Anda di halaman 1dari 16

AIR TANAH

Struktur dan Sifat Air


Air merupakan senyawa yang
sederhana di mana satu
molekul air terdiri dari satu
atom oksigen dan dua atom
hidrogen yang lebih kecil.
Unsur-unsur tersebut
bergabung bersama dalam
ikatan kovalen, setiap
hidrogen membagi elektron
tunggalnya dengan oksigen.
Polaritas
- molekul air tidak simetris
- pembagian elektron-elektron lebih dekat ke
arah oksigen daripada hidrogen.
- sifat polaritas artinya muatannya tidak
terdistribusikan secara merata.
- Pada sisi atom hidrogen cenderung menjadi
elektropositif dan sebaliknya pada atom oksigen
bersifat elektronegatif.
- Ketidakseimbangan muatan ini menyebabkan
air memegang peranan yang unik pada
lingkungan tanah
- kutub (oksigen) yang bermuatan negatif
mampu mengikat kation seperti H+,Na+,K+, dan
Ca+ yang menyebabkan kation-kation tersebut
terhidrasi
- kutub positif molekul air dapat tertarik (terikat)
pada permukaan tanah liat yang bermuatan
negatif
Ikatan Hidrogen
suatu atom hidrogen dapat terbagi
antara dua atom elektronegatif
membentuk ikatan yang memiliki
kekuatan energi relatif rendah
sebuah atom O dalam satu molekul air
mampu berikatan dengan atom H pada
molekul air di sebelahnya.
Tipe ikatan ini dapat menyebabkan
adanya sifat polimerisasi air.
Kohesi vs Adhesi
Gaya tarik-menarik antar molekuk air (kohesi) dan gaya
tarik menarik antara air dengan permukaan tanah
(adhesi). Dengan adanya adhesi (yang juga disebut
adsorpsi), beberapa molekul air diikat secara kuat pada
permukaan padatan tanah.
Pada sisi yang lain molekul-molekul air diikat secara
kohesi dengan molekul air yang lain yang dapat
berpindah dari permukaan padatan tanah
Gaya adhesi dan kohesi secara bersama-sama
menyebabkan padatan tanah dapat mempertahankan
dan mengendalikan gerakan dan penggunaan air.
Adhesi dan kohesi juga menyebabkan munculnya sifat
plastis pada tanah liat.
Tegangan Permukaan
Sifat ini ditunjukkan pada interfase air
dan udara.
Sifat ini hasil dari gaya tarik menarik
antar molekul air (kohesi) yang lebih
besar dibandingkan dengan di udara.
Keadaan ini mengakibatkan terjadinya
gaya ke dalam pada permukaan yang
menyebabkan seolah-olah permukaan
air mempunyai selaput elastis yang
dapat direnggangkan
Kapilaritas Air Tanah
Dua gaya yang mendorong kapilaritas adalah :
(1) gaya tarik air terhadap padatan (adhesi atau
adsorpsi) dan (2) tegangan permukaan air, yang
disebabkan oleh gaya tarik-menarik antar
molekul air (kohesi).
Gerakan ke atas yang menimbulkan kapilaritas
di dalam tanah dipengaruhi oleh tekstur tanah.
Tekstur tanah yang halus akan menyebabkan
gaya kapilaritas yang lebih besar, tetapi laju
alirannya sangat lambat karena adanya gaya
friksi dari pori yang kecil. Pori yang besar pada
tanah pasir memberikan resisten friksi yang kecil
terhadap kecepatan gerakan kapiler air
perbedaan tingkat energi dari suatu
tempat ke tempat yang lain mempengaruhi
pergerakan air.
Terdapat tiga gaya penting yang
mempengaruhi tingkatan energi air tanah.
gaya adhesi (gaya matrik) << energi air
tanah
gaya osmotik << energi air tanah
gaya gravitasi >> energi air tanah (selalu
mendorong gerakan air ke bawah
Potensial air Tanah
Perbedaan tingkat energi diantara air murni dari
kondisi acuan (referensi) dan air tanah pada
tempat tertentu dinamakan potensial air tanah
Untuk memprediksi bagaimana air akan
bergerak di tanah, status energi air tanah pada
lokasi tertentu dalam profil tanah dibandingkan
dengan air murni pada suhu dan tekanan
standart dipengaruhi oleh tanah dan lokasinya
dari elevasi acuan
Air akan bergerak dari area tanah yang
mempunyai potensial air tanah tinggi menuju
potensial air tanah rendah
Hubungan umum potensial air tanah
ditunjukkkan dengan persamaan sebagai
berikut :
t = g + m + o + (tambahan potensial
lain yang belum disebutkan)
Potensial Gravitasi
gaya tarikan menuju ke pusat bumi.
Potensial gravitasi dari air tanah dijabarkan
secara matematika sebagai berikut :
g = g h
Dimana : g = percepatan gravitasi
h = ketinggian dari air tanah di atas
elevasi acuan.
Potensial tekanan
Potensial tekanan ini meliputi potensial
matrik dan hidrolik jenuh.
Potensial tekanan ini menyebabkan suatu
pengaruh terhadap potensial air tanah selain
gravitasi dan zat-zat terlarut. Potensial tekanan
ini mencakup :
(1) tekanan positif hidrostatik yang terjadi karena
berat air tanah jenuh dan aquifer-aquifer, dan
(2) tekanan negatif yang terjadi karena gaya
tarik antara air dan padatan tanah (matrik
tanah).
Potensial osmotik
Potensial osmotik (o) berhubungan dengan
adanya zat terlarut di dalam larutan tanah.
Zat terlarut bisa berupa senyawa garam
anorganik atau senyawa organik.
adanya zat-zat tersebut mengurangi energi
potensial air, karena air tidak dapat bergerak
bebas.
potensial osmotik hanya mempunyai sedikit
pengaruh terhadap pergerakan air di dalam
tanah. P
pengaruh utamanya terhadap serapan air oleh
sel-sel akar tanaman
Beberapa satuan dapat digunakan untuk penggambaran
tingkatan energi air tanah

