu al-Quran,
dan kaidah-kaidah Bahasa Arab
Contoh Kitab tafsir Bil-Matsur
Tafsir al-Thabari, disusun oleh Ibn Jarr al-
Thabari.
Tafsr Ibn Katsr/Tafsr al-Qurn al-Azhm,
disusun oleh Ibn Katsir.
Dur Mantsr fi Tafsr bi al-Matsr, disusun
oleh al-Suythi,
dan lain-lain.
Contoh Kitab Tafsr bi al-Rakyi
1. Tafsr al-Rzi (Maftih al-Ghaib) disusun oleh
Fahruddn al-Rzi.
2. Tafsr Jallain disusun oleh Imm Jalluddn al-
Suythi,
3. Tafsr al-Bahrul Muhth disusun oleh Ibn
Hayyn,
4. Tafsr al-Manr disusun oleh Rasyid Ridh,
5. Tafsir Fi Zhill al-Qurn disusun oleh Sayyid
Quthb,
6. dan lain-lain
Tafsir dalam bahasa Indonesia (30
juz),
1. Al-Quran dan Tafsirnya (30 juz)
disusun oleh Tim Departemen Agama
RI.
2. Tafsir al-Azhar, disusun oleh Hamka.
3. Tafsir al-Mishbah disusun oleh
Qurasish Shihab
4. Dan lain-lain.
Metodologi Tafsir Al-
Quran
1. Metode Tahlili (Analitik),
2. Metode Ijmali (Global)
3. Metode Muqarin (Komparasi)
4. Metode Maudhui (Tematik)

Metode Ijmali (Global
Berusaha menafsirkan Al-Quran secara singkat
dan global, menjelaskan makna yang dimaksud
tiap kalimat dengan bahasa yang ringkas dan
mudah dipahami.
Keistimewaan tafsir ini = mudah dikonsumsi oleh
lapisan dan tingkatan kaum muslimin secara
merata.
Kelemahannya = penjelasannya terlalu ringkas
sehingga tidak dapat menguak makna ayat yang
luas dan tidak dapat menyelesaikan masalah
secara tuntas.

Metode Tahlili (Analitik)
Berusaha menjelaskan Al-Quran dengan
menguraikan berbagai seginya dan menjelaskan
apa yang dimaksudkan oleh Al-Quran.
Tafsir ini dilakukan secara berurutan ayat demi
ayat kemudian surat demi surat dari awal hingga
akhir sesuai dengan susunan Al-Quran.
Kosa kata dan lafazh dijelaskan, sasaran yang
dituju dan kandungan ayat, yaitu unsur-unsur
Ijaz, balaghah, dan keindahan susunan kalimat,
menjelaskan apa yang dapat diambil dari ayat.
Kelemahaninyai = bahasannya amat teoritis,
terlalu lama, tidak sepenuhnya mengacu kepada
persoalan-persoalan khusus yang sedang
dihadapi.
Metode Muqarin
Metode perbandingan antara ayat dengan
ayat, atau ayat dengan hadits, atau antara
pendapat-pendapat para ulama tafsir
dengan menonjolkan perbedaan tertentu
dari obyek yang diperbandingkan itu.

Metode Maudhui (Tematik)

Berusaha mencari jawaban Al-Quran
dengan cara mengumpulkan ayat-ayat Al-
Quran yang mempunyai tujuan satu, yang
membahas topik/judul tertentu.