Tinggi Unit Kolom air
(cm)
Logaritma dari
tinggi air (pF)
Bar Atmosfer
10 1 0.01 0,0097
100 2 0.1 0,0967
346 2.53 0.346 0,3
1000 3 1 0,9675
10000 4 10 9,6749
15849 4,18 15.8 15
31623 4,5 31.6 31
100000 5 100 96,7492
1000000 6 1000 967,4922
10000000 7 10000 9674,9
Retensi Air Tanah Di Lapangan
1. Kapasitas Retensi maksimum
semua ruang pori bagian atas terisi dengan air.
Kondisi jenuh dengan air
Hisapan matrik = 0
2. Kapasitas Lapangan
Air telah meninggalkan pori-pori makro
Dalam pori makro dijumpai udara
Pori mikro atau pori kapiler (sedang) masih
berisi air.
pergerakan air masih berlangsung tetapi pada
kecepatan rendah
Hisapan matrik berkisar antara 0,1 0,3 bar.

3. Koefisien Layu
Sebagian dari air akan hilang melalui
evapotranspirasi dan sebagian hilang melalui
evaporasi dari permukaan tanah
Begitu tanah mengering tanaman akan
memperlihatkan pengaruh kekeringan
tersebut. Di siang hari tanaman layu
sedangkan pada malam hari tidak.
Akhirnya suplai air akan semakin sedikit
sehingga tanaman tetap layu siang maupun
malam.
Nilai hisapan matrik tanah : 15 bar.
Air berada dalam pori mikro yang terkecil,
sehingga tidak tersedia bagi tan.
4. Koefisien Higroskopik.
Air berada pada ruang pori mikro terkecil
Sisa air yang tertinggal merupakan air
yang terdapat pada permukaan koloid.
Air itu terikat kuat dan tidak lagi bersifat
seperti cairan dan hanya bergerak dalam
bentuk uap.
Hisapan matriknya lebih kurang 31 bar.
proses berkurangnya air di dalam tanah dapat
disimpulkan bahwa
air ditahan oleh tanah melalui gaya hisap matrik tanah
apabila gaya hisap matrik tanah besar maka untuk
memperoleh air tersebut membutuhkan energi yang
lebih besar
besarnya gaya hisap tersebut tergantung pada jumlah air
yang berada disitu.
makin sedikit air dalam tanah maka makin besar
tegangannya.